Anda di halaman 1dari 8

M.

K Epidemiologi Gizi Hari/Tanggal: 25 November 2019


TUGAS INDIVIDU

“Kapita Selekta Epidemiologi Gizi”

Oleh
Rasyid Avicena (1711222013)

Dosen Pengampu :

Dr. Denas Symon, MCN (DS)


Dr. dr. Masrul, MSc, SpGK (MA)
Dr. Idral Purnakarya, SKM, MKM (IP)

Program Studi Gizi

Fakultas Kesehatan Masyarakat

Universitas Andalas

2019
1. Pengertian Epidemiologi
Kata epidemiologi berasal dari Bahasa Yunani, epi berarti pada /
tentang, demos berarti penduduk, dan logos berarti ilmu. Epidemiologi adalah ilmu yang
mempelajari tentang penduduk. Sedangkan dalam pengertian pada saat ini epidemiologi
adalah suatu cabang ilmu kesehatan untuk menganalisi distribusi dan faktor-faktor yang
berhubungan dengan berbagai masalah kesehatan dalam suatu penduduk tertentu dengan
tujuan untuk melakukan pencegahan dan penanggulangannya.
Sebagai ilmu yang selalu berkembang, epidemiologi senantiasa mengalami
perkembangan pengertian dan karena itu pula mengalami modifikasi dalam
batasan/definisinya. Beberapa definisi telah dikemukakan oleh para pakar epidemiologi,
beberapa diantaranya adalah :
a. Menurut WHO
Epidemiologi adalah ilmu yang mempelajari distribusi dan determinan dari
peristiwa kesehatan dan peristiwa lainnya yang berhubungan dengan kesehatan yang
menimpa sekelompok masyarakat dan menerapkan ilmu tersebut untuk memecahkan
masalah-masalah tersebut.
b. Greenwood ( 1934 )
Mengatakan bahwa epidemiologi mempelajari tentang penyakit dan segala macam
kejadian yang mengenai kelompok ( herd ) penduduk. kelebihannya adalah adanya
penekanan pada kelompok penduduk yang mengarah kepada distribusi suatu penyakit.
c. Wade Hampton Frost ( 1972 )
Mendefinisikan epidemiologi sebagai suatu pengetahuan tentang fenomena massal (
mass phenomen ) penyakit infeksi atau sebagai riwayat alamiah ( natural history )
penyakit menular. di sini tampak bahwa pada waktu itu perhatian epidemiologi hanya
ditujukan kepada masalah penyakit infeksi yang terjadi/mengenai masyarakat/massa.
d. Anders Ahlbom & Staffan Norel ( 1989 )
Epidemiologi adalah ilmu pengetahuan mengenai terjadinya penyakit pada populasi
manusia.
e. Abdel R. Omran ( 1974 )
Epidemiologi adalah suatu ilmu mengenai terjadinya dan distribusi keadaan
kesehatan, penyakit dan perubahan pada penduduk, begitu juga determinannya serta
akibat – akibat yang terjadi pada kelompok penduduk.
f. Hirsch ( 1883 )
Epidemiologi adalah suatu gambaran kejadian, penyebaran dari jenis – jenis
penyakit pada manusia pada saat tertentu di berbagai tempat di bumi dan mengkaitkan
dengan kondisi eksternal
g. Robert H. Fletcher ( 1991 )
Epidemiologi adalah disiplin riset yang membahas tentang distribusi dan determinan
penyakit dalam populasi.
h. Lilienfeld ( 1977 )
Epidemiologi adalah suatu metode pemikiran tentang penyakit yang berkaitan
dengan penilaian biologis dan berasal dari pengamatan suatu tingkat kesehatan
populasi.
i. Moris ( 1964 )
Epidemiologi adalah suatu pengetahuan tentang sehat dan sakit dari suatu
penduduk.
j. Pengertian Epidemiologi Menurut Center Of Disease Control (CDC) 2002
Definisi epidemiologi menurut cdc 2002, last 2001, gordis 2000 menyatakan bahwa
epidemiologi adalah : “ studi yang mempelajari distribusi dan determinan penyakit dan
keadaan kesehatan pada populasi serta penerapannya untuk pengendalian masalah –
masalah kesehatan”.

