Anda di halaman 1dari 11

TUGAS

METODELOGI PENELITIAN

OLEH
KELOMPOK BAKTERIOLOGI
1. ARDIANTI LA BUHARI (P00341017051)
2. ASTARI SIDA DEWI (P00341017054)
3. ASTI ARINI (P00341017055)
4. DETI KARMIATI (P00341016010)
5. FRININDA (P00341017065)
6. HASTRIALING DWI YUNIAR (P00341017070)
7. KARLINA (P00341017073)
8. NUR HASNI ADAMSYAH (P00341017085)

KEMENTERIAN KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA


POLITKENIK KESEHATAN KENDARI
JURUSAN TEKNOLOGI LABORTORIUM MEDIK
TINGKAT 3B
2019
1. Jenis-Jenis Pemeriksaan Yang Digunakan Dalam Penelitian Kami
(Bakterilogi)
a. Pewarnaan gram
b. Pewarnaan Ziehl Neelsen
c. Uji Daya Hambat
d. Uji MPN
2. Alat yang digunakan
a. Mikroskop
b. Inkubator
c. Autoclave
3. Gambar Alat
a. Mikroskop
b. Inkubator

c. Autoclave

4. Fungsi
a. Mikroskop
Mikroskop berfungsi untuk melihat mikroorganisme yang tidak
dapat dilihat oleh mata telanjang.
Fungsi bagian-bagian mikroskop
- Lensa Okuler
Lensa okuler termasuk salah satu bagian-bagian mikroskop
yang paling dikenali. Letak lensa okuler dekat dengan mata
pengamat atau observer. Fungsi letak okuler adalah untuk
membentuk bayangan maya, tegak, diperbesar dari lensa
objektif.
- Lensa Objektif
Selain lensa okuler juga ada lensa objektif. Jika lensa okuler
berdekatan dengan mata pengamat, maka lensa objektif
berada dekat dengan objek yang diamati. Fungsi lensa objektif
adalah untuk membentuk bayangan nyata, terbalik, diperbesar.
- Tabung Mikroskop (Tubus)
Bagian mikroskop berikutnya adalah tabung mikroskop yang
biasa disebut sebagai tubus. Bentuk tabung mikroskop
berbentuk seperti tabung. Fungsi tabung mikroskop atau tubuh
adalah untuk mengatur fokus dan menghubungkan lensa
okuler dengan lensa objektif.
- Makrometer (Pemutar Kasar)
Berikutnya ada bagian mikroskop makrometer atau pemutar
kasar. Letak makrometer terdapat di bagian lengan mikroskop.
Fungsi makrometer atau pemutar kasar adalah
untuk menaikkan dan menurunkan tabung mikroskop dengan
cepat.
- Mikrometer (Pemutar Halus)
Selain makrometer juga ada mikrometer atau pemutar halus.
Fungsi mikrometer atau pemutar halus adalah
untuk menaikkan dan menurunkan tabung mikroskop dengan
lambat. Ukuran mikrometer biasanya lebih kecil dibandingkan
makrometer.
- Revolver (Pemutar Lensa)
Bagian-bagian mikroskop berikutnya adalah pemutar lensa
atau yang lebih dikenal sebagai revolver mikroskop. Fungsi
revolver adalah untuk mengatur perbesaran lensa objektif.
Cara penggunaan revolver adalah dengan memutarnya ke
kanan atau ke kiri.
- Reflektor (Cermin Pengatur)
Reflektor juga termasuk bagian mikroskop. Fungsi reflektor
adalah untuk memantulkan cahaya dari cermin ke objek yang
diamati melewati lubang yang ada di meja objek. Reflektor
terdiri dari dua jenis cermin, yaitu cermin datar, digunakan
saat cahaya yang dibutuhkan terpenuhi, serta cermin cekung,
digunakan saat kondisi kekurangan cahaya.
- Diafragma
Bagian mikroskop selanjutnya adalah diafragma atau yang
dikenal sebagai pengatur cahaya. Fungsi diafragma adalah
untuk mengatur sedikit banyaknya cahaya yang masuk,
sehingga pengamat bisa menentukan jumlah cahaya yang
masuk.
- Kondensor
Kondensor bisa digunakan dengan cara diputar-putar dan
dinaik-turunkan sesuai keinginan. Fungsi kondensor adalah
untuk mengumpulkan cahaya yang dipantulkan oleh cermin
serta memfokuskan cahaya untuk menerangi objek
pengamatan.
- Meja Mikroskop
Berikutnya juga ada meja mikroskop atau meja kerja sebagai
salah satu bagian mikroskop. Meja mikroskop ini menjadi alas
dan tempat mengamati objek. Fungsi meja mikroskop adalah
untuk meletakkan objek yang diamati dalam sebuah penelitian.
- Penjepit Kaca (Klip)
Ada juga bagian penjepit kaca atau penjepit objek atau dikenal
juga sebagai klip. Fungsi penjepit kaca ini adalah
sebagai pelapis objek agar objek tidak bergeser-geser saat
pengamatan sedang berlangsung. Caranya dengan menjepit
kaca yang melapisi objek sehingga posisi objek menjadi tetap.

