Anda di halaman 1dari 16

BAB II

PEMBAHASAN

VEKTOR, HASIL KALI TITIK, DAN HASIL KALI SILANG

A. VEKTOR

1. Pengertian Vektor

Vektor adalah suatu kuantita/besaran yang mempunyai besar dan arah. Secara grafis
suatu vektor ditunjukkan sebagai potongan garis yang mempunyai arah. Besar atau
kecilnya vektor ditentukan oleh panjang atau pendeknya potongan garis. Sedangkan arah
vektor ditunjukkan dengan tanda anak panah.

Pada tahun 1837 Mobius mempublikasikan buku tentang statika di mana ia secara
gamblang menyatakan idenya tentang penyelesaian masalah besaran vektor bersama
dengan dua sumbu koordinat. Di antara dua hasil karya Monius ini, sebuah karya
tentang geometri oleh Bellavitis dipublikasikan tahun 1832 yang juga membahas
besaran yang merupakan vektor. Objek dasarnya adalah segmen garis AB dan ia
memandang AB dan BA sebagai dua objek yang berbeda. Ia mendefinisikan dua segmen
garis sebagai ‘equipollent’ jika keduanya sama panjang dan paralel. Dalam notasi
modern, dua segmen garis adalah equipollent jika keduanya mewakili dua vektor yang
sama.

1
Dua vektor a dan b dikatakan sama (ekuinvalent), jika dan hanya jika kedua vektor itu
mempunyai panjang dan arah yang sama. Dua vektor yang sama, ditulis a = b (perhatikan
gambar a). sebagai contoh, perhatikan kubus ABCD.EFGH pada gambar b. misalnya AH
wakil dari vektor a dan BG wakil dari vektor b , maka a = b (a sama dengan atau ekivalen
b ) sebab AH dan BG mempunyai arah dan panjang yang sama.

Gambar 21. Kesamaan Vektor

Secara aljabar sebuah vektor dapat dinyatakan dengan salah satu cara, sebagai berikut :

1. Vektor kolom ( matriks kolom )

2. Vektor baris ( matriks baris )

3. Vektor basis

2
2. Macam – Macam Operasi Vektor
a. Vektor Di R2

Panjang dari suatu segmen garis yang menyebutkan vektor dilambangkan


dengan memakai   atau dapat juga dinotasikan dengan menggunakan simbol | |.
Berikut ini panjang dari vektor yaitu :

Gambar 22. Panjang Vektor

Panjang vektor sendiri adalah bentuk yang bisa dihubungkan dengan sudut
∅ yang dapat dengan mudah untuk dibentuk oleh vektor serta juga sumbu postif.

Gambar 23. Panjang Vektor Sumbu Positif.

 Operasi Vektor Di R2
a. Proses penjumlahan dan juga pengurangan vektor di R2

Resultan adalah sebutan dari hasil penjumlahan yang dilakukan pada dua
vektor ataupun lebih.

Penjumlahan pada vektor ini sendiri juga dapat dilakukan secara aljabar serta
juga dapat dilakukan dengan memakai cara penjumlahan komponen yang berada di
posisi sama atau seletak.

Apabila :

1
Maka ;

Maka penjumlahan secara grafis sendiri dapat kita lihat pada contoh gambar yang ada
dibawah ini :

Gambar 24. Contoh Penjumlahan Vektor Secara Grafis

Pada penguranagn vektor ini diberlakukan sama dengan yang ada pada penjumlahan,
antara lain adalah sebagai berikut :

Sifat – sifat penjumlahan vektor :

2
b. Perkalian vektor di R2 dengan scalar

Suatu vektor sendiri juga dapat dikalikan dengan suatu skalar atau bilangan
real yang nantinya akan menghasilkan suatu vektor baru jika adalah vektor dan k
merupakan skalar.
Sehingga perkalian vektor dapat dinotasikan menjadi seperti :

