BAB I
PENDAHULUAN
1.1Latar Belakang
Ilmu pengetahuan selalu berkembang dan mengalami kemajuan yang sangat
pesat, sesuai dengan perkembangan zaman dan perkembangan cara berpikir
manusia. Bangsa Indonesia sebagai salah satu negara berkembang tidak akan bisa
maju selama belum memperbaiki kualitas sumber daya manusia bangsa kita.
Kualitas hidup bangsa dapat meningkat jika ditunjang dengan sistem peningkatan
mutu pendidikan yang bertujuan menghasilkan siswa yang berpikir kritis, kreatif,
dan produktif.
Ada banyak upaya yang dapat dilakukan oleh setiap insan pendidikan untuk
meningkatkan mutu pendidikan di Indonesia. Salah satu upaya adalah dengan
melakukan kegiatan penelitian. Penelitian adalah suatu proses mencari tahu
sesuatu secara sistematis dalam waktu tertentu dengan menggunakan metode
ilmiah. Agar penelitian dapat berlangsung secara lancar, maka peneliti harus
membuat rancangan penelitiannya, khususnya penilitian pendidikan. Melalui
penelitian, masalah-masalah dalam pendidikan dapat "tertangkap" kemudian
ditemukan solusinya. Hal-hal baru yang lebih inovatif dalam pendidikan dapat
pula dikembangkan dan diaplikasikan dari sebuah penelitian. Salah satunya
penelitian yang efektif untuk hal tersebut, yaitu dengan penelitian pengembangan /
1
research and development (R&D), dijelaskan oleh Borg & Gall (1983) strategi
untuk mengembangkan sebuah produk pendidikan disebut sebagai penelitian
(reseach) dan pengembangan (development).
Dari sini, penulis akan mencoba mangkaji tentang penelitian pengembangan
(R&D) dalam dunia pendidikan dan diharapkan dari pengkajian dan
pengembangan akan memberikan kontribusi dalam upaya pencapaian tujuan
penelitian dan pengembangan bagi seorang peneliti, yaitu untuk mendapatkan
suatu reformasi atau perubahan yang terjadi dalam kurun waktu tertentu. Sebagai
dasar yang melatarbelakangi, maka dibuatlah makalah ini dengan tema “Penelitian
dan Pengembangan / Research and Development’’
1.2Rumusan Masalah
1.2.1 Apa yang dimaksud dengan penelitian dan pengembangan (R&D)?
1.2.2 Apa tujuan dari penelitian dan pengembangan (R&D)?
1.2.3 Apa saja karakteristik penelitian dan pengembangan (R&D) ?
1.2.4 Bagaimana langkah-langkah dalam penelitian dan pengembangan (R&D)?
1.2.5 Apa saja yang menjadi model-model penelitian dan pengembangan
(R&D)?
1.2.6 Apa saja yang menjadi kekurangan dan kelebihan penelitian dan
pengembangan (R&D)?
1.3Tujuan Penulisan
1.3.1 Untuk mengetahui pengertian penelitian dan pengembangan (R&D).
1.3.2 Untuk mengetahui tujuan dari penelitian dan pengembangan (R&D).
1.3.3 Untuk mengetahui karakteristik penelitian dan pengembangan (R&D).
2
1.3.4 Untuk mengetahui langkah-langkah dalam penelitian dan pengembangan
(R&D).
1.3.5 Untuk mengetahui model-model penelitian dan pengembangan (R&D).
1.3.6 Untuk mengetahui kekurangan dan kelebihan penelitian dan
pengembangan (R&D).
3
BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Pengertian Penelitian dan Pengembangan
Menurut Sugiyono (2009) metode penelitian dan pengembangan atau
dalam bahasa Inggrisnya Research and Development adalah metode penelitian
yang digunakan untuk menghasilkan produk tertentu, dan menguji keefektifan
produk tersebut.
