Bahan Sosialisasi Rapermen KKPR
Bahan Sosialisasi Rapermen KKPR
Oleh:
Dr. Ir. Abdul Kamarzuki, MPM.
Direktur Jenderal Tata Ruang, Kementerian ATR/BPN
Penyelenggaraan Penataan Ruang
sebagai amanah UU No. 11 tahun 2020 tentang Cipta Kerja
Asas UU CK No. 11/2020 Pasal 13: Penyederhanaan persyaratan dasar perizinan berusaha
meliputi
Pasal 2: UU CK diselenggarakan berdasarkan asas: 1) Kesesuaian Kegiatan Pemanfaatan Ruang (KKPR);
1) Pemerataan hak; 2) Persetujuan Lingkungan; dan
2) Kepastian hukum; 3) Persetujuan Bangunan Gedung.
3) Kemudahan berusaha;
4) Kebersamaan, dan
5) Kemandirian. Pasal 14: KKPR diberikan sebagai kesesuaian rencana lokasi
kegiatan dan/atau usaha dengan RDTR, dengan
ketentuan:
Dengan tujuan antara lain untuk
peningkatan ekosistem investasi dan Pasal 15:
kegiatan berusaha Pemerintah Daerah yang belum menyusun
Pemerintah
Daerah yang dan menyediakan RDTR, maka KKPR
Pasal 6: Peningkatan ekosistem investasi dan kegiatan sudah menyusun diberikan melalui persetujuan dengan asas
berusaha meliputi: dan menyediakan berjenjang dan komplementer berdasarkan:
a. Penerapan perijinan berbasis risiko; RDTR • RTRW Nasional • RZ KSNT
b. Penyederhanaan persyaratan dasar • RTRW Provinsi • RZ KAW
Perizinan Berusaha; maka KKPR • RTRW • RTR
c. Penyederhanaan Perizinan Berusaha diberikan melalui Kabupaten/Kota Pulau/Kepulauan
sektor; dan konfirmasi • RTR KSN
d. Penyederhanaan persyaratan investasi.
2
Ditjen Tata Ruang sedang Menyusun 6 Rancangan Peraturan Menteri
sebagai Turunan dari UU No. 11/2020 dan PP No. 21/2021
1 2 3 4 5 6
Rapermen
Rapermen tentang tentang Pedoman Rapermen tentang Rapermen tentang Rapermen Rapermen
Tata Cara Penyusunan Penyusunan dan Pedoman Pelaksanaan tentang tentang
dan Revisi Rencana Revisi Rencana Tata Penyusunan Basis Kesesuaian Koordinasi Pembinaan
Tata Ruang Wilayah Ruang (RTR) Data dan Penyajian Kegiatan Penyelenggaraan Sumber Daya
(RTRW) Provinsi, Pulau/Kepulauan, Peta RTRW Pemanfaatan Penataan Ruang Manusia (SDM)
Kabupaten, Kota, dan RTR Kawasan Provinsi, Ruang (KKPR) dan Bidang Penataan
Rencana Detail Tata Strategis Nasional Kabupaten, dan Sinkronisasi Ruang
Ruang (RDTR), serta (KSN), dan RDTR Kota, serta Peta Program
Tata Cara Penerbitan Kawasan RDTR Pemanfaatan
Persetujuan Substansi Perbatasan Negara Kabupaten/Kota Ruang (SPPR)
(KPN)
3
Overview Kesesuaian Kegiatan Pemanfaatan Ruang
Kegiatan bersifat
strategis nasional yang
tidak terdapat di RTR
RDTR
Konfirmasi KKPR
Berusaha
Persetujuan KKPR
RDTR
RDTR
Konfirmasi
Konfirmasi KKPR
KKPR
KKPR Nonberusaha
Persetujuan KKPR
RDTR
termuat
Kebijakan di RTR Konfirmasi/ Perizinan Berusaha/
yang Bersifat Persetujuan KKPR
Perizinan lainnya
Strategis
Rekomendasi KKPR
Nasional termuat
di RTR
PP No. 21/2021: Pasal 100 – 115, Pasal 135-143
6
Proses KKPR dalam Perizinan Berusaha
Proses Pengisian Perizinan
Identitas Usaha
Proses Kesesuaian Kegiatan Pemanfaatan Ruang Berusaha
