Anda di halaman 1dari 11

I.

Definisi Integrasi Ekonomi


Integrasi ekonomi secara umum adalah pencabutan (penghapusan) hambatan-
hambatan ekonomi diantara dua atau lebih perekonomian (negara). Secara operasional,
didefinisikan sebagai pencabutan (penghapusan) diskriminasi dan penyatuan politik
(kebijaksanaan) seperti norma, peraturan, prosedur.
Ada beberapa defines menurut para ahli yaitu :
 Menurut Achsani diartikan sebagai satu kawasan ekonomi tanpa frontier (batas antar
negara) dimana setiap penduduk maupun sumber daya dari setiap negara anggota bisa
bergerak bebas sebagaimana dalam negara sendiri. Tujuannya adalah untuk mencapai
tingkat kegunaan yang paling optimal yang pada akhirnya akan mendorong
tercapainya tingkat kesejahteraan yang sama (merata) di antara negara-negara
anggota.
 Menurut Salvatore, integrasi ekonomi adalah suatu kebijakan komersial yang secara
diskriminatif mengurangi atau bahkan menghapus hambatan-hambatan perdagangan
hanya kepada para negara anggota kesepakatan.
Apabila Menurut Bahasa, integrasi ekonomi yang pasti adalah sebuah tindakan yang
dilakukan oleh negaranegara bukan aktor atau unit lain. Balassa pun secara jelas
menyampaikan bahwa penghapusan hambatan tidak hanya dilakukan pada sektor
perdagangan tetapi dalam sektor ekonomi secara keseluruhan.
Berdasarkan penjelasan di atas dapat dinyatakan bahwa integrasi ekonomi adalah
penghapusan hambatan-hambatan baik di sektor perdagangan ataupun juga ekonomi secara
keseluruhan antar negara-negara yang saling bersepakat dengan tujuan tidak lain adalah
untuk meningkatkan integrasi ekonomi di antara negaranegara itu. Terlihat bahwa integrasi
ekonomi memiliki tingkatan-tingkatan tertentu sesuai dengan kedalaman integrasinya.

