0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
156 tayangan13 halaman

Verbal Abuse dan Stres Remaja

Dokumen tersebut merupakan naskah publikasi yang membahas hubungan antara kekerasan verbal orang tua dengan tingkat stres pada remaja kelas III di SMK Kesehatan Samarinda. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi hubungan tersebut dengan menggunakan metode deskriptif korelasional dan sampel sebanyak 155 responden."

Diunggah oleh

Dina Rista
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
156 tayangan13 halaman

Verbal Abuse dan Stres Remaja

Dokumen tersebut merupakan naskah publikasi yang membahas hubungan antara kekerasan verbal orang tua dengan tingkat stres pada remaja kelas III di SMK Kesehatan Samarinda. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi hubungan tersebut dengan menggunakan metode deskriptif korelasional dan sampel sebanyak 155 responden."

Diunggah oleh

Dina Rista
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

NASKAH PUBLIKASI (MANUSCRIPT)

HUBUNGAN VERBAL ABUSE ORANG TUA DENGAN TINGKAT STRESS


PADA REMAJA KELAS III DI SMK KESEHATAN SAMARINDA

THE CORRELATION BETWEEN ABUSE VERBAL OFPARENTS WITH


STRESS LEVEL OF ADOLESCENT CLASS III AT SMK KESEHATAN
SAMARINDA

Wahyudiani, Dwi Rahmah Fitriani

Wahyudiani

NIM : 17111024110562

PROGRAM STUDI ILMU KEPERAWATAN UNIVERSITAS


MUHAMMADIYAH KALMANTAN TIMUR SAMARINDA

2018
NASKAH PUBLIKASI (MANUSCRIPT)

HUBUNGAN VERBAL ABUSE ORANG TUA DENGAN TINGKAT STRESS


PADA REMAJA KELAS III DI SMK KESEHATAN SAMARINDA

THE CORRELATION BETWEEN ABUSE VERBAL OFPARENTS WITH


STRESS LEVEL OF ADOLESCENT CLASS III AT SMK KESEHATAN
SAMARINDA

Wahyudiani, Dwi Rahmah Fitriani

Wahyudiani

NIM : 17111024110562

PROGRAM STUDI ILMU KEPERAWATAN UNIVERSITAS


MUHAMMADIYAH KALMANTAN TIMUR SAMARINDA

2018
LEMBAR PENGESAHAN

HUBUNGAN VERBAL ABUSE ORANG TUA DENGAN TINGKAT STRESS


PADA REMAJA KELAS III DI SMK KESEHATAN SAMARINDA TAHUN
2018

NASKAH PUBLIKASI

DISUSUN OLEH :

Wahyudiani
17111024110562

Diseminarkan dan Diujikan

Pada tanggal 8 Febuari 2018

Penguji I Penguji II Penguji III

Ns. Milkhatun, M.Kep Ns. Tri Wahyuni,S.Kep.,M.Kep.,Sp.Mat Ns. Dwi Rahmah Fitriani, M.Kep
NIDN. 1121018501 NIDN. 11105077501 NIDN. 1119097601

Mengetahui,

Ketua Program Studi S1 Keperawatan

Ns. Dwi Rahmah Fitriani,S.Kep.,M.Kep


NIDN. 1119097601
HUBUNGAN VERBAL ABUSE ORANG TUA DENGAN TINGKAT STRESS PADA
REMAJA KELAS III DI SMK KESEHATAN SAMARINDA TAHUN 2018

Wahyudiani¹, Dwi Rahmah Fitrianti²

Latar Belakang: Kekerasan anak di Indonesia semakin meningkat setiap tahunnya.terutama


