Anda di halaman 1dari 6

2.

1 Ebenales
Bangsa ini anggota – anggotanya terdiri atas tumbuhan berbatang berkayu, biasanya
beruapa pohon, mempunyai daun tunggal yang duduknya tersebar. Bunga banci, jarang
berkelamin tunggal, aktinomorf, kebanyakan berbilangan 5, daun – daun mahkota
berlekatan, benang sari tersusun dalam 2-3 lingkaran, jarang hanya 1, tertanam pada
mahkotanya. Bakal buah menumpang atau tenggelam, beruang banyak, tiap ruang berisi 1-2
integumen. Biji dengan endosperm yang terbentuk secara selular dengan lembaga yang lurus
atau sedikit bengkok Suku : Sapotaceae. Perdu atau pohon dengan daun – daun tunggal yang
tersebar, jarang berhadapan, tanpa daun penumpu, atau mempunyai daun penumpu yang
lekas runtuh. Bunga dalam kelompok – kelompok kecil dalam ketiak daun, banci, aktinomorf
. kelopak terdiri atas 3-8 daun kelopak yang bebas atau berlekatan, kadang – kadang jelas
tersusun dalam lebih dari 1 lingkaran. Mahkota berbagi 4-10, buluh mahkota pendek, taju –
taju mahkota sering tersususn dalam 2-3 baris, tiap taju – taju kadang – kadang mempunyai
organ – organ tambahan pada sisi punggung dan sisi sampingnya. Benang sari sama
banyaknya dengan daun mahkota atau lebih banyak, letaknya berhadapan dengan daun –
daun mahkota, terdapat pula benang – benang sari yang mandul yang sama banyaknya atau
lebih banyak daripada daun – daun mahkota. Bakal buah menumpang, kadang – kadang
duduk di atas sebuah cakram, beruang 1-2. Tiap ruang berisi 1 bakal biji dengan integumen.
Buahnya buah buni atau buah yang berkayu yang tidak membuka. Biji dengan atau tanpa
endosperm, lembaga besar, akar lembaga pendek, daun lembaga lebar.
Warga suku ini mempunyai saluran – saluran getah dalam kulit batang, daun, dan juga
dalam empulur, yang karena kandungannya akan zat – zat tertentu ( getah perca ) sering di
budidayakan untuk diambil zat – zat tadi.
Suku ini mencakup sampai 600-an jenis dengan kurang lebih 50 marga, yang tersebar di
daerah tropika.
Contoh : Achras zapota L

KLASIFIKASI
Divisi : Spermatophyta (Tumbuhan berbiji)
Anak divisi : Angiospermae (Berbiji tertutup)
Kelas : Dicotyledonae (Biji berkeping dua)
Bangsa : Ebenales
Suku : Sapotaceae
Marga : Achras atau Manilkara
Jenis : Achras zapota. L

Sinonim :
Sapota achras Mill.; Manilkara zapota (Jacq.) Gilley;
Manilkara achras (Mill.) Fosberg
Nama umun dagang : Sawo manila

Nama daerah
Sumatera : Sawo Manila (Melayu), Saus (Padang)
Jawa : Sawo Manila (Sunda), Sawo Manila (Jawa Tengah), Sabu manela (Madura)
Bali : Sabo jawa

DESKRIPSI
 Habitus
Pohon, berkayu, tumbuh menahun, tumbuh hingga setinggi 30-40 m.
 Batang(Caulis)
Keras, berkayu, bulat, bercabang, coklat kotor, pada pohon yang sudah tua terdapat
banyak lentisel
 Daun(Folium)
Tunggal, bulat telur, ujung dan pangkal runcing, tepi rata, panjang 3-14 cm, lebar 3-5 cm.
tangkai panjang ± 1,5 cm, hijau mengkilat.

 Bunga(Flos)
Majemuk, di ketiak daun, menggantung, berkelamin dua, karangan bunga tiga sampai
delapan, daun kelopak bulat, benang sari enam, putik menjulang ke luar, mahkota bentuk
tabung, bertajuk, kuning muda.

 Akar(Radix)
Tunggang, coklat, perakarannya cukup kuat
 Buah(Fructus)
Buahnya berbentuk lonjong atau bulat telur dengan diameter sekitar 6-7 cm dan panjang
10 cm. Kulit buah yang masih muda berwarna cokelat tua, kasar dan tipis, sedangkan
yang tua berubah menjadi cokelat muda dan halus. Daging buah tebal, berair, berwarna
cokelat muda atau cokelat kemerahan. Buah yang masih muda
bergetah dan rasanya sepat, sedangkan buah yang matang rasanya manis tidak sepat dan
tidak bergetah.Buah berasal dari bakal buah. Bunga hanya memiliki satu bakal buah saja.
Dalam satu buah terdapat 3-5 biji. Biasanya biji-biji ini berwarna hitam. Dinding buah
(pericarpium) tebal berdaging dan dapat dibedakan lapisan-lapisannya, yaitu kulit luar
(epicarpium), lapisan paling luar berwarna coklat, tipis, kasar, kaku seperti kulit; dan
kulit tengah (mesocarpium), tebal berdaging, bisa dimakan, berair, berwarna coklat muda
sampai coklat kemerahan;. Jika sudah masak buah tidak pecah. Biji-biji terletak bebas
dalam mesocarpium. Dari uraian di atas dapat disimpulkan bahwa buah Achras zapota
merupakan buah sejati, tunggal, berdaging dan buni