- Lengan Mikroskop
Selain itu juga terdapat bagian lengan mikroskop yang cukup
mencolok untuk diamati. Fungsi lengan mikroskop ini
adalah sebagai pegangan pada mikroskop. Hal ini penting saat
mikroskop akan dibawa atau dipindahkan menuju ke tempat
lain.
- Bagian Kaki Mikroskop
Berikutnya juga bagian kaki pada mikroskop. Fungsi kaki
mikroskop adalah berfungsi sebagai penyangga atau penopang
mikroskop. Hal ini penting agar posisi mikroskop tetap stabil
dan bisa berdiri tanpa takut akan terjatuh atau terbalik
posisinya.
- Sendi Inklinasi (Pengatur Sudut)
Yang terakhir juga ada bagian pengatur sudut atau yang
dikenal sebagai sendi inklinasi. Fungsi sendi inklinasi adalah
untuk mengatur sudut tegaknya mikroskop yaitu dengan
mengatur derajat kemiringan mikroskop untuk memudahkan
pengamatan.

b. Incubator
fungsi inkubator laboratorium yang membuat mesin ini begitu
banyak dicari dan digunakan oleh para peneliti, salah satu fungsi
utamanya adalah mengontrol kondisi lingkungan seperti suhu
maupun kelembapan. Sebab hal tersebut merupakan salah satu
faktor penentu dari berhasil atau tidaknya pengembangbiakan
bakteri tersebut, karena ketika mengembangbiakkan bakteri maka
Anda harus menempatkan pada daerah tertentu yang nantinya
akan cocok dengan bakteri tersebut.

c. Autoclave
Alat ini berfungsi untuk sterilasasi media pembiakan, bahan-bahan
atau alat yang tidak rusak karena pemanasan dan tekanan tinggi,
dan untuk destruksi media pembiakan. bahkan Autoclave juga
digunakan dalam mikrobiologi, tato, tindik, ilmu kedokteran
hewan, mikologi, kedokteran gigi, perawatan kaki dan fabrikasi
prosthetics. Modelnya bervariasi dalam ukuran dan fungsi
tergantung pada media yang akan disterilkan.

5. Cara Memperoleh Informasi yang Valid Sesuai Komponen Pengukuran


a. Pengukuran (WHO)
Mahasiswa yang melakukan penelitian yang didampingi oleh
Instruktur yaitu Tenaga Teknologi Laboratorium Medik
b. Alat Ukur
Alat ukur utama yang digunakan yaitu Mikroskop
c. Cara pengukuran
- Pewarnaan gram
Prinsip pewarnaan gram meliputi 4 tingkatan yaitu :
a) Pewarnaan dengan zat utama ( cristal gentian violet )
b) Merekatkan ( Mengintensifkan ) dengan suatu larutan
mordant yaitu larutan lugol
c) Menambahkan zat dekolorisasi (bahan peluntur)
misalnya alkohol.
d) Pemberian zat penutup (counter stain) misalnya larutan
fuchsin,safranin dll.

