Anda di halaman 1dari 9

Farmaka

Suplemen Volume 15 Nomor 1 11

Artikel Review : POTENSI EKSTRAK TANAMAN TERHADAP PENGUJIAN


XANTIN OKSIDASE SECARA IN VITRO

Aidil Nur Malaya, Imam Adi Wicaksono

Fakultas Farmasi, Universitas Padjadjaran


Jl. Raya Bandung, Sumedang Km 21 Jatinangor 45363
Email : aidilnurmalaya@gmail.com

ABSTRAK

Enzim xantin oksidase berperan dalam mengkatalis hidroksilasi dari hipoxantine menjadi
xantin dan xantin menjadi asam urat, dimana xantin akan di sekresikan melalui ginjal.
Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan terhadap tanaman buah asam gelugur (Garcinia
atroviridis Griff. ex. T. Anders.), buah manggis (Garcinia mangostana L.), sidaguri (Sida
rhombifolia L.stems), daun tempuyung (Sonchus arvensis L. leaves) memiliki aktivitas
hyperurisemia dengan konsentrasi hambat (IC50) yang berbeda. Metode yang digunakan pada
review ini adalah systemic review. Pencarian data primer dilakukan dengan pencarian secara
online. Hasil yang didapatkan dari beberapa artikel berkaitan dengan konsentrasi hambat
(IC50) xantin oksidase secara in vitro yaitu pada ekstrak tanaman kulit buah rambutan 8.31
µg/mL, buah asam gelugur 8.31 µg/mL, buah mangis 15.54 µg/mL, sidaguri 21.43 µg/mL
dan daun tempuyung 23.64 µg/mL. Ekstrak tanaman tersebut memiliki aktivitas hambat
enzim xantin oksidase didasarkan pada nilai IC50. Flavonoid diduga memiliki aktivitas daya
hambat dalam pembentukan xantin oksidase.

Kata kunci: konsentrasi hambat (IC50), ekstrak tanaman, xantin oksidase

ABSTRACT

The xanthine oxidase enzyme plays a role in catalyzing the hydroxylation of hypoxanthine to
xanthine and xanthine to uric acid, in which xanthine is secreted through the kidneys. Based
on the research that has been done on the plant fruits gelugur (Garcinia atroviridis Griff, Ex
T. Anders.), Mangosteen (Garcinia mangostana L.), sidaguri (Sida rhombifolia L.stems),
tempuyung leaf (Sonchus arvensis L. leaf) Hyperuricemia activity with different inhibitory
concentrations (IC50). The method used in this review is a systemic review. Primary data
search is done by searching online with inclusion criteria based on the criteria of accredited
national journals and accredited international journals according to DIKTI in the last 10
years. The libraries being excluded are libraries that conduct research on xanthine oxidase
inhibitory activity in plants in the last 10 years both nationally and internationally. Exclusion
criteria in article review are articles and scientific journals that do not discuss in detail about
the theme of xantin oksidase. The results obtained from several articles related to the
inhibitory concentration of xanthine oxidase inhibition (IC50) in vitro on the rambutan skin
plant extract 8.31 μg / mL, 8.31 μg / mL gelugur acid, 15.54 μg / mL mangosteen fruit,
sidaguri 21.43 μg / mL And tempuyung leaves 23.64 μg / mL. The plant extracts that have
inhibitory activity of xanthine oxidase enzyme on IC50. Flavonoids History has inhibitory
activity in the formation of xanthine oxidase.