1.1. Tujuan Epidemiologi


Tujuan epidemiologi adalah untuk :
a. Menggambarkan status kesehatan populasi
b. Menentukan sebab masalah kesehatan
c. Menentukan riwayat alamiah suatu penyakit
d. Mengevaluasi suatu tindakan intervensi kesehatan
e. Meramalkan terjadinya masalah kesehatan di populasi
f. Menanggulangi masalah kesehatan yang terjadi dengan tindakan pencegahan
atau pengobatan
1.2. Kegunaan Epidemiologi
Kegunaan Epidemiologi menurut Brownson and Petiti, 1998 yaitu :
a. Menemukan faktor – faktor yang mempengaruhi kesehatan (agent, host, dan
lingkungan) sebagai dasar (ilmiah) untuk tindakan penyakit, kecelakaan (injury)
dan promosi kesehatan
b. Menentukan penyebab utama kesakitan, kecacatan, dan kematian untuk
menetapkan prioritas tindakan dan riset
c. Mengidentifikasi kelompok penduduk risiko tinggi dari suatu penyakit,
sehingga tindakan dapat segera diprioritaskan
d. Mengevaluasi efektifitas program – program kesehatan dan upaya pelayanan
dalam rangka peningkatan kesehatan penduduk
2. Tujuan Mempelajari Epidemiologi

Secara umum, dapat dikatakan bahwa tujuan yang hendak dicapai dalam epidemiologi
adalah memperoleh data frekuensi, distribusi dan determinan penyakit atau fenomena lain
yang berkaitan dengan kesehatan masyarakat, misalnya:

1. Penelitian epidemiologis yang dilakukan pada kejadian luar biasa akibat keracunan
makanan dapat digunakan untuk mengungkapkan makanan yang tercemar dan
menemukan penyebabnya.
2. Penelitian epidemiologis yang dilakukan untuk mencari hubungan antara karsinoma
paru-paru dengan asbes, rokok dengan penyakit jantung dan hubungan-hubungan
penyakit dan masalah kesehatan lainnya
3. Menentukan apakah hipotesis yang dihasilkan dari percobaan hewan konsisten
dengan data epidemiologis.
4. Memperoleh informasi yang dapat digunakan sebagai bahan pertimbangan dalam
menyusun perencanaan, penanggulangan masalah kesehatan, serta menentukan
prioritas masalah keseahatan masyarakat.

Sedangkan tujuan epidemiologi menurut Risser (2000), Gordis (2000), Gerstman (1998),
Kleinbaum (1982) dapat di simpulkan sebagai berikut :

