Anda di halaman 1dari 11

Materi Kuliah

Rabu, 06 Oktober 2010

PENGANTAR ILMU KOMUNIKASI


INISIASI 1
PENGERTIAN KOMUNIKASI DAN UNSUR-UNSUR YANG TERLIBAT DI DALAMNYA

Sering kita mendengar orang berkata ”sebaiknya hal itu dikomunikasikan terlebih dahulu”,
”itu diakibatkan karena adanya miss communication” dan sebagainya. Lalu, apa arti
sesungguhnya dari komunikasi itu sendiri?. Banyak para ahli mendefinisikan komunikasi,
namun secara garis besar yang dimaksud dengan Komunikasi adalah proses penyampaian
pesan dari seseorang kepada orang lain.

Dalam proses penyampaian pesan tersebut, terdapat beberapa unsur di dalamnya, yaitu
sumber/komunikator/pengirim pesan, pesan yang dipertukarkan, saluran yang digunakan
untuk menyampaikan pesan, penerima pesan/komunikan, dampak/efek yang diakibatkan
karena adanya pertukaran pesan, umpan balik/respon yang diberikan terhadap pesan yang
diterima, serta gangguan/ noise yang mungkin muncul ketika proses komunikasi
berlangsung.

Bila unsur-unsur tersebut menyatu dalam suatu kegiatan komunikasi, maka terbentuklah
suatu proses komunikasi yaitu serangkaian tindakan yang terjadi secara berurutan dalam
kurun waktu tertentu dan memiliki keterkaitan antara satu unsur dengan unsur lainnya.
Namun demikian, tidak setiap proses komunikasi melibatkan semua unsur komunikasi.
Tergantung pada konteks terjadinya komunikasi.

Opini 1 :
Komunikasi adalah Upaya untuk membuat pendapat/ide,
menyatakan perasaan, agar diketahui atau dipahami oleh orang lain
dan Kemampuan untuk menyampaikan informasi/pesan dari Komunikator
ke Komunikan melalui saluran/media dengan harapan mendapatkan
umpan balik.Unsur-unsur yang ada dalam Komunikasi adalah
Komunikator, Pesan, Channel/Media, Komunikan dan Respon/Feedback.

INISIASI 2
MODEL- MODEL KOMUNIKASI

Model menurut Littlejohn adalah representasi simbolis dari suatu benda, proses atau
gagasan/ide. Model sering digunakan untuk menggambarkan berbagai fenomena yang
terjadi dalam berbagai peristiwa dalam kehidupan manusia. Tidak terkecuali peristiwa
komunikasi.
MODEL adalah Representasi suatu fenomena baik nyata ataupun abstrak dengan
menonjolkan unsur-unsur terpenting dalam fenomenan tersebut.
Dalam peristiwa komunikasi model digunakan untuk melihat faktor-faktor atau unsur-unsur
yang terlibat dalam peristiwa komunikasi, struktur yang terjadi dalam peristiwa komunikasi
dan peran yang dimainkan oleh masing-masing unsur.

Fungsi Model :
1. Melukiskan Proses Komunikasi
2. Menunjukan Hubungan Visual
3. Membantu menemukan dan memperbaiki kemacetan komuni

Di dalam ilmu komunikasi sendiri ada tiga urutan kelompok model, yaitu: 1). Model dasar
komunikasi, yang menggambarkan proses terjadinya peristiwa komunikasi, yaitu
menggambarkan tentang unsur-unsur apa saja yang terlibat dalam peristiwa komunikasi
dan bagaimana masing-masing unsur saling terkait membentuk suatu proses komunikasi.
Adapun yang termasuk model dasar komunikasi adalah model komunikasi intra pribadi dan
antar pribadi dari Barnlund; model komunikasi linear dari Lasswell: model komunikasi
sirkuler dari Osgood dan Schramm; model komunikasi Gerbner; Model komunikasi Riley and
Riley; model komunikasi Newcomb; model komunikasi Shanon dan Weaver; model
komunikasi DeFleur; 2). Model pengaruh komunikasi, yaitu model yang menggambarkan
bagaimana upaya komunikator dalam mempengaruhi khalayak agar pesan yang
disampaikan dapat diterima oleh khalayak. Yang menjadi titik perhatian dari model ini
adalah pihak komunikator atau sumber penyampai pesan. Adapun termasuk dalam model
pengaruh komunikasi antara lain: model stimulus respon dari Dew Flerur; model pengaruh
psikkologis TV dari Comstock; model komunikasi dua tahap dari Katz dan Lazarsfeld; model
spiral kehening dari Noelle-Neumann; 3). Model dampak komunikasi, dengan fokus utama
pada dampak dari suatu peristiwa komunikasi. Model ini menggambarkan bagaimana
akibat atau dampak yang terjadi pada diri khalayak setelah khalayak diterpa suatu pesan
komunikasi. Dampak yang ditimbulkan bisa hanya sekedar terbentuknya pengetahuan
(kognitif) khalayak, bisa sikap (afektif) khalayak, atau bahkan sampai terjadi perubahan
perilaku ( konatif) pada diri khalayak.

