Anda di halaman 1dari 13

PERILAKU KONSUMEN

Pengaruh Lingkungan Dalam Pengambilan Keputusan Pembelian

Dosen Pengajar :
Dr. Ir. Juniar Atmakusuma, M.Si.
Asisten Dosen :
Nisriina Fa’iqoh

Praktikum 2

DISUSUN OLEH :
Ghoniyyah Ronaa Adiibah (J3J118044)
Rifki Edyana Azis (J3J118149)
Audry Sarah Oktavia (J3J217485)
Lutfia Utami S (J3J218470)
Meutia Viantika (J3J818379)

PROGRAM STUDI MANAJEMEN AGRIBISNIS


SEKOLAH VOKASI INSTITUT PERTANIAN BOGOR
2020
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Mempelajari apa yang dibutuhkan dan diinginkan konsumen pada saat ini
merupakan hal yang sangat penting. Apalagi faktor lingkungan yang sangat berperan
dalam menentukan perilaku konsumen. Seperti yang kita ketahui bahwa aspek fisik dan
sosial lingkungan dapat mempengaruhi perilaku, tanggapan kognisi dan afeksi seorang
konsumen. Bisnis yang menawarkan kualitas pelayanan konsumen yang baik memiliki
kesempatan yang jauh lebih besar untuk berhasil dan tumbuh dibandingkan bisnis yang
tidak peduli dengan pelayanan konsumen. Konsumen adalah kebutuhan yang pasti dari
semua kegiatan bisnis. Maka, konsumen merupakan titik sentral perhatian pemasaran.
Budaya merupakan konsep yang meliputi banyak hal (luas). Hal tersebut
termasuk segala sesuatu dari pengaruh proses pemikiran individu dan perilakunya.
Ketika budaya tidak menentukan sifat dasar dari frekuensi pada dorongan biologis
seperti lapar atau haus, hal tersebut berpengaruh jika, kapan, dan bagaiman dorongan ini
akan memberi kepuasan. Budaya adalah hal yang diperoleh. Bagaimanapun, semenjak
perilaku manusia dari perilaku. Kerumitan dari masyarakat modern merupakan
kesungguhan dimana budaya jarang memberikan ketentuan yang terperinci atas perilaku
yang tepat.
Batasan dimana perangkat budaya dalam perilaku disebut norma, yang
merupakan aturan sederhana dimana menentukan atau melarang beberapa perilaku dalam
situasi yang spesifik. Norma dijalankan dari nilai budaya. Dimana nilai budaya adalah
kepercayaan yang dipertahankan dimana menguatkan apa yang diinginkan. Pelanggaran
dari norma budaya berakhir dengan sangsi yang merupakan hukuman dari pencelaan
sosial yang ringan untuk dibuang dari kelompok.

1.2 Rumusan Masalah


a. Meminta mahasiswa untuk dapat memberikan contoh budaya ataupun perubahan nilai
pada masyarakat sekitar dari masing-masing anggota kelompok.
b. - Lakukanlah analisis terhadap berbagai aspek yang digambarkan dalam setiap iklan,
bagaimanakah nilai-nilai inti budaya ini digambarkan kepada audiens yang
ditargetkan?
- Kenalilah berbagai simbol yang digunakan dalam iklan-iklan ini dan diskusikanlah
keefektifan mereka dalam menyampaikan citra atau karakteristik produk yang
diinginkan.
1.3 Tujuan

- Untuk mengetahui budaya ataupun perubahan nilai pada masyarakat sekitar.

- Untuk mengetahui nilai-nilai inti budaya dan simbol yang digunakan dalam iklan-iklan.
BAB II

PEMBAHASAN
2.1 Perubahan Beberapa Nilai yang Dianut oleh Masyarakat

N Nilai yang berubah Pengaruh Terhadap Konsumsi


O
1 Perubahan pola perilaku masyarakat Perkembangan zaman mempengaruhi pola
dalam berinteraksi dengan periaku masyarakat dalam berinteraksi. Fenoma
masyakarat di lingkungan tersebut dapat dilihat Ketika masyarakat zaman
sekitarpada era sekarang sekarang lebih banyak berkomunikasi melalui
media elektronik dari pada interaksi secara
langsung. Bahkan, untuk membaca beritapun
masyarakat lebih menyukai media sosial atau
media elektronik dibandingkan media cetak
seperti koran, majalah, atau buku. Menurut dua
sosiolog asal amerika, William Ogburn dan
Gerhard lenski, perubuhan sosial muncul karena
perkembangan teknologi di masyarakat.