masalah tindakan kekerasan orang tua kepada anaknya Orang tua pernah melakukan
kekerasan terhadap anak. Salah satu bentuk kekerasan tersebut adalah kekerasan verbal
atau kekerasan yang dilakukan lewat kata-kata yang menyakitkan.Kata-kata yang
menyakitkan tersebut biasanya bermakna merendahkan kemampuan anak, menganggap
anak sebagai sumber kesialan, mengecilkan hatii si anak, memberikan julukan negatif
kepada anak, dan memberikan kesan bahwa anak tidak diharapkan akan memiliki dampak
jangka panjang terhadap perasaan anak dan dapat mempengaruhi citra diri mereka
Tujuan Penelitian: Mengidentifikasi hubungan verbal abuse orang tua dengan tingkat stress
pada remaja kelas III di SMKKesehatan Samarinda
Metode: Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif corelation
dengan mengkaji hubungan antara variabel. Pengambilan sampel menggunakan teknik
stratified random sampling. Jumlah sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah
155responden. Tekhnik analisa data dimulai dari pengumpulan data, editing, pemberian
kode, tabulasi dan penyajian. Uji analisis statistik menggunakan uji Chi Square.
Hasil: Berdasarkan hasil penelitian ini didapatkan remaja di SMK Kesehatan Perjuangan
Samarinda yang sering mengalami kekerasan verbal sebanyak 93 responden (60%),
sedangkan remaja yangjarangmengalamikekerasan verbal sebanyak 62 responden (40%).
Remaja yang mengalami tingkat stress normal sebanyak 59 orang (38.1%),tingkat stress
ringansebanyak 44 orang28.4%), tingkat stress sedang sebanyak 36 orang (23.2%)dan
tingkat stress berat sebanyak 16 orang (10.3%) Uji Chi Square diperoleh hasil p value 0,003
(p value < 0,05) maka Ho ditolak yang artinya ada hubungan yang signifikan antara
Hubungan verbal abuse orang tua dengan tingkat stress remajadi SMK Kesehatan
Perjuangan Samarinda tahun 2018
Kesimpulan: Hasil penelitian menunjukan bahwa ada hubungan yang signifikan antara
Hubungan verbal abuse orang tua dengan tingkat stress remajadi SMK Kesehatan
Perjuangan Samarinda tahun 2018.

Kata kunci:Kekerasan Orang Tua, Kekerasan verbal, Tingkat stress

¹Mahasiswa Program Studi Ilmu Keperawatan Stikes Muhammadiyah Samarinda


²Dosen Program Studi Diploma III STIKES Muhammadiyah Samarinda
THE CORRELATION BETWEEN ABUSE VERBAL OFPARENTS WITH STRESS LEVEL
OF ADOLESCENT CLASS III AT SMK KESEHATAN SAMARINDA YEAR 2018

Wahyudiani¹, Dwi Rahmah Fitrianti²

Background: Child abused in Indonesia is increasing every year. The problems speciallyare
the abuse from the parents to their childrens, the Parents have committed violence against
children. One of the abuse is verbal or abusing through painful words.These painful words
usually mean humiliating the child, assuming the child as a source of misfortune,discouraging
the child, giving negative epithets to the child, and suggesting that the child is not expected to
have a long-term impact on the child's feelings and may affect their self-image.
Research Objectives: Identify the verbal abuse relationships of parents with the level of
stress in adolescents class III in SMK Kesehatan Samarinda
Method: The type of research that used in this study is descriptive corelation by examining
the relationship between variables. Sampling is using stratified random sampling technique.
The number of samples used in this study was 155respondens. Data analysis techniques
start from data collection, editing, coding, tabulation and presentation. Test statistical analysis
using Chi Square test.
Results:Based on the results of this study, teenagers at SMK Perjuangan Samarinda often
experience verbal violence as much as 93 respondents (60%), while teenagers who rarely
experience verbal violence as much as 62 respondents (40%). Teenagers who experienced
a normal stress level of 59 people (38.1%), light stress level of 44 people 28.4%), moderate
stress level as much as 36 people (23.2%) and weight stress level as much as 16 people
(10.3%) Chi Square test obtained results p value 0.003 (p value <0.05) then Ho rejected
which means there is a significant relationship between verbal relationships abuse parents
with stress levels of adolescents in SMK Kesehatan Perjuangan Samarinda 2018
Conclusion:The results showed that there is a significant relationship between a verbal
relationships abuse parents with stress levels of adolescents in SMK Kesehtan Perjuangan
Samarinda in 2018.