Keyword: Inhibition concentration (IC50), plant extract, xanthine oxidase


Farmaka
Suplemen Volume 15 Nomor 1 12

Pendahuluan Allupurinol adalah obat yang


Xantin oksidase adalah ezim yang secara klinis digunakan untuk pengobatan
memliki peran penting dalam mengkatalis gout. Saat ini, allupurinol merupakan obat
hidroksilasi dari hipoxantin menjadi xantin sintesis yang digunakan kebanyakan
dan xantin menjadi asam urat. Selain itu, masyarakat dalam menghambat sintesis
xantin oksidase juga berperan dalam asam urat. Kadar asam urat normal pada
menghasilkan radikal bebas hidroksil dan lelaki 3,4-7.0m/dL dan pada wanita 2,4-6.0
hidrogen peroksida yang dapat menambah mg/dL (Riches, 2009). Allupurinol bekerja
atau memulai tekanan oksidatif (Hille, dengan cara menghibisi xantin oksidase
1981). dan enzim yang menukar hipoxantin
Xantin oksidase digunakan dalam menjadi xantin, dan xantin menjadi asam
pengobatan asam urat, neuropati dan batu urat. Selanjutnya, obat tersebut akan
ginjal yang mengarah ke pada keadaan menurunkan konsentrasi darah pada asam
hiperuresimia. Hiperuresimia adalah urat. Akan tetapi, penggunaan allupurinol
keadaan terjadinya kelebihan produksi yang terlalu sering atau berlebihan dapat
asam urat atau kurangnya ekskresi asam. menimbulkan seperti nefropati, hepatitis,
Produksi asam urat dikatalisasi oleh xantin gangguan pencernaan, berkurangnya sel
oksidase yang berlangsung di hati darah putih, alergi dan kerusakan hati
(Bustanji, 2011). Penghambatan Xantin (Doha, 2008). Dengan adanya efek yang
oksidase dapat menjadi jalan terapi untuk tidak diiginkan tersebut, maka terapi
pengobatan gout. Gout adalah sejenis sakit alternatif yang berasal dari tumbuhan
sendi yang ditandai dengan pembengkakan diharapkan dapat membantu mengurangi
pada sendi yang berpengaruh kepada efek samping serta memiliki efektivitas
penurunan kualitas hidup (Wallace KL, yang sama atau lebih dalam menghibisi
2004). xantin oksidase.
Xantin oksidase berasal dari Mekanisme pembentukan xantine
golongan enzim molybendum iron-sulfur oksidase dimulai dari xantin oksidase
flavin hydroxylase, dimana enzim tersebut mengkatalisis oksidasi hypoxantin menjadi
ditemukan terutama pada organ hati, xantin dan selanjutnya xantin menjadi
ginjal, otak dan saluran gastrointestinal. asam urat (Mittal, 2008). Selama proses
Selain itu, enzim tersebut juga terdapat di reoksidasi xantin oksidase, oksigen
seluruh sistem kardiovaskular (George, bertidak sebagai akseptor elektron,
2008). menghasilkan radikal superoksida dan
hidrogen peroksida [10]. Selama reaksi ini
Farmaka
Suplemen Volume 15 Nomor 1 13

berlangsung, radikal anion superoksida zat kedalam pelarut, dimana perpindahan


(O2-) dan H2O2 terbentuk (Kelley, 2010). mulai terjadi pada lapisan antar muka
Radikal anion superoksida secara spontan kemudian berdifusi masuk kedalam pelarut
atau dibawah pengaruh dimutase (SOD) (Harborne, 1987).
berubah menjadi hidrogen peroksida dan Jenis ekstraksi bahan alam yang
oksigen. Reaksi ini dapat ditulis sebagai sering dilakukan adlaah ekstraksi secara
berikut (Flemmig, 2011). panas degan refluks dan penyulingan uap
air dan ekstraksi secara dingin dengan
maserasi, perkolasi dan alat soxhlet.
Diantara metode tersebut peneliti lebih
sering menggunakan metode maserasi
dalam melakukan ekstraksi. Metode
Gambar 1. Reaksi pembentukan xantin
maserasi bertujuan untuk menghindari
oksidase
kerusakan atau menjaga senyawa yang
tidak tahan terhadap pemanasan.
Evaluasi konsentrasi hambat (IC50)
terdiri atas metode in vitro dan in vivo.
Metode
Metode in vitro lebih sering digunakan
Metode pencarian, identifikasi, dan
para penelti dalam menentukan konsentrasi
mengundah data artikel atau jural ilmiah
hambat (IC50) xantin oksidase pada ekstrak
menggunakan sumber internet dari
tanaman, metode ini tidak memerlukan
database Google Scholar dengan studi
waktu yang lama dalam proses penelitian,
systemic riview dengan pendekatan meta-
bahkan metode ini juga tidak memerlukan
agregrasi. Adapun kriteria inklusi dari
baiaya yang besar dibandingkan dengan
sumber data yang digunakan sebagai
metode in vitro yang lebih rumit dan
referensi adalah artikel atau jurnal ilmiah
membutuhkan waktu yang lama serta biaya
yang berkaitan dengan studi penelitian
yang mahal.
evaluasi konsentrasi hambat “xantin
Ekstraksi adalah penyiapan zat-zat
oksidase”, “metode ekstraksi”, “ekstrak
berkhasiat atau zat-zat aktif dari bagian
tanaman”, “in vitro” dalam rentang 10
tanaman obat, hewan da beberapa jenis
tahun terakhir (2007-2017). Pemilihan
ikan termasuk biota laut. Tujuan dilakukan
artikel berdasarkan (i) konsentrasi inhibisi
ekstraksi bahan alam adalah untuk menarik
(IC50) xantin oksidase pada ekstrak
komponen kimia yang terdapat pada bahan
tanaman, (ii) prosedur pengujian ektrak
alam. Prinsip dari ekstraksi didasarkan
tanaman, dan (iii) pemilihan metode in
pada prinsip perpindahan massa komponen
Farmaka
Suplemen Volume 15 Nomor 1 14