MODEL - MODEL KOMUNIKASI diantaranya :

Model HAROLD LASSWELL


Mengemukakan tentang bentuk komunikasi yang mengandung unsur-unsur :
Who (Siapa), Say What (Mengatakan Apa), In Which Channel (Menggunakan saluran apa),
To Whom (Untuk siapa), With What Effect (Dengan efek apa)
ini dikenal model matematika komunikasi untuk menjawab pertanyaan "apa yang terjadi
pada informasi sejak saat dikirimkan hingga diterima?"
Mengasumsikan bahwa dalam proses komunikasi, pesan yang dikirimkan = pesan yang
diterima.

Model komunikasi Shannon-Weaver


digambarkan sebagai sebuah proses linier, searah, menyoroti problem penyampaian pesan
berdasarkan tingkat kecermatannya. Model ini terdiri dari lima fungsi yang ditampilkan dan
terdapat sebuah faktor disfungsi yaitu gangguan (noise).

Model Berlo
berdiri dari empat elemen, yaitu sumber (source/S), pesan (message/M), saluran
(channel/C) dan penerima (receiver/R). Dari keempat komponen inilah model Berlo juga
sering disebut sebagai model SMCR.
Keunikan Berlo adalah dalam mendefinisikan saluran komunikasi dengan kelima panca
indera manusia sebagai saluran komunikasi.
Kemudian, ia juga memperluas elemen sumber dan penerima. Berlo meletakkan komponen-
komponen seperti ketrampilan komunikasi (communication skills), sikap (attitude),
knowledge (pengetahuan), sistem sosial (social system) dan budaya (culture).

Model Schramm
menekankan pada perilaku para pelaku utama dalam proses komunikasi.
Pada model Schramm, tidak membedakan antara fungsi pada komunikator dan receiver.
Menggambarkan bagian-bagian itu sebagai sesuatu yang sama, menganggap keduanya
memiliki fungsi-fungsi yang sama, yaitu fungsi encoding, decoding dan interpreting. Fungsi
encoding sama dengan fungsi transmisi, sedangkan fungsi decoding sama dengan fungsi
receiving.
Pendekatan dengan model sirkuler ini berbeda dengan model komunikasi linier yang
tradisional, yang secara jelas memisahkan peran pengirim dan penerima. Sebaliknya, pada
model ini pengirim dan penerima dapat bergantian memainkan peran.

Model konvergen,
pengertian bersama disebut sebagai hasil akhir dalam proses komunikasi. Wujud lingkaran
juga mengandung pengertian bahwa betapapun banyaknya informasi yang saling digunakan
bersama oleh para peserta (dalam bentuk mengutarakan pendapat masing-masing), namun
mereka hanya dapat sampai saling berhampiran saja. Mereka tidak akan pernah
sepenuhnya memahami makna pihak lainnya. Bila ingin memahami pihak lain secara
sempurna, diperlukan pengalaman hidup yang mutlak sama. Dan hal ini tentu saja mustahil.

Esensi komunikasi dalam model


* Model-model komunikasi memiliki perkembangan yang tidak bisa dilepaskan dari sejarah
perkembangan ilmu dan penelitian komunikasi.
* Menggambarkan proses komunikasi secara beragam baik yang bersifat linier, sirkuler
ataupun interaksional dan konvergen.
* Keberagaman model dan proses komunikasi di dalamnya memperlihatkan sifat prosesual
dan dinamisnya proses komunikasi.

INISIASI 3
INFORMASI

Informasi merupakan suatu istilah yang sudah tidak asing lagi bagi kita semua. Setiap hari
kita selalu bertukar informasi dengan keluarga kita, teman kita, maupuhn relasi kerja kita.
Pada saat tertentu kita berperan sebagai sumber informasi, tetapi pada saat lain kita bisa
berperan sebagi penerima informasi. Lalu, apakah yang dimaksud dengan informasi
tersebut?. Ada tiga kelompok pandangan yang memberi definisi pada informasi, yaitu:

1. pandangan yang mendefinisikan informasi sebagai fakta atau data.

