Anda di halaman 1dari 16

Nama : Moch.

Ali Wasil Laporan 3


NIM : 1731130069
Kelas : TT – 2e Pengkodean data digital (Unipolar,
Nomer absen: 15 RZ,NRZL,NRZI,MANCHESTER ,D-
Manchaster, AMI, B8ZS, HDB3)

BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Tujuan
1. Memahami macam-macam pengkodean data digital (Unipolar,
RZ,NRZL,NRZI,MANCHESTER, D-Manchester, AMI,B8ZS, HDB3)
2. Memahami teknik pengkodean data digital
3. Mampu melakukan simulasi pengkodean data digital
4. Membuat program untuk mensimulasikan karakteristik pengkodean data digital
(Unipolar, RZ,NRZL,NRZI,MANCHESTER, D-Manchester, AMI,B8ZS, HDB3)
5. Membuat flowchart teknik pengkodean data digital.

1.2 Alat yang dibutuhkan


1. Komputer
2. Program Delphi 7

1.3 Teori Dasar


1.3.1 Pengkodean Sinyal Digital
Data digital merupakan data yang memiliki deretan nilai yang berbeda dan
memiliki ciri-ciri tersendiri. Contoh data digital adalah teks, deretan bilangan, dan
karakter-karakter yang lain. Data digital dalam bentuk karakter yang dapat dipahami
manusia tidak dapat langsung ditransmisikan dalam sistem komunikasi, data harus
terlebih dahulu diubah ke dalam bentuk biner. Jadi, data digital ditransmisikan dalam
bentuk deretan biner. Sedangkan sinyal digital merupakan sinyal untuk menampilkan
data digital. Deretan pulsa yang berbeda dan tidak terjadi secara terus-menerus
merupakan contoh sinyal digital. Pengkodean data digital ditujukan untuk
membangun sinyal digital, yang meliputi: unipolar, polar dan bipolar.
1.3.1.1 Unipolar
Unipolar merupakan pengkodean paling sederhana dimana data digital
yang telah berbentuk biner di diubah ke bentuk pulsa, biner ‘1’ diwujudkan

1
Nama : Moch. Ali Wasil Laporan 3
NIM : 1731130069
Kelas : TT – 2e Pengkodean data digital (Unipolar,
Nomer absen: 15 RZ,NRZL,NRZI,MANCHESTER ,D-
Manchaster, AMI, B8ZS, HDB3)
dalam suatu tegangan positif dan biner ‘0’ sebagai tanpa tegangan atau nol
volt. Gambar 1 menampilkan contoh sinyal digital sederhana dari suatu data
101100110.
Amplitudo
1 0 1 1 0 0 1 1 0

t
Unipolar

Gambar 3.1 Sinyal digital unipolar dari data 101100110

Pengkodean polar bercirikan menggunakan dua level tegangan positif


dan negatif sehingga dapat mengeliminasi timbulnya komponen DC.
Pengkodean polar terdiri atas NRZ (non return to zero), RZ (return to zero)
dan biphase.

1.3.1.2 Return to Zero ( RZ )


Format pengkodean selalu menuju ke level nol pada setengah
periodenya. Biner ‘0’ diwakili oleh perubahan level dari negatif ke nol
sedangkan biner ‘1’ diwakili oleh perubahan dari positif ke nol. Gambar 2
menampilkan contoh sinyal hasil pengkodean return to zero (RZ).
0 1 0 0 1 1 0 0 1

RZ

Gambar 3.2 Sinyal Return To Zero

1.3.1.3 Polar Encoding


Polar Encoding merupakan pengkodean sinyal digital (bit) yang
menggunakan logika 1 untuk tegangan positif (V+), dan -1 untuk tegangan
negatif (V-).

2
Nama : Moch. Ali Wasil Laporan 3
NIM : 1731130069
Kelas : TT – 2e Pengkodean data digital (Unipolar,
Nomer absen: 15 RZ,NRZL,NRZI,MANCHESTER ,D-
Manchaster, AMI, B8ZS, HDB3)

Gambar 3.3 Hirarki Chart Polar Encoding

Polar Encoding memiliki beberapa jenis, yaitu:

 No Return to Zero (NRZ)


No Return to Zero Level (NRZ-L)
NRZ-L Memiliki karakteristik yang dimana saat bit “1” dinyatakan
sebagai low signal, dan bit “0” dinyatakan sebagai high signal.
 No Return to Zero Inverted (NRZ-I)
NRZ-I Memiliki karakteristik hanya akan mengalami transisi sinyal
(V+ ke V- atau sebaliknya) saat terjadi logika "1".