Pendapat Sujadi (2003) menjelaskan bahwa penelitian dan pengembangan
merupakan proses atau langkah untuk mengembangkan suatu produk baru, untuk
menyempurnakan produk yang sudah ada, yang bisa dipertanggungjawabkan.
Sedangkan menurut Soenarto (2008) penelitian dan pengembangan
merupakan penelitian yang memiliki tujuan menghasilkan dan mengembangkan
prototipe, desain, materi pembelajaran, media, strategi, pembelajaran, alat
evaluasi pendidikan dan sebagainya. Penelitian untuk memecahkan masalah
praktis dalam dunia pendidikan, maasalah di kelas, yang dihadapi oleh guru/dosen
alam pembelajaran. Penelitian bukan untuk menguji teori, menguji hipotesis,
namun menguji dan menyempurnakan produk.
Sementara dalam bidang pendidikan Borg and Gall (1985) dalam
Sugiyono (2009) menyatakan bahwa, penelitian dan pengembangan (Research and
4
development/R&D), merupakan metode penelitian yang digunakan untuk
mengembangkan atau memvalidasi produk-produk yang digunakan dalam
pendidikan dan pembelajaran.
2.2 Tujuan Penelitian dan Pengembangan
Menurut Akker (1999) tujuan penelitian pengembangan khusus dalam
bidang pendidikan dibedakan berdasarkan aspek pengembangan, yakni bagian
kurikulum, teknologi dan media, pelajaran dan instuksi, dan pendidikan guru
didaktis. Berikut ini penjelasannya :
1. Pada bagian kurikulum
Tujuannya adalah menginformasikan proses pengambilan keputusan
sepanjang pengembangan suatu produk/program untuk meningkatkan suatu
program/produk menjadi berkembang dan kemampuan pengembang untuk
menciptakan berbagai hal dari jenis ini pada situasi ke depan.
2. Pada bagian teknologi dan media
Tujuannya adalah untuk menigkatkan proses rancangan instruksional,
pengembangan, dan evaluasi yang didasarkan pada situasi pemecahan masalah
spesifik yang lain atau prosedur pemeriksaan yang digeneralisasi.
3. Pada bagian pelajaran dan instruksi
Tujuannya adalah untuk pengembangan dalam dalam perancangan
lingkungan pembelajaran, perumusan kurikulum, dan penaksiran keberhasilan
dari pengamatan dan pembelajaran, serta secara serempak mengusahakan untuk
berperan untuk pemahaman fundamental ilmiah.
5
4. Pada bagian pendidikan guru dan didaktis
Tujuannya adalah untuk memberikan kontribusi pembelajaran
keprofesionalan para guru dan atau menyempurnakan perubahan dalam suatu
pengaturan spesifik bidang pendidikan. Pada bagian didaktis, tujuannya untuk
menjadikan penelitian pengembangan sebagai suatu hal interaktif, proses yang
melingkar pada penelitian dan pengembangan dimana gagasan teoritis dari
perancang memberi pengembangan produk yang diuji di dalam kelas yang
ditentukan, mendorong secepatnya ke arah teoritis dan empiris dengan
menemukan produk, proses pembelajaran dari pengembang dan teori
instruksional.
2.3 Karakteristik Penelitian dan Pengembangan
Menurut Santyasa (2009), penelitian pengembangan dalam rangka
peningkatan kualitas pembelajaran memiliki karakteristik sebagai berikut:
1. Masalah yang ingin dipecahkan adalah masalah nyata yang berkaitan dengan
upaya inovatif atau penerapan teknologi dalam pembelajaran sebagai pertanggung
jawaban profesional dan komitmennya terhadap pemerolehan kualitas
pembelajaran.
2. Pengembangan model, pendekatan dan metode pembelajaran serta
media belajar yang menunjang keefektifan pencapaian kompetensi siswa.
