Anda di halaman 1dari 6

Resume Buku

Pengajaran Remedial

DosenPengampu : Salwa Rezeqi S.Pd.,M.pd.

Disusun Oleh :

Harmenita Tp.Bolon (4193341028)

Elsa Cenora Simatupang (4193141019)

JURUSAN BIOLOGI

FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM

UNIVERSITAS NEGERI MEDAN

2020
PROGRAM REMEDIAL DALAM PROSES BELAJAR MENGAJAR

A. Pengertian Pengajaran Remedial (Perbaikan)


Remedial merupakan suatu sistem belajar yang dilakukan berdasarkan diagnosa yang
komprehensif (menyeluruh), yang dimaksudkan untuk menemukan kekurangan- kekurangan
yang dialami siswa dalam belajar. Kegiatan remedial (perbaikan) dalam proses pembelajaran
merupakan salah satu bentuk kegiatan pemberian bantuan yang berupa kegiatan perbaikan
yang telah diprogram dan disusun secara sistematis.
Tantangan, krisis dan kesenjangan belajar berpengaruh terhadap pertumbuhan jumlah
siswa yang mengalami kesulitan belajar di sekolah, terutama bagi siswa lamban belajar dan
berprestasi rendah.Dalam proses pembelajaran, akan selalu ada siswa-siswa yang
memerlukan bantuan, baik dalam hal mencerna materi pelajaran maupun dalam mengatasi
kesulitan-kesulitan belajar yang dialaminya. Sering ditemui seorang atau sekelompok siswa
yang tidak mencapai prestasi belajar yang diinginkan. Hasil belajar seorang siswa kadang-
kadang berada di bawah rata-rata bila dibandingkan dengan hasil belajar teman-teman
sekelasnya. Siswa-siswa seperti inilah yang perlu memperoleh pengajaran remedial.
seorang guru harus memiliki kompetensi yang beraneka ragam. Salah satu
kompetensi guru yang dimaksud adalah bahwa seorang guru harus mempunyai kemampuan
untuk melakukan diagnosis kesulitan belajar siswa. Artinya, ia bukan saja harus dapat
menganalisis bahan pelajaran yang disampaikannya, tetapi juga berbagai kesulitan yang
mungkin dialami oleh siswa dalam menerima pelajaran tersebut.
Dilihat dari faktor guru, keberhasilan belajar siswa paling tidak dipengaruhi oleh: 1.
Kesiapan guru dalam mengajar.
2. Penguasaan guru terhadap materi pelajaran.
3. Kemampuan bawaan guru.
4. Kemampuan guru dalam berkomunikasi.
Sementara, dilihat dari faktor siswa, keberhasilan belajar siswa dapat dipengaruhi
oleh:
1. Kesiapan belajar siswa.
2. Kebiasaan belajar siswa.
3. Sikap belajar siswa.
4. Ada atau tidaknya kesulitan belajar yang dialami oleh siswa pada umumnya.
5.Ada atau tidaknya kesulitan siswa dalam mempelajari suatu mata pelajaran tertentu
Informasi dari tes diagnostik belajar sangat diperlukan oleh seorang guru sebagai dan
bahan pertimbangan untuk memperbaiki cara mengajarkannya, karena tidak setiap metode
mengajar berlaku secara tepat dan efektif untuk semua materi bidang studi. Jelaslah bahwa
tes diagnostik ini sangat bermanfaat bagi guru dalam menelusuri tingkat keberhasilan
mengajarnya, juga untuk mendapatkan informasi tentang kelemahan dalam penyampaian
pengajarannya, agar dapat diupayakan program perbaikannya.
Selain itu,informasi tentang kelemahan dan kesulitan belajar siswa juga diperlukan
agar siswa dapat mengetahui bagian mana yang masih belum dikuasainya, dan mencari
faktor penyebabnya. Dengan demikian, siswa dapat mengupayakan alat bantu atau cara untuk
memperbaiki kelemahannya atau mencari jalan pemecahan kesulitan belajar yang
dialaminya.
B. Macam-macam Perbaikan

Macam-macam kegiatan perbaikan bergantung pada dimensi/unsur-unsur yang terdapat pada


kegiatan perbaikan itu sendiri, yaitu:

1. Sifat kegiatan perbaikan itu sendiri.

2. Jumlah siswa yang memerlukan perbaikan.

3. Tempat perbaikan diberikan.

4. Waktu, kapan dan berapa lama perbaikan diberikan.

5. Orang yang memberikan perbaikan.

6. Metode yang dipakai dalam perbaikan.

7. Sarana/fasilitas/alat-alat yang dipakai dalam perbaikan.

8. Tingkat kesulitan belajar siswa.

Berdasarkan kedelapan unsur kegiatan perbaikan tersebut di atas, dapat dipilih macam-
macam kegiatan perbaikan, antara lain:

1. Mengajarkan kembali (re-teaching) bahan yang sama, tetapi dengan cara yang berbeda.

2.Bimbingan individual/kelompok kecil.


