0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
78 tayangan26 halaman

Pengkajian Bahaya Tambang Batubara

Dokumen tersebut membahas tentang pengkajian bahaya di industri tambang batubara. Mencakup identifikasi bahaya yang ada di area tambang meliputi aktivitas mulai dari pembukaan lahan hingga pengangkutan batubara, serta penilaian resiko dengan mempertimbangkan kemungkinan dan dampak setiap bahaya yang teridentifikasi.

Diunggah oleh

Dina Rista
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PPTX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
78 tayangan26 halaman

Pengkajian Bahaya Tambang Batubara

Dokumen tersebut membahas tentang pengkajian bahaya di industri tambang batubara. Mencakup identifikasi bahaya yang ada di area tambang meliputi aktivitas mulai dari pembukaan lahan hingga pengangkutan batubara, serta penilaian resiko dengan mempertimbangkan kemungkinan dan dampak setiap bahaya yang teridentifikasi.

Diunggah oleh

Dina Rista
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PPTX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

PENGKAJIAN DALAM BAHAYA INDUSTRI

TAMBANG BATUBARA
Tugas mata ajar : Pasien Safety TANGGAP DARURAT
(dr.Putu Suriyasa,MS,PKK,Sp.OK)

Oleh Kelompok 1
SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN MITRA HUSADA
PROGRAM STUDI SARJANA KEPERAWATAN
KARANGANYAR
2019
Anggota Kelompok :
 Afdani Dwi ( 16.0.p.057 )
 Agustin lisa ( 16.0.p.058 )
 Agustina eko ( 16.0.p.059 )
 Anis risma ( 16.0.p.060 )
 Arin ariska ( 16.0.p.061 )
 Ayu muji ( 16.0.p.062 )
 Devita rindy ( 16.0.p.063 )
 Diah ayu kusuma ( 16.0.p.064 )
 Diah ayu monika ( 16.0.p.065 )
 Diah ayu setya ( 16.0.p.066 )
 Dina rista ( 16.0.p.067 )
 Dina subekti ( 16.0.p.068 )
 Diyah fitaloka ( 16.0.p.069 )
 Dyah ayu wijaya ( 16.0.p.070 )
 Eka syafitri ( 16.0.p.071 )
 Elia rahayu ( 16.0.p.072 )
 Endah lestari ( 16.0.p.073 )
 Endras putri ( 16.0.p.074 )
 Eni dianawati ( 16.0.p.075 )
 Ervan miftah ( 16.0.p.076 )
Sub Pokok Bahasan
1. Latar belakang
2. Rumusan masalah
3. Tujuan
4. Manfaat
5. Pengertian bahaya, penambangan, batubara
6. Jenis-jenis batubara
7. Tahap pembentukan batubara
8. Metode penambangan
9. Dampak sosial penambangan
10.Dampak ekonomi penambangan
11.Dampak lingkungan penambangan
12.Pengkajian bahaya dalam industri tambang batubara
13.Contoh penyakit yang ditimbulkankan dari penambangan batubara
14.Kesimpulan dan saran
15.Daftar pustaka
Latar belakang

Perkembagan industri pertambangan batubara harus di dukung dengan


peningkatan perlindungan Kesehatan dan Keselamatan Kerja para
pekerjanya. Hal ini didasari oleh fakta bahwasanya industri pertambangan batubara
baik open pit mine maupun underground memiliki tingkat resiko kecelakaan kerja
yang cukup tinggi dan merupakan salah satu pekerjaan dengan risiko tertinggi di
dunia.
Kecelakaan kerja dapat kita hindari dengan mengetahui dan mengenal
berbagai potensi-potensi bahaya yang ada di lingkungan kerja. Berbagai
potensi-potensi bahaya tersebut, kita eliminasi untuk menghilangkan risiko
kecelakaan yang akan terjadi. Apabila bahaya tersebut tidak bisa di hilangkan, maka
tindakan pengendalian di implementasikan untuk meminimalkan potensi bahaya
sampai resikonya dapat diterima oleh pekerja.
(Thaib A,2006)
Rumusan masalah