Pandangan ini menganggap informasi sebagai material yang bisa dipindahkan. Sebagai
contoh: di pintu ruang praktek seorang dokter tertulis informasi bahwa dokter praktek setiap
hari X pada jam Y, sehingga dengan adanya informasi tersebut para pasien menjadi tahu
bahwa dokter tersebut hanya praktek pada hari dan jam sebagaimana tertulis di papan
informasi. Dari contoh di atas terlihat bahwa kalimat “dokter praktek setiap hari X pada jam
Y ” menjadi informasi yang sifatnya material. Penekanan dari contoh di atas lebih ke pada
proses pendistribusian informasi.

2. pandangan yang mendefinisikan informasi sebagai makna data

pandangan ini mendefinisikan informasi sebagai arti atau maksud dari sesuatu data. Dalam
hal ini, masing-masing orang bisa memiliki penafsiran yang berbeda tentang arti atau
maksud suatu data. Penafsiran terhadap suatu data dipengaruhi oleh tingkat pengetahuan
seseorang terhadap data, latar belakang disiplin ilmu dan latar belakang budaya. Sebagi
contoh: Asep mengajak Ujang dan Joko untuk makan di rumahnya, Ujang menjawab atos
makan. Karena Asep dan Ujang orang Sunda maka Asep tahu makan dari atos adalah sudah
makan. Namun sebaliknya Joko yang orang Jawa memaknai istilah atos sebagai gambaran
sesuatu yang keras, maka Joko cukup kaget mendengar ucapan Ujang. Dari contoh di atas
tampak bahwa “atos” menjadi informasi yang yang lebih menekankan pada makna dari
informasi tersebut. dalam hal ini, “atos” dimaknai berbeda oleh individu-individu yang
terlibat dalam percakapan.

3. pandangan yang mendefinisikan informasi sebagai sesuatu yang digunakan untuk


mengurangi ketidak pastian, untuk itu perlu diberi alternatif pilihan informasi. Sebagai
contoh: Issu adanya lemak babi pada salah satu produk makanan favorit Amir membuat
Amir cukup gelisah karena selama ini dia selalu mengkonsumsi makanan tersebut. Namun,
setelah pihak perusahaan makanan yang bersangkutan, pihak MUI dan pihak-pihak yang
berkompeten dengan kasus tersebut memberikan informasi bahwa produk makanan
tersebut bebas dari lemak babi maka Amir menjadi lega. Ilustrasi di atas menggambarkan
peran informasi sebagai sesuatu yang bermanfaat untuk mengatasi ketidak pastian.
Kebingungan Amir teratasi dengan adanya informasi dari berbagai sumber.

Tugas 1 :

1). Suatu Informasi sebagai fakta atau data


Suatu Informasi sebagai fakta atau data dapat diperoleh selama tindakan komunikasi
berlangsung yang dapat dikirimkan/diterima melalui berbagai saluran dan informasi dapat
di konseptualisasikan sebagai kuantitas fisik yang dapat dipindahkan dari satu titik ke titik
lain.
Contoh : Salah satu Restoran/tempat makan yaitu Hoka-Hoka Bento yang mengadakan
promo HOKA DONBURI FESTIVAL mulai 1 Maret 2010 yang menyajikan menu makanan
donburi yang berbeda-beda setiap harinya. Beda hari, beda menu donburi .... Ada Aja Alasan
Ke Hoka Hoka Bento !
Senin : Tori Katsu Don ( Rp. 16.819'-* )
Selasa : Gyu Soboro Don ( Rp. 16.819'-* )
Rabu : Suteku Don ( Rp. 16.819'-* )
Kamis : Tori Soboro Don ( Rp. 16.819'-* )
Jum'at : Gyu Don ( Rp.20.455,-* )
Sabtu & Minggu : Tempura Don / Gyu Don ( @Rp.20.455,-*)