II. Teori Integrasi Ekonomi


Alasan integrasi ekonomi didasarkan pada teori perdagangan bebas tanpa hambatan
baik berupa tarif maupun nontarif yang bertujuan meningkatkan volume perdagangan,
peningkatan efisiensi produksi, peningkatan pertumbuhan ekonomi, dan kesejahteraan
masyarakat. Integrasi ekonomi memiliki prinsip dan mekanisme yang sama dengan
perdagangan bebas atas dasar suatu kesepakatan diantara anggota yang melakukan perjanjian
diantara negara-negara yang berada dalam satu kawasan maupun atas kepentingan tertentu.
Secara teoritis, integrasi ekonomi mengacu pada suatu kebijakan komersial atau kebijakan
perdagangan yang secara diskriminatif menurunkan atau menghapuskan hambatan-hambatan
perdagangan hanya diantara negara-negara anggota yang sepakat untuk membentuk suatu
integrasi ekonomi.
Menurut Suprima (2010), deinisi integrasi ekonomi secara umum adalah pencabutan
(penghapusan) hambatan-hambatan ekonomi diantara dua atau lebih perekonomian (negara).
Secara operasional integrasi ekonomi didefinisikan sebagai pencabutan (penghapusan)
diskriminasi dan penyatuan politik (kebijaksanaan) seperti norma, peraturan, prosedur,
standarisasi, dan kebijakan ekonomi. Secara teoritis, Salvatore (1997 : 383) menguraikan
integrasi ekonomi yang terdiri dari beberapa bentuk:
1. Pengaturan perdagangan preferensial ( Prefential Trade Arragements) dibentuk oleh
negara-negara yang sepakat menurunkan hambatan-hambatan perdagangan yang
berlangsung diantara mereka dan membedakannya dengan negara-negara yang bukan
anggota.
2. Kawasan perdagangan bebas (Free Trade Area) dimana semua hambatan perdagangan
tarif maupun non tarif diantara negara-negara anggota dihilangkan sepenuhnya, namun
masing-masing negara anggota tersebut masih berhak menentukan sendiri apakah
mempertahankan atau menghilangkan hambatan-hambatan perdagangan yang diterapkan
terhadap negara-negara diluar anggota.
3. Persekutuan pabean (Customs Union) mewajibkan semua negara anggota untuk tidak
hanya menghilangkan semua bentuk hambatan perdagangan diantara mereka, namun juga
menyeragamkan kebijakan perdagangan mereka terhadap negara luar yang bukan
anggota.
4. Pasaran bersama (common market) yaitu suatu bentuk integrasi dimana bukan hanya
perdagangan barang saja yang dibebaskan, namun arus faktor produksi seperti tenaga
kerja dan modal juga dibebaskan dari semua hambatan.
5. Uni ekonomi (economic union) yaitu dengan menyeragamkan kebijakan-kebijakan
moneter dan fiskal dari masing-masing negara anggota yang berada dalam suatu kawasan
atau bagi negara-negara yang melakukan kesepakatan.
Perjanjian perdagangan preferensial (PTAs) adalah kesepakatan diantara dua negara
atau lebih yang mana tarif yang dikenakan pada barang yang diperdagangkan bagi negara
anggota lebih rendah dibanding dengan tarif yang diperdagangkan dengan negara diluar
anggota. PTAs dapat diartikan secara luas meliputi Regional Trading Arrangements (RTAs)
yang merupakan kesepakatan yang dibentuk dalam satu kawasan, kesepakatan perdagangan
antar-negara berkembang, kesepakatan perdagangan antar-kawasan, dan bentuk kesepakatan
lainnya yang bertujuan untuk memperlancar arus barang dan jasa, contohnya World Trade
Organization (WTO), Association of Southeast Asian Nations (ASEAN), dll.
Ada beberapa tahapan integrasi ekonomi menurut intensitas integrasi (Suprima, 2010),
yaitu:
1. Free Trade Area (FTA).
Dua negara atau lebh dikatakan FTA apabila mereka sepakat untuk menghilangkan
semua kewajiban impor atau hambatan-hambatan perdagangan, baik dalam bentuk
tarif maupun non-tarif terhadap semua barang yang diperdagangkan diantara mereka;
sedangkan terhadap negara-negara lain yang bukan merupakan anggota masih tetap
diperlakukan menurut ketentuan di masing-masing negara. Setiap negara anggota
bebas menentukan trifnya terhadap arus perdagangan internasional dari negara-negara
bukan anggota.
2. Commmon Union (CU).
Dua negara atau lebih dikatakan membentuk CU apabila mereka sepakat untuk
menghilangkan semua kewajiban impor atau hambatan-hambatan perdagangan dalam
bentuk tarif maupun non-tarif terhadap semua barang dan jasa yang diperdagangkan
diantara sesama mereka; sedangkan terhadap negara-negara lain yang bukan
merupakan anggota juga akan diberlakukan penyeragaman ketentuan.
3. Common Market (CM).
Dua negara atau lebih akan dikatakan membentuk CM jika terpenuhi kondisi CU plus
mengizinkan adanya perpindahan yang bebas seluruh faktor produksi diantara sesama
negara anggota.
4. Economic Union (EU).
Dua negara atau lebih dikatakan membentuk EU jika terpenuhi kondisi CM plus
adanya harmonisasi dalam kebijakan-kebijakan makroekonomi nasional diantara
sesama negara anggota. Dengan begitu dapat dihindari adanya kebijakan-kebijakan
yang saling bertentangan dan kontroversi satu sama lain.
5. Total Economic Integration (TEI).
Kondisi ini terwujud apabila telah terjajadi penyatuan kebijakan makroekonomi
maupun sosial dan memfungsikan suatu badan atau lembga yang bersifat ‘supra
nasional” dengan kewenangan yang cukup luas dan sangat mengikat semua negara
anggota.
Pembentukan integrasi ekonomi akan menciptakan dampak meningkatnya
kesejahteraan negara-negara anggotanya secara keseluruhan karena akan mengarah pada
peningkatanm spesialisasi produksi, yang didasarkan pada keuntungan komparatif.
Perdagangan adalah salah satu jaringan utama untuk perwujudan keuntungan dari integrasi
disatu sisi dan biaya-biaya disintegrasi pada sisi lain. integrasi ekonomi, dalam wujud
kawasan perdagangan bebas, costum union yang menurunkan atau menghapuskan hambatan
perdagangan seperti tarif dan non-tarif, biaya-biaya transaksi dan ketidakpastian nilai tukar.
Disintegrasi, pada sisi lain, membawa pembatasan nasional baru, dan menciptakan hambatan
perdagangan.