Berikut ini merupakan beberapa keterangan :


- Apabila k ¿ o , maka vektor k , v́ akan searah dengan vektor v́
- Apabila k ¿ o , maka vektor k , v́ akan berlawanan arah dengan v́
0
- Apabila k = 0, , maka vektor k , v́ merupakan vektor identitas 0́=
0
 Perkalian skalar dua vektor di R2
Dalam perkalian skalar dua vektor bisa juga disebut sebagai hasil kali titik dua vektor
yang dapat kita tuliskan seperti yang ada di bawah ini :

b. Vektor di R3

Seperti yang telah dijelaskan di atas, vektor disini dinyatakan dengan


menggunakan huruf yang diberi arah garis di atasnya.

Vektor bisa dinyatakan dalam dua dimensi bahkan tiga dimensi atau lebih.
Apabila dinyatakan dalan tiga dimensi maka vektor mempunyai vektor satuan yang
dinyatakan dalam i, j, dan k.

Vektor satuan merupakan vektor yang besarnya satu satuan serta arahnya
sesuai dengan sumbu utama, yaitu:

i merupakan vektor satuan yang searah sumbu x (absis)

j merupakan vektor satuan yang searah sumbu y (ordinat)

k  merupakan vektor satuan yang searah sumbu z (aplikat)

3
Gambar 27. Contoh Notasi Vektor

Dengan a_x sebagai komponen arah sumbu x, dan a_y komponen arah


sumbu y dan a_z merupakan komponen arah sumbu z.

Bentuk tulisan vektor:

Dalam matematika lebih sering dituliskan ke dalam bentuk:

Dengan komponen dalam bentuk indeks angka menjadi:

Vektor yang terletak di dalam ruang tiga dimensi (x, y, z) di mana jarak antara
dua titik vektor dalam R3 bisa kalian ketahui dengan pengembangan rumus
phytagoras.

Apabila titik dari A(x2. y2. z2) serta B(x2. y2. z2) adalah:

Atau apabila  , sehingga:

 Operasi Vektor Di R3

Operasi vektor di R3 secara umum, mempunyai konsep yang sama dengan


operasi yang ada di vektor R2 dalam penjumlahan, pengurangan, hingga perkalian.

a. Penjumlahan dan pengurangan vektor di R3

4
Gambar 25. Rumus Penjumlahan Dan Pengurangan Vektor Di R3

b. Perkalian vektor di R3 dengan skalar

Apabila   merupakan vektor dan k merupakan skalar. Maka perkalian vektor


menjadi:

 Hasil kali skalar dua vektor

Selain rumus pada R3, terdapat rumus lain dalam hasil kali skalar dua vektor. Apabila

dan maka adalah :

c. Proyeksi Orthogonal Vektor

Apabila vektor ā diproyeksikan menjadi vektor barb serta diberi nama   


seperti gambar di bawah ini:

Gambar 26. Proyeksi Orthogonal Vektor

5
Diketahui :

Sehingga :

Untuk memperoleh vektornya :

Contoh soal :

2. Misalkan vektor   dan vektor  . Jika panjang


proyeksi vektor a ̅  pada   adalah 4. Maka tentukan nilai y.

Jawab :

Diketahui:

Maka:

12 = 8+2y

6
y=2

3. Jika diketahui terdapat sebuah titik A(2,4,6), titik B(6,6,2), serta titik C(p,q,-
6). Apabila titik A, B serta titik C ini letaknya segaris, carilah berapa nilai dari
p + q tersebut!

Jawab :

Jika titik titik A, B dan C ini berada segaris maka vektor erta vektor  ini
juga dapat searah maupun berlainan arah.

