Anda di halaman 1dari 11

UJI KARAKTERISASI FISIK BUAH PEPAYA HIBRIDA BERBEDA

Oleh:

NIDYA LENA FITRIAH LAKSANA


60400117074

JURUSAN FISIKA
FAKULTAS SAINS DAN TEKNOLOGI
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI ALAUDDIN MAKASSAR
2020
BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Pepaya (Carica papaya L.) merupakan tanaman herba berupa buah dari
family Caricaceae yang mempunyai nilai nutrisi baik. Pepaya merupakan tanaman
hasil persilangan alami Carica peltata Hook. & Arn. yang berasal dari Amerika
tropis dan sekarang tersebar luas di seluruh daerah tropik dan subtropik di seluruh
dunia. Indonesia yang merupakan salah satu daerah tropika, sehingga tanaman
pepaya terdapat hampir di seluruh daerahnya. Buah pepaya mempunyai kandung
10% gula, vitamin A dan vitamin C.
Indonesia cenderung mengalami peningkatan produksi buah pepaya dari
tahun ketahun. Walaupun terjadi peningkatan, namun masih banyak kendala yang
ditemui antara lain, ukuran buah kurang sesuai dengan selera, terbatasnya varietas
unggulan yang cepat berbuah, rasa buah yang kurang manis, umur tanaman
pendek serta kemampuan adaptasi yang rendah terhadap cekaman lingkungan
yaitu kekeringan. Pepaya tergolong tanaman tidak bermusim, sehingga buahnya
tersedia setiap saat, harganya juga relatif murah dan terjangkau.
Untuk mendapatkan tanaman pepaya yang sesuai dengan keinginan
langkah yang dapat ditempuh yaitu melalui kegiatan pemuliaan tanaman. Melalui
kegiatan pemuliaan tanaman bisa diperoleh tanaman yang nantinya akan menjadi
varietas unggul. melalui pemuliaan, diharapkan akan diperoleh kultivar pepaya
unggul baru dengan sifat-sifat yang diinginkan seperti produktivitas tinggi, cepat
berbuah, ukuran buah sesuai dengan selera konsumen, rasa manis, serta tahan
terhadap serangan hama dan penyakit.
Tanaman hibrida merupakan salah satu varietas unggul yang dapat
dihasilkan. Tanaman hibrida yang diperoleh dari hasil pemuliaan tidak bisa
langsung dilepas begitu saja, tetapi perlu diseleksi terlebih dahulu. Sebelum
diseleksi tanaman hibrida tersebut perlu dikarakterisasi lagi. Tujuannya untuk
mempelajari keragaan morfologinya baik pada fase vegetatif maupun generatif
serta kualitasnya.
Hasil karakterisasi pada tanaman hibrida ini diharapkan dapat
mempermudah penyeleksian tanaman yang memiliki sifat sesuai dengan ideotipe
yang diinginkan. Kriteria (ideotipe) buah pepaya yang diinginkan untuk konsumsi
buah segar antara lain memiliki rasa manis, bentuk buah oval atau lonjong, kulit
buah halus, bobot buah berkisar 0.5-1.0 kg (kecil-medium), daging buah renyah
dengan warna jingga dan rongga buah kecil.

1.2 Rumusan Masalah


Rumusan masalah pada penelitian ini yaitu:
a. Bagaimana karakterisasi buah pepaya hibrida?
b. Bagaimana mendapatkan Kriteria buah Pepaya yang unggul?

1.3 Tujuan Penelitian


Tujuan penelitian ini yaitu:
a. Untuk mengetahui karakterisasi buah pepaya Hibrida
b. Untuk mendapatkan Kriteria buah Pepaya yang unggul

1.4 Manfaat Penelitian


Manfaat penelitian ini yaitu:
a. Dapat memberikan informasi tentang karakteristik buah pepaya hibrida
b. Dapat memberikan informasi kepada masyarakat tentang kriteria buah
pepaya yang unggul

1.5 Ruang Lingkup Penelitian


Pada penelitian ini dilakukan analisis warna, analisis kekerasan dan
analisis buah yang dapat dimakan. Penelitian ini menitikberatkan pada
karakterisasi fisik buah pepaya hibrida dengan menggunakan empat jenis pepaya
yang berbeda agar mendapatkan buah pepaya yang unggul.
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Tanaman Pepaya


Di dalam QS. Nahl terdapat ayat yang berhubungan dengan tanaman atau
buah-buahan yang berbunyi:
            