Keywords:Parental Violence, Verbal Abuse, Stress Level

PENDAHULUAN Disamping itu, bisa juga dikarenakan


Verbal abuse dapat terjadi setiap riwayat orang tua yang dulunya
harinya di rumah, rumah yang seharusnya dibesarkan dalam kekerasan sehingga
tempat teraman dan tempat berlindung cenderung meniru pola asuh yang telah
bagi anak tidak lagi menjadi nyaman. mereka dapatkan sebelumnya. Stress,
Adanya pengertian yang salah dalam kemiskinan, isolasi sosial, lingkungan
memandang anak, dimana anak masih yang mengalami krisis ekonomi, tidak
saja dipandang sebagai objek yang wajib bekerja, kurangnya pengetahuan orang
menurut kepada orang tua. Padahal tua tentang pendidikan anak serta
belum tentu orang tua selamanya benar. minimnya pengetahuan agama orang tua
Kebanyakan orang tua terlalu berharap yang turut berperan menjadi penyebab
pada anak dan cenderung memaksa agar orang tua melakukan kekerasan pada
anak mau menuruti sepenuhnya keinginan anaknya Soetjiningsih, (2007).
mereka, jika tidak maka anak akan Dampak kekerasan secara psikis
mendapat hukuman. Hal inilah yang dapat berupa stress, menarik diri dari
menjadikan alasan bagi orang tua sering lingkungan, merasa tidak berguna, rendah
melakukan kekerasan pada anak. diri, dan lainnya. Berbeda dengan
kekerasan fisik yang dapat dilihat samarinda ialah yang pertama mencakup
langsung dampaknya, kekerasan verbal klasifikasi umur remaja kelas III di smk
berdampak pada aspek psikologis remaja, kesehatan samarinda, dan menambah
sehingga tidak akan dapat dilihat secara refrensi dan pembelajaran kepada teman-
langsung dan baru dapat diketahui setelah teman bahwa perilaku verbal abuse
kurun waktu tertentu. (perkataan kasar) tidak bisa di anggap
Hal ini menyebabkan dampak remeh apabila dibiarkan begitu saja.
kekerasan verbal sulit dideteksi. Remaja Menurut hasil wawancara pada
yang sering mengalami kekerasan verbal tanggal 8 desember 2016, 10 siswa dan
akan mengalami permasalahan emosional siswi smk kesehatan samarinda,bahwa 7
dan perilaku yang serius, seperti agresif, dari 10 mengatakan pernah mengalami
kecemasan, depresi, kurangnya kelekatan tindakan kekerasan verbal abuse oleh
emosional dan kepercayaan diri yang orang tuanya.
rendah, kurangnya kemampuan kognitif
serta menurunnya kemampuan sosialisasi TUJUAN PENELITIAN
Teicher et al.(2006 dalam Febrilian 2017)
Hurlock,(1999 dalam Sri Penelitian ini bertujuan untuk
kuspartianingsih, 2012) mengatakan mengetahui apakah ada hubungan verbal
bahwa Masa remaja merupakan periode abuse orang tua dengan tingkat stress
yang penting, karena dalam pada remaja kelas III di SMK Kesehatan
perkembangan fisik yang cepat dan harus Samarinda.
disertai dengan, perkembangan mental
yang baik pula. Apabila rasa ketakutan METODE PENELITIAN
yang ditimbulkan akibat verbal abuse
terjadi pada remaja,maka penyesuian Penelitian ini menggunakan
perkembangan mental akan terganggu rancangan deskriptif korelasional
sehingga dalam pembentukan sikap, dan (hubungan) dengan menggunakan
nilai. pendekatan cross sectional.
Alasan penulis meneliti masalah Populasi dalam penelitian ini adalah
verbal abuse terhadap remaja. peneliti seluruh siswa dan siswi kelas III di smk
memilih kekerasan verbal sebagai kesehatan samarinda yang berjumlah 254
variabel bebas dikarenakan kekerasan orang.
verbal pada masyarakat akhir-akhir ini Sampel dalam penelitian ini
banyak terdenga contoh dari beberapa menggunakan teknik pengambilan sampel
kasus di atas yang di tangani oleh kpai. stratified random sampling sehingga
Dan Hal ini dapat diketahui misalnya didapatkan sampel sebanyak 155
dengan munculnya kejahatan yang responden.
ditimbulkan oleh pertengkaran mulut, Instrumen yang digunakan pada
saling cekcok dan lain lain. biasanya penelitian berupa lembar kuesioner dalam
disertai dengan kekerasan verbal, bentuk check list pernyataan yang telah
maupun ancaman verbal yang ditujukan dilakukan uji validitas dan reliabilitas
untuk menjatuhkan atau mengeksploitasi terlebih dahulu 15 item pernyataan
kelemahan seorang remaja, peneliti tentang verbal abuse yang dilakukan uji
memilih tindak kekerasan verbal orang tua validitas terdapat 1 soal yang tidak valid
terhadap remaja karena dalam yaitu soal nomor 4. dengan r hitung
pemerolehan bahasa Keluarga adalah kurang dari r tabel (0.361) dan sisanya
lingkungan yang berfungsi sebagai sarana terdapat 14 item yang valid yaitu nomor 1,
komunikasi pertama anak hingga anak 2, 3, 5, 6, 7, 8, 9, 10, 11, 12, 13, 14, 15.
tersebut menjadi dewasa. karena memiliki r hitung lebih dari r tabel
Dan adapun alasan peneliti (0.361).
mengambil penelitian di SMK kesehatan Normalitas data menggunakan
Kolmogorov Smirnov didapatkan data dan
ketentuan keputusan uji maka seluruh 3.) Pekerjaan orang tua
data tidak berdistribusi normal karena nilai
Sig 0.000 < 0.05. Karena data tidak Karakteristik responden
berdistribusi normal maka nilai yang berdasarkan pekerjaan orang tua, dapat
digunakan adalah median yaitu 9.00. dilihat pada tabel distribusi frekuensi
berikut:
HASIL PENELITIAN Pekerjaan Frekuensi %
orang tua
1. Analisis Univariat
Wiraswasta 35 22.6
a. karakteristik Responden Swasta 72 46.5
PNS 48 31.0
1).Umur Total 155 100
kakateristik responden berdasarkan umur, sumber data premier 2018
dapat dilihat pada tabel distribusi
frekuensi berikut: Menunjukan bahwa proporsi
tertinggi dari pekerjaan orang tua
Umur Frekuensi % responden yaitu swasta 72 responden
(46.5%) dan yang terendah yaitu
16 16 10.3 wiraswasta sebanyak 35 responden
17 124 80.0 (22.6%).
18 15 9.7
Total 155 100 4.) Verbal abuse
Sumber : Data Primer 2018
Verbal Frekuensi %
menunjukan bahwa umur responden yang
terbanyak adalah 17 tahunyaitu sebanyak abuse
124 orang (80.0%) dan yang paling
Sering 93 60.0
sedikitya itu umur 18 tahun sebanyak 15
orang (9.7%). Jarang 62 40.0