3. Proses pengembangan produk, validasi yang dilakukan melalui uji ahli, dan
uji coba lapangan secara terbatas perlu dilakukan sehingga produk yang
dihasilkan bermanfaat untuk peningkatan kualitas pembelajaran. Proses
6
pengembangan, validasi, dan uji coba lapangan tersebut
seyogyanya dideskripsikan secara jelas, sehingga dapat dipertanggung jawabkan
secara akademik
4. Proses pengembangan model, pendekatan, modul, metode, dan
media pembelajaran perlu didokumentasikan secara rapi dan dilaporakan
secara sistematis sesuai dengan kaidah penelitian yang mencerminkan originalitas.
2.4 Langkah-Langkah Penelitian dan Pengembangan
Menurut Sugiyono, langkah-langkah pelaksanaan strategi penelitian dan
pengembangan yang dilakukan untuk menghasilkan produk tertentu dan untuk
menguji keefektifan produk yang dimaksud adalah dengan adanya:
Potensi dan Masalah , Pengumpulan data, Desain Produk , Validasi Desain ,
Revisi Desain, Ujicoba Produk, Revisi Produk , Ujicoba Pemakaian,
dan Produksi Massal.
1. Potensi dan masalah
Penelitian ini dapat berangkat dari adanya potensi atau masalah. Potensi
adalah segala sesuatu yang bila didayagunakan akan memiliki suatu nilai tambah
pada produk yang diteliti. Pemberdayaan akan berakibat pada peningkatan mutu
dan akan meningkatkan pendapatan atau keuntungan dari produk yang diteliti.
Masalah juga bisa dijadikan sebagai potensi, apabila kita dapat
mendayagunakannya. Sebagai contoh sampah dapat dijadikan potensi jika kita
dapat merubahnya sebagai sesuatu yang lebih bermanfaat. Potensi dan masalah
yang dikemukakan dalam penelitian harus ditunjukkan dengan data empirik.
7
2. Mengumpulkan Informasi dan Studi Literatur
Studi ini ditujukan untuk menemukan konsep-konsep atau landasan-landasan
teoretis yang memperkuat suatu produk. Produk pendidikan, terutama produk
yang berbentuk model, program, sistem, pendekatan, software dan sejenisnya
memiliki dasar-dasar konsep atau teori tertentu.
3. Desain Produk
Produk yang dihasilkan dalam produk penelitian research and development
bermacam-macam. Desain produk harus diwujudkan dalam gambar atau bagan,
sehingga dapat digunakan sebagai pegangan untuk menilai dan membuatnya serta
memudahkan fihak lain untuk memulainya Desain sistem ini masih bersifat
hipotetik karena efektivitasya belum terbukti, dan akan dapat diketahui setelah
melalui pengujian-pengujian.
4. Validasi Desain
Validasi desain merupakan proses kegiatan untuk menilai apakah rancangan
produk, dalam hal ini sistem kerja baru secara rasional akan lebih efektif dari yang
lama atau tidak. Dikatakan secara rasional, karena validasi disini masih bersifat
penilaian berdasarkan pemikiran rasional, belum fakta lapangan.
5. Perbaikan Desain
Setelah desain produk, divalidasi melalui diskusi dengan pakar dan para ahli
lainnya. maka akan dapat diketahui kelemahannya. Kelemahan tersebut
selanjutnya dicoba untuk dikurangi dengan cara memperbaiki desain. Yang
bertugas memperbaiki desain adalah peneliti yang mau menghasilkan produk
tersebut.
8
6. Uji coba Produk
Desain produk yang telah dibuat tidak bisa langsung diuji coba dahulu.
Pengujian dapat dilakukan dengan ekperimen yaitu membandingkan efektivitas
dan efisiensi sistem kerja lama dengan yang baru.
7. Revisi Produk
Pengujian produk pada sampel yang terbatas tersebut menunjukkan bahwa
kinerja sistem kerja baru ternyata yang lebih baik dari sistem lama. Perbedaan
sangat signifikan, sehingga sistem kerja baru tersebut dapat diberlakukan.