Prinsip pewarnaan gram berdasarkan dinding sel :


a) Gram positif (+) Peptidoglikan bakteri yang tebal dan
lapisan lemak yang tipis pada dinding bakteri berikatan
kuat dengan gentian violet. Lugol memperkuat ikatan
tersebut, lalu diberikan alkohol sehingga melunturkan
lemak, karena pada bakteri gram (+) lemaknya tipis
sehingga warna ungu pada gentian violet yang lunturpun
sedikit dan bakteri tetap dipewarna ungu. Karena telah di
penuhi warna ungu maka tidak dapat lagi berikatan
dengan fuchsin.
b) Gram Negatif (-) Peptidoglikan bakteri yang tipis dan
lapisan lemak yang tebal pada dindinh bakteri maka saat
berikatan dengan gentian violet ikatan yang terjadi
adalah ikatan lemah,lalu diberi lugol yang memperkuat
ikatan tersebut dengan gentian violet. Namun, bakteri
gram (-) yang memiliki lemak tebal ketika diberi alkohol
lemak akan luntur dan warna gentian violet pun luntur
sehingga ketika diwarnai dengan larutan fuchsin bakteri
akan menyerap warna fuchsin yaiti merah.

Prosedur :
1) Buat preparat melingkar diameter 2-3 cm
2) Fiksasi di atas api sampai kering
3) Genangi gentian violet selama 3 menit, dicuci dengan air
4) Genangi dengan lugol selama 2 menit
5) Genangi dengan alkohol hingga jernih
6) Cuci dengan air, lalu genangi dengan fuchsin selama 1
menit dan cuci lagi dengan air
7) Keringkan dan periksa di mikroskop pembesaran 100 x

Interpretasi hasil :
a) Bakteri gram Positif = Warna ungu
b) Bakteri gram Negatif = Warna merah

- Pewarnaan Ziehl Neelsen


Prinsip :
Dinding bakteri yang tahan asam mempunyai lapisan lilin dan
lemak yang sukar ditembus cat,dengan pengaruh fenol dan
pemanasan maka lapisan lilin dan lemak itu dapat ditembus
cat basic fuchsin.

Prosedur :
1) Dibuat sediaan dengan cara colling ukuran 2x3 cm
2) Sediaan dilewatkan 3x melalui api spritus
3) Sediaan digenangi dengan karbol fuchsin
4) Dari bawah sediaan dipanasi dengan menggunakan
spritus sampai keluat uap (jangan sampai mendidih)
5) Diamkan minimal 5 menit. Lebih lama diperbolehkan
tetapi cat sediaan jangan sampai kering.
6) Sediaan dibilas hati-hati dengan air mengalir
7) Sediaan dimiringkan dengan menggunakan gegep untuk
membuang air
8) Sediaan digenangi dengan asam alkohol sampai tidak
tampak warna merah karbol fuchsin
9) Digenangi methylene blue selama 10-20 detik
10)Sediaan dibilas dengan air mengalir,keringkan sediaan
pada rak pengering. Jangan keringkan dengan tissu.
11)Diamati dibawah mikroskop dengan perbesaran 100x

Interpretasi Hasil :
a) Negatif =Tidak ditemukan BTA dalam 100 Lapangan
pandang
b) Scanty = 1-9 BTA dalam 100 Lapangan pandang
c) 1 + = 10-99 BTA dalam 100 Lapangan pandang
d) 2 + = 1-10 BTA dalam 1 Lapangan pandang, periksa
minimal 50 Lapangan pandang
e) 3 + = >10 BTA dalam 1 Lapangan pandang ,periksa
minimal 20 lapangan pandang.

d. Apa yang diukur (what)


Yang dilihat yaitu morfologi bakteri pada mikroskop yaitu melihat
bakteri, morfolgi bakteri dan membedakan bakteri gram positif
atau negative dengan melihat warna dari bakteri.
e. Waktu Pengukuran
Untuk pewarnaan gram bisa kapan saja, tidak ada waktu waktu
khusus. Sedangkan untuk pewarnaan Ziehl Nelseen
pemeriksaannya pagi, karena menggunakan sputum pagi.
f. Tempat pengukuran
Di laboratorium mikrobiologi jurusan Teknologi Laboratorium
Medik Poltekkes Kemenkes Kendari
DAFTAR PUSTAKA

Arianda, Dedy. 2016. Buku Saku Bakteriologi. Bekasi : AM-publishing.


Arianda, Dedy. 2019. Buku Saku Analis Kesehatan revisi ke-7. Bekasi : AM-
publishing.
Departemen Kesehatan RI. 2008. Laboratory Techniques and Proscedures.
Jakarta: Departemen Kesehatan
Pollack, Rovert, DKK. 2016. Praktik Laboratorium Mikrobiologi edisi 4.
Jakarta: EGC