Gambar 3.4 Sinyal No To Return Zero (NRZ)

1.3.1.4 AMI (Alternate Mark Inversion)


Pada pengkodean AMI, elemen data dengan bit 1 direpresentasikan
oleh sinyal yang beriversi bolak balik dari tegangan positif ke tegangan negatif
atau sebaliknya dari tegangan negatif ke tegangan positif. Sedangkan elemen
data dengan bit 0 direpresentasikan oleh tegangan 0 volt.

3
Nama : Moch. Ali Wasil Laporan 3
NIM : 1731130069
Kelas : TT – 2e Pengkodean data digital (Unipolar,
Nomer absen: 15 RZ,NRZL,NRZI,MANCHESTER ,D-
Manchaster, AMI, B8ZS, HDB3)

Gambar 3.4 Pengkodean Digital AMI

1.3.1.5 Manchester
Sinyal digital Manchester memiliki transisi di tengah dalam suatu
periode logika bit. Transisi rendah ke tinggi menyatakan logika “1”,
sedangkan tinggi ke rendah menggambarkan logika “0”.

Gambar 3.5 Pengkodean Digital MANCHESTER

1.3.1.6 D-Manchester ( Differential Manchester )


Differential Manchester encoding (juga dikenal sebagai CDP;
Conditioned Diphase pengkodean) adalah sebuah metode pengkodean data di
mana data dan sinyal clock digabungkan untuk membentuk satu diri
sinkronisasi aliran data. Pada pengkodean differential manchester selain
terdapat perubahan sinyal pada separo dari durasi bit, juga terdapat inversi
sinyal pada saat bit berikut adalah bit 0. Apabila bit berikut adalah bit 1, maka
tidak ada inversi sinyal.

Gambar 3.6 Differential Manchester

4
Nama : Moch. Ali Wasil Laporan 3
NIM : 1731130069
Kelas : TT – 2e Pengkodean data digital (Unipolar,
Nomer absen: 15 RZ,NRZL,NRZI,MANCHESTER ,D-
Manchaster, AMI, B8ZS, HDB3)
1.3.1.7 B8ZS
• Berbasis AMI
• Jika ada 8 nol berurutan dan pulsa sebelumnya merupakan pulsa positif maka
semua nol itu dikodekan menjadi 000+-0-+
• Jika ada 8 nol berurutan dan pulsa sebelumnya merupakan pulsa negatif
maka semua nol itu dikodekan menjadi 000-+0+-
• Ada dua pulsa yang melanggar aturan AMI

Gambar 3.7 Pengkodean B8ZS

1.3.1.8 HDB3 ( High Density Bipolar – 3 Zeros )


Pengkodean HDB3 adalah suatu teknik yang mengkodekan setiap 4 bit
nol yang berurutan menjadi sebuah variasi dari tiga bit nol dan sebuah level
tegangan, baik itu positif maupun negative

Gambar 3.8 HDB3

5
Nama : Moch. Ali Wasil Laporan 3
NIM : 1731130069
Kelas : TT – 2e Pengkodean data digital (Unipolar,
Nomer absen: 15 RZ,NRZL,NRZI,MANCHESTER ,D-
Manchaster, AMI, B8ZS, HDB3)
BAB II
PEMBAHASAN

2.1 Perencanaan

Gambar 3.9 Flowchart

6
Nama : Moch. Ali Wasil Laporan 3
NIM : 1731130069
Kelas : TT – 2e Pengkodean data digital (Unipolar,
Nomer absen: 15 RZ,NRZL,NRZI,MANCHESTER ,D-
Manchaster, AMI, B8ZS, HDB3)
2.2 Implementasi Percobaan
unit Un_RZ;

interface
uses
Windows, Messages, SysUtils, Variants, Classes, Graphics, Controls, Forms,
Dialogs, StdCtrls, ExtCtrls;

type
Tfrmsinyal = class(TForm)
rz: TImage;
Edit1: TEdit;
keluar: TButton;
uni: TImage;
nrzl: TImage;
nrzi: TImage;
manc: TImage;
dm: TImage;
ami: TImage;
b: TImage;
hdb: TImage;
Label1: TLabel;
Label2: TLabel;
Label3: TLabel;
Label4: TLabel;
Label5: TLabel;
Label6: TLabel;
Label7: TLabel;
Label8: TLabel;
Label9: TLabel;
procedure Edit1Change(Sender: TObject);
procedure keluarClick(Sender: TObject);
private
{ Private declarations }