1. Mendeskripsikan Distribusi, kecenderungan dan riwayat alamiah suatu penyakit


atau keadaan kesehatan populasi.
2. Menjelaskan etiologi penyakit.
3. Meramalkan kejadian penyakit.
4. Mengendalikan distribusi penyakit dan masalah kesehatan populasi.
Hal yang perlu kita perhatikan sebagai tenaga kesehatan khususnya yang memiliki
basic di bidang epidemiologi yang mengetahui apa saja ruang lingkup atau jangkuan
epidemiologi, karena ruang lingkup epidemiologi semakin berkembang seiring dengan
perkembangan teknologi dan kebutuhan masyarakat. Perkembangan tersebut secara kasat
mata dapat kita lihat dalam lingkup kesehatan sekarang ini. Sebagai gambaran
perkembangan ruang lingkup epidemiologi data dilihat sebagai berikut.
Mula-mula epidemiologi hanya mempelajari penyakit yang dapat menimbulkan
wabah melalui temuan-temuan tentang jenis penyakit wabah, cara penularan dan penyebab
serta bagaimana penanggulangan penyakit wabah tersebut. Kemudian tahap berikutnya
berkembang lagi menyangkut penyakit infeksi non-wabah. Berlanjut lagi dengan
mempelajari penyakit non-infeksi seperti jantung, karsinoma, hipertensi, dll. Perkembangan
selanjutnya mulai meluas ke hal-hal yang bukan penyakit seperti fertilitas menopause,
kecelakaan, kenakalan remaja, penyalah gunaan obat-obat terlarang, merokok, hingga
masalah kesehatan yang sangat luas ditemukan di masyarakat. Diantaranya masalah
keluarga berencana, masalah kesehatan lingkungan, pengadaan tenaga kesehatan,
pengadaan sarana kesehatan dan sebagainya.dengan demikian, subjek dan objek
epidemiologi berkaitan dengan masalah kesehatan secara keseluruhan.
Pekerjaan epidemiologi dalam mempelajari masalah kesehatan, akan memanfaatkan
data dari hasil pengkajian terhadap sekelompok manusia, apakah itu menyangkut masalah
penyakit, keluarga berencana atau kesehatan lingkungan. Setelah dianalisis dan diketahui
penyebabnya dilakukan upaya-upaya penanggulangan sebagai tindak lanjutnya.
Pekerjaan epidemiologi akan dapat mengetahui banyak hal tentang masalah
kesehatan dan penyebab dari masalah tersebut dengan cara menganalisi data tentang
frekuensi dan penyebaran masalah kesehatan yang terjadi pada sekelompok manusia atau
masyarakat. Dengan memanfaatkan perbedaan yang kemudian dilakukan uji statistik, maka
dapat dirumuskan penyebab timbulnya masalah kesehatan. Di era modern dan
perkembangan teknologi seperti sekarang ini memicu jangkauan epidemiologi semakin
meluas. Secara garis besarnya jangkauan atau ruang lingkup epidemiologi antara lain:
1. Epidemiologi penyakit menular :
Sebagai bentuk upaya manusia untuk mengatasi gangguan penyakit menular yang
saat ini hasilnya sudah tampak sekali.
2. Epidemiologi penyakit tidak menular :
Upaya untuk mencegah penyakit yang tidak menular seperti kecelakaan lalu lintas,
penyalahgunaan obat dan lain-lain.
3. Epidemiologi kesehatan reproduksi
4. Epidemiologi kesehatan lingkungan dan Epidemiologi kesehatan kerja :
Merupakan bagian dan cabang dari epidemiologi yang mempelajari dan
menganalisis keadaan kesehatan tenaga kerja akibat pengaruh keterpaparan pada
lingkungan kerja baik yang bersifat fisik, kimia, biologi, social budaya serta
kebiasaan hidup para pekerja.
5. Epidemiologi kesehatan darurat
6. Epidemiologi kesehatan jiwa :
Salah satu pendekatan dan analisis masalah gangguan jiwa dalam masyarakat baik
mengenai keadaan kelainan jiwa kelompok penduduk tertentu, maupun analisis
berbagai faktor yang mempengaruhi timbulnya gangguan jiwa dalam masyarakat.
7. Epidemiologi perencanaan
8. Epidemiologi prilaku
9. Epidemiologi genetic
10. Epidemiologi gizi :
Banyak digunakan dalam menganalisis masalah gizi masyarakat, dimana masalah
ini erat hubungannya dengan berbagai factor yang menyangkut pola hidup
masyarakat.
11. Epidemiologi remaja
12. Epidemiologi demografi :
Cabang epidemiologi yang menggunakan system pendekatan epidemiologi dalam