▪ Risiko tinggi:
Termuat Penilaian berdasarkan asas Rekomendasi NIB + Izin
KKPR
di RTR? penataan ruang & Pertek
SISTEM OSS
MODUL KKPR KKPR dan PKKPR Berlaku
dalam jangka waktu 3 tahun
Apakah RDTR
tersedia dan Konfirmasi Penerbitan KKPR paling
terintegrasi
Penilaian KKPR KKPR sedikit memuat:
Pendaftaran (otomatis sistem) (by system)
dengan OSS? RDTR
INTERAKTIF
a. Lokasi kegiatan
Dokumen usulan kegiatan paling b. Luas lahan
KKKPR diterbitkan
sedikit dilengkapi dengan: Termasuk dalam c. Jenis kegiatan pemanfaatan
paling lama 1 hari
6 kategori usaha ruang untuk KKKPR/jenis
sejak pembayaran
peruntukan pemanfaatan
a. koordinat lokasi yang PNBP Perizinan
ruang untuk PKKPR (Kode
(polygon/titik/garis) dikecualikan? KBLI 3 digit)
Berusaha
Penilaian berbasis
b. kebutuhan luas lahan d. Koefisien Dasar Bangunan
Kelengkapan Risiko
c. Informasi penguasaan tanah RTRWK Persetujuan e. Koefisien Lantai Bangunan
d. informasi jenis usaha (KBLI 5 RTRWP Pengecekan RTR & Pertek KKPR f. Ketentuan tata bangunan
RTR KSN
digit) RTR Pulau/Kep. untuk Persetujuan KKPR (by system) untuk KKKPR/indikasi
RTRWN (sementara manual oleh Menteri program pemanfaatan
e. rencana jumlah lantai bangunan (RTRL, GISTARU
ATR/BPN melalui Dirjen Tata Ruang)
Satupeta.
f. rencana luas lantai bangunan
RZ KAW, ruang untuk PKKPR
RZ KSN/T, KKP PKKPR diterbitkan
RZWP3K) g. Persyaratan pelaksanaan
g. rencana teknis bangunan ATR/BPN: Wilayah Darat paling lama 20 hari
Pembayaran kegiatan pemanfaatan
dan/atau rencana induk KKP: Wilayah Perairan/Laut sejak pembayaran
ruang.
kawasan* PNBP PNBP
h. rencana penggunaan air diperhatikan
baku/air bersih**
i. Surat keterangan berlokasi di Kantor Pertek Pertanahan
KI/KP/KEK*** (disampaikan paling lambat 10 hari
Pertanahan sejak pembayaran PNBP)
9
Rapermen KKPR: Lampiran Format Persetujuan KKPR Pemerintah Daerah
untuk Kegiatan Berusaha (Penilaian Manual)
10
Kesesuaian Kegiatan Pemanfaatan Ruang (KKPR)
Pertimbangan
Acuan Acuan
Pemanfaatan Ruang Administrasi Pertanahan
Penerbitan KKPR Hak Atas Tanah (HAT)
Pasal 176 UU CK, angka 10 Pasal 402 A UU No. 23/2014 tentang Pemerintahan Daerah
Pembagian urusan pemerintahan konkuren antara Pemerintah Pusat dan Daerah Provinsi serta Daerah Kabupaten/Kota
sebagaimana tercantum dalam Lampiran Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah sebagaimana telah
diubah terakhir dengan Undang-Undang Nomor 9 Tahun 2015 tentang Perubahan Kedua atas Undang-Undang Nomor 23
Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah harus dibaca dan dimaknai sesuai dengan ketentuan yang diatur dalam
Undang-Undang tentang Cipta Kerja.
11
Skema Pemberian Persetujuan KKPR (PKKPR)
PT. ABC mengajukan RTRW 3 Skenario Penerbitan KKPR
Persetujuan KKPR 1 2 3
untuk membangun
kawasan industri KKPR KKPR
seluas 1000 ha KKPR yang yang yang
disetujui disetujui disetujui
1000 ha 700 ha 500 ha
Berdasarkan PP No.
