Anda di halaman 1dari 151

Dasar-dasar Listrik

Buku Pedoman
Siswa
Modul Teknisi Layanan Caterpillar
APLTCL024
DASAR-DASAR LISTRIK

Diterbitkan oleh Asia Pacific Learning


1 Caterpillar Drive
Tullamarine Victoria Australia 3043

Versi 3.2, 2003

Hak Cipta © 2003 Caterpillar of Australia Pty Ltd Melbourne, Australia

Hak cipta dilindungi oleh undang-undang. Reproduksi dari setiap bagian buku
ini tanpa izin dari pemilik hak cipta adalah melanggar hukum. Permohonan
izin atau informasi lebih lanjut harus dialamatkan ke Manajer, Asia Pacific
Learning, Australia.

Materi pokok ini dikeluarkan oleh Caterpillar of Australia Pty Ltd dengan
pemahaman bahwa:

1. Caterpillar Australia Pty Ltd, para petugasnya, penerbit, atau orang lain
yang terlibat dalam persiapan penerbitan ini menyatakan tidak
bertanggung jawab atas semua bentuk kontraktual, pelanggaran hukum,
atau bentuk pertanggungjawaban lainnya kepada siapa pun (pembeli
terbitan ini atau bukan) yang berhubungan dengan penerbitan ini dan
setiap konsekuensi yang timbul dari penggunaannya, termasuk
penghapusan seluruh atau setiap bagian dari isi terbitan ini oleh siapa
pun.

2. Caterpillar Australia Pty Ltd menyatakan tidak bertanggung jawab kepada


siapa pun dalam hal apa pun, dan konsekuensi dari apa pun yang
dilakukan atau dihapus oleh orang yang dipercaya, baik seluruhnya
maupun sebagian, terhadap seluruh atau bagian dari isi materi pokok ini.

Penghargaan
Kami mengucapkan terima kasih kepada Keluarga Caterpillar atas
sumbangannya dalam mengkaji ulang kurikulum untuk program ini
khususnya:

 Ahli teknik dan instruktur Caterpillar


 Ahli teknik dan instruktur dealer
 Institut Caterpillar
DASAR-DASAR LISTRIK

PENGENALAN MODUL

Judul Modul
Dasar-dasar Listrik

Keterangan Modul
Modul ini mencakup pengetahuan dan keterampilan Dasar-dasar Listrik.
Setelah menyelesaikan modul ini dengan memuaskan, siswa akan mampu
melakukan service dan memperbaiki rangkaian listrik dasar secara kompeten.

Prasyarat
Modul berikut harus diselesaikan sebelum penyampaian modul ini:
 Prosedur Kesehatan dan Keselamatan Kerja
 Perkakas di Tempat Kerja

Pembelajaran & Pengembangan


Penyampaian modul fasilitasi ini mengharuskan akses ke Buku Kerja Kegiatan
Dasar-dasar Listrik, tempat kerja yang relevan atau simulasi lingkungan
tempat kerja dan peralatan untuk mengembangkan/mempraktekkan
keterampilan-keterampilan.

Referensi yang Disarankan


 Skematik Listrik untuk 988B
 SMHS7531 Instruksi Khusus – Penggunaan 6V3000 Sure Seal Repair Kit
 SEHS9615 Instruksi Khusus – Melakukan Service pada DT Connector
 SEHS9065 Instruksi Khusus – Penggunaan Perkakas CE/VE Connector
 RENR 2140 9509 Skematik Listrik.

Sumber-Sumber
 9U7330 Digital Multimeter
 Bangku pengetesan listrik
 Video SEVN3197 – Perawatan Kabel Dasar
 6V300 Sure Seal Repart Kit
 IU5805 Deutsch Crimp Tool
 IU5804 Deutsch Crimp Tool
 Instruksi Khusus SEHS8038 Penggunaan Kelompok Perkakas VE
Connector
 Instruksi Khusus SMHS7531 Penggunaan 6V3000 Sure-Seal Repair Kit
 Instruksi Khusus SEHS9615 Melakukan Service pada DT Connector
 4C3806 Deutsch Connector Kit
 9U7246 Deutsch DT Connector Kit
 Instruksi Khusus SEHS9065 Penggunaan Perkakas CE/VE Connector
Tool

APLTC024
© Caterpillar of Australia Pty Ltd 1
DASAR-DASAR LISTIK PENGENALAN MODUL

 8T5319 Removal Tool Gp


 4C4075 Crimp Tool Gp
 IU5804 Crimp Tool Gp
 Deutsch Rectangular Connector (ARC) (QTY)

APLTCL024
2 Caterpillar of Australia Pty.Ltd
DASAR-DASAR LISTRIK

Metode Penilaian
Ruang Kelas dan Workshop
Untuk menyelesaikan modul ini secara memuaskan, siswa harus
memperagakan kompetensi dalam seluruh hasil pembelajaran. Oleh karena
itu, seluruh persyaratan modul yang diperlukan akan diukur dalam kegiatan
dan penilaian.
Untuk modul ini siswa harus berpartisipasi dalam kegiatan kelas dan praktek
Workshop dan menyelesaikan dengan memuaskan hal-hal berikut:
 Buku Kerja Kegiatan
 Penilaian Pengetahuan
 Kegiatan-kegiatan Praktek

Tempat kerja
Untuk memperagakan kompetensi dalam modul ini, siswa diminta untuk
menyelesaikan Penilaian di Tempat Kerja dengan memuaskan.

APLTC024
© Caterpillar of Australia Pty Ltd 3
DASAR-DASAR LISTIK DAFTAR ISI

PENILAIAN PENGETAHUAN DAN KETERAMPILAN

Bab 1: Menjelaskan bagaimana listrik bekerja dan menguraikan dasar-dasar


listrik
Kriteria Penilaian
1.1 Definisi istilah-istilah listrik dasar
1.1.1 Zat dan elemen
1.1.2 Atom
1.1.2.1 Neutron
1.1.2.2 Proton
1.1.2.3 Elektron
1.1.3 Menjelaskan atom-atom bermuatan positif dan negatif
1.1.4 Energi listrik
1.1.5 Definisi muatan dan medan elektrostatik
1.2 Menjelaskan istilah-istilah listrik:
1.2.1 Perbedaan potential
1.2.1.1 Voltase
1.2.1.2 Counter EMF (back EMF)
1.2.2 Coulomb
1.2.3 Arus
1.2.3.1 Konvensional versus aliran Elektron
1.2.4 Resistansi
1.2.4.1 Ukuran fisik material
1.2.4.2 Pengukuran resistansi
1.2.4.3 Panjang
1.2.4.4 Lebar
1.2.4.5 Temperatur
1.2.5 Farad
1.2.6 Hertz
1.3 Menjelaskan rangkaian listrik
1.3.1 Interconnecting path
1.3.2 Hukum arus Kirchof
1.3.3 Hukum voltase Kirchof
1.3.4 Hukum Ohm
1.3.5 Konduktor
1.3.5.1 Daya konduksi material-material yang berbeda
1.3.6 Insulator
1.3.6.1 Dampak insulasi terhadap material-material
yang berbeda
1.3.6.7 Semikonduktor
1.4 Menguraikan konstruksi jenis-jenis magnet yang berbeda

APLTCL024
4 Caterpillar of Australia Pty.Ltd
DASAR-DASAR LISTRIK

1.4.1 Alami
1.4.2 Buatan
1.4.3 Elektromagnet
1.5 Menjelaskan istilah-istilah magnetik
1.5.1 Kutub
1.5.2 Medan magnetik
1.5.3 Garis gaya
1.5.4 Flux magnetik
1.5.5 Gaya magnetik
1.6 Menjelaskan induksi elektromagnetik
1.6.1 Konsep-konsep dasar
1.6.2 Tenaga induksi
1.6.2.1 Tenaga medan magnetik
1.6.2.2 Kecepatan dan gerakan
1.6.2.3 Jumlah konduktor
1.6.3 Induksi voltase
1.6.3.1 Voltase yang dihasilkan
1.6.3.2 Induksi sendiri
1.6.3.3 Induksi bersama

Bab 2: Mengidentifikasi dan menjelaskan fungsi komponen-komponen listrik


dasar.
Kriteria Penilaian
2.1 Mengidentifikasi dan menjelaskan fungsi komponen- komponen
listrik dasar.
2.1.1 Kabel
2.1.1.1 Padat
2.1.1.2 Fusible link
2.1.1.3 Stranded
2.1.1.4 Twisted/Shielded cable
2.1.1.5 Alat pengukur kabel
2.2 Wiring harness
2.2.1 Connector
2.2.1.1 Tujuan
2.2.1.2 Service Umum
2.2.1.3 Plating
2.2.1.4 Kontaminan
2.2.1.5 Vehicular Environmental (VE) connector
2.2.1.6 Sure-seal connector
2.2.1.7 Deutsch Connector
2.2.1.8 Caterpillar Enivironmental Connector (CE)

APLTC024
© Caterpillar of Australia Pty Ltd 5
DASAR-DASAR LISTIK DAFTAR ISI

2.2.2 Terminal
2.2.2.1 Slide
2.2.2.2 Bullet
2.2.2.3 Crimp dan dipateri (soldered)
2.2.2.4 Memasang sambungan yang tidak dipateri
2.2.3 Switch
2.2.3.1 Single pole, single throw
2.2.3.2 Single pole, double throw
2.2.3.3 Double pole, single throw
2.2.3.4 Double pole, double throw
2.2.3.5 Switch yang umum
- Toggle
- Rotary
- Rocker
- Push-on
- Tekanan
- Key start
- Limit
- Cut-out
2.2.4 Pelindung rangkaian (Circuit protector)
2.2.4.1 Sekering (Fuse)
- Blade
- Cartridge
- Keramik
- In-line
2.2.4.2 Fusible link
2.2.4.3 Circuit breaker
- Cycling
- Non-cycling
2.2.5 Relay
2.2.6 Solenoid
2.2.7 Resistor
2.2.7.1 Resistor permanen
2.2.7.2 Watt
2.2.7.3 Rating
2.2.7.4 Resistor variabel
2.2.7.5 Thermistor
2.2.7.6 Resistor yang rusak
2.2.8 Capacitor
2.2.8.1 Penyimpanan energi
2.2.8.2 Penghalusan

APLTCL024
6 Caterpillar of Australia Pty.Ltd
DASAR-DASAR LISTRIK

2.2.8.3 Supresi
2.2.8.4 Pengukuran capacitor
2.2.9 Lampu
2.2.9.1 Jenis-jenis lampu bohlam
- Biasa
- Festoon
- Panel
- Sealed beam
- Lampu bohlam prefocus (Prefocus bulb)
- Quartz halogen bulb
- Precaution fitting quartz halogen bulb
2.2.9.2 Ukuran watt lampu bohlam
2.2.9.3 Candlepower
2.2.10Instrumen
2.2.10.1 Mekanis
2.2.10.2 Operasi magnetik
2.2.10.3 Operasi thermal
2.2.10.4 Elektronik digital
2.2.10.5 Indikator dan lampu peringatan

Bab 3: Menguraikan operasi rangkaian listrik dasar.


Kriteria Penilaian
3.1 Menguraikan konstruksi rangkaian listrik dasar
3.1.1 Sumber listrik
3.1.2 Alat pelindung (fuse atau circuit breaker)
3.1.3 Beban
3.1.4 Perangkat pengontrol (switch)
3.1.5 Konduktor
3.2 Menjelaskan aturan-aturan umum Hukum Ohm
3.2.1 Rumus Hukum Ohm
3.2.2 Lingkaran Rumus Hukum Ohm
3.2.2.1 Arus yang tidak diketahui
3.2.2.2 Resistansi yang tidak diketahui
3.3 Menjelaskan metric prefix yang digunakan dalam rangkaian
listrik
3.3.1 Unit-unit dasar
3.3.1.1 Volt
3.3.1.2 Ohm
3.3.1.3 Amper
3.3.2 Prefix
3.3.2.1 Mega

APLTC024
© Caterpillar of Australia Pty Ltd 7
DASAR-DASAR LISTIK DAFTAR ISI

3.3.2.2 Kilo
3.3.2.3 Mili
3.3.2.4 Mikro
3.4 Menghitung daya listrik dalam rangkaian dengan menggunakan
Hukum Watt
3.4.1 Apa yang dimaksud dengan power
3.4.2 Menghitung power
3.5 Menjelaskan teori rangkaian dasar
3.5.1 Rangkaian seri
3.5.1.1 Menerapkan Hukum Ohm
3.5.2 Rangkaian paralel
3.5.2.1 Menerapkan Hukum Ohm
3.5.3 Rangkaian seri-paralel
3.5.3.1 Menerapkan Hukum Ohm

Bab 4: Menginterpretasikan skematik listrik dasar.


Kriteria Penilaian
4.1 Mengidentifikasi simbol-simbol komponen dalam skematik listrik
4.1.1 Baterai
4.1.2 Tanah
4.1.3 Kabel
4.1.4 Connector
4.1.5 Switch
4.1.5.1 Mengalirkan/Memutuskan aliran
4.1.5.2 Toggle
4.1.5.3 Temperatur
4.1.5.4 Tekanan
4.1.6 Perlindungan terhadap rangkaian
4.1.6.1 Fuse
4.1.6.2 Fusible link
4.1.6.3 Circuit breaker
4.1.7 Relay
4.1.8 Solenoid
4.1.9 Transistor
4.1.10Resistor
4.1.11Rheostat
4.1.12Potentiometer
4.1.13Alternator
4.1.14Starter
4.1.15Motor
4.1.16Lampu

APLTCL024
8 Caterpillar of Australia Pty.Ltd
DASAR-DASAR LISTRIK

4.1.17Alat pengukur
4.2 Mengidentifikasi fitur-fitur skematik listrik:
4.2.1 Kode warna untuk identifikasi rangkaian
4.2.2 Kode singkatan warna
4.2.3 Keterangan simbol
4.2.4 Informasi mengenai harness untuk kabel
4.2.5 Catatan dan kondisi skematik
4.2.6 Rancangan grid untuk lokasi komponen
4.2.7 Nomor-nomor bagian komponen
4.2.8 Dashed colour line
4.2.9 Heavy double dashed line
4.2.10Thin black dashed line
4.2.11Skematik listrik mesin untuk format lama dan baru
4.2.12Fitur-fitur di bagian belakang skematik

Bab 5: Mengidentifikasi ukuran-ukuran listrik dengan menggunakan Digital


Multimeter.
Kriteria Penilaian
5.1 Mengidentifikasi bagian-bagian utama Digital Multimeter
5.1.1 Liquid crystal display
5.1.2 Tombol tekan
5.1.3 Rotary switch
5.1.4 Meter lead input
5.1.5 Overload display indicator
5.2 Mengukur Voltase AC/DC dengan menggunakan Digital
Multimeter
5.2.1 Voltmeter harus selalu dihubungkan secara paralel
5.2.2 Rangkaian dalam keadaan On
5.2.3 Posisi lead dalam multimeter
5.3 Mengukur turunnya voltase dengan menggunakan Digital
Multimeter
5.3.1 Voltase sumber
5.3.2 Switch contact tertutup
5.3.3 Rangkaian dalam keadaan beraliran
5.4 Mengukur Arus AC/DC dengan menggunakan Digital Multimeter
5.4.1 Voltmeter harus selalu dihubungkan dalam seri
5.4.2 Voltase beban
5.4.3 Rotary switch
5.4.4 Posisi lead dalam multimeter
5.4.4.1 Penempatan awal untuk menentukan output
arus

APLTC024
© Caterpillar of Australia Pty Ltd 9
DASAR-DASAR LISTIK DAFTAR ISI

5.4.4.2 Bufer
5.4.5 Menciptakan rangkaian terbuka
5.4.6 Posisi lead dalam rangkaian
5.4.7 Menggunakan power pada rangkaian
5.5 Mengukur resistansi dengan menggunakan Digital Multimeter
5.5.1 Mematikan circuit power
5.5.2 Pelepasan semua capacitor
5.5.3 Mengisolasikan rangkaian
5.5.4 Mengetes resistansi lead
5.5.5 Posisi lead dalam multimeter
5.5.6 Rotary switch
5.5.7 Posisi lead dalam rangkaian atau pada komponen

Bab 6: Mengidentifikasi kegagalan fungsi dalam rangkaian listrik.


Kriteria Penilaian
6.1 Mengidentifikasi berbagai kegagalan fungsi yang dapat terjadi
dalam rangkaian listrik
6.1.1 Rangkaian terbuka
6.1.2 Korsleting
6.1.3 Rangkaian yang dibumikan
6.1.4 Resistansi tinggi
6.1.5 Kondisi terputus-putus

Bab 7: Mengidentifikasi teknik-teknik memateri pada peralatan listrik.


Kriteria Penilaian
7.1 Mengidentifikasi tindakan-tindakan pencegahan untuk
keselamatan diri ketika memateri.
7.2 Menjelaskan sifat-sifat pematerian
7.2.1 Jenis-jenis
7.2.2 Wetting Action
7.2.3 Flux
7.3 Mengidentifikasi jenis-jenis besi pateri (soldering iron) yang
digunakan untuk memateri komponen-komponen listrik.
7.3.1 Mengontrol panas
7.3.2 Thermal mass
7.3.3 Kondisi permukaan
7.3.4 Thermal linkage
7.4 Mengidentifikasi persyaratan untuk menggunakan pateri.
7.4.1 Menggunakan pateri
7.4.2 Melakukan pembersihan setelah melakukan pateri
7.4.3 Memateri ulang

APLTCL024
10 Caterpillar of Australia Pty.Ltd
DASAR-DASAR LISTRIK

7.4.4 Kualitas pekerjaan


7.5 Mengidentifikasi perlunya mempersiapkan kabel ketika
memateri sambungan-sambungan listrik
7.5.1 Mengupas insulasi
7.5.2 Takikan, patah dan goresan
7.5.3 Perubahan warna
7.5.4 Melapisi dengan timah

Bab 8: Melaksanakan pengukuran listrik dengan menggunakan digital


multimeter dan memperbaiki kerusakan pada rangkaian listrik.
Kriteria Penilaian
8.1 Menjelaskan dan mengikuti tindakan-tindakan pencegahan
untuk keselamatan yang harus dipatuhi untuk mencegah cedera
diri atau kerusakan terhadap peralatan.
8.2 Mengidentifikasi dan menjelaskan tujuan bagian-bagian dari
digital multimeter
8.2.1 Liquid crystal display (LCD)
8.2.2 Tombol tekan
8.2.3 Rotary switch
8.2.4 Mengetes lead jack
8.3 Menjelaskan cara membaca skala dan menghubungkan lead
dengan digital multimeter
8.3.1 Untuk mengukur voltase AC/DC
8.3.2 Untuk mengukur turunnya voltase
8.3.3 Untuk mengukur arus langsung
8.3.4 Untuk mengukur resistansi
8.4 Menghubungkan multimeter pada rangkaian listrik yang
beroperasi, mengukur nilai-nilai listrik dan menentukan tindakan
perbaikan
8.4.1 Voltase AC/DC
8.4.2 Voltase turun
8.4.3 Arus langsung
8.4.4 Resistansi
8.4.5 Rangkaian terbuka
8.4.6 Korsleting
8.4.7 Faulty Ground
8.5 Melakukan perbaikan-perbaikan ringan pada rangkaian listrik
8.5.1 Penggantian fuse
8.5.2 Penggantian lampu bohlam
8.5.3 Perbaikan terminal dan kabel
8.5.4 Rangkaian terbuka, korsleting dan tanah yang buruk
8.6 Fasilitator harus memastikan bahwa tugas-tugas diselesaikan

APLTC024
© Caterpillar of Australia Pty Ltd 11
DASAR-DASAR LISTIK DAFTAR ISI

8.6.1 Tanpa menyebabkan kerusakan pada komponen-


komponen atau peralatan
8.6.2 Menggunakan perkakas, teknik-teknik dan material yang
benar
8.6.3 Sesuai dengan pedoman, prosedur dan kebijakan-
kebijakan industri/perusahaan
8.6.4 Menggunakan dan menginterpretasikan informasi yang
benar dari spesifikasi-spesifikasi pabrik pembuat.

APLTCL024
12 Caterpillar of Australia Pty.Ltd
DASAR-DASAR LISTRIK

DAFTAR ISI

TOPIK 1 Dasar-dasar Listrik..........................................................15


DASAR-DASAR............................................................................................ 15
Listrik.......................................................................................................... 15
Atom........................................................................................................... 16
Aliran Elektron............................................................................................ 18
Energi Listrik............................................................................................... 18
TOPIK 2 Komponen-komponen Listrik............................................36
KABEL......................................................................................................... 36
Jenis-jenis Kabel.......................................................................................... 36
TOPIK 3 Rangkaian Listrik............................................................82
ELEMEN-ELEMEN DASAR RANGKAIAN.........................................................82
TOPIK 4 Skematik Listrik..............................................................99
SKEMATIK.................................................................................................... 99
Fitur-fitur Skematik.....................................................................99
TOPIK 5 Digital Multimeter.........................................................105
PENGENALAN TERHADAP DIGITAL MULTIMETER.......................................105
TOPIK 6 Kegagalan Fungsi Rangkaian..........................................119
KEGAGALAN FUNGSI RANGKAIAN.............................................................119
TOPIK 7 Memateri......................................................................................... 123

APLTC024
© Caterpillar of Australia Pty Ltd 13
DASAR-DASAR LISTIK DAFTAR ISI

APLTCL024
14 Caterpillar of Australia Pty.Ltd
DASAR-DASAR LISTRIK

TOPIK 1
Dasar-dasar Listrik

DASAR-DASAR

Listrik

Gambar 1
Apakah yang dimaksud dengan listrik? Ada yang mengatakan bahwa lampu
senter, alat pengebor listrik, motor, dll umumnya dikenal sebagai “alat
listrik”. Akan tetapi, komputer dan televisi sering disebut sebagai “alat
elektronik”. Apa bedanya? Segala sesuatu yang berfungsi dengan
menggunakan listrik adalah listrik, termasuk lampu senter dan alat pengebor
listrik. Tetapi, tidak semua komponen listrik termasuk dalam kategori
elektronik. Istilah elektronik mengacu pada peralatan semikonduktor yang
dikenal dengan “peralatan elektron”. Peralatan elektron disebut demikian
karena peralatan ini bergantung pada aliran elektron untuk dapat beroperasi.
Agar dapat lebih memahami listrik, maka perlu untuk memiliki pengetahuan
dasar mengenai struktur atom dasar zat. Zat adalah segala sesuatu yang
memiliki massa dan menempati ruang. Zat terdiri dari beberapa bentuk, atau
keadaan, misalnya tiga bentuk yang paling lazim adalah padat, cairan dan
gas.
Modul ini akan memberikan pemahaman dasar mengenai dasar-dasar teori
yang diperlukan sebelum mempelajari dan bekerja dengan rangkaian dan
komponen-komponen listrik.

APLTC024
© Caterpillar of Australia Pty Ltd 15
DASAR-DASAR LISTIK

Zat dan Elemen


Zat adalah segala sesuatu yang memakan ruang dan, ketika terkena
gravitasi, memiliki bobot. Zat terdiri dari partikel-partikel yang sangat kecil
yang berkelompok bersama untuk membentuk atom-atom. Ada kira-kira 100
atom yang terjadi secara alami yang disebut elemen. Elemen didefinisikan
sebagai zat yang tidak dapat dipisahkan lebih lanjut oleh tindakan kimia.
Contoh elemen-elemen alami adalah tembaga, timah, besi, emas dan perak.
Elemen-elemen lain (kira-kira 14) telah dihasilkan dalam laboratorium.
Elemen-elemen hanya dapat diubah oleh suatu reaksi atom atau nuklir. Akan
tetapi, elemen-elemen dapat digabungkan untuk membentuk senyawa dalam
jumlah yang tidak terbatas, yang kita alami setiap hari. Atom adalah partikel
terkecil dari suatu elemen yang masih memiliki karakteristik yang sama
seperti elemen. Atom adalah kata dari bahasa Yunani yang artinya partikel
yang terlalu kecil untuk dibagi lagi.

Atom
Meskipun atom tidak dapat dilihat, susunan hipotetisnya cocok dengan bukti
eksperimen yang dapat diukur dengan sangat akurat. Ukuran dan muatan
listrik dari partikel-partikel yang tidak dapat dilihat dalam sebuah atom
ditunjukkan dengan berapa banyak partikel-partikel tersebut dibelokkan oleh
gaya-gaya yang sudah diketahui. Model “sistem matahari” yang ada
sekarang, dengan matahari berada pada pusatnya dan planet-planet
berputar di sekelilingnya, diusulkan oleh Niels Bohr pada tahun 1913 dan
dikenal sebagai “Model Atom”.

Gambar 2 - Atom
Pusat sebuah atom (Gambar 2) disebut nukleus dan terdiri dari partikel-
partikel yang disebut proton dan neutron. Berputar di sekeliling setiap
nukleus adalah partikel-partikel kecil yang disebut elektron, yang massanya
jauh lebih kecil dibandingkan dengan proton dan neutron. Biasanya, sebuah
atom memiliki proton dan elektron dalam jumlah yang sama. Jumlah proton

APLTCL024
16 Caterpillar of Australia Pty.Ltd
DASAR-DASAR LISTRIK

dan elektron menunjukkan “jumlah atom”. “Berat atom” sebuah elemen


adalah jumlah keseluruhan proton dan neutron.

Gambar 3
Gambar 3 memperlihatkan struktur dua atom yang lebih sederhana:
Hidrogen terdiri dari 1 proton di dalam nukleusnya yang diimbangi dengan 1
elektron di dalam orbit atau kerangkanya. Jumlah atom untuk sebuah atom
hidrogen adalah 1 dan bobot atomnya adalah 1 (1 proton).
Helium memiliki 2 proton di dalam nukleusnya dan diimbangi dengan 2
elektron di dalam orbitnya. Jumlah atom untuk helium adalah 2 dan bobot
atomnya adalah 4 (2 proton + 2 neutron).
Para ilmuwan telah menemukan banyak partikel di dalam sebuah atom,
tetapi untuk tujuan menjelaskan listrik dasar, hanya tiga yang perlu dibahas
yaitu elektron, proton dan neutron. Sebuah atom tembaga akan digunakan
sebagai contoh.