2). Suatu informasi sebagai makna data


Penggunaan Informasi untuk menunjukkan makna data, Setiap orang dapat berbeda dalam
menafsirkan sesuatu. Banyak hal yang mempengaruhi diantaranya tingkat pengetahuan,
latar belakang disiplin ilmu seseorang, nilai budaya.
Contoh :
Seseorang yang mempunyai banyak pengetahuan terhadap sesuatu objek, semakin besar
kemungkinannya memperoleh informasi dari objek (data) tersebut, Misalnya Seseorang
yang tidak mengerti statistik , tabel-tabel angka dalam sebuah buku mungkin hanya
dianggap sebagai penghias halaman dan memusingkan. Tetapi bagi ahli statistik, table itu
mengandung banyak sekali informasi bahkan termasuk informasi yang belum ditulis dalam
bentuk kalimat dalam buku tersebut.
Contoh lainnya berkaitan dengan nilai budaya:
Kata “Dahar” dalam bahasa sunda mengandung arti Makan dan merupakan Kata yang
sangat kasar untuk digunakan, sedangkan dalam bahasa jawa kata Dahar mengandung arti
Makan, dan merupakan kata yang sangat halus untuk digunakan.

3). Suatu Informasi sebagai sesuatu yang digunakan untuk mengurangi ketidakpastian
Suatu Informasi sebagai sesuatu yang digunakan untuk mengurangi ketidakpastian yang
dapat diukur dengan cara mereduksikan sejumlah alternative pilihan yang tersedia.
Contoh :
Wulan adalah seorang gadis yang sangat terbiasa menggunakan Make up dan
menggunakan salah satu produk kosmetik yang sangat dia percaya Namun, Beberapa hari
kemudian terdengar Issu adanya beberapa Kosmetik yang mengandung bahan berbahaya
dan zat warna yang dilarang digunakan dalam kosmetik. Saat itu timbul rasa gelisah,
bingung namun Setelah, adanya pengumuman bahwa ada daftar kosmetik yang ditarik dari
peredaran oleh BPOM dan salah satunya adalah Produk kosmetik yang biasa digunakan
olehnya, barulah Wulan percaya bahwa memang produk yang dia pakai sangat
berbahaya.Penggunaan bahan tersebut dalam sediaan kosmetik dapat membahayakan
kesehatan dan dilarang digunakan seperti tercantum dalam Peraturan Menteri Kesehatan RI
No.445/MENKES/PER/V/1998 tentang Bahan, Zat Warna, Substratum, Zat Pengawet dan
Tabir Surya dalam Kosmetik dan Keputusan Kepala BPOM No.HK.00.05.4.1745 tentang
Kosmetik.

INISIASI 4
KOMUNIKASI NON-VERBAL

Komunikasi non verbal merupakan salah satu bentuk komunikasi, yang pada umumnya
digunakan untuk memperkuat ata memperjelas pesan-pesan verbal. Sebagai contoh: Tuti
meyampaikan informasi kepada Ana, sahabatnya, bahwa dia telah putus dengan pacarnya,
selama menyampaikan informasi tersebut air mata tuti selalu teruari, sehingga Ana tahu
bahwa tuti sangat sedih atas kondisinya saat ini. Airmata yang dikeluarkan Tuti merupakan
bentuk komunikasi nonverbal yag mengindikasikan bahwa dia sangat sedih.

Dari ilustrasi di atas tampak bahwa komunikasi non verbal tidak bisa dipisahkan dari setiap
kegiatan komunikasi yang kita lakukan. salah satu bentuk kegiatan komunikasi, komunikasi
non verbal memiliki ciri:

1. selalu ada dalam kehidupan nyata sehari-hari. Artinya bahwa setiap gerak kehidupan kita
selalu didiringi dengan kegiatan komunikasi non verbal. ekspresi wajah kita, gaya bicara
kirta, gerakan tangan dan kaki kita semuanya menggambarkan kegiatan komunikasi non
verbal.
2. tidak mungkin tidak kita komunikasin. Hal tersebut menunjukkan bahwa direncanakan
atau tidak, disengaja atau tidak komunikasi non verbal selalu kita komunikasikan.
3. terikat oleh budaya. Artinya bahwa komunikasi non verbal dipengaruhi oleh budaya dari
masing-masing orang yang melakukan kegiatan komunikasi. Hal tersebut menyebabkan
terjadinya perbedaan makna antara satu orang dengan orang lain yang memiliki latar
belakang berbeda terhadap suatu perilaku non verbal. sebagai contoh anggukan kepala bagi
orang Indonesia diartikan sebagai tanda setuju, sedangkan angguukan kepala pada orang
jepang diartikan sebagai tanda penghormatan.
4. dapat mengungkapkan perasaan dan sikap seseorang. Hal ini menunjukkan bahwa
komunikasi non verbal bisa mewakili seseorang dalam mengekspresikan apa yang ada
dalam hatinya yang mungkin tidak terungkap melalui pesan verbal. misalnya kita sedang
marah dengan teman kita, namun kita tidak berani mengatakannya hanya raut muka kita
yang tampak cemberut.
5. memodifikasi pesan verbal. dalam hal ini komunikasi nverbal diartikan sebagai penguat
atau pelengkap komunikasi. Misalnya kita berkata pada anak kita “ Ibu marah sekali melhat
perilakumu seperti itu” ketika kita mengatakan hal tersebut diiringi intonasi yang keras,
sehingga anak kita tahu bahwa ibunya benar-benar sedang masrah

