Anda di halaman 1dari 1

RNA sebagai materi genetik pada virus

Setelah diidentifikasi dan diteliti lebih lanjut, semakin jelas bahwa banyak virus
hanya memiliki RNA dan protein, namun tanpa DNA. Di semua penelitian yang dilakukan
sampai sekarang ini, semakin jelas bahwa "virus RNA" menyimpan informasi genetik di
dalam asam nukleat daripada protein sebagaimana organisme lainnya. Dalam "virus
RNA" materi genetik yang digunakan adalah RNA. Salah satu dari eksperimen yang
pertama dilakukan untuk menetapkan RNA sebagai materi genetik dalam "virus RNA"
adalah percobaan rekonstruksi yang dilakukan oleh Fraenkel-Conrat dan Singer tahun
1957. Percobaan ini sangat sederhana dengan menggunakan TMV yaitu virus yang
mengandung molekul tunggal RNA yang diselubungi protein. Perbedaan strain dapat
diidentifikasi berdasarkan perbedaan komposisi kimia dari selubung proteinnya.

Dengan menggunakan perlakuan kimia yang sesuai, protein TMV dapat dipisahkan dari
RNA. Akan tetapi proses ini bersifat reversibel. Dengan menggabungkan RNA dengan
protein dalam kondisi yang sesuai, proses rekonstruksi akan terjadi dan TMV
terbentuk kembali. F-C dan S mengambil 2 strain yang berbeda dari TMV kemudian
memisahkan selubung protein dari RNA. Mereka melakukan rekonstruksi dengan
menggabungkan protein dari strain B dengan RNA dari strain A. Hasil rekonstruksi
digunakan untuk menginfeksi daun tembakau. Ketika virus hasil rekonstruksi
digunakan untuk menginfeksi daun tembakau, turunan virus yang dihasilkan memiliki
fenotif dan genotif yang identik dengan strain induk yang diambil RNA-nya. Jadi,
informasi genetik dari TMV disimpan dalam RNA, bukan di dalam protein.