Sehingga akan terdapat bilangan m yang merupakan sebuah kelipatan serta


bisa membentuk persamannya seperti yang ada di bawah ini:

m.  = 

Apabila B terletak di antara titik A dan C maka akan didapatkan seperti yang
ada bawah ini:

Sehingga akan dapat diperoleh:

Sehingga dapat ditentukan kelipatan m dalam persamaan:

Maka hasil yang akan kita dapatkan yaitu:

7
Sehingga bisa kita tarik kesimpulan seperti yang ada di bawah ini:

p + q = 10 + 14 = 24

B. HASIL KALI TITIK

Dua operasi pada vektor, penjumlahan dan perkalian skalar, akan menghasilkan
vektor. hasil kali titik tidak menghasilkan suatu vektor, tetapi akan menghasilkan suatu
skalar. Oleh karena itu, hasil kali titik sering disebut juga sebagai hasil kali skalar (atau hasil
kali dalam).

Definisi Hasil Kali Titik

Hasil kali titik u = <u1, u2> dan v = <v1, v2> adalah

Hasil kali titik u = <u1, u2, u3> dan v = <v1, v2, v3> adalah

Perkalian titik didefinisikan sebagai skalar sebagai hasil dari perkalian dua vektor
dengan cosinus sudut apit kedua vektor tersebut. Misalkan terdapat 2 vektor u dan v.

Gambar 2. Perkalian titik (dot product)


Perkalian titik juga dapat diartikan sebagai perkalian vektor u dengan komponen
vektor v yang searah dengan vektor u.

Dari definisi tersebut dapat dituliskan rumus perkalian titik (dot product) yaitu
sebagai berikut.

8
Atau dengan menggunakan konsep perkalian tiap elemennya. Misalkan terdapat dua
vektor  dan  perkalian titik dapat dihitung dengan:

Keterangan:

Teorema 1 Sifat-sifat Hasil Kali Titik


Misalkan u, v, dan w adalah vektor-vektor pada bidang atau dalam ruang dan
misalkan c adalah suatu skalar.

Bukti 
Untuk membuktikan sifat pertama, misalkan u = <u1, u2, u3> dan v = <v1, v2, v3>. Maka

Untuk sifat yang kelima, misalkan v = <v1, v2, v3>. Maka

Sifat-sifat yang lain dapat dibuktikan dengan cara yang serupa.

9
Contoh 1: Menentukan Hasil Kali Titik
Misalkan u = <2, –2>, v = <5, 8>, dan w = <–4, 3>.
1. u ∙ v = <2, –2> ∙ <5, 8> = 2(5) + (–2)(8) = –6
2. (u ∙ v)w = –6<–4, 3> = <24, –18>
3. u ∙ (2v) = 2(u ∙ v) = 2(–6) = –12
4. ||w||² = w ∙ w = <–4, 3> ∙ <–4, 3> = (–4)( –4) + (3)(3) = 25

C. HASIL KALI SILANG

Banyak penerapan dalam fisika, teknik, dan geometri yang menuntut kita untuk
menemukan suatu vektor dalam ruang yang ortogonal terhadap dua vektor. Operasi tersebut
dinamakan hasil kali silang, dan operasi ini akan lebih mudah didefinisikan dan dihitung jika
kita menggunakan bentuk vektor satuan baku. Karena hasil kali silang menghasilkan suatu
vektor, operasi ini juga sering disebut sebagai hasil kali vektor.

Definisi Hasil Kali Silang Dua Vektor dalam Ruang

Misalkan u = u1i + u2j + u3k dan v = v1i + v2j + v3k adalah vektor-vektor dalam ruang.


Hasil kali silang u dan v adalah vektor

Sangat penting untuk mengingat bahwa definisi ini hanya berlaku pada vektor-vektor tiga
dimensi. Hasil kali silang tidak didefinisikan untuk vektor-vektor dua dimensi.

Cara yang mudah untuk menghitung u × v adalah menggunakan bentuk


determinan dengan ekspansi kofaktor seperti yang ditunjukkan di bawah. (Bentuk determinan
3 × 3 ini digunakan untuk membantu mengingat rumus hasil kali silang, akan tetapi secara
teknis bentuk tersebut bukanlah determinan karena tidak semua elemen matriks tersebut
adalah bilangan real.)

