“RESIKO JATUH”
DISUSUN OLEH:
NENENG PLATINAWATI
PROGRAM STUDI PROFESI NERS
SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN
BANI SALEH
2019
Jatuh adalah suatu
peristiwa di mana seseorang
mengalami jatuh dengan atau
tanpa disaksikan oleh orang
lain, tidak sengaja/tidak
direncanakan, dengan arah
jatuh ke lantai, dengan atau
tanpa mencederai dirinya.
RESIKO JATUH ITU APA YA!
Resiko jatuh adalah
pasien yang beresiko
untuk jatuh yang
umumnya disebabkan
oleh faktor lingkungan
dan faktor fisiologis
yang dapat berakibat
cidera.
a. Faktor risiko yang dapat diperkirakan
(anticipated) merupakan hal-hal yang
diperkirakan dapat terjadi sebelum pasien
jatuh.
- Intrinsik: berhubungan
dengan kondisi pasien,
termasuk kondisi psikologis
1) Riwayat jatuh sebelumnya
2) Inkontinensia (tidak
bisa menahan keinginan
untuk buang air kecil)
3) Gangguan
kognitif/psikologis
4) Gangguan
keseimbangan/mobilitas
5) Usia > 65 tahun
6) Osteoporosis
7) Status kesehatan yang
buruk
8) Gangguan moskuloskeletal
- Ekstrinsik: berhubungan dengan
lingkungan
1) Lantai basah/silau, ruang
berantakan, pencahayaan
kurang, kabel longgar/lepas
2) alas kaki
tidak pas
3) Dudukan toilet yang
rendah
4) Kursi atau tempat
tidur beroda
5) Rawat inap
berkepanjangan
6) Peralatan yang tidak
aman
7) Peralatan rusak
8) Tempat tidur
ditinggalkan dalam posisi
tinggi
b. Faktor risiko yang tidak dapat
diperkirakan (unanticipated) merupakan
hal-hal yang tidak diperkirakan dapat
terjadi sebelum pasien jatuh.
- Intrinsik: berhubungan
dengan kondisi pasien,
termasuk kondisi psikologis
1) Kejang
2) Stroke atau serangan
iskemik sementara (Transient
Ischaemic Attack-TIA)
3) Pingsan
4) Serangan jatuh (Drop
Attack)
5) Penyakit Kronis
- Ekstrinsik: berhubungan dengan
lingkungan
1) Reaksi individu terhadap
obat-obatan.
Pencegahan Jatuh
a. Latihan fisik
b. Managemen obat-
obatan
c. Modifikasi
lingkungan
d. Memperbaiki kebiasaan klien, misalnya:
1) Berdiri dari posisi
duduk atau jangkok
jangan terlalu cepat.
2) Jangan mengangkat
barang yang berat sekaligus.
3) Mengambil barang
dengan cara yang benar
dari lantai.
4) Hindari olahraga
berlebihan.
e. Alas kaki
f. Alat bantu jalan
g. Periksa fungsi penglihatan
dan pendengaran
h. Memelihara kekuatan tulang
CARA MENOLONG PASIEN JATUH
DISUSUN OLEH:
NENENG PLATINAWATI
PROGRAM STUDI PROFESI NERS
SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN
BANI SALEH
2019
A. Cara bangun setelah jatuh tanpa
penolong
Cara yang dapat dilakukan klien setelah
jatuh jika masih bangun adalah
Mengangkat badan
dengan bantuan siku
Mengangkat tubuh
lagi dengan bantuan
lutut dan kedua
lengan lurus
Pegang permukaan
kursi atau benda
untuk membantu
berdiri
Hadapkan tubuh ke
kursi untuk berdiri
Putar badan pelan
pelan dan duduk di
kursi
Duduk beristirahat
dan panggil bantuan
B. Cara yang dapat dilakukan klien setelah
jatuh jika tidak bisa bangun adalah sebagai
berikut:
Menarik perhatian
dengan memukul benda
atau membunyikan
alarm atau menelpon
jika bisa.
Temukan
bantal/guling/pakaian
yang digulung dan
letakkan dibawah
kepala.
Untuk menjaga
kehangatan, selimuti
badan dengan pakaian,
taplak atau kain yang ada
di sekitar.
Untuk menjaga pergerakan, ubah posisi
untuk menghindari tekanan pada luka,
gerakkan sendi untuk menghindari
kekakuan dan meningkatkan sirkulasi.
TERIMA KASIH
SEMOGA BERMANFAAT