Gambar 4 – Atom Tembaga


Ukuran nukleus atom tidak lebih besar dari ukuran elektron, sehingga
ukurannya tidak dapat diketahui secara tepat. Dalam atom tembaga (Gambar
4), nukleus terdiri dari 29 proton (+) dan 35 neutron dan memiliki 29 elektron
(-) yang mengelilingi nukleus. Jumlah atom pada atom tembaga adalah 29
dan bobot atomnya adalah 64.

APLTC024
© Caterpillar of Australia Pty Ltd 17
DASAR-DASAR LISTIK

Aliran Elektron

Gambar 5
Apabila kabel tembaga dihubungkan pada sumber positif dan negatif,
misalnya pada sebuah baterai (Gambar 5), elektron (-) dipaksa keluar dari
orbit dan tertarik pada ujung positif (+) baterai. Atom sekarang bermuatan
positif (+) karena atom sekarang kekurangan elektron (-). Selanjutnya atom
menarik elektron dari sebelahnya. Atom di sebelahnya kemudian menerima
elektron dari atom berikutnya, dan seterusnya sampai atom tembaga terakhir
menerima elektron dari ujung negatif baterai.
Hasil dari reaksi berantai ini adalah bahwa elektron-elektron bergerak melalui
baterai dari ujung negatif ke ujung positif baterai. Elektron terus mengalir
selama muatan positif dan negatif dari baterai tetap ada pada masing-
masing ujung kabel.

Energi Listrik
Ada dua jenis gaya (force) yang bekerja dalam setiap atom. Dalam keadaan
normal kedua gaya ini seimbang. Proton dan elektron mengeluarkan gaya
terhadap satu sama lain, pada atau di atas tenaga gravitasi atau sentrifugal.
Telah diketahui bahwa selain massa, elektron dan proton membawa muatan
listrik, dan tenaga tambahan ini diperoleh karena adanya muatan listrik yang
mereka bawa. Akan tetapi ada perbedaan di antara tenaga-tenaga yang
dikeluarkan. Di antara massa, tenaga gravitasi selalu merupakan tenaga
yang “menarik” sementara tenaga listrik “menarik” dan “menolak”. Proton
dan elektron saling menarik terhadap satu sama lain, sementara proton
mengeluarkan tenaga mendorong terhadap proton-proton lain, dan elektron
mengeluarkan tenaga tolakan pada elektron-elektron lain.

Gambar 6 – Gaya di antara muatan

APLTCL024
18 Caterpillar of Australia Pty.Ltd
DASAR-DASAR LISTRIK

Oleh karena itu, hal yang terlihat adalah dua jenis muatan listrik. Proton
dinyatakan positif (+) dan elektron dinyatakan negatif (-). Neutron sesuai
dengan namanya memiliki muatan netral. Kualitas arah listrik, berdasarkan
pada jenis muatan, disebut “muatan kutub”. Ini mengarah pada hukum dasar
elektrostatistik yang menyatakan:

“Muatan yang SAMA saling menolak satu sama lain dan muatan
YANG TIDAK SAMA saling menarik satu sama lain”(Gambar 6).
Muatan dan Elektrostatik

Gambar 7 – Medan elektrostatistik di antara dua benda yang


bermuatan

Daya tarik atau daya tolak benda-benda yang bermuatan listrik adalah akibat
dari gaya tak terlihat yang disebut medan elektrostatik, yang mengelilingi
benda yang bermuatan. Gambar 7 memperlihatkan gaya di antara partikel-
partikel yang bermuatan sebagai garis-garis elektrostatik imajiner dari
muatan positif ke muatan negatif. Metode konvensional yang melambangkan
garis-garis gaya adalah untuk kepala panah yang menuju dari muatan positif
ke arah muatan negatif.

Gambar 8 – Medan elektrostatik di antara dua partikel yang


bermuatan negatif

Ketika dua muatan yang sama ditempatkan di dekat satu sama lain, garis-
garis gaya saling menolak terhadap satu sama lain seperti yang diperlihatkan
dalam Gambar 8.

ISTILAH-ISTILAH LISTRIK

Perbedaan Potensial

APLTC024
© Caterpillar of Australia Pty Ltd 19
DASAR-DASAR LISTIK

Karena gaya medan elektrostatiknya, maka muatan listrik memiliki


kemampuan untuk menggerakkan muatan lain dengan menarik atau
menolaknya. Kemampuan untuk menarik atau menolak disebut
“potensial”nya. Ketika satu muatan berbeda dengan yang lainnya, maka
harus ada perbedaan potensial di antara keduanya.

Jumlah perbedaan potensial dari semua muatan dalam medan elektrostatik


disebut sebagai gaya elektromotif (electromotive force atau EMF). Unit dasar
perbedaan potensial adalah “Volt (E) yang disebut dengan nama demikian
sebagai penghormatan terhadap Alessandro Volta, seorang ilmuwan Italia
dan penemu “Voltaic Pile”, sel baterai pertama. Simbol untuk potensial
adalah V, yang menunjukkan kemampuan untuk melakukan pekerjaan
mendorong elektron-elektron untuk berpindah. Karena unit Volt digunakan,
perbedaan potensial disebut “voltase”. Ada banyak cara untuk menghasilkan
voltase, termasuk friksi, matahari, zat kimia, dan induksi elektromagnetik.
Daya tarik kertas terhadap sisir yang telah digosok-gosokkan dengan kain
wool adalah contoh dari voltase yang dihasilkan oleh friksi. Fotosel
(photocell), misalnya yang terdapat pada kalkulator, adalah contoh
menghasilkan voltase dari energi matahari.

APLTCL024
20 Caterpillar of Australia Pty.Ltd
DASAR-DASAR LISTRIK

Counter EMF
Garis-garis gaya magnetik mamancar keluar dari kabel dalam lingkaran
konsentrik (concentric circle). Proses ini disebabkan oleh arus yang mengalir
di dalam kabel, yang menghasilkan medan megnetik. Dalam kabel lurus
garis-garis gaya ini memiliki sedikit dampak karena garis-garis ini tidak
melintasi konduktor-konduktor lainnya. Apabila kabel dibentuk menjadi
kumparan (coil), garis-garis gaya melakukan induksi sendiri ke dalam kabel
(self-induction). Voltase yang dihasilkan melalui induksi ini disebut back EMF
atau counter EMF. Hal ini dirangkum melalui hukum berikut yang dikenal
dengan Hukum Lenz:

Polarits EMF yang dihasilkan melalui induksi adalah berlawanan dan


menentang muatan yang menghasilkannya.

Coulomb
Unit pengukuran untuk muatan listrik perlu dikembangkan. Seorang ilmuwah
Perancis yang bernama Charles Coulomb melakukan investigasi terhadap
hukum gaya di antara benda-benda yang bermuatan dan menggunakan
suatu unit ukuran yang disebut “Coulomb”. Ditulis dalam notasi ilmu
pengetahuan, satu Coulomb = 6.28 x 1018 elektron atau proton. Dinyatakan
dalam istilah yang lebih sederhana, dalam konduktor yang terbuat dari
tembaga, satu amper adalah satu arus listrik yang terdiri dari 6.28 miliar
elektron yang melewati suatu titik tertentu dalam konduktor dalam satu detik
(gerakan).

Arus

Gambar 9 – Aliran Arus

Dalam teori-teori elektrostatik, seperti yang telah dibahas sebelumnya,


masalah yang timbul adalah gaya di antara muatan-muatan. Teori lain yang
memerlukan penjelasan adalah “gerakan” di dalam konduktor. Gerakan
(motion) muatan-muatan di dalam konduktor dinyatakan sebagai arus listrik
(Gambar 9).

Medan elektrostatik akan mempengaruhi elektron dengan cara yang sama


seperti benda yang bermuatan negatif. Medan tersebut ditolak oleh muatan
negatif dan tertarik oleh muatan positif. Arus elektron atau gerakan tersebut
adalah arus listrik.

Banyaknya atau intensitas arus diukur dalam satuan “Amper”. Simbol unit
adalah “I”. Amper adalah ukuran kecepatan dimana muatan digerakkan

APLTC024
© Caterpillar of Australia Pty Ltd 21
DASAR-DASAR LISTIK

melalui konduktor. Satu amper adalah satu coulomb muatan yang bergerak
melewati suatu titik dalam satu detik.

APLTCL024
22 Caterpillar of Australia Pty.Ltd
DASAR-DASAR LISTRIK

Arus Konvesional Versus Aliran Elektron

Gambar 10 – Arus Elektron dan Konvensional

Ada dua cara untuk menjelaskan arus listrik yang mengalir melalui konduktor.
Sebelum menggunakan “teori atom” untuk menjelaskan komposisi zat, para
ilmuwan mendefinisikan arus sebagai gerakan muatan-muatan positif di
dalam konduktor dari suatu titik muatan kutub positif ke suatu titik muatan
kutub negatif. Kesimpulan ini masih dipegang luas dalam beberapa standar
engineering dan buku-buku teks. Beberapa contoh mengenai muatan positif
dalam gerakan digunakan untuk aplikasi arus dalam cairan, gas dan semi
konduktor. Teori aliran arus ini telah diberikan istilah “arus konvensional”
(Gambar 10).

Dengan diterapkannya teori atom, telah diputuskan bahwa aliran arus yang
melalui suatu konduktor adalah didasarkan pada aliran elektron (-) atau
muatan negatif. Oleh karena itu, arus elektron adalah berada dalam arah
yang berlawanan dengan arus konvensional dan diberikan istilah “arus
elektron” (Gambar 10).

Masing-masing teori dapat digunakan, tetapi teori “konvensional” yang lebih


populer yang menggambarkan arus sebagai aliran dari muatan positif (+) ke
muatan negatif (-) akan digunakan dalam modul ini.

Resistansi
George Simon Ohm menemukan bahwa untuk voltase tetap, jumlah arus
yang mengalir melalui suatu benda bergantung pada jenis dan ukuran fisik
suatu benda. Semua benda memiliki sejumlah “resistansi” tertentu terhadap
aliran elektron. Apabila penolakannya kecil, maka benda tersebut adalah
konduktor, apabila penolakannya besar, maka benda tersebut adalah
insulator.

Ohm adalah unit resistansi listrik dan huruf omega (Ω) adalah simbolnya.
Suatu benda memiliki resistansi satu Ohm apabila potensial dari satu Volt
menghasilkan arus satu Amper.

Resistansi listrik ada di setiap rangkaian listrik, komponen-komponen, kabel


dan sambungan. Saat resistansi menolak aliran arus, resistansi tersebut
mengubah energi listrik menjadi bentuk-bentuk energi lainnya, misalnya

APLTC024
© Caterpillar of Australia Pty Ltd 23
DASAR-DASAR LISTIK

panas, cahaya atau gerakan. Resistansi suatu konduktor ditentukan oleh


empat faktor:

Gambar 11 – Struktur Atom

1. Struktur atom (elektron-elektron bebas). Semakin banyak elektron


bebas yang dimiliki suatu benda, maka semakin kurang resistansi yang
diberikan benda tersebut terhadap aliran arus (Gambar 11).

Gambar 12 – Resistansi

2. Panjang. Semakin panjang suatu konduktor yang memiliki lebar yang


sama, maka semakin tinggi resistansinya. Apabila panjang kabel dua kali
lipat (Gambar 12), maka semakin besar pula resistansi di antara kedua
ujungnya.

APLTCL024
24 Caterpillar of Australia Pty.Ltd
DASAR-DASAR LISTRIK

Gambar 13

3. Lebar (profil menyilang). Semakin besar profil melintang suatu


konduktor, maka semakin rendah resistansi (pipa yang berdiameter lebih
besar memungkinkan air mengalir lebih banyak). Dengan membagi dua
profil melintang (Gambar 13), maka akan melipatgandakan resistansi
untuk ukuran panjang tersebut.

Gambar 14

4. Temperatur. Untuk kebanyakan benda, semakin tinggi temperaturnya,


maka semakin tinggi resistansinya. Bagan yang diperlihatkan dalam
Gambar 14 memperlihatkan bahwa resistansi meningkat saat temperatur
naik.

Farad
Kemampuan capacitor untuk menyimpan elektron dikenal dengan istilah
capacitance. Capacitance diukur dalam farad (diberi nama demikian
berdasarkan nama Michael Faraday, penemu prinsip ini). Satu farad adalah
kemampuan menyimpan 6.28 miliar elektron pada perbedaan muatan 1-Volt.
Kebanyakan capacitor memiliki capacitance yang lebih sedikit dari jumlah ini,
sehingga capacitor ini diukur dengan picofarad (sepertriliun farad) dan
microfarad (seperjuta farad).

1 farad = 1 F
1 microfarad = 1F = 0.000001F
1 picofarad = 1pF = 0.000000000001F

Hertz
Alternator menghasilkan arus bolak-balik yang memiliki siklus di antara
positif & negatif.

APLTC024
© Caterpillar of Australia Pty Ltd 25
DASAR-DASAR LISTIK

Jumlah siklus per detik disebut frekuensi dan diukur dalam satuan Hertz.

APLTCL024
26 Caterpillar of Australia Pty.Ltd
DASAR-DASAR LISTRIK

RANGKAIAN DAN HUKUM LISTRIK

Gambar 15

Suatu rangkaian listrik adalah jalur (path), atau kelompok jalur yang saling
berhubungan, yang mampu membawa arus listrik. Jalur yang memiliki
sumber atau sumber-sumber voltase adalah jalur tertutup (rangkaian
tertutup).

Ada dua jenis dasar rangkaian listrik, yaitu seri dan paralel (Gambar 15).
Rangkaian seri dan paralel dasar dapat digabungkan untuk membentuk
rangkaian yang lebih rumit, tetapi rangkaian yang digabung ini dapat
disederhanakan dan dianalisa sebagai dua jenis dasar.

Hukum
Penting untuk dipahami hukum-hukum yang diperlukan untuk menganalisa
dan mengidentifikasi rangkaian listrik. Hukum ini adalah Hukum Kirchof dan
Hukum Ohm.

Gustav Kirchof mengembangkan dua hukum untuk menganalisa rangkaian.


Kedua hukum ini menyatakan bahwa:
1. Hukum Arus Kirchof (KCL) menyatakan bahwa jumlah perhitungan
aljabar arus pada setiap titik pertemuan (junction) dalam suatu rangkaian
listrik sama dengan nol. Dengan kata lain, semua arus yang memasuki
titik pertemuan adalah sama dengan semua arus yang meninggalkan titik
pertemuan. Tidak ada yang hilang.

2. Hukum Voltase Kirchof (KVL) menyatakan bahwa jumlah perhitungan


aljabar gaya elektromotif dan voltase yang turun di sekitar loop listrik
tertutup adalah nol. Dengan kata lain, pada suatu titik tertentu dalam
rangkaian tertutup dan di sekeliling rangkaian tersebut, dengan
penambahan semua perbedaan individual dalam potensial, sampai
dicapai titik awal, tidak akan ada voltase tambahan, dan tidak satu pun
yang akan dibiarkan tanpa diperhitungkan.

George Simon Ohm menemukan hubungan di antara tiga parameter listrik


yaitu voltase, arus dan resistansi sebagai berikut:

Arus dalam suatu rangkaian listrik berbanding langsung


dengan voltase dan berbanding terbalik dengan resistansi.

Hubungan ini dapat dirangkum dengan persamaan matematika tunggal:

APLTC024
© Caterpillar of Australia Pty Ltd 27
DASAR-DASAR LISTIK

 Arus =Gaya Elektromotif


Resistansi

Atau dinyatakan dalam unit listrik:

 Amper =Volt
Ohm

Ketika menggunakan rumus matematika untuk menyatakan hubungan listrik,


huruf-huruf digunakan untuk melambangkannya. Resistansi dilambangkan
dengan huruf R atau simbol Omega (Ω), voltase dilambangkan dengan huruf
E (gaya elektromotif) dan arus dilambangkan dengan huruf I (intensitas
muatan).

Hukum OHMS dicakup dengan lebih rinci dalam Topik 3, Rangkaian Listrik.

Konduktor Listrik
Dalam aplikasi listrik, elektron mengalir di sepanjang jalur yang disebut
konduktor atau kabel. Elektron bergerak dengan mengalir dari atom ke atom.
Beberapa benda akan mempermudah elektron mengalir dan disebut
“konduktor yang baik”. Contoh konduktor yang baik adalah perak, tembaga,
emas, khromium, aluminium dan tungsten. Suatu benda dinyatakan sebagai
konduktor yang baik apabila benda tersebut memiliki banyak elektron bebas.
Jumlah tekanan atau voltase listrik yang diperlukan untuk mengalirkan
elektron-elektron melalui suatu benda bergantung pada seberapa bebas
elektron-elektronnya.

Meskipun perak adalah konduktor terbaik, namun bahan ini adalah mahal.
Emas adalah konduktor yang baik juga, dan tidak akan mengalami korosi
seperti tembaga, tetapi merupakan bahan yang terlalu mahal untuk
digunakan. Aluminium tidak terlalu mahal dan lebih ringan, tetapi bukan
merupakan konduktor yang baik seperti tembaga.

Konduktor Daya Konduksi (dibandingkan


dengan tembaga)
Perak 1.064
Tembaga 1.000
Emas 0.707
Aluminium 0.659
Zinc 0.288
Kuningan 0.243
Besi 0.178
Timah 0.018
Tabel 1 – Bagan Daya Konduksi

Daya konduksi suatu benda menentukan seberapa baik benda tersebut untuk
dijadikan konduktor. Tabel 1 memperlihatkan beberapa konduktor yang lazim
dan daya konduksi relatifnya dibandingkan dengan tembaga.

APLTCL024
28 Caterpillar of Australia Pty.Ltd
DASAR-DASAR LISTRIK

Insulator Listrik
Untuk beberapa jenis material lainnya, sulit bagi elektron untuk mengalir dan
material ini disebut “insulator”. Insulator yang baik menjaga elektron-
elektron tetap terikat dengan kuat di dalam orbit.

Contoh insulator adalah karet, kayu, plastik, dan keramik. Akan tetapi, adalah
memungkinkan bagi arus listrik mengalir melalui semua material. Apabila
voltase yang diaplikasikan cukup tinggi, bahkan insulator terbaik sekalipun
akan rusak dan memungkinkan aliran arus.

Karet Plastik
Mika Kaca
Lilin atau Parafin Fibreglass
Porselain Kayu Kering
Bakelite Udara
Tabel 2 – Insulator

Tabel 2 memperlihatkan daftar beberapa insulator yang lebih lazim


digunakan.

Ada hal lain yang harus dipertimbangkan ketika membahas mengenai


insulator. Kotoran dan moisture dapat berfungsi sebagai konduktor listrik di
sekitar insulator. Apabila insulator kotor atau terdapat moisture, maka hal ini
dapat menyebabkan masalah. Insulator itu sendiri tidak rusak, tetapi kotoran
atau uap air dapat menyediakan jalur bagi elektron-elektron untuk mengalir.
Oleh karena itu, penting untuk memastikan agar insulator dan benda-benda
yang terkena kontak dalam keadaan bersih.

Semi-konduktor
Bahan-bahan yang bukan merupakan konduktor maupun insulator yang baik
dikenal dengan istilah semi-konduktor. Contoh bahan-bahan (unsur-unsur) ini
adalah Germanium & Silikon. Semi-konduktor biasanya akan berfungsi
sebagai induktor. Akan tetapi, bahan-bahan ini akan berfungsi sebagai
konduktor dalam kondisi tertentu, misalnya ketika arus listrik dialirkan
padanya. Bahan-bahan ini adalah dasar bagi peralatan elektronik yang
dibahas dalam modul elektronik.

Daya Tarik Magnet

APLTC024
© Caterpillar of Australia Pty Ltd 29
DASAR-DASAR LISTIK

Gambar 16 – Magnet

Daya tarik magnet adalah bentuk gaya lain yang menyebabkan elektron
mengalir. Suatu pemahaman dasar mengenai daya tarik magnet juga
diperlukan untuk mempelajari mengenai listrik. Daya tarik magnet
memberikan hubungan di antara energi mekanik dan listrik. Dengan
menggunakan daya tarik magnet, alternator mengubah sejumlah tenaga
mekanis yang dihasilkan oleh mesin menjadi gaya elektromotif (EMF).
Sebaliknya, daya tarik magnet memungkinkan starter motor untuk
mengubah energi listrik dari sebuah baterai menjadi energi mekanis untuk
menggerakkan mesin.

Kebanyakan peralatan listrik bergantung langsung atau tidak langsung pada


daya tarik magnet. Meskipun terdapat beberapa perangkat listrik yang tidak
menggunakan daya tarik magnet, kebanyakan sistem kita, sebagaimana
yang dikenal saat ini, menggunakan daya tarik magnet.

Ada tiga jenis magnet dasar:


 Alami
 Magnet buatan (Gambar 16)
 Elektromagnet

Magnet Alami
Orang Cina menemukan magnet kira-kira pada tahun 2637 SM. Magnet yang
digunakan dalam kompas di zaman primitif disebut “lodestone”, yaitu
potongan-potongan bijih besi kasar yang dikenal sebagai magnetit. Karena
magnetit memiliki sifat-sifat magnet dalam keadaan alaminya, maka
lodestone diklasifikasikan sebgai magnet “alami”.

APLTCL024
30 Caterpillar of Australia Pty.Ltd
DASAR-DASAR LISTRIK

Magnet Buatan
Magnet buatan adalah magnet buatan manusia dan umumnya dihasilkan
dalam bentuk batangan-batangan logam yang telah dipasang dengan medan
magnet yang sangat kuat.

Elektromagnet
Seorang ilmuwan Denmark, yang bernama Oersted, menemukan hubungan
antara daya tarik magnet dan arus listrik. Ia menemukan bahwa arus listrik
yang mengalir melalui sebuah konduktor menghasilkan medan magnet di
sekitar konduktor. Dari medan magnet ini, elektromagnet dapat digunakan
dalam berbagai aplikasi dimana dengan menghidupkan aliran listrik (“On”)
atau mematikan aliran listrik (“Off’) akan menghasilkan medan magnet.

Istilah-istilah Magnetik

Kutub dan Medan

Gambar 17 – Medan Gaya di sekitar magnet

Setiap magnet memiliki dua titik yang saling berlawanan terhadap satu sama
lain yang siap menarik potongan-potongan besi. Kedua titik ini disebut
“kutub” magnet: kutub utara dan kutub selatan. Sama halnya dengan
muatan-muatan listrik yang saling menolak terhadap satu sama lain dan
muatan-muatan yang berlawanan saling menarik satu sama lain, kutub-kutub
magnet yang sama saling menolak terhadap satu sama lain dan kutub-kutub
yang tidak sama saling menarik satu sama lain.

Magnet jelas menarik potongan besi karena gaya-gaya yang ada di sekitar
magnet. Tenaga ini disebut “medan magnetik”.

Meskipun medan ini tidak terlihat dalam mata telanjang, dengan menaburkan
serbuk-serbuk besi kecil pada selembar kaca atau kertas di atas sebuah
batang magnet dapat memperlihatkan garis-garis gayanya.

Dalam Gambar 17 sepotong kaca ditempatkan di atas sebuah magnet dan


serbuk-serbuk besi ditaburkan pada kaca. Ketika penutup kaca diketuk secara
perlahan, serbuk-serbuk besi akan bergerak ke dalam suatu pola tetap yang
memperlihatkan adanya medan gaya di sekitar magnet.

Medan magnet terlihat seperti terbentuk dari garis-garis gaya yang tampak
meninggalkan magnet pada kutub utara, bergerak melalui udara di sekitar
magnet, dan terus melewati magnet ke kutub selatan untuk membentuk loop

APLTC024
© Caterpillar of Australia Pty Ltd 31
DASAR-DASAR LISTIK

gaya yang tertutup. Semakin kuat magnet maka semakin besar garis-garis
gaya dan semakin luas area yang dicakup oleh medan magnetik.

APLTCL024
32 Caterpillar of Australia Pty.Ltd
DASAR-DASAR LISTRIK

Garis-Garis Gaya

Gambar 18 – Garis-garis Gaya

Untuk dapat menggambarkannya dengan lebih baik lagi mengenai medan


magnetik tanpa serbuk besi, medan diperlihatkan sebagai garis-garis gaya
dalam Gambar 18. Arah garis-garis di luar magnet memperlihatkan jalur yang
akan diikuti oleh kutub utara di dalam medan magnet, ditolak menjauh dari
kutub utara magnet dan ditarik ke kutub selatannya. Di dalam magnet, yang
merupakan penggerak medan magnetik, garis-garis bergerak dari kutub
utara ke kutub selatan.

Garis-garis Flux Magnetik


Seluruh kelompok garis medan magnetik, yang dapat dianggap mengalir ke
arah luar dari kutub utara magnet, disebut flux magnetik (magnetic flux).
Berat jenis (density) flux adalah jumlah garis medan magnetik per unit
bagian yang tegak lurus dengan arah flux. Unit ini adalah garis-garis per
sentimeter persegi dalam sistem metrik atau garis-garis per inci persegi
dalam sistem Inggris. Satu garis per sentimeter persegi disebut gauss.

Gaya Magnetik

Gambar 19 – Garis-garis lingkaran magnetik kecil

Garis-garis gaya magnetik melalui semua material. Tidak ada insulator yang
diketahui menentang daya tarik magnet. Akan tetapi, garis-garis flux
mengalir dengan lebih mudah melalui material-material yang dapat dialiri
magnet daripada melalui material-material yang tidak dapat dialiri magnet.
Material-material yang tidak mudah mengalir melalui garis-garis flux disebut
memiliki “hambatan magnetik tinggi”. Udara memiliki hambatan yang tinggi,
dan besi memiliki hambatan yang rendah.

Arus listrik yang mengalir melalui kabel menciptakan garis-garis gaya


magnetik di sekitar kabel. Gambar 19 memperlihatkan garis-garis lingkaran
magnetik kecil yang terbentuk di sekitar kabel. Karena garis-garis flux
semacam itu berbentuk lingkaran, maka medan magnetik tidak memiliki
kutub utara atau kutub selatan.