INISIASI 5
EFEKTIVITAS KOMUNIKASI ANTAR PRIBADI

Dalam aktivitas komunikasi kita sehari-hari tanpa disadari sering kita melakukan kegiatan
komunikasi antar pribadi. Percakapan kita dengan orang tua mengenai mahalnya beaya
kuliah; percakapan kita dengan teman kuliha mengenai sulitnya memahami materi
perkuliahan dan sebagainya merupakan contoh-contoh dari kegiatan komunikasi antar
pribadi yang kita lakukan. Namun, meskipun hampir setiap hari kita melakukan komunikasi
antar pribadi apakah kita tahu bahwa komunikasi antar pribadi yang kita lakukan berjalan
dengan efektif?. Sebagai contoh: Amir mengeluh kepada teman kuliahnya tentang sulitnya
membagi waktu antara kuliah dengan bekarja, ternyata teman kuliah Amir malah
menanggapi dengan menceriterakan kesuksesan dia di tempat kerja maupun dalam
menjalankan proses perkuliahan. Mendengar tanggapan dari temannya spontan Amir
menghentikan ceriteranya dan segera mengakhiri percakapan dengan temannya tersebut.
Contoh di atas menunjukkan bahwa komunikasi antar pribadi yang Amir lakukan tidak
berjalan secara efektif. Lalu bagaimanakah agar komunikasi antar pribadi yang kita lakukan
dapat berjalan secara efektif

Dalam modul 5 dijelaskan bahwa ada banyak sifat yang diperlukan untuk mencapai
efektivitas komunikasi antar pribadi. Menurut perspektif humanistik efektifitas komunikasi
dapat tercapai bila di antara orang-orang yang telibat dalam komunikasi antara pribadi
memiliki sifat::

1. keterbukaan, yaitu mau membuka diri pada teman bicara mengenai pikiran dan gagasan
kita serta mau menanggapi pendapat orang lain
2. empati, yaitu mau memahami apa yang dirasakan orang lain sehingga seolah-olah kita
berada pada posisi orang tersebut
3. perilaku suportif, yaiktu mau menerima masukan dari orang lain dan tidak bertahan pada
pendirian
4. perilaku positif, yaitu menilai diri sendiri maupun teman bicara secara positif.
5. kesamaan, yaitu adanya pengalaman yang sama di antara orang-orang yang terlibat
dalam percakapan serta adanya kesamaan kedudukan dalam berkomunikasi artinya tidak
ada pendominasian percakapan dalam komunikasi tersebut.

Sedangkan perspektif pragmatis menganggap komunikasi antar pribadi dapat berjalan


secara efektif bila orang-orang yang terlibat dalam kegiatan komunikasi memiliki sifat:

1. yakin, yaitu tidak adanya rasa gelisah, malu atau gugup ketika berbicara dengan orang
lain
2. kebersamaan, yaitu memperhatikan apa yang dibicarakan teman bicara dan bisa
merasakan apa yang ia rasakan
3. manajemen interaksi, yaitu bisa mengontrol dan menjaga interaksi dengan teman bicara
agar tercapai kepuasan dari kedua belah pihak yang terlibat dalam kegiatan komunikasi
4. perilaku ekspresif, yaitu melibatkan diri secara sungguh-sungguh dalam berinteraksi
dengan teman bicara.
5. orientasi pada orang lain, yaitu memperhatikan kepetingan teman bicarta dan tidak
mengutamakan kepentingan diri sendiri.

Dari dua pandangan di atas dapat disarikan bahwa untuk mecapai efektifitas komunikasi
interaktif adalah adanya sifat keterbukaan dari diri kita sendiri dan kita siap menerima,
memahami dan merasakan apa yang dirasakan oleh teman bicara. Bila sifat tersebut telah
kita miliki niscaya komunikasi interpersonal yang klita lakukan dapat berjalan secara efektif.

