0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
238 tayangan23 halaman

Asuhan Kebidanan Ny. A 2024

Pembahasan membandingkan antara teori dan praktik asuhan kebidanan yang diberikan kepada Ny. A selama kehamilan, persalinan, nifas dan KB. Asuhan kebidanan yang diberikan sesuai dengan metode Varney dan tidak ditemukan perbedaan antara teori dan kasus Ny. A."

Diunggah oleh

Iis Sri Tanjung
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
238 tayangan23 halaman

Asuhan Kebidanan Ny. A 2024

Pembahasan membandingkan antara teori dan praktik asuhan kebidanan yang diberikan kepada Ny. A selama kehamilan, persalinan, nifas dan KB. Asuhan kebidanan yang diberikan sesuai dengan metode Varney dan tidak ditemukan perbedaan antara teori dan kasus Ny. A."

Diunggah oleh

Iis Sri Tanjung
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

225

BAB IV
PEMBAHASAN

Pada bab ini penulis mencoba menyajikan pembahasan dengan


membandingkan antara teori dengan asuhan kebidanan yang telah dilakukan pada
masa kehamilan trimester III, persalinan, Bayi baru lahir, nifas dan KB yang
diterapkan pada Ny. “A” di PMB Bd. Yulita Fatmawati,S.Tr.Keb.
Dalam melakukan asuhan komperhensif,pendekatan dengan metode
varney, yaitu dari pengumpulan data, interprestasi data,diagnose potensial,
tindakan segera, perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi. Langkah pertama dari
asuhan kebidanan adalah mengumpulkan data subjektif dari pasien yaitu dengan
cara wawancara.
A. Kehamilan
I. Subyektif
A. Identitas klien
a. Umur
Menurut Ambarwati ( 2017), umur harus dicatat dalam tahun untuk
mengetahui adanya resiko seperti kurang dari 20 tahun, alat alat reproduksi
belum matang, mental dan psikisnya belum siap. Sedangkan umur lebih
dari 35 tahun rentan sekali untuk terjadi perdarahan dalam masa nifas.
Pada kasus yang terjadi pada Ny.A berumur 24 tahun. Usia 24 tahun
merupakan usia yang aman untuk kehamilan dan persalinan. Sehingga
pada kasus Ny. A tidak ada kesenjangan antara teori dengan kasus.

b. Pendidikan
Menurut Eny dan Diah (2017) pendidikan berpengaruh dalam
tindakan kebidanan dan untuk mengetahui tingkat intelektualnya, sehingga
bidan dapat memberikan koseling sesuai dengan pendidikannya. Pada
kasus Ny.A pendidikan terakhir adalah SMA, dan tingkat intelektual
cukup sehingga mudah diberikan konseling, sehingga tidak ada
kesenjangan antara teori dan kasus
c. Alamat

225
226

Menurut Ambarwati (2017) alamat ditanyakan sangat penting


untuk mempermudah kunjungan rumah. Pada Ny.A alamat rumah sudah
jelas yaitu Di Sungai Paku. Sehingga tidak ada kesenjangan antara teori
dan kasus.
B. Riwayat pasien
a. Keluhan utama
Menurut Rustam mochtar, (2019) Keluhan yang sering muncul
pada ibu hamil trimester lll antara lain sering kencing, kram pada kaki,
varices dan nyeri pinggang. Pada kunjungan I antenatal trimester lll pada
tanggal 08 Februari 20202 jam 11.17 WIB, Ny.A mengatakan nyeri
pinggang. sehingga antara kasus Ny.A dan teori tidak terdapat
kesenjangan.
b. Riwayat kesehatan
Pada riwayat kesehatan diperlukan untuk mengetahui kemungkinan
adanya riwayat atau penyakit akut, maupun kronis seperti Jantung, DM,
Hipertensi, Asma. Dari riwayat kesehatan keluarga juga diperlukan untuk
mengetahui kemungkinan adanya pengaruh penyakit keluarga terhadap
gangguan kesehatan pasien dan bayinya, apabila ada penyakit keluarga
yang menyertainya. (Ambarwati, 2019), Pada kasus Ny.A mengatakan
bahwa dahulu dan sekarang dirinya maupun keluarga tidak mempunyai
riwayat penyakit apapun. Sehingga tidak terdapat kesenjangan antara teori
dan kasus.
c. Riwayat Obstetri
1) Riwayat haid
a) menarche
usia pertama kali mengalami menstruasi pada wanita indonesia,
umumnya sekitar 12 – 16 tahun, pada kasus Ny. A mengatakan menstruasi
pada usia 13 tahun, sehingga tidak terdapat kesenjangan antara teori dan
kasus pada Ny. A. Menurut Ari sulistyawati (2019)

b) Siklus

226
227

jarak antara menstruasi yang dialami dengan menstruasi berikutnya


dalam hitungan hari biasanya sekitar 23 – 32 hari. (Ari sulistyawati,2019).
pada kasus Ny. A siklus menstruasi selama 28 hari, sehingga tidak
terdapat kesenjangan antara teori dan kasus pada Ny. A.
c). HPHT
Menurut Rustam mochtar, (2018) Hari pertama haid terakhir
sangat penting ditanyakan untuk mengetahui lebih pasti usia kehamilan
ibu dan taksiran persalinan. Maka dapat dijabarkan tafsiran tanggal
persalinan memakai rumus Neagle yaitu hari +7,bulan -3, dan tahun +1.
Pada kasus Ny. A mengatakan hari pertama haid terakhir pada tanggal 21
Juni 2021, dan diperkirakan tafsiran persalinan pada tanggal 28 Maret
2022. Sehingga tidak terdapat kesenjangan antara teori dan kasus, karena
Ny.A dapat memberikan keterangan yang jelas mengenai hari pertama
haid terakhir sehingga memudahkan untuk memperkirakan tafsiran
persalinan.
d. Riwayat kehamilan sekarang
Menurut Rustam mochtar, (2018) bahwa pemeriksaan antenatal
bertujuan untuk mengenali dan menangani penyulit-penyulit yang
mungkin dijumpai dalam kehamilan, persalinan, dan nifas,dan mengenali
dan mengobati penyakit-penyakit yang mungkin di derita sedini mungkin,
menurunkan angka morbiditas dan cara hidup sehari-hari dan keluarga
berencana, kehamilan, persalinan dan nifas dan laktasi. Pemeriksaan
antenatal pertama kali yang ideal adalah sedini mungkin ketika terlambat
haid satu bulan. Pemeriksaan ulang 1x sebulan sampai kehamilan 7
bulan.Periksa ulang 2x sebulan sampai kehamilan 9 bulan dan periksa
khusus jika ada keluhan-keluhan. Pada kasus Ny.A pemeriksaan antenatal
pada trimester l, trimester ll dan trimester lll, sesuai dengan teori, karena
Ny.A rutin memeriksakan kehamilannya ke tenaga kesehatan. tidak
terdapat kesenjangan antara teori dan kasus yang terjadi.

