Anda di halaman 1dari 10

MAKALAH

AUDIT KEUANGAN : KAS


DAN INVESTASI

Dosen Pengampu: Dr. M. Rasuli, SE., M.Si., Ak.,


CA

DISUSUN OLEH :

TITI DESTI MARIANTI (1602122915)

JURUSAN AKUNTANSI
FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS
UNIVERSITAS RIAU
2019
KATA PENGANTAR

Puji syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah


melimpahkan rahmat dan hidayah-Nya sehingga penulisan makalah ini selesai.
Penulisan makalah ini bertujuan untuk memenuhi tugas mata kuliah Audit Sektor
Publik mengenai “Audit Keuangan : Kas dan Investasi”.
Terselesaikannya makalah ini bukan karena usaha penulis sendiri, semua
tidak terlepas dari uluran tangan yang diberikan oleh berbagai pihak baik secara
langsung maupun tidak langsung. Oleh karena itu pada kesempatan ini dengan
rendah hati penulis menyampaikan rasa terima kasih kepada pihak-pihak yang
terkait. Penulis menyadari amatlah terbatas pengetahuan dan kemampuan yang
dimiliki penulis untuk menciptakan karya tanpa cela. Tentulah masih jauh dari
kata sempurna. Oleh karna itu segala kritik dan saran yang bersifat membangun
dari semua pihak sangat penulis harapkan, hargai dan akan diterima dengan
kerendahan hati, agar menjadi koreksi pada penulis, sehingga kelak penulis
mampu menghasilkan sebuah karya yang jauh lebih baik dan penulis berharap
semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi para pembaca.
.

Pekanbaru, 06 Oktober 2019

Penyusun

ii
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR......................................................................................... ii

DAFTAR ISI....................................................................................................... iii

BAB I PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang........................................................................................... 1
1.2. RumusanMasalah....................................................................................... 2
1.3. Tujuan ........................................................................................................ 2

BAB II PEMBAHASAN
2.1.......................................................................................................................
2.2.......................................................................................................................
BAB III PENUTUP
3.1.Kesimpulan .............................................................................................12
3.2.Saran........................................................................................................12

DAFTAR PUSTAKA.........................................................................................12

iii
BAB I
PENDAHULUAN

1.1 LATAR BELAKANG


Audit Pembahasan memfokuskan pada audit atas dua aktiva yang sangat
likuid yaitu investasi dan saldo kas. Pembahasan ini memusatkan perhatian
pada entitas selain dari yang ada dalam sektor jasa keuangan, dan akirnya
memusatkan perhatian pada audit atas saldo kas yang di hasilkan dari
pengaruh kumulatif siklus pendapat, pengeluaran, produksi, personalia,
investasi , dan pembiayaan. Adanya dua jenis penipuan yang melibatkan kas
kiting yang melibatkan transfer antar bank dan lapping yang melibatkan
misapropriasi penerimaan kas. Aktivitas investasi sebuah entitas merupakan
aktivitas yang berkaitan dengan kepemilikan sekuritas yang di terbitkan oleh
entitas lainnya.Sekuritas ini mencakup sertifikat deposito (CD), saham
preferen dan saham biasa, serta obligasi korporasi dan pemerintah. Berikut ini
akun-akun yang digunakan dalam mencatat transaksi investasi jangka pendek
dan jangka panjang serta pengaruh investasi terhadap laporan laba-rugi:
Akun Neraca Akun Laporan Laba Rugi Investasi dalam sekuritas dan hutang
yang diklasifikasikan sebagai sekuritas yang diperdagangkan atau sekuritas
yang tersedia untuk dijual. Pendapatan dividen(dari investasi ekuitas yang
belum diperhitungkan dengan metode ekuitas) Akun-akun penyesuaian ke
harga pasar (akun-akun aktiva) untuk yang diatas (apabila yang di atas dicatat
dalam akun pada harga pokok dan nilai wajar sekuritas itu) Pendapatan
bunga(atas investasi dalam sekiritas hutang) Keuntungan dan kerugian
kumulatif yang belum di realisasikan karena memiliki sekuritas ekuitas dan
hutang yang diklasifikasikan sebagai sekuritas tersedia untuk dijual (akun
ekuitas) Keuntungan dan kerugian yang direalisasi (atas transaksi sekuritas
dan hutang).

1.2 RUMUSAN MASALAH


Rumusan masalah dalam makalah ini akan dijabarkan dalam rumusan
pertanyaan sebagai berikut:
1. Apa yang dimaksud dengan Investasi?

1
2. Bagaimana pengujian substantif atas Investasi?
3. Apa yang dimaksud dengan Saldo Kas?
4. Bagaimana pengujian substantif atas saldo kas?
5. Apa jasa bernilai tambah dengan sekuritas yang mudah dipasarkan dan
saldo kas?