8. Ujicoba Pemakaian
Setelah pengujian terhadap produk berhasil, dan mungkin ada revisi yang
tidak terlalu penting, maka selanjutnya produk yang berupa sistem kerja baru
tersebut diterapkan dalam kondisi nyata untuk lingkup yang luas. Dalam
operasinya sistem kerja baru tersebut, tetap harus dinilai kekurangan atau
hambatan yang muncul guna untuk perbaikan lebih lanjut.
9. Revisi Produk
Revisi produk ini dilakukan, apabila dalam perbaikan kondisi nyata terdapat
kekurangan dan kelebihan. Dalam uji pemakaian, sebaiknya pembuat produk
selalu mengevaluasi bagaimana kinerja produk dalam hal ini adalah sistem kerja.
10. Pembuatan Produk Masal
Pembuatan produk masal ini dilakukan apabila produk yang telah diujicoba
dinyatakan efektif dan layak untuk diproduksi masal. Sebagai contoh pembuatan
mesin untuk mengubah sampah menjadi bahan yang bermanfaat, akan diproduksi
masal apabila berdasarkan studi kelayakan baik dari aspek teknologi, ekonomi dan
9
ligkungan memenuhi. Jadi untuk memproduksi, pengusaha dan peneliti harus
bekerja sama.
2.5 Model - Model Penelitian dan Pengembangan
Model pengembangan diartikan sebagai proses desain konseptual dalam
upaya peningkatan fungsi dari model yang telah ada sebelumnya, melalui
penambahan komponen pembelajaran yang dianggap dapat meningkatkan kualitas
pencapaian tujuan (Sugiarta, 2007). Berikut akan diuraikan model-model
penelitian dan pengembangan diantaranya:
1. R&D Menurut Kemp
Menurut Kemp dalam Trianto (2007) Pengembangan perangkat
merupakan suatu lingkaran yang kontinum. Tiap-tiap langkah pengembangan
berhubungan langsung dengan aktivitas revisi. Pengembangan perangkat ini
dimulai dari titik manapun sesuai di dalam siklus tersebut.
Model pengembangan sistem pembelajaran ini memuat pengembangan
perangkat pembelajaran. Terdapat sepuluh unsur rencana perancangan
pembelajaran. Kesepuluh unsur tersebut adalah:
1. Identifikasi masalah pembelajaran
2. Analisis siswa
3. Analisis tugas
4. Merumuskan indikator
5. Penyusunan instrumen evaluasi
6. Strategi pembelajaran
7. Pemilihan media atau sumber belajar.
10
8. Merinci pelayanan penunjang
9. Menyiapkan evaluasi hasil belajar dan hasil program
10. Melakukan kegiatan revisi perangkat pembelajaran
2. R & D Versi Dick and Carey
Perancangan pengajaran menurut sistem pendekatan model Dick & Cerey,
yang dikembangkan oleh Walter Dick & Lou Carey dalam Trianto (2007). Model
pengembangan ini ada kemiripan dengan model yang dikembangkan Kemp, tetapi
ditambah dengan komponen melaksanakan analisis pembelajaran, terdapat
beberapa komponen yang akan dilewati di dalam proses pengembangan dan
perencanaan tersebut.
Dari model tersebut dapat digambarkan sebagai berikut:
1. Identifikasi tujuan (Identity Instruyctional Goals).
2. Melakukan analisis instruksional (Conducting a goal Analysis). .
3. Mengidentifikasi tingkah aku awal / karakteristik siswa (Identity Entry
Behaviours, Characteristic)
4. Merumuskan tujuan kinerja (Write Performance Objectives)
5. Pengembangan tes Acuan aatokan (Developing criterian-referenced test
items).
6. Pengembangan strategi pengajaran (Develop instructional strategy).
7. Pengembangan atau memilih pengajaran (Develop and select instructional
materials).
11
8. Merancang dan melaksanakan evaluasi formatif (Design and conduct
formative evaluation).
