Anda di halaman 1dari 4

RENCANA TINDAKAN KEPERAWATAN

NAMA KLIEN : DIAGNOSA MEDIS : Halusinasi Pendengaran

NO. REGISTER : 56 RUANGAN : Teratai

NO. DIAGNOSA
KEPERAWATAN
TUJUAN KRITERIA EVALUASI INTERVENSI RASIONAL

Gangguan Sensori TUM:


Persepsi :
Halusinasi Klien dapat
pendengaran menngontrol
halusinasinya

TUK:
 Ekspresi wajah 1. Bina hubungan saling percaya dengan  Hubungan saling percaya
1. Klien dapat bersahabat, menggunakan prinsip komunikasi merupakan dasar untuk
membina hubungan menunjukkan rasa terapetik: kelancaran hubungan
saling percaya senang, ada kontak mata, a. Sapa klien dengan ramah, baik interaksi selanjutnya.
berjabat tangan, mau verbal maupun nonverbal
menyebutkan nama, mau b. Perkenalkan diri dengan sopan
menjawab salam, mau c. Tanyakan nama lengkap klien
duduk berdampingan/ dan nama panggilan yang disukai
berhadapan dengan d. Jelaskan tujuan pertemuan
perawat, mau e. Jujur dan menepati janji
mengutarakan masalah f. Tunjukkan sikap empati dan
yang dihadapi menerima klien apa adanya
g. Beri perhatian kepada klien
dan menilai kondisi klien.
h. Menciptakan lingkungan yang  Kontak sering dan singkat
 Klien dapat tenang. dapat memutuskan
2. Klien dapat menyebutkan waktu, isi halusinasi
mengenali dan frekuensi timbulnya  Mengenal perilaku saat
halusinasinya halusinasi 2.1. Adakan kontak sering dan singkat secara pada saat halusinasi
bertahap memudahkan intervensi
2.2. Observasi tingkah laku klien terkait  Mengenal halusinasi
dengan halusinasinya memungkinkan klien
2.3. Bantu klien mengenal halusinasinya untuk mengontrlnya
a. Jika berdiam diri, tanyakan apakah
ada bisikan suara
b. Jika klien menjawab ya, tanyakan:
“Apa yang dikatakan?”  Dengan mengetahui
c. Katakan bahwa perawat percaya klien waktu, isi dan frekuensi
mendengar suara itu, namun perawat munculnya halusinasi
sendiri tidak mendengar mempermudah tindakan
d. Katakan bahwa klien lain juga ada keperawatan yang akan
yang seperti anda dilakukan
 Klien dapat e. Katakan bahwa perawat akan  Untuk mengidentifikasi
mengungkapkan membantu klien pengaruh halusinasi pada
perasaan terhadap klien
halusinasinya 2.4. Diskusikan dengan klien situasi yang
menimbulkan halusinasi, waktu dan
frekuensi terjadinya halusinasi  Upaya untuk
2.5. Diskusikan dengan klien apa yang memutuskan siklus
dirasakan jika terjadi halusinasi, beri halusinasi sehingga tidak
kesempatan mengungkapkan berlanjut
perasaannya.
 Reinforcemen
dapat meningkatkan harga
diri

 Memberikan alternative
pilihan bagi klien untuk
 Klien dapat mengontrol halusinasi
mengungkapkan  Memotivasi
3. Klien dapat perasaan terhadap dapat meningkatkan klien
mengontrol halusinasinya 3.1. Dentifikasi bersama klien cara/tindakan untuk mencoba memilih
halusinasinya  Klien dapat yang dilakukan jika terjadi halusinasi salah satu cara
menyebutkan tindakan 3.2. Diskusikan manfaat cara yang digunakan mengendalikan halusinasi
yang biasanya dilakukan klien dan meningkatkan harga
untuk mengendalikan 3.3. Diskusikan cara baru untuk memutus/ diri klien
halusinasinya mengontrol timbulnya halusinasi  Memberi kesempatan
 Klien dapat a. Katakan “saya tidak mau kepada klien untuk
menyebutkan cara baru dengan anda” (saat halusinasi terjadi) mencoba cara yang telah
 Klien dapat memilih b. Menemui orang lain untuk bercakap- dipilih
cara mengatasi seperti cakap atau mengatakan halusinasi yang
yang telah didiskusikan dialaminya.
 Klien dapat c. Membuat jadwal harian
melaksanakan cara yang agar halusinasi tidak sempat muncul
telah dipilih untuk d. Meminta keluarga/ teman/  Dapat mengurangi
mengendalikan perawat, menyapa jika tampak bicara perubahan interpretasi
halusinasi sendiri. realitas klien akibat
 Klien dapat mengikuti 3.4. Bantu klien memilih dan berlatih cara halusinasi
terapi aktivitas memutus halusinasi cecara bertahap
kelompok 3.5. Beri kesempatan untuk melakukan cara  Untuk
yang telah dipilih mengetahui pengetahuan
3.6. Anjurkan klien mengikuti terapi aktivitas keluarga dan
kelompok, orientasi realita, stimulai meningkatkan kemampuan
sensori pengetahuan keluarga
tentang halusinasi
 Dengan menyebut dosis,
 Klien dapat membina frekuensi dan manfaat obat
hubungan saling percaya diharapkan klien
dengan keluarga melaksanakan program
4. Klien dapat  Keluarga dapat pengobatan
dukungan menyebutkan tanda dan
keluarga dalam tindakan untuk 4.1. Diskusikan dengan keluarga:
mengotrol mengembalikan a. Gejala halusinasi yang dialami klien
halusinasinya. halusinasinya b. Cara yang dapat dilakukan klien dan
 Klien dan keluarga dapat keluarga untuk memutus halusinasi.  Menilai
menyebutkan manfaat, c. Cara merawat anggota keluarga yang kemampuan klien dalam
dosis dan efek samping halusinasi di rumah pengobatannya sendiri
obat.  Dengan
mengetahui efek samping
obat klien akan tahu apa
 Klien dapat apa yang harus dilakukan
mendemonstrasikan setelah minum obat
penggunaan obat dengan  Program
benar pengobatan dapat berjalan
 Klien dapat informasi sesuai rencana
5. Klien tentang efek samping  Dengan mengetahui
memanfaatkan obat 5.1. Diskusikan dengan klien dan keluarga
prinsip penggunaan obat,
obat dengan baik  Klien dapat memahami tentang dosis, frekuensi dan manfaat obat
maka kemandirian klien
berhentinya obat tanpa 5.2. Anjurkan klien untuk minta sendiri obat
untuk pengobatan dapat
kesulitan kepada perawat dan merasakan
ditingkatkan secara
 Klien dapat manfaatnya
bertahap.
menyebutkan prinsip 5 5.3. Diskusikan akibat berhenti obat tanpa
benar penggunaan obat konsultasi
5.4. Bantu klien menggunakan obat dengan 5
benar.