Anda di halaman 1dari 11

POLITEKNIK NEGERI UJUNG PANDANG

LAB POWER SYSTEM PENGUJIAN TAHANAN ISOLASI


TRANSFORMATOR
SEMESTER VII

JOB SHEET
PENGUJIAN TRANSFORMATOR 3 PHASE

PROGRAM STUDI D3 TEKNIK LISTRIK


JURUSAN TEKNIK ELEKTRO
POLITEKNIK NEGERI UJUNG PANDANG
2019
POLITEKNIK NEGERI UJUNG PANDANG
LAB POWER SYSTEM PENGUJIAN TAHANAN ISOLASI
TRANSFORMATOR
SEMESTER VII

I. Tujuan Percobaan
1. Untuk mengetahui secara dini kondisi isolasi trafo.
2. Untuk mengetahui kemungkinan adanya ganguan hubung singkat
3. Untuk memastikan transformator cukup aman untuk diberi dioperasikan

II. Teori Dasar


Setiap kawat listrik dalam suatu sistem tenaga listrik - baik itu motor, generator, kabel,
switch, transfrmator, dll – dilindungi/ ditutupi oleh suatu isolasi listrik. Kawat yang
digunakan biasanya tembaga (copper) atau aluminium, yang dikenal sebagai penghantar
listrik yang baik. Isolasi adalah kebalikan dari konduktor, dimana isolasi tahan terhadap arus
dan tetap menjaga agar arus mengalir pada konduktor saja.
Untuk memahami tujuan isolasi disekitar konduktor maka hal tersebut dapat
dianalogikan seperti pipa yang mengalirkan air. Gambar 4.1 memperlihatkan perbandingan
antara hokum Ohm terhadap pengaliran air. Tekanan air dari pompa menghasilkan pengaliran
air sepanjang pipa, jika pada pipa terdapat kebocoran maka air akan terbuang dan mengurangi
tekanan air dalam pipa.
Dalam listrik, tegangan bertindak seperti tekanan pompa, menyebabkan pengaliran
listrik sepanjang kawat tembaga/ aluminium. Dan seperti halnya pada pipa, maka akan ada
tahanan pengaliran, namun jauh lebih kecil dibandingkan tahanan sepanjang isolasi.

Gambar 4.1 Perbandingan pengaliran air (a) dan arus listrik (b).

Semakin kecil tahanan pada penghantar, maka semakin besar arus yang mengalir pada
tegangan yang sama. Seperti dinyatakan dalam hokum Ohm:
V=I*R
Dimana V = Tegangan dalam Volt
I = Arus dalam Ampere
R = Tahanan dalam Ohm
POLITEKNIK NEGERI UJUNG PANDANG
LAB POWER SYSTEM PENGUJIAN TAHANAN ISOLASI
TRANSFORMATOR
SEMESTER VII

Sebagai catatan bahwa tidak ada isolasi yang sempuna – tahanan tak terbatas – jadi akan ada
pengaliran arus melalui isolasi atau melalui ground. Namun sangat kecil (boleh jadi sekitar
satu mikroampere) tetapi itulah dasar dari peralatan pengukuran isolasi. Semakin besar
tegangan yang diberikan ke isolasi maka semakin besar pula arus yang akan melalui isolasi.
Sejumlah kecil arus ini tidak akan membahayakan isolasi yang masih baik akan tetapi
menjadi suatu masalah bagi isolasi yang telah mulai buruk/ rusak (deteriorated).
Pertanyaannya yang akan muncul “apakah isolasi yang baik itu?” Pada dasarnya
“baik” berarti relatif untuk tahanan yang tinggi tehadap arus, dan untuk bahan isolasi, “baik”
juga dapat berarti kemampuan untuk menjaga tahanan tinggi. Sehingga, pengukuran tahanan
isolasi yang tepat dapat memberikan kita informasi tentang bagaimana kondisi isolasi dari
suatu bahan. Serta dengan melakukan pengecekan tahanan isolasi secara teratur dapat
diperoleh kecenderungan terjadinya deteriorated.
Peralatan listrik yang baru seharusnya memiliki tahanan isolasi yang baik
(memenuhi standar nilai tahanan isolasi, sesuai tegangan kerjanya). Namun seiring waktu
operasi, ada banyak faktor yang menyebabkan tahanan isolasi menjadi menurun, antara lain
karena kerusakan mekanik, vibrasi, panas atau dingin yang berlebihan, kotor, minyak, korosif
atau hanya karena kelembaban dan semuanya ini akan ter-kombinasi oleh faktor tekanan
listrik (electrical stresses).
Jadi isolasi yang baik itu adalah yang memiliki tahanan yang tinggi sedangkan
isolasi yang buruk cenderung memiliki tahanan yang rendah. Tinggi rendahnya tahanan
isolasi sangat dipengaruhi oleh factor-faktor yang disebutkan sebelumnya. Gambar 4.2
memperlihatkan rangkaian tipikal untuk pengukuran tahanan isolasi. Alat ukur tahanan
isolasi (Insulation Resistance Test) akan mengukur tahanan isolasi secara langsung dengan
memberikan nilainya dalam satu Ohm. Tahanan isolasi yang baik biasanya terukur dalam
level MegaOhm bahkan sampai dengan GigaOhm.

