0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
448 tayangan13 halaman

Panduan Penelitian Deskriptif

[Ringkasan] Dokumen tersebut membahas tentang penelitian deskriptif yang merupakan metode penelitian untuk menggambarkan objek penelitian sesuai dengan kondisi aktual. Penelitian deskriptif bertujuan untuk menggambarkan fenomena, karakteristik, hubungan, dan perubahan tanpa melakukan manipulasi variabel. Dokumen ini juga menjelaskan definisi, tujuan, manfaat, ciri-ciri, jenis, dan langkah-langkah penelit

Diunggah oleh

Aulia
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
448 tayangan13 halaman

Panduan Penelitian Deskriptif

[Ringkasan] Dokumen tersebut membahas tentang penelitian deskriptif yang merupakan metode penelitian untuk menggambarkan objek penelitian sesuai dengan kondisi aktual. Penelitian deskriptif bertujuan untuk menggambarkan fenomena, karakteristik, hubungan, dan perubahan tanpa melakukan manipulasi variabel. Dokumen ini juga menjelaskan definisi, tujuan, manfaat, ciri-ciri, jenis, dan langkah-langkah penelit

Diunggah oleh

Aulia
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Penelitian merupakan kegiatan ilmiah yang dimaksudkan untuk
mengembangkan dan memperkaya khasanah ilmu pengetahuan. Sebuah kegiatan
ilmiah mengandung tiga persyaratan yakni : dilakukan bertujuanterencana dan
sistematis. Setiap penelitian ilmiah, baik penelitian kuantitatif, maupun penelitian
kualitatif, peneliti harus melakukan dua tahap yang tak bisa dilewatkan yaitu
tahap proses teorisasi dan proses empirisasi.
Kedua proses ini tidak bisa dipisahkan satu sama lain, sebab tahapan yang
pertama akan digunakan sebagai pijakan pada tahapan yang kedua. Maka dari itu,
teori sering disebut sebagai pisau bedah fenomena dan sekaligus sebagai pisau
analisis data dalam rangka konstruksi teori baru temuannya. Tajam tidaknya pisau
tersebut, sangat bergantung pada penguasaan kerangka teoritik terkait penelitian
yang dipilihnya.
Penelitian deskriptif merupakan metode penelitian yang berusaha
menggambarkan dan menginterprestasi objek sesuai dengan apa adanya
(Best,1982:119). Penelitian ini juga sering disebut noneksperimen, karena pada
penelitian ini penelitian tidak melakukan kontrol dan manipulasi variable
penelitian. Dengan metode deskriptif, penelitian memungkinkan untuk melakukan
hubungan antar variabel, menguji hipotesis, mengembangkan generalisa, dan
mengembangkan teori yang memiliki validitas universal (west, 1982). Disamping
itu, penelitian deskriptif juga merupakan penelitian, dimana pengumpulan data
untuk mengetes pertanyaan penelitian atau hipotesis yang berkaitan dengan
keadaan dan kejadian sekarang. Mereka melaporkan keadaan objek atau subjek
yang diteliti sesuai dengan apa adanya.
Berdasarkan latar belakang masalah diatas, maka saya sebagai penulis
tertarik untuk mengungkapkan latar belakang secara lebih jelas dengan judul
“PENELITIAN DESKRIPTIF”

1
B. Rumusan Masalah
1. Apa yang dimaksud dengan penelitian deskriptif?
2. Apa tujuan dari penelitian deskriptif?
3. Apa manfaat/kegunaan dari penelitian deskriptif?
4. Apa ciri-ciri penelitian deskriptif?
5. Apa saja jenis-jenis penelitian deskriptif?
6. Bagaimana langkah-langkah penelitian deskriptif?
7. Apa contoh dari penelitian deskripti?
C. Tujuan
1. Mengetahui definisi dari penelitian deskriptif
2. Mengetahui tujuan penelitian deskriptif
3. Mengethaui manfaat/kegunaan penelitian deskriptif
4. Mengethaui ciri-ciri penelitian deskriptif
5. Mengetahui jenis-jenis penelitian deskriptif
6. Mengetahui langkah-langkah penelitian deskriptif
7. Mengetahui contoh penelitian deskriptif..