3.Memberikan pekerjaan rumah.

4.Menyuruh siswa mempelajari sendiri dari sumber-sumber yang ditunjuk oleh guru.

5.Menggunakan alat-alat audio-visual yang lebih banyak.

6.Bimbingan oleh: Wali kelas,Guru BP,Tutor sebaya,Tutor serumah,Guru bidang studi dan
sebagainya

C. Tujuan Dan Fungsi Pengajaran Remedial

Pengajaran remedial ini pada hakikatnya merupakan suatu upaya “bantuan” untuk
memperbaiki prestasi belajar siswa sesuai dengan tujuan yang telah ditetapkan, baik, berupa
perlakuan pengajaran maupun bimbingan dalam mengatasi kesulitan-kesulitan belajar yang
dialami oleh siswa yang mungkin disebabkan oleh faktor-faktor internal maupun eksternal.
Siswa yang mengalami kesulitan belajar diupayakan dapat mencapai prestasi belajar yang
baik melalui kegiatan remedial ini. Dengan mengikuti program pengajaran remedial ini,
siswa dapat lebih memahami dirinya, terutama mengenai prestasi belajarnya, sehingga ia
dapat mengubah atau memperbaiki cara belajar, atau mengatasi hambatan-hambatan lainnya
yang menjadi penyebab kesulitan belajarnya. Secara umum, tujuan pengajaran perbaikan
(remedial teaching) tidak berbeda dengan pengajaran biasa, yaitu dalam rangka mencapai
tujuan belajar yang telah ditetapkan. Secara khusus, pengajaran perbaikan ini bertujuan untuk
memberikan bantuan yang berupa perlakuan pengajaran kepada para siswa yang lambat,
mengalami kesulitan, ataupun gagal dalam belajar, sehingga mereka dapat secara tuntas
dalam menguasai bahan atau materi pelajaran yang diberikan, dan dapat mencapai prestasi
belajar yang diharapkan melalui proses perbaikan. Secara lebih rinci, tujuan pengajaran
perbaikan adalah:

1. Agar siswa dapat memahami dirinya, khususnya prestasi belajarnya, dapat


mengenal kelemahannya dalam mempelajari suatu bidang studi dan juga kekuatannya.

2. Agar siswa dapat memperbaiki atau mengubah cara belajar ke arah yang lebih baik.

3.Agar siswa dapat memilih materi dan fasilitas belajar secara tepat.

4. Agar siswa dapat mengembangkan sikap dan kebiasaan yang dapat mendorong
tercapainya hasil yang lebih baik.
5. Agar siswa dapat melaksanakan tugas-tugas belajar yang diberikan kepadanya,
setelah ia mampu mengatasi hambatan-hambatan yang menjadi penyebab kesulitan
belajarnya, dan dapat mengembangkan sikap serta kebiasaan yang baru dalam belajar.

Sedangkan dalam keseluruhan proses pembelajaran, pengajaran perbaikan (remedial)


berfungsi sebagai:

1.Fungsi Korektif Fungsi korektif ini berarti bahwa melalui pengajaran remedial dapat
dilakukan pembetulan atau perbaikan terhadap hal-hal yang dipandang belum memenuhi apa
yang diharapkan dalam keseluruhan proses pembelajaran.

2.Fungsi Pemahaman Fungsi pemahaman berarti bahwa dengan pengajaran remedial


memungkinkan guru, siswa, atau pihak-pihak lainnya akan dapat memperoleh pemahaman
yang lebih baik dan komprehensif mengenai pribadi siswa.

3.Fungsi Penyesuaian Fungsi penyesuain berarti bahwa pengajaran remedial dapat


membentuk siswa untuk bisa beradaptasi atau menyesuaikan diri dengan lingkungannya
(proses belajarnya).

4.Fungsi Pengayaan Fungsi pengayaan berarti bahwa pengajaran remedial akan dapat
memperkaya proses pembelajaran, sehingga materi yang tidak disampaikan dalam
pengajaran regular, akan dapat diperoleh melalui pengajaran remedial.

5. Fungsi Akselerasi Fungsi akselerasi berarti bahwa dengan pengajaran remedial akan dapat
diperoleh hasil belajar yang lebih baik dengan menggunakan waktu yang efektif dan efisien.
Dengan kata lain, dapat mempercepat proses pembelajaran, baik dari segi waktu mau pun
materi.

6.Fungsi Terapeutik Fungsi terapeutik berarti bahwa secara langsung atau tidak, pengajaran
remedial akan dapat membantu menyembuhkan atau memperbaiki kondisi-kondisi
kepribadian siswa yang diperkirakan menunjukkan adanya penyimpangan.
DAFTAR PUSTAKA

Mukhtar dan Rusmini,2005.Pengajaran Remedial.Jakarta:Nimas Multima