0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
486 tayangan27 halaman

Sarana Perkeretaapian dan Keandalannya

Dokumen tersebut membahas tentang pengertian sarana perkeretaapian yang terdiri dari lokomotif, kereta, dan gerbong. Lokomotif digunakan untuk menarik atau mendorong kerangkaian kereta dan gerbong, sedangkan kereta dan gerbong digunakan untuk mengangkut penumpang dan barang.

Diunggah oleh

DindaAstariSinurat
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOC, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
486 tayangan27 halaman

Sarana Perkeretaapian dan Keandalannya

Dokumen tersebut membahas tentang pengertian sarana perkeretaapian yang terdiri dari lokomotif, kereta, dan gerbong. Lokomotif digunakan untuk menarik atau mendorong kerangkaian kereta dan gerbong, sedangkan kereta dan gerbong digunakan untuk mengangkut penumpang dan barang.

Diunggah oleh

DindaAstariSinurat
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOC, PDF, TXT atau baca online di Scribd

PENGENALAN SARANA

A. PENDAHULUAN

Perkeretaapian merupakan salah satu moda transportasi yang memiliki karakteristik


dan keunggulan terutama dalam kemampuan untuk mengangkut penumpang atau
barang secara masal, hemat energi, hemat dalam penggunaan ruang, mempunyai
faktor keamanan yang tingggi, dan tingkat pencemaran lingkungan yang rendah.
Keunggulan dan karakteristik perkeretaapian tersebut perlu diupayakan agar
transportasi kereta api, mampu meningkatkan penyediaan jasa angkutan bagi
mobilitas orang dan barang dengan aman, teratur, tepat dan nyaman, serta
dengan tarif yang terjangkau oleh masyarakat.

Unsur sarana memberikan andil yang cukup tinggi terhadap keberhasilan


penyelenggaraan perkeretaapian. Jaminan keandalan, keselamatan (safety insurance)
dan kenyamanan operasi kereta api merupakan sesuatu yang sangat diinginkan baik
oleh pengguna jasa angkutan kereta api maupun oleh operator (yang masih dimonopoli
oleh PT KA). Oleh karena itu sarana kereta api harus memenuhi persyaratan teknik
untuk meyakinkan dalam kondisi siap pakai dan andal (laik operasi). Kondisi sarana ini
ditegaskan dalam Undang-undang No 23 Tahun 2007 Tentang Per-Kereta Api-an
bahwa :
1. Pasal 26 “Pengadaan sarana perkeretaapian umum harus memenuhi
persyaratan teknis sarana perkeretaapian” dan pasal 27 “Pengoperasian sarana
perkeretaapian umum wajib memenuhi standar kelaikan operasi sarana perkereta
apian”.
2. Pasal 96 ayat (2 “Setiap sarana perkeretaapian wajib memenuhi persyaratan
teknik dan kelaikan operasi yang berlaku bagi setiap jenis sarana perkeretaapian”.

Sarana kereta api yang memenuhi persyaratan teknik dan kelaikan operasi adalah hasil
perawatan yang terencana dan teratur. Perawatan dilakukan dengan tujuan untuk
menjaga agar sarana dalam kondisi selalu siap pakai dan memenuhi persyaratan teknik
yang ditetapkan sehinga mampu menjamin keandalan, keselamatan dan kenyamanan
operasional. Untuk menmyatakan sarana itu laik operasi harus dibuktikan dengan
sertifikat setelah dilakukan pemeriksaan dan pengujian dan sarana yang dimaksud
dinyatakan lulus uji.
Dalam KM 81 Tahun 2000 pasal 78 ayat 1 dan pasal 80 ayat 1 jaminan keandalan
sarana ini dibuktikan dengan penerbitan ”Sertifikat” setelah sarana dilakukan
pemeriksaan dan pengujian pertama (sarana baru) dan pemeriksaan dan pengujian
berkala (sarana selesai dilakukan perawatan berkala). Penerbitan sertifikat ini menjadi
tanggung jawab Direktorat Jendral Perkeretaapian (KM No 15 Tahun 2006) sebagai
unsur pemerintah dan selaku pembina perkeretaapian.

B. SARANA PERKERETAAPIAN

Sarana perkeretaapian berdasarkan Undang-undang 23 tahun 2007 adalah kendaraan


yang dapat bergerak di jalan rel dan berdasarkan pasal 96 ayat 1 sarana perkeretaapian
terdiri atas lokomotif, kereta, gerbong, dan peralatan khusus.

1. Lokomotif
Lokomotif adalah sarana perkeretaapian yang memiliki penggerak sendiri yang
digunakan untuk menarik dan/atau mendorong kereta, gerbong, dan/atau
peralatan khusus. Lokomotif yang dimiliki PT KA (Pesero) terdiri Lokomotif Diesel
Elektrik dan Lokomotif Diesel Hidrolik.

a. Lokomotif Diesel Elektrik (DE)


Lokomotif DE merupakan lokomotif yang dilengkapi dengan tenaga penggerak
mula motor diesel untuk menggerakan roda melalui alat penerus daya elektrik
(generator dan motor traksi).
Tipe lokomotif ini adalah :
N0 Tipe S e r i Gandar
1 BB BB 200 BB 201 BB 202 BB 203 BB 204 4
2 CC CC 200 CC 201 CC 202 CC 203 CC 204 6

b. Lokomotif Diesel Hidrolik merupakan lokomotif yang dilengkapi dengan


tenaga penggerak mula motor diesel untuk menggerakan roda melalui alat
penerus daya hidrolik.
Tipe lokomotif ini adalah :
N0 Tipe S e r i Gandar
1 C C 300 C 301 3
2 D D 300 D 301 4
3 BB BB 300 BB 301 BB 302 BB 303 BB 304 4
c. Lokomotif Listrik adalah lokomotif yang memiliki sumber daya listrik dari
luar lokomotif sendiri untuk menggerakan roda melalui alat penerus daya dan
motor traksi.

d. Penomoran Lokomotif :

XX xxx xx
1) Digit 1 & 2 (berupa huruf besar) menyatakan jumlah gandar
pengerak (B = 2 gandar pengerak, C = 3 gandar pengerak dan D = 4 gandar
pengerak)
2) Digit ke 3 (berupa angka) menunjukan jenis transmisi daya (1 =
diesel mekanik, 2 = diesel elektrik dan 3 = diesel hidrolik)
3) Digit 4 & 5 (berupa angka), menunjukan nomor seri (kelompok
produk) diesel elektrik dengan daya tertentu (00 seri ke-1, 01 seri ke-2, 02
seri ke-3 dst).
4) Digit 6 & 7 (berupa angka) menunjukan nomor urut setiap individu
lokomotif misalnya 01, 02, 03 . . . . . . . . . 130 dst.