7
Nama : Moch. Ali Wasil Laporan 3
NIM : 1731130069
Kelas : TT – 2e Pengkodean data digital (Unipolar,
Nomer absen: 15 RZ,NRZL,NRZI,MANCHESTER ,D-
Manchaster, AMI, B8ZS, HDB3)
public
{ Public declarations }
end;

var
frmsinyal: Tfrmsinyal;

implementation

{$R *.dfm}
procedure sumbu (image:Timage;ax,ay,b,c:integer);
begin
image.Canvas.Pen.Color:=clblack;
image.Canvas.MoveTo(ax,ay);
image.Canvas.LineTo(ax+b,ay);
image.Canvas.MoveTo(ax,ay);
image.Canvas.LineTo(ax,ay-c);
image.Canvas.MoveTo(ax,ay);
image.Canvas.LineTo(ax,ay+c);
image.Canvas.Pen.Width:=3;
end;

procedure Tfrmsinyal.Edit1Change(Sender: TObject);


var
x1,x2,y1,y2,i,tnd1,tnd2,n:integer;
data:string;
pnjg:double;
begin
x1:=0;
y1:=40;
if length(Edit1.Text)=0 then
begin
showmessage('masukan input data biner');
Edit1.SetFocus;

8
Nama : Moch. Ali Wasil Laporan 3
NIM : 1731130069
Kelas : TT – 2e Pengkodean data digital (Unipolar,
Nomer absen: 15 RZ,NRZL,NRZI,MANCHESTER ,D-
Manchaster, AMI, B8ZS, HDB3)
end

else begin
data:=Edit1.Text;
n:=length(Edit1.Text);
uni.Picture:=nil; //UNIPOLAR
sumbu(uni,x1,y1,400,80);
uni.Canvas.Pen.Color:=clblue;

rz.Picture:=nil; //RZ
sumbu(rz,x1,y1,400,80);
rz.Canvas.Pen.Color:=clblue;

nrzl.Picture:=nil; //NRZL
sumbu(nrzl,x1,y1,400,80);
nrzl.Canvas.Pen.Color:=clblue;

nrzi.Picture:=nil; //NRZI
sumbu(nrzi,x1,y1,400,80);
nrzi.Canvas.Pen.Color:=clblue;

ami.Picture:=nil; //AMI
sumbu(ami,x1,y1,400,80);
ami.Canvas.Pen.Color:=clblue;

manc.Picture:=nil; //MANC
sumbu(manc,x1,y1,400,80);
manc.Canvas.Pen.Color:=clblue;

dm.Picture:=nil;
sumbu(dm,x1,y1,400,80); //DM
dm.Canvas.Pen.Color:=clblue;

hdb.Picture:=nil; //HDB3

9
Nama : Moch. Ali Wasil Laporan 3
NIM : 1731130069
Kelas : TT – 2e Pengkodean data digital (Unipolar,
Nomer absen: 15 RZ,NRZL,NRZI,MANCHESTER ,D-
Manchaster, AMI, B8ZS, HDB3)
sumbu(hdb,x1,y1,400,80);
hdb.Canvas.Pen.Color:=clblue;

b.Picture:=nil; //B8ZS
sumbu(b,x1,y1,400,80);
b.Canvas.Pen.Color:=clblue;

//............gambar gelombang RZ.............


tnd1:=1; tnd2:=1;
pnjg:=round(rz.Width/round(2*n));
for i:=0 to n do
begin //..............JIKA i = SATU..............
if data[i] = '1' then
begin
x2:=round((2*i*pnjg)-(2*pnjg));

uni.Canvas.LineTo(x2,y1-40); //UNIPOLAR
uni.Canvas.LineTo(round(x2+pnjg*2),y1-40);

rz.Canvas.MoveTo(x2,y1-1); //RZ
rz.Canvas.LineTo(x2,y1-40);
rz.Canvas.LineTo(round(x2+pnjg),y1-40);
rz.Canvas.LineTo(round(x2+pnjg),y1-1);
rz.Canvas.LineTo(round(x2+2*pnjg),y1-1);

nrzl.Canvas.LineTo(x2,y1+40);
nrzl.Canvas.LineTo(round(x2+pnjg*2),y1+40); //NRZL

if tnd1=0 then begin //NRZI


nrzi.Canvas.MoveTo(x2,y1+40);