2
BAB II
PEMBAHASAN

A. Definisi Penelitian Deskriptif


Penelitian deskriptif adalah suatu bentuk penelitian yang ditujukan untuk
mendeskripsikan fenomena-fenomena yang ada, baik fenomena alamiah maupun
fenomena buatan manusia. Fenomena itu bisa berupa bentuk, aktivitas,
karakteristik, perubahan, hubungan, kesamaan, dan perbedaan antara fenomena
yang satu dengan fenomena lainnya. Penelitian deskriptif merupakan penelitian
yang berusaha mendeskripsikan dan menginterpretasikan sesuatu, misalnya
kondisi atau hubungan yang ada, pendapat yang berkembang, proses yang sedang
berlangsung, akibat atau efek yang terjadi, atau tentang kecendrungan yang tengah
berlangsung (Sukmadinata, 2006:72).
Furchan (2004:447) menjelaskan bahwa penelitian deskriptif adalah
penelitian yang dirancang untuk memperoleh informasi tentang status suatu gejala
saat penelitian dilakukan. Lebih lanjut dijelaskan, dalam penelitian deskriptif
tidak ada perlakuan yang diberikan atau dikendalikan serta tidak ada uji hipotesis
sebagaimana yang terdapat pada penelitian eksperiman.
Menurut Nazir (1988:63) dalam buku Contoh Metode Penelitian,
Penelitian deskriptif merupakan suatu metode dalam meneliti status sekelompok
manusoa, suatu objek, suatu set kondisi, suatu sistem pemikiran ataupun sutau
kelas peristiwa pada masa sekarang. Artinya penelitian deskriptif yaitu salah satu
metode dengan cara pelaku disiplin ilmu melakukan penelitian pada status
sekelompok manusia (dalam bermasyarakat, bersosialisasi, bertoleransi, dsb) atau
suatu peristiwa fenomena yang sedang terjadi pada saat itu.
Menurut Whitney (1960:160) Penelitian Deskriptif adalah pencarian fakta
dengan interpretasi yang tepat. Artinya yaitu metode deskriptif adalah metode
yang digunakan untuk meneliti fakta-fakta yang sedang berkembang dengan
penjelasan yang tepat.
Jadi dapat disimpulkan bahwa Penelitian deskriptif merupakan penelitian
yang berusaha mendeskripsikan dan menginterpretasikan sesuatu, misalnya

3
kondisi atau hubungan yang ada, pendapat yang berkembang, proses yang sedang
berlangsung, akibat atau efek yang terjadi, atau tentang kecendrungan yang tengah
berlangsung.
B. Tujuan Penelitian Deskriptif
Pada umumnya tujuan utama penelitian deskriptif adalah untuk
menggambarkan secara sistematis fakta dan karakteristik objek dan subjek yang
diteliti secara tepat. Dalam perkembangannya, akhir-akhir ini metode penelitian
deskriptif banyak digunakan oleh peneliti karena dua alasan. Pertama, dari
pengamatan empiris didapat bahwa sebagian besar laporan penelitian dilakukan
dalam bentuk deskriptif. Kedua, metode deskriptif sangat berguna untuk
mendapatkan variasi permasalahan yang berkaitan dengan bidang pendidikan
maupun tingkah laku manusia.
Di samping kedua alasan tersebut di atas, penelitian deskriptif pada
umumnya menarik bagi para peneliti muda, karena bentuknya sangat sederhana
dengan mudah dipahami tanpa perlu memerlukan teknik statiska yang kompleks.
Walaupun sebenarnya tidak demikian kenyataannya. Karena penelitian ini
sebenarnya juga dapat ditampilkan dalam bentuk yang lebih kompleks, misalnya
dalam penelitian penggambaran secara faktual perkembangan sekolah, kelompok
anak, maupun perkembangan individual. Kekhususan penelitian deskriptif :

1. Bertujuan untuk memecahkan masalah – masalah aktual yang dihadapi


sekarang. Misalnya, mengumpulkan data – data penghambat
pelaksanaan kurikulum 1974.
2. Bertujuan untuk mengumpulkan data, informasi untuk disusun,
dijelaskan, dan dianalisis. Penelitian ini biasanya tanpa hipotesis. Jika
ada hipotesis biasanya tidak diuji menurut analisis statistik.
C. Manfaat/Kegunaan Penelitian Deskriptif
1. Mendeskripsikan peristiwa atau kondisi populasi saat ini.
2. Menggambarkan secara sistematis fakta dan karakteristik objek dan
subjek yang diteliti secara tepat.
3. Mendapatkan variasi permasalahan yang berkaitan dengan bidang
pendidikan maupun tingkah laku manusia.