APLTC024
© Caterpillar of Australia Pty Ltd 33
DASAR-DASAR LISTIK

Gambar 20 – Medan-medan Berbentuk Lingkaran

Akan tetapi, apabila kabel dililitkan menjadi bentuk kumparan (coil), maka
medan-medan lingkaran masing-masing bergabung. Hasilnya adalah medan
magnetik bersatu dengan kutub utara dan kutub selatan seperti yang
diperlihatkan dalam Gambar 20.

Selama arus mengalir melalui kabel, arus tersebut bertindak seperti magnet
batang. Medan elektromagnetik akan tetap selama arus mengalir melalui
kabel. Akan tetapi, medan yang dihasilkan pada kabel lurus tidak memiliki
cukup daya tarik magnet untuk melakukan pekerjaan tersebut. Untuk
memperkuat medan elektromagnetik, kabel dapat dibentuk menjadi
kumparan. Kekuatan magnetik suatu elektromagnet sebanding dengan
jumlah putaran kabel di dalam coil dan arus yang mengalir melalui kabel.
Apabila coil dililitkan di sekeliling inti logam, misalnya besi, maka gaya
magnetik akan bertambah kuat.

Jenis-jenis elektromagnet yang biasanya digunakan dalam mesin-mesin


bergerak adalah relay dan solenoid. Keduanya beroperasi berdasarkan prinsip
elektromagnetik, tetapi memiliki fungsi yang berbeda.

INDUKSI ELEKTROMAGNETIK

Gambar 21 - Induksi Elektromagnetik

Dampak menciptakan medan magnetik dengan arus memiliki kondisi yang


berlawanan. Juga memungkinkan untuk menciptakan arus melalui medan
magnetik dengan ‘menginduksi’ voltase di dalam konduktor. Proses ini
dikenal dengan istilah “induksi elektromagnetik” (Gambar 21). Hal ini terjadi
ketika garis-garis flux medan magnetik memotong menyilang kabel (atau
konduktor mana pun). Ketika terdapat gerakan relatif di antara kabel dan

APLTCL024
34 Caterpillar of Australia Pty.Ltd
DASAR-DASAR LISTRIK

medan magnetik (baik yang bergerak itu adalah medan magnetik atau
kabel), voltase diinduksi di dalam konduktor. Voltase yang diinduksi
menyebabkan arus mengalir. Ketika gerakan berhenti, arus berhenti. Apabila
kabel dilewatkan melalui suatu medan magnetik, misalnya ketika kabel
bergerak melalui medan-medan magnetik dari suatu magnet berbentuk
ladam, maka voltasenya terinduksi.

Apabila kabel dililitkan menjadi kumparan, voltase yang terinduksi akan


bertambah kuat. Metode ini adalah prinsip operasi yang digunakan dalam
sensor kecepatan, generator, dan alternator. Dalam beberapa kasus kabel
dalam keadaan tidak bergerak dan magnet bergerak. Dalam kasus-kasus
lainnya, magnet dalam keadaan tetap dan lilitan medan (kabel) bergerak.

Pergerakan dalam arah yang berlawanan menyebabkan arus mengalir pada


arah yang berlawanan. Oleh karena itu, gerakan maju-mundur menghasilkan
Arus Bolak-Balik (AC).

Dalam aplikasi-aplikasi praktek, konduktor dalam jumlah banyak dililitkan


dalam bentuk kumparan. Hal ini akan memusatkan dampak induksi
elektromagnetik dan memungkinkannya untuk menghasilkan tenaga listrik
yang bermanfaat dengan perangkat yang relatif compact. Dalam generator,
kumparan bergerak dan medan magnetik tidak bergerak. Dalam sebuah
alternator, medan magnetik diputar di bagian dalam kumparan yang tidak
bergerak.

Kekuatan voltase yang diinduksi bergantung pada beberapa faktor:

 Kekuatan medan magnetik


 Kecepatan gerakan relatif di antara medan dan kumparan
 Jumlah konduktor dalam kumparan.

Ada tiga cara dimana voltase dapat diinduksi melalui induksi


elektromagnetik:

 Voltase yang dihasilkan generator


 Induksi sendiri
 Induksi bersama

Voltase yang Dihasilkan Generator

APLTC024
© Caterpillar of Australia Pty Ltd 35
DASAR-DASAR LISTIK

Gambar 22 - Generator DC

Generator dengan Arus Langsung (DC) dalam Gambar 22 memperlihatkan


konduktor yang bergerak melewati medan magnetik yang tidak bergerak
untuk menghasilkan voltase dan arus listrik. Loop kabel sederhana berputar
di antara kutub utara dan kutub selatan dari medan magnetik.

Induksi Sendiri

Gambar 23 – Induksi Sendiri

Induksi sendiri (self-induction) terjadi dalam kabel ketika arus yang mengalir
melalui kabel berubah. Arus listrik yang mengalir melalui kabel menciptakan
medan magnetik yang semakin kuat dan turun saat arus berubah naik dan
turun. Oleh karena itu voltase diinduksi di dalam core. Gambar 23
memperlihatkan induksi sendiri di dalam sebuah kumparan (coil).

APLTCL024
36 Caterpillar of Australia Pty.Ltd
DASAR-DASAR LISTRIK

Induksi Bersama

Gambar 24 – Induksi Bersama

Induksi bersama (mutual induction) terjadi ketika arus yang berubah di dalam
satu kumparan menginduksi voltase di dalam kumparan di sebelahnya.
Transformator adalah contoh dari induksi bersama. Gambar 24
memperlihatkan dua induktor yang relatif dekat terhadap satu sama lain.
Ketika arus bolak-balik (AC) mengalir melalui kumparan L1, medan magnetik
memotong melalui coil L2 sehingga menginduksi voltase dan menghasilkan
aliran listrik dalam kumparan L2.

APLTC024
© Caterpillar of Australia Pty Ltd 37
DASAR-DASAR LISTIK

APLTCL024
38 Caterpillar of Australia Pty.Ltd
DASAR-DASAR LISTRIK

TOPIK 2
Komponen-komponen Listrik

KABEL

Jenis-jenis Kabel

Gambar 25

Kabel adalah konduktor untuk rangkaian-rangkaian listrik (electrical circuits).


Kabel disebut juga lead. Kebanyakan kabel adalah dalam bentuk helaian atau
stranded (terbuat dari beberapa kabel berukuran lebih kecil yang diikat
bersama dan ditutup dengan lapisan isolasi) (Gambar 25).

Ada banyak jenis kabel yang digunakan dalam aplikasi-aplikasi otomotif,


termasuk:

 Tembaga
Jenis yang paling umum. Kabel dari tembaga dapat berbentuk kabel
tunggal. Akan tetapi, biasanya terdiri dari helaian-helaian (stranded).
 Fusible link
Ini adalah perangkat pelindung rangkaian yang terbuat dari kabel yang
lebih kecil daripada rangkaian lainnya yang tujuannya untuk melindungi
kabel dari beban yang berlebihan.
 Twisted/Shielded Cable
Sepasang gauge wire kecil, yang biasanya dalam bentuk helaian, diisolasi
pada Radio Frequencies Inteference/Electromagnetic Interference, yang
digunakan untuk sinyal-sinyal komunikasi komputer, modul-modul kontrol
elektronik dan komponen-komponen elektronik lainnya.

APLTC024
© Caterpillar of Australia Pty Ltd 39
DASAR-DASAR LISTIK

Wire Gauge
Di Amerika Serikat rangkaian listrik dan elektronik dibuat dengan ukuran
khusus dan ukuran panjang konduktor untuk menyediakan jalur-jalur untuk
aliran arus. Ukuran kabel menentukan berapa banyak arus yang dapat
dibawanya.

Ukuran kabel dapat diukur melalui dua cara yang berbeda:

 Berdasarkan ukuran American Wire Gauge (AWG) (biasanya cukup


disebut dengan istilah “gauge” kabel).
 Berdasarkan ukuran metrik.

No. AWG  (inci)  (mm)  (mm)2 Resistansi


(Ohm/m)
4/0 = 0000 0.460 11.7 107 0.000161
3/0 = 000 0.410 10.4 85.0 0.000203
2/0 = 00 0.365 9.26 67.4 0.000256
1/0 = 0 0.325 8.25 53.5 0.000323
1 0.289 7.35 42.4 0.000407
2 0.258 6.54 33.6 0.000513
3 0.229 5.83 26.7 0.000647
4 0.204 5.19 21.1 0.000815
5 0.182 4.62 16.8 0.00103
6 0.162 4.11 13.3 0.00130
7 0.144 3.66 10.5 0.00163
8 0.128 3.26 8.36 0.00206
9 0.114 2.91 6.63 0.00260
10 0.102 2.59 5.26 0.00328
Tabel 3 – Bagan Konversi dari AWG ke Metrik

Ketika memperbaiki atau mengganti pemasangan kabel maka perlu untuk


menggunakan ukuran dan panjang konduktor yang benar. Tabel di atas
mengilustrasikan resistansi yang lazim untuk berbagai ukuran konduktor.

APLTCL024
40 Caterpillar of Australia Pty.Ltd
DASAR-DASAR LISTRIK

Ukuran
Resista
Metrik Resista *Maks
Americ Profil
Profil nsi
Standa nsi Arus
an Wire Melintang
Melintan (Ω/1000r (Ω/1000 yang
Gauge (circular
g (inci) kaki @
Terdek meter Dianjurka
(AWG) mil)
770F)
at @ 250C) n (Amp)
(mm2)
22 0.0005 642 16.5 0.35 50 7
20 0.0008 1,020 10.4 0.5 36 11
- - - - 0.75 21 12
18 0.00127 1,620 6051 1 18 13
16 0.99203 2,580 4.09 105 12.3 15
14 0.00323 4,110 2.58 2.5 7.3 20
12 0.00817 6,530 1.62 4 4.4 24
10 0.00817 10,400 1.02 6 3.2 32
8 0.01296 16,500 0.64 10 1.75 59
6 0.0203 26,300 0.4 16 1.1 87
0 0
* Berdasarkan pada kenaikan temperatur maksimum 36 F (20 C) di atas
temperatur sekitar
Tabel 4

Oleh karena itu tabel 4 mengasumsikan bahwa temperatur maksimum sekitar


adalah 1500F (650C).

CATATAN:
Anggaplah kabel PVC yang diinsulasi adalah produk dengan temperatur 185 0F
(850C ).

Ketika menggunakan AWG, ingatlah bahwa nomor-nomor gauge yang lebih


kecil menunjukkan ukuran-ukuran kabel yang lebih besar dan nomor-nomor
gauge yang lebih besar menunjukkan ukuran-ukuran yang lebih kecil.

APLTC024
© Caterpillar of Australia Pty Ltd 41
DASAR-DASAR LISTIK

Wiring Harness
Banyak kabel diikat bersama dalam kelompok-kelompok dengan satu
connector atau lebih pada masing-masing ujungnya. Kelompok-kelompok ini
disebut wire harness. Perhatikan bahwa harness dapat terdiri dari kabel-kabel
yang memiliki rangkaian dan sistem yang berbeda. Contohnya adalah
harness yang dimasukkan ke dalam headlight switch assembly, yang terdiri
dari kabel-kabel antara lain untuk lampu parkir, lampu belakang, dan lampu
sorot rendah dan tinggi.

Gambar 26

Beberapa harness wire dibungkus dengan kabel (conduit) plastik atau kabel
serat non-konduktif (Gambar 26). Conduit ini dibelah pada ukuran
panjangnya agar mudah mencapai harness wire. Harness wire lainnya
dibungkus dalam tape. Klip (plastik) dan clamp (logam) menghubungkan
harness dengan mesin.

Skematik listrik Caterpillar memberikan lokasi-loksi wire harness untuk


membantu memudahkan Anda mencari harness khusus pada suatu mesin.
Fitur-fitur skematik listrik Caterpillar akan dicakup kemudian.

APLTCL024
42 Caterpillar of Australia Pty.Ltd
DASAR-DASAR LISTRIK

CONNECTOR

Gambar 27

Tujuan connector adalah untuk mengalirkan arus dari satu kabel ke kabel
lainnya (Gambar 27). Untuk melakukan hal ini, connector harus memiliki
bagian-bagian yang bertemua (plug atau receptacle). Satu bagian dari
pasangan ini menampung pin dan yang lainnya menampung socket. Ketika
kedua bagian ini dihubungkan, arus listrik akan mengalir. Connector
digunakan agar komponen-komponen dapat dilepaskan dengan mudah.

APLTC024
© Caterpillar of Australia Pty Ltd 43
DASAR-DASAR LISTIK

Keterangan Service Umum


Dengan semakin meningkatnya penggunaan sistem elektronik dalam
aplikasi-aplikasi otomotif, melakukan servis pada connector menjadi tugas
yang penting. Dengan semakin meningkatnya penggunaan ini maka
meningkat pula perawatan yang harus dilakukan terhadap kabel/kabel,
connector, pin dan socket. Faktor penting lainnya yang turut memberikan
kontribusi bagi peningkatan perbaikan adalah lingkungan yang buruk tempat
connector digunakan. Connector harus dapat beroperasi dalam kondisi yang
sangat ekstrim, baik itu kondisi yang panas, dingin, kotor, berdebu, lembab
dan di antara bahan-bahan kimia.

Gambar 28 – Connector

Pin dan socket memiliki resistansi dan memberikan sedikit penolakan


terhadap arus listrik yang mengalir. Karena permukaan pin dan socket tidak
mulus (terdiri dari tonjolan dan lekukan), maka terdapat kondisi yang dikenal
dengan istilah asperity (permukaan yang kasar). Ketika bagian-bagian
permukaan saling terkena kontak, kira-kira satu persen dari permukaan
tersebut benar-benar bersentuhan terhadap satu sama lain (Gambar 28).

Elektron dipaksa berkumpul di bagian peak, sehingga menciptakan resistansi


di antara bagian-bagian yang terkena kontak. Meskipun proses ini tampaknya
tidak terlalu signifikan terhadap pengoperasian kontrol elektronik, suatu
resistansi di sepanjang connector dapat menciptakan kegagalan fungsi dalam
kontrol-kontrol elektronik.

Plating
Agar dapat mencapai tingkat resistansi minimum dalam pin dan socket,
perhatian harus diberikan terhadap finish, tekanan dan logam yang
digunakan dalam pembuatan pin dan kontak. Timah adalah bahan yang
cukup lunak untuk memungkinkan terjadinya “penggosokan lapisan” tetapi
logam ini memiliki resistansi yang relatif tinggi. Tembaga memiliki resistansi
yang rendah tetapi keras. Dalam upaya untuk meminimalkan resistansi dan
mengurangi asperity, kontak tembaga yang memiliki resistansi rendah
dilapisi dengan timah.

Penggosokan pada lapisan (film wiping) terjadi ketika pin dan kontak dilapisi
dengan timah dan ketika keduanya dipasang bersama maka cenderung akan
“menggosok” bersama dan pada dasarnya kejadian ini akan memuluskan
sejumlah tonjolan dan lekukan yang tercipta oleh kondisi asperity. Logam-

APLTCL024
44 Caterpillar of Australia Pty.Ltd
DASAR-DASAR LISTRIK

logam lain, misalnya emas dan perak adalah bahan plating yang sangat
bagus tetapi sangat mahal untuk digunakan.

Kontaminan
Kontaminan adalah faktor lain yang turut memberikan kontribusi bagi adanya
resistansi di dalam connector. Beberapa kondisi buruk yang menggunakan
bahan kimia, misalnya dapat menyebabkan kegagalan fungsi akibat
meningkatnya resistansi.

Para teknisi perlu waspada bahwa connector dapat dan memang bisa
menyebabkan banyak masalah diagnostik. Hal yang dianjurkan untuk
dilakukan adalah kemungkinan perlunya mengukur resistansi di antara
bagian pasangan connector ketika mendiagnosa kegagalan fungsi pada
kontrol listrik. Juga, para teknisi perlu waspada bahwa saat melepaskan dan
memasang kembali connector selama proses troubleshooting dapat
memberikan informasi diagnosa yang menyesatkan.

Beberapa jenis connector digunakan di semua sistem listrik dan elektronik


pada mesin-mesin otomotif. Setiap jenis berbeda dalam cara service dan
perbaikannya.

Jenis connector berikut akan dibahas dengan rinci:

 Vehicular Environment (VE) Connector


 Sure-Seal Connector
 Deutsch Connector (seri HD10, DT, CE dan DRC).

VE Connector

Gambar 29

VE connector (Gambar 29) dahulu digunakan terutama sekali pada harness


listrik mesin Caterpillar awal dimana temperatur tinggi, jumlah kontak yang
lebih besar atau kapasitas pembawa arus yang lebih tinggi diperlukan.

APLTC024
© Caterpillar of Australia Pty Ltd 45
DASAR-DASAR LISTIK

Saat itu connector memerlukan perkakas pelepas logam khusus untuk


melepaskan kontak yang dapat merusak mekanisme penguncian connector,
apabila perkakas diputar saat melepaskan retaining clip.

Jangan menggunakan perkakas pelepas logam ini untuk jenis connector listrik
lainnya.

Setelah menjepit kabel pada kontak hal yang dianjurkan untuk dilakukan
adalah bahwa kontak disolder/dipateri guna memberikan kontak listrik yang
bagus. Gunakan hanya rosin core solder pada sambungan listrik apa pun.

Informasi khusus yang berhubungan dengan proses yang diperlukan untuk


memasang VE connector contact (pin dan socket) terdapat dalam Instruksi
Khusus: Penggunaan Kelompok Perkakas VE Connector (Formulir SEHS8038).

Jenis connector ini tidak digunakan lagi untuk produk yang sekarang, tetapi
mungkin masih memerlukan service oleh teknisi lapangan/bengkel.

APLTCL024
46 Caterpillar of Australia Pty.Ltd
DASAR-DASAR LISTRIK

Sure-Seal Connector

Gambar 30

Sure-seal connector digunakan secara luas pada mesin-mesin Caterpillar


(Gambar 30).

Connector housing ini menyediakan ruang untuk pemasangan yang akurat di


antara kedua bagian pasangan, tetapi sebagai pengganti penggunaan guide
key atau key way, bagian badan connector dibentuk sedemikian rupa
sehingga dapat dimasukkan dengan pas.

Sure-seal connector terbatas hanya pada kapasitas 10 kontak (pin dan


socket).

Nomor-nomor bagian untuk spare plug dan receptacle housing dan contact
terdapat dalam Instruksi Khusus: Menggunakan Perangkat Perbaikan Sure-
Seal 6V3000 (Formulir SMHS7531).

Gunakan perkakas khusus (6V3001) untuk menjepit contact dan mengupas


kabel. Sure-Seal Connector memerlukan penggunaan perkakas khusus
6V3008 untuk memasang contact. Gunakan alkohol multiguna sebagai
pelumas ketika memasang contact. Perkakas khusus tidak diperlukan untuk
melepaskan pin contact.

Lubang apa pun di dalam housing yang tidak digunakan untuk contact
assembly harus diisi dengan Sealing Plug 9G3695. Sealing plug ini akan
membantu mencegah uap lembab memasuki housing.

APLTC024
© Caterpillar of Australia Pty Ltd 47
DASAR-DASAR LISTIK

Connector Seri Deutsch Heavy Duty (HD10)

Gambar 31

Connector HD10 (lihat Gambar 31) adalah connector thermoplastik berbentuk


silinder yang menggunakan contact jenis crimp yang dapat dilepaskan
dengan cepat dan mudah. Rangka thermoplastik tersedia dalam konfigurasi-
konfigurasi berulir drat dan tanpa berulir drat dengan menggunakan contact
yang dimasukkan berdasarkan pengaturan 3, 5, 6 dan 9.

Ukuran contact adalah No. 16 dan menerima kabel AWG No. 14, 16, dan No.
18. HD10 menggunakan contact campuran tembaga padat jenis crimp
(ukuran No. 16) yang memiliki kemampuan untuk membawa beban arus
operasi tinggi secara berkelanjutan tanpa mengalami kelebihan panas
(overheating). Contact dihentikan oleh crimp dengan menggunakan perkakas
Deutsch Crimp, Caterpillar nomor bagian 1U5805.

Prosedur-prosedur penghentian Deutsch menganjurkan TIDAK BOLEH


DILAKUKAN PEMATERIAN setelah contact yang dijepit dengan benar selesai
dilakukan. Prosedur untuk mempersiapkan kabel dan menjepit contact adalah
sama untuk semua Deutsch connector dan dijelaskan dalam Instruksi Khusus:
Menyervis DT Connectors (SEHS9615). Prosedur pelepasan berbeda dari
connector yang satu dengan connector yang lainnya dan akan dijelaskan
dalam masing-masing bagian.

Perangkat untuk perbaikan Deutsch connector adalah 4C3806.

APLTCL024
48 Caterpillar of Australia Pty.Ltd
DASAR-DASAR LISTRIK

Connector Seri Deutsch Transportation (DT)

Gambar 32

DT connector (Gambar 32) adalah thermoplastic connector yang


menggunakan contact jenis crimp yang dapat dilepaskan dengan cepat dan
mudah dan tidak memerlukan perkakas khusus. Thermoplastic housing
tersedia dalam beberapa konfigurasi yang menggunakan susunan contact 2,
3, 4, 6, 8 dan 12. Ukuran contact adalah No. 16 dan menerima kabel AWG No.
14, 16 dan 18.

DT menggunakan contact campuran tembaga padat jenis crimp (ukuran No.


16) yang memiliki kemampuan untuk membawa beban arus operasi tinggi
secara terus menerus tanpa mengalami kelebihan panas (overheating), atau
stamped dan formed contact (tidak terlalu mahal). Contact dihentikan oleh
crimp dengan menggunakan Perkakas Deutsch Crimp, Caterpillar no. Bagian
1U5804.

DT connector berbeda dengan Deutsch connector lainnya dalam hal bentuk


dan konstruksinya. DT berbentuk empat persegi panjang atau segitiga dan
memiliki plug wedge yang dapat diservis, receptacle wedge dan silicone seal.

Larutan pembersih yang dianjurkan untuk digunakan pada semua Deutsch


contact adalah alkohol denatur.

Untuk penjelasan lebih rinci mengenai cara menyervis DT connector, lihat


Instruksi Khusus: Menyervis DT Connector (SEHS9615).

Perangkat untuk menyervis DT connector adalah Caterpillar part No. 9U7246.

APLTC024
© Caterpillar of Australia Pty Ltd 49
DASAR-DASAR LISTIK

Caterpillar Environmental Connector (CE)

Gambar 33

CE connector adalah connector untuk aplikasi khusus (Gambar 33).


Connector seri CE dapat menampung antara 7 dan 37 contact, dengan 37
contact connector yang digunakan pada berbagai modul kontrol elektronik.
CE connector menggunakan dua perkakas untuk menjepit yang berbeda.

Crimping tool untuk contact ukuran No. 4 – No. 10 adalah 4C4075 Hand
Crimp Tool Assembly, dan perkakas untuk contact No. 12 – No. 18 adalah
perkakas yang sama dengan yang digunakan pada connector Seri HD dan DT
(1U5804).

Referensi SEHS9065

8T5319 Removal Tool GP

4C4075 Crimp Tool GP

1U5804 Crimp Tool GP

APLTCL024
50 Caterpillar of Australia Pty.Ltd
DASAR-DASAR LISTRIK

Deutsch Rectangular Connector (DRC)

Gambar 34

DRC connector (Gambar 34) memiliki thermoplastic housing empat persegi


panjang dan disekat seluruhnya di sekelilingnya. DRC paling cocok dan
kompatibel dengan modul-modul kontrol elektronik eksternal dan internal.

Connector dirancang dengan nomor-nomor terminal yang lebih tinggi.


Pengaturan cara memasukkan yang tersedia adalah: contact termination No.
24, No. 40 dan No. 70. Ukuran contact adalah No. 16 dan menerima kabel
AWG No. 16 dan No. 18.

Connector menggunakan contact campuran tembaga jenis crimp (ukuran No.


16) yang memiliki kemampuan untuk membawa beban arus operasi tinggi
secara terus menerus tanpa mengalami kelebihan panas (overheating) atau
menggunakan stamped dan formed contact (tidak terlalu mahal). Contact
diakhiri (terminated) dengan crimp menggunakan Deutsch Crimp Tool,
Caterpillar part no. 1U5805.

Connector memiliki kunci “clocking” untuk orientasi yang benar dan


dikencangkan dengan aman oleh stainless steel jackscrew. Wrench HEX
berukuran 4 mm (5/32in) diperlukan untuk memasang bagian-bagian
connector. Torsi yang dianjurkan untuk mengencangkan jackscrew adalah
25in pound.

CATATAN:
DRC menggunakan instalasi dan prosedur pelepasan yang sama dengan seri
HD10.

APLTC024
© Caterpillar of Australia Pty Ltd 51
DASAR-DASAR LISTIK

TERMINAL

Gambar 35 – Contoh terminal kabel

(a) terminal crimp jenis slide (c) crimp dan terminal


yang dipateri
(b) bullet connector

Ada beberapa jenis terminal yang berbeda yang digunakan. Beberapa


terminal, diperlihatkan dalam Gambar 35. Kebanyakan terminal, baik yang
asli maupun yang diganti, dijepit atau dibentuk oleh swage pada kabel
conductor tembaga, tetapi ada juga yang dipateri.

Gambar 36 – Perangkat Perkakas Terminal Crimp

APLTCL024
52 Caterpillar of Australia Pty.Ltd
DASAR-DASAR LISTRIK

MEMASANG SAMBUNGAN TANPA DIPATERI

Ketika mengelupas kabel listrik dan menyambung connector yang tidak


dipateri, hal-hal berikut harus dipertimbangkan.

Pemeriksaan Safety
 Jangan pernah menggunakan pisau tajam untuk membuka isolasi.
Pisau tajam dapat memotong kabel atau dapat menyebabkan cedera.
 Tang (Plier) untuk mengelupas kabel memiliki bagian pinggir yang
tajam dan memerlukan cengkeraman yang kuat. Berhati-hatilah agar tidak
membuat kulit Anda terjepit di antara rahang-rahangnya.
 Ketika melepaskan isolasi dari kabel, doronglah menjauh bukan ke arah
badan Anda.