Opini 5 :
Setiap manusia pada hakikatnya sangat membutuhkan komunikasi. Hal ini di karenakan,
manusia memiliki sifat untuk saling berhubungan antara satu dengan yang lain. Jika tidak
menggunakan komunikasi antar sesamanya, maka manusia itu akan terisolasi dari dunia
yang semakin canggih dan modern ini. Para pakar komunikasi menyebutkan, kebutuhan
manusia untuk berkomunikasi di dasari atas dua kebutuhan, yaitu, kebutuhan untuk
melangsungkan hidup dan kebutuhan untuk menyesuaikan diri dengan lingkungannya.
Namun, dari sisi negativnya masih banyak Media yang tidak dapat menempatkan posisinya
dan agak menyimpang karena tidak sesuai dengan norma dan budaya yang sudah melekat
pada suatu daerah. Contoh Media Tv yang menayangkan tayangan yang tidak seharusnya di
publish contohnya seperti kekerasan, Sinetron dll. Karena akan mempengaruhi Psikologis
dan Prilaku seseorang.
Salah satu upaya yang dapat dilakukan diantaranya Harus adanya mediawatch yang
mengontrol tayangan kekerasan di Indonesia. Lembaga ini tentunya bekerjasama dengan
Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) Pusat. KPI harus lebih ketat mengawasi program siaran di
seluruh stasiun televisi Indonesia. Terimakasih.

Tugas 2 :
Kebutuhan kita akan hiburan, informasi dan pendidikan dapat terpenuhi dengan hadirnya
berbagai media massa baik media cetak, atau media elektronika seperti Koran, majalah, Tv,
Radio, dll.

Sifat Empati dan Simpati mempunyai beberapa persamaan. Karena, kedua sifat ini saling
berhubungan dalam factor interaksi yang tentunya terjadi karena adanya komunikasi yang
berlangsung pada seseorang baik secara verbal/ non verbal atau secara langsung dan tidak
langsung.
Dari hal tersebut akan ada persamaan yaitu dalam hasil/efek yang terjadi yang diakibatkan
dari komunikasi. Contohnya seseorang akan mau belajar memahami dan merasakan apa
yang orang lain rasakan walaupun dalam hal ini ada perbedaan yaitu tingkatannya.

Pada dasarnya Simpati hanya turut merasakan sesuatu dan perasaan itu timbul atas dasar
penilaian perasaan sedangkan, Empati merupakan simpati yang terlalu mendalam yang
dapat mempengaruhi keadaan fisik dan psikologi/kejiwaan seseorang. Empati terjadi jika
diawali dengan adanya simpati.
Empati memerlukan kerjasama antara kemampuan menerima, memahami secara kognitif
dan afektif.
Dalam Empati kita harus mempunyai kemampuan mengindera perasaan seseorang
sebelum yang bersangkutan mengatakannya.

Contoh : Seseorang perokok aktif, jika ia memiliki bahkan menerapkan Empati , ia akan
menyadari bahwa orang yang hadir disekitarnya tidak semuanya menyukai rokok dan ia
akan mampu merasakan betapa tidak nyamannya karena asap rokok yg begitu
mengganggu&berbahaya. Pada saat itulah ia dapat mengambil suatu keputusan atas
pemahaman dan perasaan dirinya. ia akan menyadari dan bisa bersikap toleran atau
menghargai perasaan orang lain sewaktu ia berada di tempat umum , misalnya ruang rapat,
kantor, kampus, sekolah, dll, sehingga ia tidak akan merokok atau mematikan rokoknya
ketika ada teman yang datang.