4
D. Ciri – Ciri Penelitian Deskriptif
Penelitian deskriptif mempunyai karakteristik-karakteristik seperti yang
dikemukakan Furchan (2004) bahwa:
1. Penelitian deskriptif cendrung menggambarkan suatu fenomena apa
adanya dengan cara menelaah secara teratur-ketat, mengutamakan
obyektivitas, dan dilakukan secara cermat.
2. Tidak adanya perlakuan yang diberikan atau dikendalikan,
3. Tidak adanya uji hipotesis.
Selain beberapa karakteristik di atas, juga terdapat beberapa ciri-ciri
penelitian deskriptif :
1) Bersifat mendeskripsikan kejadian atau peristiwa yang bersifat faktual.
Adakalanya : Penelitian ini dimaksdukan hanya membuat Deskripsi atau
Uraian Suatu Fenomena semata – mata, tidak untuk mencari hubungan
antar variabel, menguji hipotesis, atau membuat ramalan.
2) Dilakukan secara Survey ; oleh karena itu Penelitian Deskriptif sering
disebut sebagai Penelitian Survey. Dalam arti Luas : Penelitian Deskriptif
dapat mencakup seluruh metode penelitian kecuali Penelitian yang bersifat
historis dan eksperimental.
3) Bersifat mencari informasi faktual dan dilakukan secara mendetail.
4) Mengidentifikasi masalah atau untuk mendapatkan justifikasi keadaan dan
praktek yang sedang berlangsung.
5) Mendeskripsikan subjek yang sedang dikelola oleh kelompok orang
tertentu dalam waktu yang bersamaan.

5
E. Jenis – Jenis Penelitian Deskriptif
Dari aspek bagaimana proses pengumpulan data dilakukan, macam-
macam penelitian deskrptif dapat dibedakan menjadi tiga macam, yaitu laporan
dari atau self-report, studi perkembangan, dan studi lanjutan(follow-up study):

a) Penelitian Laporan Dari (Self-Report research)

Dari kaitannya dengan data yang dikumpulkan maka penelitian deskriptif


mempunyai beberapa macam jenis termasuk di antaranya penelitian laporan diri
dengan menggunakan observasi. Dalam penelitian self-report, informasi
dikumpulkan oleh orang tersebut yang juga berfungsi sebagai peneliti.
Dalam penelitian self-report ini penelitian dianjurkan menggunakan teknik
observasi secara langsung, yaitu individu yang diteliti dikunjungi dan dilihat
kegiatanya dalam situasi yang alami. Tujuan obsevasi langsung adalah untuk
mendapatkan informasi yang sesuai dengan permasalahan dan tujuan penelitian.
Dalam penelitian self-report, peneliti juga dianjurkan menggunakan alat bantu lain
untuk memperoleh data, termasuk misalnya dengan menggunakan perlengkapan
lain seperti catatan, kamera, dan rekaman. Alat-alat tersebut digunakan terutama
untuk memaksimalkan ketika mereka harus menjaring data dari lapangan.
Yang perlu diperhatikan oleh para peneliti dengan model self-report
adalah bahwa dalam menggunakan metode observasi dalam melakukan
wawancara, para peneliti harus dapat menggunakan secara simultan untuk
memperoleh data yang maksimal. Salah satu contoh penelitian menggunakan self-
report dapat dilihat dalam laporan tentang studi kelembagaan dan sistem
pembiayaan usaha kecil dan menengah.

b) Studi Perkembangan (Developmental Study)

Studi perkembangan atau devlopmental study banyak dilakukan oleh


peneliti di bidang pendidikan atau bidang psikologi yang berkaitan dengan
tingkah laku, sasaran penelitian perkembangan pada umumnya menyangkut
variabel tingkah laku secara individual maupun dalam kelompok. Dalam
penelitian perkembangan tersebut peneliti tertarik dengan variabel yang utamakan