e. Riwayat perkawinan

227
228

Menurut Eny dan Diah (2018). Dalam riwayat perkawinan yang


perlu dikaji adalah berapa kali menikah, status menikah syah atau tidak,
karena berkaitan dengan psikologis pada kehamilan dan persalinan dan
nifas. Pada kasus Ny.A ibu mengatakan menikah 1x, dan sah secara agama
dan negara,lama perkawinan 1 tahun, sehingga tidak berpengaruh terhadap
psikologisnya, jadi pada kasus Ny.A tidak ada kesenjangan antara teori
dan kasus.
f. Pola kebiasaan sehari – hari
a) Pola nutrisi
Menurut Rustam mochtar, (2018) pola nutrisi ibu hamil diperlukan
antara lain untuk pertumbuhan janin, plasenta, uterus, payudara dan
kenaikan metabolisme. Sehingga untuk pengawasan, kecukupan gizi ibu
hamil dan pertumbuhan kandungannya dapat diukur berdasarkan kenaikan
berat badannya. Kenaikan berat badan rata-rata adalah antara 6,5 sampai
16 kg (10-12 kg). Selama hamil, Ny.A telah mengkonsumsi makanan yang
memenuhi gizi terdiri dari nasi, sayur – sayuran, dan lauk pauk. Kenaikan
berat badan pada Ny. A selama hamil normal yaitu 13 kg. Oleh karena itu
tidak terdapat kesenjangan antara teori dan kasus.
b). Pola istirahat
Wanita hamil harus mempunyai proide istirahat secara berkala
selama siang hari. Tidur siang menguntungkan dan baik untuk
kesehatan.Tempat hiburan yang terlalu ramai, sesak, dan panas lebih baik
dihindari karena dapat menyebabkan jatuh pingsan.( Rustam mochtar,
2019). Dalam 1 hari pola istirahat selama hamil pada Ny. A untuk tidur
siang selama 1sampai 2 jam dan tidur malam selam 7 sampai 8 jam,
sehingga tidak ada kesenjangan antara teori dan kasus.

2.Data obyektif
1. Pemeriksaan fisik

228
229

Keadaan umum dikaji untuk mengetahui kesadaran umum klien,


apakah pasien terlihat dalam keadaan baik atau tidak. Klien dikatakan
dalam keadaan baik apabila klien memperlihatkan respon yang baik
terhadap lingkungan dan orang lain, serta secara fisik pasien tidak
mengalami ketergantungan dalam berjalan. Pada Ny.A keadaan umumnya
baik, sehingga tidak terdapat kesenjangan antara teori dengan kasus.
2. Vital sign
Menurut Eny Retna Ambarwati (2019). Untuk mengetahui status
kesehatan klien, tindakan medis dalam vital sign yang dikaji adalah
Tekanan Darah (TD), nadi (N), suhu (S), respirasi (R). Ditunjukan untuk
mengetahui keadaan ibu berkaitan dengan kondisi yang dialaminya.
Menurut (Serri Hutahaean). Tekanan darah pada ibu hamil biasanya
normal, kecuali bila ada kelainan, jika tekanan darah mencapai 140/90
mmHg atau lebih. Peningkatan atau penurunan tekanan darah masing –
masing merupakan indikasi gangguan hipertensi pada kehamilan atau
syok, peningkatan suhu menunjukan proses infeksi atau dehidrasi.
Peningkatan deyut nadi dan frekuensi pernafasan dapat menunjukan syok,
ansietas dan dehidrasi. (Varney, 2008). Pada kasus Ny.A tekanan darah
110/70 mmHg merupakan normal. Pada pernafasan harus berada dalam
rentang yang normal yaitu sekitar 20-30 x permenit.Menurut Ambarwati
(2017).Pada kasus Ny.A pernafasan 20 x/ menit. Tidak ada kesenjangan
antara teori dan kasus.
3. Tinggi badan
Menurut manuaba (2017) menyebutkan bahwa tinggi badan yang
normal minimal adalah 145 cm, jika kurang dari 145 cm deformitas pada
tulang panggul, panggul sempit merupakan salah satu penyulit pada saat
persalinan. Pada kasus Ny.A tinggi badannya 153 cm, sehingga antara
kasus dan teori tidak terdapat kesenjangan.

4. .LILA
Menurut Kusmiyati Y,dkk.(2018). Standar minimal untuk ukuran
Lingkar Lengan Atas pada wanita dewasa (reproduksi) adalah 23,5 cm.

229
230

Jika ukuran LILA kurang dari 23,5 cm maka interpretainya adalah kurang
Energi Kronis (KEK).Pada kasus Ny.A ukuran LILA yaitu 26 cm,maka
ibu tidak tergolong dalam KEK. Sehingga tidak terdapat kesenjangan
antara teori dan kasus.
5. Status Obstetrikus
1).palpasi
Menurut (Serri Hutahaean) tujuan pemeriksaan abdomen adalah
untuk menentukan letak dan presentasi janin, tinggi fundus uteri dan
denyut jantung janin.Pemeriksaan abdomen dengan palpasi dapat
dilakukan dengan melakukan pemeriksaan Leopold I sampai dengan
Leopold IV.Leopold I yaitu pemeriksaan dengan menghadap ke arah
wajah ibu hamil dan menentukan tinggi fundus uteri,bagian janin dan
fundus, dan konsistensi fundus serta untuk menentukan letak kepala atau
bokong dengan satu tangan di fundus dan tangan lain di atas simfisis.
Leopold II yaitu menentukan batas samping rahim kiri dan kanan,
menentukan letak punggung janin dan pada letak lintang untuk
menentukan mana kepala janin dan untuk menentukan letak punggung
dengan satu tangan menekan di fundus. Leopold III yaitu menentukan
bagian terbawah janin apakah bagian terbawah janin sudah masuk panggul
atau masih bisa digoyangkan. Pada leopold IV pemeriksaan menghadap
kaki ibu hamil, dan juga menentukan bagian terbawah janin dan beberapa
jauh janin dan jauh janin sudah masuk pintu atas panggul.(manuaba,2010).
Pada kasus Ny.A dilakukan pemeriksaan abdomen yaitu dengan cara
palpasi dari leopold I sampai dengan leopold IV. Pada leopold I yaitu
Pemeriksaan dengan menghadap ke arah wajah ibu hamil dan menentukan
tinggi fundus uteri dan menentukan letak kepala bokong dan tangan lain di
atas simfisis,dan didapatkan hasil TFU 24,5 cm dan teraba bokong.
Leopold II yaitu menentukan letak punggung janin dengan satu tangan
menekan di fundus, didapatkan hasil punggung sebelah kiri. Leopold III
yaitu menentukan terbawah janin sudah masuk panggul atau masih bisa
digoyangkan, didapatkan hasil teraba bagian kepala. Dan pada leopold IV
pemeriksaan menghadap kaki ibu hamil dan menentukan bagian terbawah

