100% menganggap dokumen ini bermanfaat (1 suara)
2K tayangan10 halaman

Laporan Panel Box Bismillah

Dokumen tersebut merupakan laporan praktikum pembuatan panel box di bengkel elektromekanik. Praktikum ini bertujuan agar mahasiswa dapat membuat panel box dari awal hingga akhir dengan menggunakan peralatan bengkel secara praktis. Langkah-langkah pembuatan meliputi pembuatan desain, pemotongan plat, pelipatan plat, pembuatan lubang, penyambungan dengan las listrik, pengamplasan, pelubangan untuk engsel, dan pemasangan

Diunggah oleh

siskarachma
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
100% menganggap dokumen ini bermanfaat (1 suara)
2K tayangan10 halaman

Laporan Panel Box Bismillah

Dokumen tersebut merupakan laporan praktikum pembuatan panel box di bengkel elektromekanik. Praktikum ini bertujuan agar mahasiswa dapat membuat panel box dari awal hingga akhir dengan menggunakan peralatan bengkel secara praktis. Langkah-langkah pembuatan meliputi pembuatan desain, pemotongan plat, pelipatan plat, pembuatan lubang, penyambungan dengan las listrik, pengamplasan, pelubangan untuk engsel, dan pemasangan

Diunggah oleh

siskarachma
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

PRAKTIKUM BENGKEL ELEKTROMEKANIK

PEMBUATAN PANEL BOX

Dosen : Farid Dwi Murdianto

Asisten Dosen : Agus

Nama Kelompok : 1. Sri Wahyudi (1303181034)

2. Siska Rachma Putri S. (1303181039)

3. Mohammad Ilham F. (1303181041)

4. Sahara Diba Hasibuan (1303181050)

5. Yoga Fredi Arisko (1303181056)

Kelas / Semester : 1 D3 Elin B / I

Tahun Ajaran : 2018/2019

Departemen Teknik Elektro

Program Studi Teknik Elektro Industri

2018
BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Pekerjaan bengkel salah satunya merupakan kerja bangku. Kerja bangku merupakan
pekerjaan bengkel yang menggunakan peralatan kerja tangan (hand tools) dan merupakan
bagian penting dalam pekerjaan di bengkel sehingga peralatan mesin dapat bekerja secara
efisien dan ekonomis. Rangkaian kegiatan pada kerja bangku ini diantaranya adalah
membuat pola, memotong, mengikir, melipat dan mengebor. Pekerjaan tersebut
memerlukan penguasaan tentang pembelajaran secara praktis mengenai keterampilan
mesin.
Peralatan kerja tangan harus di gunakan sesuai dengan prosedur yang benar disertai
dengan perawatannya, dengan demikian diharapkan hasil kerja yang dihasilkan baik dan
umur dari peralatan dapat bertahan lama. Alasan yang dapat dipertanggung
jawabkan mengapa kita harus memeliharanya adalah peralatan tersebut harus selalu dalam
keadaan aman serta selalu dalam kondisi kerja yang baik..
Pada praktikum bengkel elektromekanik ini, kami akan membuat sebuah panel box
berbahan dasar plat. Pengerjaan plat ini dilakukan dengan membentuk dan menyambung
logam lembaran (plat) sehingga sesuai dengan bentuk dan ukuran yang telah direncanakan.
Pengerjaan plat dapat dilakukan dengan menggunakan keterampilan tangan, mesin, atau
perpaduan dari keduanya, yang meliputi macam-macam pengerjaan, diantaranya adalah
memotong, menekuk, melubangi, menyambung, dan lain-lain.
Dalam praktikum pembuatan panel box ini kita memerlukan sejumlah peralatan
pendukung untuk menyelesaikan benda kerja yang akan kita bentuk, peralatan tersebut
diantaranya adalah penggores, penitik, mistar baja, mistar siku, alat pemotong, mesin
bending, mesin bor, gergaji tangan dan lain-lain.

