Anda di halaman 1dari 5

PENDAHULUAN

Kita tentu sudah tau bahwa mobil Formula 1 bergerak lebih cepat daripada kuda.
Tetapi berapa kali cepatkah? Kita tidak bias menjawabnya sebelum kita mendapat
informasi kecepatan mobil F1 dan kecepatan lari kuda. Jika diinformasikan bahwaa
kecepatan mobil F1 adalah 250km/jam dan kecepatan lari kuda 50 km/jam tentu
kita langsung taau bahwa mobil F1 bergerak lima kali lebih cepat daripada kuda.
Dari penjelasan diataskita jadi tau bahwa besaran fisika sangat penting. Besaran
fisika adalah sifat benda atau gejala alam yang dapat diukur panjang,massa,lama
waktu sebuah pertandingan,suhu udara,kekerasan benda, dan kecepatan mobil.
Kelompok besaran ini selanjutnya dinamakan besaran pokok. Berdasarkan
pertemuan ahli fisika seluruh dunia maka di tetapkan tujuh besaran pokok.
Pengukuran adalah pekerjaan yang sangat penting untuk mengetahui data secara
pasti. Pengukuran pada dasarnya adalah membandingkan nilai besaran fisis yang
dimiliki benda dengan nilai besaran fisis alat ukur yang sesuai

MENGUKUR AREA DAN VOLUME


Pada buku fisika dasar 1 karya mikrajuddin Abdullah pengukuran volume dibagi
menjadi tiga yaitu cair,gas, dan padat.
Pengukuran volume cair
Pengukuran ini sangat mudah dengan menggunakan gelas ukur. Cara membaca nya
juga mudah yaitu dengan menuangkan cairan tersebut ke dalam gelas ukur dan
membaca skala yang tertera dengan posisi mata horizontal dengan skala gelas ukur
tersebut.

Pengukuran volume gas


Gas dalam jumlah sedikit dapat diukur dengan gelas ukur. Prinsipnya adalah
karena massa jenis gas lebih kecil dari massa jenis zat cair maka dalam zat cair gas
cenderung bergerak ke atas dan menempati ruang paling atas.
Pengukuran volume padat
Pengukuran volum zat padat yang teratur dapat ditentukan melalui pengukuran
Panjang bagian bagian nya. Volume kubus dapat ditentukan dengan mengukur
salah satu Panjang sisinya, volume balok dengan mengukur Panjang tiga sisi nya
sedangkan bola dengan mengukur diameternya. Volume benda padat yang
bentuknya tidak teratur dapat ditentukan dengan tidak langsung. Salah satunya
adalah dengan mengukur volume air yang dipindahkan oleh benda teresebut ketika
seluruh bagian benda dicelupkan ke dalama zat cair.

PENGUKURAN LUAS

Jika bentuk tanah persegi atau persegi Panjang, maka pengukuran sangat mudah
yaitu dengan mengukur Panjang sisi sisi nya. Namun, umumnya bentuk tanah tidak
lah persegi dan cenderung tidak beraturan. Metode yang digunakan untuk
menentukan luasnya adalah metode segitiga. Jika Panjang sisi segitiga diketahui
maka luas segitiga dengan mudah diketahui. Jadi, yang dilakukan adalah membagi
tanah atas sejumlah segitiga kemudian mengukur Panjang sisi semua segitiga
tersebut. Luas tanah sama dengan jumlah luas segitiga.
Segitiga yang sudah diukur Panjang sisi sisnya dan akan kita tentukan luasnya,
Panjang sisi segitag tersebut adalah a,b,c. Untuk menentukannya, kita tempatkan
segitiga tersebut pada koordinat. Misalkan sisi c berimpitan dengan sumbu x
kemudian buat lingkaran yang berpusat di pusat koordinat( salah satu titik sudut
segitiga) dan berpusat di sudut yang lain yang berada disumbu x. jari jari lingkaran
persis sama dengan Panjang sisi segitiga sehingga kedua lingkaran berpotongan
disudut ketiga segitiga tersebut.
Persamaan lingkaran nya menjadi
x 2+ y 2= a 2

( x−c)2+ y 2 = a 2

Kedua lingkaran berpotongan di titik (XO,YO). Titik ini merupakan lokasi koordinat
ketiga segitiga tersebut. Jadi koordinat titik potong nya memenuhi
xo2 + yo 2= a 2

( xo−c )2+ yo 2 = b 2

Kurangkan persamaan berikut menjadi


2cx0 - c 2 = a 2 - b 2
Subtitusi persamaan diatas ke persamaan di awal tadi diperoleh nilai YO
YO = √ a2−¿ xo 2 ¿
= √ a2−¿ ¿¿ ¿ ¿
Luas segitiga nya adalah
1
A = 2 cyo

1 2
= 2 c √ a −¿ ¿ ¿ ¿ ¿

Pada buku utama newnotian physics menjelaskan juga tentang area dan volume
AREA DAN VOLUME
Area dapat di deifinisikan dengan menyalin bentuk sebuah bunga ke dalam kertas
grafik dengan ukuran 1 cm x 1 cm dan hitung jumlah kotak yang ada didalam nya.
Menggunakan rumus A = Πr2 untuk lingkaran, rumus tersebut tidak berguna
apabila diterapkan ke dalam bentuk yang tidak teratur
Secara umum, kita dapat melihat bahwa setiap saat ada dua objek dengan bentuk
yang sama,tetapi dimensi linier nya berbeda, rasio daerah mereka sama dengan
rasio kuadrat dimensi linier mereka

A1
=¿
A2

Perhatikan bahwa tidak masalah dimana kita memilih untuk mengukur ukuran
linier L dari sebuah objek. Dalam kasus biola misalnya itu bias saja diukur secara
vertical, horizontal, diagonalnya. Penting untuk menyadari bahwa tidak perlu
rumus untuk area biola tersebut. Itu mungkin hanya menurunkan rumus sederhana
untuk bidang tertentu seperti lingkaran, persegi Panjang dan sebagainya,tetapi itu
bukan suatu halangan untuk jenis penalaran yang kita gunakan. Secara singkat kita
menuliskan rumus nya A ~ L2 arti dari ~ ialah sebanding.
Jika objekyang berbeda terbuat dari bahan yang sama dengan kepadatan yang
sama,maka hasilnya m = ρ V sebanding dengan L3. Point pentingnya adalah
bahwa semua diatas tentang penskalaan sajaberlaku pada objek yang bentuknya
sama.