230
231

janin sudah masuk pintu atas panggul atau belum, dan didapatkan hasil
teraba kepala belum masuk PAP. Sehingga tidak terdapat kesenjangan
antara teori dan kasus.
2). Payudara
Menurut Manuaba (2017) perubahan fisologis pada kehamilan
yang dipengaruhi oleh hormon somatomamotropin yaitu merangsang
pengeluaran kolostrum. Payudara mengalami pertumbuhan dan
perkembangan sebagai persiapan memberikan ASI saat laktasi.
Perkembangan Payudara tidak dapat dilepaskan dari pengaruh hormone
saat kehamilan, yaitu estrogen, progesterone dan somatomamotrofin. Pada
kasus Ny.A kolostrum sudah keluar pada trimester lll, sehingga tidak ada
kesenjangan antara teori dan kasus.
3).Detak Jantung Janin (DJJ)
Denyut jantung janin menunjukan status kesehatan dan posisi janin
terhadap ibu.Detak jantung janin bisa di dengar menggunakan stetoskop
leanec atau doppler, detak jantung janin normal 120-160
kalipermenit,apabila kurang dari 120x/ menit disebut brakikardi,
sedangkan lebih dari 160x/menit dinamakan takikardi dan harus diwaspadi
adanya gawat janin. (Serri Hutahaean). Pada kasus Ny.A detak jantung
janinnya yaitu 146 x/ menit.Sehingga pada kasus Ny.A tidak ada
kesenjangan antara teori dan kasus.
II.interprestasi data
Hal yang sama dinyatakan oleh Wafi (2019) bahwa assessment merupakan
pendokumentasian hasil analisis dan interpretasi (kesimpulan) dari
datasubjektif dan objektif.Berdasarkan data subjektif dan obyektif yang telah
didapatkan pada kasus Ny.A maka dapat di tetapkan diagnosa yaitu Ny.A umur
24 tahun G1P0A0H0 umur kehamilan 32-33 minggu,janin hidup, tunggal, intra
uteri,PUKI,letak kepala,belum masuk PAP, ukuran panggul normal, KU ibu
dan janin baik. penjelasan diagnose dapat dilihat dari data dasar yaitu ibu
mengatakan ini kehamilan pertamanya,ibu pernah mengalami
keguguran ,HPHT 21 Juni 2021 amenore 9 bulan lalu, DJJ (+), frekuensi 146
x/I, intesitas kuat, irama teratur,ibu mengatakan tidak merasakan nyeri saat di

231
232

palpasi,leopold II PUKI, leopold III LETKEP, leopold IV belum masuk


PAP,persalinan normal berdasarkan ukuran panggul luar, TTV dalam batas
normal.
Dari data objektif atau keluhan ibu menyatakan tidak ada keluhan,dari
penjelasan tersebut maka kebutuhan itu diperlukan ibu yaitu jelaskan
mengenai tanda-tanda bahaya kehamilan, jelaskan tanda-tanda persalinan,
jelaskan mengenai persiapan persalinan , dan jadwal kujungan ulang.
Iii. Indentifikasi masalah
Dari data subjektif ibu mengatakan tidak ada keluhan maka tidak terdapat
adanya masalah.
Iv. Tindakan segera
Dari identifikasi masalah kujungan antenatal tidak terdapat masalah dan
tidak dilakukan tindakan segera.
V.Planning
Planning yang diberikan pada ibu hamil trimester III yaitu memberikan
penkes tentang tanda bahaya trimester III yang bermaksud untuk mendeteksi
secara dini tanda bahaya trimester III jika di alami, dan memberikan
pendidikan kesehatan tentang tanda-tanda persalinan dengan tujuan agar ibu
mengetahui lebih awal tanda-tanda persalinan. Dan beritahu ibu tentang
persiapan persalinan dengan tujuan untuk mempersiapkan segala kebutuhan
saat proses persalinan.Pada kasus Ny.A perencanaan tindakan pemberian
konseling telah sesuai dengan teori dan tidak terdapat kesenjangan, karena
pada trimester III sering disebut sebagai periode penantian (kusmiati:2019).
Serta menurut Saefudin (2018) teori tentang asuhan antenatal care pada
trimester tiga meliputi : pemberian vitamin zat bezi, persiapan persalinan,
mengenali tanda-tanda persalinan,pemeriksaan keseluruhan (jika ada indikas),
pemeriksaan dalam (jika ada indikasi), pemeriksaan laboratorium (jika ada
indikasi),perencanaan penanganan komplikasi,konseling khusus
VI. implementasi
Melakukan asuhan menyuluruh atau tindakan yang tertera pada planning
yaitu memberikan konseling kepada ibu tentang tanda-tanda bahaya pada TM
III yaitu Perdarahan pervagina, sakit kepala menetap, nyeri perut yang hebat,

232
233

pandangan kabur, pergerakan janin berkurang, odema pada wajah dan tungkai,
demam tinggi, ketuban pecah dini, kejang. Memberitahukan tentang tanda-
tanda persalinan yaitu kontraksi yang semakin sering dan teratur, keluar lendir
dan darah dari jalan lahir, pecahnya selaput ketuban, mulas seperti ingin BAB,
dan menganjurkan ibu untuk datang ke fasilitas terdekat atau datang ke
puskesmas maupun PMB Buk Yulita sewaktu-waktu ibu mengalami salah satu
tanda tersebut, memberitahukan ibu tentang persiapan persalinan yaitu rencana
ibu akan bersalin dimana dan ditolong siapa, ibu ingin di dampingi siapa ketika
bersalin nanti, mempersiapkan perlengkapan ibu dan bayi yang terdiri baju ibu,
pembalut, celana dalam, gurita, jarit. Sedangkan untuk bayi, baju bayi, sarung
tangan dan kaki, topi, selimut dan bedong. Persiapkan kendaraan, persiapkan
dana untuk persalinannya, persiapan calon pendonor darah yang sesuai dengan
golongan darah ibu, jika sewaktu-waktu diperlukan. Dan memberitahu ibu
untuk melakukan kunjungan ulang 1 bulan lagi pada tanggal 12 Maret 2022
atau segera apabila ada keluhan.
VII. Evaluasi
Mengevaluasi keefektifan tindakan yang telah dilaksanakan yaitu ibu
sudah mengerti tentang tanda bahaya TM III, ibu sudah mengetahui persiapan
persalinan dan dapat mengulangi kembali konseling yang telah di jelaskan,dan
ibu sudah mengetahui jadwal kunjungan ulang pemeriksaan.