Gambar 4.2 Tipikal Alat ukur tahanan isolasi


POLITEKNIK NEGERI UJUNG PANDANG
LAB POWER SYSTEM PENGUJIAN TAHANAN ISOLASI
TRANSFORMATOR
SEMESTER VII

Untuk alat ukur tahanan isolasi analog, maka skala pengukurannya akan terlihat seperti
gambar 4.3.

Gambar 4.3. Tipikal skala suatu alat ukur tahanan isolasi.

Tipe-Tipe Pengujian Tahanan Isolasi


Short-Time atau Spot-Reading Test Method
Dalam metode ini, kita menghubungkan alat ukur dengan terminal yang akan dites dan
dioperasi secara singkat (biasanya direkomendasikan selama 60 detik). Seperti pada gambar
4.4, maka tahanan isolasi semakin lama semakin meningkat, sampai dengan 60 detik, baca
dan catat hasil pengukura. Perlu diketahui bahwa hasil pembacaan ini dipengaruhi oleh suhu
dan kelembaban.

Gambar 4.4. Tipikal kurva tahanan isolasi dengan metode pengetesan


short time atau spot reading
POLITEKNIK NEGERI UJUNG PANDANG
LAB POWER SYSTEM PENGUJIAN TAHANAN ISOLASI
TRANSFORMATOR
SEMESTER VII

Time-resistance Method
Metode ini tidak dipengaruhi oleh suhu dan dapat memberikan kita informasi pasti akan
kondisi isolasi peralatan tanpa membutuhkan data pengetesan yang lampau/ sebelumnya. Kita
hanya melakukan pembacaan pada interval waktu tertentu, lihat gambar 4.5. Pengetesan ini
terkadang didasari pada pengetesan penyerapan (absortion test). Tahanan isolasi yang baik
akan memiliki kurva pembacaan yang meningkat dan tidak terputus, namun jika isolasi telah
terkontaminasi, maka aka nada arus bocor tinggi, sehingga pembacaan tahanan menjadi
rendah (R = V/I).

Gambar 4.5. Tipikal kurva tahanan isolasi dengan “time-resistance test”


(biasanya digunakan pada motor dengan belitan besar)

Namun dalam percobaan ini, yang akan kita gunakan adalah short- time method. Dengan
pertimbangan keamanan peralatan praktikum, karena pada dasarnya pengetesan tahanan
isolasi adalah pengetesan “merusak”.
Untuk memudahkan penentuan baik tidaknya tahanan isolasi, para professional
pemeliharaan telah lama menggunakan aturan bahwa “tahanan isolasi seharusnya mendekati
1 megaohm untuk setiap 1000 Volt tegangan operasi, dengan nilai minimum 1 megaohm.
POLITEKNIK NEGERI UJUNG PANDANG
LAB POWER SYSTEM PENGUJIAN TAHANAN ISOLASI
TRANSFORMATOR
SEMESTER VII

Tegangan Pengujian Tehadap Rating peralatan


Umumnya pengujian tahanan isolasi menggunakan tegangan DC dengan besar tegangan
tergantung rating tegangan peralatan , seperti pada tabel di bawah ini”

Tabel 1.

Penggunaan tegangan dc ini dikarenakan kelebihannya dibandingkan pengetesan dengan


tegangan ac , yakni:
- Biaya yang lebih murah
- Lebih ringan
- Ukuran yang lebih kecil
- Tidak merusak

Pengukuran tahanan isolasi pada transformator, meliputi:


- Kumparan primer – Ground (R – G, S – G, T – G)
- Kumparan primer – primer (R – S, R – T, S – T)
- Kumparan primer – sekunder (R – r, R – s, R – t, S – r, S – s, S – t, T – r, T – s, T – t)
- Kumparan sekunder – ground (r – G, s – G, t - G)
- Kumparan sekunder – sekunder (r – s, r – t, s - t)

III. AlatdanBahan

- 1 unit transformator 3 fase


- Alat ukur tahanan isolasi
- Kabel penghubung secukupnya.
POLITEKNIK NEGERI UJUNG PANDANG
LAB POWER SYSTEM PENGUJIAN TAHANAN ISOLASI
TRANSFORMATOR
SEMESTER VII

IV.RangkaianPercobaan
1. Rangkaian Percobaan Pengukuran Tahanan Isolasi, Primer - Ground
MODUL TRANSFORMATOR
1U1 2u1