2.) Jenis kelamin Total 155 100


Karakteristik responden
berdasarkan jenis kelamin sumber:Data Primer 2018
Jenis Frekuensi % Berdasarkan tabel Diatas, terdapat
kelamin verbal abuse orang tua. Dimana sering
Laki-laki 38 24.5 dilakukan dengan jumlah responden 93
Perempuan 117 75.5 orang (60.0%). Dan jarang dilakukan
dengan jumlah responden 62 orang
Total 155 100
(40.0%).
Sumber : Data Primer 2018

Menunjukan bahwa jenis kelamin


responden yang terbanyak adaalah
perempuan yaitu sebanyak 117 orang
(75.5%) dan yang paling sedikit yaitu laki-
laki sebanyak 38 orang (24.5%).
5.)Tingkat stress PEMBAHASAN

1).Umur
Tingkat stress Frekuensi % Karakteristik umur responden
Normal 59 38.1 yang mengalami tindakan verbal abuse
Ringan 44 28.4 dengan tingkat stress remaja di bagi
Sedang 36 23.2 menjadi 3 kelompok umur yaitu 16
Berat 16 10.3 tahun,17 tahun, dan 18 tahun. Distribusi
frekuensi berdasarkan umur responden
Total 155 100 menujukan bahwa responden yang