B. PERSALINAN
A. KALA I
I.Pengumpulan Data
A. Data Subyektif
a. keluhan utama
tanda – tanda permulaan persalinan yaitu perasaan nyeri di perut dan
di pinggang oleh adanya kontraksi – kontraksi lemah uterus, serviks menjadi
lembek, mulai mendatar,pembukaan yang menyebabkan lendir yang
terdapat pada kanalis lepas, dan terjadi perdarahan karena kapiler pembuluh
darah pecah sehingga sekresinya bertambah dan mungkin bercampur darah
(bloody show) Menurut Rustam Mochtar (2017). Pada kasus Ny.A

233
234

mengeluh kenceng – kenceng dan sudah mengeluarkan lendir. Sehingga


terdapat kesamaan antara teori dan kasus yang terjadi pada Ny.A bahwa
telah terdapat tanda – tanda permulaan persalinan.
B. Data Obyektif
a. Tekanan darah

Menurut Asrinah,dkk (2019)tekanan darah meningkat selama


kontraksi uterus dengan kenaikan sistolik rata – rata 10 – 20 mmHg dan
kenaikan diastolik rata – rata 5 – 10 mmHg. Diantara kontraksi – kontraksi
uterus, tekanan darah akan turun seperti sebelum masuk persalinan dan akan
naik lagi jika terjadi kontraksi dan kontraksi dapat menyebabkan
metabolisme meningkat, yang mengakibatkan kerja jantung meningkat pula
sehingga denyut jantung meningkat pula sehingga denyut jantung akan
meningkat selama kontraksi. Pada kasus Ny.A tekanan terjadi peningkatan
sistolik meningkat 10 mmHg Sehingga tidak ada kesenjangan antara teori
dan kasus.
b. Perubahan sistem respirasi
Menurut Asrinah,dkk (2017) Pada respirasi dan pernafasan terjadi
kenaikan sedikit dibandingkan dengan sebelum persalinan, hal ini
disebabkan karena adanya rasa nyeri, kekhawatiran serta penggunaan
teknik pernafasan yang kurang benar.Pada kasus Ny.A terjadi peningkatan
respirasi dan pernafasan karena adanya rasa nyeri yang dirasakan ibu,
sehingga terdapat kesamaan antara teori dam kasus.
c. Kontraksi uterus
Memantau kontraksi uterus dengan jarum dinding atau jam tangan
untuk memantau kontraksi uterus.Dengan meletakan tangan di atas atas
uterus dan palpasi jumlah kontraksi yang terjadi dalam waktu kurun waktu
10 menit.Tentukan durasi /lama setiap kontraksi yang terjadi 2 kontraksi
dalam 10 menit dan lama kontraksi adalah 40 detik/lebih.Dan diantara dua
kontraksi akan terjadi relaksasi dinding uterus.( Asrinah,dkk (2010).Ny.A
terjadi kontraksi uterus 3 kontraksi dalam 10 menit, karena adanya rasa
nyeri yang dirasakan ibu, sehingga terdapat kesamaan antara teori dam
kasus.

234
235

d. Pemeriksaan dalam
Menurut varney (2018) pemeriksaan dalam dilakukan untuk
mengetahui kemajuan persalinan, Perubahan serviks terjadi akibat
peningkatan intensitas kontraksi braxton hicks, sehingga serviks menjadi
matang selama periode yang berbeda-beda sebelum persalinan.
Kematangan serviks mengindikasikan kesiapannya untuk persalinan.
Dimana untuk menentukan kemajuan persalinan.Pada kala I dibagi
menjadi fase laten dan fase aktif, dimana fase laten dari pembukaan 1cm
sampai 3 cm,dan fase aktif dari pembukaan 4cm sampai 10cm.Frekuensi
pemeriksaan dalam dilakukan sesuai kondisi wanita dan kemampuan bidan
untuk menggunakan parameter evaluasi kemajuan persalinan dan
dilakukan pemeriksaan dalam 4jam sekali.Pada kasus Ny.A pemeriksaan
dalam pertama dilakukan pada pukul 08.00 wib dengan pembukaan 4
cm,dan pukul 10.00 WIB terlihat tanda dan gejala kala ll, tidak dilakukan
pemeriksaan dalam ulang karena kepala sudah terlihat 5-6 cm di depan
vulva. Sehingga terdapat kesamaan antara teori dan kasus.
II. Interprestasi Data
Data dasar hasil analisis dan interpretasi dari data subjektif dan
obyektif yang akan diproses menjadi masalah atau diagnosis.(Varney 2006).
Berdasarkan hasil didapatkan pada kasus Ny.A maka dapat di tetapkan
diagnosa yaitu Ny.A umur 24 tahun G1P0A0H0 umur kehamilan 39-40
minggu dalam persalinan kala I fase aktif.
Penjelasan dari diagnosa dapat dilihat dari data dasar yaitu ibu
mengatakan ini kehamilan kedua nya,ibu pernah mengalami
keguguran,HPHT 21 Juni 2021 , amenore 9 bulan lalu, DJJ (+), frekuensi
135 x/i, intesitas kuat, irama teratur,ibu mengatakan tidak merasakan nyeri
saat di paspasi,leopold II PUKI, leopold III LETKEP, leopold IV yaitu
menentukan seberapa jauh kepala masuk ke pintu atas panggul (sudah masuk
sepenuhnya),keadaan jalan lahir normal , TTV dalam batas normal. Pada saat
VT pembukaan 4 cm, portio tipis, penurunan 2/5,dinding vagina
elastis,ketuban (+), penurunan terendah kepala,persentasi kepala.
III. Indentifikasi Masalah