III. Faktor yang Mempengaruhi Integrasi Ekonomi


a. Federalisme
Mengasumsikan bahwa perang disebabkan oleh sistem negara bangsa yang
anarkis. Transformasi menuju integrasi terjadi ketika rakyat melihat keuntungan
dalam menstransfer kekuatan dan loyalitasnya pada pemerintahan dunia. Tujuannya
adalah formasi grup negara yang berdaulat menyatukan identitas internasional dalam
entitas politik baru yang legal. Menurut Etzioni hasil akhir adalah sebuah komunitas
politik yang mempunya tiga macam integrasi.
- Kontrol efektif atas kekuatan koersif
- Pemusatan pembuatan keputusan administratif atas unit-unit ekonomi
- Identifikasi politik
b. Pluralisme
Mengasumsikan konsep pluralis bersandar pada prioritas perdamaian
internasional serta keamanan nasional dan asosiasi politik dengan aksi diplomatik
strategis. Asumsi lain yaitu negara adalah pemusatan fakta atas kehidupan politik
modern sekaligus fokus pusat dari seluruh analisa politik
c. Fungsionalisme
Teori ini adalah teori paling tua yang membahas integrasi dimana dengan
membangun perdamaian secara potongan lewat organisasi transnasional yang fokus
pada kedaulatan bersama ketimbang menyerahkan kedaulatan masing-masing negara
pada sebuah institusi supranasional. Pendukung utamanya teori ini David Mitrany,
Leonard Woolf, Norman Angell, Robert Cecil, G.D.H. Cole, Jean Monnet.
d. Neo Fungsionalisme
Neo fungsionalisme mengharap pencapaian masyarakat supranasional dengan
menekankan kerja sama di daerah yang secara politik kontroversial. Teori ini
memandang integrasi politik bukan suatu kondisi tapi proses perubahan yang
mengarah pada masyarakat politik.
e. Regionalisme
Terminologi ini digunakan untuk menggambarkan integrasi regional untuk
memelihara keseragaman dengan sub aliran lain, seperti federelisme, pluralisme,
fungsionalisme dan neofungsionalisme. Kesuksesan teori integrasi di Eropa Barat
menghasilkan kepercayaan bahwa transisi dari sistem negara menuju masyarakat
global yang terintegrasi dapat menggunakan jalan integrasi regional. Teori ini
mengasumsikan prospek yang lebih baik berkaitan dengan hal-hal politik dalam isu-
isu perang dan damai, integrasi dan unifikasi.

IV. Kerugian dan Manfaat Integrasi Ekonomi


Terberntuknya integrasi ekonomi tidak disangkal akan menciptakan sejumlah manfaat
dan juga kerugian. Kerugian dan manfaat tersebut antara lain :
 Kerugian
Integrasi ekonomi internasional membatasi kewenangan suatu negara untuk
menggunakan kebijakan fiskal, keuangan dan moneter untuk mempengaruhi kinerja
ekonomi dalam negeri. Hilangnya kedaulatan negara merupakan biaya atau
pengorbanan terbesar yang ”diberikan” oleh masing-masing negara yang berintegrasi
dalam satu kawasan. Diperlukan kesadaran politik yang tinggi dari suatu negara
dalam menentukan apakah bersedia untuk “melepas” sebagian kedaulatan negaranya
kepada badan supranasional di kawasan.
Kerugian lain adalah adanya kemungkinan hilangnya pekerjaan dan potensi
menjadi pasar bagi Negara yang tidak mampu bersaing. Tenaga kerja dan produksi
dari negara lain dalam suatu kawasan akan masuk dengan hambatan yang lebih
ringan. Hal ini berpotensi menimbulkan pengangguran di dalam negeri dan
ketergantungan akan produk impor yang lebih murah dan efisien.
 Manfaat
Manfaat berkaitan dengan signifikansi integrasi, integrasi ekonomi
menjanjikan manfaat ekonomi baik dari sudut pandang pelaku ekonomi maupun dari
manfaaat bagi perekonomian kawasan. Hal mendasar dalam proses integrasi ekonomi
adalah meningkatnya kompetisi aktual dan potensial diantara pelaku pasar, baik
pelaku pasar yang berasal dari suatu negara, dalam sekelompok negara, maupun
pelaku pasar diluar kedua kelompok tersebut.
Kompetisi diantara pelaku pasar tersebut diharapkan akan mendorong harga
barang dan jasa yang sama lebih rendah, meningkatkan variasi kualitas dan pilihan
yang lebih luas bagi kawasan yang terintegrasi. Selain itu, desain produk, metode
pelayanan, sistem produksi dan distribusi serta aspek lain menjadi tantangan bagi
pelaku pasar saat ini dan dimasa depan. Hal ini akan mendorong perubahan arah dan
intensitas dalam inovasi dan kebiasaan kerja dalam suatu perusahaan. Selain
kompetisi yang meningkat, integrasi ekonomi juga meberikan manfaat lain yaitu
tercapainya ekonomi melalui pasar yang lebih luas yang akan mendorong peningkatan
efisiensi perusahaan melalui berkurangnya biaya produksi.
Sementara dilihat dari sudut pandang kawasan, integrasi ekonomi akan
menstimulasi aliran dan perdagangan intraregional yang lebih tinggi serta munculnya
perusahaan-perusahaan yang mampu berkonpetisi secara global. Selain itu mendorong
pertumbuhan ekonomi yang berujung pada peningkatan kesejahteraan diseluruh
kawasan.

