Anda di halaman 1dari 22

LANGKAH LANGKAH MERANCANG INSTALASI

Langkah langkah dalam merancang instalasi yaitu sebagai berikut :


1. Gambar situasi
gambar situasi adalah gambar yang menunjukan dengan jelas letak bangunan
instalasi tersebut akan dipasang dan rencana penyambungannya dengan
jaringan listrik PLN
2. Gambar instalasi
pada gambar instalasi meliputi:
a. Rancangan tata letak yang menunjukan dengan jelas tata letak
perlengkapan listrik beserta sarana pelayanannya( kendalinya ) seperti
titik lampu, saklar, stop kontak, panel hubung bagi dan lain lain
b. Rancangan hubungan peralatan dengan pengendalinya .
c. Gambar hubungan antara bagian bagian dari rangkaian akhir , serta
pemberian tanda yang jelas mengenai setiap peralatan atau pesawat
listrik.
3. Gambar diagram garis tunggal yang tercantum. Dalam diagram garis tunggal
ini meliputi :
a. Diagram PHB lengkap dengan keterangan mengenai ukuran dan
besaran nominal komponennya.
b. Keterangan mengenai jenis dan besar beban yang terpasang dan
pembaginya
c. Ukuran dan besar penghantar yang dipakai.
d. Sistem pembumiannya.
4. Gambar detail
Gambar detail meliputi :
a. Perkiraan ukuran fisik dari panel
b. Cara pemasangan alat listrik
c. Cara pemasangan kabel
d. Cara kerja instalasi kontrolnnya.
Selain langkah langkah diatas, dalam merancang instalasi penerangan dan
tenaga , juga dilengkapi dengan analisa data perhitungan teknis mengenai susut
tegangan , beban terpasang, dan kebutuhan beban maksimum , arus hubung singkat ,
dan daya hubung sinkat.

Disamping itu , masih juga dilengkapi dengan daftar kebutuhan bahan instalasi ,
dan uraian teknis sebagai pelengkap yang meliputi penjelasan tentang cara
pemasangan peralatan/ bahan , cara pengujian serta rencana waktu pelaksanaan,
rencana anggaran biaya, dan lama waktu pengerjaan.
INSTALASI LISTRIK
Instalasi listrik merupakan susunan perlengkapan-perlengkapan listrik yang
saling berhubungan serta memiliki ciri terkoordinasi untuk memenuhi satu atau
sejumlah tujuan tertentu. Instalasi listrik terdiri atas sistem penerangan, sistem
pensaklaran, sistem pengkabelan, sistem pembumian dan sistem lain yang
dibutuhkan. Instalasi listrik dapat berupa sebuah instalasi yang sederhana yang hanya
terdiri atas satu titik atau satu instalasi listrik yang rumit dan kompleks.
Instalasi listrik ini terdiri dari dua sistem yaitu antara lain :
1. Sistem Instalasi 1 Fasa
Sistem instalasi satu fasa adalah sistem instalasi listrik yang menggunakan
dua kawat penghantar yaitu 1 kawat fasa dan1 kawat 0 (netral)
2. Instalasi 3 Fasa
Sistem instalasi 3 fasa adalah sistem instalasi listrik yang menggunakan tiga
kawat fasa dan satu kawat 0 (netral) atau kawat ground. Biasanya digunakan pada
instalasi listrik tenaga/industri untuk mensuplai kebutuhan motor listrik sebagai
penggerak mesin (tenaga). Pada suatu unit proses ketiga bagian ini digunakan, karena
unit proses memerlukan ruangan yang terang, tenaga, dan mesin. Selain menguasai
peraturan yang memiliki pengetahuan tentang peralatan instalasi, seorang ahli listrik
harus juga mahir membaca gambar instalasi. Denah ruangan yang akan dilengkapi

dengan instalasi, pada umumnya digambar dengan skala 1 : 100 atau 1 : 50. Pada
denah ini gambar instalasi yang akan dipasang dengan menggunakan lambanglambang yang berlaku
.
BAHAN INSTALASI LISTRIK
Pengertian bahan instalasi istrik adalah bahan-bahan yang digunakan dalam
proses pembuatan instalasi listrik. Adapun bahan-bahannya antara lain :
a. KwH Meter
KwH adalah