235
236

Dari data objektif dan subjektif timbul masalah yaitu ibu mengatakan sakit
pinggang menjalar ke ari-ari, ibu mengatakan keluar lender bercampur
darah,ibu mengatakan perut begitu mules.
IV. Tindakan Segera
Tindakan segera yang perlu dilakukan berdasarkan indentifikasi masalah
adalah memantau kemajuan persalinan dengan patograf persiapan untuk
partus normal.
V.Planning
Tindakan pada planning yang dilakukan adalah pantau his, DJJ dan
kemajuan persalinan di patograf, anjurkan ibu untuk miring kiri untuk
mempercepat penurunan kepala dan aliran oksigen ke janin lancar, anjurkan
untuk relaksasi diantara 2 kontraksi, anjurkan ibu untuk tidak mengejan
sebelum pembukaan lengkap, dan berikan nutrisi atau minum kepada ibu.
Pada kasus Ny.A perencanaan telah sesuai dengan asuhan persalinan normal,
sehingga tidak ada kesenjangan antara kasus dan teori.
V. Implementasi
Melakukan asuhan menyeluruh atau tindakan yang tertera pada Planning
yaitu memantau his, DJJ dan kemajuan persalinan di patograf,menganjurkan
ibu untuk miring kiri lagi untuk mempercepat penurunan kepala dan aliran
oksigen ke janin lancar, menganjurkan untuk relaksasi diantara 2 kontraksi,
menganjurkan ibu untuk tidak mengejan sebelum pembukaan lengkap,
memberikan nutrisi atau minum kepada ibu.
VI.Evaluasi
Mengevaluasi keefektifan tindakan yang telah dilaksanakan yaitu His, DJJ
dan kemajuan persalinan sudah ditulis dalam patograf, ibu sudah miring kiri
lagi, dan ibu bersedia untuk relaksasi diantara 2 kontraksi, serta ibu sudah
minum air putih.
B.KALA II
I. Pengumpulan Data
A. Data Subyektif
a. Keluhan utama

236
237

Tanda – tanda in partu yaitu rasa nyeri oleh adanya his yang lebih
kuat, sering dan teratur, keluar lendir bercampur darah, pada pemeriksaan
dalam serviks mendatar dan telah ada pembukaan. Menurut Rustam
mochtar (2012),. Pada kasus Ny.A mengeluh seperti ingin BAB, kontraksi
uterus semakin sering, sehingga terdapat kesamaan antara teori dan kasus,
bahwa terdapat tanda – tanda in partu kala II.
B. Data obyektif
a. Kontraksi uterus
Menurut Asrinah (2010), kontraksi uterus selama persalinan
semakin kuat, berirama teratur, involunter, bertambah kuat, datang setiap
2-3 menit dan berlangsung antara 50-100 detik. Pada kasus Ny.A terdapat
kesamaan antara teori dan kasus, yaitu terjadi kontraksi yang kuat dan
berirama teratur.
b. Inspeksi tanda – tanda kala ll

Menurut Asrinah (2010) mengenai tanda – tanda kala ll, yaitu


dorongan kuat untuk mengejan, tekanan pada anus, perineum menonjol,
vulva dan anus membuka. Pada kasus Ny.A terlihat adanya dorongan
untuk mengejan, tekanan pada anus, perineum menonjol, vulva membuka
dan kepala sudah terlihat. Sehingga tidak ada kesenajngan antara kasus
dan teori.
II. Interprestasi Data
Data dasar hasil analisis dan interpretasi dari data subjektif dan
obyektif yang akan diproses menjadi masalah atau diagnosis.(Varney 2006).
Berdasarkan hasil didapatkan pada kasus Ny.A maka dapat di tetapkan
diagnosa yaitu Ny.A umur 24 tahun G1P0A0H0 umur kehamilan 39-40
minggu dalam persalinan kala II fase aktif, KU ibu dan janin baik. Dari
diagnose diatas dapat dijabarkan dalam penjelasan data dasar yaitu tanda kala
II yaitu dorongan ingin meneran pada ibu, adanya tekanan pada anus, vulva
dan vagina membuka,perineum menonjol,HIS 5X dalanm 10 menit, kekuatan
40 detik, pemeriksaan dalam pembukaan 10 cm penurunan0/5, ketuban
negatif, jernih, berbau amis,portio tipis,lunak,penipisan 100%,penyusupan
tidak ada, djj 140x/I, kuat teratur,TTV dalam batas normal. Adapun

237
238

kebutuhan Ny.A yaitu informasikan hasil pemeriksaan, cara mengedan yang


benar, memintak untuk didapingi suami atau keluarga ,pimpin persalinan ibu
bantu kelahiran bayi.
III. Indentifikasi Masalah
Dari data objektif dan subjektif tidak ada masalah yang timbul.
IV. Tindakan Segera
Dari identifikasi maka tindakan segera yang dilakukan adalah
memantau kemajuan persalinan dengan patograf dan persiapan untuk partus
normal.
V. Planing
Tindakan pada planning yang dapat dilakukan yaitu ajarkan cara
mengedan yang benar, pertolongan persalinan kala II yang sesuai dengan
asuhan persalinan normal, sehingga pada kasus Ny.A terdapat kesesuaian
antara pratek dan teori langkah-langkah asuhan persalinan normal.
VI. IMPLEMENTASI
Melakukan asuhan menyuluruh atau tindakan yang tertera pada
planning yaitu melakukan pertolongan persalinan kala II yaitu Pada
langkah-langkah pertolongan persalinan sesuai dengan APN (asuhan
persalinan normal), terdapat 58 langkah. Pada langkah pelaksanaan
pertolongan persalinan kala II yaitu memastikan kelengkapan peralatan,
perlengkapan peralatan dilahan terdapat obat-obatan,partus set dan
heacting set. Semua perlengkapan harus dalam Kondisi steril. (
Anonym,2007 :76) Sehingga tidak ada kesenjangan antara teori dan
kasus. Langkah pertama yaitu beritahu hasil pemeriksaan kepada ibu. Hal
ini dinyatakan pada teori bahwa memberikan penjelasan pada setiap
tindakan setiap kali penolong melakukannya merupakan asuhan sayang
ibu untuk memberi rasa nyaman dan tentram.(Anonym,2007 :77)
Pada perlengkapan pelindung diri di lahan hanya memakai
celemek ,sandal dan hand scoon pendek, Sehingga terdapat kesenjangan
antara teori dan praktik, karena keterbatasan alat yang tersedia dilahan,
Pada perlengkapan pelindung diri yang sesuai dengan asuhan
persalinan normal yaitu harus memakai celemek yang bersih, penutup