berumur 16 tahun berjumlah 16


Tingkat stress remaja dengan orang (10.3%), responden dengan umur
kategori normal sebanyak 59 orang 17 tahun sebanyak 124 orang (80.0%),
(38,1%), ringan sebanyak 44 orang dan responden dengan umur 18 tahun
(28.4%), sedang sebanyak 36 orang sebanyak 15 orang (9.7%)
(23.2%), Dan berat sebanyak .
Umur atau usia adalah satuan
B. Analisi bivariat waktu yang mengukur waktu
keberadaan suatau benda atau mahluk,
Variabel baik yang hidup maupun yang mati,
Pearson P- semisal, umur manusia dikatakan lima
Independen
Chisquare Value belas tahun di ukur sejak dia lahir hingga
Dependen
waktu umur itu di hitung. yang demikian,
umur itu di ukur dari lahir sehingga
Verbal abuse semasa (masa kini). manakala usia pula
14.305 0,003
Tingkat stress diukur dari tarikh kejadian itu bermula
sehinggalah semasa (masa kini)
Hardiwinnoto,(2011).
Hasil analisis menunjukan dari 155
responden, yang mengalami tindakan Sedangkan menurut Widyatun,
verbal abuse sering dari orang tua (2009) umur 15-18 adalah Masa remaja
dengan tingkat stress, dengan nilai sering disebut strom and drunk yaitu
normal 46 (49%), ringan 24 (25.8%), masa bergelombang, perpindahan dari
sedang 17 (18.3), dan berat 6 (6.5%) masa anak ke masa remaja. Adapun
dengan jumlah 93 (100%). Sedangkan tanda-tanda psikologi dari
yang jarang mengalami tindakan verbal perkembangan remaja yaitu sering
abuse orang tua dengan tingkat stress merasa gelisah, resah, ada konflik batin
dengan nilai normal 13 (21.0%), ringan 20 dengan orang tua, minat meluas, tidak
(32.3%), sedang 19 (30.6%), dan berat 16 menetap, pergaulan, mulai berkelompok,
(10.3%) dengan jumlah 62 (100%). tapi sering ada perasaan asing, mulai
mengenal lawan jenis atau pacaran dan
Hasil uji statistik diperoleh prestasi/pelajaran sekolah mulai tidak
menunjukan bahwa hasil P value sebesar stabil.
0.003, dimana hasil tersebut lebih kecil
dari nilai α (0.05) sehingga dapat Penelitian ini sejalan dengan
dinyatakan Ho ditolak dan menerima Ha penelitian yang dilakukan oleh Rasmin
diterima sehingga ada hubungan antara Kamumu (2013) “Hubungan antara
verbal abuse orang tua dengan tingkat komunikasi efektif orangtua dan anak
stress remaja Smk kesehatan dengan tingkat stres pada remaja.
samarinda. Subjek penelitian ini adalah Siswa
Kelas XI SMK Negeri 6 Yogyakarta”. Menurut asumsi peneliti bahwa
Subjek dalam penelitian ini berusia Stress pada remaja itu disebabkan oleh
16-18 tahun .hasil dari penelitian ini ada beberapa fackor tetapi faktor yang paling
hubungan antara komunikasi orangtua banyak memepengaruhi remaja
dengan stress pada remaja. berhubungan dengan orang tua,
akademik. sumber stress pada remaja
Asumsi penelitian mengenai hasil laki-laki dan remaja perempuan pada
penelitian ini adalah responden yang umumnya sama,hanya saja remaja
mengalami stress akibat orang tuanya perempuan lebih sering dari pada
sebagian besar merupakan remaja remaja laki-laki.
pertengahan sejalan dengan teori yang
ada bahwa usia stress pada remaja 3). pekerjaan orang tua
dikarenakan banyaknya tekanan dari
orangtua Namun pada responden yang Berdasarkan karakteristik pekerjaan
berusia 18 tahun proporsi lebih sedikit orang tua, responden yang mengalami
hal ini dikarenakan penelitian di lakukan tindakan verbal abuse dengan tingkat
pada siswa SMK dimana selayaknya stress remaja.proporsi tertinggi yaitu
siswa SMK kebanyakan merupakan Swasta sebanyak 72 responden
remaja yang berusia 15-17 tahun, hanya (22.5%), PNS 48 responden (31.0%),
sedikit remaja yang masih duduk di dan yang terndah Wiraswsta 35 (22.6%)
bangku SMK dengan usia 18 tahun. semakin tinggi pendidikan orang tua
maka semakin tinggi pula kemampuan
2) Jenis kelamin orangtua dalam berkomunikasi terhadap
remaja di dalam lingkungan keluarga.
Karakteristik jenis kelamin Tarmudji dalam Annas (2013).
responden yang mengalami tindakan
verbal abuse dengan tingkat stress Pekerjaan orangtua biasannya akan
remaja. jumlah responden berjenis berefek pada penghasilan dalam