2. K e r e t a

Kereta adalah sarana perkeretaapian yang ditarik dan atau didorong lokomotif atau
mempunyai tenaga penggerak sendiri yang dipergunakan sebagian atau seluruhnya
untuk mengangkut penumpang.
a. Kereta yang ditarik/didorong lokomotif :

1) Kereta Penumpang (K 1, 2 dan 3)


Kereta yang dilengkapi dengan fasilitas tempat duduk, meja, tempat barang,
sistim pengaturan udara, lampu penerangan, toilet dll.

2) Kereta Pembangkit Listrik (MP, KMP)


Kereta yang dilengkapi dengan fasilitas pembangkit listrik yang terdiri dari
motor bakar, generator set dengan peredam suara, panel listrik, fasilitas
pengisian bahan bakar dan peralatan keselamatan.

3) Kereta Makan (M 1, M 2, KM 3)
Kereta yang dilengkapi dengan fasilitas tempat duduk, ruang dan peralatan
makan penumpang, ruang dan peralatan dapur, ruang kondektur dan
teknisi dengan atau tanpa pembangkit listrik

4) Kereta Bagasi (B, BP)


Kereta yang dilengkapi dengan fasilitas ruang bagasi, ruang penjaga, jendela
kaca yang dilengkapi dengan pengaman, pintu geser, peralatan keselamatan,
fasilitas sirkulasi udara (pendingin) dengan atau tanpa pembangkit listrik

5) Kereta Caboose
Kereta yang dilengkapi dengan fasilitas ruang awak perkeretaapian dan
ruang peralatan keselamatan

b. Kereta dengan tenaga penggerak


1) Kereta Rel Listrik (KRL)
Kereta Rel Listrik adalah kereta dengan tenaga swagerak berupa tenaga
listrik. yang dilengkapi fasilitas kabin masinis, ruang penumpang, pintu
keluar masuk penumpang, peralatan listrik di atap dan di bawah lantai.
Setiap 1 (satu) set rangkaian KRL terdiri dari 4 (empat) unit.

2) Kereta Rel Diesel (KRD)


Kereta Rel Diesel adalah kereta yang dilengkapi dengan tenaga swagerak
berupa tenaga motor diesel yang dipasang di atas atau di bawah lantai
kereta. KRD menggunakan peralatan transmisi hidrolik sebagai media
penerus daya dan dilengkapi kabin masinis, ruang penumpang, pintu keluar
masuk penumpang, Setiap 1 (satu) set rangkaian KRD terdiri dari 2 (dua)
unit.

3) Kereta Rel Diesel Elektrik (KRDE)

Kereta Rel Diesel Elektrik adalah kereta yang dilengkapi dengan tenaga
swagerak berupa tenaga motor diesel yang dipasang di atas atau di bawah
lantai kereta. KRDE menggunakan peralatan transmisi elektrik (traksi
motor) sebagai media penerus daya dan dilengkapi kabin masinis, ruang
penumpang, pintu keluar masuk penumpang.
c. Penomoran dan Simbol Pada Kereta
1) Nomor : X xx x xx - XX xx x xx - XXX xx x xx
 Huruf (1, 2 atau 3 berupa huruf besar) menyatakan kelas kereta atau
jenis kereta (K 1/2/3, M, B, P atau KMP, BP)
 Digit ke 2 & 3 (berupa angka) menunjukan tahun mulai dinas atau tahun
pembuatan
 Digit 4 (berupa angka), menunjukan tipe bogie atau axle box (K 4, K5,
K6, K7, K8 atau K 9).
 Digit 5, 6 & 7 (berupa angka) menunjukan nomor urut setiap individu
kereta misalnya 01, 02, 03 . . . . . . . . . 130 dst.

2) Simbol/Tanda
o Angka (di dinding samping dekat pintu bordes) menunjukan
kapasitas jumlah penumpang,
o Merek kereta yang ditulis (pada pelat segi panjang 103 X 150 mm)
di dinding kereta atau gerobag menunjukan puncak kecepatan yang
diperbolehkan : E 90 km/h atau F 100 km/h .
o Angka (di atas sebelah kiri pintu bordes) menunjukan berat kereta
o Dipo induk yang memiliki kereta

E : kecepatan 75 s d 90 km
E
36 36 : berat keret dinas 36 ton

3. Gerbong

Gerbong adalah sarana perkeretaapian yang ditarik dan atau didorong lokomotif
dipergunakan untuk mengangkut barang atau binatang . Di dalam KM 81 tahun
2000 gerbong terdiri dari :

a. Jenis Gerbong
 Gerbong Datar
Gerbong datar adalah gerbong yang memiliki lantai (bila diperlukan), alat
penguncian dan tiang penahan muatan.
Gerbong jenis ini : PPCW (Ketel), PPCW (100), PKPKW (1) dan PPW
(1200)
 Gerbong Terbuka
Gerbong terbuka adalah gerbong yang memiliki badan tanpa atap dan dapat
diputar, pintu, dan peralatan perangkai yang dapat diputar.
Gerbong jenis ini :
KKBW (20), KKBW (INKA), ZZOW, YYW (200, 70 dan 30) dan TTW (1)

 Gerbong Tertutup
Gerbong tertutup adalah gerbong yang memiliki badan yang dapat dibuka
dan ditutup, atap yang dapat dibuka dan ditutup dan pintu.
Gerbong jenis ini :GGW (100, TI, 21 dan 305000

 Gerbong Tangki
Gerbong tangki adalah gerbong yang memiliki tangki yang dapat dimuati
barang cair, rangka badan, alat bongkar muat isi tangki dan peralatan
keselamatan.
Gerbong jenis ini : KKW (2, 100 dan 1000, KKR

 Gerbong Khusus
Gerbong khusus adalah gerbong yang memiliki bogie lebih dari 2 (dua) unit,
gandar labih dari 6 (enam) unit dan peralatan penguncian

b. Tanda dan Simbol Pada Gerbong


.
1) Lingkaran pakai titik tengah (berat muat 17 ton)

2) Lingkaran (berat muat 15 ton)