Hal-hal yang Harus Diperhatikan


 Kabel listrik yang digunakan dalam harness pemasangan kabel
otomotif dibungkus dengan lapisan isolasi plastik.
 Ketika kabel listrik disambungkan dengan kabel-kabel lain atau
dihubungkan pada suatu terminal, isolasi perlu dilepaskan.
 Perkakas untuk mengelupas kabel terdiri dari berbagai konfigurasi.
Perkakas-perkakas ini melakukan tugas yang sama. Jenis perkakas yang
digunakan akan bergantung pada jumlah dan jenis kabel listrik yang akan
diperbaiki.
 Terminal-terminal yang tidak dipateri memerlukan sambungan yang
bersih dan kencang, sehingga pastikan bahwa kabel dan sambungan
bersih sebelum dipasang pada terminal.
 Gunakan sambungan yang ukurannya cocok dengan kabel.
 Jangan menggunakan side cutter, plier atau pisau untuk mengelupas
kabel. Penggunaan perkakas-perkakas ini akan merusak beberapa dari
strand kabel dan dapat memutuskan kabel di dalam isolasi.
 Untuk memastikan agar kabel tetap menyatu setelah dikelupaskan,
puntirlah sedikit. Jangan memuntir kabel terlalu banyak karena bila
terpuntir terlalu banyak dapat menimbulkan sambungan yang buruk
antara kabel dengan terminal.
 Gunakan perkakas untuk menjepit (crimpling tool) yang benar untuk
sambungan. Menggunakan jenis perkakas yang salah akan menyebabkan
sambungan memiliki cengkeraman yang tidak baik pada kabel.

1. Memilih Terminal

Gambar 37

APLTC024
© Caterpillar of Australia Pty Ltd 53
DASAR-DASAR LISTIK

Ada beberapa jenis dan ukuran terminal kabel yang berbeda, tetapi prosedur
untuk memasang semuanya adalah sama.

Ini adalah crimp terminal jenis bullet (Gambar 37).

Gambar 38

Pastikan bahwa ukuran terminal yang benar untuk kabel dipilih dan bahwa
terminal memiliki tingkat voltase/amper yang benar untuk pekerjaan yang
akan dilaksanakan (Gambar 38).

2. Mengelupas Kabel

Gambar 39

Kelupas isolasi pelindung dalam jumlah yang tepat dari kabel (Gambar 39).
Selalu gunakan perkakas pengelupas yang benar yang berada dalam kondisi
yang masih baik.

3. Selalu Menggunakan Perkakas Pengelupas yang Benar

APLTCL024
54 Caterpillar of Australia Pty.Ltd
DASAR-DASAR LISTRIK

Gambar 40

Tujuan penggunaan perkakas pengelupas kabel adalah untuk memungkinkan


pengelupasan isolasi dari sekeliling kawat tembaga tanpa merusak kabel
atau tanpa menyebabkan cedera (Gambar 40).

Gambar 41

Menggunakan side cutter atau plier (Gambar 41) bisa berbahaya juga.
Perkakas-perkakas ini tidak terlalu efektif karena perkakas jenis ini sering kali
ikut memotong helaian-helaian kawat.

Gambar 42

Ini dikenal dengan istilah mengelupas di sekeliling kabel (ringing the wire)
(Gambar 42), yang dapat secara efektif mengurangi kapasitas pembawa arus
pada kabel.

4. Pilihlah Gauge Hole yang Benar

APLTC024
© Caterpillar of Australia Pty Ltd 55
DASAR-DASAR LISTIK

Gambar 43

Menggunakan perkakas yang benar adalah jauh lebih aman dan lebih efektif.

Perkakas pengelupas kabel (wire stripper) dapat mengelupas isolasi dari


berbagai ukuran kabel. Pilihlah lubang di dalam stripper yang terdekat
dengan diameter batang kabel yang akan dikelupas. Pada wire stripper dalam
Gambar 43 di atas, ukuran lubang alat pengelupas kabel ditunjukkan pada
perkakas.

APLTCL024
56 Caterpillar of Australia Pty.Ltd
DASAR-DASAR LISTRIK

5. Memotong Isolasi

Gambar 44

Tempatkan kabel di dalam lubang dan tutuplah rahang (jaw) dengan kuat di
sekelilingnya untuk memotong isolasi.

Apabila Anda telah memilih ukuran yang benar, maka wire stripper akan
memotong isolasi tetapi tidak memotong kawat tembaga (Gambar 44).

Gambar 45

Lepas isolasi seperlunya untuk melakukan pekerjaan. Isolasi yang dikelupas


terlalu sedikit mungkin tidak akan memberikan sambungan yang baik dan
bila dikelupas terlalu banyak dapat menyebabkan kabel mengalami korsleting
dengan rangkaian-rangkaian lainnya atau pada kabel pembumian.
Mengelupas isolasi lebih dari 1,2 sentimeter (setengah inci) sekaligus dapat
juga meregangkan dan merusak batang kawat (Gambar 45).

6. Mengelupas Isolasi

APLTC024
© Caterpillar of Australia Pty Ltd 57
DASAR-DASAR LISTIK

Gambar 46

Beberpa alat pengelupas kabel (stripper) memotong dan mengelupas isolasi


secara otomatis. Ada pula yang memotong dan menahan kabel dengan kuat
(Gambar 46). Ketika menggunakan stripper jenis ini, tariklah kabel dengan
kuat untuk mengelupas isolasi.

Gambar 47

Untuk memastikan agar helaian-helaian kabel tetap menyatu, puntirlah


sedikit (Gambar 47).

7. Menempatkan terminal pada kabel

Gambar 48

Sambungan akan lebih baik apabila helaian-helaian kawat tidak terpuntir


dengan kencang sebelum memasukkannya melalui terminal (Gambar 48).
Ketika dijepit, hal ini akan memberikan terminal area kontak permukaan yang
lebih luas dengan kabel.

Akan tetapi, memasukkan kabel ke dalam terminal bisa menjadi sulit apabila
semua kabel mereka hanya berupa helaian-helaian yang longgar.

APLTCL024
58 Caterpillar of Australia Pty.Ltd
DASAR-DASAR LISTRIK

Gambar 49

Oleh karena itu, puntirlah kabel dengan cukup untuk membantu agar kabel
dapat masuk dengan mudah.

Tempatkan bullet atau terminal pada kabel (Gambar 49).

8. Jenis-jenis Terminal Alternatif

Gambar 50

Beberapa jenis crimp terminal tidak memiliki komponen isolasi yang dipasang
padanya.

Jenis-jenis ini terdiri dari dua bagian dan insulator disuplai sebagai komponen
terpisah (Gambar 50). Dalam kasus seperti ini, selalu pastikan bahwa bagian
‘core’ dari kabel yang akan dijepit

Gambar 51

... memanjang melalui ‘core wing’ di dalam terminal (Gambar 51).

9. Memilih Crimping Anvil

APLTC024
© Caterpillar of Australia Pty Ltd 59
DASAR-DASAR LISTIK

Gambar 52

Gunakan perkakas untuk menjepit (crimping tool) yang benar untuk pin atau
core crimping. JANGAN menggunakan pliers. Pliers memiliki kecenderungan
memotong sambungan dan dapat menimbulkan kesulitan saat digunakan.

Pilihlah anvil yang benar pada perkakas untuk menjepit connector atau
terminal yang dipilih. Anvil ini biasanya diberi kode warna sehingga mudah
untuk mencocokkan terminal dengan ukuran anvil yang benar.

APLTCL024
60 Caterpillar of Australia Pty.Ltd
DASAR-DASAR LISTRIK

10. Menjepit

Gambar 53

Jepitlah bagian ‘core’ terlebih dahulu. Tekanlah dengan kuat sehingga dapat
diperoleh kontak listrik yang baik, tetapi jangan menggunakan tenaga
berlebihan karena ini dapat membengkokkan pin atau terminal (Gambar 53).

Lalu jepitlah insulation wing atau bagian isolasi. Jepitan pada isolasi kabel ini
adalah untuk menahan kabel di tempatnya, bukan untuk kontak listrik,
sehingga tidak perlu menjepit bagian ini terlalu keras.

Gambar 54

Tariklah sedikit pada pekerjaan yang sudah selesai untuk memastikan bahwa
sambungan akan kuat saat digunakan (Gambar 54).

APLTC024
© Caterpillar of Australia Pty Ltd 61
DASAR-DASAR LISTIK

SWITCH

Gambar 55

Switch (Gambar 55) adalah perangkat yang digunakan untuk menyelesaikan


atau menginterupsi jalur arus listrik. Umumnya switch ditempatkan di antara
dua konduktor (atau kabel). Ada banyak jenis switch yang berbeda, misalnya
Single-Pole Single-Throw (SPST), Single-Pole Double Throw (SPDT), Double-
Pole Single-Throw (DPST) dan Double-Pole Double-Throw (DPDT).

Gambar 56

Juga ada banyak cara untuk mengoperasikan switch. Switch yang


diperlihatkan dalam Gambar 56 dioperasikan secara mekanis dengan
menggerakkan tuas atau toggle pada switch. Kadang-kadang, switch
dihubungkan sehingga switch tersebut selalu membuka dan menutup pada
saat yang bersamaan. Dalam skematik, sistem ini diperlihatkan dengan
menghubungkan switch yang terhubung dengan garis putus-putus (DPST dan
DPDT dalam Gambar 56).

APLTCL024
62 Caterpillar of Australia Pty.Ltd
DASAR-DASAR LISTRIK

Switch jenis lain yang juga dioperasikan secara mekanis adalah limit switch
dan pressure switch. Switch contact ditutup atau dibuka melalui cara-cara
eksternal, misalnya tuas yang menggerakkan limit switch atau yang
digerakkan melalui tekanan.

Beberapa dari switch yang lebih umum digunakan pada mesin-mesin


Caterpillar adalah:

 Toggle
 Rotary
 Rocker
 Push-On
 Pressure
 Magnetic
 Key Start
 Limit
 Cutout

Beberapa switch lebih rumit daripada yang lainnya. Mesin-mesin Caterpillar


menggunakan switch magnetik untuk mengukur sinyal-sinyal kecepatan atau
switch elektronik yang terdiri dari komponen-komponen elektronik internal,
misalnya transistor untuk menghidupkan dan mematikan sinyal-sinyal jarak
jauh (remote signal). Contoh dari switch lebih rumit yang digunakan pada
mesin-mesin Caterpillar adalah key start switch.

Gambar 57

APLTC024
© Caterpillar of Australia Pty Ltd 63
DASAR-DASAR LISTIK

Gambar 57 memperlihatkan skematik internal pada switch jenis key start.


Jenis switch ini mengontrol beberapa fungsi yang berbeda, misalnya sebagai
posisi asesoris (ACC), posisi pengoperasian (RUN), posisi menyalakan
(START), dan posisi mati (OFF). Jenis switch ini dapat mengontrol komponen-
komponen lain dan/atau mengalirkan listrik ke beberapa komponen pada saat
yang bersamaan.

APLTCL024
64 Caterpillar of Australia Pty.Ltd
DASAR-DASAR LISTRIK

PELINDUNG RANGKAIAN

Gambar 58

Sekering (fuse) dan fusible link adalah pelindung rangkaian. Apabila terdapat
arus berlebihan dalam rangkaian, hal ini akan menyebabkan panas. Panas,
bukan arus, menyebabkan pelindung rangkaian (switch protector) membuka
sebelum merusak kabel.

Hal ini memiliki dampak yang sama seperti mematikan switch. Perhatikan
bahwa pelindungan rangkaian (Gambar 58) dirancang untuk melindungi
kabel, bukan komponen-komponen lain. Fuse dan circuit breaker dapat
membantu mendiagnosa masalah-masalah yang terdapat dalam rangkaian.
Apabila pelindung rangkaian membuka secara berulang-ulang, maka ada
kemungkinan bahwa terdapat masalah listrik serius yang perlu diperbaiki.

Fuse

Gambar 59

Sekering (fuse) adalah pelindung rangkaian yang paling umum (Gambar 59).
Sekering dibuat dari potongan logam tipis atau kabel di dalam holder yang
terbuat dari kaca atau plastik.

APLTC024
© Caterpillar of Australia Pty Ltd 65
DASAR-DASAR LISTIK

Jika aliran arus listrik menjadi lebih tinggi daripada kecepatan sekering,
logam akan meleleh dan rangkaian akan membuka. Sekering harus diganti
setelah membuka.

Sekering diklasifikasikan berdasarkan jumlah amper yang dapat dialirinya


sebelum membuka. Sekering dari plastik dibuat dalam warna yang berbeda-
beda untuk menunjukkan peringkat sekering (fuse rating) dan tanda
peringkat sekering juga dibentuk atau dicap pada bagian atas sekering.

Fusible link adalah bagian pendek dari kabel yang diisolasi yang ukurannya
lebih tipis daripada kabel di dalam rangkaian yang dilindunginya. Kelebihan
arus dapat menyebabkan kabel di dalam link meleleh. Seperti halnya dengan
sekering, fusibel link harus diganti setelah putus.

Fusible link lazim digunakan pada kabel penyalaan (ignition lead) dari
terminal positif baterai.

Petunjuk untuk mengetahui bahwa fusible link telah putus dilakukan dengan
menarik kedua ujungnya. Apabila ujung tersebut meregang seperti karet
gelang, maka kabel pasti sudah meleleh dan link tidak lagi berfungsi dengan
baik. (Isolasi fusible link adalah lebih tebal daripada isolasi kabel biasa
sehingga link yang meleleh dapat lengket pada isolasi tersebut setelah
putus.)

CATATAN:
Ketika mengganti fusible link, jangan menggunakan fusible link yang
berukuran lebih panjang dari 225 mm (kira-kira 9 inci). Kabel yang panjang
cenderung menahan panas lebih lama dan mungkin tidak akan putus pada
spesifikasi yang ditentukan.

Circuit Breaker
Pemutus arus (circuit breaker) hampir sama dengan sekering. Akan tetapi,
arus yang tinggi akan menyebabkan circuit breaker mengalami “trip”
sehingga membuka rangkaian. Circuit breaker dapat disetel ulang secara
manual setelah kondisi kelebihan arus diatasi.

Beberapa circuit breaker disetel ulang secara otomatis. Jenis ini disebut
circuit breaker “cycling”. Circuit breaker dipasang di dalam komponen-
komponen Caterpillar, misalnya switch untuk lampu depan.

APLTCL024
66 Caterpillar of Australia Pty.Ltd
DASAR-DASAR LISTRIK

Gambar 60

Thermal circuit breaker dengan tombol reset diperlihatkan dalam Gambar 60.
Circuit breaker jenis ini memiliki bimetal blade yang mengalirkan arus ketika
contact tertutup. Akan tetapi, apabila terjadi kelebihan beban, panas dari
arus yang berlebihan akan menyebabkan bimetal blade menjadi bengkok dan
membuka contact untuk memutuskan rangkaian.

Spring toggle, yang biasanya membantu menjaga contact tetap tertutup,


akan menjaga contact terbuka dan rangkaian terputus meskipun bimetal
blade akan mencoba meluruskannya saat menjadi dingin. Ujung-ujungnya
hanya akan menutup ketika tombol ditekan untuk menyetel ulang circuit
breaker. Circuit breaker jenis ini juga disebut circuit breaker ‘non-cyling.’

Gambar 61

Cycling circuit breaker terbuat dari strip yang terdiri dari dua potongan logam
yang berbeda. Arus listrik yang lebih tinggi daripada kapasitas circuit breaker

APLTC024
© Caterpillar of Australia Pty Ltd 67
DASAR-DASAR LISTIK

membuat kedua logam berubah bentuk secara tidak merata. Strip akan
menjadi bengkok, dan sepasang contact terbuka untuk menghentikan aliran
arus. Ketika logam menjadi dingin, bentuknya akan kembali seperti semula,
dan menutup contact. Aliran arus dapat mengalir kembali (Gambar 61).
Circuit breaker yang menyetel ulang secara otomatis disebut juga “cycling”
karena circuit breaker ini membuka dan menutup berdasarkan siklus sampai
arus kembali pada tingkat normal.

Gambar 62

Positive Temperature Coefficient (PTC) adalah jenis circuit breaker khusus


yang disebut thermistor (atau thermal resistor). PTC terbuat dari polymer
yang memiliki daya konduksi. Dalam keadaan normalnya, material ini
berbentuk kristal padat, dengan banyak partikel-partikel karbon yang
dipadatkan bersama. Partikel-partikel karbon memberikan jalur konduksi bagi
aliran arus. Ketika material dipanaskan, polymer mengembang, memisahkan
rangkaian-rangkaian karbon. Dalam keadaan yang mengembang ini ada
beberapa jalur untuk arus. Sebuah simbol skematik untuk PTC diperlihatkan
dalam Gambar 62.

PTC adalah alat padat yang tidak memiliki bagian-bagian yang bergerak.
Ketika terjadi trip, alat ini tetap berada dalam keadaan ”rangkaian terbuka”
(open circuit) selama voltase tetap diaplikasikan pada rangkaian. PTC hanya
akan menyetel ulang (reset) ketika voltase dihilangkan dan polymer menjadi
dingin.

RELAY

Gambar 63 – Relay Sederhana

Relay adalah switch yang dikontrol oleh listrik. Relay terdiri dari
electromagnetic coil, sepasang contact, dan sebuah angker dinamo

APLTCL024
68 Caterpillar of Australia Pty.Ltd
DASAR-DASAR LISTRIK

(armature). Armature adalah alat yang dapat digerakkan yang


memungkinkan contact membuka dan menutup. Gambar 63 memperlihatkan
komponen-komponen yang biasanya terdapat dalam relay.

Ketika arus listrik dalam jumlah kecil mengalir di dalam coil circuit, kekuatan
elektromagnetik menyebabkan relay contact menutup, sehingga memberikan
jalur arus yang lebih besar untuk mengoperasikan komponen lainnya,
misalnya, starter.

SOLENOID

Gambar 64 – Start Solenoid Sederhana

Solenoid adalah perangkat lain yang menggunakan daya elektromagnet.


Seperti halnya dengan relay, solenoid juga memiliki coil seperti yang
diperlihatkan dalam Gambar 64. Ketika arus mengalir melalui coil, daya
magnet elektro mendorong atau menarik core ke dalam coil sehingga
menciptakan gerakan-gerakan linear atau maju-mundur.

Solenoid digunakan untuk menghidupkan starter motor, atau mengontrol


shift di dalam transmisi otomatis.

APLTC024
© Caterpillar of Australia Pty Ltd 69
DASAR-DASAR LISTIK

RESISTOR

Gambar 65

Kadang-kadang perlu untuk mengurangi jumlah voltase atau arus pada titik
tertentu dalam suatu rangkaian. Cara termudah untuk mengurangi voltase
atau arus yang disuplai pada suatu beban adalah dengan meningkatkan
resistansi. Hal ini dilakukan dengan menambah resistor.

Resistor terdiri dari dua jenis:


 Tetap
 Variabel

Penggunaan resistor yang umum dalam rangkaian listrik adalah pada sistem
audio dan rangkaian pengontrol cuaca, yang menggunakan beberapa resistor
yang dipasang kabel untuk mengubah-ubah voltase.

Resistor diklasifikasikan dalam ohm (untuk jumlah resistansi yang disediakan


pada rangkaian) dan watt (untuk jumlah panas yang dapat dipancarkannya).

Gambar 65 memperlihatkan bagan kode warna untuk mengidentifikasi


resistor. Pemeringkatan resistor ditentukan dengan melihat pada pita
warnanya. Pita-pita tersebut harus berada lebih dekat dengan satu ujung
resistor daripada yang lainnya. Ujung dengan pita-pita warna harus berada di
sisi kiri saat dibaca. Pita-pita tersebut dibaca dari kiri ke kanan.

Pita warna terakhir menunjukkan Toleransi Resistor (Resistor Tolerance), yang


mengacu pada berapa nilai resistor sesungguhnya yang dapat diubah-ubah
dari peringkat yang telah ditentukan, dengan perhitungan dalam bentuk
persentase peringkat total.

Beberapa resistor tidak memiliki pita dalam posisi terakhir ini. Resistor
semacam itu memiliki toleransi 20% dari nilai resistansi. Beberapa rangkaian
dirancang dengan nilai-nilai resistansi yang sangat tepat dan tidak akan

APLTCL024
70 Caterpillar of Australia Pty.Ltd
DASAR-DASAR LISTRIK

beroperasi dengan semestinya jika tidak dirancang dengan nilai resistansi


demikian. Oleh karena itu, resistor tidak boleh diganti dengan nilai toleransi
yang lebih tinggi.

APLTC024
© Caterpillar of Australia Pty Ltd 71
DASAR-DASAR LISTIK

Peringkat Resistor

Gambar 66

Karena resistor menahan aliran arus, friksi listrik meningkat di dalamnya. Hal
ini dapat menciptakan panas yang harus dapat dikeluarkan oleh resistor.

Panas yang berlebihan dapat mengubah resistor sehingga peringkat dan


toleransinya tidak lagi berada dalam kisaran yang telah ditentukan. Watt
adalah ukuran jumlah daya yang dapat digunakan oleh resistor. Semakin
besar watt maka semakin panas yang dapat ditahan oleh resistor. Gambar 66
memperlihatkan contoh jumlah watt pada resistor.

Agar rangkaian (circuit) dapat berfungsi dengan semestinya, resistor harus


memiliki peringkat watt dan juga peringkat resistansi yang benar. Resistor
dan komponen-komponen lainnya dapat mengalami kerusakan dengan
adanya tambahan aliran arus dan/atau panas apabila peringkat resistansi
atau watt tidak benar.

Jumlah watt resistor dengan komposisi karbon dapat diidentifikasi


berdasarkan ukurannya. Peringkat yang paling lazim adalah 1/10 watt, ¼
watt, ½ watt, 1 watt dan 2 watt.

Resistor juga diklasifikasikan berdasarkan berapa banyak Ohm resistansi


yang dapat diciptakannya.

APLTCL024
72 Caterpillar of Australia Pty.Ltd
DASAR-DASAR LISTRIK

Resistor Variabel

Gambar 67

Jenis-jenis resistor yang dibahas sejauh ini adalah jenis yang tetap. Ini berarti
bahwa peringkatnya tidak dapat disetel/disesuaikan. Resistor jenis lainnya
adalah variable (Gambar 67). Ini berarti bahwa resistansinya dapat diubah
dengan menyetel kontrol. Kontrol menggerakkan contact pada permukaan
suatu resistansi. Saat arus mengalir melalui bahan resistor yang lebih besar,
arus menurun. Saat arus mengalir melalui bahan resistor yang lebih kecil,
arus meningkat.

Jumlah perbedaan dan jumlah posisi resistansi bergantung pada bagaimana


variable resistor dibentuk. Ada yang hanya memiliki dua nilai resistansi yang
berbeda, sementara yang lainnya memiliki kisaran yang tak terbatas antara
nilai minimum dan maksimumnya.

Resistor variabel dapat berbentuk linear dan non-linear. Resistansi linear


resistor meningkat secara merata. Ketika kontrol disetel pada seperempat
dari pergerakannya, resistansinya meningkat menjadi seperempat dari nilai
maksimumnya; ketika kontrol disetel hingga setengah dari pergerakannya,
resistansi meningkat menjadi setengah dari nilai maksimumnya. Ada banyak
jenis variable resistor. Beberapa di antaranya disebut rheostat, potentiometer
atau thermistor.

APLTC024
© Caterpillar of Australia Pty Ltd 73
DASAR-DASAR LISTIK

Gambar 68

Rheostat (Gambar 68) biasanya memiliki dua terminal dan memungkinkan


arus mengalir dalam satu jalur. Pada mesin-mesin Caterpillar, rheostat
digunakan untuk mengontrol tingkat cahaya pada lampu-lampu instrumen.

Gambar 69

Jenis resistor variabel lainnya adalah potentiometer. Potentiometer


memungkinkan dua jalur untuk aliran arus dan dapat dikontrol baik secara
manual maupun mekanis. Gambar 69 memperlihatkan potentiometer yang
digunakan dalam sistem bahan bakar. Pengirim bahan bakar (fuel sender)
mengukur nilai resistansi sistem khusus yang sesuai dengan kondisi sistem
khusus. Resistansi output diukur pada modul tampilan utama dan nilainya
sesuai dengan kedalaman bahan bakar di dalam tangki.

Potentiometer, juga disebut pot, memiliki tiga terminal dan bekerja dengan
membagi voltase di antara keduanya. Potentiometer dapat juga dirancang
untuk berfungsi sebagai rheostat.

Thermistor

Thermistor (thermal resistor) adalah jenis resistor variabel yang beroperasi


tanpa kontrol oleh manusia. Thermistor dibuat dari karbon. Pada temperatur
yang lebih tinggi resistansi dari karbon berkurang, bukan bertambah. Sifat ini
dapat bermanfaat dalam rangkaian-rangkaian listrik tertentu. Elemen-elemen

APLTCL024
74 Caterpillar of Australia Pty.Ltd
DASAR-DASAR LISTRIK

thermistor digunakan secara luas dalam sensor pada mesin-mesin Caterpillar


untuk mengukur temperatur sistem.

Resistor yang Gagal Berfungsi

Resistor jenis “tetap” berfungsi dengan mengalirkan arus dalam jumlah yang
benar atau tidak mengalirkan arus sama sekali, atau tidak membiarkan
terlalu banyak arus mengalir. Variable resistor, sebaliknya, dapat
memperlihatkan bagian rata (flat spot) dimana bagian-bagian yang bergerak
saling bergesekan terhadap satu sama lain dan menyebabkan keausan. Hal
ini dapat terlihat dengan jelas saat kurangnya respons di sebagian dari travel
pada resistor.

APLTC024
© Caterpillar of Australia Pty Ltd 75
DASAR-DASAR LISTIK

CAPACITOR

Gambar 70

Capacitor adalah perangkat yang dapat menyimpan muatan listrik, sehingga


menciptakan medan listrik yang selanjutnya dapat menyimpan energi.
Pengukuran kemampuan menyimpan energi ini disebut “capacitance”.