Ingat tanda negatif di depan komponen-j. Masing-masing determinan 2 × 2 dapat dihitung


dengan menggunakan pola diagonal.

10
Berikut ini beberapa contoh penghitungan determinan 2 × 2.

dan

Untuk menentukan hasil perkalian silang dua vektor dapat dengan menerapkan rumus
berikut. Misalkan, terdapat dua vektor dalam ruang tiga dimensi yaitu u = (u 1, u2, u3) dan v =
(v1, v2, v3). Hasil perkalian silang (cross product) dua vektor tersebut dituliskan sebagai

Keterangan:
u : vektor u
v : vektor v
u1, u2, u3 : elemen-elemen vektor u
v1, v2, v3 : elemen-elemen vektor v

Atau dapat juga dengan menggunakan metode Sarrus yaitu sebagai berikut.

Contoh 1: Menentukan Hasil Kali Silang


Untuk u = i – 2j + k dan v = 3i + j – 2k, tentukan hasil kali silang untuk masing-masing
pasangan vektor berikut.
1. u × v

11
2. v × u
3. v × v

Pembahasan
1. Hasil kali silang antara vektor-vektor u dan v dapat dilakukan seperti berikut.

Sehingga kita mendapatkan u × v = 3i + 5j + 7k.

2. Hasil v × u dapat ditentukan seperti berikut.

Sehingga v × u = –3i – 5j – 7k.

3. Perhitungan hasil kali silang v dan v dapat ditunjukkan sebagai berikut.

12
BAB III
PENUTUP

A. KESIMPULAN

Vektor adalah suatu kuantita/besaran yang mempunyai besar dan arah. Secara
grafis suatu vektor ditunjukkan sebagai potongan garis yang mempunyai arah. Besar
atau kecilnya vektor ditentukan oleh panjang atau pendeknya potongan garis.
Sedangkan arah vektor ditunjukkan dengan tanda anak panah.

Dua operasi pada vektor, penjumlahan dan perkalian skalar, akan menghasilkan
vektor. hasil kali titik tidak menghasilkan suatu vektor, tetapi akan menghasilkan
suatu skalar. Oleh karena itu, hasil kali titik sering disebut juga sebagai hasil kali
skalar (atau hasil kali dalam).

Definisi Hasil Kali Titik

Hasil kali titik u = <u1, u2> dan v = <v1, v2> adalah

Hasil kali titik u = <u1, u2, u3> dan v = <v1, v2, v3> adalah

Dari definisi tersebut dapat dituliskan rumus perkalian titik (dot product) yaitu
sebagai berikut.

Banyak penerapan dalam fisika, teknik, dan geometri yang menuntut kita untuk
menemukan suatu vektor dalam ruang yang ortogonal terhadap dua vektor. Operasi
tersebut dinamakan hasil kali silang, dan operasi ini akan lebih mudah didefinisikan
dan dihitung jika kita menggunakan bentuk vektor satuan baku. Karena hasil kali
silang menghasilkan suatu vektor, operasi ini juga sering disebut sebagai hasil kali
vektor.

Definisi Hasil Kali Silang Dua Vektor dalam Ruang

Misalkan u = u1i + u2j + u3k dan v = v1i + v2j + v3k adalah vektor-vektor dalam ruang.


Hasil kali silang u dan v adalah vektor

13
DAFTAR PUSTAKA

https://www.studiobelajar.com/vektor/

https://yos3prens.wordpress.com/2015/08/12/hasil-kali-silang-dua-vektor-dalam-ruang/

https://rumuspintar.com/vektor/

https://idschool.net/sma/perkalian-silang-vektor-cross-product-a-x-b/

https://yos3prens.wordpress.com/2015/08/10/hasil-kali-titik-dua-vektor/

14