Diskusi Topik Blok 6.C Minggu 1: Asuhan Kebidanan Bakterial Vaginosis
Diskusi Topik Blok 6.C Minggu 1: Asuhan Kebidanan Bakterial Vaginosis
BLOK 6.C
Kelompok : 2
Anggota : Nadia Shabira Amima (1710332009)
Nurul Aminah (1710331008)
Reflina Susanti (1710333017)
Shasi Genia Sanjaya (1710333010)
Dara Tri Prawangsa (1710333004)
Irma Safitri (1710331012)
Raisa Fajriati (1710333011)
Radilla Syafitri (1710332007)
Malika Qohhareli S (1710333008)
PRODI S1 KEBIDANAN
2019/2020
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Kesehatan reproduksi adalah kesejahteraan fisik, mental dan sosial yang utuh dan
bukan hanya tidak adanya penyakit atau kelemahan, dalam segala hal yang berhubungan
dengan sistem reproduksi dan fungsi-fungsinya serta proses- prosesnya. Oleh karena itu,
kesehatan reproduksi berarti orang dapat mempunyai kehidupan seks yang memuaskan dan
aman, dan bahwa mereka memiliki kemapuan untuk bereproduksi dan kebebasan untuk
Termasuk terakhir ini adalah hak pria dan wanita untuk memperoleh informasi dan
mempunyai akses terhadap cara-cara keluarga berencana yang aman, efektif dan terjangkau,
pengaturan fertilitas yang tidak melawan hukum, hak memperoleh pelayanan pemeliharaan
kesehatan kesehatan yang memungkinkan para wanita dengan selamat menjalani kehamilan
dan melahirkan anak, dan memberikan kesempatan untuk memiliki bayi yang sehat.
metode, teknik dan pelayanan yang mendukung kesehatan dan kesejahteraan reproduksi
melalui pencegahan dan penyelesaian masalah kesehatan reproduksi. Ini juga mencakup
perorangan, dan bukan semata-mata konseling dan perawatan yang bertalian dengan
Infeksi Saluran Reproduksi (ISR) semakin disadari telah menjadi masalah kesehatan
dunia yang berdampak kepada laki-laki dan perempuan. Dampaknya mulai dari kemandulan,
kehamilan ektopik (di luar kandungan), nyeri kronis pada panggul, keguguran, meningkatkan
Infeksi Saluran Reproduksi (ISR) berkait erat dengan Penyakit menular seksual
(PMS). Penularan Infeksi Saluran Reproduksi ini tidak hanya melalui hubungan seksual saja,
TINJAUAN PUSTAKA
1) Teknik cebok yang salah yaitu cebok dari arah belakang ke depan. ;
6) Penggunaan larutan kimia pembersih vagina yang terlalu sering untuk cebok
(Bahram, et al.2009).
9
10
Menurut Bahram, et al. (2009) ada tiga kriteria dalam pencegahan terjadinya
Bakterial Vaginosis (BV) yaitu:
1. Menjaga kebersihan saat menstruasi seperti selalu menggunaan pembalut yang bersih,
selalu menganti pembalut setelah buang air kecil dan tidak melakukan hubungan
seksual selama menstruasi.
2. Menjaga kebersihan vagina dengan tindakan selalu menggunakan celana dalam yang
tidak ketat dan kering, selalu menggunakan teknik cebok dari depan ke belakang,
mengeringkan vagina setelah cebok, selalu menggunakan peralatan mandi (sabun dan
handuk) pribadi, selalu membersihkan kloset sebelum digunakan, selalu
mengeringkan peralatan mandi (handuk) dibawah terik matahari secara langsung.
3. Menjaga kebersihan pada saat melakukan hubungan sexual dengan cara
membersihkan alat genitalia sebelum dan sesudah melakukan hubungan suami istri,
dan melakukan hubungan sexual dengan frekwensi kurang dari tujuh kali dalam
seminggu.
2.1.8 Diagnosis
Diagnosis VB ditegakkan berdasarkan gejala klinis dan didukung oleh
pemeriksaan laboratorium.1,5,15,16
1. Kriteria Amsel
Amsel dan kawan –kawan menganjurkan dasar diagnosis VB berdasarkan
adanya paling tidak tiga tanda – tanda berikut : sekret vagina berwarna putih yang
homogen, pH cairan vagina > 4,5. adanya fishy odor dari cairan vagina yang
ditetesi KOH 10% ( whiff test ), serta pada pemeriksaan mikroskop ditemukan Clue
cells
a. Sekret vagina
Sekret vagina pada VB berwarna putih , melekat pada dinding vagina, jumlahnya
meningkat sedikit sampai sedang dibandingkan wanita normal. 11,12,19
b. pH cairan vagina
pH normal vagina berkisar antara 3,8- 4,1, sedangkan pH pada pasien VB biasanya 4,7 –
5,5.19 Pemeriksaan pH vagina memerlukan kertas indikator pH rentang yang sesuai yaitu
antara 4,0 sampai dengan 6,0. Pengambilan spesimen untuk pemeriksaan pH vagina paling
baik dilakukan pada bagian lateral atau posterior fornik vagina dan langsung
diperiksa/ditempatkan pada kertas pH.12 pH vagina mempunyai sensitifitas yang paling tinggi
pada VB tetapi mempunyai spesifisitas yang paling rendah.11,12
I. PENGKAJIAN
Tanggal/ jam : 15 Desember 2011/17.20 WIB
A. Data Subyektif
1. Identitas Pasien
Nama : Nn.T
Umur : 18 tahun
Suku/ bangsa : Jawa/ Indonesia
Agama : Islam
Pendidikan : SLTA
Pekerjaan : Pelajar
Alamat : Ngembat Padas RT 4 RW 5 Kragilan
2. Alasan Masuk
Nn. T mengatakan mengalami keputihan gatal serta berbau dan kulit
vagina kemerahan selama 1 minggu.