INISIASI 6
Ragam dan Tingkatan Efek Komunikasi

Untuk mengetahui secara umum efek apa saja yang dihasilkan dari suatu program
komunikasi dapata dirinci dalam beberapa tahapan berikut:
Secara umum efek dari komunikasi termasuk yang menggunakan media massa meliputi
tiga aspek: kognitif, afektif, dan konatif.
1) Efek kognitif terjadi pada tingkat pengetahuan; jika khalayak telah menerima suatu
pesan, maka mereka menjadi tahu mengenai apa yang disampaikan kepadanya. Inilah efek
komunikasi yang paling dasar; dan hampir dapat dipastikan bahwa komunikasi selalu
menghasilkan efek kognisi sesuai tingkat intelektualitas para penerimanya.
2) Efek afektif terjadi pada tingkat perasaan. Lazimnya, efek ini terjadi setelah efek kognisi.
Setelah khalayak paham mengenai apa yang terkandung dalam pesan yang diterimanya,
akan muncul dalam diri mereka perasaan tertentu, misalnya rasa suka atau tidak suka,
terhadap isi pesan tersebut. Efek ini antara lain tergantung dari isi dan susunan pesan yang
mereka terima.
3) Efek konatif atau psikomotorik terjadi pada tingkat tingkah laku. Sesudah khalayak tahu
dan menetapkan perasaan tertentu terhadap objek yang dibicarakan, maka mereka akan
melakukan tindakan tertentu. Banyak faktor yang ikut mendukung atau menghambat
terjadinya efek psikomotorik ini, baik faktor fisik (material) maupun non-fisik (immaterial).
Sebagai ilustrasi, jika khalayak telah menerima pesan pentingnya imunisasi folio untuk para
balita, maka setidaknya mereka akan menyadari (efek kognisi) akan pentingnya imunisasi
folio. Bagi kalangan awam, pengetahuan tentang imunisasi folio mungkin hanya sebatas
pencegahan penyakit folio secara fisik. Tetapi bagi yang pengalamannya lebih luas, pesan
imunisasi folio itu juga bisa dikembangkan untuk mencegah penurunan kecerdasan otak si
anak; menghindari beban ekonomi dan sosial keluarga dan si anak; dan yang paling penting
untuk menghindari terjadinya generasi yang invalid.
Jika isi dan susunan pesannya sanggup menarik minat khalayak, maka akan timbul efek
afektif. Khalayak akan menyimpulkan bahwa imunisasi itu penting. Karenanya akan timbul
sikap setuju dalam diri mereka terhadap imunisasi folio. Namun bagaimana khalayak akan
melaksanakan imunisasi para balitanya? Hal ini antara lain tergantung pada situasi dan
kondisi yang mendukung ke arah tindakan itu. Karena kegiatan ini merupakan program
pemerintah yang tak memerlukan biaya dari masyarakat (gratis) maka hampir semua orang
tua yang memiliki balita mengimunisasi balitanya. Seandainya mesti bayar, besar
kemungkinan hanya sebagian kecil orang tua yang mengimunisasi balitanya.

INISIASI 7
Prinsip Homophily dalam Kegiatan Komunikasi Antar Budaya

Amir adalah seorang penyuluh keluarga berencana yang berasal dari pulau Sumatera. Amir
ditugaskan oleh kantornya untuk melakukan kegiatan penyuluhan keluarga berncana pada
masyarakat pedesaan di wilayah Jawa. Sebagai orang Sumatera, Amir terbiasa berbicara
secara terus terang, tanpa basa-basi disertai dengan intonasi suara yang cukup keras. Hal
tersebut sudah lazim dilakukan oleh masyarakat Sumatera dan tidak dianggap sebagai
sesuatu hal yang tabu. Namun ternyata ketika Amir melakukan penyuluhan pada
masyarakat diwilayah Jawa, Amir menemui banyak kendala. Masyarakat di mana Amir
melakukan penyuluhan menolak kedatangan Amir dan tidak mau mengikuti penyuluhan
yang diselenggarakan Amir. Menurut informasi yang diperoleh, masyarakat tersebut tidak
menyukai gaya bicara Amir yang dirasa kurang halus dan terlalu terus terang.

Dari ilustrasi di atas tampak bahwa latar belakang budaya sangat berperan dalam
menentukan keberhasilan suatu kegiatan komunikasi. Untuk itu penting kiranya bagi para
pelaku komunikasi untuk memahami komunikasi Antar Budaya agar tidak terjadi konflik dan
kesalahpahaman di antara pihak-pihak yang terlibat dalam kegiatan komunikasi. Langkah
yang bisa diambil untuk memecahkan masalah yang muncul sebagai akibat perbedaan latar
belakang budaya pada orang-orang yang terlibat dalam kegiatan komunikasi adalah dengan
menggunakan prinsip homophily.

Karena dengan menerapkan prinsip homophily akan dapat menciptakan suasana akrab di
antara sumber dan khalayak. Bila bahasan tentang prinsip homophily ini kita kaitkan dengan
contoh ilustrasi di atas, maka sebaiknya sebelum Amir melakukan kegiatan penyuluhan,
Amir terlebih dahulu belajar bahasa jawa, berlatih berbicara halus dan berlatih hal-hal yang
menjadi adat dan kebiasaan orang Jawa. Dengan demikian ketika Amir memulai kegiatan
penyuluhannya tersebut, Amir telah memahami dan bisa menerapkannya dalam keiatan
penyuluhan yang dilakukannya

Namun, apabila kita tetap tidak bisa menyesuaikan diri dengan adat budaya setempat
meskipun kita telah berusaha untuk mempelajarinya, maka prinsip homophily juga bisa
digunakan dengan cara melibatkan pemuka pendapat atau tokoh masyarakat setempat
untuk menyampaikan pesan-pesan yang kita buat. Dalam hal ini pemuka pendapat berperan
sebagai komunikator (penyampai pesan).