238
239

kepala, masker, pelindung mata (kaca mata), sepatu dan handscoon. Pada
langkah selanjutnya yaitu dilakukan pemeriksaan dalam untuk
memastikan pembukaan sudah lengkap dan keadaan janin baik, akan
tetapi pada kasus Ny.A tidak dilakukan pemeriksaan dalam, Karena
kepala bayi sudah terlihat divulva bersama dengan selaput ketuban, dan
ketuban pecah secara spontan. Sehingga terdapat kesenjangan antara teori
dan kasus. Kemudian mengatur posisi ibu senyaman mungkin pernyataan
yang sama ditunjukan pada teori yang menyatakan bahwa mengatur
posisi ibu yang nyaman selama persalinan seperti berdiri ataupun
miring dan merangkak, litotomi sangat membantu untuk kenyamanan ibu
saat proses persalinan. Pada Ny.A yaitu posisi ibu untuk cara meneran
yang baik dengan yaitu dengan posisi setengah duduk, tangan merangkul
pergelangan kaki, dan cara meneran seperti orang bab saat ada
kontraksi, ambil nafas panjang sebelum mengejan serta meminta ibu
untuk tidak mengejan saat tidak ada kontraksi. sehingga tidak ada
kesenjangan antara teori dan kasus. Kemudian untuk persiapan
pertolongan kelahiran bayi langkah yang sesuai dengan asuhan
persalinan yaitu meletakan handuk bersih (untuk mengeringkan bayi) di
perut ibu, meletakkan kain bersih yang dilipat 1/3 bagian dibawah
bokong ibu, akan tetapi pada praktiknya dilahan tidak meletakan
handuk kain atau handuk bersih, menggunakan underpad yang
diletakkan di bawah bokong ibu dan menggunakan popok bayi untuk
menahan perinium, sehingga terdapat kesenjangan antara teori dan
praktik, yang seharusnya menggunakan 1/3 kain untuk menahan perinium
tetapi pada praktiknya menggunakan popok bayi. Hal ini
dikarenakan penggunaan popok bayi dianggap lebih memudahkan untuk
menahan perineum dan tidak licin. Tindakan selanjutnya yaitu
melahirkan kepala bayi, mengecek adanya lilitan tali pusat, menunggu
putar paksi luar dan melahirkan bahu depan, dengan tangan biparietal,
melahirkan bahu belakang, bahu depan dan menelusuri sampai kaki serta
melakukan penilaian segera pada tangisan bayi, gerakan dan warna
kulit. Setelah bayi lahir dan dikeringkan lakukan penjepitan dan

239
240

pemotongan tali pusat menggunakan klem tali pusat dan penjepit tali
pusat.Sehingga tidak ada kesenjangan antara teori dan kasus. Pada teori
yang sama bahwa pertolongan pada kala II , melindungi perineum dan
sisi tangan lain melindungi kepala bayi bertujuan untuk melindungi
defleksi maksimal dan terjadinya rupture perineum. Periksa leher bayi
untuk mengecek adanya lilitan tali pusat, jika ada lilitan longgar maka
keluarkan lewat kepala bayi.
Jika lilitan tali pusat erat maka jepit tali pusat dengan klem pada 2
tempat dengan jarak 3 cm kemudian potong tali pusat diantara
kedua klem tersebut. (Anonim,2007 :86) Langkah selanjutnya melakukan
inisiasi menyusui dini (IMD), dengan meletakkan bayi diatas perut ibu
dan menyelimuti bayi dengan kain hangat serta topi bayi. Sehingga tidak
ada kesenjangan antara teori dan kasus. Pada teori yang sama pada bayi
baru lahir dilakukan inisiasi menyusui dini (IMD). Tempatkan bayi
untuk melakukan kontak kulit dengan ibu, dan letakan bayi dengan
dengan posisi tengkurap di dada ibu.Luruskan bahu bayi sehingga bayi
menempel dengan baik di dinding dada perut ibu.Usahakan kepala bayi
berada di antara payudara ibu dengan posisi lebih rendah dari puting
payudara ibu. (Arsinah,2010:82).
VI. Evaluasi
Mengevaluasi keefektifan tindakan yang telah dilaksanakan yaitu bayi
sudah lahir, bernafas spontan, warna kulit kemerahan dan berjenis kelamin
laki-laki
C.KALA III
I.Pengumpulan Data
1. Data subyektif
a. Keluhan utama
Menurut Asrinah (2010:102) pada kala lll otot uterus (miometrium)
berkontraksi mengikuti penyusutan volume rongga uterus setelah lahirnya
bayi. Pada kasus Ny.A mengatakan perut terasa mules dan teraba keras
Sehingga terdapat kesamaan antara teori dan kasus, terjadinya kontraksi
menyebabkan perut terasa mulas.

240
241

2. Data obyektif
Tanda-tanda pelepasan plasenta yaitu Tanda – tanda pelepasan
plasenta perubahan bentuk dan tinggi uterus, tali pusat memanjang,
semburan darah mendadak dan singkat (Asrinah.2010).Pada kasus pada
Ny.A terlihat tali pusat bertambah panjang dan ada semburan darah.
Terdapat kesesuaian antara teori dan kasus.
II. Asessement
Data dasar hasil analisis dan interpretasi dari data subjektif dan
obyektif yang akan diproses menjadi masalah atau diagnosis.(Varney
2006). Berdasarkan hasil didapatkan pada kasus Ny.A maka dapat di
tetapkan diagnosa yaitu Ny.A umur 24 tahun G1P0A0H0 umur kehamilan
39-40 minggu dalam persalinan kala III fase aktif, KU ibu dan janin baik.
III. Indentifikasi Masalah
Dari data objektif dan subjektif tidak ada masalah yang timbul.
IV. Tindakan Segera
Dari identifikasi maka tindakan segera yang dilakukan adalah
memantau kemajuan persalinan dengan patograf dan persiapan untuk
Partus normal.
V. Planning
Tindakan pada planning yang dapat dilakukan adalah
penatalaksanaan manajemen aktif kala lll yaitu : menyuntikan oxytosin 10
IU secara intramuscular pada 1/3 bagian atas paha bagian luar.(lakukan
aspirasi sebelum penyuntikan oxytosin). Melakukan peregangan tali pusat
terkendali serta melakukan masase uterus. Pada kasus Ny.A perencanaan
tindakan manajemen aktif kala lll telah sesuai dengan Asuhan Persalinan
Normal, (Arsinah,2010). sehingga tidak terdapat kesenjangan antara teori
dan kasus. Kemudian mengecek laserasi pada jalan lahir yaitu tidak ada
laserasi jalan lahir.
VI.Implementasi
Melakukan asuhan menyeluruh atau tindakan yang tertera pada
planning yaitu melakukan manajemen aktif kala III dengan pemberian