vitro. Kreteria ekslusi pada review artikel xantinoksidase dan jurnal yang tidak
yaitu artikel dan jurnal ilmiah yang tidak masuk dalam rentang tahun 2007-2017.

Nama Tanaman % Daya Hambat Terhadap Xantin Oksidase IC50


(ug/mL)
8(ug/mL) 12(ug/mL) 16(ug/mL) 20(ug/mL) 24(ug/mL) 25(ug/mL)

Garcinia atroviridis Griff. ex. 39.872 46.154 50.153 55.769 67.051 67.051 8.31
T. Anders (Dira, 2014)

Garcinia mangostana L. 49.2 55.4 63.3 70 77.3 67.051 15.54


(Dira, 2014)
membahas secara detail mengenai tema

Nama Tanaman % Daya Hambat Terhadap Xantin Oksidase IC50


(ug/mL)
50(ug/m) 100(ug/mL) 150(ug/mL) 200(ug/mL) 300(ug/mL)
Phaseolus 4.8 9.3 16 19.2 26 >300
vulgaris
Papilinaceae
(Ali, 2009)
Mentha pulegium 10 27 41.2 48 61.4 207.1
Labiatae
(Ali, 2009)
Matricaria 9.6 25 35.2 40 55.9 249.4
chamomilla
Compositae
Tabel 1. Aktivitas Ekstrak Tanaman Terhadap Xantin Oksidase Secara In Vitro pada Konsentrasi 8-25
(Ali, 2009) ug/mL
Cynara scolymus 4.6 7.6 12 25 25 >300
Compositae
(Ali, 2009)
Hypericum - 5.4 200 34.5 35 336.1
perforatum
Hupericaceae
(Ali, 2009)
Mimosa pudica 33.98 62.26 - 89.87 - 83.12
Linn. herbs
(Rini, 2016)
Orthosiphon 33.98 68.59 - 81.7 - 92.14
stamineus
TabelBenth
2. Aktivitas Ekstrak Tanaman Terhadap Xantin Oksidase Secara In Vitro pada Konsentrasi 50-
leaves 300 ug/mL
(Rini, 2016)
Sonchus arvensis 47.37 82.18 - 88.45 - 23.64
L. leaves
(Rini, 2016)
Andrographis 31.19 54.13 - 88.45 - 97.09
paniculata
(Burn.f.) Nees
leaves
(Rini, 2016)
Sida rhombifolia 50.85 80.59 - 93.52 - 21.43
L. stems
(Rini, 2016)
Hasil
Farmaka
Suplemen Volume 15 Nomor 1 15

