Anda di halaman 1dari 17

MAKALAH

APLIKASI CARING – CURING


Diajukan untuk Memenuhi Tugas Kelompok Mata Kuliah
Konsep Dasar Keperawatan 1
Dosem pembimbing: Sri Agustiana, S.kep, Ners, M.Kes, M.Kep

Disusun Oleh :
Kelompok 1
1. Adya Cahya K (A2R19001)
2. Ainun Nurul Izzati (A2R19003)
3. Dyah Ayu Ningsih (A2R19013)
4. Imam Nur F (A2R19021)
5. Melina Putri R. (A2R19028)
6. Puput Nur F (A2R19040)
7. Siti Ellymah (A2R19048)

PROGRAM STUDI SARJANA KEPERAWATAN TINGKAT 1A


SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN HUTAMA ABDI HUSADA
TULUNGAGUNG
2019/2020

1
KATA PENGANTAR
Puji syukur kami paanjatkan kehadirat Allah SWT yang telah memberikan
rahmat dan karunia-NYA kepada kami,sehingga kami berhasil menyelesaikan
makalah ini yang Alhamdulillah tepat waktunya yang berjudul “APLIKASI
CARING – CURING” .
Makalah ini berisikan tentang informasi atau lebih khususnya membahas
bagaimana aplikasi makalah ini dapat memberikan informasi kepada kita semua.
Dalam pembuatan makalah ini, tidak terlepas mendapatkan bantuan dari
berbagai pihak, oleh karena itu pada kesempatan ini kami mengucapkan terima
kasih yang sedalam-dalamnya kepada yang terhormat :
1. Bapak Dr.H. Yitno,SKp,MPd, sebagai Ketua STIKes Hutama Abdi Husada
Tulungagung.
2. Ibu Sri Agustiana,S.kep,Ners,M.Kes,M.Kep sebagai dosen pengajar pada mata
kuliah Konsep Dasar Keperawatan 1, sekaligus sebagai dosen pembimbing
pada tugas yang berjudul Aplikasi Caring-Curing.
3. Pihak perpustakaan yang telah menyediakan buku-buu, untuk refrensi tugas
pada Konsep Dasar Keperawatan 1.
Kami menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari sempurna, oleh karena
itu kritik dan saran dari semua pihak yang bersifat membangun sangat kami
harapkan demi kesempurnaan makalah ini.Semoga makalah ini bermanfaat bagi
kelompok pada khususnya dan bermanfaat bagi para pembaca pada umumnya.
Akhir kata, kami sampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah
berperan serta dalam penyusunan makalah ini dari awal sampai akhir.Semoga
Allah SWT senantiasa meridhoi segala usaha kita.Amin.

Tulungagung,23 September 2019


Penyusun

Kelompok 1

2
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR............................................................................................2
DAFAR ISI.............................................................................................................3
BAB I PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang......................................................................................4
1.2. Tujuan...................................................................................................4
BAB 2 LANDASAN TEORI
2.1. Pengertian Caring ………….................................................................5
2.2.Pengertian Curing…………………….….............................................6
2.3.Faktor-faktor yang mempengaruhi caring.............................................7
2.4.Faktor-faktor yang mempengaruhi curing……………….…...………7
2.5. Teori yang melandasi caring dan curing.……………………………12
2.6. Manfaat caring dan curing…………………………………………..12
2.7 Aplikasi caring dan curing…………………………………………...12
2.8 Tujuan dan perbedaan caring dan curing…………………………….12
2.9 Aplikasi caring dan curing…………………………………………...12
BAB 3 KASUS & PEMBAHASAN
3.1. Kasus dalam aplikasi caring................................................................14
3.2. Kasus dalam aplikasi curing…………………………………………14
3.3. Pembahasan………………………………………………………….14
BAB 4 PENUTUP
4.1. Kesimpulan………………………………………………………….15
4.2. Saran………………………………………………………………...15
DAFTAR PUSTAKA............................................................................................16