Dalam sistem-sistem listrik Caterpillar, capacitor digunakan untuk


menyimpan energi, sebagai timer circuit (supresi), dan sebagai filter
(penghalusan). Metode-metode konstruksi bervariasi, tetapi capacitor
sederhana dapat dibuat dari dua pelat bahan yang mengandung daya
konduksi yang dipisahkan oleh bahan isolasi yang disebut “dielectric”. Bahan-
bahan dielectric yang umum adalah udara, kertas, plastik dan keramik.

Penyimpanan Energi Capacitor

Pada sejumlah rangkaian, capacitor dapat menggantikan baterai. Apabila


capacitor ditempatkan dalam rangkaian dengan sumber voltase, arus
mengalir dalam rangkaian secara singkat sementara capacitor “mengisi
muatan”, yaitu elektron-elektron terakumulasi pada permukaan pelat yang
dihubungkan ke terminal negatif dan bergerak menjauh dari pelat yang
dihubungkan ke terminal positif. Hal ini berlanjut terus sampai muatan listrik
pada capacitor dan sumber voltase sama. Seberapa cepat hal ini terjadi
bergantung pada beberapa faktor, termasuk voltase yang diaplikasikan dan
ukuran capacitor. Biasanya hal ini berlangsung dengan cepat.

Ketika capacitor dimuati dengan listrik pada potential yang sama dengan
sumber voltase, arus listrik berhenti mengalir. Capacitor kemudian dapat
menahan muatannya ketika sambungannya diputuskan dari sumber voltase.
Dengan dua pelat yang dipisahkan oleh dielectric, tidak ada tempat bagi
elektron-elektron untuk pergi. Pelat negatif mempertahankan elektron-
elektronnya yang telah terakumulasi, dan pelat positif masih mengalami
kekurangan jumlah elektron. Beginilah cara capacitor menyimpan energi.

Pengukuran Capacitor

APLTCL024
76 Caterpillar of Australia Pty.Ltd
DASAR-DASAR LISTRIK

Capacitor diklasifikasikan berdasarkan unit-unit ukuran yang disebut “farad”


(dilambangkan dengan simbol “F”). Klasifikasi ini menetapkan berapa banyak
elektron yang dapat disimpan oleh capacitor. Farad adalah elektron dalam
jumlah yang sangat banyak. Capacitor diklasifikasikan dengan satuan “micro-
farad” (F) (micro-farad adalah sepersejuta farad).

Selain diklasifikasikan dalam satuan farad, capacitor juga diklasifikasikan


sesuai dengan voltase maksimum yang dapat ditanganinya. Ketika
mengganti capacitor, jangan menggunakan capacitor dengan klasifikasi
voltase yang lebih rendah.

Ada tiga faktor yang menentukan kapasitas sebuah capacitor:

 Luas pelat-pelat yang memiliki daya konduksi


 Jarak di antara pelat-pelat yang memiliki daya konduksi
 Bahan yang digunakan sebagai dielectric.

Capacitor yang bermuatan dapat mengirimkan energi simpanannya sama


seperti yang dapat dilakukan oleh baterai (meskipun penting untuk dicatat
bahwa, tidak seperti baterai, capacitor menyimpan listrik, tetapi tidak
menghasilkannya). Ketika digunakan untuk mengirimkan arus dalam jumlah
kecil, capacitor memiliki potential untuk mengirimkan voltase ke rangkaian
selama beberapa minggu.

Total Capacitance

Gambar 71

Total Capacitance sebuah rangkaian bergantung pada bagaimana capacitor


dirancang dalam rangkaian (Gambar 71). Jika capacitor dalam bentuk paralel,
total capacitance ditentukan oleh rumus berikut:

CT = C1+C2+C3

Jika capacitor dalam seri, total capacitance ditentukan oleh rumus berikut:

APLTC024
© Caterpillar of Australia Pty Ltd 77
DASAR-DASAR LISTIK

CATATAN:
Selalu putuskan seluruh terminal capacitor sebelum menghubungkannya
dengan rangkaian atau meter. Cara ini akan mengeluarkan muatan listrik
yang mungkin masih tersisa.

LAMPU BOHLAM
Lampu bohlam terdiri dari elemen kawat pijar halus yang tahan terhadap
temperatur tinggi oleh arus listrik yang melewatinya. Hal ini akan
menghasilkan cahaya. Kawat pijar dilindungi oleh penutup kaca yang sama
sekali hampa udara, tetapi mengandung inert gas dalam jumlah kecil. Kawat
pijar harus beroperasi dalam lingkungan yang bebas oksigen untuk
mencegahnya agar tidak mengalami oksidasi dan cepat terbakar.

APLTCL024
78 Caterpillar of Australia Pty.Ltd
DASAR-DASAR LISTRIK

Jenis-jenis Lampu Bohlam

Gambar 72 – Jenis-jenis lampu bohlam

a. kawat pijar ganda e.panel


dengan offset pin
b. kawat pijar (filament) f. panel tanpa penutup
tunggal
c. quartz halogen g.Screw base (lampu
d. festoon bohlam tidak dibuat
pada skala yang sama)

Berbagai jenis lampu bohlam diperlihatkan dalam Gambar 72. Lampu bohlam
yang umum memiliki penutup yang dipasang dengan brass cap. Cap ini
dilengkapi dengan pin yang memungkinkan lampu bohlam dipasang ke
dalam bayonet socket. Beberapa lampu bohlam memiliki dua kawat pijar, dan
seperti yang diperlihatkan dalam Gambar 72a di atas, pin di dalam cap sering
dibuat serong agar kawat pijar dapat dipasang dalam posisi yang benar.

Lampu bohlam festoon


Lampu bohlam ini terdiri dari silinder kaca kecil dengan kawat pijar yang
dipasang pada metal cap di masing-masing ujung (Gambar 72d). Lampu
bohlam ini digunakan untuk penerangan bagian dalam, lampu pelat nomor
dan aplikasi-aplikasi serupa.

Lampu bohlam panel


Lampu ini terdiri dari lampu kecil yang digunakan terutama sekali untuk
penerangan instrumen dan dan lampu indikator (Gambar 72e). Sejumlah
lampu bohlam panel memiliki bayonet fitting jenis miniatur; sedangkan yang
lainnya tidak memiliki metal cap dan dipasang dengan didorong langsung ke
dalam bulb socket (Gambar 72f). Kawat-kawat kecil pada bagian dasar
penutup kaca digunakan sebagai kontak.

Sealed Beam

APLTC024
© Caterpillar of Australia Pty Ltd 79
DASAR-DASAR LISTIK

Gambar 73 – Sealed Beam

a.Sealed beam untuk b.Sealed beam berukuran


lampu depan ganda lebih besar untuk lampu
depan tunggal

Sealed beam digunakan untuk lampu depan dan memiliki reflector, lensa dan
kawat pijar yang disekat bersama sebagai satu unit (Gambar 73). Hal ini
memiliki keuntungan dimana uap air sama sekali tidak dapat masuk yang
apabila masuk dapat merusak permukaan yang memantul. Kawat pijar
disediakan dengan volume gas yang lebih besar daripada lampu bohlam
biasa dan difokuskan dengan benar.

Lampu bohlam prefocus

Gambar 74 – Lampu depan semi-sealed beam


menggunakan lampu bohlam prefocus

Jenis lampu bohlam ini digunakan dengan lampu depan jenis semi-sealed,
tetapi sekarang telah digantikan dengan lampu bohlam sealed beam dan
halogen. Pengaturannya diperlihatkan dalam Gambar 74.

Lampu bohlam quartz halogen


Lampu bohlam ini digunakan untuk lampu depan dan lampu mengemudi.
Lampu jenis ini memiliki kwarsa kecil atau penutup kaca keras, yang disi
dengan tambahan gas halogen khusus (Gambar 72c).

Dalam lampu bohlam biasa, bagian-bagian kecil dari kawat pijar menguap
saat digunakan dan uap ini mengendap pada penutup kaca sebagai lapisan
hitam tipis. Penguapan juga mengurangi ukuran kawat pijar yang pada
akhirnya tidak dapat lagi mengalirkan arus dan dengan demikian terbakar.

Akan tetapi, dalam lampu bohlam halogen, gas halogen mengendapkan


material kawat pijar yang menguap kembali ke kawat pijar lampu bohlam dan

APLTCL024
80 Caterpillar of Australia Pty.Ltd
DASAR-DASAR LISTRIK

meningkatkan daya pakai lampu bohlam. Temperatur yang lebih tinggi


diperlukan untuk proses ini, dan oleh karena itu, digunakan kwarsa atau
penutup kaca keras. Temperatur yang lebih tinggi juga memberikan cahaya
yang lebih terang. Harus berhati-hati ketika memasang lampu bohlam
halogen kwarsa. Uap air dari tangan atau jari-jari yang bercampur dengan
temperatur operasi yang tinggi membuat kwarsa atau penutup kaca keras
cenderung mengalami keretakan.

Jumlah watt pada lampu bohlam


Daya listrik diukur dengan watt. Oleh karena itu, jumlah watt sebuah lampu
bohlam melambangkan daya listrik dari lampu bohlam tersebut. Jumlah watt
sebuah lampu bohlam lampu depan yang rendah memiliki kira-kira 50 hingga
55 watt.

Satu watt sama dengan 1 volt x 1 amper. Oleh karena itu, daya listrik sebuah
lampu bohlam diketahui dengan mengalikan volt dan amper. Misalnya,
sebuah lampu bohlam yang memiliki daya 12 volt yang menarik daya 3
amper dari baterai adalah lampu bohlam yang memiliki daya 36 watt.
Demikian pula, lampu bohlam 42 watt yang beroperasi dalam sistem 12 volt
akan menarik daya 3,5 amper dari sistem. Lampu bohlam dengan watt yang
lebih tinggi akan menyala lebih terang dan beroperasi pada temperatur yang
lebih tinggi. Jumlah watt pada lampu bohlam biasanya tertera di bagian
logam dari lampu bohlam tersebut.

Candlepower (CP) lampu bohlam


Ini adalah ukuran penerangan sebuah lampu bohlam. Ukuran ini kadang-
kadang digunakan untuk lampu-lampu bohlam berukuran kecil. Misalnya,
lampu instrumen dapat dispesifikasikan sebagai lampu bohlam 2 CP.

INSTRUMEN
Ada sejumlah instrumen dan indikator yang digunakan dalam kendaraan
otomotif. Instrumen, yang beberapa di antaranya disebut sebagai alat
pengukur (gauge) digunakan untuk memberikan bacaan yang sesungguhnya
misalnya kuantitas, tekanan, kecepatan dll, sementara lampu indikator
memberikan informasi dengan menggunakan lampu yang berada dalam
posisi menyala (On) atau mati (Off).

Beberapa indikator disebut juga sebagai lampu peringatan, tetapi terdapat


sedikit sekali perbedaan di antara lampu indikator dan lampu peringatan
karena keduanya memiliki fungsi yang serupa. Umumnya, indikator adalah
lampu yang memperlihatkan apakah suatu unit beroperasi atau tidak,
sementara lampu peringatan digunakan untuk memperlihatkan kepada
pengemudi bahwa terdapat suatu masalah.

Selain peralatan visual, beberapa kendaraan memiliki sistem peringatan


suara. Bunyi buzzer atau suara musik digunakan untuk menarik perhatian
pengemudi apabila pintu terbuka sedikit atau lampu depan dalam keadaan
menyala.

APLTC024
© Caterpillar of Australia Pty Ltd 81
DASAR-DASAR LISTIK

Ada sejumlah jenis instrumen dan alat pengukur yang berbeda, sepanjang
yang menyangkut operasi dasar, yaitu:

 operasi magnetik
 operasi thermal
 operasi elektronik
 operasi mekanis

Instrumen-instrumen dengan operasi magnetik


Dalam instrumen yang dioperasikan secara magnetik, dampak magnetik
suatu arus listrik melalui konduktor atau coil digunakan untuk
mengoperasikan pointer pada suatu skala. Ammeter dan voltmeter adalah
unit dash, tetapi banyak alat pengukur, misalnya alat pengukur bahan bakar
dan alat pengukur temperatur, terdiri dari dua bagian: unit dash yang
dipasang di dalam panel instrumen, dan unit pengirim jarak jauh (remote
sender unit) di sejumlah bagian lainnya dalam kendaraan.

Contoh alat pengukur ini adalah:

 alat pengukur temperatur magnetik


 alat pengukur tekanan oli magnetik
 voltmeter
 ammeter.

Instrumen dengan Operasi Thermal


Banyak alat pengukur otomotif dari jenis thermal (panas), yang beroperasi
berdasarkan dampak pemanasan suatu arus listrik. Alat pengukur thermal
juga disebut sebagai alat pengukur jenis bimetal karena alat pengukur ini
beroperasi melalui pemanasan bimetal arm yang menggerakkan pointer.
Prinsip ini digunakan untuk alat pengukur bahan bakar dan alat pengukur
temperatur. Alat pengukur thermal memiliki dash unit dan sender unit.
Sender unit sama dengan yang digunakan pada instrumen-instrumen yang
dioperasikan dengan magnetik. Contohnya adalah:

 alat pengukur bahan bakar thermal


 alat pengukur temperatur thermal
 alat pengatur voltase konstan
 alat pengukur temperatur

APLTCL024
82 Caterpillar of Australia Pty.Ltd
DASAR-DASAR LISTRIK

Instrumen Elektronik Digital

Gambar 75

Suatu panel instrumen dengan instrumen elektronik digital diilustrasikan


dalam Gambar 75. Panel memiliki alat pengukur bahan bakar, diode
tachometeryang memancarkan sinar, odometer dan trip meter, digital
speedometer, alat pengukur temperatur dan sejumlah indikator dan lampu
peringatan.

Tampilan instrumen seluruhnya dalam bentuk elektronik, dengan fungsi-


fungsi penanganan mikroprosesor (komputer) untuk tampilannya. Sensor
memberikan input pada mikroprosesor, yang kemudian memberikan output
yang benar untuk mengoperasikan instrumen.

Alat Pengukur Mekanis

Gambar 76

Beberapa alat pengukur dioperasikan dengan cara mekanis, meskipun untuk


penggunaan otomotif, alat pengukur jenis ini umumnya sudah digantikan
oleh jenis-jenis alat pengukur lainnya. Bourdon tube gauge adalah alat
pengukur tekanan yang dapat digunakan sebagai alat pengukur tekanan oli

APLTC024
© Caterpillar of Australia Pty Ltd 83
DASAR-DASAR LISTIK

atau alat pengukur tekanan udara. Alat pengukur untuk air receiver dan
peralatan bengkel lainnya biasanya dari jenis ini.

APLTCL024
84 Caterpillar of Australia Pty.Ltd
DASAR-DASAR LISTRIK

Lampu Indikator dan Lampu Peringatan


Meskipun terdapat perbedaan yang jelas antara lampu indikator dan lampu
peringatan, keduanya memiliki fungsi yang serupa. Dalam beberapa kasus,
lampu peringatan dapat dianggap sebagai lampu indikator, dan begitu pula
sebaliknya. Beberapa dari lampu ini biasanya dalam keadaan ‘of’ dan
menyala ketika terdapat kondisi-kondisi tertentu. Beberapa yang lainnya
biasanya dalam keadaan ‘on’ dan dimatikan ketika terdapat kondisi yang
berubah.

Dalam sejumlah kasus, lampu indikator hanya merupakan lampu kecil yang
ditambahkan pada suatu rangkaian (circuit). Dalam hal ini tidak diperlukan
switch tambahan karena lampu indikator menyala setiap kali rangkaian
tertentu beroperasi. Lampu indikator high-beam, misalnya, menyala setiap
kali lampu depan dinyalakan dalam posisi high beam. Lampu indikator
flasher, lampu indikator transmission overdrive dan lampu indikator
melelehkan salju pada jendela belakang adalah contoh-contoh lainnya.

Sejumlah lampu peringatan dioperasikan sesuai dengan switch-nya masing-


masing. Choke dan rem parkir memiliki switch yang berada dalam posisi ‘on’
ketika kontrol tertentu dioperasikan. Tindakan ini menyalakan lampu
peringatan yang tetap dalam posisi menyala (‘on’) sampai kontrol tersebut
dikembalikan pada posisi normal dan switch dimatikan.

APLTC024
© Caterpillar of Australia Pty Ltd 85
DASAR-DASAR LISTIK

APLTCL024
86 Caterpillar of Australia Pty.Ltd
DASAR-DASAR LISTRIK

TOPIK 3
Rangkaian Listrik

ELEMEN-ELEMEN DASAR RANGKAIAN

Gambar 77

Rangkaian (circuit) adalah jalur bagi arus listrik. Arus mengalir dari satu ujung
rangkaian ke ujung rangkaian lainnya ketika ujung-ujung tersebut
dihubungkan ke muatan positif dan negatif (rangkaian tertutup). Ujung-ujung
ini disebut “power” dan “ground”. Apabila terjadi pemutusan di suatu tempat
di dalam rangkaian maka arus listrik tidak dapat mengalir. Setiap rangkaian
listrik harus memiliki komponen-komponen berikut:

 Sumber power
 Alat pelindung (sekering atau pemutus arus)
 Beban misalnya lampu
 Perangkat pengontrol (switch)
 Konduktor

Komponen-komponen ini dihubungkan bersama dengan konduktor untuk


membentuk suatu rangkaian listrik yang lengkap.

Aturan-aturan Umum Hukum Ohm


Pada tahun 1827 George Simon Ohm menetapkan dasar pemikiran
matematika mengenai listrik. Hukum Ohm adalah hukum dasar mengenai
listrik yang menghubungkan kuantitas voltase, arus dan resistansi di dalam
suatu rangkaian.

Hukum Ohm menyatakan bahwa: Aliran arus di dalam suatu rangkaian


berbanding langsung dengan voltase rangkaian dan berbanding
terbalik dengan resistansi rangkaian.

Ini berarti bahwa jumlah aliran arus di dalam suatu rangkaian bergantung
pada berapa banyak voltase dan resistansi yang ada di dalam rangkaian.
Karena kebanyakan rangkaian listrik dalam mesin-mesin bergerak
menggunakan sumber listrik berdaya 12 atau 24 Volt, maka resistansi di
dalam rangkaian menentukan arusnya.

‘Aliran’ arus melaksanakan tugasnya. Voltase adalah ‘tekanan’ yang


menggerakkan arus, dan resistansi adalah yang menentang aliran arus.

Aturan-aturan yang diperlukan untuk memahami, memprediksi dan


menghitung perilaku rangkaian listrik dikelompokkan berdasarkan hukum

APLTC024
© Caterpillar of Australia Pty Ltd 87
DASAR-DASAR LISTIK

yang berjudul “Hukum Ohm”. Dari persamaan Hukum Ohm, aturan-aturan


umum berikut berlaku:

1. Asumsikan bahwa resistansi tidak berubah:


- Voltase meningkat, arus naik
- Voltase menurun, arus turun
2. Asumsikan bahwa voltase tidak berubah:
- Resistansi meningkat, arus turun
- Resistansi menurun, arus naik

Rumus Hukum Ohm


Hukum Ohm dinyatakan sebagai rumus aljabar dimana:

 “E” singkatan dari gaya elektromotif (Voltase)


 “I” singkat dari intensitas (Amper)
 “R” singkatan dari resistansi (Ohm).

Gambar 78

Apabila dua bagian dari Rumus Hukum Ohm diketahui, maka bagian ketiga
dapat dihitung.

Misalnya:

 Untuk mengetahui voltase, kalikan arus dengan resistansi (E = I x R)


 Untuk mengetahui arus, bagi voltase dengan resistansi (I = E  R)
 Untuk mengetahui resistansi, bagi voltase dengan arus (R = E  I).

Lingkaran Rumus Hukum Ohm

Gambar 79 – Lingkaran Rumus Pemecahan Hukum Ohm

APLTCL024
88 Caterpillar of Australia Pty.Ltd
DASAR-DASAR LISTRIK

Lingkaran rumus Hukum Ohm adalah cara mudah untuk mengingat cara
menghitung bagian mana pun dari rumus. Untuk menggunakan lingkaran
rumus tutuplah huruf yang tidak diketahui. Huruf-huruf lainnya memberikan
rumus untuk mengetahui kuantitas yang tidak diketahui.

APLTC024
© Caterpillar of Australia Pty Ltd 89
DASAR-DASAR LISTIK

Voltase Tidak Diketahui

Gambar 80 – Menghitung voltase yang tidak diketahui

Dalam rangkaian ini, nilai voltase sumber tidak diketahui. Resistansi beban
adalah 2 Ohm. Aliran arus melalui rangkaian adalah 6 Amper. Karena voltase
tidak diketahui, maka rumus untuk menghitung voltase adalah arus dikalikan
dengan resistansi. Jadi, kalikan 6 Amper dengan 2 Ohm maka akan didapat
12 Volt. Oleh karena itu, voltase sumber dalam rangkaian ini adalah 12 Volt.

Resistansi Tidak Diketahui

Gambar 81 – Menghitung resistansi yang tidak diketahui

Dalam rangkaian ini, nilai resistansi tidak diketahui. Aliran arus melalui
rangkaian adalah 6 Amper dan voltase sumber adalah 12 Volt. Rumus untuk
menghitung resistansi adalah voltase dibadi dengan arus, yaitu 12 Volt dibagi
6 Amper sama dengan 2 Ohm. Oleh karena itu, resistansinya di dalam
rangkaian adalah 2 Ohm.

APLTCL024
90 Caterpillar of Australia Pty.Ltd
DASAR-DASAR LISTRIK

Arus Tidak Diketahui

Gambar 82 – Menghitung arus yang tidak diketahui

Dalam rangkaian ini arus tidak diketahui. Resistansi beban adalah 2 Ohm
dan voltase sumber adalah 12 Volt. Rumus untuk menghitung arus adalah
voltase dibagi dengan resistansi. Jadi, 12 Volt dibagi dengan 2 Ohm adalah 6
Amper. Oleh karena itu, aliran arus dalam rangkaian ini adalah 6 Amper.

METRIC PREFIX
Ketika mengukur sesuatu, angka untuk menyatakan ukuran atau kuantitas
item yang sedang diukur dapat diketahui. Angka-angka digunakan untuk
menyatakan hasil dari perhitungan-perhitungan sederhana. Selain
menggunakan angka, unit atau ungkapan untuk menguraikan apa yang
dimaksud dengan angka tersebut selalu tersedia.

Unit Dasar
Unit dasar adalah unit standar, yaitu unit tanpa awalan (prefix). Volt, Ohm
dan Amper adalah unit-unit dasar primer yang digunakan dalam aplikasi-
aplikasi listrik. Awalan (prefix) ditambahkan pada unit dasar untuk mengubah
unit pengukuran. Dalam sistem metrik hanya ada beberapa unit dasar yang
digunakan untuk pengukuran listrik.

Prefix
Angka-angka dasar dikalikan atau dibagi dengan faktor 10, bergantung pada
apakah yang diperlukan adalah angka yang lebih besar atau lebih kecil.

Nama adalah awalan dan ditempatkan pada awal unit dasar.

Misalnya:

Daya listrik 1500 Volt akan dinyatakan dalam pangkat 10 yaitu:

1.5 x 103 atau 1.5 x 1000 = 1500

Awalan k (untuk kilo) sama dengan 1000, sehingga persamaan untuk 1500
Volt dinyatakan sebagai 1.5 kV. (1.5 kilo volt).

APLTC024
© Caterpillar of Australia Pty Ltd 91
DASAR-DASAR LISTIK

Dalam aplikasi-aplikasi listrik dan elektronik kita bekerja dalam jumlah dalam
kuantitas yang sangat besar atau sangat kecil, sehingga penggunaan metrix
prefix bermanfaat.

Prefix Simbol Pangkat dari 10


mega M 106
kilo k 103
mili m 10-3
mikro  10-6

Tabel 5 – Metric Prefix

Unit-unit sistem metrik terdiri dari sistem pengukuran yang diakui


internasional di seluruh dunia. Sistem ini disebut Sistem Unit Internasional
(SI). Prefix yang paling lazim dalam pengkajian teori listrik dasar adalah Mega
(jutaan), Kilo (ribuan), Mili (per ribuan) dan Mikro (per juta) (Tabel 5).

mega ____M x Contoh: 8MΩ x 1,000,000 = 8,000,000Ω


1,000,000
kilo ____k x 1,000 Contoh: 16kV x 1,000 – 16,000V
Mili ____m  1,000 Cointoh: 400mV  1,000 = .4 V
Mikro ____  Contoh: 36  1,000,000 = .000036A
1,000,000

Tabel 6 – Electrical Prefix

Mega
Mega artinya satu juta dan disingkat dengan huruf besar “M”. Satu Megohm
sama dengan satu juta Ohm. Untuk mengubah nilai apa pun dari Megohm ke
Ohm, pindahkan titik desimal enam tempat ke kanan. Misalnya, 3.5 Megohm
akan menjadi 3,500,000 Ohm.

Kilo
Kilo artinya seribu dan disingkat dengan huruf kecil “k”. Satu kilo ohm sama
dengan 1,000 Ohm. Untuk mengubah nilai apa pun dari kilo-ohm ke Ohm,
pindahkan titik desimal tiga tempat ke kanan. Misalnya 0.657 kilo-ohm
menjadi 657 Ohm.

Mili
Mili artinya seper seribu dan disingkat dengan huruf kecil “m”. Satu mili
amper adalah seper seribu amper. Untuk mengubah nilai apa pun dari
miliamper ke Amper, pindahkan titik desimal tiga tempat ke kiri. Misalnya,
0.355 miliamper akan menjadi 0.000355 Amper.

Mikro
Mikro artinya seper sejuta dan disingkat dengan simbol “”. Satu mikroamper
adalah sama dengan seper sejuta amper. Untuk mengubah nilai apa pun dari

APLTCL024
92 Caterpillar of Australia Pty.Ltd
DASAR-DASAR LISTRIK

mikroamper ke Amper, pindahkan titik desimal enam tempat ke kiri.