kelamin laki-laki sebanyak 38 orang keluarga remaja. Masalah ekonomi dan
(24.5%), dan jumalh responden berjenis keuangan mempunyai pengaruh yang
kelamin perempuan sebanyak 117 orang cukup besar dimana hal tersebut
(75.5%). berpengaruh terhadap kebutuhan
remaja dan seringkali masalah ini
Jenis kelamin berpera terhadap merupakan faktor yang membuat
terjadinya stress, ada perbedaan respon seorang remaja jatuh ke dalam depresi
antara laki-laki dan perempuan saat atau stress. Maramis, dalam Annas
menghadapi konflik.otak perempuan (2013).
memeliki kewaspadaan yang negative
terhadap adanya konflik dan stress Masalah yang biasa dihadapi oleh
padaperempuan konflik memicu keluarga saat ini kebanyakan
hormone negative sehingga disebabkan oleh kesibukan-kesibukan
memunculkan stress, gelisah, dan rasa orang tua. Orang tua yang memiliki
takut. sedangkan laki-laki umumnya pekerjaan formal seringkali terikat
menikmati adanya konflik dan dengan tuntutan jam kerja yang sangat
persaingan bahkan menganggap bahwa padat sehingga tidak adanya waktu
konflik dapat memberikan dorongan untuk memperhatikan anak, sedangkan
yang positif. dengan kata lain, ketika orang tua dengan pekerjaan informal,
perempuan mendapat tekanan, maka biasanya harus bekerja lebih giat untuk
umumnya akan lebih mudah mengalami memenuhi kebutuhan keluarga,
stress. Brizendine L. dalam Lusia sehingga waktu orang tua semakin
nasrani (2016). sedikit untuk mendidik dan
memperhatikan anak Ulfah(2015).
Orang tua yang bekerja terkadang dengan tingkat stress nomal berjumlah
merek a tidak banyak mempunyai waktu 13 responden tingkat stress ringan 20
untuk membimbing anaknya. Padahal responden , tingkat stress sedang 19
seorang anak yang sedang berada pada dan tingkat stress berat 10 respoden. P
masa remaja sangat membutuhkan value lebih kecil dari 0.05 yaitu sebesar
perhatian lebih dari orang tua. Jahja, 0.003 sehingga hasil teraebut
(2011). menunjukan bahwa ada hubungan yang
signifikan antara Hubungan verbal
Menurut pendapat peneliti abuse orang tua denagn tingkat stress
berdasarkan hasil penelitian yang telah remaja.
dilakukan pada 155 responden dan Tanpa disadari, orang tua pernah
berdasarkan teori yang ada, peneliti melakukan kekerasan terhadap anak.
berpendapat bahwa perkataan kasar Salah satu bentuk kekerasan tersebut
yang dilakukan orang tua kepada adalah kekerasan verbal atau kekerasan
anaknya karena semakin orang tua yang dilakukan lewat kata-kata yang
memiliki banyak waktu luang dalam menyakitkan. Kata-kata yang
mengasuh anak maka anak sepenuhnya menyakitkan tersebut biasanya
mendapat kasih sayang dan perhatian bermakna melecehkan kemampuan
orang tua sehingga orang tua memiliki anak, menganggap anak sebagai
waktu lebih banyak untuk berinteraksi sumber kesialan, mengecilkan arti,si
dan berkomunikasi yang baik dengan anak, memberikan julukan negatif
anaknya. kepada anak, dan memberikan kesan
bahwa anak tidak diharapkan akan
2.Analisa Bivariat memiliki dampak jangka panjang
terhadap perasaan anak dan dapat
1. Hubungan verbal abuse dengan mempengaruhi citra diri mereka
tingkat stress. Choirunnisa, (2008).
Menurut Soejtiningsih, (2002)
Dalam penelitian ini berdasarkan
Verbal abuse dapat terjadi setiap
analisa dengan uji statistik chi square
harinya di rumah, rumah yang
karena peneliti ingin mengetahui apakah
seharusnya tempat teraman dan tempat
ada hubungan antara Hubungan verbal
berlindung bagi anak tidak lagi menjadi
abuse denagn tingkat stress remaja di
nyaman. Adanya pengertian yang salah
SMK kesehatan samarinda keputusan
dalam memandang anak, dimana anak
diambil dengan membandingkan p-value
masih saja dipandang sebagai objek
dengan signifikan alpha 0,05 . Apabila p-
yang wajib menurut kepada orang tua.
value lebih kecil alpha (0,05) maka ada
Padahal belum tentu orang tua
hubungan yang bermakna antara
selamanya benar. Kebanyakan orang
variable independen dengan variable
tua terlalu berharap pada anak dan
dependen dan apabila p-value lebih