3. Riwayat Menstruasi
- Menarche : + 13 tahun
- Siklus Haid : 28 hari
- Lamanya : 5 hari
- Sifat Darah : Encer
- Keluhan : tidak ada
- Keputihan : ada, gatal dan berbau
4. Riwayat Perkawinan
Nn. T mengatakan belum menikah.
6. Riwayat KB
Nn.T mengatakan belum pernah ber –KB.
7. Riwayat Kesehatan
a. Riwayat kesehatan sekarang
- Keluhan Utama :
Nn.T mengatakan mengalami keputihan, gatal serta
berbau seperti putih susu dan kulit vagina kemerahan
selama 1 minggu.
- Riwayat penyakit yang diderita :
Nn. T mengatakan tidak mempunyai riwayat
penyakit menular, menurun dan menahun seperti dada
berdebar – debar (jantung),sering makan,minum, dan
kencing (DM), sesak nafas (Asma),tekanan darah >140/90
mmHg (Hipertensi). Sakit Kuning (Hepatitis), Kejang
sampai keluar busa (Epilepsi) dan keputihan Gatal – Gatal
(PMS).
- Pengobatan yang pernah didapat
Nn. T mengatakan tidak pernah mendapatkan
pengobatan secara medis .
- Alergi terhadap obat :
Nn. T mengatakan tidak alergi terhadap obat
apapun.
# Istirahat
Lama Tidur 7-8 jam/hari 5-6 jam/hari
Keluhan Tidak ada Tidak ada
# Personal Hygiene
Mandi 2xsehari 2xsehari
Keramas 3x seminggu 3x seminggu
Sikat Gigi 2x sehari 2x sehari
Ganti Pakaian 2x sehari 2x sehari
Keluhan Tidak ada Tidak ada
# Kehidupan seksual Tidak melakukan Tidak melakukan
# Eliminasi
Frekuensi BAK 4-5x sehari 4-5x sehari
Warna Kuning jernih Kuning jernih
Bau Khas Khas
Keluhan Tidak ada Tidak ada
Frekuensi BAB 1x sehari 1x sehari
Warna Kuning kecoklatan Kuning kecoklatan
Bau Khas Khas
Konsistensi Lembek Lembek
Keluhan Tidak ada Tidak ada
# Kebiasaan Menggunakan cairan Tidak menggunakan
pembersih cairan pembersih
9. Data Psikologis
· Perasaan Klien :
Nn. T mengatakan bahwa dia ingin keputihannya segera berhenti.
· Pengetahuan klien tentang gangguan yang di derita saat ini :
Nn. T mengatakan keputihan itu ada dua, diantaranya
keputihan yang normal dan yang tidak normal. Sedangkan dirinya
sedang mengalami gangguan keputihan yang tidak normal seperti
keputihan yang gatal, berbau, dan berwarna putih susu.
· Pengetahuan klien tentang Kesehatan Reproduksi:
Nn. T mengatakan kebersihan alat kelaminnya perlu dijaga.
· Dukungan suami/keluarga :
Nn. T mengatakan keluarganya sangat mendukung atas
kesembuhannya.
B. Data Obyektif
1. Pemeriksaan Fisik
a. Keadaan Umum : Baik
Kesadaran : Composmentis
b. Vital Sign :
TD : 120/70 mmHg N : 80 x/ menit
S : 36,50C R : 22x/ menit
BB : 42 kg TB : 158 cm
c. Inspeksi
- Rambut : warna hitam, bersih, pertumbuhan baik,
kulit kepala : tidak ada lesi
- Wajah : tidak ada oedem, simetris
- Mata : konjungtiva tidak anemis, sklera tidak
ikterik, tidak ada sekret
- Hidung : bersih, tidak ada polip, simetris
- Mulut : bersih, gigi tidak ada caries, tidak ada
karang gigi
- Telinga : bersih,tidak ada serumen
- Leher : pembuluh lymfe : tidak ada
pembengkakan, kelenjar tyroid : tidak ada pembesaran,
simetris.
