0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
800 tayangan12 halaman

Modul 6 - Berat Jenis

Modul ini membahas tentang uji berat jenis tanah menurut SNI 1964:2008. Terdapat penjelasan tentang dasar teori berat jenis tanah, tujuan percobaan untuk mengetahui jenis tanah, alat dan bahan yang digunakan, prosedur praktikum, data hasil uji, analisis data, kesimpulan, serta dokumentasi peralatan dan kegiatan praktikum. Modul ini memberikan panduan lengkap tentang cara melakukan uji berat jenis tanah secar

Diunggah oleh

clearen
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
800 tayangan12 halaman

Modul 6 - Berat Jenis

Modul ini membahas tentang uji berat jenis tanah menurut SNI 1964:2008. Terdapat penjelasan tentang dasar teori berat jenis tanah, tujuan percobaan untuk mengetahui jenis tanah, alat dan bahan yang digunakan, prosedur praktikum, data hasil uji, analisis data, kesimpulan, serta dokumentasi peralatan dan kegiatan praktikum. Modul ini memberikan panduan lengkap tentang cara melakukan uji berat jenis tanah secar

Diunggah oleh

clearen
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

MODUL VI UJI BERAT JENIS TANAH

(SNI 1964 : 2008)

6.1 Dasar Teori


Berat jenis (Gs) adalah perbandingan antara berat isi butir tanah dan berat isi aquades
pada temperatur dan volume yang sama.

Jenis Tanah Gs
Gravel 2,65 – 2,68
Sand 2,65 – 2,68
Silt, inorganic 2,62 – 2,68
Clay, organic 2,58 – 2,65
Clay, inorganic 2,68 – 2,75

Sebagian besar tanah menunjukkan bahwa nilai-nilai dari 2,5 sampai 2,80 merupakan
nilai-nilai yang biasa terdapat, dimana nilai-nilai antara 2,6 dan 2,75 merupakan nilai
yang paling banyak terdapat. Jika nilai Gs kurang dari 2,6, maka tanah tersebut
adalah tanah organis. Jika nilai Gs 2,6-2,8 maka tanah tersebut adalah tanah
anorganis.Nilai berat suatu tanah digunakan secara luas ini diperlukan untuk konversi
presentase air dalam berat ke kandungan air volume untuk menghitung porsituis.
Nilai berat suatu tanah berbeda – beda tergantung kondisi struktur tanahnya, terutama
dikaitkan dengan pemadatan. Oleh karena itu, berat isi sering dikaitkan sebagai
ukuran struktur tanah. Berikut adalah rumus untuk mencari berat jenis tanah :
𝑊𝑡
𝐺𝑠 = 𝑥𝐾
𝑊5 − 𝑊3

Dimana : Gs = Berat Jenis Tanah


Wt = Berat Tanah
W5 – W3 = Isi Tanah
K = Faktor Koreksi
6.2 Tujuan Percobaan
Praktikum ini bertujuan untuk mengetahui jenis tanah yang didapat pada praktikum.
Berat jenis tanah didapat berdasarkan nilai Gs-nya, ada tanah organis dan juga ada
tanah anorganis.

6.3 Alat dan Bahan yang Digunakan


6.3.1 Alat
Peralatan yang digunakan adalah sebagai berikut:
1. Piknometer
Berfungsi sebagai wadah untuk benda uji;
2. Cawan
Berfungsi untuk wadah benda uji;
3. Oven
Berfungsi untuk mengeringkan tanah;
4. Desikator
Berfungsi untuk merubah suhu benda uji agar sesuai dengan suhu ruangan
5. Thermometer
Berfungsi untuk mengetahui temperatur pada benda uji;
6. Ember
Berfungsi sebagai media untuk tempat air agar temperatur benda uji yang
telah dipanaskan kembali ke suhu awal sebelum dipanaskan;
7. Kompor listrik
berfungsi untuk memanaskan atau mendidihkan benda uji agar udara dalam
piknometer hilang;
8. Corong
untuk memudahkan dalam memasukkan benda uji ke dalam piknometer;
9. Neraca ohaus
untuk menimbang benda uji.
6.3.2 Bahan
Bahan yang digunakan dalam praktikum ini adalah:
1. Benda uji yang digunakan adalah tanah lolos saringan No.8tertahan
disaringan No.16 sebanyak 30 gram.Hasil dari praktikum analisis ukuran
butir;
2. Aquades berfungsi untuk melarutkan zat.

6.4 Prosedur Praktikum


Berikut adalah prosedur pada saat praktikum :
1. Siapkan peralatan dan bahan yang akan digunakan untuk praktikum;
2. Ambil sampel tanah lolos saringan No. 8 tertahan No. 16 dan timbang
menggunakan neraca ohaus sebanyak 30 gram;
3. Kemudian oven benda uji pada temperatur ±110°C selama 15 menit,
setelah itu masukkan kedalam desikator untuk mengembalikan suhu seperti
suhu ruangan;
4. Timbang piknometer dalam keadaan kering dan bersih dengan
menggunakan neraca ohaus;
5. Setelah itu, timbang kembalipiknometer yang telah diisi aquades;
6. Keluarkan benda uji dari desikator dan timbang benda uji per 10 gram;
7. Masukan benda uji ke piknometer dengan menggunakan corong, lalu
tambahkan aquades hingga terisi 2/3 piknometer;
8. Ukur suhu benda uji sebelum dipanaskan menggunakan thermometer;
9. Kemudian panaskan dengan kompor listrik selama± 10 menit sampai
mendidih agar udara dalam benda uji keluar seluruhnya;
10. Setelah ± 10 menit masukkan benda uji ke dalam ember berisi air sampai
temperaturnya kembali ke suhu awal sebelum dipanaskan. Cek kembali
suhunya menggunakan thermometer. Lalu timbang dan catat beratnya;
11. Setelah selesai bersihkan alat dan simpan pada tempat semula.
6.5 Data Praktikum