1.3 TUJUAN
Tujuan dalam penulisan makalah ini adalah:
1. Mengetahui apa itu Investasi
2. Memahami pengujian substantif atas Investasi
3. Mengetahui apa yang dimaksud dengan Saldo Kas
4. Memahami pengujian substantif atas saldo kas
5. Mengetahui jasa bernilai tambah dengan sekuritas yang mudah dipasarkan
dan saldo kas

BAB II
PEMBAHASAN
2.1 INVESTASI
2.1.1 Tinjauan Atas Investasi
Aktivitas investasi sebuah entitas merupakan aktivitas yag berkaitan
dengan kepemilikan sekuritas yang diterbitkan oleh entitas lainnya. Sekuritas
ini mencakup sertifikat deposito/CD, saham preferen dan saham biasa, serta
obligasi korporasi dan pemerintah.

2.1.2 Tujuan Audit


Meliputi beberapa hal, yaitu :
a. Keberadaan atau keterjadian
b. Kelengkapan
c. Hak dan kewajiban
d. Penilaian atau alokasi
e. Penyajian dan pengungkapan

2.1.3 Pertimbangan Perencanaan Audit


a. Materialitas
Sekuritas yang ditahan sebagai investasi jangka pendek dapat
bersifat material bagi solvensi jangka pendek suatu entitas, tetapi laba
dari sekuritas semacam itu jarang bersifat signifikan bagi hasil operasi

2
entitas di luar sektor jasa keuangan. Sekuritas yang ditahan sebagai
investasi jangka penjang dapat bersifat material baik bagi neraca
maupun laporan laba rugi, tergantung entitas.
b. Risiko Inheren
Risiko inheren pada asersi siklus investasi dipengaruhi oleh banyak
faktor dan volume transaksi investasi umumnya cukup rendah. Akan
tetapi sekuritas merupakan aktiva yang mudah untuk dicuri, dan
akuntansi untuk investasi tersebut dapat menjadi rumit. Di samping itu,
risiko inheren tertentu juga lebih menantang untuk dikendalikan, dan
memberi manajemen peluang untuk memanipulasi pelaporan investasi.
Secara spesifik, klasifikasi yang tepat atas suatu investasi bisa
mengundang kontroversi, yang selanjutnya akan mempengaruhi metode
penilaian, upaya mendapatkan laba, dan persyaratan pengungkapan
yang berlaku untuk investasi itu. Dengan menyajikan secara salah
klasifikasi yang tepat dari suatu investasi, manajemen dapat menunda
atau mempercepat pengakuan keuntungan atau kerugian yang belum
direalisasi dalam laba.
c. Risiko Prosedur Analitis
Prosedur analitis dapat membandingkan saldo tahun berjalan
dengan tahun sebelumnya, atau dapat membandingkan hasil-hasil aktual
atas jumlah investasi dan laba investasi dengan yang dianggarkan atau
dokumentasi lain dari rencana manajemen. Perbedaan yang tidak
diharapkan, dapat menunjukkan salah saji berkenaan dengan asersi
keberadaan atau keterjadian, kelengkapan, penilaian atau alokasi, dan
penyajian serta pengungkapan.
d. Risiko Pengendalian
Pemahaman atas beberapa faktor lingkungan pengendalian adalah
relevan bagi audit atas siklus transaksi.

2.2 PENGUJIAN SUBSTANTIF ATAS INVESTASI


Merupakan hal yang biasa dalam melakukan pengujian substantif atas
siklus investasi untuk menguji saldo investasi di neraca dan laporan laba rugi
pada saat yang sama. Tahapannya yaitu :
a. Menentukan Risiko Deteksi

3
b. Merancang Pengujian Substantif
c. Prosedur Awal
d. Prosedur Analitis
e. Pengujian Rincian Transaksi
f. Pengujian Rincian Saldo
g. Pengujian Rincian Saldo ; Estimasi Akuntansi
h. Perbandingan Penyajian Laporan dengan GAAP

2.3 SALDO KAS


Saldo kas meliputi penerimaan ditangan yang belum disetor, kas di bank,
pada rekening giro umum dan rekening tabungan, serta akun impres seperti kas
kecil dan rekening di bank untuk gaji. Ini merupakan kas yang diperlukan
untuk melunasi kewajiban serta membayar gaji, dan kebanyakan entitas akan
memindahkan kelebihan kas ke beberapa bentuk investasi yang menghasilkan
bunga. Saldo-saldo tertentu, seperti sertifikat deposito, dana pelunasan obligasi,
saldo mata uang luar negeri tertentu, dan akun-akun lain yang mempunyai
pembatasan dalam penggunaannya yang lazimnya harus diklasifikasikan
sebagai investasi.

2.3.1 Hubungan Saldo Kas dengan Siklus Transaksi


Lima siklus transaksi berhubungan langsung dengan saldo kas
umum, kelima siklus itu adalah :
 Siklus pendapatan
 Siklus pengeluaran
 Siklus pembiayaan
 Siklus investasi
 Siklus jasa personalia

2.3.2 Pertimbangan Perencanaan Audit


 Materialitas
Jika dikaitkan dengan transaksi dalam lima siklus transaksi yang
mempengaruhi kas, jumlah kas yang mengalir melalui akun-akun
dalam satu periode waktu benar-benar dapat sangan material.
 Risiko inheren
Volume transaksi yang tinggi dapat menimbulkan tingkat risiko
inheren yang signifikan untuk asersi saldo kas tertentu, terutama
keberadaan dan keterjadian serta kelengkapan.
 Risiko prosedur analitis

4
Prosedur analitis yang efektif mencakup pembandingan saldo kas
dengan peramalan atau anggaran, atau dengan kebijakan perusahaan
mengenai saldo kas minimum dan investasi atas kelebihan kas.
 Risiko pengendalian
Karena rawannya saldo kas terhadap pencurian, maka banyak
auditor akan mengevaluasi secara cermat pengendalian internal atas
kas, dan memastikan bahwa setiap kondisi yang dapat dilaporkan
telah dikomunikasikan dengan jelas kepada manajemen.