9. Menulis perangkat (Design and conduct summative evaluation).
10. Revisi pengajaran (Instructional revitions).
3. Versi Borg and Gall
Menurut Borg and Gall (1989) yang dimaksud dengan model penelitian
dan pengembangan adalah “a process used develop and validate educational
product”. Kadang-kadang penelitian ini juga disebut “research based
development”, yang muncul sebagai strategi dan bertujuan untuk meningkatkan
kualitas pendidikan.
Menurut Borg dan Gall (1989) dalam Sukmadinata (2005) menjelaskan
ada sepuluh langkah pelaksanaan strategi penelitian dan pengembangan, yaitu:
1. Penelitian dan pengumpulan data (research and information collecting).
2. Perencanaan (planning)
3. Pengembangan draf produk (develop preliminary form of product)
4. Uji coba lapangan awal (preliminary field testing)
5. Merevisi hasil uji coba (main product revision)
6. Uji coba lapangan (main field testing)
7. Penyempurnaan produk hasil uji lapangan (operasional product revision)
8. Uji pelaksanaan lapangan (operasional field testing)
9. Penyempurnaan produk akhir (final product revision)
10. Diseminasi dan implementasi (Dissemination and implementation)
4. Versi 4D
12
Metode pengembangan (Development Research) dengan menggunakan
pendekatan pengembangan model 4D (four-D model). Adapun tahapan model
pengembangan meliputi tahap pendefinisian (define), tahap perancangan (design),
tahap pengembangan (develop) dan tahap ujicoba (disseminate). Tahapan yang
dilakukan pada penelitian ini baru sampai pada tahap pengembangan (develop).
Secara garis besar keempat tahap tersebut sebagai berikut (Trianto, 2007).
5. Versi ADDIE
Munir (2010) menggunakan lima tahapan pengembangan multimedia yaitu
tahap analisis, desain, pengembangan, implementasi dan penilaian. Model
pengembangan tersebut dikenal dengan model ADDIE(Analysis-Design-Develop-
Implement- Evaluate). ADDIE muncul pada tahun 1990-an yang dikembangkan
oleh Reiser dan Mollenda.Salah satu fungsinya ADIDE yaitu menjadi pedoman
dalam membangun perangkat dan infrastruktur program pelatihan yang efektif,
dinamis dan mendukung kinerja pelatihan itu sendiri.
Model ini menggunakan 5 tahap pengembangan yakni :
1. Analysis (analisa)
2. Design (desain / perancangan)
3. Development (pengembangan)
4. Implementation (implementasi/eksekusi)
5. Evaluation (evaluasi/ umpan balik)
2.6 Kelebihan dan Kekurangan Penelitian dan Pengembangan
Kelebihan :
13
1. Pendekatan R & D mampu menghasilkan suatu produk/model yang memiliki
nilai validasi tinggi, karena produk tersebut dihasilkan melalui serangkaian uji
coba di lapangan dan divalidasi oleh ahli.
2. Pendekatan R & D merupakan penghubung antara penelitian yang bersifat
teoritis dengan penelitian yang bersifat praktis.
3. Metode penelitian yang ada dalam R & D cukup komprehensif, mulai dari
metode deskriptif, evaluatif, dan eksperimen.
4. Mendorong proses inovasi produk/model yang tiada henti sehingga
diharapkan akan selalu ditemukan produk/model yang selalu actual dengan
tuntutan kekinian.
5. Mampu mengatassi kebutuhan nyata dan mendesak (real needs in the here-
and-now) melalui pengembangan solusi atas suatu masalah sembari menghasilkan
pengetahuan yang bisa digunakan di masa mendatang.
Kekurangan:
1. Pada prinsipnya memerlukan waktu yang relative panjang, karena prosedur
yang harus ditempuh relatif kompleks.
2. Tidak bisa digeneralisasikan secara utuh, karena penelitian R & D ditujukan
untuk pemecahan masalah “here and now”, dan dibuat berdasar sampel (spesifik),
bukan populasi.