alat penghitung pemakaian energy listik. Alat ini bekerja

menggunakan metode induksi medan magnet dimana medan magnet tersebut


menggerakan piringan yang terbuat dai alumanium.
Fungsi KwH Meter
KwH Meter adalah alat yang berfungsi mengukur pemakaian daya yang
digunakan oleh pelanggan baik domestik maupun non-domestik.
Prinsip Kerja KwH Meter
Dalam alat ukur energy listrik, kumparankumparan arus dan tegangan
merupakan suatu belitan pada dua buah magnet.Kumparan arus akan membangkitkan
fluks megnet dengan nilai berbanding lurus dengan besar arus. Terjadinya perputaran
dari piringan alumanium karena interaksi dari kedua medan magnet ini. Kemudian
putaran piringan ditransfer pada roda-roda pencatat. Pada transfer mati nilai putaran
piringan alumanium ke roda-roda pencatat dilakukan kalibrasi untuk memperoleh
nilai energi terukur dalam besaran KwH (Kilo Watt Hours).

Gambar KwH Meter(sumber : http://ibnubahrulrama.blogspot.com/)


Keterangan :
-

Cp = inti besi kumparan tegangan


Cc = inti besi kumparan arus
Wp= kumparan tegangan
Wc = kumparan arus
D = kepingan roda alumanium
J = roda-roda pencatat (regester)
- M = magnet permanen sebagai pengerem keing alumanium,saat beban
-

kosong
S
= kumparan penyesuai beda fase arus dan tegangan

Untuk menghitung jumlah pemakaian daya yang digunakan yaitu dengan


menggunakan rumus :
P=VxI

daya semu

P = V x I x cos

daya nyata

Q = V x I x sin

daya reaktif

Dimana: P = Daya
V

= Tegangan

= Arus

Cos = faktor daya


Sin = factor daya
b.MCB
MCB (Miniatur Circuit Breaker) adalah alat instalasi listrik yang digunakan
untuk membatasi pemakaian daya atau arus yang terpasang pada pelanggan listrik.
MCB yang biasa digunakan pada rumah tinggal dan ada dipasaran yaitu 4 A, 6 A, 10
A, 16 A, 25 A, 32 A dan lain sebagainya.Nominal MCB ditentukan dari besarnya
arus yang bisa ia hantarkan, satuan dari arus adalah Ampere

Fungsi MCB
MCB (Miniatur Circuit Breaker) merupakan saklar yang berfungsi untuk
mengamankan peralatan terhadap beban lebih.MCB sendiri dalam proses kerjanya
hamper sama dengan Sekring.Hanya saja Sekring mengamankan peralatan yang
diakibatkan hubung singkat.Apabila terjadi gangguan pada instalasi rumah misalnya
beban yang terpasang tidak sesuai dengan daya yang terpasang maka secara otomatis
MCB akan memutuskan arus listrik.
Prinsip Kerja MCB
Prinsip kerja MCB sangat sederhana, ketika ada arus lebih maka arus lebih
tersebut akan menghasilkan panas pada bimetal, saat terkena panas bimetal akan
melengkung sehingga memutuskan kontak MCB (Trip). Selain bimetal, pada MCB
Vbiasanya juga terdapat solenoid yang akan mengtripkan MCB ketika terjadi
grounding

(ground

fault)

atau

hubung

singkat

(short

circuit).

Namun penting juga untuk di ingat, bahwa MCB juga bisa trip dengan panas (over
heating) yang diakibatkan karena kesalahan desain/perencanaan instalasi, seperti
ukuran kabel yang terlalu kecil untuk digunakan dalam arus yang tinggi, sehingga
menghasilkan panas, yang lama-kelamaan akan melekungkan bimetal dan
mengtripkan MCB. Oleh karena itu penggunaan kabel instalasi juga harus
memperhatikan standar maksimum arus (A) kabel yang akan digunakan, dan arus
kabel tersebut tidak boleh lebih kecil dari arus maksimum rangkaian/circuit.

Gambar MCB(sumber :http://unggan.wordpress.com/)


Keterangan :
1. Actuator level atau toggle switch, digunakan sebagai switch on-off dari MCB.
2.
3.
4.
5.
6.

