0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
154 tayangan16 halaman

Oscilator

Dokumen tersebut membahas tentang osilator sebagai alat yang menghasilkan tegangan bolak-balik, mencakup berbagai jenis osilator seperti Hartley, Colpitts, Kristal, dan Wien-Bridge. Dokumen tersebut juga menjelaskan langkah-langkah percobaan untuk membuat dan mengukur osilator.

Diunggah oleh

deakusuma
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
154 tayangan16 halaman

Oscilator

Dokumen tersebut membahas tentang osilator sebagai alat yang menghasilkan tegangan bolak-balik, mencakup berbagai jenis osilator seperti Hartley, Colpitts, Kristal, dan Wien-Bridge. Dokumen tersebut juga menjelaskan langkah-langkah percobaan untuk membuat dan mengukur osilator.

Diunggah oleh

deakusuma
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

BAB III

UNIT EL 03

OSILATOR

3.1. Tujuan Percobaan

1. Mempelajari suatu osilator


2. Menghitung penguat amplifier (osilator sebagai penguat)
3. Mengetahui bentuk gelombang yang dihasilkan
4. Mengukur frekuensi osilator

3.2. Alat Percobaan

1. 1 buah unit CRO


2. 1 buah unit audio generator
3. kabel untuk jumper
4. 1 buah multimeter

3.3. Teori Singkat

Osilator adalah suatu alat yang menghasilkan tegangan bolak - balik.


Osilator ada bermacam – macam yaitu :

a. Osilator frekuensi tinggi yang menghasilkan frekuensi pada gelombang


radio
b. Osilator frekuensi rendah yang menghasilkan frekuensi pada daerah
pendengaran pada manusia.
Osilator yang baik adalah osilator yang mantap (stabil). Jadi frekuensi
yang dihasilkan tetap atau tidak berubah/bergeser. Sering kali osilator mudah
bergeser bila dihubungkan dengan perangkat lain, juga banyak faktor yang
menyebabkan tidak stabilnya frekuensi yang dihasilkan, diantaranya :

a. Tegangan yang berubah


b. Komponen yang tidak stabil
c. Masuknya frekuensi – frekuensi liar
Osilator dapat dianggap suatu penguat (amplifier) yang outputnya
diloloh balik (feed-back).

MUHAMMAD NOOR EKA PUTRA / 121041032 / EL UNIT - 03 / 25-04-2013


Diagram dari loloh balik :

M.NOOR EKA PUTRA

Gambar 3.1 : Diagram Dari Loloh Balik

Kotak A adalah penguat yang penguatannya A, sedang kotak B adalah untai


balik dengan penguatan B.

Untai ini menentukan beberapa bagian dari tegangan output yang diloloh
balik ke input.

1. Eo = A . Ein
2. E fb = Eo
3. E fb = - Ein
Dari persamaan 1, 2, dan 3, maka (1+A) Ein = 0.

Karena Ein  0 maka 1 – BA = 0 atau BA = 1, ini merupakan syarat osilasi


berkhausen.

Dua syarat supaya terjadi osilasi yaitu bahwa penguat frekuensi


pergeseran fase di kotak A bergeser fase di kotak B. Jika pergeseran fase
keseluruhan = 0 atau kelihatan bulat 2.

Pada osilator yang tidak ada input, sehingga osilasi dimulai dari suatu
tegangan kecil yaitu tegangan dengan derau (noise). Tegangan derau ini
adalah orde mikro volt dan tegangan ini diperbesar, setelah itu dikembalikan
ke input dengan fase yang sama.

Fase saat penguatnya masih kecil, penguat AB = 1, tetapi penguat ini


terus berkurang sampai pada titik kerja osilator setelah amplitudonya
mencapai harga yang dituju AB = 1.

Ada beberapa macam osilator, yaitu :

1. Osilator Hartley

MUHAMMAD NOOR EKA PUTRA / 121041032 / EL UNIT - 03 / 25-04-2013


2. Osilator Colpits
3. Osilator Kristal
4. Osilator Wien-Bridge dengan R-C.
A. Osilator Hartley
Osilator Hartley adalah sebuah osilator elektronik LC yang mendapatkan
umpan baliknya dari lilitan tapped yang diparalelkan dengan kapasitor.
Sebuah osilator Hartley sangat utama dikonfigurasikan dengan menggunkan
sepasang seri koneksi coil dan sebuah kapasitor.