3
BAB 1
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Sebagai perawat atau ners materi yang sangat penting dan menentukan
adalah memahami konsep caring dan curing serta mampu menanamkan
dalam hati, disirami dan dipupuk untuk mampu memperlihatkan kemampuan
soft skill sebagai perawat, yaitu empati, bertanggung jawab dan tanggung
gugat, dan mampu belajar seumur hidup. Semua itu akan berhasil dicapai oleh
perawat kalau mereka mampu memahami apa itu caring.Saat ini, caring dan
curing adalah isu besar dalam profesionalisme keperawatan. Mata ajaran ini
mendeskripsikan tentang keperawatan dasar dimana perawat akan mendalami
konsep sebagai dasar ilmu keperawatan. Diharapkan perawat mampu
memahami tentang pentingnya perilaku caring dan curing sebagai dasar yang
harus dikuasai oleh perawat atau ners.
1.2 Tujuan
1) Tujuan Umum
Mahasiswa mampu mengetahui Aplikasi Caring Curing.

2) Tujuan Khusus
1. Mahasiswa mampu memahami pengertian caring.
2. Mahasiswa mampu memahami pengertian curing.
3. Mahasiswa mampu memahami faktor-faktor yang mempengaruhi
caring.
4. Mahasiswa mampu memahami faktor-faktor yang mempengaruhi
curing.
5. Mahasiswa mampu memahami teori yang melandasi curing.
6. Mahasiswa mampu memahami manfaat caring dalam keperawatan.
7. Mahasiswa mampu memahami aplikasi caring-curing.

4
8. Mengetahui bagaimana konsep caring dan curing dalam pelayanan
kesehatan.
9. Mengetahui apa tujuan, manfaat, dan perbedaan caring dan curing.
10. Mengetahui aplikasi caring dan curing dalam pelayanan kesehatan.

5
BAB 2
LANDASAN TEORI
2.1 Pengertian Caring
Caring secara umum dapat diartikan sebagai suatu kemampuan untuk
berdedikasi bagi orang lain, pengawasan dengan waspada, perasaan empati
pada orang lain, dan perasaan cinta atau menyayangi.
Caring adalah sentral untuk praktik keperawatan karena caring merupakan
suatu cara pendekatan yang dinamis , dimana perawat bekerja untuk lebih
meningkatkan kepeduliannya kepada klien. Dalam keperawatan, caring
merupakan bagian inti yang penting terutama dalam praktik keperawatan.
Saat ini, caring adalah isu besar dalam profesionalisme keperawatan.
Banyak ahli keperawatan yang mengungkapkan mengenai teori caring
antara lain sebabai berikut :
Watson (1979) yang terkenal dengan Theory of Human Caring,
mempertegas bahwa caring sebagai jenis hubungan dan transaksi yang
diperlukan antara pemberi dan penerima asuhan untuk meningkatkan dan
melindungi pasien sebagai manusia, dengan demikian mempengaruhi
kesanggupan pasien untuk sembuh.
Marriner dan Tomey (1994) menyatakan bahwa caring merupakan
pengetahuan kemanusiaan, inti dari praktik keperawatan yang bersifat etik
dan filosofikal.Caring bukan semata-mata perilaku. Caring adalah cara yang
memiliki makna dan memotivasi tindakan. Caring juga didefinisikan sebagai
tindakan yang bertujuan memberikan asuhan fisik dan memperhatikan emosi
sambil meningkatkan rasa aman dan keselamatan klien (Carruth et all, 1999).
Griffin (1983) membagi konsep caring kedalam dua domain utama. Salah
satu konsep caring ini berkenaan dengan sikap dan emosi perawat, sementara
konsep caring yang lain terfokus pada aktivitas yang dilakukan perawat saat
melaksanakan fungsi keperawatannya. Griffin menggambarkan caring dalam
keperawatan sebagai sebuah proses interpersonal esensial yang mengharuskan
perawat melakukan aktivitas peran yang spesifik dalam sebuah cara dengan
menyampaikan ekspresi emosi-emosi tertentu kepada resepien. Aktivitas
tersebut menurut Griffin meliputi membantu, menolong, dan melayani orang