Juga menunjukan status MCB, apakah on atau off


Switch mekanis yang membuat kontak arus listrik bekerja.
Kontak arus listrik sebagai penyambung dan pemutus arus listrik.
Terminal tempat koneksi kabel listrik dengan MCB.
Bimetal, yang berfungsi sebagai thermal trip
Baut untuk kalibrasi yang memungkinkan untuk mengatur secara presisi arus

trip dari MCB.


7. Solenoid, coil atau lilitan yang berfungsi sebagai magnetik trip dan bekerja
bila terjadi arus lebih.
8. Pemadam busur api jika terjadi api saat terjadinya pemutusan atau pengaliran
kembali arus.

c. Ampere Meter
Ampere Meter adalah alat ukur yang digunakan untuk mengukur arus listrik.
Amper Meter dihubung seri dengan beban.

Gambar ampere meter


Fungsi Ampere Meter
Ampere Meter adalah alat ukur yang digunakan untuk mengukur kuat arus
listik pada suatu rangkaian.
Prisnsip kerja Ampere Meter
Amperemeter bekerja berdasarkan prinsip gaya megnetik (gaya lorenzt),
dimana arus mengalir melalui kumparan yang dilingkupi oleh medan magnetik, akan
timbul gaya lorenzt yang menggerakkan jarum penunjuk menyimpang. Apabila arus
yang melewati kumparan besar, maka gaya yang ditimbulkan juga akan membesar
dengan demikian penyimpangan jarum penunjuk juga akan lebih besar. Demikian
sebaliknya, ketika kuat arus tidak ada maka jarum penunjuk akan kembali ke posisi
semula oleh pegas. Besar gaya yang dimaksud sesuai dengan prinsip gaya lorenzt,

yaitu : F = B.I.L, dengan cara memotong penghantar agar arus mengalir melewati
ampere meter.

Gambar Ampere Meter dihubungkan dengan beban


d. Volt Meter
Volt meter adalah alat ukur yang digunakan untuk mengukur tegangan listrik.
Volt meter dalam penggunaannya untuk mengukur tegangan listrik pada beban
dihubungkan secara pararel.

Gambar Volt Meter


Fungsi Volt Meter adalah mengukur tegangan AC dan tegangan DC pada
beban.
Prinsip Kerja Volt Meter
Prinsip kerja volt meter hampir sama dengan Amperemeter karena desainnya
juga terdiri dari galvanometer dan hambatan seri atau multiplier. Galvanometer
menggunakan prinsip hukum Lorentz, dimana interaksi antara medan magnet dan
kuat arus akan menimbulkan gaya magnetic. Gaya magnetik inilah yang
menggerakan jarum penunjuk sehingga menyimpang saat dilewati oleh arus yang
melewati kumparan.Makin besar kuat arus akan makin besar penyimpangannya.
Untuk mengukur tegangan listrik pada beban volt meter dihubungkan pararel
dengan beban.

Gambar Volt Meter dihubungkan dengan beban


e.

Saklar

Saklar

merupakan

alat

yang

digunakan

untuk

memutuskan

dan

menghubungkan arus listrik. Saklar pada umumnya terdapat berbagai macam jenis

tapi dalam praktikum instalasi ini hanya tiga macam yaitu saklar tunggal, saklar
ganda dan saklar tukar.

Gambar saklar tunggal, saklar ganda dan saklar tukar

Gambar pengawatan saklar tunggal, saklar ganda dan saklar tukar.


f. Stop Kontak
Stop Kontak merupakan komponen listrik yang berfungsi sebagai muara
hubungan antara alat listrik dengan aliran listrik. Agar alat listrik terhubung dengan
stop kontak, maka diperlukan kabel dan steker atau colokan yang nantinya akan
ditancapkan pada stop kontak.
g. Kabel
Kabel listrik adalah merupakan komponen listrik yang berfungsi untuk
menghantarkan energi listrik ke sumber-sumber beban listrik atau alat-alat listrik.
Jenis kabel listrik yang umum dipakai dan nomenklatur-nya
Dalam instalasi listrik perumahan, paling tidak ada 3 jenis kabel listrik yang
paling umum digunakan yaitu kabel jenis NYA, NYM dan NYY.berarti kabel standar
berpenghantar tembaga (huruf N) dan berselubung isolasi dari PVC (Poli Vinil
Chlorid) (huruf Y)