3) Lingkaran pakai garis tengah (berat muat 10 ton)
4) II adalah tingkat kecepatan yang diizinkan paling tinggi 60 km/jam
5) Kuat Muat adalah kekuatan angkut maksimal
6) Berat Muat adalah kapasitas angkut yang diizinkan
KUAT MUAT : 12
II
BERAT MUAT : 10

4. Sarana Untuk Keperluan Khusus


Sarana Untuk Keperluan Khusus adalah sarana perkeretaapian yang tidak
digunakan untuk angkutan penumpang atau barang tetapi keperluan khusus antara
lain untuk pemeriksaan dan perawatan jalan serta pertolongan kecelakaan di jalan
kereta api.. Sarana Untuk Keperluan Khusus dapat ditarik oleh lokomoti atau
memiliki tenaga penggerak sendiri
Sarana Untuk Keperluan Khusus menurut fungsinya terdiri dari :
a. Kereta inspeksi (lori)
b. Gerbong penolong,
c. Derek (crane),
d. Kereta ukur
e. Kereta pemeliharaan jalan rel
f. Sarana pemeliharaan listrik aliran atas

5. Komponen Utama Sarana Perkeretaapian

No Komponen Lok K BP KM B KRD KRL Cabos KRDE Ger


1 Rangka Dasar √ √ √- √ √ √ √ √ √ √
2 Badan √ √ √ √ √ √ √ √ √ √
3 Perangkat Penggerak √ - - - - √ √ - √ -
4 Perangkat Perangkai √ √ √ √ √ √ √ √ √ √
5 Bogie √ √ √ √ √ √ √ √ √ √
6 Alat Penerus Daya √ - - - - √ √ - √ -
7 Perangkat Pengereman √ √ √ √ √ √ √ √ √ √
8 Peangkat Pengendali √ - - - - √ √ - √ -
9 Peralatan Keselamatan √ √ √ √ √ √ √ √ √ -
10 Fasilitas Penumpang - √ - - - √ √ √ √ -
11 Ruang Penumpang √ - - - √ √ - √ -
12 Kabin Masinis √ - - - - √ √ - √ -
13 Pintu Penumpang Besar - - - - √ √ - √ -
14 Peralatan LAA - - - - √ √ - - -
15 Peralatan Listrik
- - - - √ √ - - -
Dibawah Lantai
16 Ruang Makan - - - √ - - - - - -
17 Ruang Dapur - - - √ - - - - - -
18 Ruang Kondektur - - - √ - - - - - -
19 Ruang Genset - - √ - - - - - - -
20 Fasilitas bahan Bakar - - √ - - - - - - -
21 Panel Listrik - - - - - - - - - -
22 Pendingin - - √ - √ - - - - -
23 Ruang Bagasi - - √ - √ - - - - -
24 Ruang Penjaga - - - - √ - - - - -
25 Jendela Kaca - - √ - √ - - - - -
26 Pintu Geser (Kunci) - - - - √ - - - - -
27 Ruang Awak Sarana - - - - - - √ - -

C. PERSIAPAN OPERASI SARANA

1. Menyusun Rangkaian

Rangkaian kereta api biasanya terdiri dari lokomotif dan kereta penumpang atau
lokomotif dengan gerbong barang (Lok + K + M + Bp atau Lok + Gerbong) .
Rangkain kereta api harus sudah siap berangkat paling lambat 10 menit sebelum
waktu berangkat.
a. Penempatan
Lokomotif
1) Traksi Tunggal
Pada umumnya rangkaian kereta api yang dilayani traksi tunggal lokomotif
ditempatkan di depan rangkaian.
Penempatan boleh di belakang (mendorong) dan digandeng untuk :
 Kereta api dinas atau konvoi
 Kereta api penolong ke jalan bebas
 Jalan menanjak di lintas bergigi

Catatan :
 Kereta api di dorong kecepatan maksimum 30 km/h
 Rangkaian paling depan di kawal pegawai dengan
membawa bendera merah

2) Traksi Ganda
 Kedua Lokomotif di Depan atau
 Satu Lokomotif Di Belakang
Digandeng
 Keluar stasiun sampai sinyal utama
 Melalui tanjakan-tanjakan yang luar biasa
 Lintas bergigi
Tidak Digandeng
 Lintas terus menerus menanjak tanpa ada jalan
menurun
 Kecepatan maksimum 50 km/h
3) Pengiriman Lokomotif Dingin (mati) ditempatkan di belakang lokomotif
yang dinas pada kereta api campuran (sebaiknya pengiriman lokomotif
dingin dengan ka barang)

b. Susunan
Rangkaian Kereta Penumpang
Untuk memberikan pelayanan kepada penumpang selama dalam perjalanan
kereta api maka rangkaian kereta harus dilakukan sbb :
1) Nomor urut rangkaian
2) Kereta makan harus ditempatkan di tengah-tengah rangkaian
3) Kereta pembangkit (BP) ditempatkan di belakang lokomotif
4) Kereta Bagasi (B) ditempatkan di rangkaian paling belakang.

c. Susunan
Rangkaian Kereta Barang
Untuk saat sekarang gerbong barang yang bergandar 2 (dua) sudah jarang
dioperasikan, sehingga rangkaian kereta api barang hampir semua
menggunakan gerbong bergandar 4

d. Berat dan
Jumlah Gandar

1) Berat Rangkaian
Berat rangkaian tidak didasarkan pada daya tarik lokomotif tetapi
berdasarkan lereng penentu (gradien)

No Gradien (‰) Berat Maks (Ton) Keterangan


1 10 900
2 12½ 750
3 15 625
4 17½ 525
5 20 475
6 25 400
7 30 325
8 35 275
9 40 250
Sumber : R 8 Bab VI pasal 5
2) Jumlah Gandar

No Jenis KA Jumlah Gandar Keterangan


1 Penumpang 80
2 Campuran 150
3 Barang 160
Sumber : R 8 Bab VI pasal 5
2. Pemeriksaan Rangkaian
Dalam rangka menjaminan keandalan, keselamatan (safety insurance) dan
kenyamanan selama operasi maka rangkaian kereta api sebelum diberangkatkan
harus dilakukan pemeriksaan untuk meyakinkan semua dalam kondisi laik operasi.