cenderung memaksa agar anak mau
besar dari alpha (0,05) maka tidak ada
menuruti sepenuhnya keinginan mereka,
hubungan antara variabel independen
jika tidak maka anak akan mendapat
dengan variabel dependen.
hukuman.
Dari hasil analisis cross tabel
Akibat tuntutan orangtua yang
terlihat bahwa dari remaja yang
berlebih di umur anak yang menginjak
mendapatkan verbal abuse sering dari
remaja. Stress pada remaja dapat juga
orangtua dengan tingkat stress nomal
disebabkan karena tuntutan orang tua
berjumlah 46 responden tingkat stress
biasannya menuntut anaknya untuk
ringan 24 responden , tingkat stress
mempunyai nilai bagus di sekolah, tanpa
sedang 17 dan berat 6 respoden.
melihat kemampuan si anak. apabila
Sedangkan remaja yang mendapatkan
orangtua melaukan hal ini akan
verbal abuse jarang dari orangtua
berpengaruh terhadap stress pada menunjukkan adanya hubungan negatif
remaja. yang sangat signifikan antara
Keadaan fisik juga bisa membuat komunikasi efektif orangtua dan anak
remaja stres, seperti tubuh yang terlalu dengan tingkat stres pada remaja,
gemuk, terlalu kurus, tinggi, pendek dan dengan koefisien korelasi r=-0,425
jerawat yang banyak tumbuh pada dengan taraf signifikan p=0,000
wajah dapat menumbuhkan perasaan (p<0,01). Variabel komunikasi efektif
ketidakpercayaan diri dan mengganggu orangtua dan anak memberikan
pikiran remaja, apalagi pada masa sumbangan yang efektif sebesar 18,1 %
sekarang ini menurut sebagian remaja dalam mempengaruhi stres pada
penampilan adalah faktor yang dapat remaja. Kategorisasi skor stres pada
mempengaruhi suksesnya pergaulan. remaja sebesar 74,59 % subjek berada
Penyebab lain yang membuat remaja pada kategorisasi sedang dan
stres yakni kondisi keluarga yang kategorisasi skor komunikasi efektif
mengalami hubungan yang tidak orangtua dan anak sebesar 63,12 %
harmonis antara anak dengan orangtua. subjek berada pada kategori sedang.
Kondisi keuangan keluarga yang Berdasarkan penelitian yang telah
tidak baik juga dapat menjadikan remaja dilakukan, peneliti menyimpulkan bahwa
stres karena kondisi keuangan keluarga ada hubungan negatif yang sangat
menjadi masalah yang sensitif bagi para signifikan antara komunikasi efektif
remaja. Hubungan remaja dengan lawan orangtua dan anak dengan tingkat stres
jenis juga dapat membuat remaja pada remaja. Semakin baik komunikasi
mengalami stres Kusuma, (2009 dalam efektif yang dilakukan orangtua pada
Rasmin kamumu 2013). anak maka semakin rendah stress yang
Menurut pendapat peneliti dialami remaja.
berdasarkan hasil penelitian yang di Peneliti berpendapat bahwa
peroleh dari 155 responden dan perkataan kasar yang dilakukan orang
berdasarkan teori yang ada bahwa tua, kepada anaknya dalam skala
verbal abuse orang tua sangat normal hal ini dikarenakan, mereka
berpengaruh terhadap stress pada merasa masih di perhatikan oleh
remaja. Orang tua memiliki peran orangtuanya, walaupun dengan
penting terhadap remaja karena dalam mengeluarkan perkataan kasar
pemerolehan bahasa. keluarga adalah sekalipun, agar kewajiban mereka
penentu bahasa pertama pada anak. sebagai pelajar yang sebentar lagi akan
apabila orang tua terlalau sering melangsungkan ujian nasional
melakukan tindakan kekerasan mendapatkan hasil yang baik.
perkataan atau verbal abuse meski Dan juga masalah ekonomi
dampak yang ditimbulkan tidak terjadi keluarga yang rendah juga menimbulkan
secara langsung tetapi menimbulkan masalah bagi remaja. Rata-rata
dampak psikis dan emosional padahal pekerjaan orang tua siswa dan siswi
masa remaja merupakan periode adalah pekerja Swasta dan petani yang
penting dalam perkembangan fisik yang pendapatnya juga tidak menentu, dan
cepat dan harus di sertai denagn apalagi kebutuhan remaja di era
perkembangan mental yang baik pula. globalisasi sekarang ini lebih meningkat,
Sejalan dengan penelitian yang maka orang tua juga menuntut agar
dilakukan oleh Asmin kamumu (2013) setelah anaknya selesai bersekolah di
denagn judul “Hubungan antara SMK Ksesehatan pada bidang