M.NOOR EKA PUTRA

Gambar 3.2 : Diagram Skematik Osilator Hartley

Kelebihan dari osilator Hartley :

a. Merubah frekuensi dapat dilakukan dengan kapasitor variabel.


b. Nilai amplitudonya konstan walau melebihi daerah frekuensinya.
c. Rasio feedback dari pita induktor tetap konstan
Kelemahan dari osilator Hartley :

a. Kaya akan harmonik content dari keluaran


b. Tidak cocok dengan gelombang sinus murni

M.NOOR EKA PUTRA

Gambar 3.3 : Rangkaian Osilator Hartley

B. Osilator Colpitts

MUHAMMAD NOOR EKA PUTRA / 121041032 / EL UNIT - 03 / 25-04-2013


Osilator ini dinamakan berdasarkan penemunya yang bernama Edwin H.
Colpitts. Osilator colpitts ini merupakan perangkapan dari osilator Hartley. Di
dalam rangkaian osilator ini dua kapasitor dan satu induktor menentukan
frekuensi dari osilasi. Loloh balik dibutuhkan di dalam osilasi, yang diambil
dari pembagi tegangan yang dirangkai dari dua buah kapasitor. Hal ini
berbeda dengan rangkaian Hartley yang loloh baliknya dirangkai dari dua
buah induktor. Gambar 3.4 – 3.5 menunjukan contoh penerapan sederhana
Bipolar Junction Transistor pada osilator colpitts. BJT dapat digantikan
dengan elemen yang lain seperti JFET atau MOSFET.

M.NOOR EKA PUTRA

Gambar 3.4 : Common Base Colpitts Osilator

M.NOOR EKA PUTRA

Gambar 3.5 : Common Colector Colpitts Osilator

Gambar di bawah ini adalah gambar dari rangkaian osilator Colpitts :

M.NOOR EKA PUTRA

MUHAMMAD NOOR EKA PUTRA / 121041032 / EL UNIT - 03 / 25-04-2013


Gambar 3.6 : Rangkaian Osilator Colpitts

C. Osilator Kristal
Osilator Kristal adalah sebuah rangkaian elektronik yang menggunakan
resonansi mekanik dari getaran kristal pada material piezoelectric untuk
menghasilkan sinyal listrik dengan frekuensi yang presisi. Frekuensi ini
umumnya digunakan untuk menentukan waktu, untuk menyediakan sinyal
clock stabil untuk rangkaian integerasi digital, dan untuk menstabilkan
frekuensi pada radio pemancar dan penerima.

Gambar 3.7 : Kristal quartz 4 Mhz yang digunakan sebagai resonator dalam osilator
Kristal.

M.NOOR EKA PUTRA

Gambar 3.8 : Simbol dari resonator kristal piezoelectric.

M.NOOR EKA PUTRA

Gambar 3.9 : Simbol skematik dan rangkaian ekivalen untuk sebuak kristal quartz di dalam
sebuah osilator.

D. Osilator Wien-Bridge

MUHAMMAD NOOR EKA PUTRA / 121041032 / EL UNIT - 03 / 25-04-2013


Osilator wien-bridge adalah sebuah osilator elektronik yang menghasilkan
gelombang sinus. Osilator ini dapat menghasilkan daerah frekuensi yang luas.
Rangkaian ini berpedoman pada jaringan elektrik yang dikembangkan oleh
Max Wien pada tahun 1891.

M.NOOR EKA PUTRA

Gambar 3.10 : Osilator Wien Bridge klasik

Nilai frekuensi dari wien bridge osilator dapat diketahui dengan rumus : Nilai
frekuensi dari wien bridge osilator dapat diketahui dengan rumus :

1
f 
2 RC

Lalu besar faktor feedbacknya :

1 Rs
 
3 Rs  Rg

Pada percobaan ini digunakan rangkaian osilator wien bridge seperti gamabar
dibawah ini :

M.NOOR EKA PUTRA

MUHAMMAD NOOR EKA PUTRA / 121041032 / EL UNIT - 03 / 25-04-2013


Gambar 3.11 : Rangkaian percobaan Wien Bridge.

3.4. Langkah Percobaan

1. Memberikan sumber tegangan pada unit percobaan EL 03


2. Mengukur tegangan statis pada 2 buah transistor yaitu tegangan antara :
a) Vcc - Ground
b) Basis - Ground
c) Kolektor - Ground
d) Emitor - Ground
3. Menggeser SK1 pada posisi AMP (berarti unit 3 berlaku sebagai
amplifier). Member input dan audio generator pada frekuensi yang telah
ditenntukan. Dengan cara memutar fine pada audio generator, mengatur
input sehingga keluaran dari amplifier tidak cacat.
Menghitung penguatannya :