21/2021 maka PKKPR
Tidak
akan diterbitkan Tidak sesuai 200 Tidak
disetujui dengan ha 6 ha
disetujui
berdasarkan kajian 300 ha RTRW 300 ha
RTR secara berjenjang
dan komplementer dan Industri Tanah Adat
dengan memperhatikan Perumahan • KKPR disetujui • KKPR disetujui sebagian • KKPR disetujui sebagian (500
Pertek Pertanahan. seluruhnya (1000 ha) (700 ha) dengan ha) dengan menggunakan hasil
Pertek Pertanahan kajian RTR secara berjenjang
sesuai luas yang diajukan mempertimbangkan status
oleh PT. ABC Tanah Adat dari Pertek dan komplementer serta
Pertanahan. memperhatikan Pertek
Pertanahan.
Perumahan
Bapak H (milik
masyarakat)
1000 700 ha
ha Masa berlaku KKPR yang diberikan adalah 3 tahun
Tanah
Adat Pada wilayah yang telah diterbitkan KKPR tidak akan diterbitkan KKPR untuk
300 ha pemohon usaha lainnya kecuali KKPR yang dimohonkan pemilik lahan
12
Alternatif Perpanjangan KKPR Setelah Habis Masa Berlaku 3 Tahun
Berdasarkan skenario ke-2 dalam Alternatif Perpanjangan KKPR
penerbitan KKPR di halaman sebelumnya,
1 Tidak Melakukan 2 Melakukan Perpanjangan 3 Pengajuan Kerja Sama
PT. ABC dapat memperpanjang KKPR yang Perpanjangan KKPR KKPR Selama 2 Tahun Dengan Bank Tanah
telah habis masa berlakunya setelah 3 tahun
berdasarkan tiga alternatif sebagai berikut: Tahun Tahun
Ke-3 Ke-5
300 ha 400 ha 700 ha
400 ha 300 ha
+100 ha 300 ha Lahan Kerja
Perumahan Lahan Perumahan
Sama dengan
Tahun Bapak H Milik Bapak H Lahan
Bank Tanah
PT. ABC Milik
Ke-3 PT. ABC
Masa Masa
400 ha 300 ha Berlaku Pemutakhiran Berlaku Pemutakhiran Pemutakhiran
KKPRAwal KKPRHAT KKPRAwal KKPRHAT KKPRHAT Bank
Perumahan Lahan yang Habis Habis Tanah
Bapak H sudah dikuasai
oleh PT. ABC
• Apabila pemohon tidak • Pemutakhiran KKPRHAT seluas • Pemutakhiran KKPRHAT Bank
melakukan perpanjangan setelah 400 ha milik PT. ABC berlaku Tanah seluas 700 ha (sesuai
tahun ke-3, maka KKPRHAT sesuai umur penguasaan tanah luas yang disetujui)
diberikan seluas lahan yang dimiliki • Masa berlaku KKPR Awal habis
• Masa berlaku KKPR Awal habis
Total 700 ha
KKPRAwal
yang Masa KKPRHAT berlaku sepanjang umur penguasaan tanah* dan
Disetujui selama pemanfaatannya sesuai dengan ketentuan KKPR
*mengikuti masa berlaku Hak Atas Tanah (HAT) jika lahan telah menjadi hak milik,
atau masa perjanian sewa (jika sewa)
13
Ilustrasi KKPR dalam Perolehan Perizinan Berusaha
Dapat diproses untuk
permohonan KKPRHAT
Perolehan KKPR
KKPR
KKPR
PT A • Perizinan
Lingkungan
Progres
(1.000
(1.000ha)
ha)
• Perizinan perolehan
KKPR tanah min.
(1.000 ha)
Bangunan dan
Gedung 30%
1 2 3
PT A adalah
Perolehan Tanah
pengembang Dilanjutkan?
properti yang
Selesai Masa berlaku KKPR habis di akhir tahun ke-5 5 4 Ya
membutuhkan
tanah seluas Lanjutan Perolehan Tanah pada Opsi Perolehan Tanah
1.000 ha untuk Masa Perpanjangan KKPPR
usahanya, dalam Opsi 1: Perpanjangan Permohonan perpanjangan
KKPR paling lama 2 KKPR diajukan paling cepat 3
mengembangkan tahun jika perolehan tanah bulan sebelum KKPR berakhir.
kawasan kota Perolehan
Tanah 80%
sudah mencapai min. 30%
15
Proses Pelaksanaan KKPR secara Non-elektronik dalam Masa Transisi
DPM-PTSP
Kepala Perangkat
(polygon)
DPM-PTSP
Dinas Daerah
o kebutuhan luas lahan melalui kajian menggunakan asas
o Informasi penguasaan berjenjang Komplementer dan Penerbitan KKPR paling
tanah selaras dengan tujuan sedikit memuat:
RTR o Lokasi kegiatan
o informasi jenis usaha penyelenggaraan penataan ruang.
