BAB XIII – PEMADATAN (COMPACTION)
STANDAR ACUAN
SNI 1742 2008
MAKSUD DAN TUJUAN
A. Mahasiswa dapat mengetahui percobaan Compaction (pemdatan) dengan prosedur
standar secara benar.
B. Mahasiswa dapat menentukan hubungan kadar dan kepadatan kering optimum (berat
volume kering) suatu tanah dengan alat pemadat tertentu.
DASAR TEORI
Compaction (pemadatan tanah) adalah suatu proses dimana pori-pori tanah
diperkecil dan kandungan udara dikeluarkan secara mekanis. Suatu pemadatan tanah
adalah juga merupakan usaha (energi) yang dilakukan pada massa tanah. Fungsi dari
pemadatan untuk meningkatkan daya dukung tanah (sebagai pondasi) dan mengurangi
penurunan tanah yang tidak diingkan terlalu besar. Agar partikel-partikel tanah lebih adat
perlu ditambah air, dapat berfungsi sebagai pembasah bagi partikel tanah tersebut
sehingga tanah akan lebih mudah bergerak dan akan lebih padat.
PENGUJIAN TANAH - GENAP 2020/2021 1
ALAT DAN BAHAN
1. Hammer Standard
2. Mold standard
3. Timbangan
4. Saringan nomor 4
5. Jangka Sorong
6. Plat perata dan pemotong sampel
7. Talang dan gelas ukur
8. Kuas dan oli
9. Plastik
10. Air suling
11. Sarung tangan
12. Palu
13. Meteran
14. Scope
15. Oven
16. Extrunder
LANGKAH KERJA
1. Ambil tanah kering dan timbang sebanyak 3kg. Tumbuk dan haluskan tanah tersebut dengan palu karet,
lalu diayak dengan saringan nomor 4.
2. Masukkan tanah yang telah disaring ke dalam oven selama 24 jam dan keluarkan tanah dari oven lalu
letakkan di atas talam besar kemudian diamkan sampai tanah tidak panas.
3. Campurkan air sedikit demi sedikit sebanyak 30% dari berat tanah. Simpan tanah yang telah dicampur air
ke dalam kantong plastik agar air tercampur rata dengan tanah.
4. Timbang mold dan base plat kemudian diberikan sedikit oli.
5. Masukkan tanah yang telah disimpan kurang lebih 2/3 lalu dipadatkan dengan hammer padat yang terdiri
dari 3 lapisan.
6. Ulangi langkah ke-5 sampai dengan lapisan terakhir, kemudian angkat plat penyambungRatakan
permukaan tanah dengan plat perata jika permukaan belum rata. Lalu timbang beratnya.
7. Keluarkan contoh tanah yang telat dipadatkan menggunakan extruder. Setelah tanah dikeluarkan potong
menggunakan pisau perata. Sampel tanah ditimbang untuk dicari kadar airnya.
8. Kemudian masukkan tanah kedalam oven selama 24 jam.
9. Setelah 24 jam keluarkan sampel tanah kemudian timbang dan catat beratnya.
PEMBAHASAN
1. Rumus
1
V Mould = 4𝜋𝑑²𝑡
4
berat tanah basah−berat tanah kering
Kadar Air (w) = 100%
berat tanah kering
berat tanah basah
Berat isi basah (ᵞwet) =
v
ᵞwet
Berat isi basah =
(1+w)
2. Perhitungan dan data laboratorium
Keterangan SAMPEL 1 SAMPEL 2 SAMPEL 3 SAMPEL 4 SAMPEL 5
Tinggi mold (cm) 11,6
Diameter mold (cm) 10,14
Jumlah air (ml) 500 600 700 800 900
Berat mold kosong (gr) 3820 3342 3779 3779 3816
Berat tanah + mold (gr) 5095 4688 5270 5430 5418
Berat tanah dalam mold (gr) 1275 1346 1491 1651 1602
Berat cawan (gr) 9 9,02 9,02 8,7 9,05
Berat cawan + tanah basah (gr) 58,63 44,65 37,5 33,4 47,5
Berat cawan + tanah kering (gr) 48 36,75 30,42 26,5 35,7
V mold (gr/cm3) 936,75
Kadar Air (%) 27,256 28,489 33,084 38,764 44,237
Berat isi basah (gr/cm3) 1,361 1,436 1,592 1,762 1,71
Berat isi kering (gr/cm3) 1,069 1,117 1,196 1,27 1,185
3. Grafik
Nomor Sampel Kadar (%) Berat isi kering (%)
1 27,256 1,069
2 28,49 1,12
3 33,084 1,196
4 38,764 1,270
5 44,237 1,185
1.3
1.25
1.2
1.15
Kadar (%)
1.1 Berat isi kering (%)
1.05
0.95
26 28 30 32 34 36 38 40 42 44 46
KESIMPULAN
Dari raktikum yang telah dilakukan, didapatkan hasil kadar air optimum sebesar 44,237% dengan
berat iai kering 1,185 gr/cm3.
GAMBAR PERALATAN DAN BAHAN
Hammer Timbangan
Mold Standard Saringan nomor 4
Standard
Jangka sorong Plat perata & Pemotong
sample Talam Gelas Ukur
Sarung tangan Kuas & oli Plastik
Palu
Scope Oven Air suling
Meteran
GAMBAR LANGKAH KERJA <Pengujian Pemadatan>
Gambar 1 Gambar 2 Gambar 3 Gambar 4
Gambar 5 Gambar 6 Gambar 7 Gambar 8
Gambar 9
PERHITUNGAN PENGUJIAN SAND CONE TEST
LABORATORIUM MEKANIKA TANAH BORING LOG
UNIVERSITAS MERCU BUANA
Jalan Meruya Selatan No.1, Meruya Selatan
Project : Sand Cone Test Job No. :
Location : Lapangan Universitas Mercubuana Sampel No. :1
Date : 10 April 2021 Elevation :
Tested : Tanah Depth :
Checked :
No Keterangan Sampel unit
1 berat botol + corong (W1) 1585 gr
2 botol + corong + air (W2) 5615 gr
3 berat botol + corong + pasir (W3) 9280 gr
berat botol + corong + pasir secukupnya
4 (W6) 7980 gr
5 berat botol + corong + sisa pasir (W7) 5195 gr
6 berat pasir dalam corong (Wc) 1215 gr
7 berat cawan (W9) 50 gr
8 berat cawan + tanah basah 275 gr
9 berat cawan + tanah kering 205 gr
10 berat tanah + plastic 2256 gr
11 berat plastic 15,00 gr
12 berat pasir dalam lubang 2695 gr
13 berat tanah dalam lubang 2241 gr
RUMUS PERHITUNGAN
Isi Botol = Berat Isi = (W2 – W1) cm3
9280−1585
Berat isi pasir (γp) = gram
5615−1585
7695
= gram
4030
= 1,9094gram
Berat pasir dalam corong = (W4 – W5) gram
Berat pasir dalam lubang = (W6 – W7) - (W4 – W5) = W10 gram
Isi lubang = W10 / γp = Ve cm3
Berat tanah = W8 – W9 gram
W 8−W 9
Berat isi tanah = gram/cm3
Ve
Berat isi kering tanah (γd lap)= [γ / (100 + W)] x 100%
γ d Lap
Derajat kepadatan di lapangan (D) = x 100%
γ d Lab
PENYELESAIAN PERHITUNGAN
Berat Isi = 5615 – 1585
= 4030
W 3−W 1
Berat isi pasir (γp) = gram
W 2−W 1
HASIL PERHITUNGAN
KESIMPULAN