Metrologi Kimia
Metrologi Kimia yang merupakan konsep baru dari kimia analitik konvensional
mencakup dua hal penting yaitu ketertelusuran (traceability) dan ketidakpastian
pengukuran (uncertainty). Hasil uji yang diperoleh dari bahan yang sama pada
lokasi dan waktu yang berbeda akan dapat dibandingkan (komparabel) apabila
masing-masing hasil uji tersebut dapat dikaitkan (memiliki ketertelusuran) ke
standar pengukuran yang diakui yang berfungsi sebagai acuan yang sama.
Komparabilitas (comparability) ini yang merupakan indikator validitas hasil uji
tersebut. Hasil uji seyogianya harus tertelusur ke Standar Internasional (SI); atau
bila belum mungkin, minimal tertelusur ke acuan lain yang diakui secara
internasional misal CRM atau WHO Internasional Unit. Apabila ini dipenuhi maka
sebagai dampaknya hasil uji akan diakui secara global, hasil uji akan merupakan
estimasi terbaik dari nilai sebenarnya dan penyimpangan hasil uji menjadi
minimal. Ketertelusuran adalah sifat suatu hasil uji/pengukuran yang dapat
dikaitkan ke suatu standar yang sesuai, umumnya standar internasional atau
nasional melalui rantai pembandingan yang tidak terputus, dimana masingmasing
rantai mempunyai nilai ketidakpastiannya. Standar yang sesuai
(appropriate standard, reference point, stated references), yang tersebut diatas
dapat mencakup: SI, CRM dan Metode Acuan (Reference Method). Standar
International Satuan Ukur (SI) terdiri dari: Panjang (meter,m), Massa (kg), Waktu
(detik), Arus listrik (ampere), Suhu (derajat Kelvin), Intensitas cahaya (candela)
dan Jumlah zat (mole, mol). Ke enam unit yang pertama masuk dalam pengukuran
fisika, sedangkan unit yang terakhir masuk dalam pengukuran/pengujian kimia.
Berbeda dengan pengukuran fisika yang dapat berbentuk “artifact”, standar untuk
jumlah zat (mole) tidak berbentuk “artifact”. Standar mole yang berupa 12C mole
atau 12 gram atom C, tidak
tersedia di laboratorium. Agar pengujian kimia dapat tertelusur dikembangkan apa
yang disebut CRM. Untuk merespon aspirasi yang timbul di masyarakat
laboratorium penguji dan badan-badan regulator yang terkait, maka mulai tahun
1997 kegiatan di PPKimia-LIPI sudah diarahkan pada pengembangan bidang
metrology kimia yaitu studi tentang Bahan Acuan (Reference Materials). Kegiatan
diatas difokuskan pada bidang analisis lingkungan dan pangan, dimana kedua
bidang analisis tersebut masuk dalam ruang lingkup akreditasi KAN saat ini.
Kualitas bahan acuan yang dihasilkan berupa bahan QC untuk jaminan mutu hasil
pengujian, meskipun ada beberapa yang berkualitas lebih tinggi yaitu larutan
standar logam yang tertelusur ke NIST. Bahan ini dibuat atas pesanan BSN.

PENGUKURAN DALAM BIOLOGI


pengukuran dalam masalah biologi ada beberapa masalah yang menarik dalam
biologi yang bias di analisis dengan pendekatan matematis, sebagai contoh, apakah
mungkin suatu sel besarnya sama dengan seekor semut atau seekor semut
ukurannya sama dengan seorang manusia dewasa? Atau ukuran struktur tubuh
dipengaruhi oleh besarnya ukuran? Pertanyaan diatas bisa di jawab dengan
menggunakan skala.

Kasus –kasus dalam bidang biologi


a. kekuatan relative binatang dari pernyataan diatas, ukuran tubuh hewan bisa
menentukan besarnya kekuatan relative.
Kekuatan relative didefinisikan sebagai rasio dari berat tubuh yang bisa diangkat
dengan berat badannya. Contoh, misalkan terdapat dua ekor semut yang berbeda
ukuran tetapi masih sebangun. Semut yang satu besar dan yang lainnya kecil
dengan rasio sebesar L. Maka kekuatan relative semut besar terhadap semut kecil
adalah :

Berat semut besar yg dapat diangkat


¿
berat semut besar
L2 x berat semut normal yg dapat diangkat
¿
L3 xberat semut normal

KESIMPULAN

Pengukuran merupakan proses untuk mendapatkan data fisis secara kuantitas


maupun kualitasnya. Pengukuran memiliki peranan yang penting dalam berbagai
disiplin ilmu yang ada,karena nya hal ini krusial bukan hanya fisika atau
matematika, namun ternyata dalam biologi juga sangatlah berguna dan mungkin
buat cabang ilmu lainnya. Dari penjelasan mengenai pengukuran ini
memperlihatkan betapa bergunanya fisika dan matematika dalam kehidupan
mahkluk hidup di bumi ini.