Phase Earth/ Ground


Insulation 2u2
Tester 1U3
3U1

1U2 3U2

1V1 2v1

2v2
1V3
3v1

1V2 3v2

1W1 2w1

2w2
1W3
3w1

1W2 3w2

2. Rangkaian Percobaan Pengukuran Tahanan Isolasi, Primer - Primer


MODUL TRANSFORMATOR
1U1 2u1

Phase Earth/ Ground


Insulation 2u2
Tester 1U3
3U1

1U2 3U2

1V1 2v1

2v2
1V3
3v1

1V2 3v2

1W1 2w1

2w2
1W3
3w1

1W2 3w2
POLITEKNIK NEGERI UJUNG PANDANG
LAB POWER SYSTEM PENGUJIAN TAHANAN ISOLASI
TRANSFORMATOR
SEMESTER VII

3. Rangkaian Percobaan Pengukuran Tahanan Isolasi, Primer – Sekunder

MODUL TRANSFORMATOR
1U1 2u1

Earth/ Ground
Insulation 2u 2
Tester 1U3
3U1

1U2 3U2

1V1 2v1

2v2
1V3
3v1

1V2 3v2

1W1 2w1

2w2
1W3
3w1

1W2 3w2

4. Rangkaian Percobaan Pengukuran Tahanan Isolasi, Sekunder - Ground


Earth/ Ground

MODUL TRANSFORMATOR
2u1
1U1
Phase
2u2 Insulation
1U3 Tester
3U1

1U2 3U2

1V1 2v1

2v2
1V3
3v1

1V2 3v2

1W1 2w1

2w2
1W3
3w1

1W2 3w2
POLITEKNIK NEGERI UJUNG PANDANG
LAB POWER SYSTEM PENGUJIAN TAHANAN ISOLASI
TRANSFORMATOR
SEMESTER VII

5. Rangkaian Percobaan Pengukuran Tahanan Isolasi, Sekunder - sekunder

Earth/ Ground
MODUL TRANSFORMATOR
2u1
1U1
Phase
2u 2 Insulation
1U3 Tester
3U1

1U2 3U2

2v1
1V1

2v2
1V3
3v1

1V2 3v2

1W1 2w1

2w2
1W3
3w1

1W2 3w2

V. ProsedurPercobaan
1. Alat dan Bahan dipersiapkan
2. Pastikan modul transformator tidak bertegangan
3. Periksa kondisi battery dari insulation tester, jika telah kurang dari 50%, hubungkan
power supplay ke alat test.
4. Membuat rangkaian seperti pada rangkaian percobaan, dimulai dengan tahanan isolasi
primer – ground.
5. Pilih tegangan injeksi sesuai tegangan operasi transformator (pilih 500 Vdc atau
maksimal 1000 Vdc)
6. Tekan tombol test, perhatikan display alat ukur, setelah pembacaan mencapai waktu
periode injeksi, baca dan catat hasil pengukuran (perhatikan satuan pengukuran, MOhm
atau Gigaohm)
7. Ulangi langkah 4 – 6 untuk titik percobaan selanjutnya.
8. Analisa data dan simpulkan.
POLITEKNIK NEGERI UJUNG PANDANG
LAB POWER SYSTEM PENGUJIAN TAHANAN ISOLASI
TRANSFORMATOR
SEMESTER VII

VI. Keamanan & Keselamatan Kerja (K3)


A. Potensi Bahaya
1. Menyentuh terminal bertegangan dari alat injeksi yang dapat menimbulkan
electric Shock.
2. Hubung singkat karena menginjeksi phase yang sama, hubung singkat,
kebakaran, dan rusaknya peralatan.
3. Kebakaran yang diakibatkan oleh kondisi injeksi tegangan yang melampaui
ketahanan isolasi dari peralatan.

B. Antisipasi
1. Mengikuti petunjuk instruksi manual dan pembimbing.
2. Memeriksa kembali semua rangkaian sebelum memulai mengoperasikan
peralatan praktikum dibawah pengawasan pembimbing.
3. Matikan semua sumber tegangan sebelum membuat atau mengubah koneksi apa
pun.
4. Menggunakan peralatan pelindung seperti safety shoes dan helmet bila
diperlukan.
5. Biasakan diri Anda dengan peralatan keamanan
o MCB
POLITEKNIK NEGERI UJUNG PANDANG
LAB POWER SYSTEM PENGUJIAN TAHANAN ISOLASI
TRANSFORMATOR
SEMESTER VII

VII. Tabel Hasil Pengukuran Tahanan Isolasi

No Titik Pengukuran Tahanan Isolasi (M atau G) *)


1 Primer - Ground R–G
S-G
T-G
2 Primer - Primer R–S
R-T
S-T
3 Primer - Sekunder R–r
R–s
R–t
S–r
S–s
S–t
T–r
T–s
T–t
4 Sekunder – Ground r-G
s–G
t-G
5 Sekunder – Sekunder r-s
r–t
s-t

*) Perhatikan satuan hasil pengukuran pada display alat ukur

VIII. Kesimpulan