No MATERI PEMERIKSAAN STANDAR METODA KETERANGAN

I. K E L A I K A N
A. B O G I E
1 Frame/Rangka Bogie Baik/tidak cacad Visual
2 Suspensi : - Pegas Ayun Baik
- Pegas Dukung Baik
- Shock Absorber Baik
3 Sluistik lengkap
4 Axle Box (Keretakan) Baik/tidak cacad
B. R O D A
1 Keausan Flens 0 - 8 mm
2 Keretakan Tiada Keretakan
3 Gandar Baik/Tidak Retak
Temperatur Periuk Gandar 65 0 C
C. MEKANIK PENGEREMAN
1 Triangle Berfungsi
2 Pengaman Trianggle (Stang kurung) Ada
3 Silinder Rem Berfungsi
4 Control Valve Berfungsi
5 Stang Rem Berfungsi
6 Kondisi Rem Blok Lengkap
7 Slack Adjuster Berfungsi
8 Brake Hanger (Gantungan Sepatu Rem) Baik
D. SLANG AIR BRAKE
1 Kondisi Baik
2 Pemasangan Baik/Tidak Bocor
3 Stop Cock Baik/Tidak Bocor
E. PERANGKAT KESELAMATAN
1 Peralatam Rem Darurat Ada berfungsi
2 Pemadam Kebakaran Ada berfungsi
3 Palu Pemecah Kaca Ada berfungsi
4 Rem Tangan Ada berfungsi
5 Ukur langkah torak silinder (turunkan
100 – 125 mm
tekanan pipa utama sd 1,4 kg/cm2)
6 Slack Adjuster :
* Adjusment Capasity 450 - 600 mm
* Control Distance 40 - 70 mm
F. ALAT PERANGKAI (COUPLER)
1 Kondisi Coupler 2 bh baik
2 Ketinggian Coupler 775 (+10-15) mm
3 Keausan Claw Coupler 0 - 21 mm
4 Selisih Tinggi Antar Coupler (Maks) 90 mm
5 Mekanik Pengunci Coupler Ada/Berfungsi
No 6 MATERI
Rantai PEMERIKSAAN
Pengaman STANDAR
Ada Baik/4 bh METODA KETERANGAN
G. ELECTIRIC
II. P E LCOUPLER
AYANAN
A. U1 M UJunction
M Box Tertutup Rapat
1 2 Kebersihan
Kekerasan Mur/baud Yakinkan
2 3 Kekerasan
Kabel Skun
Baud-baud Proposional
B. FASILITAS PENUMPANG
1 Kursi/Bangku Tempat Duduk
2 Rak Bagasi
3 Meja
4 Tata Udara
5 Pendingin Ruanagan (AC) 22 - 25 0 C
6 Lampu Penerangan
7 Suhu Ruangan
8 Kebisingan
9 Pintu-pintu
10 Jendela-jendela
11 Toilet

Berdasarkan hasil pemeriksaan, maka rangkaindinyatakan : Laik Jalan/Tidak Lain Jalan

3. Pengereman Kereta Api

a. Sistem Pengereman
Sistem pengereman menjadi salah satu aspek yang harus diperhatikan dalam
menyusun rangkaian karena sangat menentukan kemampuan untuk
mempertahankan kecepatan laju dan atau untuk menghentikan kereta api. Sering
terjadi kegagalan operasi kereta api disebabkan oleh tidak berfungsinya dengan
baik sistem pengereman kereta api.
Sistem pengereman dikelompokan menjadi :
1) Sistim Pengereman Mekanik (Tangan)
 Pada sistim ini pengereman dilakukan secara mekanik (manual)
dengan menggerakan handle rem tangan oleh pelayan rem (plrm).
 Kecepatan KA setinggi-tingginya 50 km/h
 Penempatan dan jumlah Plrm disesuaikan dengan kecepatan KA,
lereng penentu dan jumlah gandar (panjang rangkaian)
 Pada saat ini pengereman mekanik sudah jarang digunakan
2) Sistim Pengereman Udara Tekan (Automatic Air Brake System)
 Sistim ini menggunakan tekanan udara minimal 5 kg/cm² (70 psi) yang
disuplai dari lokomotif untuk menekan rem blok ke roda (memperlambat
putaran roda)
 Pengereman otomatis ini digunakan untuk melakukan pengereman secara
teratur bagi seluruh rangkaian kereta api baik kereta penumpang maupun
gerbong barang. Seluruh saluran (pipa) pengereman disambungkan baik
rangkaian kereta api penumpang maupun barang.
 Sistim udara tekan dibedakan :
 Knorr System (pada lokomotif Diesel Hidrolik dan kebanyakan
kereta)
 Westinghouse System (pada lokomotif Diesel Elektrik)
 Kecepatan KA yang dilayani rem udara tekan adalah diatas 50
km/h
 Dalam keadaan darurat rangkaian kereta/gerbong bila terdapat
kerusakan sistem pengereman (automatic brake) pada dapat digunakan
hanya sebagai saluran.
V maks S F (unit) Keterangan
No Gradien (‰)
(km) W U
1 3 80 8 2
2 5 80 7 1
3 8 80 7/6 2
4 10 70 5 1
5 18 50 6 1
6 20 50 5 -
7 > 21 50 5 -
Sumber : R 16 Bab X pasal 82
Catatan : Diusahakan semua rangkaian rem automatis dapat dilayani
b. Percobaan
Pengereman

1) Setelah lokomotif menggandeng pada rangkaian, saluran/slang


udara pengereman disambungkan dan kran dibuka.
2) Setelah seluruh saluran udara pengereman sudah disambungkan
langkah berikutnya adalah masinis mengosongkan udara yang ada di seluruh
saluran.
3) PUK memasang manometer pada slang rangkaian terakhir, dan
memberi tanda kepada masinis kalau pemasangan manometer telah
dilaksanakan (siang hari bendera kuning malam hari secara lisan, untuk
sekarang menggunakan handi talki/HT)
4) Masinis mengisi saluran pengereman hingga tekanan mencapai 5
kg/cm2 atau 70 psi.
5) PUK mencatat tekanan yang dapat dibaca pada manometer.
6) Masinis memberi tanda pada PUK percobaan akan dilakukan dan
menurunkan tekanan 0,4 s.d 3,5 kg/cm2 dan rem harus mengikat.
7) PUK mencatat lagi tekanan udara pada manometer dan memeriksa sstu
persatu rem blok pada setiap roda mengikat atau tidak.
8) Kalau pengereman baik PUK memberi tanda kepada masinis
dengan bendera menghadap ke lokomotif (malam hari secara lisan), untuk
sekarang menggunakan handi talki/HT)
9) Masinis harus menerima laporan ini (bendera atau lisan) secara
jelas.
10) Pemimpin Perjalanan Kereta Api (PPKA) dan Kondektur Pemimpin
(KP) harus menyaksikan percobaan rem ini dan menandatangani berita acara
percobaan pengereman..