6
membedakan antara tingkat umur, pertumbuhan atau kedewasaan subjek yang
diteliti.
Studi perkembangan biasanya di lakukan dalam periode longitudinal
dengan waktu tertentu, bertujuan guna menemukan perkembangan demensi yang
terjadi pada seorang respoden. Demensi yang sering menjadi perhatian peneliti
ini, misalnya: intelektual, fisik, emosi, reaksi terhadapan tertentu, dan
perkembangan sosoial anak.

c) Studi Kelanjutan (Follow-up study)

Study kelanjutan dilakukan oleh peneliti untuk menentukan status


responden setelah beberapa periode waktu tertentu memproleh perlakuan,
misalnya rogram pendidikan. Studi kelanjutan ini di lakukan untuk melakukan
evaluasi internal maupun evaluasi eksteral, setelah subjek atau responden
menerima program di suatu lembaga pendidikan. Sebagai contoh Badan
Akreditasi Nasional menganjurkan adanya informasi tingkat serapan alumni
dalam memasuki dunia kerja, setelah mereka selesai program pendidikannya.
Dalam penelitian studi kelanjutan biasanya peneliti mengenal istilah antara output
dan outcome. Out (keluran) berkaitan dengan informasi hasil akhir setelah suatu
program yang diberikan kepada subjek sasaran di selesaikan. Sedangkan yang
dimaksud dengan data yang di ambil dari outcome (hasil) biasanya menyangkut
pengaruh suatu perlakuan, misalnya program pendidikan kepada subjek yang di
teliti setelah mereka kembali ke tempat asal yaitu masyarakat.

d) Studi Sosiometrik (sosiometric study)

Yang dimaksud dengan sosiometrik adalah analisis hubungan antarpribadi


dalam suatu kelompok individu. Melalui analisis pilihan individu atas dasar idola
atau penolakan seseorang terhadap orang lain dalam suatu kelompok dapat di
tentukan. Prinsip teori studi sosiometrik pada dasarnya adalah penanyakan pada
masing-masing anggota kelompok yang diteliti untuk menentukan dengan siapa
dia paling suka, untuk bekerja sama dalam kegiatan kelompok. Pada kasus ini, dia
dapat memilih satu atau tiga dalam kelompoknya. Dari setiap anggota, peneliti
akan memperoleh jabatan yang bervariasi. Dengan menggunakan gambar

7
sosiogram, posisi seseorang akan dapat diterangkan kedudukannya dalam
kelompok organisasi.

Dalam sosiogram tersebut pada umumnya digunakan beberapa batasan


istilah yang dapat menunjukkan posisi individu dalam kelompoknya.
Beberapa istilah tersebut misalnya :
 “Bintang” diberikan kepada mereka yang paling banyak dipilih
oleh para anggotanya.
 “Terisolasi” diberikan kepada mereka yang tidak banyak dipilih
oleh para anggota dalam kelompok.
 “Klik” diberikan kepada kelompok kecil anggota yang saling
memilih masing orang dalam kelompoknya.

Dibidang pendidikan, sosiometrik telah banyak digunakan untuk menentukan


hubungan variabel status seseorang misalnya pemimpin formal, pemimpin dalam
lembaga pendidikan atau posisi seseorang dalam kelompoknya dengan variabel
dalam kegiatan pendidikan. Penelitian deskrptif merupakan metode penelitian
yang berusaha menggambarkan objek atau subjek yang diteliti sesuai dengan apa
adanya, dengan tujuan menggambarkan secara sistematis fakta dan karakteristik
obejk yang diteliti secara tepat.