(KBLI 5 digit) Kementerian o Jenis peruntukan
(DJTR)
o rencana jumlah lantai ATR/BPN pemanfaatan ruang
bangunan o Kode KBLI 3 digit
o rencana luas lantai o KDB dan KLB
bangunan o Indikasi program
o rencana teknis bangunan
pemanfaatan ruang
dan/atau rencana induk Kantor
kawasan*
o Persyaratan
Pertanahan **Kantor Pertanahan menyampaikan Pertek paling pelaksanaan kegiatan
o rencana penggunaan air lama 10 hari kerja sejak pendaftaran diterima dan
baku/air bersih** pemanfaatan ruang
Pertek Pertanahan dinyatakan lengkap. Dalam hal Pertek tidak
*khusus untuk permohonan PKKPR
**tambahan informasi berdasarkan
disampaikan hingga batas waktu, kantor pertanahan
SE No. 4/SE-PF.01/III/2021 Maks. 10 hari** dianggap telah memberikan Pertek.
Diperhatikan ***Jangka waktu penerbitan KKPR paling lama 20 hari kerja, terhitung sejak pendaftaran diterima dan dinyatakan lengkap. 16
Ketentuan Pemberlakuan KKPR
Menteri ATR/BPN mendelegasikan kewenangan penerbitan PKKPR untuk kegiatan berusaha dan penerbitan KKPR
untuk kegiatan nonberusaha kepada Gubernur, Bupati, dan Walikota. Pendelegasian ini tidak mengurangi
kewenangan Menteri dalam penerbitan KKPR.
1
pemanfaatan ruang yang: Sistem OSS dan sistem elektronik ATR akan menerbitkan
KKPR Kegiatan Berusaha 1) merupakan rencana pembangunan KKPR untuk kegiatan berusaha dan nonberusaha secara
dan pengembangan objek vital otomatis jika Menteri, Gubernur, Bupati, Wali Kota sesuai
nasional; kewenangannya tidak menerbitkkan KKPR sesuai jangka
Persetujuan KKPR
2) bersifat strategis nasional; waktu yang ditetapkan.
3) perizinan berusahanya merupakan
kewenangan K/L; dan/atau
4) lokasinya bersifat lintas provinsi Pasal 69 Rapermen KKPR
KKPR Kegiatan Nonberusaha (1) Dalam hal Menteri, gubernur, bupati atau wali kota
Menteri dapat membatalkan KKPR
sesuai kewenangannya tidak menerbitkan KKPR untuk
yang diterbitkan gubernur, bupati, dan
kegiatan berusaha dalam jangka waktu yang telah
2
wali kota dalam hal kegiatan
Konfirmasi KKPR pemanfaatan ruang menimbulkan
ditetapkan, KKPR diterbitkan oleh Lembaga OSS.
(hanya didelegasikan sampai
dampak: (2) Dalam hal Menteri, gubernur, bupati atau wali kota
dengan sistem elektronik ATR
siap beroperasi) 1) Kerawanan sosial sesuai kewenangannya tidak menerbitkan KKPR untuk
2) Gangguan keamanan kegiatan nonberusaha dalam jangka waktu yang telah
3) Kerusahan lingkungan hidup ditetapkan, KKPR diterbitkan oleh sistem elektronik
Persetujuan KKPR 4) Gangguan terhadap fungsi objek yang diselenggarakan oleh Menteri.