Misalnya, 355 mikroamper adalah 0.000355 Amper.

APLTC024
© Caterpillar of Australia Pty Ltd 93
DASAR-DASAR LISTIK

Daya (Power)
Power adalah ukuran tingkat energi yang dihasilkan atau digunakan dan
power adalah cara lain untuk mengukur rangkaian listrik. Rumus power sama
dengan rumus Hukum Ohm.

Dalam suatu engine, tingkat output tenaga kuda (output horsepower rating)
adalah ukuran dari kemampuannya untuk melakukan pekerjaan mekanis.
Dalam peralatan listrik, daya adalah ukuran tingkat dimana energi listrik
diubah menjadi panas oleh elemen-elemen resistive yang ada di dalam
konduktor. Dalam rangkaian listrik, resistansi adalah yang menggunakan
daya listrik. Akan tetapi, ingatlah bahwa banyak jenis peralatan memiliki
resistansi seperti misalnya konduktor, insulator, resistor, coil dan motor.
Banyak peralatan listrik diklasifikasikan berdasarkan berapa banyak daya
listrik yang digunakan, bukan berapa banyak daya listrik yang dihasilkannya.
Pemakaian daya dinyatakan dalam watt.

 746 Watt = 1 tenaga kuda (horsepower)

Unit pengukuran untuk daya adalah Watt. Daya adalah produk arus dikalikan
dengan voltase. Satu Watt sama dengan satu Amper dikalikan dengan satu
Volt. Dalam suatu rangkaian, apabila voltase atau arus meningkat, dayanya
meningkat. Apabila arus turun, daya turun. Hubungan antara daya, voltase
dan arus ditentukan oleh Rumus Daya. Rumus dasar untuk daya (power)
adalah:

 Daya = Arus x Volt (P = I x V)


 Watt = Amper x Volt (W = A x V)

Dalam setiap rangkaian, voltase dikalikan dengan arus digunakan untuk


mengetahui beberapa banyak daya yang dipakai. Misalnya, sebuah hair dryer
dapat menarik arus hampir 10 Amper. Voltase normal yang terdapat di dalam
rumah tangga adalah kira-kira 240 Volt. Dengan mengalikan 10 dengan 240
maka akan diketahui bahwa daya yang digunakan oleh hair dryer adalah kira-
kira 2400 watt atau 2.4 kW.

Mungkin pemakaian Watt yang paling lazim adalah pada lampu bohlam.
Lampu bohlam diklasifikasikan berdasarkan jumlah watt yang digunakan.
Contoh laim item-item yang memiliki pemakaian watt adalah audio speaker,
sejumlah motor dan kebanyakan peralatan rumah tangga.

TEORI RANGKAIAN DASAR

Ada tiga jenis dasar rangkaian dan hukum yang berlaku bagi masing-masing
dari jenis rangkaian akan diulas:

 Rangkaian Seri
 Rangkaian Paralel
 Rangkaian Seri-Paralel

APLTCL024
94 Caterpillar of Australia Pty.Ltd
DASAR-DASAR LISTRIK

Rangkaian Seri

Gambar 83 – Rangkaian Seri

Rangkaian seri adalah jenis rangkaian yang paling sederhana. Dalam


rangkaian seri, masing-masing peralatan listrik dihubungkan ke peralatan
listrik lainnya sedemikian rupa sehingga hanya ada satu jalur untuk
mengalirkan arus. Dalam rangkaian yang diperlihatkan dalam Gambar 83,
arus mengalir dari baterai (+) melalui sebuah sekering (alat pelindung) dan
switch (perangkat pengontrol) ke lampu (beban) dan kemudian kembali ke
frame ground. Semua peralatan dan komponen rangkaian dihubungkan
dalam seri.

Aturan-aturan berikut berlaku bagi semua rangkaian seri:

 Pada titik apa pun di dalam rangkaian, nilai arus adalah sama
 Total resistansi rangkaian adalah sama dengan jumlah seluruh resistansi
individual dan disebut resistansi ekuivalen
 Penurunan voltase di semua beban rangkaian adalah sama dengan
voltase sumber yang digunakan.

Cara mudah untuk menyatakan peraturan rangkaian seri ini adalah sbb:

 Voltase adalah JUMLAH dari semua voltase yang turun


 Resistansi adalah JUMLAH dari semua resistansi masing-masing
 Arus adalah SAMA pada suatu titik tertentu dalam rangkaian.

Mengaplikasikan Aturan-aturan Ini

Gambar 84 – Rangkaian Seri

Rangkaian dalam Gambar 84 terdiri dari berbagai peralatan dan komponen,


termasuk sumber daya 24 Volt. Karena dua dari nilai-nilai rangkaian
diberikan, menghitung nilai yang tidak diketahui adalah mudah, apabila
hukum dasar rangkaian seri diaplikasikan.

Langkah pertama adalah menentukan total resistansi rangkaian. Rumus


berikut digunakan untuk mengetahui total resistansi:

APLTC024
© Caterpillar of Australia Pty Ltd 95
DASAR-DASAR LISTIK

 Rt = R1 + R2 + R3
 Rt = 3Ω + 3Ω + 6Ω = 12 Ohm

APLTCL024
96 Caterpillar of Australia Pty.Ltd
DASAR-DASAR LISTRIK

Karena nilai untuk sumber daya yang diberikan adalah 24 Volt dan resistansi
rangkaian telah dihitung dengan hasil 12Ω, maka satu-satunya nilai yang
masih tersisa untuk dihitung adalah aliran arus. Total arus rangkaian dihitung
dengan menggunakan Lingkaran Hukum Ohm dan dengan menulis rumus
berikut:
 I=ER
 I = 24V / 12Ω = 2 Amper

Langkah selanjutnya adalah memasukkan nilai untuk aliran arus ke dalam


beban resistive. Salah satu aturan untuk rangkaian seri menyatakan bahwa
arus SAMA pada suatu titik tertentu. Dengan menggunakan rumus E = I x R
untuk setiap resistor maka akan diketahui penurunan voltase di masing-
masing beban. Penurunan voltase berikut adalah:
 E1 = 2A x 3Ω = 6V
 E2 = 2A x 3Ω = 6V
 E3 = 2A x 6Ω = 12V

Semua nilai rangkaian sekarang sudah dihitung. Dengan menggunakan


Lingkaran Hukum Ohm, periksalah masing-masing jawaban.

Rangkaian Paralel

Gambar 85 – Rangkaian Paralel

Rangkaian paralel adalah lebih rumit daripada rangkaian seri karena terdapat
lebih dari satu jalur untuk mengalirkan arus. Setiap jalur arus disebut cabang
(branch). Karena semua cabang dihubungkan pada terminal positif dan
negatif yang sama, maka semua jalur ini memiliki voltase yang sama;
masing-masing cabang mengalami penurunan voltase dalam jumlah yang
sama, terlepas berapa pun resistansi yang terdapat di dalam cabang.

Aliran arus di dalam masing-masing cabang bisa jadi berbeda, bergantung


pada resistansinya. Total arus di dalam rangkaian sama dengan jumlah arus
dalam cabang. Total resistansi selalu lebih sedikit daripada resistansi terkecil
di dalam cabang mana pun.

Dalam rangkaian yang diperlihatkan dalam Gambar 85, arus mengalir dari
baterai melalui sekering dan switch, dan kemudian terbagi menjadi dua
cabang, masing-masing memiliki satu lampu. Masing-masing cabang
dihubungkan ke frame ground.

Aturan-aturan berikut berlaku untuk rangkaian paralel:


 Voltase di masing-masing cabang paralel adalah sama
 Total arus di masing-masing arus cabang sama

APLTC024
© Caterpillar of Australia Pty Ltd 97
DASAR-DASAR LISTIK

 Total resistansi ekuivalen sama dengan voltase yang digunakan dibagi


dengan total arus, dan SELALU lebih sedikit dibandingkan dengan
resistansi terkecil di dalam satu cabang.

Cara mudah untuk menyatakan aturan-aturan paralel adalah:


 Voltase untuk semua cabang adalah SAMA
 Arus adalah JUMLAH dari arus cabang masing-masing
 Resistansi ekuivalen adalah LEBIH KECIL daripada resistansi terkecil di
masing-masing cabang.

APLTCL024
98 Caterpillar of Australia Pty.Ltd
DASAR-DASAR LISTRIK

Mengaplikasikan Aturan-aturan

Gambar 86 – Rangkaian

Rangkaian dalam Gambar 86 terdiri dari berbagai peralatan dan komponen,


termasuk sumber daya 24 Volt. Resistansi di setiap lampu diberikan bersama
dengan nilai voltase sumbernya. Sebelum menerapkan hukum-hukum dasar
rangkaian paralel perlu untuk terlebih dahulu mengetahui resistansi
ekuivalen guna mengganti kedua cabang paralel berdaya 4 Ohm.

Langkah pertama dalam mengembangkan rangkaian ekuivalen adalah


dengan mengaplikasikan aturan-aturan dasar untuk mengetahui total
resistansi kedua cabang paralel. Ingat bahwa total resistansi gabungan
cabang adalah lebih kecil daripada resistansi terkecil dari masing-masing
cabang. Rangkaian di atas memiliki dua cabang paralel, masing-masing
dengan lampu berdaya 4Ω. Oleh karena itu, total resistansi adalah kurang
dari 4Ω. Rumus berikut digunakan untuk menghitung total resistansi.
 1/Rt = 1/R1 + 1/R2 = ¼ +¼= 0.25 + 0.25 = 0.5
 Rt = 1  0.5 = 2 Ohm

Seperti yang telah dinyatakan sebelumnya, salah satu aturan untuk


rangkaian paralel menyatakan bahwa voltase di semua cabang paralel adalah
SAMA. Dengan daya 24 Volt diaplikasikan pada masing-masing cabang, maka
aliran arus masing-masing dapat dihitung dengan menggunakan Hukum
Ohm. Rumus I = E/R digunakan untuk menghitung arus di masing-masing
cabang yaitu 6 Amper. Dalam kasus khusus ini, aliran arus di masing-masing
cabang adalah sama karena nilai-nilai resistansi sama.

Menghitung Aliran Arus dalam Rangkaian Paralel

Gambar 87 – Rangkaian Paralel

Rangkaian yang diperlihatkan dalam Gambar 87 adalah contoh rangkaian


arus langsung (DC) dengan tiga cabang paralel dan sebuah ammeter yang
dihubungkan secara seri pada cabang-cabang paralel (semua aliran arus di
dalam rangkaian harus melewati ammeter).

APLTC024
© Caterpillar of Australia Pty Ltd 99
DASAR-DASAR LISTIK

Dengan mengaplikasikan aturan-aturan dasar untuk rangkaian paralel


(voltase di semua cabang SAMA) maka nilai arus yang tidak diketahui di
masing-masing cabang dapat dihitung dengan menggunakan Lingkaran
Hukum Ohm, dimana:

 I=ER
 I1 = E1  R1 = 24  4 = 6 Amper
 I2 = E2  R2 = 24 + 4 = 6 Amper
 I3 = E3  R3 = 24  2 = 12 Amper

Karena aliran arus di dalam cabang-cabang paralel adalah JUMLAH semua


arus di cabang, maka rumus untuk total arus adalah I 1 = I1 + I2 + I3 = 6 + 6 +
12 = 24 Amper. Dengan voltase sumber diketahui 24 Volt dan total arus yang
dihitung adalah 24 Amper maka total resistansi rangkaian dihitung 1 Ohm. (R t
= E t  I t).

Rangkaian Seri-Paralel

Gambar 88 – Rangkaian Seri-Paralel

Rangkaian seri-paralel yang diperlihatkan dalam Gambar 88 terdiri dari satu


bagian seri dan satu bagian paralel. Semua aturan yang dibahas sebelumnya
mengenai rangkaian seri dan paralel berlaku ketika mencari nilai-nilai
rangkaian yang tidak diketahui. Meskipun beberapa rangkaian seri-paralel
tampak sangat rumit, pada dasarnya rangkaian ini dapat dihitung dengan
mudah dengan menggunakan metode yang logis. Tip-tip berikut akan
membuat perhitungan rangkaian seri-paralel tidak terlalu rumit.

 Periksalah rangkaian dengan cermat dan kemudian tentukan jalur atau


jalur-jalur yang dapat dialiri arus melalui rangkaian sebelum kembali ke
sumber.
 Gambarlah kembali rangkaian rumit untuk disederhanakan
tampilannya.
 Ketika menyederhanakan rangkaian seri-paralel, mulailah pada titik
terjauh dari sumber voltase. Gantilah kombinasi-kombinasi resistor seri-
dan paralel langkah demi langkah.
 Rangkaian seri-paralel (ekuivalen) yang digambar ulang dengan benar
akan terdiri hanya SATU resistor seri pada ujungnya.
 Gunakan aturan-aturan seri sederhana untuk menghitung nilai-nilai
yang tidak diketahui.
 Kembali ke rangkaian asli dan masukkan nilai-nilai yang sudah
diketahui. Gunakan Hukum Ohm untuk menghitung nilai-nilai lainnya.

APLTCL024
100 Caterpillar of Australia Pty.Ltd
DASAR-DASAR LISTRIK

Menghitung Soal Seri-Paralel

Gambar 89 – Rangkaian Seri-Paralel

Rangkaian seri-paralel yang diperlihatkan dalam Gambar 89 memperlihatkan


resistor 2Ω dalam seri dengan sebuah cabang paralel yang terdiri dari
resistor 6Ω dan resistor 3Ω. Untuk menghitung soal ini Anda perlu
menentukan resistansi ekuivalen untuk cabang paralel. Dengan
menggunakan rumus berikut, hitunglah resistansi ekuivalen (Re) paralel.

atau

Menerapkan Aturan-aturan

Gambar 90 – Rangkaian Seri-paralel

Gambarlah kembali Gambar 90 dengan menyisipkan resistansi ekuivalen


untuk cabang paralel. Kemudian hitunglah total rangkaian dengan
menggunakan aturan-aturan Hukum Ohm sederhana untuk rangkaian seri.

Dengan menggunakan aturan-aturan untuk rangkaian seri, total resistansi


rangkaian sekarang dapat dihitung dengan menggunakan rumus:

Nilai sisanya yang belum diketahui adalah arus. Sekali lagi dengan
menggunakan Lingkaran Hukum Ohm, arus listrik dapat dihitung dengan
menggunakan rumus:

APLTC024
© Caterpillar of Australia Pty Ltd 101
DASAR-DASAR LISTIK

Lihat rangkaian seri-paralel awal dan tempatkan nilai-nilai yang sudah


diketahui.

Gambar 91 – Rangkaian

Perhitungan rangkaian menunjukkan bahwa total aliran arus dalam rangkaian


adalah 3 Amper. Karena semua aliran arus yang meninggalkan sumber harus
kembali kita mengetahui bahwa 3 Amper harus mengalir melalui R1. Maka
sekarang kita bisa menghitung turunnya voltase pada R1 dengan
menggunakan rumus E = 1 x R = 3A x 2Ω = 6 Volt

Apabila resistor R1 menggunakan 6 Volt, maka voltase sumber sisanya (6V)


diaplikasikan pada kedua cabang paralel. Dengan menggunakan Hukum Ohm
untuk cabang paralel maka diketahui bahwa 1 Amper mengalir melalui R2,
dan 2 Amper mengalir melalui R3 sebelum bergabung menjadi total arus
rangkaian 3 Amper yang kembali ke bagian negatif dari sumber power
(Gambar 91).

Metode-metode Lain dan Tip-tip untuk Menghitung Rangkaian Seri-


Paralel yang Rumit

Gambar 92 – Rangkaian Seri-Paralel yang Rumit

Sebagaimana dinyatakan sebelumnya, dengan memeriksa jalur secara


seksama untuk aliran arus dan kemudian menggambar kembali rangkaian
dapat dengan mudah memecahkan rangkaian-rangkaian yang rumit. Terlepas
betapapun terlihat rumit suatu rangkaian, dengan menggambar rangkaian
yang sama (equivalent circuit) dan mengurangi rangkaian hingga menjadi
bentuk yang paling sederhana (rangkaian seri) maka akan menghasilkan
informasi yang diperlukan untuk disejajarkan dengan rangkaian asli.

Langkah 1:

APLTCL024
102 Caterpillar of Australia Pty.Ltd
DASAR-DASAR LISTRIK

Gambar 93 – Langkah 1

Telusurilah aliran arus baterai dari bagian (+) ke baterai bagian (-). Semua
arus yang meninggalkan sumber tersedia di TP1 (test point 1). Di TP1 arus
dibagi di antara dua cabang paralel dan kemudian digabungkan kembali di
TP2 sebelum mengalir melalui resistor seri R3 dan kembali ke ground.
Sekarang jalur aliran arus telah diidentifikasi, langkah selanjutnya adalah
menggambar rangkaian serupa untuk cabang-cabang paralel.

Langkah 2:

Gambar 94 – Langkah 2

Dengan menggunakan Hukum Ohm hitunglah resistansi ekuivalen untuk


cabang paralel. Ada dua metode (rumus) yang tersedia untuk menghitung
resistansi cabang paralel, yaitu:

atau (disebut product over sum method)

Jika rangkaian hanya memiliki dua cabang, maka metode jumlah atas produk
adalah rumus yang paling mudah.

Langkah 3:

APLTC024
© Caterpillar of Australia Pty Ltd 103
DASAR-DASAR LISTIK

Gambar 95 – Langkah 3

Gambarlah kembali rangkaian dengan mengganti nilai Re untuk


melambangkan resistansi ekuivalen. Rangkaian sekarang memiliki dua
resistor dalam seri, yang diperlihatkan sebagai Re dan R3. Selanjutnya
kurangi rangkaian dengan menggabungkan Re dan R3 sebagai resistansi
tunggal yang disebut Rt.

APLTCL024
104 Caterpillar of Australia Pty.Ltd
DASAR-DASAR LISTRIK

APLTC024
© Caterpillar of Australia Pty Ltd 105
DASAR-DASAR LISTIK

TOPIK 4
Skematik Listrik

SKEMATIK

Gambar 96

Skematik pada dasarnya adalah gambar-gambar garis yang menjelaskan


bagiamana suatu sistem berfungsi dengan menggunakan simbol-simbol dan
garis-garis penghubung. Simbol-simbol digunakan untuk melambangkan
peralatan atau komponen-komponen baik dalam sistem listrik dan elektronik
yang sederhana maupun rumit. Simbol-simbol skematik digunakan secara
luas dalam terbitan-terbitan Caterpilar untuk mengidentifikasi masalah-
masalah yang berhubungan dengan listrik.

Skematik digunakan oleh para teknisi untuk mengetahui bagaimana suatu


sistem berfungsi dan untuk membantu dalam memperbaiki sistem yang telah
mengalami kegagalan fungsi.

Simbol-simbol skematik memberikan banyak sekali informasi dalam ruang


yang kecil dan pembacaan simbol-simbol skematik memerlukan keterampilan
dan latihan yang sangat tinggi. Suatu metode langkah demi langkah yang
logis dalam menggunakan diagram-diagram skematik untuk troubleshooting
dimulai dengan pemahaman teknisi tentang sistem yang lengkap.

Fitur-fitur Skematik
Skematik listrik Caterpillar memiliki informasi yang sangat berharga.
Informasi tersebut dicetak pada bagian depan dan belakang skematik. Teknisi

APLTCL024
106 Caterpillar of Australia Pty.Ltd
DASAR-DASAR LISTRIK

harus sangat terampil dalam membaca dan menginterpretasikan semua


informasi yang terkandung di bagian-bagian skematik.

APLTC024
© Caterpillar of Australia Pty Ltd 107
DASAR-DASAR LISTIK

Beberapa fitur di depan skematik adalah:

 Kode-kode warna untuk mengidentifikasi rangkaian


 Kode-kode singkatan warna
 Keterangan simbol
 Informasi mengenai wiring harness
 Catatan dan kondisi-kondisi skematik
 Grid design untuk lokasi komponen
 Nomor-nomor part komponen

Garis-garis “berwarna” melambangkan rangkaian alat. Gunakan kode


identifikasi warna yang terletak di skematik untuk mengetahui rangkaian.

Garis-garis tebal “ganda” adalah untuk mengidentifikasi rangkaian dan


komponen-komponen yang terletak di pos operator.

Garis (hitam tipis) digunakan untuk mengidentifikasi alat, kawat, kabel atau
komponen.

CATATAN:
Lihat keterangan simbol pada skematika.

Skematik Listrik Mesin dengan Format Baru

Format Lama

Gambar 97

Sejumlah mesin Caterpillar menggunakan format baru untuk skematik sistem


listrik. Format baru tersebut disebut PRO/E dan memberikan informasi
tambahan untuk kawat, connector, komponen dan simbol sambungan.

Gambar 97 memperlihatkan format identifikasi kabel yang baru. Label


mencakup identifikasi rangkaian, nomor label kabel (169), kode identifikasi

APLTCL024
108 Caterpillar of Australia Pty.Ltd
DASAR-DASAR LISTRIK

harness (H), nomor kabel dalam harness (5), kode warna (PK) dan ukuran
kabel (18).

CATATAN:
Kode-kode yang diperlihatkan adalah contoh i sistem identifikasi yang baru.
Lihat skematik listrik yang sesuai untuk rincian lebih lanjut dan informasi
yang akurat.

Connector

Format Lama

Gambar 98

Format identifikasi connector yang baru (Gambar 98) mencakup kode


identifikasi harness (H), mengidentifikasi assembly sebagai connector (C),
mengidentifikasi nomor connector dalam harness (7), dan mencantumkan
nomor bagian connector (3E3382).

CATATAN:
Kode-kode yang diperlihatkan adalah contoh mengenai sistem identifikasi
yang baru. Lihat skematik listrik yang sesuai untuk rincian lebih lanjut dan
informasi yang akurat.

Komponen-komponen

Format Lama

APLTC024
© Caterpillar of Australia Pty Ltd 109
DASAR-DASAR LISTIK

Gambar 99

Gambar 99 menunjukkan metode pemberian label komponen skematik yang


lama dan memperlihatkan nama yang jelas dan nomor bagian komponen.
Skematik yang digambar dalam format PRO/E berisikan huruf identifikasi
harness (H), kode pemberian seri (P-12) dimana “P” adalah singkatan dari
“part” dan “1” melambangkan posisi harness (bagian nomor “12” dalam
harness “H”, dan nomor bagian komponen (113-8490).

CATATAN:
Kode-kode yang diperlihatkan adalah contoh mengenai sistem identifikasi
yang baru. Lihat skematik listrik yang sesuai untuk rincian lebih lanjut dan
informasi yang akurat.

Format PRO/E untuk sambungan-sambungan (splice) menggunakan dua titik


penghubung untuk menunjukkan di bagian mana kabel keluar. Simbol
sambungan yang sebelumnya hanya menggunakan titik (filled-in dot) untuk
menunjukkan sambungan.

CATATAN:
Kode-kode yang diperlihatkan adalah contoh mengenai sistem identifikasi
yang baru. Lihat skematik listrik yang sesuai untuk rincian lebih lanjut dan
informasi yang akurat.

Beberapa fitur di bagian belakang skematik mencakup:

 Simbol-simbol dan identifikasi skematik harness dan kabel listrik


 Simbol-simbol dan definisi skematik listrik
 Bagan keterangan kabel
 Buku manual service listrik terkait
 Bagan lokasi harness connector
 Spesifikasi-spesifikasi switch mesin dalam posisi “off”
 Lokasi-lokasi harness connector dan komponen mesin, diidentifikasi
sebagai garis bayangan hitam mesin
 Daftar component identifier (CID) dan konversi kode flash
 Bagan lokasi komponen
 Spesifikasi-spesifikasi resistor dan solenoid

APLTCL024
110 Caterpillar of Australia Pty.Ltd
DASAR-DASAR LISTRIK

 Daftar Failure Mode Identifier (FMI)

APLTC024
© Caterpillar of Australia Pty Ltd 111
DASAR-DASAR LISTIK

TOPIK 5
Digital Multimeter

PENGENALAN TERHADAP DIGITAL MULTIMETER

Gambar 100 – Digital Multimeter 9U7330

Topik ini mencakup fungsi-fungsi dasar dan pengoperasian digital mulimeter


(Gambar 100). Meskipun teknisi service dapat menggunakan analog
multimeter dan mengetes lampu, digital multimeter melaksanakan
pengukuran-pengukuran yang lebih rumit pada sistem elektronik yang lebih
baru. Untuk mempermudah pekerjaan dengan angka-angka yang lebih besar,
digital multimeter menggunakan sistem metrik.

Digital multimeter adalah alat yang sangat akurat dan digunakan untuk
mencari nilai yang sangat tepat untuk jenis voltase, arus atau resistansi.
Dengan memiliki tenaga baterai alkalin 9 Volt, meter dilindungi terhadap
kotoran, debu dan uap air.

Gambar 101 – Digital Multimeter 9U7330

Meter (Gambar 101) memiliki empat bagian utama:

APLTCL024
112 Caterpillar of Australia Pty.Ltd
DASAR-DASAR LISTRIK

 liquid-crystal-display
 tombol tekan
 switch dengan fungsi rotary dial
 lead meter input

Liquid Crystal Display

Gambar 102 – Liquid crystal display pada Digital Multimeter

Tampilan kristal cair (LCD) pada meter (Gambar 102) menggunakan segmen-
segmen tampilan dan indikator. Bacaan digital ditampilkan pada tampilan
4000-count dengan indikasi muatan kutub () dan penempatan titik desimal
otomatis.

Ketika meter dihidupkan (ON), semua segmen tampilan dan indikator


(annunciator) tampil secara singkat selama pengetesan. Tampilan meng-
update empat kali per detik, kecuali ketika bacaan frekuensi dilakukan, maka
update adalah tiga kali per detik.

Tampilan analog adalah pointer 32 segmen yang meng-update 40 kali per


detik. Segmen-segmen tampilan memiliki pointer yang “bergulung” di
seluruh segmen yang menunjukkan adanya perubahan pengukuran. Tampilan
juga menggunakan indikator untuk menyingkat berbagai status tampilan
(display mode) dan fungsi-fungsi meter.