komunikasi efektif orangtua dan anak keperawatan maka anak tersebut bisa
dengan Tingkat stress remaja siswa smk kerja atau masuk di perguruan tinngi
negri 6 yogyakarta” dengan yang sesuai dengan bidang yang telah
menggunakan .Hasil analisis data di kuasainya.
Hal itu juga yang membuat remaja 2. Bagi peneliti selanjutya.
merasa stress, Stres merupakan bagian Diharapkan area penelitia harus lebih
yang tidak terhindarkan dari kehidupan. luas, selain itu peneliti dapat meneliti
Setiap hari dan setiap saat, selalu saja dari dua arah baik kepada remaja atau
ada kejadian dan adanya tuntutan yang pun kepada orang tua sehingga dapat
berlebihan baik dari diri sendiri maupun menggali informasi lebih banyak. dan
orang lain sehingga membuat individu juga verbal abuse apa saja yang paling
merasa tertekan atau stres. Begitu juga mempengaruhi dan menyakitkan selain
dengan remaja, mereka sering terjadinya stress sehingga data yang di
menghadapi masalah-masalah dalam dapatkan menjadi lebih akurat dan
hidup yang menyebabkan remaja mendalam.
menjadi stres, antara lain tuntutan 3. Bagi Guru Bimbingan konseling
akademis yang terlalu berat, hasil-hasil Hasil dari penelitian ini menunjukan
ulangan atau ujian-ujian yang buruk, bahwa ada kebutuhan komunikasi
tugas yang menumpuk dan juga tuntutan antara remaja yang mengalami stress
orangtua yang dianggap terlalu berat, baik dari orangtua maupun guru secara
serta lingkungan pergaulan tempat intensif. pertemuan ini tidak hanya
remaja melakukan hubungan interaksi membahas hasil akademik namun juga
dengan teman-teman seusianya. Teman pertemuan secara pribadi antara siswa
bagi seorang remaja bisa dianggap orang tua serta guru mimbingan
segalanya bahkan bisa melebihi konseling .
keluarganya sendiri.
DAFTAR PUSTAKA
KESIMPULAN
Hasil penelitian ini ada hubungan Soetjiningsih. (2007). Tumbuh kembang
verbal abuse orang tua dengan Tingkat anak. Jakarta: EGC
stress pada remaja di SMK Kesehatan
Samarinda dengan α = 0,003 (< 0,05). Febrilian (2017) Hubungan Kekerasan
Verbal dan Tipe Kepribadian dengan
SARAN Cognitive Flexibility pada Remaja Awal
Dari hasil kesimpulan penelitian di SMP Z Tasikmadu Kabupaten
didapatkan hasil bahwa sebgian besar Karanganyar.
verbal abuse orang tua siswa dan siswi Sri kuspartianingsih (2012)
yaitu verbal abuse sering dan tingkat Hubungan antara verbal abuse
stress remaja sebagian besar berskala orang tua dengan perilaku agresif
Ringan, dalam penelitian ini ada pada remaja agresif di sekolah
beberapa saran yang dapat peneliti menengah pertama negri 129
sampaikan yang kiranya dapat jakarta.
bermanfaat.
1. Bagi siswa Widyatun,T. R. ilmu perilaku M.A 104.
Jakarta: sagung seto.2009. Diakses dari
Siswa yang sudah mengalami stress http://m.okezone.com
terutama yang terkena perilaku verbal
Hardiwinoto. (2011). Kategori Umur.
abuse diharapkan dilakukan
Jakarta : DEPKES RI
pendekatan konseling atau
meningkatkan kerja sama antara guru Rasmin kamumu (2013) Hubungan
BP dengan siswa. sehingga remaja antara komunikasi efektif orangtua dan
mengerti tindakan yang tepat ketika anak dengan tingkat stres pada remaja
merasa dalam tekanan dan remaja kelas XI SMK Negeri 6 Yogyakarta.
dapat menjalin komunikasi yang terbuka
oleh kepada orang tua mereka.
Lusia Nasrani 1 & susy purwanti (2016)
Perbedaan Tingkat stress antara laki-
laki dan perempuan pada peserta yoga
di kota denpasar.

Annaas Budi Setyawan (2013).


Hubungan Pola Asuh Demokratis Orang
tua Dengan Tingkat Depresi Pada
Siswa-siswi Smk Medika Samarinda

Ulfah, M. (2015). Pengaruh pola asuh


orang tua yang bekerja terhadap
perkembangan kepribadian remaja.
Artikel Cedikia.

Jahja, Y. (2011). Psikologi


perkembangan. Jakarta Kencana : 2011.

Choirunnisa. (18 Maret 2008). Dampak


kekerasan verbal pada anak

Sri kuspartianingsih (2012) Hubungan


antara verbal abuse orang tua denagn
perilaku agresif pada remaja agresif di
sekolah menengah pertama negri 129
jakarta.

Anda mungkin juga menyukai