1. Apa yang dimaksud bahaya penambangan


batubara ?
2. Apa saja jenis-jenis batubara ?
3. Bagaimana tahapan pembentukan batubara?
4. Bagaimana metode penambangan batubara ?
5. Bagaimana dampak sosial penambangan ?
6. Bagaimana dampak ekonomi penambangan ?
7. Bagaimana dampak lingkungan penambangan ?
8. Bagaimana pengkajian bahaya dalam industri penambangan batubara ?
9. Apa penyakit yang ditimbulkan dari penambangan batubara ?
Tujuan
a. Tujuan umum
Tujuan penulisan ini tidak lain untuk memenuhi tugas dari mata kuliah Pasien
Safety Tanggap Darurat dan dapat menambah wawasan kita dalam mengetahui
tentang Pengkajian Dalam Bahaya Industri Pertambangan Batubara.

b. Tujuan Khusus
1. Mengetahui apa yang dimaksud bahaya penambangan batubara
2. Mengetahui jenis-jenis batubara
3. Mengetahui tahap pembentukan batubara
4. Mengetahui metode penambangan
5. Mengetahui Dampak sosial penambangan
6. Mengetahui Dampak ekonomi penambangan
7. Mengetahui Dampak lingkungan penambangan
8. Mengetahui Pengkajian bahaya dalam industri penambangan batubara
9. Mengetahui Contoh penyakit yang diakibatkan penambangan batubara
Manfaat

1. Mahasiswa mampu mengetahui dan menjelaskan bahaya penambangan batubara


2. Mahasiswa mampu mengetahui dan menjelaskan jenis-jenis batubara
3. Mahasiswa mampu mengetahui dan menjelaskan tahap pembentukan batubara
4. Mahasiswa mampu mengetahui dan menjelaskan metode penambangan
5. Mahasiswa mampu mengetahui dan menjelaskan dampak sosial penambangan
6. Mahasiswa mampu mengetahui dan menjelaskan dampak ekonomi penambangan
7. Mahasiswa mampu mengetahui dan menjelaskan dampak lingkungan
penambangan
8. Mahasiswa mampu mengetahui dan menjelaskan pengkajian dalam penambangan
batubara
9. Mahasiswa mampu mengetahui dan menjelaskan contoh penyakit yang
diakibatkan penambangan batubara
Pengertian Bahaya Di Pertambangan

 Bahaya merupakan segala sesuatu baik itu benda, bahan,


kegiatan, atau kondisi yang dapat menimbulkan
kecelakaan, cedera, kerusakan,kerugian,atau penyakit.
 Pertambangan adalah suatu kegiatan mencari, menggali,
mengolah, memanfaatkan dan menjual hasil dari bahan
galian berupa mineral, batubara, panas bumi, minyak dan
gas. Seharusnya kegiatan pertambangan memanfaatkan sumber
daya alam dengan berwawasan lingkungan, agar kelestarian
lingkungan hidup tetap terjaga.

(Thaib A,2006)
Pengertian Batubara

 Batubara merupakan batuan sedimen berwarna hitam


atau kecoklatan yang mudah terbakar, terbentuk dari
endapan batuan organik yang terdiri dari karbon, hidrogen
dan oksigen.

(Thaib A,2006)
Jenis batubara

1. Antrasit adalah kelas batubara tertinggi, dengan warna hitam


berkilauan.(luster) metalik. Mengandung antara 86%-98. Unsur
karbon (C) dengan kadar air kurang dari 8%
2. Bituminus mengandung 68%-86% unsur karbon (c) dan berkadar air
8-10% dari beratnya
3. Subbitumitus mengandung sedikit karbon dan banyak air. Sehingga
menjadi sumber panas yang kurang efisien dibanding dengan
bituminus
4. Lignit atau batubara cokelat adalah batubara yang sangat lunak
yang mengandung air 35-75% dari beratnya
5. Gambut, berpori dan memiliki kadar air diatas 75% serta nilai
kalori yang paling rendah.
(Thaib A,2006)
Tahap pembentukan batubara

1. Tahap diagenetik atau biokimia yaitu dimulai pada saat


material tanaman terdeposisi, hingga lignit terbentuk
agen utama yang berperan dalam proses perubahan ini
adalah kadar air, tingkat oksidasi, dan gangguan biologis
yang dapat menyebabkan proses pembusukan (dekomsisi)
dan kompaksi material organik serta membentuk gambut.
2. Tahap malihan atau geokimia, meliputi proses perubahan
dari lignit menjadi biuminus, dan akhirnya antrasit.