Tombol Tekan

Gambar 103 – Tombol tekan pada digital multimeter

Tombol pada meter (Gambar 103) digunakan untuk melaksanakan fungsi-


fungsi tambahan.

APLTC024
© Caterpillar of Australia Pty Ltd 113
DASAR-DASAR LISTIK

Topik ini akan mencakup hanya tombol kisaran (range button). Tombol-tombol
tambahan akan dicakup kemudian dalam kursus karena tombol-tombol ini
berlaku untuk jenis pengukuran yang dilakukan.

Ketika tombol dihidupkan untuk pertama kali dan pengukuran dilakukan,


meter secara otomatis memilih suatu kisaran dan menampilkan kata AUTO di
bagian kiri atas. Dengan menekan tombol kisaran maka akan menempatkan
meter dalam mode kisaran manual dan menampilkan skala kisaran di bagian
kanan bawah. Setiap kali tombol kisaran ditekan, bagian berikutnya akan
ditampilkan. Tekan dan tahan tombol kisaran untuk kembali ke mode kisaran
auto (auto range mode).

Tombol berwarna kuning dapat digunakan untuk menerangi bagian belakang


tampilan meter.

Rotary Switch

Gambar 104 – Rotary Switch

Berbagai fungsi meter dipilih dengan memutar rotary switch pada meter
(Gambar 104). Setiap kali rotary switch digerakkan dari posisi OFF ke
penyetelan fungsi, semua segmen dan indikator tampilan menyala sebagai
bagian dari pengetesan otomatis rutin. Dengan menggerakkan meter sesuai
dengan arah jarum jam dari tombol OFF, ketiga posisi pertama pada rotari
switch digunakan untuk mengukur voltase arus bolak balik (AC), voltase
langsung (DC) dan DC millivolt. Posisi atas digunakan untuk mengukur
resistansi. Posisi berikutnya akan memungkinkan meter untuk memeriksa
diode. Dua posisi terakhir digunakan untuk mengukur arus AC dan DC dalam
Amper, mili-Amper dan mikro-Amper.

Meter Lead Input

APLTCL024
114 Caterpillar of Australia Pty.Ltd
DASAR-DASAR LISTRIK

Gambar 105 – Multimeter Input Jack

Bergantung pada pengukuran yang akan dilakukan, meter lead harus


ditempatkan dalam terminal-terminal yang benar (Gambar 105). Perhatikan
bagian dalam terminal-terminal input diberi kode warna merah atau hitam.
Lead positif dapat diarahkan pada input-input merah mana pun.

COM atau terminal umum digunakan untuk sebagian besar pengukuran. Lead
berwarna hitam atau negatif akan selalu berada dalam terminal COM.
Terminal input pertama, pada bagian paling kiri meter adalah untuk
mengukur Amper. Input ini dipasang fuse pada 10 Amper secara terus
menerus (20A untuk 30 detik).

Posisi berikutnya ke kanan adalah untuk mengukur miliamper atau


mikroamper. Tidak lebih dari 400 miliamper dapat diukur ketika rotary switch
berada dalam posisi ini. Apabila tidak yakin mengenai amper suatu
rangkaian, mulailah dengan lead berwarna merah pada meter dalam input
jack 10 amper (kisaran tertinggi).

Terminal input pada bagian kanan meter adalah untuk mengukur voltase,
resistansi dan pengetesan diode.
Overload Display Indicator

Gambar 106 – Overload Display

Saat melakukan pengukuran, tampilan OL akan terlihat (Gambar 106). OL


menunjukkan bahwa nilai yang sedang diukur berada diluar batas kisaran

APLTC024
© Caterpillar of Australia Pty Ltd 115
DASAR-DASAR LISTIK

yang dipilih. Kondisi-kondisi berikut dapat mengarah pada tampilan kelebihan


beban (overload display):

 Dalam kisaran auto (auto-range), bacaan resistansi tinggi


menunjukkan rangkaian terbuka.
 Dalam kisaran manual (manual range), bacaan resistansi tinggi
menunjukkan rangkaian terbuka atau skala yang tidak benar dipilih
 Dalam kisaran manual, bacaan voltase yang melampaui kisaran dipilih.

Input Terminal dan Batasan-batasan

Fungsi Bacaan Min Bacaan Maks Input Maks


AC Volt 0.01mV 1000 V 1000 V
DC Volt 0.0001V 1000 V 1000 V
mVolt 0.01mV 400.0 mV 1000 V
Ohm 0.01 40.00 M 1000 V
AC/DC Amp 1.0mA 10.0 A 600 V
mA/A 0.01mA 400.0 mA 600 V
0.1 4000 A 600 V
Tabel 7

Tabel 7 memperlihatkan fungsi-fungsi meter, bacaan tampilan minimum,


bacaan tampilan maksimum dan input maksimum untuk Digital Multimeter
9U7330.

APLTCL024
116 Caterpillar of Australia Pty.Ltd
DASAR-DASAR LISTRIK

Mengukur Voltase AC/DC

Gambar 107 – Digital Multimeter 9U7330

Ketika menggunakan multimeter untuk melakukan pengukuran voltase,


penting untuk diingat bahwa voltmeter harus selalu dihubungkan secara
paralel dengan beban atau rangkaian yang sedang dites. Keakuratan
multimeter 9U7330 adalah kira-kira 0.01% dalam lima kisaran voltase
AC/DC dengan resistansi input kira-kira 10 mv ketika dihubungkan secara
paralel.

Untuk mengukur voltase, lakukan langkah-langkah berikut:

 Pastikan rangkaian dalam keadaan menyala (ON).


 Tempatkan lead hitam meter pada COM input port dan lead merah
meter pada Volt/OHM input port.
 Tempatkan rotary switch dalam posisi AC atau DC yang diinginkan.
 Tempatkan lead hitam meter pada bagian rendah (low) atau return
side komponen atau rangkaian yang sedang diukur
 Tempatkan lead merah meter pada bagian tinggi (high) atau bagian
positif dari komponen atau rangkaian yang sedang diukur.

APLTC024
© Caterpillar of Australia Pty Ltd 117
DASAR-DASAR LISTIK

Mengukur Penurunan Voltase

Gambar 108 – Mengukur penurunan voltase

Perhatikan rangkaian dalam Gambar 108. Kabel pengetesan (test lead)


dihubungkan secara paralel pada beban rangkaian (circuit load). Dengan
sumber daya 12 Volt yang dihubungkan ke beban, meter harus membaca
penurunan voltase sama dengan voltase sumber atau 12 Volt.

Apabila meter membaca penurunan voltase kurang dari 12 Volt, ini


menunjukkan bahwa resistansi yang tidak diinginkan terdapat di dalam
rangkaian. Suatu proses yang logis adalah dengan mengukur penurunan
voltase di switch contact tertutup. Apabila terdapat bacaaan voltase ini
menunjukkan bahwa switch contact mengalami kerusakan, sehingga switch
harus diganti.

CATATAN:
Dalam pengukuran yang sesungguhnya, bacaan meter tidak akan sama
persis dengan voltase sumber power, karena kabel masing-masing akan
memberikan sedikit resistansi. Dalam kebanyakan aplikasi praktek,
penurunan voltase 0.1 Volt adalah angka yang dapat diterima untuk kondisi-
kondisi kabel rangkaian normal.

Digital multimeter 9U7330 adalah alat pengukur dengan resistansi tinggi. Ini
berarti bahwa alat pengukur ini tidak akan meningkatkan aliran arus secara
signifikan di dalam rangkaian yang sedang diukur. Pengukuran voltase harus
selalu dilakukan dengan rangkaian dalam keadaan memiliki power.

APLTCL024
118 Caterpillar of Australia Pty.Ltd
DASAR-DASAR LISTRIK

Digital Multimeter 9U7330 adalah ideal untuk digunakan dalam rangkaian-


rangkaian yang dikontrol oleh peralatan padat seperti komponen-komponen
elektronik, komputer dan mikroprosesor.

APLTC024
© Caterpillar of Australia Pty Ltd 119
DASAR-DASAR LISTIK

Mengukur Arus AC/DC

Gambar 109 – Digital Multimeter 9U7330

Ketika menggunakan multimeter untuk melakukan pengukuran arus, meter


probe harus dihubungkan secara SERI dengan beban (load) atau rangkaian
yang sedang dites. Untuk mengubah di antara pengukuran arus bolak balik
(AC) dan arus langsung (DC), gunakan tombol tekan BIRU (Gambar 109).

Ketika mengukur arus, internal shunt resistor pada meter akan menghimpun
voltase di terminal meter yang disebut “voltase beban”. Arus voltase beban
sangat rendah, tetapi bisa saja mempengaruhi ketepatan pengukuran.

Ketika mengukur aliran arus, multimeter Fluke 87 dirancang dengan


resistansi rendah untuk mencegah agar tidak menimbulkan dampak terhadap
aliran arus di dalam rangkaian. Ketika mengukur arus di dalam rangkaian,
selalu mulai dengan lead merah multimeter di dalam Amp input (10A fused)
pada meter. Hanya gerakkan lead merah ke dalam mA/A input setelah
diketahui arus berada di bawah tingkat arus maksimum input mA/A (400
mA).

Meter memiliki “bufer” yang memungkinkannya untuk mengukur dengan


cepat aliran arus yang lebih tinggi dari 10A. Buffer ini dirancang untuk
menangani “lonjakan” arus ketika rangkaian dihidupkan pertama kali.
Sebagaimana yang dinyatakan sebelumnya, meter mampu membaca 20
Amper untuk jangka waktu tidak lebih dari 30 detik.

CATATAN:

APLTCL024
120 Caterpillar of Australia Pty.Ltd
DASAR-DASAR LISTRIK

Lead harus selalu dihubungkan dalam SERI dengan beban atau rangkaian
ketika mengukur aliran arus.

APLTC024
© Caterpillar of Australia Pty Ltd 121
DASAR-DASAR LISTIK

Mengukur Arus

Gambar 110 – Mengukur Aliran Arus

Untuk mengukur arus (Gambar 110), lakukan langkah-langkah berikut:

 Tempatkan multimeter input lead berwarna hitam di dalam COM port


dan input lead merah di dalam A (Amp) port.
 Tempatkan Rotary Switch pada posisi mA/A
 Bukalah rangkaian yang akan dites, dianjurkan dengan “menarik” fuse,
atau dengan “membuka” switch.
 Tempatkan lead dalam SERI dengan rangkaian, sehingga amper
rangkaian mengalir melalui meter.
 Gunakan power pada rangkaian.

CATATAN:
Apabila aliran arus melampaui tingkat fuse di dalam meter, fuse akan
“membuka”.

APLTCL024
122 Caterpillar of Australia Pty.Ltd
DASAR-DASAR LISTRIK

Mengukur Resistansi

Gambar 111 – Mengukur Resistansi

Ketika menggunakan multimeter untuk mengukur resistansi (Gambar 111),


adalah perlu untuk mematikan daya listrik pada rangkaian dan membuang
muatan semua capacitor sebelum mencoba melakukan pengukuran di dalam
rangkaian. Apabila terdapat voltase eksternal di seluruh komponen yang
sedang dites, maka mustahil untuk mencatat pengukuran yang akurat.

Digital multimeter mengukur resistansi dengan melewati arus yang sudah


diketahui melalui rangkaian atau komponen dan mengukur penurunan
voltase masing-masing. Meter kemudian menghitung secara internal
resistansi yang menggunakan rumus Hukum Ohm R = E  I. Penting untuk
diingat, resistansi yang diperlihatkan oleh meter adalah total resistansi
melalui semua kemungkinan jalur di antara dua pengetesan meter (meter
probe). Agar dapat mengukur sebagian besar rangkaian atau komponen
secara akurat, maka perlu mengisolasi rangkaian atau komponen dari jalur-
jalur lain.

Selain itu, resistansi dari test lead dapat mempengaruhi keakuratan ketika
meter berada pada kisaran terendahnya (400 Ohm). Kesalahan yang
diantisipasi adalah kira-kira 0.1 hingga 0.2 Ohm untuk pasangan test lead
standar. Untuk mengetahui kesalahan yang sesungguhnya, pasanglah test
lead bersama dan bacalah nilai yang ditampilan pada meter. Gunakan (REL)
mode pada 9U7330 untuk mengurangi secara otomatis resistansi lead dari
pengukuran yang sesungguhnya.

Untuk mengukur resistansi secara akurat, ikuti langkah-langkah berikut:

 Pastikan daya pada rangkaian atau komponen dimatikan (OFF).


 Tempatkan lead merah di dalam jack yang berlabel Volt/Ohm dan lead
hitam di dalam jack yang bertanda COM.
 Tempatkan rotary selector di dalam posisi Ω.

APLTC024
© Caterpillar of Australia Pty Ltd 123
DASAR-DASAR LISTIK

 Tempatkan lead meter MENYILANG pada komponen atau rangkaian


yang sedang diukur.

CATATAN:
Penting untuk diingat agar jari-jari Anda tidak menyentuh bagian-bagian
ujung meter lead ketika melaksanakan pengukuran resistansi. Resistansi
body internal dapat mempengaruhi pengukuran.

APLTCL024
124 Caterpillar of Australia Pty.Ltd
DASAR-DASAR LISTRIK

APLTC024
© Caterpillar of Australia Pty Ltd 125
DASAR-DASAR LISTIK

TOPIK 6
Kegagalan Fungsi Rangkaian

KEGAGALAN FUNGSI RANGKAIAN


Topik ini menguraikan kegagalan fungsi pada rangkaian seri, paralel dan seri-
paralel. Kegagalan fungsi pada rangkaian dapat diperlihatkan pada alat bantu
pelatihan atau pada kendaraan.
Ada beberapa cara dimana rangkaian dapat mengalami kegagalan fungsi:

 Terbuka (Open)
 Korsleting (Short)
 Rangkaian yang Dibumikan (Ground)
 Resistansi tinggi (High resistance)
 Intermittence

Terbuka (Open)

Gambar 112 – Rangkaian Terbuka

Keadaan “terbuka” di bagian mana pun dalam suatu rangkaian dapat


mengakibatkan tidak ada aliran arus di dalam rangkaian seri atau bagian dari
rangkaian paralel. Rangkaian yang terbuka dapat diakibatkan oleh komponen
yang mengalami kegagalan fungsi misalnya switch atau fuse, atau kabel
putus atau connector rusak. Lokasi fisik rangkaian yang “terbuka”
menentukan bagaimana rangkaian akan terbaca..

Gambar 112 memperlihatkan switch yang berfungsi sebagai rangkaian yang


terbuka, sehingga tidak ada aliran melalui dua beban. Troubleshooting pada
rangkaian yang terbuka mudah dilakukan menggunakan multimeter dengan
mengukur voltase sumber. Apabila voltase sumber tersedia pada sambungan
di depan switch dan tidak tersedia pada bagian switch yang bermuatan,
maka contact akan membuka. Apabila tersedia voltase pada bagian beban

APLTCL024
126 Caterpillar of Australia Pty.Ltd
DASAR-DASAR LISTRIK

(load side) maka perlu untuk terus memeriksa rangkaian sampai keadaan
terbuka teridentifikasi.

Dalam rangkaian paralel, mengidentifikasi keadaan terbuka bergantung pada


di mana lokasi tersebut terjadi. Apabila terjadi di dalam kabel utama, maka
tidak satu beban atau komponen pun yang akan berfungsi. Akibatnya, semua
cabang paralel tidak akan beroperasi. Selain itu, keadaan terbuka di dalam
jalur tanah kembali (return ground path) akan memiliki dampak yang sama
seperti keadaan terbuka di dalam kabel utama.

Gambar 113 – Keadaan Terbuka (open) di Kabel Utama & Cabang


Paralel

Apabila terjadi keadaan terbuka di salah satu cabang (branch) di bawah kabel
utama, hanya beban (load) yang terdapat pada cabang tersebut yang
terkena dampak. Semua beban cabang lainnya akan beroperasi secara
normal. Gambar 113 memperlihatkan sebuah contoh keadaan terbuka di
dalam kabel utama dan dalam cabang paralel.

Ketika melakukan identifikasi pada rangkaian yang terbuka, hasilnya


biasanya bahwa komponen mengalami kegagalan fungsi. Karena kebanyakan
rangkaian dilindungi dengan sejenis fuse atau alat pelindung rangkaian,
maka dianjurkan bahwa fuse atau alat tersebut diperiksa secara visual.
Apabila pemeriksaan visual tidak mengungkapkan adanya kondisi terbuka,
lepaskan alat tersebut dan lakukan pemeriksaan lanjutan untuk memastikan
bahwa alat berfungsi dengan baik.

Kemungkinan besar tempat lainnya yang harus diperiksa untuk mengetahui


keadaan terbuka adalah pada komponen itu sendiri. Dengan menggunakan
multimeter dan skematik listrik akan mengetahui apakah sistem atau voltase
sumber tersedia atau tidak. Apabila voltase tidak tersedia pada komponen,
langkah selanjutnya adalah menentukan perangkat listrik lain apa, misalnya
switch atau connector, yang tersedia di dalam jalur rangkaian. Singkirkan
peralatan tersebut, mulai dari lokasi termudah dan terus ke arah sumber
voltase.

Korsleting (Short)
Korsleting di dalam suatu rangkaian adalah hubungan listrik langsung di
antara dua titik, biasanya disertai dengan resistansi sangat rendah terhadap
aliran arus. Hal ini sering kali menjelaskan adanya hubungan listrik yang
tidak diinginkan atau tidak bnear dan dapat menarik arus yang lebih tinggi
daripada yang diharapkan. Dalam menjelaskan kegagalan fungsi yang

APLTC024
© Caterpillar of Australia Pty Ltd 127
DASAR-DASAR LISTIK

disebabkan oleh korsleting listrik, jenis-jenis korsleting biasanya diidentifikasi


sebagai “korsleting pada tanah” atau “korsleting pada daya”.

Korsleting pada tanah terjadi ketika aliran arus dihubungkan ke tanah


sebelum waktunya. Hal ini biasanya terjadi ketika isolasi kabel rusak dan
konduktor benar-benar terkena kontak dengan mesin di tanah (machine
ground). Dampak korsleting terhadap tanah tergantung pada rancangan
rangkaian dan lokasinya dalam kaitannya dengan komponen-komponen
rangkaian lainnya, misalnya peralatan pelindung, switch, beban, dll.

Gambar 114 – Korsleting sebelum beban rangkaian

Gambar 114 memperlihatkan korsleting yang terjadi setelah peralatan


pelindung dan switch, tetapi sebelum beban rangkaian (lampu). Dalam
contoh ini, jalur resistansi rendah ke tanah terjadi setiap kali switch
dihidupkan dan voltase sumber tersedia. Hasil dari jalur yang tidak diinginkan
ini akan mengakibatkan sekering “putus” (atau pemutus arus mengalami
trip) ketika switch dihidupkan.

APLTCL024
128 Caterpillar of Australia Pty.Ltd
DASAR-DASAR LISTRIK

Gambar 115 – Korsleting sebelum switch

Gambar 115 memperlihatkan korsleting pada tanah yang terjadi sebelum


switch. Kondisi ini sering disebut sebagai “korsleting mati” (dead short).
Dalam situasi ini, sekering (fuse) akan “putus” setiap kali voltase rangkaian
dialirkan.

Gambar 116 - Korsleting sebelum alat pengontrol

Korsleting pada daya atau suplai daya terjadi ketika satu rangkaian dipasang
pada rangkaian lainnya (Gambar 116). Gejala-gejala korsleting terhadap daya
listrik sekali lagi tergantung pada lokasi korsleting. Akibat dari kondisi jenis ini
umumnya menyebabkan satu rangkaian atau kedua rangkaian tidak
beroperasi dengan semestinya, misalnya ada komponen yang dialiri listrik
padahal tidak seharusnya demikian. Kabel-kabel yang aus atau rusak
biasanya merupakan akar penyebab dari kondisi ini. Juga, kondisi ini jarang

APLTC024
© Caterpillar of Australia Pty Ltd 129
DASAR-DASAR LISTIK

menyebalan peralatan pelindung “mebuka” atau merusak komponen-


komponen lain.

Rangkaian yang Dibumikan (Ground)


Rangkaian yang mengalami ground biasanya mengakibatkan komponen tidak
berfungsi. Seperti yang telah dibahas sebelumnya, kondisi yang mengalami
ground menunjukkan bahwa rangkaian memiliki jalur yang tidak diinginkan
ke rangka mesin. Sebagaimana telah dinyatakan, dampak terhadap
rangkaian ditentukan oleh di mana kondisi ground terjadi.

Resistansi Tinggi
Kegagalan fungsi pada rangkaian juga terjadi ketika tingkat resistansi
menjadi terlalu tinggi. Dampak terhadap rangkaian biasanya menyebabkan
komponen-komponen tidak berfungsi atau komponen tidak berfungsi sesuai
dengan spesifikasi. Penyebab umum dari resistansi tinggi adalah peningkatan
korosi atau kotoran pada sambungan dan contact.

Intermittence
Kondisi intermittence terjadi ketika contact atau sambungan-sambungan
menjadi longgar atau ketika bagian-bagian komponen internal rusak. Masalah
ini biasanya mengakibatkan lampu berkelap-kelip, atau komponen-komponen
berfungsi sebentar-sebentar. Masalah ini biasanya disebabkan oleh adanya
getaran atau mesin yang bergerak, dan tidak bisa diidentifikasi dengan
mudah karena kondisi ini cenderung membaik sendiri ketika mesin
dihentikan.

APLTCL024
130 Caterpillar of Australia Pty.Ltd
DASAR-DASAR LISTRIK

TOPIK 7
Memateri

MEMATERI

Memateri adalah proses menyambung dua logam dengan menggunakan


campuran pateri.

Meskipun sambungan listrik dapat dilakukan di antara dua kabel yang dijepit,
mungkin hal ini tidak sempurna dan/atau cacat. Pematerian menciptakan
sambungan listrik yang kuat dan dapat diandalkan.

Proses pematerian bergantung pada pateri yang meleleh yang mengalir ke


dalam semua cacat yang terdapat pada permukaan logam yang akan
dipateri. Ketika dua potong logam dipateri bersama, lapisan tipis pateri
menempel di antara kedua potong logam tersebut dan menyelesaikan
sambungan listrik.

Pateri adalah campuran antara timah dan timbal dan biasanya mengandung
flux pateri.

Tindakan Pencegahan untuk Keselamatan


Soldering gun atau iron beroperasi pada temperatur yang cukup tinggi untuk
menyebabkan luka bakar yang serius. Patuhilah tindakan-tindakan
pencegahan untuk keselamatan berikut:

1. Jangan membiarkan pateri panas disemprotkan ke udara dengan


menggerak-gerakkan hot gun atau iron atau sambungan yang dipateri
panas.
2. Pastikan untuk selalu memegang soldering gun atau iron pada gagang
yang tersekat. Jangan memegang bagian logam yang tidak tersekat.
3. Jangan membiarkan bagian logam dari soldering gun atau iron
bertumpu atau terkena kontak dengan bahan-bahan mudah terbakar.
Besin harus selalu bertumpu pada tiang pateri (soldering stand) ketika
tidak digunakan.
4. Jangan memakai pakaian yang terbuat dari nilon atau plastik. Pateri
akan membakar dan membuat pakaian dari jenis bahan ini berlubang.
5. Bagian ujung besi pateri (soldering iron tip) harus dalam keadaan
sangat panas agar dapat melelehkan pateri. Apabila terkena kontak
dengan ujung pateri maka akan menyebabkan luka bakar pada kulit.
6. Jangan menghirup asap yang keluar saat terjadi proses pematerian.
Asap ini dapat menyebabkan masalah sistem pernafasan.
7. Apabila soldering iron panas akibat aliran listrik, jangan
menggunakannya saat berdiri di dalam air atau alat pendingin mesin.
8. Jangan menggunakan pateri pada rangkaian listrik yang beraliran
listrik.
9. Pastikan bahwa semua prosedur perundang-undangan dan
keselamatan diri dipahami dan dipatuhi ketika melaksanakan tugas-tugas
pematerian.

APLTC024
© Caterpillar of Australia Pty Ltd 131
DASAR-DASAR LISTIK

SIFAT-SIFAT PATERI

Pateri adalah logam campuran, yang terbuat dari campuran antara timah dan
timbal dalam perbandingan yang berbeda. Perbandingan ini biasanya
ditandai pada berbagai jenis pateri yang tersedia.

Pateri dengan perbandingan lebih banyak timah/timbal, tidak akan meleleh


seketika. Pateri jenis 50/50 mulai meleleh pada temperatur 183 0C (3610F),
tetapi belum meleleh sepenuhnya sebelum temperatur mencapai 216 0C
(4200F). Di antara dua temperatur ini, pateri berada dalam keadaan plastik
atau semi-cair.

Kisaran plastik pateri berbeda-beda, bergantung pada rasio timah dengan


timbal. Pateri dengan perbandingan 60/40 (60% timah / 40% timbal),
kisarannya jauh lebih kecil daripada untuk pateri 50/50. Pateri dengan rasio
63/37, yang dikenal sebagai pateri eutectic pada dasarnya tidak memiliki
kisaran plastik, dan meleleh hampir seketika pada temperatur 183 0C (3610F).

Pateri yang paling umum digunakan untuk pematerian dengan tangan dalam
pekerjaan perbaikan listrik adalah jenis pateri dengan rasio 60/40 dan jenis
pateri dengan rasio 63/37. Karena kisaran plastik jenis 60/40, maka harus
berhati-hati untuk tidak memindahkan elemen-elemen sambungan selama
masa pendinginan. Gerakan apa pun dapat menyebabkan masalah yang
dikenal sebagai sambungan yang terganggu (disturbed joint). Sambungan
yang terganggu memiliki tampilan yang kasar, tidak beraturan dan terlihat
kusam, tidak cerah dan mengkilat. Sambungan pateri yang terganggu tidak
dapat diandalkan dan mungkin akan memerlukan pematerian ulang.

Wetting Action

Gambar 117 – Wetting terjadi ketika pateri yang meleleh menembus


suatu permukaan dari tembaga, sehingga membentuk immediate
bond.