241
242

suntikan oksitosin, melakukan penegangan tali pusat terkendali dan


masase fundus uteri serta kelengkapan plasenta dan mengecek laserasi.
VII.Evaluasi
Mengevaluasi keefektifan tindakan yang telah dilaksanakan pada
Ny.A yaitu sudah diberikan injeksi oksitosin, plasenta sudah lahir dan
sudah dilaksanakan masase uteri selama 15 kali. Dan plasenta lahir
lengkap dan tidak ada laserasi jalan lahir .
D.KALA IV
I. Pengumplan data
a. Data subyektif
Pada kasus Ny.A merasa bahagia atas kelahiran bayinya dan lega
telah selesai proses persalinannya dan ibu masih merasa mulas.
b. Data obyektif
1. kontraksi uterus
Menurut Asrinah (2010).Kontraksi uterus mutlak diperlukan untuk
mrncegah terjadinya perdarahan dan pengembalian uterus ke bentuk
normal. TFU normal yaitu sejajar dengan pusat atau di bawah pusat, dan
jika uterus lembek maka kontraksi uterus yang tidak kuat dan terus-
menerus dapat menyebabkan atonia uteri. Sehingga tidak terdapat
kesenjangan antara teori dan kasus, karena uterus berkontraksi dengan
baik.Pada kasus Ny.A di dapatkan kontraksi uterus teraba keras dan tinggi
fundus uteri 2 jari dibawah pusat.
2.Tekanan darah
Pada tekanan darah jika kurang dari 90/60 mmHg dan nadi lebih
dari 100 x/ menit, menunjukan ada suatu masalah. (asrinah, 2010:121).
Hasil pemeriksaan Pada kasus Ny.A tekanan darah 120/80 mmHg dan
nadinya 80 x/ menit, sehingga tidak ada kesenjangan antara kasus dan
teori.

3. Suhu

242
243

Menurut Asrinah, (2010:121).Suhu tubuh yang normal adalah


<380c,suhu yang tinggi tersebut mungkin disebabkan oleh dehidrasi
(karena persalinan yang lama dan kurang minum atau ada infeksi). Pada
kasus Ny.A suhu tubuh 36 ,5OC, jadi masih dalam batas normal, dan tidak
ada kesenjangan antara teori dan kasus. kandung kemih menurut Asrinah,
(2010). Jika kandung kencing penuh dengan air seni, uterus tidak
berkontraksi dengan baik. Pada kasus Ny.A kandung kemih teraba kosong,
sehingga tidak terdapat kesenjangan antara teori dan kasus, karena
kandung kemih kosong, dan kontraksi baik.
II. Assesment
Berdasarkan data obyektif dan subyektif pada Ny.A maka diagnosa
yang ditetapkan yaitu Ny.A umur 24 tahun G1P1A0H1 dalam persalinan
kala IV. Data dasar hasil analisis dan interpretasi dari data subjektif dan
obyektif yang akan diproses menjadi masalah atau diagnosis.(Varney
2006).
IV. Planning
Menurut Prawirohardjo, (2010). Pemantauan kontraksi uterus dan
perdarahan pervaginam yaitu 2-3 kali dalam 15 menit pertama pasca
persalinan, 15 menit selama 1 jam pertama pasca persalinan dan setiap 20-
30 menit selama jam ke 2 pasca persalinan. Jika uterus tidak berkontraksi
dengan baik, laksanakan perawatan yang sesuai untuk penatalaksanaan
atonia uteri. Jika ditemukan laserasi lokal maka lakukan penjahitan dengan
anastesi lokal dan menggunakan teknik yang sesuai. Setelah dilakukan
pengawasan pada Ny.A selama 2 jam keadaan umum baik, kontraksi
uterus keras, serta tidak terjadi perdarahan karena atonia uteri. Dapat
disimpulkan tidak terdapat kesenjangan antara teori dan kasus.
V. Implementasi
Melakukan asuhan menyeluruh atau tindakan yang tertera pada
planning yaitu memastikan uterus berkontraksi dan tidak terjadi
perdarahan, mengajarkan ibu dan keluarga cara masase, melanjutkan
pemantauan kontraksi dan perdarahan pervaginam, mengevaluasi jumlah
perdarahan, kontraksi uterus, nadi, TFU. Pemantauan 2 jam post partum

243
244

dalam patograf, mendokumentasi alat, membersihkan ibu, membersihkan


diri, dan memberikan ibu terapi oral.
VI.evaluasi
Mengevaluasi keefektifan tindakan yang telah dilakukan yaitu
kontraksi uterus baik,keras, tidak ada perdarahan ibu bisa melakukan
masase sendiri, sudah dilakukan pemantauan 2 jam post partum di
patograf, alat sudah bersih, ibu sudah bersih, dan ibu sudah makan dan
minum obat vit A, paracetamol, dan amoxcicilin.

C. Bayi Baru Lahir


1. Kunjungan Neonatal I
Dari hasil pemeriksaan bayi Ny. A lahir spontan tanggal 23 Maret
2022 pukul 10.35 WIB, menangis kuat dan warna kulit kemerahan, jenis
kelamin laki-laki, tidak ada cacat kongenital dengan berat badan 3300 gram,
panjang badan 48 cm, dan nilai apgar score 8/9. Bayi dalam keadaan normal
melakukan IMD selama 1 jam dan dapat menyusu dengan baik dan telah
mendapat imunisasi Vit. K. Untuk mencegah hipotermi, bayi tidak langsung
dimandikan.
Bayi dimandikan 6 jam setelah bayi lahir. Hal ini sesuai dengan teori
kepustakaan untuk tidak memandikan bayi minimal 6 jam setelah lahir untuk
mencegah hipotermi (Muslihatun, 2012).
Kunjungan pertama neonatus (KN 1) dilakukan pada saat bayi
berumur 6 jam, pada kunjungan ini dilakukan pemeriksaan fisik, bayi sudah
dimandikan dan Vit.K sudah diberikan dan melakukan perawatan tali pusat
(Muslihatun, 2012).
Karena pada kunjungan pertama bayi baru lahir masih berada di PMB
dan belum dipulangkan, sehingga penulis memberikan asuhan penuh kepada
bayi. Pemberian Vit. K dilakukan 1 jam setelah bayi lahir dan imunisasi Hb 0
diberikan pada saat hari pertama yaitu pada saat bayi akan dipulangkan.

244
245

2. Kunjungan Neonatal II
Kunjungan kedua yaitu 6 hari setelah bayi lahir, tidak dijumpai
penyulit, tali pusat sudah putus, tidak ada tanda-tanda infeksi, bayi menyusu
dengan baik dan tetap diberi ASI eksklusif 24 jam, ketika bayi menangis dan
baru bangun tidur.
Menurut Muslihatun (2012) bahwa kunjungan kedua dilakukan pada
kurun waktu hari ke - 3 sampai dengan hari ke-7 setelah bayi lahir. Hal yang
dilakukan adalah jaga kehangatan tubuh bayi, pemenuhan nutrisi pada bayi
yaitu memberikan ASI sesering mungkin, istirahat, kebersihan kulit dan
mencegah infeksi.