(Thaib A,2006)
Metode Penambangan

1. Metode suface mining ( tambang terbuka) memiliki kelemahan yaitu


rentan dengan kerusakan lingkungan akibat pengerukan, namun memiliki
resiko yang rendah terhadap kecelakaan pekerja dan menguntungkan secara
ekonomi karena biaya yang dibutuhkan lebih rendah jika dibandingkan
dengan underground mining.
2. Metode underground mining memiliki resiko tinggi bagi pekerja
diakibatkan area terowongan tambang lebih mudah longsor namun lebih
ramah lingkungan dikarenakan pengerukan dilakukan di bawah permukaan
sehingga flora dan fauna yang berada diatas permukaan akan tetap terjaga

(Thaib A,2006)
Dampak sosial

 Beban yang akan muncul pada saat yang akan datang


seperti keadaan yang tidak terkendali (kabel
listrik, limbah dan perumahan) yang dikembangkan
pada saat pembangunan pertambangan dan mendukung
aktivitas pertambangan. Selain itu juga berdampak
kepada peningkatan harga lahan dan sewa rumah yang
disebabkan oleh penambahan permintaan pada saat
aktivitas tambang berlangsung untuk memenuhi
kebutuhan pekerja pertambangan akan tetapi mengalami
penurunan disaat perusahaan pertambangan tutup.

(Thaib A,2006)
Dampak lingkungan

 Perubahan bentang lahan, kegiatan pertambangan batubara


dimulai dengan pembukaan tanah pucuk dan tanah penutup
serta pembongkaran batubara yang berpotensi terhadap
perubahan bentang alam. Lubang-lubang tambang yang
dihasilkan dari kegiatan pertambangan ini harus ditutup melalui
kegiatan dan revegetasi lahan. Penutupan lubang tambang secara
keseluruhan sangat sulit untuk dipenuhi mengingat kekurangan
tanah penutup akibat deposit batubara yang terangkat keluar dari
lubang tambang jauh lebih besar dibandingkan penutupan yang ada.

(Thaib A,2006)
Dampak ekonomi

 Tersedianya fasilitas sosial dan fasilitas umum, kesempatan


kerja karena adanya penerimaan tenaga kerja, meningkatnya
tingkat pendapatan masyarakat sekitar tambang dan adanya
kesempatan berusaha. Tiga peluang usaha dominan yang
dilakukan masyarakat disekitar pertambangan batubara adalah
warung sembako, rumah sewaan, dan warung makan

(Thaib A,2006)
Pengkajian

a. Identifikasi bahaya
identifikasi bahaya yang dilakukan langsung dilapangan, mulai dari
aktivitas land clearing sampai pada loading batubara di stockpile,
aktivitas tersebut meliputi :
1. land clearing
2. hauling top soil
3. loading overburden
4. hauling overburden
5. maintenance jalan hauling
6. loding batubara
7. hauling batubara ke stockpile
8. loading batubara di stockpile untuk dipasarkan (dijual)

(Rini F.A,2013)
b. Penilaian resiko
Perkalian antara nilai kemungkinan (likelihood) dan nilai keparahan
(consequences) dari suatu kejadian yang membahayakan yang terjadi pada
aktivitas tambang batubara di PT. KIM. Penilaian resiko mengacu pada tabel
matrik level.
c. Pengendalian resiko
Pengendalian resiko yang digunakan adalah
dengan hirarki pengendalian yang meliputi:
1. Eliminasi, seperti: menutupi jalan yang berlubang, menyirami jalan yang
berdebu, maintenance atau perawatan jalan hauling oleh motor grader,
dozer dan compactor
2. Subtitusi, seperti: dump truck HD diganti dengan articulate dump
truck(ADT) untuk kegiatan pengangkutan overburden pada saat kondisi
jalan licin atau lunak, akibat hujan semalaman
(Rini F.A,2013)
Lanjutan

3. Engineering, seperti: pemasangan buggy whip/bendera pada unit


LV (light vehicle), pemasangan canopi pada dozer, dump truck
dilengkapi dengan AC, dan penempatan tower lamp dan mega
lamp pada malam hari.
4. Administrasi, seperti:pelatihan dan pengawasan K3, mengadakan
safety refresher, safety talk, safety meeting, program P2H
(Pemeriksaan dan Perawatan Harian) pada setiap unit,
pembuatan SIMPER (Surat Izin Mengemudi Perusahaan) dan
KIMPER (Kartu Izin Mengemudi Perusahaan),pemasangan
rambu-rambu, membuat dan memasang tanda bahaya, membuat
prosedur atau instruksi kerja dan lain-lain.