Pembahasan sampel yang dibutuhkan untuk


Artikel ini bertujuan untuk menghambat 50% enzim xantin oksidase.
mengetahui ekstrak tanaman yang Perhitungan nilai IC50 dapat ditentukan
memiliki daya hambat terhadap xantin dengan membuat kurva antara konsentrasi
oksidase secara in vitro. Evaluasi larutan dengan persen daya hambat.
konsentrasi hambat xantin oksidase Berdasarkan pernyataan tersebut,
terhadap ekstrak ini dilakukan dengan maka didapatkan tidak semua ekstrak
melihat berapa banyak ekstrak tanaman tanaman memiliki daya hambat terhadap
tersebut mampu menghambat xantin pembentukan xantin oksidase. Daya
oksidase. Pada parameter evaluasi hambat terhadap pembentukan xantin
konsentrasi hambat xantin oksidase secara oksidase dipengaruhi oleh kandungan
in vitro yang diamati adalah kemampuan metabolit sekunder yang terdapat pada
ekstrak tanaman dalam menghambat enzim tanaman. Flavanoid merupakan kandungan
xantin oksidase. Xantin oksidase adalah metabolit sekunder yang memiliki daya
suatu enzim yang berperan penting dalam hambat yang tinggi dalam menurunkan
sintesis asam urat, yang sangat aktif aktifitas xantin oksidase. Maka, tanaman
bekerja di dalam hati, usus halus, dan yang memiliki kandungan flavanoid
ginjal. Enzim ini dapat mengoksidasi rendah memungkinkan untuk tanaman
hipoxantin menjadi xantin dan xantin tersebut tidak mampu menurunkan kadar
menjadi asam urat. Sehingga, apabila daya hambat xantin oksidase. Diantaranya
pembentukan enzim ini tidak dihambat adalah ekstrak tanaman: Phaseolus
maka akan mengakibatkan peningkatan vulgaris Papilinaceae IC50 >300 ug/mL,
kadar asam urat dalam tubuh (Thuong, Mentha pulegium Labiatae IC50 207.1
2006). ug/mL, Matricaria chamomilla
Aktivitas daya hambat enzim xantin Compositae IC50 249.4 ug/mL, Cynara
oksidase oleh suatu senyawa didasarkan scolymus Compositae IC50 >300 ug/mL,
pada nilai IC50, senyawa dikatakan aktif dan Hypericum perforatum Hupericaceae
bila memiliki nilai IC50 kurang dari 100 IC50 336.1 ug/mL. Sedangkan, ekstrak
μg/mL (Fitrya, 2010) dan ekstrak tanaman yang memilik daya hambat
dikatakan berpotensi sebagai inhibitor terhadap xantin oksidase Garcinia
xantin oksidase dan bisa dimanfaatkan atroviridis Griff. ex. T. Anders. IC50 8.31
sebagai obat asam urat bila memiliki daya ug/mL, Garcinia mangostana L. IC50
hambat lebih besar dari 50% (Fitriya, 15.54 ug/mL, Mimosa pudica Linn. Herbs
2010). IC50 yaitu konsentrasi larutan IC50 83.12 ug/mL, Orthosiphon stamineus
Farmaka
Suplemen Volume 15 Nomor 1 16

Benth leaves IC50 92.14 ug/mL, Sonchus xantin oksidase dan selanjutnya perbedaan
arvensis L. leaves IC50 23.64 ug/mL, konsentrasi tersebut juga dapat
Andrographis paniculata (Burn.f.) Nees memberikan efek penilaian yang bias
leaves IC50 97.09 ug/mL, Sida rhombifolia terhadap pengaruh penurunan xantin
L. stems IC50 21.43 ug/mL. oksidase pada setiap ekstrak tanaman.
Selanjutnya, data yang diperoleh Maka, perlu dilakukan pengujian dengan
memiliki konsentrasi yang berbeda, mulai konsentrasi yang sama pada setiap ekstrak
dengan konsentasi rendah 8 ug/mL hingga tanaman. Dari hasil studi yang diperoleh
konsentrasi tertinggi 300 ug/mL. terdapat tujuh ekstrak tanaman yang
Perbedaan konsentrasi pada setiap ekstrak mampu menghambat pembentukan enzim
bertujuan untuk melihat pengaruh xantin oksidase. Penghambatan terhadap
konsentrasi pada peningkatan daya hambat enzim xantin oksidase menunjukkan
dan mengetahui pengaruh daya hambat bahwa ekstrak tanaman tersebut memiliki
ekstrak tersebut terhadap aktivitas enzim. aktivitas sebagai antihiperurisemia yang
Pada Tabel 1, ekstrak tanaman ditunjukkan juga pada allupurinol.
Garcinia atroviridis Griff. ex. T. Anders. Allupurinol merupakan obat sintesis
dan Garcinia mangostana L. hanya digunakan dalam penelitian sebagai baku
dilakukan pengujian pada konsentrasi 8-25 pembanding untuk menurukan kadar asam
ug/mL dan tidak melakukan penelitian urat. Hal ini dapat menjadi peluang
lebih lanjut terhadap konsentrasi 50-300 terhadap ekstrak tanaman tersebut untuk
ug/mL. Sedangkan pada tabel 2, pengujian dikembangkan sebagai kandidat obat yang
pada ekstrak tanaman Phaseolus vulgaris berasal dari bahan alam untuk pengobatan
Papilinaceae, Mentha pulegium Labiatae, hiperurisemia. Saat ini, produk yang
Matricaria chamomilla Compositae, berasal dari bahan alam sangat banyak
Cynara scolymus Compositae, Hypericum dilakukan penelitian guna memberikan
perforatum Hupericaceae, Mimosa pudica efek terapi yang baik serta memiliki efek
Linn. Herbs, Orthosiphon stamineus Benth samping yang rendah terhadap tubuh.
leaves, Sonchus arvensis L. leaves, Oleh karena itu, penulis melakukan
dilakukan pengujian terhadap konsentrasi penelusuran pustaka terhadap artikel dan
tinggi yaitu 50-300 ug/mL. jurnal ilmiah yang membahas potensi
Perbedaan konsentrasi antara tabel 1 ekstrak tanaman dari berbagai tanaman
dan tabel 2 akan berpengaruh terhadap yang memiliki aktivitas sebagai
tingkat akurasi kemampuan suatu ekstrak antihiperurisemia melalu pengujian
tanaman dalam menghambat pembentukan terhadap xantin oksidase secara in vitro.
Farmaka
Suplemen Volume 15 Nomor 1 17