10
Nama : Moch. Ali Wasil Laporan 3
NIM : 1731130069
Kelas : TT – 2e Pengkodean data digital (Unipolar,
Nomer absen: 15 RZ,NRZL,NRZI,MANCHESTER ,D-
Manchaster, AMI, B8ZS, HDB3)
nrzi.Canvas.LineTo(x2,y1-40);
nrzi.Canvas.LineTo(round(x2+pnjg*2),y1-40);
tnd1:=1;
end
else begin
nrzi.Canvas.MoveTo(x2,y1-40);
nrzi.Canvas.LineTo(x2,y1+40);
nrzi.Canvas.LineTo(round(x2+pnjg*2),y1+40);
tnd1:=0;
end;

if tnd2=0 then begin //AMI


ami.Canvas.MoveTo(x2,y1);
ami.Canvas.LineTo(x2,y1+40);
ami.Canvas.LineTo(round(x2+pnjg*2),y1+40);
ami.Canvas.LineTo(round(x2+pnjg*2),y1);
tnd2:=1;
end
else begin
ami.Canvas.MoveTo(x2,y1);
ami.Canvas.LineTo(x2,y1-40);
ami.Canvas.LineTo(round(x2+pnjg*2),y1-40);
ami.Canvas.LineTo(round(x2+pnjg*2),y1);
tnd2:=0;
end;

manc.Canvas.MoveTo(x2,y1-1); //MANC
manc.Canvas.LineTo(x2,y1+40);
manc.Canvas.LineTo(round(x2+pnjg),y1+40);
manc.Canvas.LineTo(round(x2+pnjg),y1-1);
manc.Canvas.LineTo(round(x2+2*pnjg),y1-1);

dm.Canvas.LineTo(x2,y1-40); //DMANC
dm.Canvas.LineTo(round(x2+pnjg),y1-40);

11
Nama : Moch. Ali Wasil Laporan 3
NIM : 1731130069
Kelas : TT – 2e Pengkodean data digital (Unipolar,
Nomer absen: 15 RZ,NRZL,NRZI,MANCHESTER ,D-
Manchaster, AMI, B8ZS, HDB3)
dm.Canvas.LineTo(round(x2+pnjg),y1+40);
dm.Canvas.LineTo(round(x2+2*pnjg),y1+40);

if tnd2=0 then begin //HDB3


hdb.Canvas.MoveTo(x2,y1+1);
hdb.Canvas.LineTo(x2,y1+40);
hdb.Canvas.LineTo(round(x2+2*pnjg),y1+40);
hdb.Canvas.LineTo(round(x2+2*pnjg),y1+40);
hdb.Canvas.LineTo(round(x2+2*pnjg),y1-1);
tnd2:=1;
end
else begin
hdb.Canvas.MoveTo(x2,y1-1);
hdb.Canvas.LineTo(x2,y1-40);
hdb.Canvas.LineTo(round(x2+2*pnjg),y1-40);
hdb.Canvas.LineTo(round(x2+2*pnjg),y1-40);
hdb.Canvas.LineTo(round(x2+2*pnjg),y1+1);
tnd2:=0;
end;

if tnd2=0 then begin


b.Canvas.MoveTo(x2,y1-1);
b.Canvas.LineTo(x2,y1-40);
b.Canvas.LineTo(round(x2+2*pnjg),y1-40);
b.Canvas.LineTo(round(x2+2*pnjg),y1-40);
b.Canvas.LineTo(round(x2+2*pnjg),y1-1);

tnd2:=1;
end
else begin
b.Canvas.MoveTo(x2,y1+1);
b.Canvas.LineTo(x2,y1+40);
b.Canvas.LineTo(round(x2+2*pnjg),y1+40);
b.Canvas.LineTo(round(x2+2*pnjg),y1+40);

12
Nama : Moch. Ali Wasil Laporan 3
NIM : 1731130069
Kelas : TT – 2e Pengkodean data digital (Unipolar,
Nomer absen: 15 RZ,NRZL,NRZI,MANCHESTER ,D-
Manchaster, AMI, B8ZS, HDB3)
b.Canvas.LineTo(round(x2+2*pnjg),y1-1);

tnd2:=0;
end;

end

//..............JIKA i = NOL..............
else begin
x2:=round((2*i*pnjg)-(2*pnjg));

uni.Canvas.LineTo(x2,y1); //UNIPOLAR
uni.Canvas.LineTo(round(x2+pnjg*2),y1);