c. Percobaan Rem Dilakukan :


1) Lokomotif digandeng di rangkaian
2) Perubahan susunan rangkaian
3) Penggantian lokomotif
4) Terjadi pelepasan saluran guna pemeriksaan
d. Tekanan Pengereman

No U r a i a n Standar Keterangan
1 Tekanan udara pengereman 5 kg/cm2
2 Waktu Pengisian tangki bantu s.d 4,8 kg/cm2 38 - 135 dt
3 Waktu Pengisian tangki pelayan s.d 4,8 kg/cm2 160 - 210 dt
4 Kebocoran dalam waktiu 60 dt < 0,3 kg/cm2
5 Test kepekaan dengan :
* menurunkan tekanan s.d < 0,3 kg/cm2 Rem Tidak Kerja
* menurunkan tekanan 0,4 s.d 3,5 kg/cm2 Rem Kerja (3 - 6 dt)
6 Waktu pelepasan dari 3,8 - 0,4 kg/cm2 15 - 20 dt

D. SPESIFIKASI SARANA PERKERETAAPIAN

Spesifikasi sarana terdiri dari persyaratan teknik dan spesifikasi teknik sarana :

a. Persyaratan Teknik Sarana adalah ketentuan teknis yang menjadi standar


teknis operasi sarana perkeretaapian, Persyaratan Teknik didasarkan pada kondisi
lingkungan perkeretaapian di Indonesia yang menyangkut prasarana (gradien,
lengkungan, beban gandar), dan ruang batas materiil.
b. Spesifikasi Teknik Sarana adalah persyaratan umum, ukuran, kinerja, dan
gambar teknis sarana perkeretaapain
Persyaratan Spesifikasi Teknik didasarkan pada kondisi pola operasi menyangkut
kecepatan, jenis angkutan (penumpang/barang).

Tabel 1.: Spesifikasi Teknik Lokomotif Diesel Elektrik 6 Gandar


Lokomotif Elektrik
No Spesifikasi
CC 200 CC 201 CC 202 CC 203 CC 204
A. Persyaratan Umum
1 Lebar Sepur (mm) 1067 1067 1067 1067 1067
2 Lengkung Minimal Cabang (m) 80 56,7 80 56,7 56,7
3 Lengkung Minimal Raya (m) 150 150 150 150 150
4 Beban Gandar Maksimum (ton) 12 14,6 18 14 14
B. Ukuran Utama
1 Panjang tanpa coupler (mm) 17.070 14.134 18.942 14.135 14.135
2 Tinggi (mm) 3.657 3.636 3.684 3.695 3.576
3 Lebar (mm) 2.819 2.641 2.692,4 2.642 2.642
4 Jarak Pivot (mm) 9.556 7.680 11.582 7.680 7.680
5 Jarak gander (mm) 1.605 1.911 1.816 1.911 1.911
6 Berat Kosong 92 80,20 104 80,20 80,20
7 Berat Dinas (ton) 96 84 108 84 84
8 Diameter Roda (mm) 909 904 1.016 952 914
9 Tinggi Coupler (mm) 760 770 759 775 775
10 Pabrik Pembuat GE GE GM GE GE
C. Kinerja
1 Tenaga Motor Diesel (PK) 1.750 1950 2.000 2150 2150
2 Gaya Tarik Maks µ : 0,21 (Kg) 15.120 17.640 22.680 44.500
3 Kecepatan Maks (Km/jam) 100 120 80 120 120

i.

Tabel 2 : Spesifikasi Teknik Lokomotif Diesel Elektrik 4 Gandar

Lokomotif Elektrik
No Spesifikasi
BB 200 BB 201 BB 202 BB 203 BB 204
A. Persyaratan Umum
Lebar Sepur (mm) 1067 1067 1067 1067 1067
Lengkung Minimal Cabang (m) 58,60 58.60 100 57 80
150 150 150 150
Lengkung Minimal Raya (m) 150
Beban Gandar Maksimum (ton) 12.6 13 11 13,24 10,5
B. Ukuran Utama
1 Panjang tanpa coupler (mm) 13.106 13.106 11.582 14.134 12.600
2 Tinggi (mm) 3.708 3.759 3.725 3.636 3.660
3 Lebar (mm) 2.794 2.819 2.965 2.642 2.900
4 Jarak Pivot (mm) 7.620 7.620 6.090 7.680 7.050
5 Jarak gander (mm) 1.600 1.600 1.600 1.911 2.980
6 Berat Kosong 70 74 62 73,90 51,70
7 Berat Dinas (ton) 74,80 78 65 78.40 55
8 Beban Gandar (ton)
9 Diameter Roda (mm) 1.010 1.016 1.016 904 895
10 Tinggi Coupler (mm) 760 760 770 770 760
11 Pabrik Pembuat GM GM GM GE SLM
C. Kinerja
1 Tenaga Motor Diesel (PK) 875 1425 1.100 1.500 1.230
2 Gaya Tarik Maks µ : 0,21 (Kg) 10.416 1.092 9.240 15.464 8.820
3 Kecepatan Maks (Km/jam) 110 120 100 80 60/20
Tabel 3 :. Spesifikasi Teknik Lokomotif Diesel Hidrolik