Ketika pateri panas (hot solder) terkena kontak dengan permukaan tembaga,
reaksi larutan logam terjadi. Pateri menjadi larut dan menembus permukaan
tembaga. Molekul-molekul pateri dan tembaga bercampur untuk membentuk

APLTCL024
132 Caterpillar of Australia Pty.Ltd
DASAR-DASAR LISTRIK

campuran baru, yaitu campuran yang sebagian tembaga dan sebagian


pateri. Reaksi larutan ini disebut wetting dan membentuk pengikatan antar-
logam di antara bagian-bagian logam (Gambar 117). Wetting hanya dapat
terjadi apabila permukaan tembaga bebas dari kontaminasi dan dari lapisan
oksida yang terbentuk ketika logam terkena udara. Pateri dan permukaan
yang dikerjakan harus mencapai temperatur yang diperlukan sebelum
mencoba memateri.

Meskipun permukaan yang akan dipateri terlihat bersih, akan selalu ada
kemungkinan lapisan tipis oksida yang menutupinya. Agar penyatuan pateri
dapat berjalan dengan baik, oksida di permukaan harus dibersihkan saat
berlangsung proses pematerian dengan menggunakan flux.

APLTC024
© Caterpillar of Australia Pty Ltd 133
DASAR-DASAR LISTIK

Flux
Sambungan-sambungan pateri yang baik hanya dapat diperoleh apabila
permukaan yang akan dipateri benar-benar bersih. Larutan dapat digunakan
untuk membersihkan permukaan sebelum melakukan pematerian tetapi ini
tidak cukup karena oksidasi di atas permukaan logam yang dipanaskan
terbentuk dengan sangat cepat. Untuk mengatasi lapisan oksidasi ini, maka
perlu menggunakan bahan-bahan yang disebut flux. Flux terdiri dari rosin
alami atau sintetis dan kadang-kadang ditambah dengan bahan aditif kimia
yang disebut activator.

Fungsi flux adalah untuk membersihkan oksida dan menjaganya tetap bersih
selama proses pematerian. Hal ini dicapai akibat reaksi flux yang sangat
korosif pada temperatur leleh pateri dan membuat flux mampu
membersihkan oksida logam dengan cepat. Akan tetapi, dalam keadaan tidak
dipanaskan, rosin flux tidak korosif dan tidak memiliki daya konduksi
sehingga tidak akan mempengaruhi rangkaian. Adalah reaksi flux yang
membersihkan/menghilangkan oksida, dan juga mencegah terbentuknya
oksida baru yang memungkinkan pateri membentuk pengikatan intermetallic
yang diinginkan.

Flux harus dilelehkan pada temperatur lebih rendah daripada pateri sehingga
flux dapat melakukan tugasnya sebelum terjadi pematerian. Flux menguap
dengan sangat cepat sehingga flux harus dilelehkan untuk dialirkan ke
permukaan bagian yang dikerjakan dan bukan hanya sekedar diuapkan oleh
ujung hot iron untuk memberikan manfaat penuh dari tindakan fluxing. Ada
berbagai macam flux tersedia untuk banyak tujuan dan aplikasi. Jenis-jenis
yang paling lazim adalah: Rosin – Tidak perlu dibersihkan, Rosin – Dapat
diaktifkan dengan lembut dan larut dalam air.

Ketika digunakan, flux cair harus diaplikasikan dalam lapisan yang tipis dan
merata pada permukaan-permukaan yang disambung dan sebelum diberikan
panas. Cored wire solder dan solder paste harus ditempatkan dalam posisi
sedemikian rupa sehingga flux dapat mengalir dan menutupi sambungan-
sambungan saat pateri meleleh. Flux harus diaplikasikan sehingga tidak
terjadi kerusakan pada bagian-bagian dan bahan-bahan di sekeliling.

Soldering Iron
Soldering iron dibuat dalam berbagai ukuran dan bentuk. Permukaan ujung
soldering iron harus terus menerus dilapisi dengan timah untuk memastikan
agar dapat terjadi pemindahan panas yang baik dan untuk menghindari
pemindahan kotoran-kotoran pada sambungan pateri.

Sebelum menggunakan soldering iron ujungnya harus dibersihkan dengan


menyekanya menggunakan sponge basah. Ketika tidak digunakan, iron harus
tetap berada dalam holder-nya dengan ujungnya dalam keadaan bersih dan
dilapisi dengan pateri dalam jumlah kecil.

Mengontrol Panas
Mengontrol temperatur soldering iron tip bukan merupakan unsur penting
dalam pematerian. Unsur penting adalah mengontrol siklus panas pekerjaan.

APLTCL024
134 Caterpillar of Australia Pty.Ltd
DASAR-DASAR LISTRIK

Berapa cepat pekerjaan menjadi panas, berapa panasnya, dan berapa lama
pekerjaan tetap panas adalah unsur yang perlu dikontrol untuk memastikan
hasil sambungan pateri yang baik. Pemilihan ukuran soldering iron yang
benar, dan ukuran tip yang benar, adalah faktor penting dalam mengontrol
panas.

Thermal Mass
Faktor pertama yang perlu dipertimbangkan ketika memateri adalah massa
panas (thermal mass) relatif dari sambungan yang akan dipateri. Massa ini
dapat berbeda-beda pada kisaran yang lebar.

Setiap sambungan memiliki massa panasnya masing-masing dan bagaimana


gabungan massa ini dibandingkan dengan massa iron tip akan menentukan
waktu dan kenaikan temperatur bagian yang dipateri.

Kondisi Permukaan
Faktor penting kedua ketika memateri adalah kondisi permukaan. Apabila ada
oksida atau kontaminan lainnya yang menutupi pad atau lead, maka akan
terdapat hambatan terhadap aliran panas. Meskipun iron tip memiliki ukuran
dan temperatur yang benar, iron tip ini mungkin tidak dapat menyediakan
panas yang cukup pada sambungan untuk melelehkan pateri.

Thermal Linkage

Gambar 118 – Minimal thermal linkage akibat pateri


yang tidak cukup di antara pad dan soldering iron tip

Faktor ketiga yang perlu dipertimbangkan adalah thermal linkage. Ini adalah
bidang kontak di antara iron tip dan pekerjaan.

Gambar 118 memperlihatkan gambar soldering iron tip yang sedang


memateri sebuah lead komponen. Panas ditransfer melalui area kontak kecil
di antara soldering iron tip dan pad. Area thermal linkage ini adalah kecil.

APLTC024
© Caterpillar of Australia Pty Ltd 135
DASAR-DASAR LISTIK

Gambar 119 – Solder bridge memberikan thermal linkage untuk


mentransfer panas ke dalam pad dan lead komponen

Gambar 119 juga memperlihatkan gambar soldering iron tip yang sedang
memateri lead komponen. Dalam kasus ini, area kontak lebih besar dengan
menempatkan pateri pada titik kontak dalam jumlah kecil. Tip ini juga
terkena kontak dengan pad dan komponne sehingga meningkatkan thermal
linkage lebih lanjut. Solder bridge ini memberikan thermal linkage dan
memastikan transfer panas secara cepat pada bidang pekerjaan.

APLTCL024
136 Caterpillar of Australia Pty.Ltd
DASAR-DASAR LISTRIK

Melakukan Pematerian
Pada umumnya, soldering iron tip harus diaplikasikan pada titik massa
maksimum sambungan. Hal ini akan memungkinkan terjadinya peningkatan
thermal yang cepat di bagian-bagian yang dipateri. Pateri yang meleleh
selalu mengalir dari area yang lebih dingin ke area yang lebih panas.

Sebelum pateri diaplikasikan, temperatur permukaan bagian-bagian yang


sedang dipateri harus ditinggikan di atas titik leleh pateri. Jangan melelehkan
pateri pada iron tip dan membiarkannya mengalir ke permukaan yang lebih
dingin dari temperatur didih pateri. Pateri yang diaplikasikan pada
permukaan yang bersih, diaplikasikan dengan flux dan yang dipanaskan
dengan benar akan meleleh dan mengalir tanpa kontak langsung dengan
sumber panas dan memberikan permukaan yang mulus dan rata, dan
membentuk bagian pinggir yang tipis. Pematerian yang tidak benar akan
memperlihatkan bentuk yang lebih tebal, tidak beraturan dan tidak rata. Agar
memiliki sambungan pateri yang kuat, bagian-bagian yang sedang dipateri
harus ditahan di tempatnya sampai pateri menjadi padat.

Apabila memungkinkan, gunakan pateri pada bagian atas sambungan


sehingga permukaan sambungan dan bukan iron yang akan melelehkan
pateri, yang akan memungkinkan gravitasi membantu pateri mengalir.
Memilih cored solder dengan ukuran diameter yang benar akan membantu
mengontrol jumlah pateri yang digunakan pada sambungan. Gunakan
diameter kecil untuk sambungan kecil, dan diameter besar untuk sambungan
besar.

Pembersihan setelah memateri


Ketika diperlukan pembersihan, sisa flux harus dibersihkan secepat mungkin,
tetapi tidak boleh lebih dari satu jam setelah memateri. Sejumlah flux
mungkin memerlukan tindakan pembersihan yang lebih segera untuk
mempermudah pembersihan yang memadai. Cara-cara mekanis misalnya
dengan menggoyang-goyangkan, menyemprot, menyikat dan metode-
metode aplikasi lainnya dapat digunakan bersama dengan larutan
pembersih.

Larutan pembersih, larutan dan metode-metode yang digunakan tidak boleh


mempengaruhi bagian-bagian, sambungan, dan material yang sedang
dibersihkan. Setelah melakukan pembersihan, keringkan area yang dipateri
dengan secukupnya, dengan memastikan bahwa jari dan tangan tidak
terkena kontak dengan permukaan yang panas.

Memateri Ulang
Haruslah berhati-hati untuk menghindari perlunya melakukan pematerian
ulang. Ketika perlu melakukan pematerian ulang, standar-standar kualitas
untuk sambungan yang dipateri ulang harus sama dengan sambungan
semula.

Sambungan pateri dalam keadaan dingin atau rusak biasanya hanya


memerlukan pemanasan ulang dan pengaliran kembali pateri dengan
ditambah flux dalam jumlah yang sesuai. Apabila pemanasan ulang tidak

APLTC024
© Caterpillar of Australia Pty Ltd 137
DASAR-DASAR LISTIK

memperbaiki kondisi yang rusak, pateri harus dibersihkan dan sambungan


dipateri kembali.

Kualitas Pekerjaan

Gambar 120 – Pateri menyatu dengan permukaan yang


dipateri, sehingga membentuk sudut kontak yang kecil

Sambungan pateri harus memiliki bentuk yang mulus dan berkilau seperti
satin. Sambungan harus bebas dari goresan-goresan, ujung yang tajam,
kerikil halus, longgar, memar, atau bukati kualitas pekerjaan yang buruk
lainnya. Tanda-tanda pemeriksaan dari test pin dapat diterima asalkan tanda-
tanda tersebut tidak mempengaruhi keutuhan sambungan pateri.

Sambungan pateri yang dapat diterima harus memperlihatkan bukti adanya


wetting dan sambungan yang kuat ketika pateri menyatu dengan permukaan
yang dipateri. Pateri harus membentuk sudut kontak kecil, yang
menunjukkan adanya penyatuan metalurgi dan kesinambungan metalik dari
pateri ke permukaan (Gambar 120).

Celah yang bersih dan mulus atau bagian permukaan tidak rata di fillet atau
lapisan pateri dapat diterima. Transisi yang mulus dari pad ke lead komponen
harus terlihat jelas.

Ketika memateri, ikutilah pedoman-pedoman berikut:


 Gunakan perkakas pemateri untuk memanaskan terminal atau atau
clip. Perkakas ini akan mentransfer panas melalui daya konduksi ke kabel,
yang akan menjadi cukup panas untuk melelehkan pateri. Jangan
memanaskan pateri langsung.
 Pastikan bahwa terdapat solder fillet di antara core (konduktor) dan
terminal atau clip, tetapi tidak pada insulator apabila menggunakan clip.
Pastikan bahwa pateri mencakup konduktor yang terbuka, dan semua clip.
 Apabila memateri di sekitar terminal, pastikan pateri mencakup
konduktor, tetapi tidak memelwati konduktor. Mungkin akan membantu
apabila memiringkan ujung terminal kabel yang sedang diperbaiki sedikit
ke atas untuk mencegah agar pateri tidak mengalir ke terminal.
 Jangan menggunakan terlalu banyak pateri sehingga helaian kabel
masing-masing tidak terlihat.
 Jangan membiarkan perkakas pemateri membakar terminal atau
isolasi.
 Jangan meninggalkan ujung-ujung pateri yang tajam, ini dapat
menyobek pita (tape) yang digunakan untuk mengisolasi perbaikan.

APLTCL024
138 Caterpillar of Australia Pty.Ltd
DASAR-DASAR LISTRIK

 Jangan meninggalkan helaian-helaian kabel menonjol dari perbaikan,


atau menonjol pada insulator.
 Jangan memateri kabel di dalam rangakaian yang beraliran listrik.
Selalu putuskan hubungan daya listrik dari kabel dan kemudian lakukan
perbaikan.

Perkakas
Perkakas berikut dianjurkan untuk digunakan ketika mempersiapkan dan
memateri kabel atau sambungan:
 Diagonal pliers, yang lazim disebut sebagai side cutter, digunakan
untuk memotong kabel lunak dan lead pada komponen-komponen.
Perkakas ini tidak boleh digunakan untuk memotong logam keras seperti
besi atau baja.
 Long-nose atau needle-nose pliers, digunakan untuk menahan kabel
sehingga ujung yang dikelupaskan dapat dipuntir di sekeliling terminal
post, dimasukkan ke dalam terminal eye.
 Wire stripper digunakan untuk membuang isolasi dari kabel pengait
(hook-up wire). Ada berbagai jenis stripper, yang berkisar antara jenis
sederhana yang terdapat pada diagonal plier hingga stripper yang lebih
otomatis dengan berbagai ukuran yang dapat mengelupas isolasi dari
berbagai diameter.
 Soldering iron adalah perkakas standar dalam industri yang digunakan
untuk memateri kabel bersama. Ada banyak jenis perkakas yang
digunakan untuk tujuan ini, misalnya soldering gun, jenis pensil, dll.
Soldering iron diklasifikasikan berdasarkan jumlah daya yang
dikeluarkannya, yang dengan demikian juga diklasifikasikan secara tidak
langsung berdasarkan jumlah panas yang dapat dihasilkannya. Gun
dengan voltasi 100 hingga 125 Watt adalah ukuran soldering gun yang
paling populer. Jenis pekerjaan akan menentukan berapa ukuran iron yang
harus digunakan.
 Heat sink digunakan untuk mencegah panas yang berlebihan
(overheating) saat memateri atau tidak memateri bagian-bagian
elektronik yang sensitif terhadap panas. Heat sink umumnya berupa clip
yang dipasang pada lead di antara body suatu komponen dan titik
terminal dimana panas diaplikasikan. Perkakas ini menyerap dan
mengurangi jumlah panas yang dikonduksi oleh komponen.
 Desoldering tool adalah perkakas yang menyederhanakan pekerjaan
membersihkan lubang-lubang pateri dari pateri papan yang ditandai
dengan goresan ketika lead komponen dibersihkan dari lubang-lubangnya.
Lubang-lubang tersebut harus bebas dari pateri sebelum terminal
komponen baru dapat dimasukkan.

Persiapan Kabel
Dua kabel atau lebih yang memberikan jalur daya konduksi untuk listrik harus
dihubungkan secara listrik. Ini berarti bahwa permukaan kabel yang tidak
diisolasi pada satu kabel harus dihubungan secara mekanis pada permukaan
kabel lainnya yang tidak diisolasi. Untuk memastikan bahwa kabel-kabel tidak
terpisah, atau hubungan mengalami korosi, kabel-kabel tersebut dipateri di
bagian sambungan (junction).

APLTC024
© Caterpillar of Australia Pty Ltd 139
DASAR-DASAR LISTIK

Sebelum kabel-kabel dapat dihubungkan dan dipateri, kabel-kabel harus


dipersiapkan dengan benar. Hal ini melibatkan pengelupasan isolasi pada
ujung-ujung kabel, sehingga memberikan terminal lead yang dapat
disambung terhadap satu sama lain atau ke terminal post atau connector
contact.

Setelah mengelupaskan isolasi, periksalah kabel apakah terdapat goresan


dan perubahan warna. Apabila kabel memiliki bentuk yang mengkilat dan
tidak tergores atau rusak, maka tidak diperlukan persiapan lebih lanjut.
Apabila kabel memiliki bentuk yang kusam atau gelap, maka harus
dibersihkan sebelum dipateri.

Langkah terakhir sebelum mematri kabel adalah melaksanakan tugas yang


disebut “tinning”. Apabila menggunakan kabel-kabel yang terdiri dari helaian-
helaian kabel, maka kabel harus dipuntir dan ditempatkan pada ujung alat
pemateri yang sudah dipanaskan dan dipanaskan pada temperatur yang
cukup sehingga kabel dapat melelehkan pateri.

Hubungan Mekanis

Gambar 12

Beberapa dari connector yang lebih umum adalah post, terminal dan splice.
Gambar 121 memperlihatkan sambungan ke terminal post. Kabel harus
dihubungkan dengan aman pada post melalui ¾ hingga satu putaran penuh.
Jangan memutar kabel pada post beberapa kali. Ini adalah tindakan yang
boros dan juga menyebabkan masalah apabila sambungan perlu dipateri
ulang.

Gambar 122

APLTCL024
140 Caterpillar of Australia Pty.Ltd
DASAR-DASAR LISTRIK

Gambar 122 memperlihatkan sambungan yang lazim dilakukan pada


terminal strip. Puntirlah kabel sehingga membentuk kait (hook) dan
masukkan hook ke dalam lubang pada terminal strip.

Gambar 123

Apabila dua kabel akan disambung, prosedur yang dianjurkan adalah


memuntir masing-masing kabel dalam bentuk kait (hook). Gabungkan kedua
hook dan gunakan pateri pada sambungan. Hal yang dianjurkan untuk
dilakukan adalah bahwa kabel-kabel dilakukan tinning terlebih dahulu
sebelum memateri. Gambar 123 memperlihatkan sambungan hook splice.

Gambar 124

Ketika menghubungkan komponen-komponen yang sensitif terhadap panas


ke terminal post atau terminal strip hal yang dianjurkan untuk dilakukan
adalah menggunakan heat sink device. Gambar 124 memperlihatkan heat
sink yang dihubungkan di antara silicon diode dan terminal post. Heat sink
berfungsi sebagai beban panas (heat load) sehingga mengurangi transfer
panas ke diode.

CONTOH PROSEDUR

Petunjuk-petunjuk yang Membantu


Pematerian yang baik adalah bagian dari keterampilan teknisi. Sambungan
pateri harus kuat secara mekanis agar tidak bergoyang atau bergetar yang

APLTC024
© Caterpillar of Australia Pty Ltd 141
DASAR-DASAR LISTIK

dapat menyebabkan intermittence pada listrik. Secara listrik, kontak pateri


harus memiliki resistansi rendah untuk memberikan transfer sinyal yang baik.
Beberapa aturan pematerian dasar adalah sebagai berikut:

1. Soldering tip harus dilakukan tinning dan bersih.


2. Logam-logam yang akan dipateri harus bersih.
3. Topanglah sambungan secara mekanis apabila memungkinkan
4. Lalukan pra-tinning pada permukaan-permukaan besar sebelum
mematerinya.
5. Gunakan pateri pada sambungan, bukan pada gun atau iron tip. Pateri
harus mengalir bebas dan memiliki benuk yang mengkilat dan mulus.
6. Gunakan hanya pateri dalam jumlah yang cukup untuk membuat
sambungan yang kuat.
7. Apabila flux tambahan digunakan, gunakan pada sambungan. Hanya
rosin flux yang harus digunakan pada sambungan-sambungan listriks.
8. Lakukan pematerian dengan cepat dan jangan membiarkan komponen-
komponen atau isolasi terbakar atau mengalami kelebihan panas.
9. Gunakan pateri resin-core atau yang sejenis. Jangan menggunakan
pateri acid-core untuk sambungan listrik apa pun.

Langkah-langkah Prosedur

1. Keselamatan dan kehati-hatian

Gambar 125

Ketika menggunakan soldering iron, harus berhati-hati untuk memastikan


agar tidak terjadi luka bakar (Gambar 125).

APLTCL024
142 Caterpillar of Australia Pty.Ltd
DASAR-DASAR LISTRIK

Bagian ujung soldering iron harus cukup panas untuk melelehkan pateri
logam.

Gambar 126

2. Menyambung: Persiapkan kabel-kabel yang akan disambung.

Gambar 127

Sementara soldering iron dipanaskan, buanglah isolasi pelindung dalam


jumlah yang sesuai dari kabel. Selalu gunakan perkakas pengelupas
(stripping tool) yang benar dan yang berada dalam kondisi yang baik.

Apabila sambungan akan disekat dengan heat shrink sleeve, potonglah


bagian dari material tubular ini cukup panjang untuk melapisi isolasi kabel di
kedua sisi sambungan. Masukkan di atas ujung salah satu kabel sebelum
menyambungnya (Gambar 127).

3. Menyambung kabel secara mekanis

Gambar 128

Puntirlah kedua kabel untuk membuat sambungan mekanis yang baik di


antara kedua kabel (Gambar 128). Apabila terdapat kotoran di dalam pateri,
dan kabel tidak langsung saling menyentuh satu sama lain, ada kemungkinan
bahwa sambungan adalah kuat secara fisik tetapi mungkin tidak terdapat
sambungan listrik yang baik.

APLTC024
© Caterpillar of Australia Pty Ltd 143
DASAR-DASAR LISTIK

Hal ini dikenal dengan istilah ‘sambungan kering’ (dry joint). Juga penting
sekali bahwa permukaan yang akan disambung dalam keadaan sangat bersih
sebelum memateri atau kalau tidak akan terdapat sambungan yang tidak
baik. Tinning terhadap kabel masing-masing sebelum dipateri akan
membantu menghilangkan ‘sambungan kering’.

4. Menggunakan pateri pada sambungan

Gambar 129

Gunakan soldering iron untuk memanaskan kabel-kabel dan melelehkan


sejumlah pateri.

Tempatkan soldering iron pada kabel-kabel yang disambung untuk


memastikan hanya pateri dalam jumlah yang cukup yang dipateri pada kabel.
Berhati-hatilah untuk tidak menggunakan pateri terlalu banyak. Apabila
menggunakan terlalu banyak panas, maka isolasi kabel akan meleleh
(Gambar 129).

Gambar 130

Setelah selesai mematri, bersihkan sisa flux dari sambungan dengan kain lap
dan larutan pembersih (Gambar 130).

5. Membungkus sambungan

APLTCL024
144 Caterpillar of Australia Pty.Ltd
DASAR-DASAR LISTRIK

Gambar 131

Setelah sambungan listrik dibuat, dan telah cukup dingin, tempatkan


insulator sleeve copver pada sambungan.

Ada beberapa jenis sleeve. Jenis yang paling populer adalah shrink yang
dibungkus pada sambungan dengan menggunakan sumber panas (Gambar
131).

Gambar 132

Jenis lainnya terdiri dari lem yang ketika dipanaskan meleleh ke dalam dan
menyekat sambungan (Gambar 132 kiri).

Apabila tidak tersedia heat shrink sleeve, maka hal yang dapat dilakukan
adalah menyekat dan melindungi sambungan dengan electrical insulating
tape (Gambar 132 kanan).

6. Terminal: Memeriksa panjang sambungan

Gambar 133

Untuk memateri kabel ke sebuah terminal connector, sambungan yang lebih


baik akan diperoleh apabila helaian-helaian kabel tidak dipuntir dengan
kencang sebelum menempatkannya pada terminal. Hal ini memberikan

APLTC024
© Caterpillar of Australia Pty Ltd 145
DASAR-DASAR LISTIK

terminal permukaan yang lebih luas untuk terkena kontak dengan kabel
ketika dipateri.

Akan tetapi, mungkin akan menjadi sulit untuk memasukkan kabel-kabel ke


dalam terminal apabila semuanya adalah helaian-helaian kabel yang longgar.
Oleh karena itu, puntirlah semuanya secukupnya (Gambar 133).

Gambar 134

... untuk membantu memasukkan kabel dalam keadaan bersih.

Pasanglah bullet atau terminal pada kabel (Gambar 134) untuk memastikan
bahwa bagian kabel yang isolasinya sudah dikelupas

Gambar 135

... tidak menonjol melebihi bahu terminal yang diisolasi (Gambar 135). Lalu
lepaskan bagian kabel dari terminal.

7. Menggunakan pateri

Gambar 136

APLTCL024
146 Caterpillar of Australia Pty.Ltd
DASAR-DASAR LISTRIK

Lapisi kabel dengan lapisan pateri persiapan yang tipis. Tindakan ini disebut
melakukan ‘tinning” pada kabel dan membantu membuat sambungan
terakhir (Gambar 136).

Dengan menggunakan resin cored solder, maka tidak perlu mempersiapkan


permukaan dengan bahan-bahan flux karena ini sudah digabungkan ke dalam
core pateri.

Gambar 137

Masukkan kabel kembali ke dalam terminal (Gambar 137).

Gambar 138

... dan tempatkan iron pada terminal agar cukup panas untuk melelehkan
lebih banyak pateri lagi di antara terminal dan kabel yang sudah dilapisi
pateri (Gambar 138). Berhati-hatilah agar tidak menggunakan pateri terlalu
banyak, dan apabila terminal terlalu panas maka isolasi kabel akan mulai
meleleh.

8. Menutupi terminal

APLTC024
© Caterpillar of Australia Pty Ltd 147
DASAR-DASAR LISTIK

Gambar 139

Setelah sambungan listrik dibuat, dan cukup dingin untuk memungkinkan


ditangani lebih lanjut, pasanglah insulator cover pada terminal (Gambar
139)...

Gambar 140

... dan gunakan sambungan (Gambar 140).

APLTCL024
148 Caterpillar of Australia Pty.Ltd