(Rini F.A,2013)
Lanjutan

5. APD, seperti helm untuk melindungi kepala dari benturan,


kacamata anti silau untuk melindungi mata dari paparan debu
dan sinar matahari, masker untuk melindungi organ pernafasan
dari paparan debu, reflective vest untuk memudahkan seseorang
terlihat, safety shoes untuk melindungi kaki dari benda-benda
yang bisa menyebabkan cedera, dan lain-lain.

(Rini F.A,2013)
Penyakit yang ditimbulkan dari penambangan
batubara
1. Penyakit silikosis
disebabkan oleh pencemaran debu silika bebas, berupa SiO2
yang menghisap masuk ke dalam paru-paru dan kemudian
pengendap.
2. Penyakit Asbestosis
penyakit akibat kerja yang disebabkan oleh debu atau serat
asbes yang mencemari udara.
3. Penyakit bisionosis penyakit pneumoconiosis yang disebabkan
oleh pencemaran debu napas atau serat kapas di udara yang
kemudian terhisap ke dalam paru-paru.
4. Penyakit antrakosis
penyakit saluran pernafasan yang disebabkan oleh debu
batubara.
Kesimpulan dan Saran

 Kesimpulan
Setiap kegiatan pastilah menghasilkan suatu akibat, begitu juga dengan kegiatan
eksploitasi bahan tambang, pastilah membawa dampak yang jelas terhadap lingkungan
dan juga kehidupan di sekitarnya, dampak tersebut dapat bersifat negatif ataupun
positif, namun pada setiap kegiatan eksploitasi pastilah terdapat dampak negatifnya, hal
tersebut dapat diminimalisir apabila pihak yang bersangkutan bertanggung jawab
terhadap pengolahan sumber daya alamnya dan juga memanfaatkannya secara
bijaksana.
 Saran
1. Sumber daya batubara dan minyak bumi semakin berkurang, kondisi ini diperparah
lagi dengan tidak dapatnya diperbaharui, untuk itu kita harus menghemat
penggunaan batubara dan minyak bumi.
2. Lakukan pelestarian sumber daya alam dengan tidak terlalu melakukan eksploitasi
sumber daya alam.
3. Gunakan peralatan hidup sehat sehari hari yang hemat energy dan BBM
Daftar Pustaka

Arifin Thaib. 2006. Manajemen Bahaya. Bandung: Pusdiklat


Teknologi Mineral dan Batubara.
Feni Akbar Rini. (2013). Penerapan Sistem Manajemen
Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) dan Identifikasi Potensi
Bahaya Kerja (Studi kasus di PT. LTX Kota Cilegon – Banten).
Jurnal Teknik Industri. Hlm. 212
Soal MCQ

1. Berikut ini yang merupakan tahap pembentukan batubara adalah :


A. Tahap diagnetik C. Tahap biokimia E. Semua benar
B. Tahap malihan D. Tahap geokimia
2. Berikut ini yang merupakan metode penambangan adalah :
A. Metode suface mining C. Metode ground mining E. B dan C benar
B. Metode underground mining D. A dan B benar
3. Berikut ini yang merupakan hirarki pengendalian pada pengendalian resiko bahaya adalah :
A. Eliminasi C. Engineering E. Semua benar
B. Substitusi D. Adminiatrasi
4. Berikut ini yang merupakan pengendalian resiko pada tahap eliminasi adalah :
A. Mengadakan safety refresher C. Safety shoes E. Reflective vest
B. Penempatan tower lamp D. Menutupi jalan yang berlubang
5. Berikut ini penyakit yang disebabkan oleh pencemaran debu silica bebas, berupa SiO2 yang
menghisap masuk kedalam paru-paru dan kemudian mengendap adalah :
A. Penyakit asbestosis C. Penyakit antrakosis E. Penyakit bisionosis
B. Penyakit silicosis D. Penyakit pneumoconiosis
Lanjutan