1.2 Tujuan
Tujuan dari melakukan praktikum ini adalah diharapkan mahasiswa mampu untuk
melakukan serangkaian proses pembuatan panel box dari proses awal yakni pembuatan
pola pada plat hingga proses akhir (finishing) yakni pengecatan pada panel box yang
dilakukan dengan keterampilan dalam menggunakan alat.
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Pengertian Pengerjaan Plat

Pengerjaan plat adalah pengerjaan membentuk dan menyambung logam lembaran


(plat) sehingga sesuai dengan bentuk dan ukuran yang sudah direncanakan. Pengerjaan plat
dapat dilakukan dengan menggunakan keterampilan tangan, mesin, atau perpaduan dari
keduanya, yang meliputi macam-macam pengerjaan, diantaranya adalah menggunting,
melukis, melipat, melubangi, meregang, pengawatan, mengalur, menyambung, dan lain-lain.

2.2 Alat – Alat Pendukung Pengerjaan Plat


a. Penggores
Penggores (scriber) adalah alat untuk menggores benda kerja (logam) sebagai persiapan
untuk dikerjakan atau sebagai gantinya pensil apabila hendak menggambar di atas
kertas.

b. Penitik
Penitik dapat digunakan untuk menitik bagian benda kerja yang akan di bor.

c. Mistar Baja
Mistar baja ini berfungsi untuk mengukur benda kerja yang berukuran pendek, selain
itu juga dapat dipakai untuk membimbing penggoresan dalam melukis batangan pada
pelat yang digunakan

d. Mistar Siku
Alat ini digunakan untuk menyiku ketelitian dari benda kerja

e. Kikir
Kikir ini digunakan untuk menghilangkan bagian yang tajam

f. Alat Pemotong Manual


Untuk memotong plat
g. Mesin Bending Manual dan Promecam
Mesin ini digunakan untuk melipat atau menekuk pelat kerja yang telah diselesaikan
untuk pekerjaan awal.

2.3 Langkah Pengerjaan Plat


Dalam proses pengerjaan plat, langkah-langkah yang harus dilakukan adalah
sebagai berikut :
1. Pembuatan Gambar Kerja
Langkah awal kerja pelat adalah menggambar. Gambar benda kerja dapat di lakukan di
kertas dengan menggambar perbagian terlebih dahulu agar apabila ada yang salah dapat
kita perbaiki lagi. Setelah menggambar di kertas, gambar perbagian di plat yang telah
disediakan dengan penggores.
2. Pemotongan Plat
Setelah selesai menggambar pada pelat, langkah selanjutnya adalah melakukan
pemotongan menurut garis pada gambar tersebut. Pemotongan dapat dilakukan dengan
mesin potong.
3. Penekukan Plat
Setelah pelat yang kita potong dan kita hitung besar pembandingnya, maka langkah
berikutnya adalah penekukan pembendingan. Bending dapat kita lakukan baik secara
manual dengan mesin bending dan dengan menggunakan palu(dipukul).
4. Assembling/Penyambungan
Penyambungan yang kita lakukan ini sekaligus untuk melakukan pembentukan benda
yang akan kita buat. Untuk penyambungan dapat dilakukan sesuai dengan keinginan
dan keadaan benda kerja tersebut.
5. Finishing
Pada tahap ini dilakukan perapihan dan pengecheckan kembali hasil lipatan. Dan juga
kembali dilakukan perapihan bagian-bagian dengan cara mengikir agar lebih halus,
mendempul dan mengecat benda kerja agar memperoleh hasil yang maksimal.
BAB III

METODE PRAKTIKUM

3.1 Alat dan Bahan Praktikum

Dalam pembuatan Panel Box pada praktikum kali ini, alat-alat yang dibutuhkan adalah
sebagai berikut :

1. Penggaris
2. Mistar siku
3. Penggores
4. Gergaji besi
5. Penitik
6. Alat dan mesin bor
7. Alat pemotong plat
8. Alat pelipat plat
9. Obeng plat
10. Rivet Gun
11. Las listrik
12. Spray Gun
13. Alat pelubang plat
14. Gunting plat
15. Amplas
16. Gerenda listrik
17. Palu karet

