1|Page
KSM Tutoring - VE
Anatomi Bunga
o Bunga / Flos
o Ranting dan daun yang berubah bentuk dan fungsi
o Merupakan organ perkembang biakan generative
◊ Pedical : Tangkai pendukung
◊ Receptacle : bagian dasar bunga
◊ Sepal : kelopak daun (hanya 1), Calyx : kumpulan sepal
◊ Petal : 1 daun/helai (warna yang lebih bervariasi), Corolla : beberapa
petal (mahkota bunga) ▬ petal sebagai pembungkus bagian dalam bunga
sehingga terbentuk mahkota bunga/corolla
◊ Kelamin Jantan : Anther & Filament
Betina : Style, Ovary, Ovule(egg & intergument)
◊ Perianthum (perhiasan bunga ) Kelopak bunga
Lengkap
Mahkota bunga
◊ Bunga hemofrodit memiliki 2 kelamin : Jantan & Betina
◊ Anther → Pollen grains (serbuk sari- meiosis) Stament
◊ Filament → Tangkai pendukung anther (kepala sari)
◊ Stigma (kepala putik)
◊ Style/Stilus : tangkai pendukung putik
Pistil
◊ Ovary/Bakal buah → bagian luarnya menggelembung
◊ Ovule/ Bakal biji → sel telur, sinergid, dll *
◊ Intergument : dinding ovule
Credit :
Fajriyanti Azzura Laitupa, Meliana Setiawan, Valencia Andriani, Priscilla Listiyani, Michelle Chen, Mivia Angelitha, Agatha
Florencia, Karina Natalie, Farid Faishal Ma`ruf, Agnes Juliana, Veronica Margareta
Angkatan 2017
2|Page
KSM Tutoring - VE
◊ Adaxial : bagian dalam bunga
◊ Isodiametris : sel-selnya berukuran hamper sama
◊ Lapisan tapetum lapisan yang selalu basah
Mengeluarkan secret untuk makanan bulir-bulir polen
◊ Inti vegetative → membentuk bulu serbuk
Generative → melewati bulu serbuk & bermitosis lagi
membentuk 2 inti sperma
◊ Ovum yang siap dibuahi → stigma akan basah (untuk menangkap pollen)
◊ Gynaecium = betina
◊ Androaecium = jantan
Ovule :
- Terdapat 8 inti (2 inti polar, 2 sinergid, 1 ovum, 3 antipoda)
- Ovum terapit 2 sinergid
Apa bila Endoterium sudah kering/pollen sudah matang maka kepala sari akan
pecah sehingga pollen keluar dan ditangkap oleh stigma yang basah - stigma
harus basah agar pollen dapat menempel
Permukaan pollen berbentuk gerigi agar dapat menempel dimana-mana
Pollen yang menempel pada stigma akan berkecambah sehingga memberntuk
buluh serbuk sari
1. Sepal & Petal
o Menyerupai daun dan terdiri dari epidermis abaksial dan adaksial
o 3-10 lapisan sel isodiametris yang tak terdiferensiasi (mesofil)
o Banyak ruang antar sel dan terdapat berkas pengangkut
o Terkadang dijumpai idioblas / hypodermis
o Sepal - Bewarna hijau
- Berfotosintesis
- Berkloroplas
- Jaringan dasar tidak terdiferensiasi menjadi palisade & spons
Credit :
Fajriyanti Azzura Laitupa, Meliana Setiawan, Valencia Andriani, Priscilla Listiyani, Michelle Chen, Mivia Angelitha, Agatha
Florencia, Karina Natalie, Farid Faishal Ma`ruf, Agnes Juliana, Veronica Margareta
Angkatan 2017
3|Page
KSM Tutoring - VE
o Petal - Warna lebih bervariasi
- Epidermis mengandung minyak yang mudah menguap → bunga yang
wangi
- Epidermis : adaksial(berpapila) & abaksial
o Struktur anatomi sepal dan petal tersusun atas tiga sistem jaringan : epidermis,
jaringan dasar dan jaringan pembuluh.
o Pada sepal dan petal dapat ditemukan adanya sel yang mengandung kristal,
latisifer, sel yang mengandung tanin dan idioblas lainnya.