Pada artikel ini, dapat dilihat bahwa Kesimpulan


tanaman Garcinia atroviridis Griff. Ex. T. Berdasarkan beberapa artikel dari jurnal
Anders. memiliki nilai konsentrasi daya yang digunakan sebagi sumber dalam
hambat paling kecil yaitu dengan nilai IC50 review ini dapat disimpulkan bahwa
8,31 ug/mL. Garcinia atroviridis Griff. ex. T. Anders.,
Semakin kecil nilai IC50 Garcinia mangostana L., Mimosa pudica
menunjukkan semakin tingi nilai aktivitas Linn. Herbs, Orthosiphon stamineus Benth
antioksidanya (Molyneux, 2004). Maka leaves, Sonchus arvensis L. leaves,
dari itu, diharapkan ekstrak tanaman ini Andrographis paniculata (Burn.f.) Nees
tidak hanya sebagai aktivitas leaves, dan Sida rhombifolia L. stems
antihiperuresemia malainakan sebagai memiliki aktivitas antihiperuresemia
agent antihiperuresemia. seperti obat sintesis yaitu allupurinol.
Artikel ini hanya membahas Sehingga ketujuh tanaman tersebut
mengenai ekstrak tanaman yang memiliki berpotensi dikembangkan sebagai agent
aktivitas menghambat xantin oksidase antihiperuresemia.
yang berpotensi sebagai antihiperuresemia, Ucapan Terima Kasih
namun belum spesifik terhadap senyawa Ucapan terima kasih disampaikan
yang terkandung dalam ekstrak tanaman kepada Fakultas Farmasi Universitas
tersebut. Penelitian selanjutnya diharapkan Padjadjaran yang telah memfasilitasi
dapat mengarah kepada identifikasi dalam pembuatan review ini. Kemudian
pencarian senyawa aktif dan identifikasi kepada Imam Adi Wicaksono, M.Si., Apt.
toksisitas terhadap tujuh tanaman Garcinia dan rekan-rekan yang telah membantu
atroviridis Griff. ex. T. Anders., Garcinia dalam proses pembuatan review ini
mangostana L., Mimosa pudica Linn. sehingga review ini dapat selesai tepat
Herbs, Orthosiphon stamineus Benth pada waktunya.
leaves, Sonchus arvensis L. leaves, Konflik Kepentingan
Andrographis paniculata (Burn.f.) Nees Seluruh penulis menyatakan tidak
leaves, dan Sida rhombifolia L. stems. terdapat potensi konflik kepentingan
Karena, ekstrak dari tujuh tanaman dengan penelitian, kepenulisan
tersebut telah terbukti memiliki daya (authorship), dan atau publikasi artikel ini.
hambat terhadap pembentukan xantin Daftar Pustaka
oksidase. Selain itu, dapat dilakukan
A. Mittal, A. R. J. Phillips, B. Loveday,
pengembangan obat lebih lanjut menjadi
and J. A. Windsor. 2008. The
obat herbal terstandar.
potential role for xanthine oxidase
Farmaka
Suplemen Volume 15 Nomor 1 18