    
11. Dia menumbuhkan bagi kamu dengan air hujan itu tanam-tanaman;
zaitun, korma, anggur dan segala macam buah-buahan. Sesungguhnya pada yang
demikian itu benar-benar ada tanda (kekuasaan Allah) bagi kaum yang
memikirkan (QS. Nahl: 11).
Ayat di atas mengandung makna bahwa Allah SWT telah menumbuhkan
berbagai macam tumbuhan yang mempunyai manfaat yang besar bagi manusia
dan merupakan anugerah Allah SWT yang harus dipelajari dan dimanfaatkan.
Salah satu tanaman itu adalah pepaya.
Pepaya (Carica papaya L.) merupakan tanaman herba berupa buah dari
family Caricaceae yang mempunyai nilai nutrisi baik. Pepaya merupakan tanaman
hasil persilangan alami Carica peltata Hook. & Arn. yang berasal dari Amerika
tropis dan sekarang tersebar luas di seluruh daerah tropik dan subtropik di seluruh
dunia. Indonesia yang merupakan salah satu daerah tropika, sehingga tanaman
pepaya terdapat hampir di seluruh daerahnya. Pepaya tergolong tanaman tidak
bermusim, sehingga buahnya tersedia setiap saat, harganya juga relatif murah dan
terjangkau (Febjislami, dkk, 2018).
Pepaya merupakan buah yang memiliki nilai nutrisi baik dan dapat
dimanfaatkan dalam bentuk buah segar maupun produk hasil olahan. Buah pepaya
mengandung 1.0-1.5% protein, 1.0-1.5% vitamin A, dan 69–71 mg (100 g)-1
vitamin C. Kandung mineral dalam buah pepaya di antaranya kalsium sebesar 11–
31 mg (100 g)-1 dan kalium sebesar 39 337 mg (100 g)-1. Kandungan lain dalam
buah pepaya adalah 0.1% lemak rendah,7-13% karbohidrat, 35-59 kkal (100 g)-1,
200 kJ energi dan 85-90% air. Bagian tanaman pepaya seperti akar, daun, buah
dan biji mengandung fitokimia: polisakarida, vitamin, mineral, enzim, protein,
alkaloid, glikosida, saponin dan flavonoid yang semuanya dapat digunakan
sebagai nutrisi dan obat (Suketi, dkk, 2010).
Tanaman pepaya pada umumnya tidak bercabang atau sedikit bercabang,
tumbuh hingga setinggi 5-10 m. Daunnya berbentuk spiral pada batang pohon
bagian atas dan tangkai yang panjang menyirip lima serta berlubang di bagian
tengah. Bentuk buah lonjong memanjang dengan ujung biasanya meruncing. Kulit
buah ketika muda berwarna hijau gelap dan setelah masak hijau muda hingga
kuning. Daging buah berwarna kuning hingga merah jingga. Bagian tengah buah
berongga. Memiliki banyak biji yang berwarna hitam atau kehitaman dan
terbungkus semacam lapisan berlendir (pulp) untuk mencegahnya dari kekeringan
(Rukmana, 2003).