2 Saat pandemi ini konsumen akan Pengaruh terhadap konsumsi konsumen akan
cenderung mengabaikan harga & cenderung persepsi harganya dan menahan
lebih mempertahankan nilai uangnya dan akan membeli barang yang
dianggapnya memiliki nilai yang sangat penting

3 Proses Transaksi dibank yang Pengaruh terhadap konsumsi konsumen yang


sebelumnya melalui teller saat ini sebelumnya melakukan transaksi melalui teller
beralih menggunakan mesin atm seperti setoran tunai, penarikan tunai, dll
sekarang dapat dilakukan melalui mesin atm
yang lebih mengefisienkan waktu, praktis dan
cepat. Tentunya para konsumen yang memiliki
keperluan dalam keadaan darurat bisa
melakukan transaksi yang lebih mudah dan
cepat melaui mesin atm. Misalkan seorang
konsumen yang berada dalam keadaan darurat
dan perlu melakukan transaksi dapat lebih
mudah menggunakan atm dibandingkan teller
yang memiliki jam operasional terbatas.
4 Perubahan masyarakat, dimana dulu Masyarakat sekarang lebih banyak menonton
hanya memakai televisi untuk youtube daripada menonton televisi, dan juga
mendapatkan tontonan dan sekarang kebanyakan menggunakan tv kabel yang
masyarakat lebih memilih untuk dimana menyediakan berbagai tontonan.
mengakses youtube untuk Sehingga televisi sudah mulai kurang di tonton.
mendapatkan tontonan
5 Perubahan cara bermain anak, Anak - anak zaman sekarang sudah tidak
dimana dulu masih bermain memainkan permainan tradisional seperti anak –
permainan tradisional, namun anak zaman dulu. Anak – anak sekarang lebih
sekarang kalah dengan gadget. banyak menggunakan gadget dalam setiap
waktu luangnya, bahkan hampir semua anak
sudah memiliki gadgetnya masing – masing.

2.2 Perayaan Keagamaan/ Perkawinan/ Kematian/Tradisi Kebiasaan dari Suatu


Daerah
NO Daerah Budaya Keterangan dari Pengaruh terhadap konsumsi
budaya
1 Yogyakarta Karawitan Karawitan adalah Pada zaman dahulu, karawitan
kesenian musik menjadi salah satu music
tradisional Jawa yang tradisional yang sangat digemari.
mengacu pada Karawitan samapai saat ini masih
permainan musik digemari dikalangan penikmat
Gamelan. Kesenian musik tradisional, tetapi tidak
Karawitan ini dikemas dengan masyarakat pada
dengan alunan umumnya yang sudah beralih
instrument dan vokal pada musik-musik modern
yang indah sehingga seperti pop, jaz, k-pop, RnB, dan
enak untuk didengar lain-lain. Karawitan dianggap
dan dinikmati. kuno oleh kebanyakan
Kesenian kerawitan masyarakat dan remaja sehingga
ini merupakan seni ini hamper hilang jika tidak
kesenian klasik yang dipertahankan oleh para
sangat terkenal di budayawan. Tetapi, di keraton
masyarakat Jawa dan Yogyakarta dan solo karawitan
Indonesia sebagai masih dipertahankan dengan cara
salah satu warisan seni dipertunjukkan pada acara-acara
dan budaya yang kaya sakral seperti upacara adat jawa.
akan nilai historis dan
filosofis.