Vout
AV 
Vin

4. Menggser switch SK1 pada posisi OSI (berarti unit 3 berlaku sebagai
osilator). Output dihubungkan pada input CRO begitu pula ground.
Mengamati dan menggambar frekuensi yang dihasilkan. Bila bentuk
frekuensinya cacat memutar potensio meter (Vr), sehingga mendapatkan
gambar frekuensi yang baik. Menghitung frekuensi yang dihasilkan
dengan mamakai metode gambar Lissoyous untuk posisi switch S2 pada
R dan R’
a) Menghubungkan output dari AFG dengan H input CRO,
menghubungkan pula groundnya.
b) Menghubungkan output unit alat dengan V input CRO,
menghubungkan pula groundnya
c) Mengatur horizontal dan vertical pada CRO.
d) Mengatur frekuensi AFG sehingga didapat gambar Lissoyous yang
baik dan tidak cacat.
e) Pada posisi R berarti titik S sambung dengan A1 dan A2 sedang pada
R’ titik S samabung dengan B1 dan B2.

MUHAMMAD NOOR EKA PUTRA / 121041032 / EL UNIT - 03 / 25-04-2013


3.5. Data Hasil Percobaan

I. Membuat Rangkaian Osilator :

M.NOOR EKA PUTRA

II. Pengukuran Statis


Tr1 Tr2

Vcc dengan ground 10 V 10 V

V colektor dengan ground 9,4 V 6,6 V

V emitor dengan ground 4,8 V 4,6 V

V basis dengan ground 3,8 V 4,4 V

III. Sebagai Amplifier


Frekuensi AFG = 1000 Hz; 1 skala = 0,1 volt.

a. Bentuk Gelombang input.

MUHAMMAD NOOR EKA PUTRA / 121041032 / EL UNIT - 03 / 25-04-2013


Vin skala Vout skala
No. AV
SA V/D Hasil SA V/D Hasil

1 0,6 0,5 0,3 0,6 1 0,6 2

2 1 0,5 0,5 1 1 1 2

3 1,5 0,5 0,75 1,5 1 1,5 2

4 2,5 0,5 1,25 2,4 1 2,4 1,92

b. Bentuk Gelombang Output

IV. Sebagai Osilator :


a. Bentuk gelombangnya :

b. Pengukuran frekuensi osilator :


Frekuensi Frekuensi
Posisi Gambar
AFG Osilator

MUHAMMAD NOOR EKA PUTRA / 121041032 / EL UNIT - 03 / 25-04-2013


R V:H
1800 Hz 1800 Hz
1:1

V:H
3600 Hz 1800 Hz
2:1

R V:H

1:2 900 Hz 1800 Hz

V:H

3:2 2700 Hz 1800 Hz

R’ V:H
1800 Hz 1800 Hz
1:1

V:H
3600 Hz 1800 Hz
2:1

R’ V:H

1:2 900 Hz 1800 Hz

V:H

3:2 2700 Hz 1800 Hz

3.6. Analisa Data dan Perhitungan

I. Sebagai Amplifier

Nilai besar penguatan yang didapat :

Vout
AV 
Vin

AV1 = 0,6 : 0,3 = 2

MUHAMMAD NOOR EKA PUTRA / 121041032 / EL UNIT - 03 / 25-04-2013


AV2 = 1 : 0,5 = 2

AV3 = 1,5 : 0,75 = 2

AV4 = 2,4 : 1,25 = 1,92

II. Sebagai Osilator

V
F .Osilator  xFAFG
H

F.Osilator1 = 1/1 x 1800 = 1800 Hz

F.Osilator2 = 2/1 x 3600 = 1800 Hz

F.Osilator3 = 1/2 x 900 = 1800 Hz

F.Osilator4 = 3/2 x 2700 = 1800 Hz

F.Osilator5 = 1/1 x 1800 = 1800 Hz

F.Osilator6 = 2/1 x 3600 = 1800 Hz

F.Osilator7 = 1/2 x 900 = 1800 Hz

F.Osilator8 = 3/2 x 2700 = 1800 Hz

3.7. Pertanyaan dan Jawaban

1. Hitung frekuensi Osilator?


Jawaban :