3. Penelitian R & D memerlukan sumber dana dan sumber daya yang cukup
besar.
14
BAB III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
Terdapat banyak definisi dari penelitian dan pengembangan / research and
development (R&D) dari beberapa ahli. Dari pendapat para ahli tersebut dapat
diambil kesimpulan bahwa penelitian dan pengembangan (R&D) adalah metode
penelitian yang bertujuan untuk menghasilkan produk-produk tertentu serta
menguji validitas dan keefektifan produk tersebut dalam penerapannya.
Tujuan penelitian pengembangan khusus dalam bidang
pendidikan dibedakan berdasarkan aspek pengembangan, yakni bagian kurikulum,
teknologi dan media, pelajaran dan instuksi, dan pendidikan guru didaktis.
Langkah-langkah dalam R&D adalah: penelitian dan pengumpulan data,
perencanaan, pengembangan produk awal/draft produk, ujicoba lapangan awal,
revisi produk utama, ujicoba lapangan utama, penyempurnaan
produk operasional, ujicoba lapangan operasional, penyempurnaan produk akhir,
deseminasi dan implementasi.
Terdapat beberapa versi model penelitian dan pengembangan menurut
para ahli, misalnya model penelitian dan pengembangan versi kemp, dick and
carey, borg and gall, 4D, ADDIE, dll.
15
Seperti halnya metode yang lainnya, metode penelitian dan pengembangan
juga memiliki kelebihan dan kekurangan. Pendekatan R&D mampu menghasilkan
produk/model yang memiliki nilai validasi tinggi dan menemukan produk/model
yang selalu actual dengan tuntutan zaman sehingga menghasilkan pengetahuan
yang bisa digunakan di masa mendatang. Akan tetapi pada prinsipnya R&D
memerlukan waktu yang relative panjang serta memerlukan sumber dana dan
daya yang cukup besar. Juga tidak bisa digeneralisasikan seraca utuh.
3.2 Saran
Dengan adanya keterbatasan dalam penulisan makalah penelitian ini,
kepada peneliti lain diharapkan untuk mengadakan penelitian sejenis lebih lanjut
dengan melakukan penelitian yang lebih luas, sampel yang lebih banyak dan
menggunakan rancangan penelitian yang lebih kompleks sehingga dapat
ditemukan hasil yang lebih optimal dan bisa digeneralisasikan.
16
DAFTAR PUSTAKA
Sugiyono, 2011. Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif dan R&D. Jakarta:
Alfhabeta
Sujadi, 2003. Metodologi Penelitian Pendidikan. Jakarta: Rineka cipta.
Soenarto, 2008. Penelitian Pengembangan Research & Development (R&D)
Sebagai Upaya Peningkatan Kualitas Pembelajaran.
Van den Akker J. (1999). Principles and Methods of Development Research. Pada
J. Vanden Akker, R. Branch, K. Gustafson, Nieven, dan T. Plomp (eds), Design
Approaches and Tools in Education and Training. Dortrech: Kluwer Academic
Publishers. (PDF)
Santyasa, I Wayan. Metode Penelitian Pengembangan dan Teori Pengembangan
Modul. Makalah disajikan dalam Pelatihan Bagi Para Guru TK, SD, SMP, SMA,
dan SMK, Bali 12-14 Januari 2009. Singaraja: Universitas Pendidikan Ganesha.
(PDF)
Sugiarta Awandi Nopyan. (2007). Pengembangan Model Pengelolaan Program
Pembelajaran Kolaboratif Untuk Kemandirian Anak Jalanan Di Rumah Singgah
(Studi Terfokus di Rumah Singgah Kota Bekasi). Desertasi tidak diterbitkan.
Bandung: PPS UPI
http://kautsarkimiatus.blogspot.com/2017/03/makalah-metode-penelitian-dan.html
17
http://ahmadhikr.blogspot.com/2014/12/penelitian-pengembangan-research-
and.html
18