V. Bentuk Lembaga Integrasi Ekonomi Dunia


a. Uni eropa ( European union)
Uni eropa yang merupakan nama baru bagi Masyarakat Eropa, atau yang
dahulu lebih dikenal sebagai Masyarakat Ekonomi Eropa, memiliki sejarah yang cukup
panjang. Lembaga yang menjadi cikal bakalnya, yakni Masyarakat Ekonomi Eropa
(European Economic Community) dibentuk melalui Pakta Roma pada bulan Maret
1957. Adapun Negara-negara yang membentuknya adalahn Jerman Barat, Prancis,
Italia, Belgia, Belanda, dan Luxemburg. Negara-negara anggota sepakat untuk
menurunkan hambatan perdagangan di antra mereka dan memberlakukan kebijakan
tarif yang seragam untuk Negara-negara non anggota. Selanjutnya, Negara-negara
tersebut sepakat untuk membebaskan arus perdagangan produk industri di antara
mereka dan menerapkan suatu harga yang seragam untuk produk-produk pertanian
sejak tahun 1968. Lebih jauh, Negara-negara Eropa tersebut mulai mengurangi
berbagai macam hambatan bagi berlangsungnya arus pergerakan faktor produksi
tenaga kerja dan model diantara mereka sejak tahun 1970.
Pembentukan Uni Eropa tersebut juga meningkatkan perdagangan di antara
Negara-negara anggota dengan pihak luar non-anggota. Adapun peningkatan
perdagangan eksternal Uni Eropa tersebut dikarenakan:
1. Tumbuhnya perekonomian Uni Eropa secara keseluruhan secara drastis sehingga
meningkatkan permintaannya terhadap impor atas berbagai produk industri dari
Negara-negara luar bukan anggota.
2. Turunnya tingkat tarif untuk berbagai produk industry impor diberbagai Negara
berkat tercapainya kesepakatan penting seri perundingan multirateral dalam Kerangka
GATT, yakni Putaran Kennedy dan Putaran Tokyo, yang dipelopori oleh Amerika
Serikat ( pemerintah di Washington itu sendiri sengaja mendukung dan
menyelenggarakan seri perundingan perdagangan tersebut karena ia khawatir
perkembangan di Uni Eropa akan mengakibatkan diversi perdagangan yang
merugikan kepentingan ekspornya).
b. Asosiasi Perdagangan Bebas Eropa (EFTA)
            Pada tahun 1960, sebuah kawasan perdagangan bebas yang dikenal sebagai
Asosiasi Perdagangan Bebas Eropa (EFTA, European Free Trade Association),
dibentuk oleh tujuh negara yang pada saat itu belum satu pun yang bergabung ke
dalam Uni Eropa yakni Inggris , Austria , Denmark Norwegia , Portugal , Swedia ,
dan Swiss. Pada tahun 1961 Finlandia ikut bergabung meskipun terbatas sebagai
anggota asosiasi.
            Pada tahun 1973 , Inggris dan Denmark melepaskan keanggotaannya dalam
EFTA dan selanjutnya bersama Irlandia kedua negara itu bergabung ke dalam Uni
Eropa. Perkembangan penting terjadi pada tanggal 1 Januari 1974, ketika EFTA
bergabung dengan Uni eropa untuk membentuk Kawasan Ekonomi Eropa (EEA,
European Econimic Area). Dengan terbentuknya EEA, maka terciptalah sebuah
perekonomian gabungan yang lebih besar lagi di Eropa. Potensi pasarnya pun lebih
besar , karen wilayah EEA dihuni oleh 370 juta manusia.
c. Amerika Serikat dan Perdagangan Bebas Amerika Utara
Perkembangan penting terjadi pada bulan November 1993, ketika Amerika
Serikat , Kanada, dan Meksiko menandatangani Perjanjian Perdagangan Bebas Utara
(NAFTA, North American Free Trade Agreement) yang mulai berlaku secara elektif
tanggal 1 Januari 1994. Diharapkan perjanjian tersebut akan dapat membebakan
perdagangan barang dan jasa di seluruh Kawasan Amerika Utara. NAFTA juga dapat
menghilangkan berbagai hambatan non-tarif seperti kuota impor.
d. Integrasi Ekonomi di Negara-negara Berkembang
Keberhailan Uni Eropa telah mendorong dilakukannya upaya integrasi
ekonomi di negara berkembang sebagai salah satu cara untuk memacu tingkat
pertumbuhan dan bangunan ekonomi mereka. Namun sebagian besar usaha tersebut
tenyata membuahkan banyak kegagalan ketimbang keberhasilan. Beberapa contohnya
adalah :
1. Asosiasi Perdagangan Bebas Amerika Latin (LAFTA, Latin American Free Trade
Association) yang dibentuk pada tahun 1960 oleh Meksiko dan sebagian besar
negara Amerika.
2. Asosiasi Perdagangan Bebas Karibia (CARIFTA, Caribbean Free Trade
Association) dibentuk pada tahun 1968 oleh sejumlah negara yang berada di
kawasan kepulauan Karibia dan kemudian ditransformasikan menjadi sebuah
lembaga pasar bersama yaitu Pasar Bersama Karibia (CARICOM, Caribbean
Common Market) pada tahun 1973.
3. Masyarakat Ekonomi Afrika Timur (EAEC, East African Economic Community)
yang dibentuk pada tahun 1967 oleh Kenya , Tanzania , dan Uganda.
4. Masyarakat Ekonomi Afrika Barat (WEAC, West African Economic Community)
yang dibentuk oleh negara-negara yang terletak di belahan barat Afrika pada
tahun 1973.
5. Kawasan Perdagangan Preferensial Afrika Timur dan Selatan (Preferential Trade
Area Eastern and Southern Africa) yang beranggotakan 19 negara, mulai dari
Sudan di Utara hingga Mozambique di sebelah selatan.
6. Assosiasi Negara-negara Asia Tenggara (ASEAN, Association of South East
Asia), yaitu Brunei, Indonesia, Malaysia, Fillipina, Vietam, Singapura, dan
Thailand.