vital nasional
17
Rapermen KKPR: Penerbitan PKKPR Otomatis Tanpa Melalui Tahapan Penilaian
Pasal 13 :
PKKPR dilakukan tanpa melalui tahapan penilaian dokumen usulan d. lokasi usaha dan/atau kegiatan pemanfaatan ruang yang direncanakan
kegiatan Pemanfaatan Ruang dalam hal permohonan berlokasi di: merupakan tanah yang sudah dikuasai oleh Pelaku Usaha lain yang
a. Kawasan Industri dan Kawasan Pariwisata yang telah telah mendapatkan KKPR dan akan digunakan oleh Pelaku Usaha
memiliki Perizinan Berusaha sesuai dengan ketentuan dengan cara jual beli, sewa menyewa atau cara lain sesuai ketentuan
peraturan perundang-undangan; peraturan perundang-undangan, dengan ketentuan kegiatan Pemanfaatan
b. Kawasan Ekonomi Khusus yang telah ditetapkan sesuai Ruang yang direncanakan sesuai dengan KKPR yang telah diterbitkan;
dengan ketentuan peraturan perundang-undangan; e. Lokasi usaha dan/atau kegiatan pemanfaatan ruang yang direncanakan
c. Lokasi usaha dan/atau kegiatan pemanfaatan ruang yang berasal dari otorita atau badan penyelenggara pengembangan suatu
memerlukan perluasan usaha yang sudah berjalan dan letak kawasan sesuai dengan rencana induk kawasan dari otoritas/badan
tanahnya berbatasan dengan lokasi usaha dan/atau kegiatan penyelenggara yang disusun dengan kedalaman skala RDTR dan tidak
pemanfaatan ruang yang direncanakan dengan syarat: bertentangan dengan RTR yang berlaku; dan/atau
1. pada lokasi yang dimohon belum diterbitkan KKPR untuk f. lokasi usaha dan/atau kegiatan pemanfaatan ruang yang direncanakan
kegiatan berusaha atas nama pelaku usaha lain; yang terletak pada wilayah usaha minyak dan gas bumi yang sudah
2. kegiatan pemanfaatan ruang yang direncanakan sama, ditetapkan oleh pemerintah dengan syarat:
dan/atau 1 (satu) lini produksi sama dengan kegiatan 1. wilayah usaha minyak dan gas bumi tersebut telah sesuai dengan
pemanfaatan ruang yang sudah berjalan; rencana tata ruang dan/atau kontrak kerja sama; dan
3. peruntukan ruang pada lokasi kegiatan pemanfaatan 2. lokasi usaha yang direncanakan terletak di wilayah usaha minyak
ruang yang direncanakan sama dengan peruntukan dan gas bumi tersebut harus memenuhi ketentuan:
ruang pada lokasi kegiatan pemanfaatan ruang yang a) belum diterbitkan KKPR untuk kegiatan berusaha atas nama
sudah berjalan; dan pelaku usaha lain; dan
4. luas tanah untuk pengembangan kegiatan pemanfaatan b) kegiatan usaha hulu minyak dan gas bumi yang meliputi
ruang yang direncanakan tidak melebihi luas tanah yang tahap eksplorasi dan eksploitasi.
telah diusahakan sebelumnya.
18
Rapermen KKPR: Ketentuan Pemutakhiran KKPR
Pemutakhiran KKPR untuk Pemutakhiran KKPR untuk Pemutakhiran KKPR untuk Kegiatan yang
Kegiatan Berusaha Kegiatan Nonberusaha Bersifat Strategis Nasional
Pasal 23 Rapermen KKPR: Pasal 40 Rapermen KKPR: Pasal 56 Rapermen KKPR:
(1) Pemutakhiran KKPR dilakukan dalam hal: (1) Pemutakhiran KKPR dilakukan dalam hal: (1) Pemutakhiran KKPR untuk kegiatan yang bersifat
a. pelaku usaha belum dapat menyelesaikan a. pelaku usaha belum dapat menyelesaikan strategis nasional dilakukan dalam hal:
perolehan tanah dan tidak mengajukan perolehan tanah dan tidak mengajukan a. pemegang atau pelaksana KKPR untuk kegiatan yang
bersifat strategis nasional belum dapat
permohonan perpanjangan KKPR; permohonan perpanjangan KKPR;
menyelesaikan perolehan tanah dalam jangka waktu
b. pelaku usaha telah memperoleh b. pelaku usaha telah memperoleh KKPR untuk kegiatan yang bersifat strategis nasional.