Bahan-bahan yang digunakan adalah sebagai berikut :


1. Plat dengan tebal 1 mm
2. Elektroda
3. Dempul
4. Cat
5. Thinner
6. 2 buah engsel kecil
3.2 Prosedur Praktikum

Langkah-langkah dalam pembuatan panel box adalah sebagai berikut :

1. Pembuatan desain, sketsa atau jaring-jaring pada plat. Pertama, desainlah terlebih
dahulu plat yang akan digunakan untuk membuat panel box pada kertas.
Buatlah sketsa pada kertas dengan menggunakan skala tertentu. Plat akan
didesain sesuai dengan ukuran yang telah ditentukan. Dan bagian yang akan
didesain terdiri atas bagian body,bagian atas, bagian bawah, bagian pintu, dan
bagian tempat komponen. Setelah dilakukan pembuatan sketsa pada kertas, aplikasikan
sketsa kertas yang telah dibuat dikertas pada plat menggunakan penggores dan penitik.
2. Pemotongan Plat. Setelah membuat sketsa pada plat sesuai dengan
ukurannya,selanjutnya akan dilakukan pemotongan plat. Pemotongan plat
dilakukandengan 2 tahap, yaitu pemotongan bagian yang besar dan pemotongan
bagian yang kecil. Untuk pemotongan bagian yang besar digunakan mesin pemotong
yang besar yaitu dengan menjepit plat yang akan dipotong pada mesin pemotong
dan harus di past i kan bahwa pl at yan g di t andai sudah t epat unt uk
di pot ong. Lal u, m e n g u n c i benda pada mesin pemotong, dan
menginjak pedal mesin pemotong, sehingga benda kerja terpotong.
Selanjutnya, memotong bagian-bagian yang lain dengan mesin pemotong
lainnya sesuai SOP. Sedangkan untuk bagian – bagian yang kecil digunakan
pemotong gergaji besi.
3. Melipat plat. Plat yang sudah dipotong bagian – bagiannya dan sudah dikikir halus
sehingga tidak ada bagian yang tajam, dilipat dengan menggunakan alat lipat. Hal ini
dilakukan agar pekerjaan menjadi lebih sederhana dan lebih mudah. Perhatikan arah
dan derajat pelipatan plat saat melipat, agar tidak terjadi kesalahan saat melipat plat.
4. Pembuatan lubang kotak. Lubang kotak ini dibuat dengan cara membuat pola terlebih
dahulu kemudian menitiknya. Perhatikan saat penitikan jangan tepat digaris pola karena
saat pengeboran akan melebihi batas pola. Lebih baik, saat penitikan berada didalamnya
sehingga saat pengeboran tidak akan melebihi batas garis pola. Cara seperti ini terdapat
kekurangannya, yaitu : membutuhkan energi lebih banyak untuk mengikir sisa
pengeboran yang belum terlubangi. Saat pengeboran perhatikan keselamatan kerja.
Baik menggunakan mesin ataupun alat pengebor plat, harus menggunakan kaca
matakarena sering terdapat percikan api dan serbuk plat yang memancar keluar
5. Menyatukan bagian-bagian plat dengan las listrik sehingga terbentuk panel box. Dalam
proses pengelasan haruslah berhati-hati dan menggunakan pengaman seperti helm las
dan sarung tangan. Sebab proses pengelasan ini tergolong pada proses yang cukup
berbahaya jika tidak dilakukan sesuai dengan SOP.
6. Mengamplas permukaan panel. Proses pengamplasan ini dilakukan dengan bantuan
gerinda listrik. Tujuan pengamplasan ini adalah untuk membersikan sisa-sisa elektroda
saat proses pengelasan serta memperhalus permukaan panel agar tidak membahayakan
penggunanya.
7. Melubangi bagian panel untuk pemasangan engsel. Pelubangan dilakukan pada bagian
pintu dan badan panel box menggunakan bor listrik. Untuk mempermudah, pada bagian
pintu ditambahi sedikit plat sebagai tempat menempelnya engsel.
8. Pemasangan engsel. Pasang engsel pada bagian yang sudah di lubangi menggunakan
Rivet gun agar terhubung dan tidak mudah lepas. Perhatikan paku rivet sebelum merivet
agar tidak miring atau menancap pada bagian yang tidak diinginkan. Pastikan pula
bahwa engsel yang dipasang tidak terbalik posisinya.
9. Melakukan pendempulan pada bagian bagian panel box yang masih berlubang. Apabila
lubang terlalu besar, dapat di las lagi dengan plat sisa yang ada di bengkel. Diamkan
sampai kering kurang lebih selama hari.
10. Melakukan pengecatan. Setelah proses pendempulan dan dempul pada permukaan telah
kering lakukan proses pengecatan menggunakan spray gun. Semprotkan cat secara
merata ke seluruh permukaan panel box.
BAB IV