10

1. Kabel NYA

Kabel tipe NYA Merupakan kabel berisolasi PVC dan berinti kawat tunggal.
Warna isolasinya ada beberapa macam yaitu merah, kuning, biru dan hitam. Jenisnya
adalah kabel udara (tidak untuk ditanam dalam tanah). Karena isolasinya hanya satu
lapis, maka mudah luka karena gesekan, gigitan tikus atau gencetan. Dalam
pemasangannya, kabel jenis ini harus dimasukkan dalam suatu konduit kabel.
Konduit adalah suatu selubung pelindung, ada yang berupa pipa besi, tetapi
yang paling umum digunakan adalah pipa PVC (tetapi berbeda dengan pipa PVC
untuk air).
2. Kabel NYM

Kabel

tipe NYM yang terpasang di peralatan

listrik rumah Kabel jenis ini mempunyai isolasi luar jenis PVC berwarna putih (cara
mengenalinya bisa dengan melihat warna yang khas putih ini) dengan selubung karet
di dalamnya dan berinti kawat tunggal yang jumlahnya antara 2 sampai 4 inti dan

11

masing-masing inti mempunyai isolasi PVC dengan warna berbeda. Jadi seperti
beberapa kabel NYA yang dijadikan satu dan ditambahkan isolasi putih dan selubung
karet.
Kabel ini relative lebih kuat karena adanya isolasi PVC dan selubung karet.
Pemasangannya pada instalasi listrik dalam rumah bisa tanpa konduit (kecuali dalam
tembok sebaiknya menggunakan konduit seperti yang dijelaskan sebelumnya). Kabel
ini dirancang bukan untuk penggunaan di bagian luar (outdoor).

3. Kabel NYY

Warna khas kabel ini adalah hitam dengan isolasi PVC ganda sehingga lebih
kuat. Karena lebih kuat dari tekanan gencetan dan air, pemasangannya bisa untuk
outdoor, termasuk ditanam dalam tanah. Kabel untuk lampu taman dan di luar rumah
sebaiknya menggunakan kabel jenis ini. Harganya tentu lebih mahal dibanding dua
jenis kabel sebelumnya.
Kuat Hantar Arus (KHA)
Kabel listrik mempunyai ukuran luas penampang inti kabel yang berhubungan
dengan kapasitas penghantaran arus listriknya. Dalam istilah PUIL, besarnya
kapasitas hantaran kabel dinamakan dengan Kuat Hantar Arus (KHA).
12

Besar kapasitas daya listrik dalam suatu instalasi listrik rumah berhubungan dari
berapa besar langganan listrik dari PLN. Dalam hal ini adalah berapa besar rating
MCB yang terpasang di kWh meter (lihat dalam artikel MCB sebagai Proteksi dan
Pembatas Daya Listrik (2) untuk detailnya). Besarnya KHA kabel harus lebih besar
dari rating MCB, karena prinsipnya adalah MCB harus trip sebelum kabelnya terkena
masalah.
Arus listrik yang melebihi KHA dari suatu kabel akan menyebabkan kabel
tersebut menjadi panas dan bila melebihi daya tahan isolasinya, maka dapat
menyebabkan rusaknya isolasi. Kerusakan isolasi bisa menyebabkan kebocoran arus
listrik dan akibatnya bisa fatal seperti kesetrum pada manusia atau bahkan meng
akibatkan terjadinya kebakaran..Faktor lain dalam menentukan pemilihan kabel
dengan KHA-nya adalah mengenai peningkatan kebutuhan daya listrik di masa
depan.
PUIL 2000 memberikan ketentuan mengenai besarnya diameter dari penghantar
kabel dan maksimum KHA terus-menerus yang diperbolehkan pada kabel tipe NYA,
NYM dan NYY.
Tabel Kuat Hantar Arus Kabel dan Jenis NYA
Tabel kuat hantar arus yang terus menerus diperbolehkan dan proteksi untuk kabel
berisolasi PVC pada suhu keliling 30 derajat celcius dan suhu penghantar maksimum
70 derajat celcius.