perpanjangan KKPR, tetapi belum dapat perpanjangan KKPR, tetapi belum dapat b. terjadi perubahan pemegang atau pelaksana KKPR
menyelesaikan perolehan tanah sesuai menyelesaikan perolehan tanah sesuai untuk kegiatan yang bersifat strategis nasional akibat
dengan perpanjangan KKPR yang dengan perpanjangan KKPR yang diterbitkan; perbuatan hukum; atau
diterbitkan; atau c. telah ditunjuknya pelaksana KKPR untuk kegiatan
c. pelaku usaha telah melakukan kerja sama c. terjadi perubahan Pelaku Usaha akibat yang bersifat strategis nasional oleh pemegang KKPR.
perolehan tanah dengan Bank Tanah; atau perbuatan hukum.
d. terjadi perubahan Pelaku Usaha akibat (2) Dalam rangka penyesuaian masa berlaku KKPR untuk
perbuatan hukum. (2) Dalam rangka penyesuaian masa berlaku KKPR kegiatan yang bersifat strategis nasional dengan hak atas
tanah yang diperoleh, pemohon melakukan
dengan hak atas tanah yang diperoleh, pemohon
pemutakhiran KKPR untuk kegiatan yang bersifat
(2) Pemutakhiran KKPR untuk kegiatan berusaha melakukan pemutakhiran KKPR untuk kegiatan strategis nasional berdasarkan status pendaftaran
sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilakukan nonberusaha berdasarkan status pendaftaran tanah dengan menyampaikan laporan kepada Menteri
melalui sistem OSS berdasarkan status tanah dengan menyampaikan laporan kepada melalui Direktur Jenderal Tata Ruang.
pendaftaran tanah. Menteri melalui Direktur Jenderal Tata Ruang.
(3) Terhadap hasil pemutakhiran KKPR untuk kegiatan yang
(3) Berdasarkan pemutakhiran KKPR untuk kegiatan (3) Terhadap hasil pemutakhiran KKPR untuk bersifat strategis nasional sebagaimana dimaksud pada
berusaha sebagaimana dimaksud pada ayat (2), kegiatan nonberusaha sebagaimana dimaksud ayat (2), Menteri melalui Direktur Jenderal Tata Ruang
sistem OSS menerbitkan KKPR untuk kegiatan pada ayat (2) sistem elektronik akan menerbitkan akan menerbitkan KKPR untuk kegiatan yang bersifat
berusaha dengan jangka waktu dan luasan KKPR untuk kegiatan nonberusaha dengan strategis nasional dengan jangka waktu dan luasan
tanah sesuai penguasaan atas tanah yang jangka waktu dan luasan tanah sesuai tanah sesuai penguasaan atas tanah yang diperoleh.
diperoleh. penguasaan atas tanah yang diperoleh.
19
Rapermen KKPR: Ketentuan Penguasaan Tanah dalam KKPR untuk Kegiatan
Berusaha
20
Rapermen KKPR: Ketentuan Penguasaan Tanah dalam KKPR untuk Kegiatan
Berusaha
Kewajiban Pemegang KKPR yang Belum Memperoleh Tanah Pengajuan Permohonan KKPR pada Lokasi
Pemegang KKPR yang Belum Memperoleh Tanah
Pasal 21
(1) Setelah diterbitkannya KKPR yang belum memperoleh (4) Pemegang KKPR wajib menghormati Pasal 22
tanah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 17 ayat (1) , kepentingan pihak lain atas tanah yang (1) Terhadap lokasi yang telah diterbitkan KKPR kegiatan
pemegang KKPR harus membebaskan tanah dari hak dan belum dibebaskan sebagaimana dimaksud
berusaha untuk pelaku usaha yang belum
kepentingan pihak lain berdasarkan kesepakatan dengan pada ayat (2), tidak menutup atau
memperoleh tanah sebagaimana dimaksud dalam Pasal
pemegang hak atau pihak yang mempunyai kepentingan mengurangi aksesibilitas masyarakat di
tersebut dengan cara jual beli, pemberian ganti kerugian, sekitar lokasi, dan menjaga serta 17 ayat (1) dapat diajukan permohonan KKPR oleh:
konsolidasi tanah, atau cara lain sesuai dengan ketentuan melindungi kepentingan umum. a. pemilik tanah; dan/atau
peraturan perundang-undangan. b. pemohon KKPR kegiatan berusaha di ruang bawah
(5) Pemegang KKPR wajib melaporkan secara tanah atau ruang atas tanah.