2.4 PENGUJIAN SUBSTANTIF ATAS SALDO KAS


Istilah saldo kas hanya mengacu pada kas yang ditahan dan di bank, bukan
termasuk kas kecil dan dana imprest lainnya. Tahapannya yaitu :
 Menentukan Risiko Deteksi
 Merancang Pengujian Substantif
 Prosedur Awal
 Prosedur Analitis
 Pengujian Rincian Transaksi
 Pengujian Rincian Saldo
 Perbandingan Penyajian Laporan dengan GAAP

2.5 PERTIMBANGAN LAINNYA


2.4.1 Pengujian untuk Mendeteksi Lapping
Lapping adalah penyimpangan yang disebabkan oleh misapropriasi secara
sengaja atas penerimaan kas. Lapping dapat melibatkan penggelapan
penerimaan kas secara sementara atatu permanen untuk kepentingan pribadi
dari seseorang yang melakukan tindakan yang bukan wewenangnya. Lapping
biasanya tidak hanya bersangkutan dengan penagihan dari pelanggan, tetapi
juga dapat melibatkan jenis penerimaan kas lainnya. Kondisi-kondisi yang
kondusif untuk lapping tersedia apabila seseorang yang menangani penerimaan
kas juga memegang buku beasar piutang usaha. Auditor harus menilai
kemungkinan lapping guna mendapatkan pemahaman tentang pembagian tugas
seperti penerimaan dan pencatatan penagihan dari pelanggan. Ada tiga
prosedur yang dapat mendeteksi lapping :
 Mengkonfirmasi piutang usaha
 Melakukan perhitungan kas secara mendadak

5
 Membandingkan rincian ayat jurnal penerimaan kas dengan rincian
slip setoran harian yang berkaitan

2.6 JASA BERNILAI TAMBAH YANG BERKAITAN DENGAN


SEKURITAS YANG MUDAH DIPASARKAN DAN SALDO KAS
Berikut ini adalah beberapa peluang bernilai tambah yang penting, yang
dapat diberikan akuntan publik dengan menggunakan pengetahuan yang
diperoleh selama audit atas sekuritas yang mudah dipasarkan dan saldo kas :
 Menentukan asumsi-asumsi penting berkenaan dengan penerimaan kas
dan pembayaran beban operasi yang mempengaruhi peramalan saldo
kas.
 Membantu manajemen dalam mengembangkan model-model
peramalan saldo kas, pinjaman yang diperlukan, atau potensi kelebihan
saldo kas yang tersedia untuk investasi.
 Mengidentifikasi peluang untuk mengubah praktik bisnis, seperti
perubahan kebijakan kredit atau perubahan manajemen persediaan,
yang akan meningkatkan arus kas.
 Membantu manajemen dalam mengembangkan kebijakan untuk
investasi jangka pendek kelebihan kas.
 Mengidentifikasi peluang untuk meningkatkan tingkat pengembalian
atas investasi jangka pendek atas kelebihan kas.
BAB III
PENUTUP

3.1 SIMPULAN
Pengujian subtantif terhadap saldo kas ditujukan untuk memperoleh
keyakinan tentang keandalan catatan akuntansi yang bersangkutan dengan
kas, membuktikan keberadaan kas dan kererjadian transaksi yang berkaitan
dengan kas yang dicantumkan di neraca, membuktikan kelengkapan
transaksi yang dicatat dalam catatan akuntansi dan kelengkapan saldo kas
yang disajikan dalam neraca, dengan metodologi perancangan pengujian
terinci atas saldo untuk kas di bank dengan identifikasih risiko bisnis klien
yang mempengaruhi kas di bank, lalu tentukan sala saji yang dapat ditolerir
dan menilai risiko bawaan untuk kas di bank, menaksir risiko pengendalian

6
untuk kas di bank, merancang dan melaksanakan pengujian pengendalian
dan pengujian subtantif atas transaksi untuk beberapa siklus, kemudian
merancang dan melaksanakan prosedur analitik untuk kas di bank.

3.2 SARAN
Semoga makalah ini dapat menjadi bahan pembelajaran bagi pembaca
yang membaca makalah ini dan bagi yang melanjutkan mohon mencari sumber
lain agar makalah ini menjadi lebih baik untuk kedepannya.

DAFTAR PUSTAKA

http://mimiakuntansi.blogspot.com/2013/12/audit-investasi-dan-saldo-
kas.html?m=1
https://www.academia.edu/35410950/Pengauditan_II_Makalah_Audit_Investas
i_dan_Saldo_Kas