Lokomotif Hidrolik
No Spesifikasi
BB 300 BB 301 BB 302 BB 303 BB 304 BB 306
A. Persyaratan Umum
1 Lebar Sepur (mm) 1067 1067 1067 1067 1067 1067
2 Lengkung Minimal Cabang (m) 80 80 80 80 80 80
3 Lengkung Minimal Raya (m) 150 150 150 150 150 150
4 Beban Gandar Maksimum (ton) 9 13 11 10,7 13 10
B. Ukuran Utama
1 Panjang tanpa coupler (mm) 10.000 11.770 11.200 11.200 11.770 10.150
2 Tinggi (mm) 3.660 3.690 3.690 3.660 3.690
3 Lebar (mm) 2.720 2.800 2.800 2.800 2.800 2.800
4 Jarak Pivot (mm) 5.000 6.000 5.800 5.800 6.000 5.150
5 Jarak gander (mm) 2.000 2.200 2.200 2.200 2.200
6 Berat Kosong 33,60 48 40,90 39,60 48 37,50
7 Berat Dinas (ton) 36 52 44 42,80 52 40
8 Beban Gandar (ton)
9 Diameter Roda (mm) 904 904 904 904 904 914
10 Tinggi Coupler (mm) 760 760 770 770 760 760
11 Pabrik Pembuat F-K F-K Henschel Henschel F-K Henschel
C. Kinerja
1 Tenaga Motor Diesel (PK) 680 1.480 900 1.010 1.550 857
2 Gaya Tarik Maks µ : 0,21 (Kg) 7.560 10.920 9.240 8.998 10.920 8.400
3 Kecepatan Maks (Km/jam) 75 120 80 90 120 75
Tabel 4 : Spesifikasi Teknik Kereta Penumpang
No Spesifikasi Kereta
K1 K2 K3 Parcel
A. Persyaratan Umum
1 Lebar Sepur (mm) 1067 1067 1067 1067
2 Lengkung Minimal Cabang (m) 80 80 80 80
3 Lengkung Minimal Raya (m) 150 150 150 150
4 Beban Gandar Maksimum (ton) 14 14 14 14
B. Ukuran Utama
1 Panjang Kereta (Alat Perangkai) (mm) 20.920 20.920 20.920 20.920
2 Panjang Badan Kereta (mm) 20.000 20.000 20.000 20.000
3 Tinggi Kereta (mm) 3.610 3.810 3.700 3.700
4 Lebar Kereta (mm) 2.990 3.180 2.990 2.990
5 Berat Kereta (ton) 36 36 33 30
6 Jarak Pivot (mm) 14.000 14.000 14.000 14.000
7 Jarak Sumbu Roda (Bogie) mm 2.200 2.200 2.200 2.200
8 Diameter Roda (mm) 774 774 774 774
9 Tinggi Alat Perangkai (mm)i 775 +10-0 775 +10-0 775 +10-0 775 +10-0
G. Kinerja
1 Kapasitas Penumpang (td) 48/52 64 106 -
2 Kecepatan Maksimum (km/jam) 120 120 120 100
3 Berat Muat Maksimum (ton0 15
Tabel 5 : Spesifikasi Teknik Kereta Makan, Barang dan Pembangkit
No Spesifikasi Kereta
M1 KM 1 KM 3 BP
A. Persyaratan Umum
1 Lebar Sepur (mm) 1067 1067 1067 1067
2 Lengkung Minimal Cabang (m) 80 80 80 80
3 Lengkung Minimal Raya (m) 150 150 150 150
4 Beban Gandar Maksimum (ton) 14 14 14 14
B. Ukuran Utama
1 Panjang Kereta (Alat Perangkai) (mm) 20.920 20.920 20.920 20.920
2 Panjang Badan Kereta (mm) 20.000 20.000 20.000 20.000
3 Tinggi Kereta (mm) 3.700 3.610 3.700 3.700
4 Lebar Kereta (mm) 2.990 2.990 2.990 2.990
5 Tinggi Lantai Kereta (mm) 1000 1000 1000 1000
6 Berat Kereta (ton) 36 35 33 42
7 Jarak Antara Pusat Bogie (Pivot) (mm) 14.000 14.000 14.000 14.000
8 Jarak Sumbu Roda (Bogie) mm 2.200 2.200 2.200 2.200
9 Diameter Roda (mm) 774 774 774 774
10 Tinggi Alat Perangkai (mm)i 775 +10-0 775 +10-0 775 +10-0 775 +10-0
G. Kinerja
1 Kapasitas Penumpang (td) 32 32
2 Kecepatan Maksimum (km/jam) 120 100 100 120
Tabel 6 : Spesifikasi Teknik Kereta Rel Listrik

No Spesifikasi KRL
RHEO VVVF KRL I 8000
A. Persyaratan Umum
1 Lebar Sepur (mm) 1067 1067 1067 1067
2 Lengkung Minimal Cabang (m) 80 80 80 80
3 Lengkung Minimal Raya (m) 150 150 100 150
4 Beban Gandar Maksimum (ton) 14 14 14 7-9
B. Ukuran Utama
1 Panjang Kereta (Alat Perangkai) (mm) 20.920 20.920 20.920 20.920
2 Panjang Badan Kereta (mm) 20.000 20.000 20.000 20.000
3 Tinggi Kereta (mm) 3.820 4.145
4 Lebar Kereta (mm) 2.990 2.800
5 Tinggi Lantai Kereta (mm) 1.100 1.170
6 Berat Kosong (ton) 39 28-36
7 Jarak Antara Pusat Bogie (Pivot) (mm) 14.000 14.000 14.000 13.800
8 Jarak Sumbu Roda (Bogie) mm 2.200 2.200 2.200 2.200
9 Diameter Roda (mm) 860 860
10 Tinggi Alat Perangkai (mm)i 775 +10-0 775 +10-0
G. Kinerja
1 Daya (KW) 200 130**
2 Kapasitas Penumpang (duduk) 64
3 Kapasitas Penumpang (berdiri) 284*
4 Kecepatan Maksimum (km/jam) 120 100 100 120
*

Beban Maksimum
** Traction Motor

Tabel 7 : Spesifikasi Teknik Kereta Rel Diesel

No Spesifikasi KRD
MCW 301 MCW 302 KRDE KRDI
A. Persyaratan Umum
1 Lebar Sepur (mm) 1067 1067 1067 1435
2 Lengkung Minimal Cabang (m) 80 80 80 80
3 Lengkung Minimal Raya (m) 150 150 100 150
4 Beban Gandar Maksimum (ton) 11 11 10/8 14
B. Ukuran Utama
1 Panjang Kereta (Alat Perangkai) (mm) 20.970 20.920 20.920 20.920
2 Panjang Badan Kereta (mm) 20.000 20.000 20.000 20.000
3 Tinggi Kereta (mm) 3.755 3.755 3.460 3.700
4 Lebar Kereta (mm) 2.990 2.990 2.990 2.990
5 Tinggi Lantai Kereta (mm) 1000 1000
6 Berat Kosong (ton) 34 35 41/32 42
7 Berat Siap (ton) 45
8 Jarak Antara Pusat Bogie (Pivot) (mm) 14.000 14.000 14.000 14.000
9 Jarak Sumbu Roda (Bogie) mm 2.200 2.200 2.200 2.200
10 Diameter Roda (mm) 774 774 860 774
11 Tinggi Alat Perangkai (mm)i 775 775 +10-0 775 775 +10-0
G. Kinerja
1 Daya Mesin (HP) 200 281 1850
2 Kapasitas Penumpang (duduk) 100 64 266*
3 Kapasitas Penumpang (berdiri) 40 69 350*
4 Kecepatan Maksimum (km/jam) 90 90 100 120
* Jumlah penumpang 1 (satu) set