2.2 Manfaat Pepaya


Pepaya memiliki banyak manfaat untuk kehidupan sehari-hari. Menurut
Menteri Negara Riset dan Teknologi (2011) manfaatnya sebagai berikut :
a. Buah pepaya bisa dijadikan sebagai “buah meja” untuk pencuci mulut dan
sebagai pensuplai nutrisi/gizi terutama vitamin A dan C. Buah pepaya masak
yang mudah rusak perlu diolah dijadikan makanan seperti selai pepaya dan
dodol pepaya. Selain itu juga, dalam industri makanan, buah pepaya sering
dijadikan bahan baku pencampur saus tomat yakni untuk penambah cita rasa,
warna dan kadar vitamin.
b. Dalam industri farmasi, akarnya dapat digunakan sebagai obat penyembuh
sakit ginjal dan kandung kemih.
c. Daunnya sebagai obat penyembuh penyakit malaria, kejang perut dan sakit
demam.
d. Batang buah muda mengandung getah putih yang berisikan enzim pemecah
protein yang disebut “papaine” sehingga dapat melunakkan daging.
e. Bunga pepaya yang berwarna putih dapat dirangkai sebagai “bunga kalung”
pengganti bunga melati atau sering dibuat urap (sayuran).
2.3 Pemuliaan Pepaya
Pemuliaan tanaman tidak terlepas dari penggunaan benih. Dalam
pemuliaan tanaman, Pemilihan benih menjadi kegiatan utama yang dapat
mempengaruhi produktivitas hasil buah dan tentu saja digunakan benih dengan
berbagai macam keunggulan sehingga diperoleh buah dengan produktivitas tinggi
dan kualitas yang baik. Benih yang kurang baik akan menghasilkan buah yang
kurang baik pula (Nazaruddin dan Muchlisah, 1996).
Menurut Nazaruddin dan Muchlisah (1996), ciri-ciri tanaman buah yang
unggul, yaitu produktivitas buah per pohon dalam suatu musim panen melebihi
produktivitas tanaman buah lain yang sejenis, dibandingkan dengan jenis lainnya,
tanaman sudah mampu berproduksi walaupun umurnya relatif muda, tanaman
tahan hama penyakit karena tanaman yang tumbuh sehat dan normal akan
menghasilkan buah yang sehat dengan penampakan menarik, kelezatan aroma
buah di atas rata-rata varietas lain serta bentuk, ukuran, dan warna buah seragam.
Salah satu upaya meningkatkan kualitas pepaya lokal dengan program
pemuliaan untuk mendapatkan varietas unggul baru yang memiliki spesifikasi
yang sesuai dengan selera konsumen internasional, produktivitas tinggi, dan tahan
terhadap cekaman biotik maupun abiotik. Pengembangan varietas pepaya di Pusat
Kajian Buah-buahan Tropika (PKBT) meliputi lima program, yaitu pemantapan
koleksi plasma nutfah, pengembangan varietas unggul, studi ketahan terhadap
penyakit, analisis pewarisan sifat, dan studi DNA marker untuk penentu kelamin
(Anonim, 2003).
Menurut Anonim (2013), Pusat Kajian Buah-buahan Tropika (PKBT)
sedang mengembangkan pepaya genotipe IPB-3 dan IPB-6C. Pepaya genotipe
IPB-3 dan pepaya IPB-6C merupakan genotipe yang memiliki karakter terpilih
untuk pengembangan varietas saat ini. Berikut adalah gambaran singkat mengenai
pepaya genotipe IPB-3 dan pepaya IPB-6C :
 Pepaya IPB-3
Pepaya IPB-3 merupakan tipe pepaya Solo Hawaii yang berasal dari introduksi
dan ditanam dari plasma nutfah. Terlebih dahulu, plasma nutfah diobservasi
dan penyeleksian genotipe-genotipe yang mempunyai sifat unggul yang
dikendalikan oleh faktor genetik, seperti sifat rasa manis, warna daging buah
merah, bentuk menarik, dan ukuran buah seragam. Genotipe-genotipe yang
terpilih kemudian dilakukan selfing dan ditanam. Tujuan dari kegiatan selfing
untuk memurnikan genotipe. Serangkaian kegiatan ini dinamakan seleksi galur.
Umur berbunga pepaya IPB-3 kurang lebih 130 hari setelah tanam dan
memiliki umur petik 140 hari setelah anthesis (bunga mekar).
 Pepaya IPB-6C
Pepaya IPB-6C merupakan tipe pepaya ukuran sedang-besar atau tipe mirip
pepaya bangkok. Metode yang digunakan dalam merakit pepaya IPB-6C
adalah seleksi massa dengan mencari kriteria terbaik. Kemudian benihnya
diambil dan ditanam. Umur berbunga pepaya IPB-6C kurang lebih 140 hari
setelah tanam, sedangkan umur petiknya sekitar 250 hari setelah anthesis
(bunga mekar).

2.4 Karateristik Fisik Pepaya


Pada umumnya, karakteristik fisik buah pepaya berkaitan dengan bentuk,
ukuran, warna, dan bobot buah. Buah pepaya umumnya berbentuk lonjong,
panjang atau silinder dengan kisaran bobot antara 300 gram sampai lebih 3 kg.
Bentuk buah ini berkaitan dengan tipe buah pada bentuk putik dan benang sari.
Umumnya, ketika muda kulit buah pepaya berwarna hijau dan bila sudah tua berubah
menjadi oranye. Daging buah pepaya berwarna oranye bila muda sampai oranye
kemerah-merahan bila sudah masak. Bagian dalam buah pepaya berongga dan berisi
banyak biji yang berwarna hitam (Prihatman, 2000).
Karakteristik fisik pada buah pepaya juga berhubungan dengan kekerasan atau
tekstur. Kekerasan (tekstur) buah dipengaruhi Kandungan zat pektin di dalam buah
tersebut. Zat pektin dapat diklasifikasikan menjadi tiga kelompok, yaitu asam pektat,
asam pektinat (pektin), dan protopektin. Selama proses pematangan buah, zat pektin
akan terhidrolisa menjadi komponen-komponen larut air sehingga total zat pektin akan
menurun dan komponen larut air akan meningkat jumlahnya yang mengakibatkan buah
menjadi lunak (Muchtadi dan Sugiono, 1992).
BAB III
METODE PENELITIAN