13

Catatan : (x) = untuk satu atau kabel lebih kabel tunggal tanpa selubung
(xx)= untuk kabel tunggal dengan jarak sekurang kurangnya sama dengan
diameternya
Tabel Kuat Hantar Arus Kabel Jenis NYM

(PUIL
2000/Hal 302 )
14

Tabel Kuat Hantar Arus Kabel Jenis NYY

CATATAN : KHA terus menerus kabel tanah ini dihitung berdasarkan ondisi tersebut
dalam 7.3.4.2 dan 7.3.4.4
Sumber : PUIL 2000 / Hal 304
h. Lampu
Lampu merupakan suatu alat yang dipakai untuk menerangi ruangan.Ada dua
jenis lampu yaitu lampu pijar dan lampu TL.
Lampu pijar adalah jenis lampu dengan penyalaan kawat halus dalam bola gelas
vakum. Misalnya lampu Edison, yang menggunakan kawat halus berupa kawat arang
(karbon). Kini kawat pijar dalam lampu pada umumnya menggunakan bahan dari
wolfram.

15

Lampu pijar merupakan sumber cahaya buatan yang dihasilakan melalui


penyaluran arus listrik melalui filamen yang kemudian memanas dan menghasilkan
cahaya. Kaca yang menyelubungi filament panas tersebut menghalangi udara untuk
berhubungan dengannya sehingga filament tidak akan langsung rusak akibat
teroksidasi. Komponen utama dari lampu pijar adalah lampu yang terbuat dari kaca,
filament yang terbuat dari wolfram. Dasar lampu yang terdiri dari filament, bola
lampu, gas pengisi, dan kaki lampu
Lampu tabung atau lampu TL (Tubular Lamp) yaitu jenis lampu pelepasan gas
berbentuk tabung, berisi uap raksa bertekanan rendah. Radiasi ultra violet yang
ditimbulkan oleh ion gas raksa oleh lapisan fosfor dalam tabung akan dipancarkan
berupa cahaya tampak (gejala fluorensensi). Elektroda yang dipasang pada ujungujung tabung berupa kawat lilitan pijar dan akan menyala bila dialiri listrik
i. Pipa
Pipa instalasi semua penghantar dalam instalasi dimasukan dalam pipa PVC
dengan ukuran-ukuran agar penghantar aman dari benturan makanis, disamping itu
juga penghantar akan terisolasi serta mudah dalam perawatan apabila terjadi
kerusakan dalam perbaikan.
PERALATAN KERJA LISTRIK
Untuk melaksanakan pekerjaan instalasi listrik seperti memotong, memutar,
memasang rol isolator dan lain-lain diperlukan sarana pendukung berupa peralatan
kerja. Dalam instalasi listrik bukan hanya hasil pekerjaan yang harus diperhatikan
tetapi juga alat dan bahan kerja. Peralatan kerja yang biasa digunakan dalam
pekerjaan instalasi listrik diantaranya ialah :

16

a. Tang
1. Tang kombinasi
Sesuai dengan namanya, tang ini dapat dipergunakan untuk menyelesaikan
pekerjaan seperti memotong kawat, mengupas kabel, memuntir kabel, memegang
benda, menarik kawat dan lain-lain.
Bagian depan atau mulut dapat dipergunakan untuk menjepit benda, memuntir dan
menarik kabel.
Bagian tengan samping yaitu bagian yang tajam dipergunakan untuk memotong
kabel.
Bagian belakang yaitu pemegang dilapisi dengan bahan isolasi yang terbuat dari karet
atau plastik dengan maksud agar pemakai tidak terkena aliran listrik.
2. Tang biasa
Tang jenis ini hanya dipergunakan untuk memegang benda saat tangan tak
mampu untuk melaksanakannnya.
3. Tang pemotong
Tang pemotong digunakan untuk memotong kawat atau kabel.
4 Tang lancip
Tang lancip biasa juga disebut tang buaya karena ujung tang mirip mulut buaya,
digunakan untuk menjepit, memegang dan menarik benda kerja.
b. Obeng
Obeng termasuk peralatan yang sering digunakan dalam pekerjaan instalasi
listrik. Fungsinya untuk memasang dan membuka/melepas sekerup. Berdasarkan
konstruksinya, obeng terdiri dari bagian pemegang, batang dan mata obeng. Dalam