V
F .Osilator  xFAFG
H

F.Osilator1 = 1/1 x 1800 = 1800 Hz

F.Osilator2 = 2/1 x 3600 = 1800 Hz

F.Osilator3 = 1/2 x 900 = 1800 Hz

F.Osilator4 = 3/2 x 2700 = 1800 Hz

MUHAMMAD NOOR EKA PUTRA / 121041032 / EL UNIT - 03 / 25-04-2013


F.Osilator5 = 1/1 x 1800 = 1800 Hz

F.Osilator6 = 2/1 x 3600 = 1800 Hz

F.Osilator7 = 1/2 x 900 = 1800 Hz

F.Osilator8 = 3/2 x 2700 = 1800 Hz

2. Faktor apa yang menyebabkan frekuensi tidak stabil, Jelaskan?


Jawab :
a. Tegangan yang berubah yaitu tegangan dari Input yang selalu
berubah atau tidak menentu,
b. Komponen yang tidak stabil yaitu komponen yang sudah
dalam keadaan kurang baik ataupun rusak,
c. Masuknya frekuensi – frekuensi liar yaitu masuknya frekuensi
– frekuensi yang datang dari luar alat yang digunakan jadi
frekuensi – frekuensi ersebut tidak ikut terdeteksi dalam
perhitungan.
3. Ada beberapa Osilator, gambarkan rangkaiannya?

Jawab :

a. Osilator Hartley

M.NOOR EKA PUTRA

Gambar : Rangkaian Osilator Hartley

b. Osilator Colpitts

MUHAMMAD NOOR EKA PUTRA / 121041032 / EL UNIT - 03 / 25-04-2013


Gambar: Common Colector Colpitts Osilator

c. Osilator Kristal

M.NOOR EKA PUTRA

Gambar: Simbol skematik dan rangkaian ekivalen untuk sebuak kristal quartz di dalam
sebuah osilator.

d. Osilator Wien-Bridge

M.NOOR EKA PUTRA

Gambar: Osilator Wien Bridge klasik

4. Apa syarat Osilator berkhausan, terangkan?

Jawaban :

Diagram dari loloh balik :

M.NOOR EKA PUTRA

MUHAMMAD NOOR EKA PUTRA / 121041032 / EL UNIT - 03 / 25-04-2013


Gambar : Diagram Dari Loloh Balik

Kotak A adalah penguat yang penguatannya A, sedang kotak B adalah untai


balik dengan penguatan B.

Untai ini menentukan beberapa bagian dari tegangan output yang diloloh
balik ke input.

1. Eo = A . Ein
2. E fb = Eo
3. E fb = - Ein
Dari persamaan 1, 2, dan 3, maka (1+A) Ein = 0.

Karena Ein  0 maka 1 – BA = 0 atau BA = 1, ini merupakan syarat osilasi


berkhausen.

Dua syarat supaya terjadi osilasi yaitu bahwa penguat frekuensi


pergeseran fase di kotak A bergeser fase di kotak B. Jika pergeseran fase
keseluruhan = 0 atau kelihatan bulat 2.

5. Jelaskan prinsip kerja rangkaian Wien-Bridge serta tuliskan rumusnya!


Jawaban :

Osilator wien-bridge adalah sebuah osilator elektronik yang


menghasilkan gelombang sinus. Osilator ini dapat menghasilkan daerah
frekuensi yang luas. Rangkaian ini berpedoman pada jaringan elektrik yang
dikembangkan oleh Max Wien pada tahun 1891.

M.NOOR EKA PUTRA

Gambar : Osilator Wien Bridge klasik

Nilai frekuensi dari wien bridge osilator dapat diketahui dengan rumus : Nilai
frekuensi dari wien bridge osilator dapat diketahui dengan rumus :

MUHAMMAD NOOR EKA PUTRA / 121041032 / EL UNIT - 03 / 25-04-2013


1
f 
2 RC

Lalu besar faktor feedbacknya :

1 Rs
 
3 Rs  Rg

3.8. Kesimpulan

Percobaan unit EL-03 ini menggunakan osilator wien bridge. Pada rangkaian
tersebut diamati karakteristik penguatan saat dioperasiakan sebagai amplifier.
Pengauatan yang dihasilkan tidak tetap, terlihat pada percobaan ke III. Hal ini bisa
disebabkan oleh beberapa faktor, seperti komponen yang tidak stabil atau karena
tegangannya yang berubah – ubah.

Pada percobaan ke IV, diamati bentuk frekuensi dalam rangkaian dengan


menggunakan CRO. Dengan mengatur masukan dari audio generator, lalu kemudian
melihat bentuk yang dihasilkan. Lalu kemudian dari bentuk tersebut dicari nilai dari
frekuensi osilator.

MUHAMMAD NOOR EKA PUTRA / 121041032 / EL UNIT - 03 / 25-04-2013


DAFTAR PUSTAKA

1. http://library.usu.ac.id/download/fmipa/fisika-bisman2.pdf,
2. http://www.unej.ac.id/fakultas/mipa/web_fisika/webkuliah/diktateldas2/17tuj
uhbelas.pdf,
3. www.google.com.

MUHAMMAD NOOR EKA PUTRA / 121041032 / EL UNIT - 03 / 25-04-2013

Anda mungkin juga menyukai