Menurut Furchan (2004:448-465) menjelaskan, beberapa jenis penelitian


deskriptif berdasarkan lingkup atau prosedur penelitian, yaitu;

1. Studi kasus, yaitu, suatu penyelidikan intensif tentang individu, dan atau
unit sosial yang dilakukan secara mendalam dengan menemukan semua
variabel penting tentang perkembangan individu atau unit sosial yang
diteliti. Dalam penelitian ini dimungkinkan ditemukannya hal-hal tak
terduga kemudian dapat digunakan untuk membuat hipotesis.
2. Survei. Studi jenis ini merupakan studi pengumpulan data yang relatif
terbatas dari kasus-kasus yang relatif besar jumlahnya. Tujuannya adalah
untuk mengumpulkan informasi tentang variabel dan bukan tentang
individu. Berdasarkan ruang lingkupnya (sensus atau survai sampel) dan
subyeknya (hal nyata atau tidak nyata), sensus dapat dikelompokkan

8
menjadi beberapa kategori, yaitu: sensus tentang hal-hal yang nyata,
sensus tentang hal-hal yang tidak nyata, survei sampel tentang hal-hal
yang nyata, dan survei sampel tentang hal-hal yang tidak nyata.
3. Studi perkembangan. Studi ini merupakan penelitian yang dilakukan
untuk memperoleh informasi yang dapat dipercaya bagaimana sifat-sifat
anak pada berbagai usia, bagaimana perbedaan mereka dalam tingkatan-
tingkatan usia itu, serta bagaimana mereka tumbuh dan berkembang. Hal
ini biasanya dilakukan dengan metode longitudinal dan metode cross-
sectional.
4. Studi tindak lanjut, yakni, studi yang menyelidiki perkembangan subyek
setelah diberi perlakukan atau kondisi tertentu atau mengalami kondisi
tertentu.
5. Analisis kecenderungan. Yakni, analisis yang dugunakan untuk
meramalkan keadaan di masa yang akan datang dengan memperhatikan
kecenderungan-kecenderungan yang terjadi.
6. Studi korelasi. Yaitu, jenis penelitian deskriptif yang bertujuan
menetapkan besarnya hubungan antar variabel yang diteliti.

F. Langkah – Langkah Penelitian Deskriptif


Metode deskriptif mempunyai langkah-langkah sebagai beriut : (Metode
Penelitian Pendidikan, Prof Sukardi P.h.D hal.158):
a) Mengidentifikasi adanya permasalahan yang signifikan untuk dipecahkan
melalui metode deskriptif;
b) Membatasi dan merumuskan permasalahan secara jelas;
c) Menentukan tujuan dan manfaat penelitian;
d) Melakukan studi pustaka yang berkaitan dengan permasalahan;
e) Menentukan kerangka berfikir dan pertanyaan penelitian dan atau
hipotesis penelitian;
f) Mendesain metode penelitian yang hendak digunakan termasuk
menentukan populasi, sampel, teknik sampling, instrument pengumpulan
data, dan menganalisis data;

9
g) Mengumpulkan, mengorganisasi, dan menganalisis data dengan
menggunakan teknik statistik yang relevan; dan
h) Membuat laporan penelitian.
G. Contoh Penelitian Deskriptif
UPAYA GURU MENINGKATKAN KREATIVITAS ANAK MELALUI
STRATEGI PARODI PADA ANAK USIA 4-5 TAHUN DI PAUD TAMAN
BALITA CERIA

1. Tujuan yang akan di capai (tahap 1)

Dengan mengacu pada permasalahan yang ada di atas dan agar sasaran
yang akan dicapai dalam penelitian ini lebih terarah, maka penulis perlu
menjabarkan tujuan dan kegunaan penelitian yang akan dicapai.

a. Mendeskripsikan pelaksanaan strategi di PAUD Taman Belita Ceria.


b. Mendeskripsikan kreativitas anak usia dini pada strategi di PAUD Taman
Belita Ceria.
2. Rancangan cara pendekatannya. (tahap 2)

Kami melakukan observasi ke PAUD Taman Belita Ceria untuk


melakukan penelitian terhadap kelas Yunior Pre-School usia 4-5 tahun mengenai
upaya guru dalam meningkatkan parodi. Hingga kami menemukan permasalahan
yang perlu dibahas dalam penelitian ini:

a. Bagaimanakah pelaksanaan strategi di PAUD Taman Belita Ceria?


b. Bagaimana Mendeskripsikan kreativitas anak usia 4-5 tahun dalam
pembelajaran dengan strategi di PAUD Taman Belita Ceria?
3. Kumpulan data (tahap 3)

Untuk menjawab permasalahan tersebut kami melakukan observasi ke


kelas Yunior Pre-school (yaitu kelas untuk anak 4-5 tahun).Ada tahap-tahap
dimana seorang guru memancing kretivitas siswa dalam strategi parodi.

a. Guru member preteach kepada siswa, bagaimana langkah-langkah


membuat parody yang tidak menjenuhkan untuk siswa.