17

pekerjaan instalasi listrik bagian pemegang terbuat dari kayu atau plastik.
Berikut beberapa macam obeng :
1 Obeng biasa
Obeng biasa disebut juga obeng minus karena ujungnya berbentuk pipih dan
menyerupai tanda minus ( - ). Fungsinya memasang dan membuka sekerup atau baut.
2. Obeng listrik
Obeng listrik ialah obeng yang khusus dipergunakan dalam pekerjaan instalasi
listrik. Bentuk obeng ini pada bagian matanya lebar selebar batangnya. Hal ini agar
dapat dipakai memutar sekerup atau baut yang letaknya di tanam pada lubang.
3. Obeng testpen
Obeng testpen yaitu untuk mengukur arus
4. Obeng kembang
Obeng kembang biasa juga disebut obeng plus karena ujungnya berbentuk (+),.
Fungsinya sama dengan obeng yang lain yaitu memutar sekerup atau baut.
5. Obeng offset
Obeng offset ialah obeng yang yang tidak mempunyai pegangan khusus. Kedua
ujungnya dapat dipakai untuk memutar sekerup. Obeng ini dipergunakan untuk
memutar sekerup yang tersembunyi
7. Obeng trimmer
Sesuai dengan namanya, obeng ini hanya khusus digunakan untuk memutar
trimpot ( Trimmer Potensiometer

18

c. Palu/ Martil
Palu termasuk alat bantu yang berfungsi untuk memukul benda kerja seperti
paku. Fungsi palu tergantung dari jenisnya. Berdasarkan kegunaannya palu dibagi
atas :
1. Palu kepala bulat
Palu ini banyak dipergunakan pada kerja bangku misalnya oleh pandai besi
membuat bagian tengah gong yang menonjol.
2. Palu kepala karet
Sesuai namanya, palu ini kepalanya terbuat dari karet yang keras dan kenyal.
palu ini digunakan untuk memukul benda kerja tanpa meninggalkan bekas atau
goresan pada benda kerja.
d. Gergaji
Berdasarkan kegunaannya, gergaji terbagi atas :

1. Gergaji besi
Gergaji besi digunakan untuk memotong benda kerja yang terbuat dari logam
seperti besi, tembaga, kuningan dan lain-lain.
2. Gergaji kayu
Gergaji kayu digunakan untuk memotong kayu, membuat landasan dan lainlain.
3.Gergaji triplex
Gergaji tripleks digunakan untuk memotong tripleks.

19

e. Bor
Bor ialah alat yang digunakan untuk membuat lubang pada benda kerja.
berdasarkan cara kerjanya, bor dibagi atas :
1. Bor tangan
Disebut dengan bor tangankarena tenaga putarnya berasal dari tangan. Bor ini
dipergunakan untuk melubangi benda kerja yang lunak seperti kayu, triplex, plastik
dan lain-lain.Selain itu ada pula bor lain yang disebut fretbor
2. Bor listrik
Bor listrik ialah bor yang dalam penggunaannya diputar menggunakan tenaga
listrik. Bor ini digunakan untuk melubangi benda kerja yang terbuat dari logam.

f. Solder
Solder dalam instalasi listrik digunakan untuk mematri ujung kabel atau
sambungan kabel. Dengan dipatri, sambungan akan lebih kuat, kokoh dan baik.
g. Pisau
Dalam pekerjaan instalasi listrik, mengupas kabel adalah hal yang biasa, namun
terkadang dijumpai kabel yang isolasinya sangat kuat dan keras sehingga sulit
dikupas menggunakan tang. Cutter digunakan untuk mengupas kabel dengan maksud
mempermudah pekerjaan dan hasilnya lebih rapi.
h. Reamer
Reamer digunakan untuk membersihkan pipa pelindung penghantar dari
bagian-bagian yang tajam setelah pipa tersebut dipotong dengan gergaji.
20

21

22