VI. Integrasi Ekonomi Asean


Globalisasi ekonomi telah merubah struktur perekonomian dunia secara fundamental.
Demikian pula halnya dengan negara-negara di kawasan Asia Tenggara. Dewasa ini ASEAN
tumbuh sebagai wadah integrasi ekonomi dengan pasar potensial, yang pengaruhnya
berdampak pada peningkatan kerjasama ekonomi yang semakin luas terutama dengan negara-
negara di kawasan Asia Timur seperti China, Jepang dan Korea Selatan. Integrasi ekonomi
ASEAN menghadapi tantangan besar karena negara-negara ASEAN memiliki sistem
ekonomi, pendapatan per kapita, tingkat pembangunan ekonomi dan institusi serta kondisi
sosial yang berbeda dan heterogen.
Perbedaan dan heterogenitas menyebabkan beberapa negara yang tidak memiliki
infrastruktur dan kapasitas institusional yang memadai mengalami kesulitan untuk
berintegrasi dengan negara yang lain. Salah satu kondisi yang berbeda dan heterogen adalah
mata uang. Implikasi dari hal ini adalah, munculah wacana pembentukan Masyarakat
Ekonomi ASEAN (MEA) yang merupakan visi ASEAN 2020. MEA bertujuan untuk
membentuk suatu pasar tunggal, yang diarahkan pada penerapan mata uang tunggal (single
currency) yang bertujuan untuk menjaga stabilitas mata uang regional dalam pelaksanaan
pasar tunggal di ASEAN, yang rencananya akan dimulai pada 2015. Rencana munculnya
mata uang tunggal tersebut tercetus dalam sebuah sebuah ASEAN Community yang sudah
disepakati menjadi ASEAN vision 2020. ASEAN Community sendiri yang dimaksudkan
akan dibangun berdasarkan tiga pilar, yakni ASEAN Security Community (ASC), ASEAN
Economic Community (AEC) dan ASEAN Socio-Cultur Community (ASCC).
Pada dasarnya economis and monetary union (EMU) adalah bagian dari proses
integrasi ekonomi. Negara yang merdeka dapat meng-integrasikan ekonomi mereka untuk
mencapai berbagai manfaat, seperti efisiensi dan ketahanan perekonomian. Integrasi ekonomi
dapat dibagi menjadi enam langkah:
- A preferential trading area. Langkah ini diawali dengan cara mengurangi tarif customs
(bea masuk) antara negara-negara tertentu.
- A free trade area. Sebuah wilayah perdagangan bebas.
- A customs union. Penyatuan customs (bea masuk).
- A common market. Sebuah pasar bersama.
- Economic and monetary union. Pasar tunggal dengan mata uang dan kebijakan
moneter tunggal.
- Complete economic integration. Semua hal diatas ditambah dengan harmonisasi
kebijakan fiskal dan lainnya.