Tabel 8: Spesifikasi Teknik Gerbong Datar


Jenis Gerbong
No Spesifikasi PPCW PPCW PKPKW PPW
(Ketel) (100) (1) (1200)
A. Persyaratan Umum
1 Lebar Sepur (mm) 1067 1067 1067 1067
2 Lengkung Minimal Cabang (m) 80 80 80 80
3 Lengkung Minimal Raya (m) 150 150 150 150
4 Beban Gandar Maksimum (ton) 14 (+ 5%) 11 9 9
B. Ukuran Utama
1 Panjang Gerbong (Alat Perangkai) (mm) 14.600 10.860 16.730 10.860
2 Panjang Badan Gerbong (mm) 13.800 10.000 15.870 10.000
3 Tinggi Gerbong (mm)
4 Lebar Gerbong (mm) 2.438 2.438 2.438 3.034
5 Tinggi Lantai Gerbong (mm) 935 978 978 1.313
6 Berat Kosong Gerbong (ton) 14 15 26 16,1
7 Jarak Antara Pusat Bogie (Pivot) (mm) 9.800 5.800 1.1320 6.000
8 Jarak Sumbu Roda (Bogie) mm 1.651 1.100 1.500
9 Diameter Roda (mm) 774 774 774 774
10 Tinggi Alat Perangkai (mm)i 775 +10-0 775 775 +10-0 760 +25-0
G. Kinerja
1 Kapasitas Muat (ton) 44 30 44 20
2 Kapasitas Isi (m³) - - -
3 Kecepatan Maksimum (km/jam) 80 80 80 120
D. TAHUN & PABRIK PEMBUATAN
1 Tahun Mulai Dinas 1984 1984 1967
2 Pabrik Inka Rumania Rumania Jepang

* PPCW 100

Tabel 9: Spesifikasi Teknik Gerbong Terbuka


Jenis Gerbong
No Spesifikasi YYW YYW YYW TTW
(200) (30) (70) (1)
A. Persyaratan Umum
1 Lebar Sepur (mm) 1067 1067 1067 1067
2 Lengkung Minimal Cabang (m) 80 80 80 80
3 Lengkung Minimal Raya (m) 150 150 150 150
4 Beban Gandar Maksimum (ton) 11 11 14 11
B. Ukuran Utama
1 Panjang Gerbong (Alat Perangkai) (mm) 10.860 13.160 1.3200 10.860
2 Panjang Badan Gerbong (mm) 10.000 12.300 12.300 10.000
3 Tinggi Gerbong (mm) 2.098 2.095 2.106,5 2.998
4 Lebar Gerbong (mm) 2.370 2.095 2.486 2.590
5 Tinggi Lantai Gerbong (mm) 978 978
6 Berat Kosong Gerbong (ton) 14 15 14,5 30
7 Jarak Antara Pusat Bogie (Pivot) (mm) 5.800 8.500 8.500 5.800
8 Jarak Sumbu Roda (Bogie) mm 1.500 1.500 1.500 1.500
9 Diameter Roda (mm) 774 774 774 774
10 Tinggi Alat Perangkai (mm)i 7760 775 +10-0 775
760
C. Kinerja
1 Kapasitas Muat (ton) 430 30 30,5 30
2 Kapasitas Isi (m³) - -
3 Kecepatan Maksimum (km/jam) 80 80 80 80
D. TAHUN & PABRIK PEMBUATAN
1 Tahun Mulai Dinas 1964 1977 1984 1964
2 Pabrik Rumania Jepang Rumania Rumania

Tabel 10 : Spesifikasi Teknik Gerbong Terbuka

Jenis Gerbong
No Spesifikasi KKBW KKBW ZZOW
(20) (INKA)
A. Persyaratan Umum
1 Lebar Sepur (mm) 1067 1067 1067
2 Lengkung Minimal Cabang (m) 80 80 80
3 Lengkung Minimal Raya (m) 150 150 150
4 Beban Gandar Maksimum (ton) 12 18 12
B. Ukuran Utama
1 Panjang Gerbong (Alat Perangkai) (mm) 12.500 14.862 11.400
2 Panjang Badan Gerbong (mm) 10.635 14.062 10.540
3 Tinggi Gerbong (mm) 2.600 3.025 2.442
4 Lebar Gerbong (mm) 2.510 3.080 2.360
5 Tinggi Lantai Gerbong (mm) 1.018 992
6 Berat Kosong Gerbong (ton) 17 22 16
7 Jarak Antara Pusat Bogie (Pivot) (mm) 7.400 10.830 6.500
8 Jarak Sumbu Roda (Bogie) mm 1.500 1.676 1.651
9 Diameter Roda (mm) 774 850 774
10 Tinggi Alat Perangkai (mm)i 760+25-0 770 +15-0 775 +10-0
C. Kinerja
1 Kapasitas Muat (ton) 30 50 33
2 Kapasitas Isi (m³) - 76
3 Kecepatan Maksimum (km/jam) 80 80 80
D. TAHUN & PABRIK PEMBUATAN
1 Tahun Mulai Dinas 1965 1984
2 Pabrik Rumania Inka Rumania
Tabel 11 : Spesifikasi Teknik Gerbong Tertutup

Jenis Gerbong
No Spesifikasi GGW GGW GGW GGW
100 T1 21 305000
A. Persyaratan Umum
1 Lebar Sepur (mm) 1067 1067 1067 1067
2 Lengkung Minimal Cabang (m) 80 80 80 80
3 Lengkung Minimal Raya (m) 150 150 150 150
4 Beban Gandar Maksimum (ton) 11 11 11 12
B. Ukuran Utama
1 Panjang Gerbong (Alat Perangkai) (mm) 13.160 13.160 13.200 12.200
2 Panjang Badan Gerbong (mm) 12.300 12.300 12.300 11.248
3 Tinggi Gerbong (mm) 3.295 3.295 3.321,6 3.321
4 Lebar Gerbong (mm) 2.480 2.790 2.590 2.727,3
5 Tinggi Lantai Gerbong (mm) 1.000 1.000 1.000
6 Berat Kosong Gerbong (ton) 15 15 14,8 16.2
7 Jarak Antara Pusat Bogie (Pivot) (mm) 8.500 8.500 8.500 7.400
8 Jarak Sumbu Roda (Bogie) mm 1.651 1.651 1.500 1.500
9 Diameter Roda (mm) 774 774 774 774
10 Tinggi Alat Perangkai (mm)i 775 +10-0 775 +10-0 775 +10-0 775 +10-0
C. Kinerja
1 Kapasitas Muat (ton) 30 30 25,2 30
2 Kapasitas Isi (m³) -
3 Kecepatan Maksimum (km/jam) 80 80 80 80
D. TAHUN & PABRIK PEMBUATAN
1 Tahun Mulai Dinas 1984 1984 1977 1982
2 Pabrik Rumania Rumania Jepang Kanada