3.1 Waktu dan Tempat Penelitian


Waktu dan tempat penelitian yaitu:
Waktu : Juni 2020
Tempat : Laboratorium Kimia UIN Alauddin Makassar
3.2 Alat dan Bahan
Alat dan bahan yang digunakan pada penelitian ini sebagai berikut:
3.2.1 Alat
a. Chromameter Minolta CR300
b. Texture Analyzer TATX 2i
c. Cawan Petri
d. Neraca Analitik
e. Pisau
f. Cawan Aluminium
g. Cawan Porselin
h. Spatula
3.2.2 Bahan
a. Pepaya IPB-3
Pepaya genotipe IPB-3 memiliki daging buah berwarna jingga
kemerahan, kulit buah hijau kekuningan, dan ukuran buah yang kecil
dengan bobot buah sekitar 0.5 kg. Pepaya IPB-6C
b. Pepaya IPB-6C
Pepaya genotipe IPB-6C memiliki daging buah berwarna jingga-
kemerahan dan kulit buah hijau kekuningan. Bobot buah pepaya
IPB-6C kurang lebih 2.79 kg.
c. Pepaya Bangkok
Pepaya bangkok memiliki ciri khas berukuran besar dengan bobot
hingga mencapai 3.5 kg. Daging buah pepaya bangkok berwarna
jingga-kemerahan dengan warna kulit hijau kekuningan.
d. Pepaya Burung
Ciri khas pepaya burung adalah memiliki daging buah berwarna
kuning cerah. Warna kulit buah pepaya burung adalah hijau
kekuningan. Pepaya burung ini memiliki daging buah tipis, memiliki
biji sedikit, dan rongga buah agak lebar.

3.3 Prosedur Kerja


Prosedur kerja pada penelitian ini adalah sebagai berikut:
a. Analisis Warna
1. Meletakkan sampel dalam cawan petri
2. Mengukuran warna dilakukan menggunakan Chromameter Minolta
CR300
3. Mengamati parameter warna dengan nilai a dan b. Nilai a merupakan
warna kromatik campuran merah dan hijau dengan kisaran (-80)-100.
Kisaran 0-100 termasuk +a yang menunjukkan warna merah dan
kisaran (-80)-0 termasuk -a yang menunjukkan warna hijau. Sedangkan
nilai b merupakan warna kromatik campuran kuning dan orange dengan
kisaran (-80)-70. Kisaran 0-70 termasuk +b yang menunjukkan warna
kuning dan kisaran (-80)-0 termasuk -b yang menunjukkan warna
orange.
4. Mencatat hasil pengukuran di dalam tabel pengamatan
Tabel 3.1 Analisis Warna

Nilai
Sampel
a+ a- b+ b-
Pepaya IPB-3
Pepaya IPB-6C
Pepaya Bangkok
Pepaya Burung

b. Analisis Kekerasan
1. Menempatkan sampel pada meja sampel
2. Melakukan pengukuran dengan memberikan gaya tekan pada sampel
sebanyak 2 kali dengan menggunakan alat Texture Analyzer TATX 2i
dengan probe silinder P2E
3. Menentukan nilai puncak (maksimum gaya) pada tekanan atau
kompresi pertama dengan menggunakan persamaan:
P = F/A
Keterangan:
P = tekanan (satuan N/m2)
F = gaya (satuan N)
A = luas bidang tekan (satuan m2)
4. Mencatat hasil pengukuran pada tabel pengamatan
Tabel 3.2 Analisis Kekerasan

Sampel Nilai Kekerasan/tekanan


Pepaya IPB-3
Pepaya IPB-6C
Pepaya Bangkok
Pepaya Burung

c. Analisis bagian buah yang dapat dimakan


1. Menimbang buah pepaya utuh
2. Mengupas kulitnya dan membuang bijinya
3. Menghitung bagian buah yang dapat dimakan dengan menggunakan
rumus:

Keterangan:
x = buah yang dapat dimakan
a = berat daging buah (g)
b = berat buah utuh (g)
4. Mencatat hasil perhitungan pada tabel pengamatan
Tabel 3.3 Analisis buah yang dapat dimakan

Buah yang dapat


Sampel
dimakan
Pepaya IPB-3
Pepaya IPB-6C
Pepaya Bangkok
Pepaya Burung

3.4 Diagram Alir

Mulai

Studi Literatur

Menyiapkan
Alat dan bahan

Uji Karateristik
Fisik

Analisis bagian buah


Analisis Warna Analisis Kekerasan yang dapat dimakan

Analisis Data

Hasil dan
Pembahasan

Selesai