Anda di halaman 1dari 2

PENATALAKSANAAN

STATUS EPILEPTIKUS
No. Dokumen : SOP/UKP/ /I/2017
No. Revisi :-
SOP TanggalTerbit : 16 Januari 2017
Halaman : 1/3

UPTD
dr. ANGGREINY GINTING
PUSKESMAS DTP
PAGADEN NIP. 19690914 200212 2 003

Prosedur ini mengatur standar penatalaksanaan status epileptikus di UPTD


1. Pengertian Puskesmas DTP Pagaden berdasarkan standar profesi dokter di fasilitas kesehatan
primer
Sebagai panduan dalam mendiagnosis, melakukan penatalaksanaan pasien status
2. Tujuan
epileptikus di UPTD Puskesmas DTP Pagaden
Keputusan Kepala Puskesmas Pagaden Nomor : 440/ 04/ PKM Pagaden/ I/ 2017
3. Kebijakan
Tentang Jenis Jenis Pelayanan
Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 5 Tahun 2014 tentang
4. Referensi
Panduan Praktik Klinis Bagi Dokter Di Fasilitas Pelayanan Kesehatan Primer.
5. Prosedur/ I. Petugas menyiapkan alat dan bahan
langkah-langkah 1) Alat
a. Tensi meter
b. Stetoskop
c. Oksigen
d. Lampu senter/ penlight
e. Pulse oksimeter
f. Thermometer
g. Kain kasa
h. Alat pengukur gula darah sederhana
2) Bahan
a. Buku status pasien
b. Lembaran resep
c. Form rujukan
II. Petugas yang melaksanakan: a. Dokter umum
b. Perawat umum
III. Langkah-langkah:
a. Petugas melakukan pengukuran, tekanan darah, nadi, saturasi oksigen dan
suhu tubuh kemudian mencatat dalam buku status pasien.
b. Petugas melakukan anamnesis terhadap keluarga/care giver pasien
1. Pasien datang dengan kejang, keluarga pasien perlu ditanyakan
mengenai riwayat penyakit epilepsi dan pernah mendapatkan obat anti
epilepsi serta penghentian obat secara tiba-tiba
2. Riwayat penyakit tidak menular sebelumnya, seperti: diabetes mellitus,
stroke dan hipertensi
3. Riwayat gangguan imunitas, misalnya HIV disertai infeksi oportunistik
4. Data tentang bentuk dan pola kejang
c. Petugas melakukan pemeriksaan fisik
Pada pemeriksaan ditemukan adanya kejang atau gangguan perilaku,
penurunan kesadaran, sianosis, diikuti oleh takikardi dan peningkatan
tekanan darah, dan sering diikuti hiperpireksia
d. Petugas melakukan pemeriksaan penunjang
Pemeriksaan gula darah sewaktu
e. Petugas melakukan analisa diagnosis terhadap pasien
Diagnosis Status Epileptikus (SE) ditegakkan dari anamnesis dan
pemeriksaan fisik.
e. Petugas memberikan terapi kepada pasien
Pasien dengan status epileptikus, harus dirujuk ke fasilitas pelayanan
kesehatan sekunder yang memiliki dokter spesialis saraf. Pengelolaan SE
sebelum sampai faskes sekunder adalah:
1. Stadium I (0-10 menit)
o Memperbaiki fungsi kardiorespirasi
o Memperbaiki jalan nafas, pemberian oksigen, resusitasi bila
perlu
o Pemberian benzodiazepin rektal 10 mg
2. Stadium II (1-60 menit)
o Pemeriksaan status neurologis
o Pengukuran tekanan darah nadi dan suhu
o Pemeriksaan EKG (bilatersedia)
o Memasang infus pada pembuluh darah besar dengan NaCl 0,9 %.
3. Rencana tindak lanjut
Melakukan koordinasi dengan PPK II dalam hal oemantauan obat
dan bangkitan pada pasien
f. Petugas melakukan konseling dan edukasi
Memberikan informasi penyakit kepada individu dan keluarganya,
tentang:
1. Penyakit dan tujuan merujuk
2. Pencegahan komplikasi terutama aspirasi
3. Pencegahan kekambuhan dengan meminum OAE secara teratur dan
tidak menghentikannya secara tiba-tiba
4. Menghindari aktifitas dan tempat-tempat berbahaya

g. Petugas melakukan rujukan sesuai kriteria rujukan


Semua pasien dengan status epileptikus setelah ditegakkan diagnosis dan
telah mendapatkan penanganan awal segera dirujuk untuk:
1. Mengatasi serangan
2. Mencegah komplikasi
3. Mengetahui etiologi
4. Pengaturan obat
h. Petugas menulis dokumen rekam medis pasien.
1. UGD
6. Unit terkait
2. Farmasi