HASIL DAN PEMBAHASAN

4.1 Pembahasan

Selama sekitar 9x pertemuan dilakukan pembuatan panel box di gedung D3 di ruangan


bengkel elektro mekanik. Praktikum ini dilakukan 9x pertemuan karena waktu yang tidak
memungkinkan untuk menyelesaikan sebuah panel box dalam 1 kali praktikum (1 x 3 jam) dan
ketersediaan alatnya terbatas sehingga harus menunggu dan bergantian dengan kelompok lain
yang juga mengerjakan panel box. Dalam pembuatan box terdiri dari beberapa tahap, yaitu :
membuat pola, memotong, melipat, menyambung dan finishing.

Pada proses yang pertama, yakni proses pembuatan pola pada ketas untuk kemudian
diaplikasikan pada plat dengan tebal 1 mm. Pada proses ini terdapat beberapa kesulitan yang
dialami kelompok kami, dimana pada proses ketelitian dalam menggambar juga mengukur
sangat diperlukan. Sebab ketika terdapat kesalahan dalam menggambar dan mengukur maka
akan terjadi kesalahan pula pada pembuatan kerangka panel.

Kemudian pada proses selanjutnya, yakni proses memotong dan melipat. Pada proses
ini haruslah berhati hati dalam melakukannya. Sebab alat yang digunakan merupakan alat yang
cukup berbahaya ketika kita melakukannya tanpa memerhatikan SOP. Pada proses penekukan
plat tepatnya pada kerangka body panel box terjadi kesalahan dalam menekuk plat sehingga
kelompok kami harus mengembalikan bentuk plat seperti semula menggunakan palu karet.

Lalu proses pengelasan, proses ini merupakan proses yang dilakukan untuk
menggabungkan tiap kerangka yang telah dipotng maun ditekuk untuk menjadi satu bagian.
Proses ini merupakan proses yang sangat awam bagi kelompok kami, sebab melakukan
pengelasan merupakan yang pertama kalinya bagi kelompok kami. Sehingga kelompok kami
mengalami beberapa kesulitan dalam melakukannya. Dimana, ada bagian yang salah sehingga
harus mengelas ulang. Serta ada beberapa bagian yang di las terlalu tebal sehingga
menghasilkan banyak sisa elektroda yang membuat panel box terlihat kurang rapi. Untuk
mengatasinya, kami melakukan proses pengamplasan menggunakan gerinda dengan beberapa
varian mata gerinda.

Kemudian yang terakhir adalah proses finishing. Proses ini memiliki beberapa tahapan
yakni pemasangan engsel untuk pintu panel box, pendempulan untuk menutup lubang- lubang
pada permukaan panel box, serta pengecatan.
BAB V

KESIMPULAN DAN SARAN

5.1 Kesimpulan

Berdasarkan praktikum yang telah dilakukan,dapat disimpulkan bahwa

1. Pembuatan panel box berbahan dasar plat membutuhkan bemacam-macam alat bantu
serta bahan-bahan pendukung.
2. Ada beberapa tahap pengerjaan dari awal hingga finishing pada pembuatan panel box
dan harus dilakukan secara urut serta sistematis untuk mendapat hasil yang maksimal.
3. Pada saat pengerjaan pembuatan panel box perlu memperhatikan ketelitian dalam
pengukuran, pemotongan, pelubangan, dan lain-lain untuk meminimalisir kesalahan
dalam pembuatannya.
4. Setiap pengerjaan pembuatan panel box harus memperhatikan SOP yang telah
ditentukan dalam pemakaian alat untuk menghindari adanya kecelakaan kerja.