o Warna petal : pigmen pada kromoplas(karotenoid) pigmen di dalam cairan sel
(flavonoid, terutama antosian) modifikasi akibat perubahan kondisi lingkungan
o Pada epidermis petal maupun sepal dapat ditemukan adanya stomata dan trikoma
2. Stament
o Filament
o Anther : terdiri dari 4 mikrosporangium yang didalamnya terdapat banyak
mikrospora/pollen
a) Bagian fertile/reproduktif : stamen dan pistilum/karpel
b) Endotesium membentuk penebalan yang tak rata
c) Pengerutan differensial pada endotesium memudahkan terjadinya retakan
atau celah pada antera untuk membebaskan serbuk sari keluar
d) Membukanya anthera dari celah atau stomium atau stomata yang tak
berfungsi
e) Sel tapetum penuh sitoplasma padat
Berdasarkan perkaitannya dengan tangkai sari ada beberapa bentuk
kepala sari:
o Berdiri tegak (innatus) pada ujung tangkai sari
o Melekat seluruhnya (adnatus) pada seluruh tangkai sari
o Hanya bagian tengah saja yang melekat (versatilis)
Dinding anthera tersusun atas beberapa lapisan sel (epidermis,
endotesium, lapisan tengah dan tapetum)
Credit :
Fajriyanti Azzura Laitupa, Meliana Setiawan, Valencia Andriani, Priscilla Listiyani, Michelle Chen, Mivia Angelitha, Agatha
Florencia, Karina Natalie, Farid Faishal Ma`ruf, Agnes Juliana, Veronica Margareta
Angkatan 2017
4|Page
KSM Tutoring - VE
o Serbuk Sari (Pollen)
a) hasil mikrosporogenesis (mikrospora)
b) Butiran bersimetri radial atau bilateral
c) berbagai variasi pahatan permukaan, ukuran dan bentuk
d) Terdapat apertura (tempat munculnya tabung polen)
e) Dinding serbuk sari lapisan intin dan eksin (neksin dan seksin)
3. Pistil
o Karpel : satuan dasar dari ginesium (= pistil = gynaecium)
o Bunga dapat memiliki ovarium dengan satu atau lebih karpel, mungkin lepas
(apokarp) atau menyatu (sinkarp)
Karpel :
o Karpel terdiri atas :
- bakal buah (ovarium) terdapat pada bagian pangkal dari karpel, fertil
- dinding ovarium
- plasenta tempat pelekatan tangkai ovulum
- lokulus ruang
- ovulum
o Inisiasi pembentukan gynaecium diawali adanya pelipatan-pelipatan karpel
(involucri)
o Bagian fertile ovarium dan ovulum
o Bagian steril stilus & stigma
Putik :
◊ Letak : ujung tangkai putik
◊ Bentuk beragam dan mengeluarkan lendir yang mengandung gula, protein dan zat
organik lainnya
Credit :
Fajriyanti Azzura Laitupa, Meliana Setiawan, Valencia Andriani, Priscilla Listiyani, Michelle Chen, Mivia Angelitha, Agatha
Florencia, Karina Natalie, Farid Faishal Ma`ruf, Agnes Juliana, Veronica Margareta
Angkatan 2017
5|Page
KSM Tutoring - VE
◊ Merupakan media polinasi tumbuhan / media penyerbukan
◊ Mempunyai dua tipe stigma : stigma basah dan stigma kering
◊ Dalam satu bunga terdapat 1 atau lebih putik
Tangkai Putik (Stylus) :
◊ Penghubung antara kepala putik dan bakal buah
◊ Pada ginesium sinkarp, tangkai putik berasal dari semua karpel, yang dapat
bersatu atau tetap terpisah
◊ Dapat berongga atau padat
◊ Beberapa tanaman membentuk putik yang tidak bertangkai sehingga kepala
putiknya duduk (sessilis)
◊ Di dalam tangkai putik terdapat canalis stylinus dan jaringan transmisi
Bakal Buah (Ovarium)
◊ Bagian putik paling bawah dan duduk di atas dasar bunga (receptaculum)
◊ Terdiri dari dinding bakal buah dan ruang bakal buah yang dipisahkan oleh
sekat pemisah
◊ Pada bagian dinding dalam (adaksial) terdapat plasenta yang menghubungkan
dengan bakal biji (ovulum) melalui funikulus
◊ Letak bakal buah di dasar bunga beragam di antara spesies tumbuhan
◊ Berdasarkan letaknya plasenta dapat dibedakan menjadi: marginal, laminar,
parietal, aksiler dan sentral
Credit :
Fajriyanti Azzura Laitupa, Meliana Setiawan, Valencia Andriani, Priscilla Listiyani, Michelle Chen, Mivia Angelitha, Agatha
Florencia, Karina Natalie, Farid Faishal Ma`ruf, Agnes Juliana, Veronica Margareta
Angkatan 2017
6|Page
KSM Tutoring - VE
Bakal Biji (Ovulum) :
◊ Melekat pada dinding ovarium dengan tangkai bakal biji (funikulus) yang
membentuk pusat bakal biji (hilus)
◊ Terdiri dari inti bakal biji (nuselus) yang dikelilingi lapisan kulit bakal biji
luar dan dalam (integumen)
◊ Kedua integumen mengelilingi suatu saluran yang bermuara di pori
mikrofil
◊ Daerah nuselus, integumen dan funikulus berhubungan kalaza
◊ Tabung sari tumbuh dan masuk ke bakal biji melalui mikrofil
◊ Kalaza, hilus dan mikrofil penting untuk menentukan tipe bakal biji
Credit :
Fajriyanti Azzura Laitupa, Meliana Setiawan, Valencia Andriani, Priscilla Listiyani, Michelle Chen, Mivia Angelitha, Agatha
Florencia, Karina Natalie, Farid Faishal Ma`ruf, Agnes Juliana, Veronica Margareta
Angkatan 2017
7|Page
KSM Tutoring - VE
Credit :
Fajriyanti Azzura Laitupa, Meliana Setiawan, Valencia Andriani, Priscilla Listiyani, Michelle Chen, Mivia Angelitha, Agatha
Florencia, Karina Natalie, Farid Faishal Ma`ruf, Agnes Juliana, Veronica Margareta
Angkatan 2017
8|Page
KSM Tutoring - VE
Credit :
Fajriyanti Azzura Laitupa, Meliana Setiawan, Valencia Andriani, Priscilla Listiyani, Michelle Chen, Mivia Angelitha, Agatha
Florencia, Karina Natalie, Farid Faishal Ma`ruf, Agnes Juliana, Veronica Margareta
Angkatan 2017