6
yang mempunyai kebutuhan khusus. Proses ini dipengaruhi oleh hubungan
antara perawat dengan pasien.
Mayeroff memandang caring sebagai suatu proses yang berorientasi pada
tujuan membantu orang lain bertumbuh dan mengaktualisasikan
diri. Mayeroff juga memperkenalkan sifat-sifat caring seperti sabar, jujur, dan
rendah hati.
Lydia Hall mengemukakan perpaduan tiga aspek dalam teorinya. Sebagai
seorang perawat, kemampuan care, core, dan cure harus dipadukan secara
seimbang sehingga menghasilkan asuhan keperawatan yang optimal untuk
klien. Care merupakan komponen penting yang berasal dari naluri seorang
ibu. Core merupakan dasar dari ilmu sosial yang terdiri dari kemampuan
terapeutik, dan kemampuan bekerja sama dengan tenaga kesehatan lain.
Sedangkan cure merupakan dasar dari ilmu patologi dan terapeutikDalam
memberikan asuhan keperawatan secara total kepada klien, maka ketiga unsur
ini harus dipadukan (Julia, 1995).

2.2 Pengertian Curing


Curing merupakan ilmu yang empirik, mengobati berdasarkan bukti atau
data dan mengobati dengan patofisiologi yang bisa
dipertanggungjawabkan.Curing merupakan tugas primer dokter dan caring
sebagai tugas sekundernya.Curing merupakan komponen dalam
caring.Didalam curing terdapat diagnosis medis yaitu suatu bentuk kinerja
yang mengungkapkan penyakit yang diderita klien.Curing lebih
memperhatikan penyakit yang diderita serta penanggulangannya.

2.3 Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Caring


Gibson, james & john (2000) mengemukakan tiga faktor yang dapat
mempengaruhi perilaku caring sebagai berikut :
a. Faktor Individu
Faktor individu yang dapat mempengaruhi perilaku caring yaitu,
kemampuan diantaranya kemampuan kecerdasan emosional, latar

7
belakang, keterampilan, dan karakteristik demografis diantaranya umur,
jenis kelamin, dan pendidikan.
b. Faktor Psikologis
Faktor psikologis yang dapat mempengaruhi perilaku caring
yaitu,sikap, kepribadian dan motivasi, faktor ini dipengaruhi oleh keluarga,
tingkat sosial, dan karakteristik demografis.
c. Faktor Organisasi
Faktor organisasi yang dapat mempengaruhi perilaku caring yaitu,
sumber daya manusia, kepemimpinan, imbalan, struktur dan pekerjaan.

2.4 Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Curing


a. Temperatur
Temperatur curing lebih tinggi dari temperatur untuk pertumbuhan
normal.Tanaman dataran tinggi (kentang dan wortel) diperlukan suhu 15-
25oC, sedangkan tanaman dataran rendah dan komoditi ubi-ubian (singkong,
ubi jalar, lobak, jahe) diperlukan suhu 26-34oC. Penyembuhan luka terjadi
pada suhu tinggi, namun apabila suhu terlalu tinggi akan menghambat prses
penyembuhan luka, misalnya pada ubi jalar akan terhambat bila curing
dilakukan pada suhu 35oC.
b. RH
RH tinggi diperlukan untuk komoditi umbi-umbian dan ubi-ubian, karena
bila RH rendah tidak akan terjadi penyembuhan luka. Pada RH optimum
(80%-95%) penyembuhan luka terjadi secara cepat, namun pada RH 100%
curing tertunda karena terjadi perbanyakan sel secara berlebihan pada
permukaan jaringan yang terluka.Berbeda halnya curing pada umbi lapis
diperlukan RH yang rendah karena bertujuan untuk mempercepat
pengeringan dari bagian “leher” umbi lapis.
c. Komposisi udara
Pada curing harus ada ventilasi yang baik serta temperatur dan RH
optimum untuk curing karena bila tidak akan mengahambat penyembuhan
luka pada komoditi. Adapun alasan-alasan lain, yaitu:

