Anda di halaman 1dari 4

FORMULIR ASUHAN GIZI INDIVIDU (UKM)

Nama UNIT: SASARAN: Balita JUMLAH SASARAN: No. Rekam


Puskesma Labasa 580 Medik:

PERMASALAHAN: Rendahnya Cakupan D/S di Puskesamas Labasa Tahun 2018 yaitu


sebesar 67.8% dari target yang di tetapkan yaitu 80%
PENGKAJIAN GIZI
ANTROPOMETRI:
 Cakupan D/S di wilayah kerja Puskesmas labasa sebesar : 67.8%

IDENTIFIKASI PENYEBAB

1. Kurangnya pengetahuan ibu tentang manfaat membawa balitanya ke posyandu


2. Kurangnya dukungan keluarga (suami, orang tua, mertua)
3. Tingginya jumlah proporsi ibu yang bekerja/berkebun di wilayah tersebut
4. Jarak antara rumah dan posyandu sangat jauh
5. Ibu tidak lagi membawa anaknya diposyandu setalah anak tersebut mendapat
imunisasi dasar lengkap

DIAGNOSA GIZI/MASALAH

Redahnya Cakupan D/S diwilayah kerja Puskesmas Labasa pada tahun 2018 (P) berkaitan
dengan kurangya pengetahuan ibu dan keluarga, tingginya proporsi ibu yang
bekerja/berkebun, jarak antara rumah dan posyandu yang jauh serta ibu tidak lagi
membawa anaknya ke posyandu setelah anaknya mendapat imunisasi dasar lengkap (E)
yang ditandai dengan rendahnya proporsi balita yang datang diposyandu (S)

INTERVENSI

a. Tujuan Intervensi
o Meningkatkan cakupan D/S di Puskesmas labasa dari 67.8% menjadi 75% pada
tahun 2019
b. Edukasi
Edukasi yang perlu dilakukan :
1. Penyuluhan pada ibu balita dan keluarga tentang manfaat berkunjung ke
posyandu
2. Penyediaan Media KIE berupa Poster dan leaflet.
3. Melakukan Kunjungan rumah bayi dan balita yang tidak hadir diposyandu
sekaligus mengadakan sweping penimbangan
4. Pemberian balon di posyandu pada balita yang ulang tahun
5. Mengadakan arisan di posyandu.
c. Koordinasi Asuhan Gizi
1. Koordinasi lintas program yaitu bidan, perawat, promkes dan petugas kesehatan
lainnya.
2. Koordinasi lintas sektor dalam hal ini camat, kepala desa, dan ketua tim
penggerak PKK baik di kecamatan maupun di desa.
MONEV
Monitoring dan Evaluasi yang dilakukan adalah :
1. Terselenggaranya penyuluhan pada ibu balita dan keluarga tentang manfaat
keposyandu
2. Tersedianya media KIE berupa Poster dan Leflet agar ibu balita lebih memehami
penyuluhan yang disampaikan
3. Terselenggaranya arisan di posyandu
4. Terselenggaranya pemberian balon di posyandu untuk balita yang sedang
berulang tahun.
5. Terselenggaranya kunjungan rumah dan sweping penimbangan
6. Meningkatnya cakupan D/S di wilayah kerja Puskesmas Labasa
Bila target D/S masih rendah maka perlu dilakukan pengkajian ulang.

AHLI GIZI

(FASDIYANTI)
CONTOH KASUS :

Seorang Anak laki - laki bernama Ym. BB.11.1, PB 88.1 Tanggal lahir 23-01-2016. Lahir
dengan BB 3.2 Kg, Ym merupakan anak ke 6 dari 7 bersaudara. Selama 2 bulan ini BB Ym
tidak naik. YM Tidak diberi ASI Ekslusif, 2 minggu terahir ini Ym menderita batuk dan flu. Anak
tidak nafsu makan. tidak suka makan sayur dan Orang tua Ym seorang petani dengan
penghasilan rendah, dengan keadaan rumah yang kurang bersih.

FORMULIR ASUHAN GIZI INDIVIDU (UKM)

Nama UNIT: SASARAN: Balita BGM JUMLAH SASARAN: 1 No. Rekam


Desa Labasa Medik:
Posyandu Kalawesi
PERMASALAHAN: Berat badan Di bawah Garis Merah Selama 3 tahun. Pendapatan
keluarga rendah. Anak ke 6 dari 7 bersaudara. Kurangnya penerapan PHBS
PENGKAJIAN GIZI ( ASSESMENT)
1. ANTROPOMETRI:
BB : 11,1 Kg
PB : 88,1 Cm
Status Gizi : Kurang (BGM)

2. DATA BIOKIMIA : -
3. DATA FISIK/KLINIS :-
4. DATA RIWAYAT MAKAN/GIZI :
 Tidak diberi ASI Eksklusif
 Tidak suka makan sayur
5. Riwayat Klien :
 BB lahir : 3,2 Kg
 2 minggu terahir anak menderita batuk dan flu
 Anak tidak nafsu makan
 2 bulan beturut turun BB tidak naik
 Keadaan rumah kurang bersih
 Penghasilan keluarga rendah

IDENTIFIKASI PENYEBAB

Identifikasi masalah pada klien :


1. 2 bulan berturut turut BB tidak naik
2. 2 minggu terakhir klien menderita batuk dan flu

DIAGNOSA GIZI/MASALAH
DOMAIN PROBLEM (P) ETIOLOGI (E) SIGN/SIMPTOM (S)
Asupan Asupan energi tidak Anak tidak nafsu Total asupan lebih
adekuat makan rendah dari RDA
KLINIS
Behaviour Keterbatasan Daya beli rendah Pendapatan
makanan keluarga rendah
Behaviour Sanitasi Kurang Penerapan PHBS Tingginya angka
kurang kesakitan pada anak
INTERVENSI
a. Diet
Diet yang diberikan adalah Diet TKTP
b.
Nbn
Pendidikan Gizi
 Memberikan Penyuluhan tentang perilaku Hidup bersih dan Sehat dengan
menggunakan media leaflet dan poster
 Melakukan Pemantauan Pertumbuhan di posyandu
c. Koordinasi Lintas Program
 Dokter
 Bidan
 Perawat
 Promkes
 Kesehatan Lingkungan
d. Koordinasi Lintas Sektoral
 Camat
 Kepala Desa
 Tim penggerak PKK kecamatan dan desa

MONEV
Monitoring dan Evaluasi yang dilakukan adalah :

Pemantauan pertumbuhan dari BGM menjadi BGT, dan dari BGT ke garis pita warna hijau
ditandai dengan ketersediaan pangan yang baik, asupan energi yang cukup serta hygiene
dan sanitasi lingkungan yang baik.

AHLI GIZI

(FASDIYANTI)