2 DKI Jakarta Betawi Boneka ondel-ondel Ondel ondel ditetapkan menjadi


dari Betawi, Jakarta. ornamen betawi yang membuat
wisatawan mancanegara tertarik
untuk mengunjungi tempat yang
terdapat ornamen ondel-ondel
yang membuat pendapatan sektor
perekomian setempat bertambah
3 Garut Wayang Wayang golek Pada zaman dahulu wayang
golek merupakan salah golek suka dipertunjukan di
satu budayaSunda yan kampung-kampung dengan
g bertujuan sebagai tontonan
tersohorhinggamancan sekaligus tuntunan, hiburan
egara. Wayang golek sekaligus ritual.
terbuat dari bahan
kayu yang merupakan
hasil perkembangan
wayang kulit. Budaya
Sunda ini pertama kali
dikenalkan oleh Sunan
Kudus di daerah
Kudus yang dikenal
dengan nama Wayang
Menak. Lalu
diperkenalkan di
Cirebon dengan nama
Wayang Cepak) lalu
Parahyangan.
4 Budaya Batagak Upacara Batagak Pengaruh terhadap konsumsi
Suku Kudo- Kudo-Kudo merupkan maskyarakat, dalam upacara
Minangkaba kudo salah satu rangkaian Batagak kudo-kudo. Masyarakat
u Sumatera panjang dari Tradisi yang diundang untuk menghadiri
Barat masyarakat acara ini harus mempersiapkan
Minangkabau dalam hadiah untuk tuan rumah, hadiah
membangun rumah. tersebut biasanya berupa bahan-
Upacara Batagak bahan bangunan. Maka dari itu
Kudo-Kudo sendiri adanya pengaruh komsumsi
dilakukan saat sebuah terhadap pembelian bahan-bahan
rumah baru akan baru banguna ditoko bangunan.
dipasan kuda-kuda.
Biasanya upacara ini
mirip dengan
‘baralek’ dengan
mengundang orang
kampung dan sanak
famili. Kado yang
biasanya dibawakan
oleh tamu undangan
adalah seng atau atap
untuk rumah.
5 Kalimantan Robo - Robo-robo adalah Pengaruh terhadap konsumsi
Barat Robo upacara tolak bala maskyarakat, dalam upacara
oleh masyarakat Robo-Robo. Masyarakat
Kota Mempawah, Kal melakukan ritual buang-buang
imantan sesaji, biasanya selepas zuhur,
Barat, Indonesia.Upac sehingga masyarakatharus
ara ini digelar pada membawa sesajian,Sesajian itu
hari Rabu pekan terdiri atas beras kuning,
terakhir setanggi, dan bertih (beras yang
bulan Safar, Hijriah, disanggrai). Sehingga,
sebagai simbol masyarakat harus membeli
keberkahan. Menurut sesajian itu yang berarti adanya
cerita, tarian ini pengaruh terhadap komsumsi.
adalah peringatan atau
napak tilas kedatangan
Pangeran Mas Surya
Negara.  Pangeran
Mas Surya Negara
berasal dari Kerajaan
Matan atau Martapura
ke Kerajaan
Mempawah atau
Pontianak. Tarian
Robo-robo juga
digunakan untuk
mengenang hari
wafatnya Opu Daeng
Manambun.

2.3 Menganalisis Iklan di Youtube dan Instagram


2.3.1 Iklan Ayam KFC dan Richeese
1. Ayam KFC

Produk : KFC

Target Audiens : Wanita Remaja hingga Dewasa

Media : Instagram

Link :

https://www.instagram.com/p/CFGOHFEB5Ft/?igshid=sgx9whx4cjkl
Analisis :

 Slogan :“Jagonya Ayam”

 Target Audiens : Anak-anak usia 3 - 14 tahun.

 Nilai yang terdapat dalam iklan :

Nilai yang terdapat dalam iklan tersebut yaitu KFC sedang


mengumumukan salah satu menu nya, dimana menu ini sudah lama tidak
disajikan, namun sekarang disajikan lagi. KFC juga memberikan adanya
diskon atau potongan harga untuk menu ini. Sehingga, akan menimbulkan
adanya daya tarik masyarakat untuk membeli.

 Symbol verbal dan non verbal dalam iklan :


Symbol verbal yang terkandung dalam iklan KFC ini yaitu adanya kata
diskon atau potongan harga, dimana kata ini menjadikan symbol bahwa KFC
mengajak masyarakat utuk membeli.

Symbol non verbal dalam iklan ini terlihat pada gambar ayam yang
besar dan banyak, artinya KFC sedang membuat masyarakat tertarik untuk
membeli.

2. Ayam Richeese
Produk : Richeese Factory
Target Audiens : Remaja hingga dewasa
Media : Instagram
Link :https://instagram.com/richeese_factory?igshid=124x8qohjxui9

Analisis :
 Slogan : "Life is Great. CHEESE makes it BETTER"
 Target Audiens : Remaja hingga dewasa
 Nilai yang terdapat dalam iklan :
Nilai yang terdapat dalam iklan tersebut yaitu Richeese Factory sedang
mengumumkan salah satu menu nya, yaitu promo paket makanan richeese
factory special price 3 combo dan promo tersebut berlaku 15 September
2020 mulai pukul 10.00 s.d. 17.00, sehingga adanya daya tarik masyarakat
untuk membelinya.
 Symbol verbal dan non verbal dalam iklan :
Symbol verbal yang terkandung dalam iklan richeese factory yaitu
adanya promo paket makanan richeese factory special price 3 combo dan
promo tersebut berlaku 15 september 2020 mulai pukul 10.00 s.d. 17.00, ini
menjadikan symbol bahwa Richeese Factory mengajak adanya daya tarik
masyarakat untuk membelinya.
Symbol non verbal dalam iklan ini terlihat pada gambar iklan richeese
factory yang memiliki banyak menu – menu special price sehingga
masyarakat juga tertarik untuk membelinya.

