Anda di halaman 1dari 3

Nama : Kalpataru Imaniar S.

NIM : 837748526
Mata Kuliah : Pengembangan Kurikulum dan Pembelajaran di SD
Kelas : BI.2A / S1 – PGSD
No. Absen : 13

MODUL 9

KEGIATAN BELAJAR 3:
KEPUTUSAN SITUASIONAL

A. Model Pengembangan Rencana Pembelajaran

Ada beberapa model yang dapat digunakan untuk mengembangkan rencana


pembelajaran, yakni model Banathy, Kemp, PPSI ,dan Gerlach & Ely.

1. Model Banathy
Pengembangan pembelajaran menurut Banathy dapat dilakukan dalam enam
langkah sebagai berikut:
a. merumuskan tujuan sebagai hasil dari belajarnya
b. mengembangkan tes sebagai hasil dari pengalaman belajarnya.
c. menganalisis hasil belajar sebagai apa yang harus dipeajari sehingga dapat
menunjukkan tingkah laku seperti yang digambarkan dalam tujuan yang telah
dirumuskan.
d. mendesain system instruksional yaitu mempertimbangkan alternatif-alternatif
dan identifikasi apa yang harus dikerjakan untuk menjamin bahwa siswa dapat
menguasai kegiatan yang telah dianalisis.
e. melaksanakan kegiatan dan mengetes hasil yaitu seberapa jauh mereka telah
menunjukkan tingkah laku seperti yang dimaksudkan dalam rumusan tujuan.
f. mengadakan perbaikan

2. Model Kemp
Model pengembangan pembelajaran menurut Kemp (1977) atau yang disebut
dengan design instruksional terdiri dari 8 langkah, yaitu sebagai berikut :
a. menentukan tujuan pembelajaran umum (TPU)
b. membuat analisis tentang karakteristik siswa
c. menentukan tujuan pembelajaran secara spesifik, operasional, terukur
d. menentukan materi atau bahan pelajaran
e. menetapkan penjajakan awal
f. menentukan strategi belajar mengajar
g. mengkoordinasikan sarana penunjang yang meliputi biaya, fasilitas, peralatan,
waktu, dan tenaga
h. mengadakan evaluasi.

3. Model PPSI
Prosedur Pengembangan Sistem Instruksional sebagai suatu sistem
pembelajaran mengandung sebuah komponen antara lain materi, metode, alat,
evaluasi yang kesemuanya berinteraksi satu dengan yang lainnya untuk mencapai
tujuan pembelajaran yang telah dirumuskan. Ada lima langkah pokok dalam PPSI
yaitu sebagai berikut:
a. Merumuskan tujuan instruksional khusus
Kemampuan atau tingkah laku siswa harus dirumuskan secara spesifik dan
oprasional sehingga dapat dia amati/ diukur.
b. Mengembangkan alat evaluasi
Evaluasi tidak dilakukan pada langkah terakhir. Hal ini didasarkan atas prinsip
yang berorientasi pada tujuan atau hasil,yaitu penilaian terhadap suatu system
instruksional didasarkan atas hasil yang dicapai. Hasil tersebut tergambar dalam
perumusan tujuan instruksional pada langkah pertama.
c. Menentukan kegiatan belajar dan materi pelajaran,
1. merumuskan kegiatan belajar yang diperlukan untuk mencapai tujuan,
2. menetapkan kegiatan belajar yang tidak perlu ditempuh lagi oleh siswa,
3. menetapkan kegiatan belajar yang masih perlu dilaksanakan oleh siswa.
d. Pengembangan program kegiatan
Langkah metode mengajar yang akan digunakan dipilih sesuai dengan tujuan
yang dicapai.
e. Melaksanakan program
1. mengadakan tes awal berfungsi untuk memperoleh informasi tentang
kemampuan yang tercantum dalam tujuan instruksional
2. menyampaikan materi pelajaran sebelum menyampaikan materi pelajaran
guru harus menjelaskan tujuan instruksional khusus yang akan dicapai,
3. mengadakan evaluasi tes akhir
Tes akhir identik dengan tes awal, bedanya terletak pada waktu dan
fungsinya.Tes akhir berfungsi untuk menilai kemampuan siswa mengenai
materi pelajaran sesudah pembelajaran berlangsung.

4. Model Gerlach & Erly


Model pengembangan rencana pembelajaran dari Gerlach & Ely terdiri atas
sepuluh unsur, yaitu:
a. spesifikasi isi pokok bahasan
b. spesifikasi tujuan pembelajaran
c. pengumpulan dan penyaringan data siswa
d. penentuan pendekatan,metode dan tehknik mengajar.
e. pengelompokan siswa
f. penyediaan waktu
g. pengaturan ruang
h. pemilihan media
i. evaluasi
j. analisis umpan balik

B. Unsur yang Perlu Dipertimbangkan dalam Menyusun Rencana


Pembelajaran

1. Sikap guru dan administrator


Kasus yang sering terjadi guru sering kali tidak membuat RPP karena mereka
merasa mengajar adalah kegiatan kesehariannya,yang tidak membutuhkan lagi RPP.

2. Aspek-aspek yang sering dianggap bermasalah


RPP yang terlalu rinci akan menimbulkan ketidakfleksibelan kegiatan
pembelajaran. Kasus selanjutnya ketidaksinambungan antara tujuan pembelajaran
khusus dengan umum. Kasus lainnya ketidaksinambungan jenis evaluasi dengan
komponen tujuan dan lainnya.