rz.Canvas.MoveTo(x2,y1-1);
rz.Canvas.LineTo(x2,y1+40); //RZ
rz.Canvas.LineTo(round(x2+pnjg),y1+40);
rz.Canvas.LineTo(round(x2+pnjg),y1-1);
rz.Canvas.LineTo(round(x2+2*pnjg),y1-1);

nrzl.Canvas.LineTo(x2,y1-40); //NRZL
nrzl.Canvas.LineTo(round(x2+pnjg*2),y1-40);

if tnd1=0 then
nrzi.Canvas.LineTo(round(x2+pnjg*2),y1+40) //NRZI
else nrzi.Canvas.LineTo(round(x2+pnjg*2),y1-40);

ami.Canvas.MoveTo(x2,y1); //AMI
ami.Canvas.LineTo(round(x2+pnjg*2),y1);

manc.Canvas.MoveTo(x2,y1-1);
manc.Canvas.LineTo(x2,y1-40); //MANC

13
Nama : Moch. Ali Wasil Laporan 3
NIM : 1731130069
Kelas : TT – 2e Pengkodean data digital (Unipolar,
Nomer absen: 15 RZ,NRZL,NRZI,MANCHESTER ,D-
Manchaster, AMI, B8ZS, HDB3)
manc.Canvas.LineTo(round(x2+pnjg),y1-40);
manc.Canvas.LineTo(round(x2+pnjg),y1-1);
manc.Canvas.LineTo(round(x2+2*pnjg),y1-1);

dm.Canvas.LineTo(x2,y1+40); //DMANC
dm.Canvas.LineTo(round(x2+pnjg),y1+40);
dm.Canvas.LineTo(round(x2+pnjg),y1-40);
dm.Canvas.LineTo(round(x2+2*pnjg),y1-40);

if tnd2=0 then //HDB3


hdb.Canvas.MoveTo(x2,y1-1)
else hdb.Canvas.LineTo(round(x2+pnjg*2),y1-1);

if tnd2=0 then
b.Canvas.MoveTo(x2,y1-1)
else b.Canvas.LineTo(round(x2+pnjg*2),y1-1);

end;
end;
end;
end;

procedure Tfrmsinyal.keluarClick(Sender: TObject);


begin
frmsinyal.Close;
end;

end.

14
Nama : Moch. Ali Wasil Laporan 3
NIM : 1731130069
Kelas : TT – 2e Pengkodean data digital (Unipolar,
Nomer absen: 15 RZ,NRZL,NRZI,MANCHESTER ,D-
Manchaster, AMI, B8ZS, HDB3)

2.3 Hasil Percobaan dan Pembahasan

Gambar 3.10 Interface Program

Gambar 3.11 Hasil

15
Nama : Moch. Ali Wasil Laporan 3
NIM : 1731130069
Kelas : TT – 2e Pengkodean data digital (Unipolar,
Nomer absen: 15 RZ,NRZL,NRZI,MANCHESTER ,D-
Manchaster, AMI, B8ZS, HDB3)
BAB III
PENUTUP

3.1 Kesimpulan
1. Data digital merupakan data yang memiliki deretan nilai yang berbeda dan
memiliki ciri-ciri tersendiri dan Sinyal digital merupakan hasil teknologi yang
dapat mengubah signal menjadi kombinasi urutan bilangan 0 dan 1
2. Pengkodean unipolar hanya menggunakan sebuah level tegangan untuk
menyatakan dua posisi bilangan biner yaitu yaitu 0V dan +V untuk menyatakan
data biner 0 dan 1.
3. Pengkodean saluran jenis Return to Zero (RZ) menggunakan level –V dan +V
dengan transisi di pertengahan bit data biner. Data biner 0 dinyatakan dengan
transisi dari level –V menuju 0V, sedangkan data biner 1 dinyatakan dengan
transisi dari level 0V menuju +V.
4. Pengkodean D-Mancaster merupakan suatu kode di mana biner 0 diwakili oleh
adanya transisi di awal periode suatu bit dan biner 1 diwakili oleh ketiadaan
transisi di awal periode suatu bit.
5. Pengkodean AMI merupakan suatu kode dimana binary '0' diwakili dengan tidak
adanya line sinyal dan binary '1' diwakili oleh suatu pulsa positif atau negatif.
6. Pengkodean HDB3 adalah suatu kode yang menggantikan string-string dari 4 nol
dengan rangkaian yang mengandung satu atau dua pulsa, atau disebut violation
code. Jika violasi terakhir positif maka violasi berikutnya pasti negatif, begitu pula
sebaliknya.

16