2.3.2 Iklan Bedak Marcks dan Johnson


1. Bedak Marcks
Produk : Marcks Teen Compact Powder
Target Audiens : Wanita Remaja hingga Dewasa
Media : Youtube
Link :https://youtu.be/i-SU7hXCaD4
Analisis :
 Slogan : "Marcks Teen, Pilihan Pertamaku"
 Target Audiens: Wanita remaja hingga dewasa
 Nilai yang terdapat dalam iklan :
Nilai yang terdapat dalam iklan tersebut yaitu seorang remaja wanita yang
ingin selalu tampil cantik alami setiap waktu. Dalam iklan produk bedak
marcks hadir dengan produk baru yaitu marcks teen compact paowder yang
diyakini cocok untuk semua jenis kulit, bebas kusam fresh seharian.
 Symbol verbal dan non verbal dalam iklan :
Symbol verbal yang terkandung dalam iklan bedak marcks yaitu
adanya kandungan squalane, vitamin B3, dan chamomile extract yang cocok
untuk semua jenis kulit, wajah bebas kusam dan fresh seharian. Sehingga
menarik perhatian orang yang melihat.
Symbol non verbal dalam tampilan kemasan bedak marcks teen
compact powder yaitu memiliki kemasan yang sangat cocok untuk traveling
karena bentuknya yang praktis, mungil, serta mudah dibawa kemana saja.
Dalam iklan terdapat gambar produk yang dilengkapi oleh spons tipis dan
kaca didalamnya untuk mempermudah konsumen ketika berdandan.

2. Bedak Johnson
Produk : Bedak Bayi Jhonson
Target Audiens: Orang tua yang telah memiliki anak dan bayi
Media : Youtube
Link :https://youtu.be/bx6G5Hgvchc
Analisis :
 Slogan : "wanginya bayi banget"
 Target Audiens : Orang tua yang telah memiliki anak dan bayi
 Nilai yang terdapat dalam iklan :
Pada iklan baby powder Johnson, iklan yang berdurasi 32 detik
tersebut menggambarkan keceriaan seorang anak dengan orang tuanya dan
nyenyaknya seorang anak tidur dalam pelukan seorang ibu dengan wangi
bedak yang membuat anak tetap wangi walaupun sedang tidur. Kemudian,
dalam iklan tersebut ada pertanyaan secara langsung kepada para aktor dan
mereka menjawab kelebihan baby powder Johnson.
Nilai yang terkandung dalam iklan tersebut yaitu, para actor member
edukasi kepada audien tentang kelebihan baby powder Johnson dengan
menggambarkan keharmonisan hubungan seorang anak dan orang tua. Iklan
tersebut menggambarkan cara orang tua menginginkan yang terbaik untuk
anak dengan memberikan produk terbaik.
 Symbol verbal dan non verbal dalam iklan :
Symbol verbal, sebuah pertanyaan yang ditunjukkan kepada para aktor
lalu aktor tersebut menjawabnya dengan disertai translate, kata-kata yang
dijawab aktor yaitu " karena wanginya khusus untuk bayi" ini menggambarkan
penegasan dari jawaban tersebut untuk meyakinkan audien.
Translate tulisan di layar "wanginya tahan lama disertai gambar jam
berputar hingga angka 8" menunjukkan bahwa wanginya baby powder
Johnson tahan hingga 8 jam.
Simbol diakhir video menyebutkan ektra 75gr + 25gr untuk
memberitahu pada audien jika bedak baby powder Johnson memiliki
kelebihan yang tidak hanya wangi, penutup iklan tersebut juga sebagai
promosi bahwa bedak Johnson sekarang lebih banyak.
Kata-kata " wanginya bayi banget" itu menjadi tagline atau slogan dari produk
Johnson
Symbol non verbal, kemasan bedak jhonson dibuat dengan berbagai
macam warna dan ukuran agar dapat disesuaikan dengan kebutuhan bayi.

BAB III

PENUTUP
3.1 Kesimpulan
Budaya merupakan konsep yang meliputi banyak hal (luas). Hal tersebut termasuk
segala sesuatu dari pengaruh proses pemikiran individu dan perilakunya. Variabel
budaya, sosial, pribadi dan psikologis memiliki pengaruh secara bersama-sama terhadap
struktur keputusan pembelian konsumen.

3.2 Saran
Sebaiknya memperhatikan nilai-nilai budaya, sosial, pribadi dan psikologis
harus lebih ditingkatkan terutama dalam pengiklanan,, karena hal tersebut dapat
mempengaruhi keputusan konsumen.