10
b. Guru member contoh pada siswa, yaitu dengan mengganti lirik lagu yang
sudah familiar di telinga siswa.
c. Siswa di ajak beryanyi, tepuk sebentar atau mengembalikanotak siswa
pada zona alpha (ice breaking)
d. Siswa mulai mengarang lagu dengan diberi alat tulus berupa pensil dan
kertas hvs.
e. Setelah siswa selesai mengarang lagu, kemudian siswa mendemokan
lagunya di hadapan temen-temennya.
4. Susun Laporan. (tahap 4)

Kebanyakan dari siswa yang berusia 4-5 tahun itu, mereka


mendemonstrasikan lagunya tanpa teks, itu karena ada yang belum bias menulis
dan ada pulang yang memang lebihb suka langsung bernyayi dari pada
mengarang. Lagu-lagu yang diganti liriknya oleh anak usia dini itu[un berbeda-
beda, mulai lagu anak-anak, dangdut hingga pop. Itulah otak anak-anak mereka
selalu mempunyai ide-ide segar, walaupun usia mereka masih 4 dan 5 tahun
namundaya kreatifitas mereka lebih dari orang dewasa.

11
BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
Penelitian deskriptif adalah suatu bentuk penelitian yang ditujukan untuk
mendeskripsikan fenomena-fenomena yang ada, baik fenomena alamiah maupun
fenomena buatan manusia. Fenomena itu bisa berupa bentuk, aktivitas,
karakteristik, perubahan, hubungan, kesamaan, dan perbedaan antara fenomena
yang satu dengan fenomena lainnya. Penelitian deskriptif merupakan penelitian
yang berusaha mendeskripsikan dan menginterpretasikan sesuatu, misalnya
kondisi atau hubungan yang ada, pendapat yang berkembang, proses yang sedang
berlangsung, akibat atau efek yang terjadi, atau tentang kecendrungan yang tengah
berlangsung.
Penelitian deskriptif yang baik sebenarnya memiliki proses dan sadar yang
sama seperti penelitian kuantitatif lainnya. Disamping itu, penelitian ini juga
memerlukan tindakan yang teliti pada setiap komponennya agar dapat
menggambarkan subjek atau objek yang diteliti mendekati kebenaranya. Sebagai
contoh, tujuan harus diuraikan secara jelas, permasalahan yang diteliti signifikan,
variabel penelitian dapat diukur, teknik sampling harus ditentukan secara hati-
hati, dan hubungan atau komparasi yang tepat perlu dilakukan untuk mendapatkan
gambaran objek atau subjek yang diteliti secara lengkap dan benar.
Dalam penelitian deskriptif, peneliti tidak melakukan manipulasi variabel
dan tidak menetapkan peristiwa yang akan terjadi, dan biasanya menyangkut
peristiwa-peristiwa yang terjadi saat ini. Dengan penelitian deskriptif,
memungkinkan peneliti untuk menjawab pertanyaan penelitian yang berkaitan
dengan hubungan variabel atau asosiasi, dan juga mencari hubungan komparasi
antar variabel.

12
DAFTAR PUSTAKA

Furchan, A. 2004. Pengantar Penelitian dalam Pendidikan. Pustaka


Pelajar. Yogyakarta hal.447
Margono.2007. Metode Penelitian Pendidikan, Jakarta : Rineka
Cipta
Prof. Dr. Nana Syaodih Sukmadinata. 2006. Landasan Psikologi
Proses Pendidikan. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya hal.72
Suryabrata Sumadi.2004. Metodologi Penelitian. Jakarta: PT.Raja
Grafindo Persada
Mega Linarwati, Azis Fathon&Maria M Minarsih.2016. Studi
Deskriptif Pelatihan Dan Pengembangan Sumberdaya Manusia Serta
Penggunaan Metode Behavioral Event Interview Dalam Merekrut
Karyawan Baru Di Bank Mega Cabang Kudus. JOURNAL OF
MANAGEMENT VOL.2, NO.2

13

Anda mungkin juga menyukai