- Dada : normal, tidak ada kelainan
- Payudara : bentuk simetris, tidak ada massa, puting
susu menonjol
- Abdomen : bentuk simetris, tidak ada luka bekas
operasi
- Genetalia : tidak ada oedema, tidak ada varices, ada
pengeluaran pervaginam berupa cairan putih, kental,
berbau, kulit vagina agak kemerahan
- Ekstremitas : tidak ada oedem, reflek patella +/+
d. Palpasi
- Buah dada : simetris, putting susu menonjol, belum ada
pengeluaran, tidak hiperpigmentasi, tidak ada massa, tidak
nyeri.
- Perut : tidak ada massa/pembesaran, simetris, tidak
ada kelainan.
e. Genetalia : inspeksi mengeluarkan cairan putih, banyak,
kental, berbau dari kemaluannya
f. Pemeriksaan dalam : belum dilakukan
g. Inspekulo : vagina kemerahan, flour
albus Å mengeluarkan keputihan banyak, kental dan berbau,
infeksi pada anus.
h. Pemeriksaan penunjang
- Laborat : -
- USG : -
- Rontgent : -
- Lain – lain : -
II. INTERPRETASI DATA
Tanggal/ jam : 15 Desember 2011/17.25 WIB
1. Diagnosa Kebidanan
Nn. T umur 18 tahun dengan keputihan patologis
Dasar :
S : Nn. T mengatakan mengeluarkan cairan putih, banyak,
kental dan berbau dari kemaluannya sejak 1 minggu ini
O : KU : baik
Kesadaran : composmentis
VS :
T :120/70mmHg S :36,50C
N : 80x/ menit R : 22 x/ menit
Perut tidak ada pembesaran
PPV : cairan putih, kental, berbau
Kulit : kemaluan kemerahan, tanda chadwick tidak ada.
2. Masalah
Dasar :
S : NN. T mengatakan cemas dengan keadaannya.
O : wajah pasien tampak gelisah.
IV. TINDAKAN SEGERA
Kalaborasi dengan dokter untuk pemberian terapi :
- metronidazol
V. PERENCANAAN
Tanggal/ jam : 15 Desember 2011/17.30 WIB
1. Jelaskan pada pasien tentang terjadi leukorea.
2. Anjurkan pasien untuk menjaga vulva hygiene yang benar pada
daerah genetalia.
3. Anjurkan Ibu untuk menggunakan celana dalam yang menyerap
keringat dan ganti celana dalam setiap 2 x/hari
4. Anjurkan Ibu tidak menggunakan cairan pembersih vagina.
5. Anjurkan Ibu minum obat secara teratur.
6. Anjurkan ibu untuk mengambil hasil pemeriksaan papsmear 3 hari
lagi
7. Anjurkan pasien untuk kontrol kembali setelah obat habis sebelum
tidur malam.
8. Berikan Terapi.
VI. IMPLEMENTASI
Tanggal/ jam : 15 Desember 2011/17.35 WIB
1. Menjelaskan pada pasien tentang terjadi leukorea .
2. Mengajari pasien untuk menjaga vulva hygiene yang benar pada daerah
genetalis.
3. Menganjurkan Pasien untuk menggunakan celana dalam yang menyerap
keringat dan ganti celana dalam setiap 2 x/hari
4. Menganjurkan pasien untuk mengambil hasil pemeriksaan papsmear 3 hari
lagi
5. Menganjurkan tidak menggunakan pembersih vagina.
6. Menganjurkan pada pasien untu minum obat secara teratur.
7. Melanjutkan terapi dokter
8. Menganjurkan pasien untuk kontrol kembali setelah obat habis sebelum
tidur malam.
VII. EVALUASI
Tanggal/ jam : 15 Desember 2011/17.45 WIB
1. Pasien sudah mengerti dan paham tentang Keputihan.
2. Pasien bersedia untuk menjaga personal hygiene.
3. Pasien bersedia menggunakan celana dalam yang menyerap keringat.
4. Pasien bersedia tidak menggunakan cairan pembersih vagina.
5. Pasien bersedia minum obat secara teratur.
6. Pasien bersedia untuk kontrol kembali setelah obat habis.
7. Pasien telah diberikan terapi.
BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
Infeksi Saluran Reproduksi (ISR) adalah terminology umum yang digunakan untuk
tiga jenis infeksi pada saluran reproduksi yaitu ISR endogen, ISR iatrogenic atau yang
berhubungan dengan prosedur medis, penyakit menular seksual (PMS).
B. Saran
Penyuluhan terpadu dari berbagai pihak, apakah itu dari petugas kesehatan, ulama,
pemuka masyarakat terhadap masyarakat tentang pentingnyakebersamaan dalam menjaga
kesehatan, termasuk kesehatan reproduksinya.
DAFTAR PUSTAKA