Berdasarkan asuhan dan pemantauan yang dilakukan penulis tidak


ditemukan kesenjangan antara teori dan kasus, dikarenakan ibu pada saat
pemulangan ibu kerumah ibu dibekali dengan pengetahuan seputar bayi baru
lahir.
3. Kunjungan Neonatal III
Bayi mendapatkan ASI ekslusif, tidak ada tanda-tanda infeksi pada
bayi baru lahir. Bayi sudah mendapat imunisasi BCG dari posyandu tempat
ibu tinggal.
Saifuddin (2009) dilakukan pada kurun waktu hari ke-8 sampai dengan
hari ke-28 setelah lahir. Hal yang dilakukan adalah jaga kehangatan tubuh,
beri ASI eksklusif, periksa ada/tidak tanda bahaya dan atau gejala sakit seperti
tidak mau menyusu, lemah, tali pusat kemerahan, kulit terlihat kuning, demam
atau tubuh teraba dingin. Segera periksakan bayi ke dokter/bidan jika
menemukan satu atau lebih tanda bahaya pada bayi. Kunjungan ketiga yaitu 2
minggu setelah bayi lahir, tidak dijumpai adanya penyulit.
D. .NIFAS
Kunjungan masa nifas pada Ny. A dilakukan sebanyak 4 kali, yaitu
dalam 6-8 jam, 6 hari,2 minggu dan 6 minggu.
1. Nifas 6 jam -2 hari
Kunjungan pertama tanggal 23 Maret 2022 (6 jam postpartum),
keadaan ibu dan bayi baik, tidak ada dijumpai penyulit, perdarahan ± 100 cc,

245
246

Lochea rubra, kontraksi baik, kandung kemih kosong, ibu telah memberikan
ASI pada bayinya dan bayi mau menyusu. Nutrisi pada Ny.A sudah dipenuhi
dengan memberi ibu makan dan minum, 2 jam setelah melahirkan ibu sudah
dapat miring ke kiri atau kanan dan ibu BAK pergi ke toilet.
Ambulasi dini pada ibu post partum harus dilakukan secepat mungkin,
ibu post partum sudah diperbolehkan bangun dari tempat tidur dalam 24-48
jam, sebaiknya ibu sudah diperbolehkan untuk mandi dan pergi ke kamar
mandi dengan dibantu setelah 1 atau 2 jam melahirkan (Saleha, 2013).
Mochtar (2012) menyatakan bahwa hal yang perlu dipantau pada
kunjungan masa nifas 6-8 jam postpartum adalah memastikan bahwa tidak
terjadi perdarahan, pemberian ASI awal dan tetap menjaga bayi agar tidak
hipotermi. Menurut asumsi penulis, dari teori yang ada bahwa tidak ada
kesenjangan antara teori dan asuhan yang sudah diberikan pada Ny.P.
2. Nifas 6 hari
Kunjungan nifas yang kedua adalah 6 hari setelah persalinan pada
tanggal 29 Maret 2022, kunjungan ini TFU pertengahan pusat dengan
symfisis, kontraksi uterus baik, Lochea Sanguilenta, ASI lancar, bayi mau
menyusu, tidak ada tanda-tanda infeksi pada ibu dan tekanan darah dalam
keadaan normal yaitu 120/80 mmHg. Bahwa asuhan pada masa nifas pada
kunjungan kedua yaitu memastikan involusi uterus berjalan dengan normal,
tinggi fundus uteri pertengahan pusat dengan symfisis, tidak ada perdarahan
abnormal, melihat adanya tanda-tanda demam, infeksi atau perdarahan,
memastikan ibu mendapatkan makanan, minum dan istirahat yang cukup,
memastikan ibu menyusui dengan benar serta tidak ada tanda-tanda kesulitan
menyusui, memberikan konseling pada ibu mengenai asuhan pada bayi,
menjaga bayi tetap hangat dan merawat tali pusat.
Saleha (2013) menyatakan bahwa proses laktasi pada semua wanita
terjadi secara alami, dimana dengan adanya isapan bayi akan merangsang
hormon prolaktin sehingga pengeluaran ASI semakin lancar. Berdasarkan
asuhan dan pemantauan yang dilakukan oleh penulis tidak terdapat
kesenjangan antara teori dan kasus. Pengeluran ASI semakin lancar karena ibu

246
247

menyusui bayinya sesering mungkin, istirahat yang cukup dan keluarga


berusaha untuk memenuhi nutrisi ibu selama masa menyusui.
3. Nifas 2 minggu
Kunjungan nifas yang ketiga yaitu pada 2 minggu pada tanggal 20
April 2022 setelah persalinan. Asuhan yang diberikan sama dengan asuhan
pada kunjungan 6 hari setelah persalinan. TFU sudah tidak teraba, ASI lancar,
kebutuhan nutrisi ibu terpenuhi, Lochea alba, tidak ada tanda-tanda infeksi.
Asuhan yang diberikan pada Ny. A sudah sesuai dengan teori yang
menyatakan bahwa asuhan kebidanan pada 2 minggu post partum yaitu
memastikan involusi berjalan normal, memastikan ibu menyusui bayi, dan
memastikan ibu mendapatkan makanan, minuman dan istirahat yang cukup.
Berdasarkan asuhan dan pemantauan ibu tidak mengalami penyulit, hal ini
dikarenakan ibu selalu menjaga kebersihan diri seperti mandi dan juga
mengganti pakaian dalam sesuai dengan kebutuhan. Selain itu, orangtua ibu
selalu mengajari dan membantu ibu untuk melakukan perawatan.

E. PELAKSANAAN KB
Ditinjau dari usia Ny.A yaitu 24 tahun dengan Primigravida alat
kontrasepsi yang dianjurkan yang mengandung hormonal adalah MAL, KB suntik
3 bulan, Implan dan non hormonal adalah metode kelender, kondom, AKDR dan
steril . Setelah berdiskusi dengan keluarga dan setelah mengisi informed choice
dan informed consent maka Ny.A telah memutuskan ingin menggunakan KB
dengan memakai kondom. Menurut Kemenkes (2013) KB dengan menggunakan
kondom tidak terdapat kandungan hormon yang tidak akan menganggu perubahan
siklus haid ataupun penambahan berat badan.Pemakiannya bisa pada suami dan
juga pada istri,jika pada suami di pasangkan pada penis dengan meninggalkan
sebagian ujung pada penis agar tidak terjadi robekan pada kondom dan juga guna
untuk menampung sperma . Pada tanggal 02 Mei 2022 pukul 16.00 WIB, Ny.A
datang ke PMB Yulita fatmawati untuk pemberian kondom, Ny.A mengatakan
suami lebih setuju untuk pemakaian kondom pada suami dan kondom sudah
diberikan kepada ibu. Dengan penatalaksanaan yang baik, antara asuhan dan teori
tidak ada kesenjangan.

247

Anda mungkin juga menyukai