VII. Tingkatan Integrasi Ekonomi


Secara teoritis Salvatore (1997) menguraikan integrasi ekonomi menjadi beberapa bentuk:
- Pengaturan perdagangan Preferensial (preferential trade arrangements) dibentuk
oleh negara-negara yang sepakat menurunkan hambatan-hambatan perdagangan yang
berlangsung diantara mereka dan membedakannya dengan negara-negara yang bukan
anggota.
- Kawasan perdagangan bebas (free trade area) adalah bentuk integrasi ekonomi yang
lebih tinggi dimana semua hambatan perdagangan baik tarif maupun non-tarif
diantara negara-negara anggota telah dihilangkan sepenuhnya, namun masing-masing
negara anggota tersebut masih berhak menentukan sendiri apakah tetap
mempertahankan atau menghilangkan hambatan-hambatan perdagangan yang
diterapkan terhadap negara-negara diluar anggota.
- Persekutuan Pabean (customs union) mewajibkan semua negara nggota untuk tidak
hanya menghilangkan semua bentuk hambatan perdagangan diantara mereka, namun
juga menyeragamkan kebijakan perdagangan mereka terhadap negara luar yang bukan
anggota.
- Pasar bersama (common market) yaitu suatu bentuk integrasi dimana bukan hanya
perdagangan barang saja yang dibebaskan, namun arus faktor produksi seperti tenaga
kerja dan modal juga dibebaskan dari semua hambatan.
- Uni Ekonomi (economic union) yaitu dengan menyeragamkan kebijakan-kebijakan
moneter dan fiskal dari masing-masing negara anggota yang berada dalam suatu
kawasan atau bagi negara-negara yang melakukan kesepakatan.

DAFTAR PUSTAKA

Ferdiansyah, Se Tin, A. (2016). Globalisasi Ekonomi , Integrasi Ekonomi Global , Dinamika


Pasar Modal & Kebutuhan Standar Akuntansi Internasional. Akuntansi, 8(1), 119–130.
Fauzi, Muhammad. 2013. Kerugian dan Manfaat Integrasi Ekonomi dan Moneter Terhadap
Bisnis Internasional.
https://www.dictio.id/t/apa-yang-dimaksud-dengan-integrasi-ekonomi-economic-
intergration/6295/2
http://repository.usu.ac.id/bitstream/handle/123456789/29301/Chapter
%20II.pdf;jsessionid=03670E29D68388D78B58C864881BAB7F?sequence=3
http://repository.usu.ac.id/bitstream/handle/123456789/61410/Chapter%20II.pdf?sequence=4
https://aldinosuprima.blog.uns.ac.id/2010/05/26/integrasi-ekonomi/
https://www.slideshare.net/syaferianwar/syaferi-center-presentasi-integrasi-ekonomi
http://aguz-hary-18.blogspot.com/2012/07/integrasi-ekonomi-dalam-perdagangan.html
https://blog.ub.ac.id/fauzi/2013/11/11/637/

http://iftitahtata.blogspot.com/2016/02/makalah-integrasi-ekonomi-internasional.html

http://indaharitonang-fakultaspertanianunpad.blogspot.com/2013/06/integrasi-ekonomi.html