8
 Dapat menghambat proses respirasi untuk penyembuhan dan
pembesaran sel (khususnya CO2 yang tinggi).
 Curing merupakan suatu proses pengembangan sel sehingga
memerlukan adanya sintesa DNA dan protein.
 Pembentukan periderm tidak terjadi pada kondisi anaerobik.

d. Tipe kerusakan
Luka yang permukaannya rata lebih cepat sembuh daripada luka yang
berupa robekan.

2.5 Teori yang Melandasi Curing

9
2.6 MANFAAT CARING dan CURING
2.6.1 Manfaat Caring
 Dapat membantu memenuhi kebutuhan manusia dan klien
 Sebagai focus pemersatu untuk praktek keperawatan
 Membantu menumbuhkan kepercayaan dan membuat
hubungan dalam keperawatan secara manusiawi
 Meningkatkan dan menerima ungkapan perasaan yang positif
dan negative atau baik buruknya
 Bisa memberikan bimbingan dalam memuaskan kebutuhan
manusiawi pasien dan klien
 Menimbulkan kesensitifas terhadap diri sendiri dan orang lain
 Caring sangat penting untuk tumbuh kembang
 Memperbaiki dan meningkatkan konsisi atau cara hidup
manusia
 Caring memberikan manfaat asuhan fisik yang baik serta
meningkatkan rasa aman dan keselamatan klien
 Memberikan bimbingan dalam memuaskan kebutuhan
manusiawi

2.6.2. Manfaat Curing


 Memberikan pelayanan yang lebih pada obat

2.7 Aplikasi Caring-Curing


2.7.1 Aplikasi Caring
1. Memenuhi kebutuhan dasar pasien
Caring ditunjukkan melalui penatalaksanaan kebutuhan dasar
pasien dimana kebutuhan fisik menjadi prioritas.Contohnya,
memandikan, memakaikan pakaian, memberi makan dan
mengangkat pasien.
2. Perawatan fisik membantu mengembangkan respon empati

10
Praktik penyediaan perawatan fisik untuk pasien memainkan
peranan penting dalam membanggun pemahaman empatik
terhadapsituasi pasien. Dengan cara ini hubungan yang lebih dekat
dengan pasien terbentuk. Caring secara fisik memberi jalan untuk
mengasuh dan mendukung secara emosional dan psikologis.
3. Hubungan yang optimis
Pendekatan lain yang diterapkan perawat adalah mengadopsi kesan
optimisme yang tidak dijamin ketika bersama pasien.perawat
mencoba mendorong moral pasiennya, dan ini menambah
semangatnya sendiri walaupun perawat mengetahui bahwa ia tidak
dapat jujur sepenuhnya tentang kondisi pasien yang buruk dan
masa depan pasien yang tidak pasti.
4. Mengatakan pada pasien untuk tidak khawatir
Meskipun soerang perawat tahu bahwa kondisi pasien tersebut
kritis, perawat harus mampu mengatakan padan pasiennya untuk
tidak khawatir dan menekankan aspek-aspek positif atas kondisi
pasien yang kritis.Ia melarang pasiennya berpikir terlalu banyak
mengenai risiko kritis pasien dan harus mendorong pasien untuk
berpikir cepat sembuh. Intinya, seorang perawat harus mampu
meringankan kecemasan pasien.
5. Berupaya untuk tidak membeberkan informasi
Perawat berupaya untuk tidak memebeberkan iinformasi yang
dapat memperburuk kondisi pasien.
2.7.2 Aplikasi Curing