6. Suatu kegiatan mencari, menggali, mengolah, memanfaatkan, menjual hasil galian berupa mineral, batu bara dll.
Pernyataan tersebut adalah :
A. Bahaya C. Pertambangan E. Penjualan hasil bumi
B. Batubara D. Pengolahan
7. Metode suface mining memiliki beberapa kelemahan, yang termasuk dalam kelemahan metode suface mining
adalah :
A. Kerusakan lingkungan akibat pengerukan
B. Biaya lebih rendah
C. Flora dan fauna berada diatas permukaan terjaga
D. Beresiko tinggi bagi pekerja
E. Penurunan disaat perusahaan pertambangan tertutup
8. Berikut adalah penyakit yang dapat kemungkinan timbul dari penambangan batubara, kecuali :
A. Penyakit asidosis C. Penyakit asbestosi E. Penyakit antrakosis
B. Penyakit silikosis D. Penyakit bisionosis
9. Perubahan bentang lahan, kegiatan pertambangan batubara dimulai dengan pembukaan tanah. Dari pernyataan
diatas termasuk dampak :
A. Dampak social C. Dampak ekonomi E. Dampak bencana alam
B. Dampak lingkungan D. Dampak social budaya
10. Batubara yang sangat lunak dan mengandung air 35%-75% beratnya adalah :
A. Antrasit C. Subbitumitus E. Gambut
B. Bituminus D. Lignit atau batubara coklat
Lanjutan

11. Berikut ini yang termasuk Jenis batubara yang mengandung 68%-86% unsur karbon (C) dan
berkadar air air 8-10% dari beratnya, termasuk jenis batu bara :
A. Antrasit C. Subbitumitus E. Gambut
B. Bituminus D. Lignit
12. Berikut ini yang merupakan jenis batu bara kelas tertinggi dengan warna hitam berkilauan (luster)
metalik adalah :
A. Antrasit C. Subbitumitus E. Gambut
B. Bituminus D. Lignit
13. Penilaian resiko mengacu pada.. :
A. Land clearing C. Tabel matrik level E. Program P2H
B. Hauling top soil D. Hirarki pengendalian
14. Berikut ini yang merupakan aktivitas identifikasi bahaya dibawah ini, kecuali :
A. Land clearing C. Loading overburden E. Program P2H
B. Hauling top soil D, Maintenance jalan hauling
15. Penyakit saluran pernapasan yang disebabkan oleh debu batubara disebut :
A. Silikosis C. Bisionosis E. Tuberkolosis
B. Asbestosis D. Antrakosis
Soal Essay

1. Apakah yang merupakan tahap pembentukan batu bara?


2. Apa yang merupakan metode penambangan?
3. Apa yang merupakan hirarki pengendalian pada pengendalian resiko bahaya?
4. Apa yang merupakan pengendalian resiko pada tahap eliminasi?
5. Apa penyakit yang disebabkan oleh pencemaran debu silika bebas, berupa SiO2 yang
menghisap masuk ke dalam paru-paru dan kemudian pengendap?
6. Apakah nama suatu kegiatan mencari, menggali, mengolah, memanfaatkan, menjual hasil
galian berupa mineral, batu bara dll. Pernyataan tersebut adalah?
7. Apakah yang termasuk dalam kelemahan metode suface mining?
8. Apa Penyakit yang tidak mungkin timbul dari penambangan batubara?
9. Perubahan bentang lahan, kegiatan pertambangan batubara dimulai dengan pembukaan tanah,
Termasuk dalam dampak apakah pernyataan tersebut?
10. Berapa berar batubara yang sangat lunak dan mengandung air 35%-75% ?
11. Apakah Jenis batubara yang mengandung 68%-86% unsur karbon (C) dan berkadar air air 8-
10% dari beratnya,?
12. Apakaj jenis batu bara kelas tertinggi dengan warna hitam berkilauan (luster) metalik adalah?
13. Mengacu pada apakah Penilaian resiko?
14. Apa yang bukan aktivitas identifikasi bahaya?
15. Apa penyakit saluran pernapasan yang disebabkan oleh debu batubara?

Anda mungkin juga menyukai