inhibition in major intra abdominal “Hydrogen peroxide is the major


surgery. World Journal of Surgery, oxidant product of xanthine
vol. 32, no. 2, pp. 288-295, oxidase,” Free Radical Biology and
Medicine, vol. 48, no. 4, pp. 493-
Ali Roohbakhsh, Jamal Shamsara, 498.
Mohammad Hasanzadeh Khayyat, F. Candan, “Effect of Rhus coriaria L.
Gholamreza Karimi., 2009. 2003. (Anacardiaceae) on
Inhibition of Xantine Oxidase by superoxide radical scavenging and
Some Iranian Plant Remedies Use xanthine oxidase activity. Journal of
for Gout. Pharmacologyonlie Enzyme Inhibition and Medicinal
3:1031-1036. Chemistry, vol. 18, no. 1, pp. 59-62.
Bustanji Y, Hudaib M, Tawaha K, Fields, M., Charles, G. L., Mark, D. L.,
Mohammad KM, Almasri I, Hamed 1996. Allopurinol, an inhibitor of
S, Oran S. 2011. In vitro xanthine xanthine oxidase, reduces uric acid
oxidase inhibition by selected levels and modififies the signs
Jordanian medicinal plants. Jordan associated with copper deficiency in
Journal of Pharmaceutical Sciences.; rats fed fructose, J Free Radical.
4(1): 49-56. Fitrya, Lenny A, Muharni dan Eliza. 2010.
Dira, Eka Fitrianda, Novita Sari. 2014. Uji Ugonin J Flavonoid from Tunjuk
Aktivitas Antihiperusrisemia Ekstrak Langit (Helmynthostchys zeylanica)
Etanol Kulit Buah Manggis Dan Root Extract. Indo. J.Chemistry.10:
Buah Asam Gelugur Secara Invitro. 226-231.
Scientia vol.4 No2. Harborne, J.B., 1987, Metode Fitokimia:
Ditjen POM, Depkes RI. 1986. Sediaan Penuntun Cara Modern Menganalisa
Galenik, Departemen Kesehatan Tumbuhan, Terjemahan K.
Republik Indonesia. Jakarta, 1-26 Padmawinata dan I. Soediro,
Doha A. M., and Sahar Y. A. 2008 Penerbit ITB, Bandung, 8-19, 69- 71,
Evaluation of anti-gout activity of 102-104, 147-151.
some plant food extracts. Pol. J. J. Flemmig, K. Kuchta, J. Arnhold, and
Food Nutr. Sci; Vol. 58, No. 3, pp H.W. Rauwald, 2011. “Olea
389-395. europaea leaf (Ph.Eur.) extract as
E. E. Kelley, N. K. H. Khoo, N. J. well as several of its isolated
Hundley, U. Z. Malik, B. A. phenolics inhibit the gout-related
Freeman, and M. M. Tarpey. 2010. enzyme xanthine
Farmaka
Suplemen Volume 15 Nomor 1 19

oxidase,” Phytomedicine, vol. 18,no. Activity Of Selected Medicinal


7, pp. 561–566 Plants. 8(4): 235-238
J. George and A. D. Struthers., 2008. “The Thuong, P. T., Na, M. K., Dang, N. H.,
role of urate and xanthine oxidase Hung, T. M., Ky, P. M., Thanh, T.V.,
inhibitors in cardiovascular Nam, N. H., Thuan, N. D., Sok, D.
disease,” Cardiovascular E., Bae, K. I., 2006, Antioxidant
Therapeutics, vol. 26, no. 1, pp. 59– Activities of Vietnamese Medical
64. Plants, J. Natural Prod,
Molyneux, P. 2004. The use of the stable Sci,12(1):29-37
free radical diphenylpicrylhidrazyl Wallace KL, Riedel A, Ridge NJ,
(DPPH) for estimating antioxidant Wortmann R. 2004. Increasing
activity Songklanarin Journal of prevalence of gout and
Science Technology. 26(2):211-219 hyperuricemia over 10 years among
P. Cos, L. Ying, M. Calomme et al., 1998. older adults in a managed care
“Structure-activity relationship and population. The Journal of
classification of flavonoids as Rheumatology: 31: 8.
inhibitors of xanthine oxidase and
superoxide scavengers,” Journal of
Natural Products, vol. 61, no. 1, pp.
71–76
R. Hille and V. Massey., 1981. “Studies on
the oxidative half-reaction of
xanthine oxidase,” The Journal of
Biological Chemistry, vol. 256, no.
17, pp. 9090–9095
Riches, P. L., Wright, A. F., and Ralston,
S. H. Recent insights into the
pathogenesis of hyperuricaemia and
gout. Hum. Mol. Genet; 18:R177-
R184.
Rini Hendriani, Elin Yulinah Sukandar,
Kusnandar Anggadiredja, Sukrasno.,
2016. In Vitro Evaluastion Of
Xanthone Oxidase Inhibition