2.8 Tujuan, Perbedaan Caring-Curing


2.8.1 Tujuan
2.8.1.1 Tujuan Caring
 Memberikan asuhan kepada klien
 Meningkatkan rasa aman dan keselamatan kepada klien
 Pendekatan Lebih umum
2.8.1.2Tujuan Curing

11
 Mendukung caring serta holistic care

2.8.2 Perbedaan Caring dan Curing


Dalam penerapannya, konsep caring dan curing mempunyai
beberapa perbedaan, diantaranya:
1. Caring merupakan tugas primer perawat dan curing adalah
tugassekunder. Maksudnya seorang perawat lebih melakukan
tindakan kepedulian terhadap klien daripada memberikan tindakan
medis. Oleh karena itu, caring lebih identik dengan perawat.
2. Curing merupakan tugas primer seorang dokter dan caring adalah
tugas sekunder. Maksudnya seorang dokter lebih melibatkan
tindakan medis tanpa melakukan tindakan caring yang berarti. Oleh
karena itu, curing lebih identik dengan dokter.
3. Dalam pelayanan kesehatan klien yang dilakukan perawat, ¾ nya
adalah caring dan¼ nya adalah curing.
4. Caring bersifat lebih “Healthogenic” daripada curing. Maksudnya
caring lebih menekankan pada peningkatan kesehatan daripada
pengobatan. Di dalam praktiknya, caring mengintegrasikan
pengetahuan biofisik dan pengetahuan perilaku manusia untuk
meningkatkan derajat kesehatan dan untuk menyediakan pelayanan
bagi mereka yang sakit.
5. Tujuan caring adalah membantu pelaksanaan rencana
pengobatan/terapi dan membantu klien beradaptasi dengan masalah
kesehatan, mandiri memenuhi kebutuhan dasarnya, mencegah
penyakit, meningkatkan kesehatan dan meningkatkan fungsi tubuh
sedangkan tujuan curing adalah menentukan dan menyingkirkan
penyebab penyakit atau mengubah problem penyakit dan
penanganannya.
6. Diagnosa dalam konsep curing dilakukan dengan mengungkapkan
penyakit yang diderita sedangkan diagnosa dalam
konsep caring dilakukan dengan identifikasi masalah dan
penyebab berdasarkan kebutuhan dan respon klien.

12
2.9. Aplikasi Caring dan Curing dalam pelayanan kesehatan.
2.9.1. Aplikasi Caring dalam Pelayanan Kesehatan
Aplikasi caring diterapka pada asuhan psikologis dalam
keperawatan.Saat ini beberapa studi relative telah dilakukan untuk
mengeksplorasi makna caring bagi perawat yang melakukannya setiap
hari.Jika perawat adalah profesi caring, perlu dilakukan banyak riset untuk
mengetahui makna caring dan bagaimana caring mempengaruhi pemberi
asuhan keperawatan profesional. Sebuah pendekatan untuk
mengeksplorasi caring adalah melalui pemeriksaan asuhan psikologis
pasien, yaitu dengan memberikan kenyamanan, dukungan, kasih saying,
empati, perilaku menolong secara langsung, koping, pengurangan stress
yang spesifik, sentuhan, pengasuhan, bantuan, pengawasan, perlindungan,
pemulihan, stimulasi, pemeliharaan kesehatan, pendidikan kesehatan, dan
konsultasi kesehatan.

2.9.2. Aplikasi Curing dalam Pelayanan Kesehatan.


Aplikasi curing diterapkan sebagai aktivitas yang dibutuhkan untuk
memberikan kebutuhan medis terhadap pasien, disini tenaga kesehatan
mendiagnosa terhadap penyakit yang diderita pasien, dan kemudian
melakukan tindakan pengobatan secara medis berdasarkan kondisi fisik
pasien. Jadi curing di aplikasikan lebih kepada bagaimana mengetahui
penyakit yang diderita pasien dan cara penanggulangannya.