5.2 Saran
Berdasarkan hasil pengalaman pada praktikum kami, terdapat beberapa kesalahan yang
terjadi. Kesalahan-kesalahan tersebut diantaranya adalah kesalahan pada saat penekukan
body panel box, berlubangnya permukaan panel box akibat las yang terlalu panas, serta
tidak selesainya proses pembuatan hingga proses finishing atau pengecatan. Dari
kesalahan-kesalahan tersebut diharapkan kedepannya saat praktikum lebih teliti kembali
dalam melakukan pengerjaannya dalam membuat panel box agar mendapatkan hasil yang
sesuai juga maksimal.
Lampiran

Common questions

Didukung oleh AI

Manual bending allows for more control over the bending process, which is useful for small adjustments, but it can be labor-intensive and less consistent for complex shapes. Machine bending offers precision and ease for repeated tasks but requires careful setup and operation. Choosing the right method depends on the specifics of the project, balancing precision and labor input .

Different tools have specific functionalities: the scribe is used for marking precise cuts, the penitik and drill create starter holes and larger holes, respectively, while the bending machine or manual method allows for precise folds in the metal. Each tool contributes to transforming the flat sheet into the desired three-dimensional shape of a panel box. Proper use ensures precision and effective material usage, which is critical when assembling the box components .

The finishing process, including sanding to remove weld residues, applying filler to cover imperfections, and painting, significantly enhances the panel box's visual appeal and protects against corrosion. These steps ensure user safety by smoothing sharp edges and contribute to the durability of the panel box by providing a protective coating .

Understanding material properties, including thickness, influences tool selection, bending techniques, and handling precautions. Thicker materials may require more powerful cutting tools and special bending equipment, while thinner materials are prone to warping and require more precise handling to avoid damages that compromise the structural integrity of the panel box .

Accurate measurements are crucial in designing to ensure all parts fit together seamlessly in assembly. Errors can lead to misalignment and improper fitting, which complicate the assembly process and can result in functional deficiencies, such as gaps that compromise the box’s integrity and appearance .

The primary steps involved in creating a panel box from sheet metal include designing and sketching on the sheet, cutting the sheet according to the design, bending the sheet, assembling the parts, and finishing operations such as sanding and painting. Adherence to SOP is crucial as it ensures precision and safety at each step; for example, accurate measurement and cutting can prevent errors in the final dimensions of the box, and following SOP during cutting and bending prevents safety hazards such as injuries from sharp tools or machinery .

Safety precautions include wearing protective gear like gloves and goggles, following SOPs for tool usage, and ensuring clear communication among team members to prevent accidents. These precautions are emphasized because mishandling tools or neglecting safety equipment can lead to severe injuries, given the sharpness of metal and the power of machinery .

Teamwork is necessary to efficiently divide tasks and ensure smooth transitions between different fabrication stages. Effective time management is crucial to complete the project within the limited workshop hours. Both elements are essential to handle the limited availability of tools and space, preventing bottlenecks and ensuring timely completion without rushing, which can lead to errors .

Finishing techniques like sanding smooth out any rough welds and surface defects, while painting provides a protective coating that prevents rust and improves aesthetic appeal. These techniques ensure the panel box is not only functional and durable but also visually appealing and safe to handle .

Students face challenges in accurately measuring and cutting thin plates, handling cutting and bending tools cautiously to prevent injuries, and ensuring precise joining during welding. Mistakes in these areas can lead to misalignment and unappealing welds that require additional finishing work, affecting the overall quality and appearance of the panel box .

Anda mungkin juga menyukai