NOTE :
PENGARUH BUDAYA DLM KOMUNIKASI
* Perbedaan Budaya akan mempengaruhi keefektifan dlm berkomunikasi
* Perbedaan Bahasa dapat pula mempengaruhi keefektifan komunikasi

PERAN BAHASA DLM KOMUNIKASI


Bahasa menurut Collins Cobuild adalah suatu sistem komunikasi yg terdiri dari seperangkat
bunyi & lambang tertulis yg digunakan oleh orang-orang pada suatu negara atau wilayah
tertentu untuk berbicara dan menulis
Bahasa adalah :
* Sistem lambang/tanda berupa macam-macam bunyi dipakai orang utk melahirkan
pikiran/perasaan
* Perkataan-perkataan yg dipakai oleh suatu bangsa
* Percakapan, perkataan yg baik, sopan, tingkah laku yg baik (Purwadarminta)

Fungsi Bicara dalam Kehidupan


1. Sebagai alat melahirkan berbagai perasaan
Contoh : Ungkapan kasih sayang,rasa kagum, heran,senang dsb.
2. Sebagai alat komunikasi; memperlancar pergaulan,melahirkan gagasan, ide, kreatifitas,
menambah pengetahuan dsb.

FAKTOR-FAKTOR YG MEMPENGARUHI KELANCARAN/HAMBATAN BERKOMUNIKASI :


* Pengetahuan
* Pengalaman
* Intelegensi
* Kepribadian
* Budaya
* Biologis;
* kelainan mulut, gagap, cadel

MACAM-MACAM BERBICARA
Dari segi Jarak; bicara langsung (face to face) dan tidak langsung
Dari segi sarana; Bicara melalui surat, tlp, radio, TV, E-Mail/Internet
Dari segi Tujuan; Bicara dlm seminar, raker, kampanye
Dari segi kedinasan; bicara soal kedinasan,
Dari segi bahasa; Tinggi rendahnya nada suara
Dari lawan bicara; satu lawan satu, satu lawan Kelompok
Dari segi hirarchi; atasan dengan bawahan, bawahan dengan bawahan
Dari segi pertumbuhan; sesuai perkembangan

CIRI-CIRI KOMUNAKSI TDK EFEKTIF


Bertele-tele
Malu-malu
Marah-marah
Maksud yg disampaikan tdk jelas
Tersembunyi maksud pesan
Non verbal
Satu arah
Tidak responsive
Tidak nyambung
Tidak terbuka

TEKNIK BERKOMUNIKASI YG EFEKTIF


* Mendengar dengan aktif
* Trampil dalam berbicara
* Gaya bicara
* Penampilan yang menarik; Pakaian, Pandangan Mata, raut muka, sikap badan, suara,
tulisan, senyum, jabatan tangan, ingat nama, tulus.

Menciptakan Hubungan Baik


* Menggunakan diskripsi/gambaran
* Berorientasi pada pemecahan masalah
* Spontanitas, jujur
* Empaty
* Meningkatkan komunikasi

Jarak Individu Dlm Komunikasi (Allan Pease, 1981) :


* The Intimate Zone (Jarak Komunikasi 6-18 inc/15-45cm), Bicara dengan teman dekat
* The Personal Zone (jarak Komunikasi 18-48 inc/45-120cm), Bicara keg. Sosial dengan
Teman yg kita kenal baik
* The Sosial Zone (Jarak Komunikasi 4-12 feet/1,5-3,5m, Bicara dengan orang asing
* The Public Zone (Jarak Komunikasi >12 feet/diatas 3,5m), Bicara dengan pendengar
Kelompok.

Semoga bermanfaat... Sukses Selalu


`Meyga`

Kuliah Yuuuu.... di 22.24

Berbagi

28 komentar:

Athok Illah 5 Oktober 2012 07.34


mantap gan, mohon izin untuk di publish di blog kami... http://rahmatathokillah.blogspot.com/
Balas

ALEX AREMANIA RUMBAI 3 Mei 2013 11.07


mohon ijin juga ah... thanks sebelum nya boss...
Balas

Anonim 10 Juli 2013 22.30

Anda mungkin juga menyukai