Tabel 12 : Spesifikasi Teknik Gerbong Ketel


Jenis Gerbong

No Spesifikasi
KKW KKW KKW
2 100 1000
A. Persyaratan Umum
1 Lebar Sepur (mm) 1067 1067 1067
2 Lengkung Minimal Cabang (m) 80 80 80
3 Lengkung Minimal Raya (m) 150 150 150
4 Beban Gandar Maksimum (ton) 12 12 12
B. Ukuran Utama
1 Panjang Gerbong (Alat Perangkai) (mm) 12.500 12.160 11.500
2 Panjang Badan Gerbong (mm) 11.640 11.300 10.600
3 Tinggi Gerbong (mm) 3.711 3.710 3.692
4 Lebar Gerbong (mm) 2.590 2.500 2.216
5 Tinggi Lantai Gerbong (mm) 1.511 991
6 Berat Kosong Gerbong (ton) 19 18,5 17
7 Jarak Antara Pusat Bogie (Pivot) (mm) 7.400 7.400 6.800
8 Jarak Sumbu Roda (Bogie) mm 1.500 1.500 1.500
9 Diameter Roda (mm) 774 774 774
10 Tinggi Alat Perangkai (mm)i 760 +25-0 775 +10-0 775
C. Kinerja
1 Kapasitas Muat (ton) 30 30 30
2 Kapasitas Isi (m³) -
3 Kecepatan Maksimum (km/jam) 80 80 80
D. TAHUN & PABRIK PEMBUATAN
1 Tahun Mulai Dinas 1965 1972 1982
2 Pabrik Rumania Jepang Korea

E. SERTIFIKASI SARANA PERKERETAAPIAN

Di dalam U U 23 tahun 2007 Pasal 96 ayat (2) “Setiap sarana perkeretaapian wajib
memenuhi persyaratan teknik dan kelaikan operasi yang berlaku bagi setiap jenis
sarana perkeretaapian”.
Sertifikat laik operasi sarana perkeretaapian didasarkan untuk memberikan pelayanan
dan kenyamanan yang terukur kepada pengguna jasa kereta api. Komitmen perubahan
pola operasi dimana privatisasi (diamanatkan U U 23/2007) dilaksanakan untuk
memberikan efisiensi operasi kereta api dan memberikan pelayanan yang lebih baik
terhadap sistem distribusi orang dan atau barang. Privatisasi penuh (Full
Privatization) berarti mengijinkan sektor swasta untuk berperan dalam seluruh bisnis
kereta api.

Sertifikat Sarana perkeretaapian menunjukan bahwa sarana perkeretapian yang


dilengkapi sertifikat uji telah memenuhi persyaratan teknik, spesifikasi teknik dan laik
operasi. Sertifikat Uji diberikan setelah sarana perkeretaapian dinyatakan lulus uji oleh
tim penguji yang memiliki kompetensi pengujian dan memiliki akreditasi.

1. Jenis Sertifikat

Sertifikat Uji adalah tanda bukti pengakuan atas terpenuhinya persyaratan teknik dan
spesifikasi teknik sarana perkeretaapian. sehingga telah memenuhi persyaratan laik
operasi.

Sertifikat Sarana Perkeretaapian terdiri atas :


a. Sertfikat Uji Pertama
Sertifikat Uji Pertama adalah tanda bukti terpenuhinya persyaratan teknik,
spesifikasi teknik dan laik operasi bagi sarana perkeretaapian pengadaan baru
atau sarana perkeretaapian yang telah mengalami perubahan spesifikasi teknik.

b. Sertifikat Uji Berkala


Sertifikat Uji Berkala adalah tanda bukti terpenuhinya persyaratan teknik,
spesifikasi teknik dan laik operasi.sarana perkeretaapian yang telah
dioperasikan dan memiliki sertifikat uji pertama,

c. Sertifikat Uji Pertama dan Berkala pada ayat (4) memuat antara lain :

1) Data umum sarana kereta api


 Nama Badan Penyelenggara / Pemilik;
 Jenis sarana;
 Nomor urut / tipe sarana;
 Nama pabrik pembuatan atau perakitan;
 Tahun pembuatan / perakitan;
 Waktu mulai beroperasi.
2) Data fisik sarana kereta api;
3) Data operasional;
4) Nomor uji sarana;
5) Masa berlaku sertifikat berkala.

2. Waktu dan Masa Berlaku Sertifikat

Dalam Undang-undang No 23 Tahun 2007 Tentang Perkeretapian sertifikat uji


pertama berlaku selamanya kecuali bila sarana yang itu mengalami perubahan
spesifikasi teknis dan/atau bentuk dan sertifikat uji berkala berlaku berdasarkan
jarak tempuh yang ditetapkan untuk sarana dengan penggerak dan untuk selama 1
(satu) tahun untuk kereta dan gerbong. Sertifikat uji berkala sebagaimana
dimaksud pada ayat berlaku sampai dilakukan pengujian berikutnya atau paling
lama 1 (satu) tahun (KM 81/2000)
Untuk menjaminan keandalan, keselamatan (safety insurance) dan kenyamanan
operasi kereta api yang mampu menyajikan jasa angkutan yang aman, tepat dan
nyaman, maka masa berlakunya sertifikat :
a. Sarana Dengan Penggerak
o Lokomotif setiap telah mencapai jarak tempuh 325.000 km atau
kurang lebih 2 (dua) tahun mana yang dicapai terlebih dulu.
o KRD dan KRL telah mencapai jarak tempuh 250.000 km atau
kurang lebih 1 (satu) tahun.
b. Kereta dan Gerbong
o Kereta telah mencapai jarak tempuh 250.000 km atau kurang lebih 1
(satu) tahun
o Gerbong telah mencapai jarak tempuh 250.000 km atau kurang
lebih 1 (satu) tahun

Anda mungkin juga menyukai