13
BAB 3
KASUS DAN PEMBAHASAN
3.1) Kasus dalam melakukan aplikasi caring
Perawat A memasuki kamar pasien, menyapa pasien dengan hangat
dan menyentuh bahu pasien dengan lembut, melakukan kontak
mata dengan pasien dan duduk di samping tempat tidur lalu
menanyakan keluhan pasien dengan penuh
perhatian,memperhatikan infus dan kemudian memeriksa data
tanda vital pasien yang terdapat di dalam kardeks sebelum
meninggalkan ruangan.
3.2) Kasus dalam melakukan aplikasi curing
Ada pasien yang mengalami penyakit bhipertensi dan seorang
perawat harus memberikan obat yang sesuai dengan penyakit yang
di derita oleh pasien.
3.3) Pembahasan
Dalam aplikasi caring, dengan melakukan pelayanan terhadap
pasien itu dengan melakukan tindakan asuhan yang
ramah,lembut,halus dan bias membuat pasien senyaman mungkin.
Dalam aplikasi curing, perawat hanya memberikan obat yang
sesuai dengan penyakit yang di derita oleh pasien sesuai anjuran
dokter

14
BAB 4
PENUTUP
4.1 KESIMPULAN
Caring adalah sentral untuk praktik keperawatan karena caring
merupakan suatu cara pendekatan yang dinamis, dimana perawat
bekerja untuk lebih meningkatkan kepeduliannya kepada klien. Dalam
caring terdapat tiga makna yang ketiganya tidak dapat dipisahkan
yaitu memberi perhatian, bertanggung jawab, dan ikhlas.Perawat,
sebagai profesional, berada di bawah kewajiban kontrak untuk
care.Penilaian terhadap seorang perawat dapat terlihat dari perilaku
caring yang dimiliki perawat.Jika perawat memili sikap sensitif,
simpatik, melindungi klien, memberi kenyamanan, menunjukkan
kemampuan, maka klien merasa lebih dekat serta mudah berbagi
perasaan yang dimilikinya.
Dalam kesehatan selain ada caring juga ada curing.Perbedaan
antara caring dan curing dapat lebih jelas jika dilihat dari diagnosis,
intervensi, dan tujuannya. Di dalam caring terdapat diagnosis
keperawatan yang merupakan suatu kegiatan
mengidentifikasi masalah dan penyebab berdasarkan kebutuhan
dan respon klien. Sedangkan di dalam curing terdapat diagnosis medis
yaitu suatu bentuk kinerja yang mengungkapkan penyakit yang
diderita klien. Untuk itu sebagai seorang perawat kita harus bangga
karena kita melakukan tindakan yang mulia yaitu care, merawat.
Namun, sebagai professional, kita harus melakukan semua itu dengan
penuh rasa ikhlas.
4.2 SARAN
1) Bagi mahasiswa keperawatan
MAhasiswa keperawatan sebelum dipraktekkan ke rumah sakit
hendaklah memahami Konsep Dasar Caring Curing
2) Bagi perawat:

15
Perawat dalam memberikan asuhan dalam pasien, harus mamp
membedakan antara aplikasi caring dan curing
3) Bagi Institusi Pendidikan
Intitusi Pendidikn hendaklah, menyediakan buku-buku ang ada
kaitanya dengan tugas mahasiswa, sehingga tugas mahasiswa bisa
terealisasi dengan baik

16
DAFTAR PUSTAKA
Morrison Paul & Burnard Philip.2009.caring & commicating.buku kedokteran
EGC : Jakarta.
http//:wordpress.com/2011/12/makalah-kdk-unit-3-fg-3.pdf
http://staff.undip.ac.id/psikfk/meidiana/2010/06/04/konsep-caring/
http://dedef-noprika.blogspot.com/2012/01/800x600-normal-0-false-false-false-
en.html
https://www.kompasiana.com/spirit-smile/550e5f0a813311c82cbc642a/makalah-
konsep-dasar-keperawatan-bab-caring

17