menganalisis berbagai permasalahan yang berkaitan dengan bidang demografi serta
factor-faktor yang mempengaruhi berbagai perubahan demografi yang terjadi dalam
masyarakat.
13. Epidemiologi klinik :
Banyak yang saat ini sedang dikembangkan para klinisi yang bertujuan untuk
membekali para klinisi atau para dokter dan tenaga medis tentang cara pendekatan
masalah melalui disiplin ilmu epidemiologi.
14. Epidemiologi kausalitas
15. Epidemiologi pelayanan kesehatan :
salah satu system pendekatan managemen dalam menganalisis masalah, mencari
factor penyebab timbulnya suatu masalah serta penyusunan rencana pemecahan
masalah tersebut secara menyeluruh dan terpadu.
16. dan sebagainya.
3. Hubungan Epidemiologi dengan Gizi
Epidemiologi gizi adalah ilmu yang mempelajari sebaran, besar, dan determinan
masalah gizi dan penyakit yang berhubungan dengan masalah gizi, serta penerapannya
dalam kebijakan dan program pangan dan gizi untuk mencapai kesehatan penduduk yang
lebih baik. Epidemiologi gizi adalah satu-satunya metode ilmiah yang menghasilkan
informasi langsung tentang kaitan antara gizi dengan kesehatan dalam populasi manusia
yang mengkonsumsi zat gizi dan pangan dalam jumlah yang lazim.
Tidak mudah mempelajari kaitan antara gizi dengan kesehatan atau antara gizi
dengan timbulnya penyakit sehingga dapat memunculkan tantangan metodologis. Hal ini
disebabkan oleh fakta bahwa diet bukanlah paparan tunggal dalam timbulnya penyakit,
akan tetapi merupakan sekumpulan variabel yang saling berinterkorelasi. Selanjutnya,
dijelaskan oleh Willett (1987) bahwa variabel-variabel tersebut kemungkinan memiliki
hubungan non-linier dengan penyakit dan berinteraksi satu sama lain.
Selain itu, dikatakan oleh Freudenheim (1999), dalam menjawab pertanyaan
bagaimana hubungan antara diet dengan penyakit, epidemiolog harus memperhitungkan
kerumitan dari kebiasaan makan, interkorelasi antar kebiasaan makan, dan korelasi antara
kebiasaan tersebut dengan perilaku lain.
Hal lain yang menyebabkan sulitnya menghubungkan antara diet dengan timbulnya
penyakit adalah sulitnya mengukur asupan pangan yag sebenarnya (true intake). Hal ini
akan semakin terasa pada penyakit kronis yang membutuhkan paparan diet yang lama
untuk menimbulkan penyakit tersebut. Sebagai contoh, kaitan antara konsumsi pangan
dengan timbulnya penyakit jantung koroner dijelaskan sebagai berikut:
Penyakit jantung koroner memerlukan paparan diet, terutama diet yang
mengandung kadar lemak yang tinggi, dan dikonsumsi dalam jangka panjang. Hal ini
membutuhkan data asupan pangan yang tepat. Oleh karena itu, dibutuhkan metode
penilaian konsumsi panga yang tepat untuk dapat menggambarkan rata-rata atau kebiasaan
konsumsi pangan. Metode riwayat makanan mungkin salah satu metode yang tepat, akan
tetapi daya ingat subjek akan makanan yang dikonsumsi setahun atau puluhan tahun yang
lalu menjadi kendala. Oleh karena itu, salah satu isu yang penting diperhatikan dalam
mempelajari kaitan antara diet dengan penyakit adalah pemilihan metode penilaian
konsumsi pangan dan desain penelitian yang cocok.
4. Kenapa Mahasiswa Gizi Perlu Mempelajari Epidemiologi
Epidemiologi merupakan ilmu dasar kesehatan masyarakat, proses penyelesaian
masalah, serta kunci dari pelayanan kesehatan dan pencegahan penyakit. Epidemiologi
mampu memaparkan asal mula penyakit, bagaimana penyakit dapat menyebar di
masyarakat, seberapa besar kejadian penyakit pada spesifik populasi, faktor apa saja yang
dapat mempengaruhi kejadian penyakit dan wabah, serta bagaimana cara mengendalikan
penyakit tersebut. Secara sederhana, epidemiologi merupakan kunci penting untuk
memahami penyebaran penyakit serta menciptakan kesehatan pada masyarakat luas.
Beegitu banyak permasalahan di gizi yang denngan epidemiologi kita bisa
menyelesaikan permasalahan – permasalahan tersebut. Oleh karena itu bagi mahasiswa gizi
sangat perlu untuk mempelajari hal – hal yang berkaitan dengan epidemiologi.