 Biji(Semen)
Biji berbentuk bulat telur, pipih, keras, berwarna hitam atau coklat dan ada sebagian yang
berwarna putih. Kulit biji (spermodermis) memiliki dua lapisan, yaitu kulit luar (testa),
berwarna hitam atau coklat, mengkilat, kaku; dan kulit dalam (tegmen), selaput berwarna
putih, tipis. Terdapat pusar biji (hilus) yang berwarna putih. Inti biji terdiri atas lembaga
(embrio) dan putih lembaga (albumen).Daun lembaga (cotyledo) sebagai tempat
menimbun makanan berwarna putih, berjumlah dua, berbentuk cembung pada salah satu
sisi dan rata pada sisi lainnya, kedua cotyledo tersebut duduk pada sisi yang berhadapan.
Karena memiliki cotyledo dua buah maka sawo dimasukkan ke dalam kelas
Dicotyledonae (biji berkeping dua/berbelah). Sedangkan akar lembaga atau calon akar
(radicula) yang kemudian akan tumbuh terus merupakan akar tunggang. Akar lembaga ini
ujungnya menghadap ke arah liang biji, dan pada perkecambahan biji, akar itu akan
tumbuh menembus kulit biji dan akan keluar melalui liang tadi. Akar lembaga ini terletak
di antara ke dua daun lembaga juga berwarna putih, berbentuk bulat di ujungnya dan
pipih di pangkalnya.

• distribusi geografisnya

Sawo manila merupakan tanaman buah yang termasuk dalam


famili Sapotaceaeyang berasal dari Amerika Tengah dan Meksiko. Tanaman sawo
termasuk tumbuhan tropis yang mudah beradaptasi sehingga mudah dibudidayakan di
berbagai negara termasuk di Indonesia, sawo banyak diusahakan di lahan pekarangan dan
sangat mudah dijumpai di pasaran

 Habitat
Tanaman sawo mudah menyesuaikan diri dengan kondisi lingkungan baru, dari dataran
rendah hingga dataran tinggi. Namun, daerah yang disenangi adalah dataran rendah
hingga ketinggian 700 m dpl. Tipe tanah yang dikehendaki adalah lempung berpasir yang
mengandung banyak bahan organik dengan pH antara 5,5-7. Curah hujan yang sesuai
1.500-2.500 mm per tahun (beriklim basah). Tanaman sawo tahan terhadap kekeringan
dengan lima bulan musim kemarau. Perakarannya cukup kuat sehingga tanaman sawo
baik untuk daerah yang rawan erosi. Tanaman ini mampu tumbuh di tempat yang
ternaungi maupun terbuka sehingga sering ditanam di lahan rumah.

MANFAAT TANAMAN
Karena mengandung tannin, buah sawo yang muda bisa direbus dan airnya dimnum
untuk menghentikan diare. Juga bisa untuk membantu mengatasi gangguan pada paru.
Air seduhan daun sawo yang sudah agak tua atau semacam teh diminum untuk mengobati
batuk, demam, diare, dan disentri. Biji yang sudah dihancurkan memiliki sifat diuretik
(peluruh kencing) serta bisa membantu menghancurkan batu ginjal dan batu kandung
kemih. Ekstrak biji ini di kawasan Yucatan dipakai sebagai penenang atau obat
tidur.Bijinya juga bisa dilumatkan dan dioleskan untuk mengatasi gigitan atau sengatan
binatang berbisa. Getah buah dan daun Achras zapota berkhasiat sebagai obat mencret, di
samping itu getahnya dapat digunakan untuk campuran gula-gula.Untuk obat mencret
dipakai lebih kurang 15 teles getah buah muda Achras zapota, diseduh dengan ½ gelas air
matang panas. Hasil seduhan diminum sekaligus.

Kandungan zat aktif:


Gula, asam askorbat, karbohidrat, serat. Biji sawo mengandung saponin yang bisa
menyebabkan sakit perut. Daun dan batang Achras zapota mengandung falvonoida, di
samping itu daun juga mengandung saponin dan batangnya juga mengandung tanin.
https://efrizal.wordpress.com/2009/03/05/tanaman-sawo-achras-zapota/#:~:text=Pohon%2C
%20berkayu%2C%20tumbuh%20menahun%2C,hingga%20setinggi
%2030%2D40%20m.&text=Perakarannya%20cukup%20kuat%20sehingga
%20tanaman,sering%20ditanam%20di%20lahan%20rumah.