LABORATORIUM MEKANIKA TANAH


JURUSAN TEKNIK SIPIL
FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS JENDERAL ACHMAD YANI
LEMBAR PRAKTIKAN
PENGUJIAN BERAT JENIS TANAH
K
Proyek : Praktikum Mekanika Tanah
Lokasi : Laboratorium Geotek
No. Sampel : kelompok 20
Kedalaman : 1m
Tanggal : 25 April 2019
Dikerjakan oleh : Zaky Fauzil Warits
Data Berat Jenis
Nomor piknometer 1 2
Berat piknometer W1 (gr) 42,2 75,05
Berat piknometer + tanah W2 (gr) 52,2 85,05
Berat tanah Wt = W2 – W1 (gr) 10 10
Temperatur (°C) 25° 25°
Berat piknometer + air + tanah pada 125,45 106,06
W3 (gr)
temperatur 20°C
Berat piknometer + air pada 20°C W4 (gr) 130,8 130,8

W5 = Wt + W4 (gr) 140,8 140,8


Isi tanah W5 - W3 (cm3) 15,35 34,20
𝑊𝑡 0,65 0,29
Berat Jenis 𝐺𝑠 = 𝑥𝐾
𝑊5 − 𝑊3
Rata-rata 0,47
6.6 Analisa Data Praktikum
Berikut adalah perhitungan berat jenis (Gs) :
1. Menghitung Gs di Piknometer 1
a. Menghitung Berat Tanah

𝑊𝑡 = 𝑊2 − 𝑊1
= 52,2 – 42,2
= 10 gram

b. Menghitung berat tanah dalam piknometer

𝑊5 = 𝑊𝑡 + 𝑊4
= 10 + 130,8
= 140,8 gram
c. Menghitung Isi Tanah

𝐼𝑠𝑖 𝑡𝑎𝑛𝑎ℎ = 𝑊5 − 𝑊3
= 140,8 – 125,45
= 15,35cm3

d. Menghitung Berat Jenis Tanah

𝑊𝑡
𝐺𝑠(1) = 𝑥 𝐾 25°C
𝑊5−𝑊3

10
= 𝑥 0,9989
15,35
= 0,65
2. Menghitung Gs di Piknometer 2
a. Menghitung Berat Tanah

𝑊𝑡 = 𝑊2 − 𝑊1
= 52,2 – 42,2
= 10 gram

b. Menghitung berat tanah dalam piknometer

𝑊5 = 𝑊𝑡 + 𝑊4
= 10 + 130,8
= 140,8 gram

c. Menghitung Isi Tanah

Isi tanah= 𝑊5 − 𝑊3
= 140,8 – 106,6
= 34,20

d. Menghitung Berat Jenis Tanah

𝑊𝑡
𝐺𝑠(2) = 𝑊5−𝑊3
𝑥 𝐾 25°

10
= 𝑥 0,9989
34,20

= 0,29
3. Menghitung Rata-Rata
𝐺𝑠1 + 𝐺𝑠2
𝐺𝑠 =
2
0,65+0,29
= 2

= 0,47

6.7 Kesimpulan
Pada praktikum berat jenis ini, kita mendapatkan nilai berat jenis Gs(1) sebesar
0,65 dan Gs(2) sebesar 0,27. Maka didapatkan Gs rata – rata sebesar 0,47. Karena
nilai Gs < 2,6 maka termasuk tanah organis. Jika yang didapat tanah orgnais,
maka pada daerah tersebut tidak disarankan untuk mebuat bangunan dikarenakan
tanah organis tidak baik untuk tanah pembangunan.

Catatan : untuk suhu 25°C didapat nilai K sebesar 0,9989

6.8 Dokumentasi Praktikum

6.8.1 Peralatan

Gambar 6.1 Piknometer


Gambar 6.2 Cawan

Gambar 6.3Oven

Gambar 6.4 Desikator


Gambar 6.5Thermometer

Gambar 6.6 Ember

Gambar 6.7Kompor Listrik


Gambar 6.8Corong

Gambar 6.9 Neraca ohaus

Gambar 6.10Aquades
6.8.2 Dokumentasi Kegiatan

Gambar 6.12 Pengambilan benda uji

Pengambilan sampel tanah lolos saringan no. 8 tertahan no. 16 sebanyak 30 gram
menggunakan neraca ohaus.

Gambar 6.13 Penguapan benda uji

Setelah di oven selama ± 15 menit, masukan benda uji ke dalam desikator untuk
menetralkan suhu benda uji agar seperti suhu ruangan.
Gambar 6.14 Benda Uji pada saat dipanaskan

Berikut adalah gambar ketika benda uji dipanaskan menggunakan alat pemanas
hingga mendidihsehingga udara dalam benda uji keluar seluruhnya. Untuk
mempercepat proses pengeluaran udara;

Anda mungkin juga menyukai