(2) Sebelum tanah yang bersangkutan dibebaskan oleh berkala setiap 3 (tiga) bulan kepada
pemegang KKPR semua hak atau kepentingan pihak lain kepala kantor pertanahan mengenai (2) Permohonan KKPR sebagaimana dimaksud pada ayat
yang sudah ada hak atas tanah yang bersangkutan tidak perolehan tanah yang sudah dilaksanakan (1) huruf a dilakukan dengan ketentuan:
berkurang dan tetap diakui haknya, termasuk kewenangan berdasarkan KKPR dan pelaksanaan a. sesuai dengan informasi penguasaan tanah
yang menurut hukum dipunyai oleh pemegang hak atas penggunaan tanah tersebut.
sebagaimana dimuat dalam pertimbangan teknis
tanah untuk memperoleh tanda bukti hak (sertipikat), dan
kewenangan untuk menggunakan dan memanfaatkan
pertanahan; dan
(6) Tanah yang telah diperoleh dalam
tanahnya bagi keperluan pribadi atau usahanya sesuai jangka waktu 3 (tiga) tahun masa berlaku b. KKPR yang diajukan tidak melebihi luas tanah yang
dengan rencana tata ruang yang berlaku, serta kewenangan KKPR wajib didaftarkan kepada kantor dimilikinya.
untuk mengalihkannya kepada pihak lain. pertanahan paling lambat 1 (satu) tahun
setelah berakhirnya KKPR. (3) Permohonan KKPR sebagaimana dimaksud pada ayat (1)
(3) Kewenangan untuk mengalihkan hak kepada pihak lain huruf b dilakukan sesuai dengan informasi
sebagaimana dimaksud pada ayat (2) dilaksanakan pada (7) Kantor pertanahan melakukan penguasaan tanah sebagaimana dimuat dalam
lokasi yang telah ditetapkan KKPR berdasarkan itikad baik, pengecekan berkala setiap 3 (tiga) bulan pertimbangan teknis pertanahan.
yang diprioritaskan kepada: atau sewaktu-waktu jika diperlukan
a. pemegang KKPR; dan/atau terhadap pelaksanaan perolehan tanah
b. Bank Tanah berdasarkan kerja sama dengan pemegang oleh pemegang KKPR sebagaimana
KKPR. dimaksud pada ayat (1).
21
Rapermen KKPR: Pencatatan, Pengadministrasian dan Pemutakhiran Data
Pasal 69
(1) Menteri, gubernur, bupati, dan wali kota melakukan pencatatan, pengadministrasian, dan
pemutakhiran data lokasi KKPR sesuai kewenangannya.
(2) Gubernur, bupati, dan wali kota wajib melaporkan pencatatan, pengadministrasian, dan
pemutakhiran data lokasi KKPR sebagaimana dimaksud pada ayat (1) secara berkala sebelum tanggal
10 (sepuluh) setiap bulannya kepada Lembaga OSS dan Menteri atau sewaktu-waktu apabila diminta.
22
KKPR dalam Kegiatan Nonberusaha
SISTEM ELEKTRONIK ATR
Pendaftaran/
Pembayaran
PNBP
Apakah RDTR Penilaian KKPR
Melihat Informasi
tersedia?
(Self Assessed) RDTR
Masyarakat* mengajukan permohonan KKPR INTERAKTIF
*Masyarakat adalah masyarakat non-berusaha
Cek Lokasi dan pemohon PSN non-badan usaha
GIS Berlokasi di dalam
TARU GISTARU
KEK/KI/KP yang
Satupeta.KKP Koordinat lokasi kegiatan telah memiliki HPL?
Satu Kebutuhan luas lahan kegiatan
peta. Cek Risiko Konfirmasi
KKP
• KBLI-Risiko Informasi penguasaan tanah KKPR
• Negative Informasi jenis kegiatan RTRWN
List Daerah (KBLI 5 digit) RTR KSN
SPI RTRWP
(SUBSISTEM • Kegiatan Rencana jml. lantai bangunan
PELAYANAN
RTRWK
INFORMASI)
lainnya (RTRL,
Rencana luas lantai bangunan RZ KAW,
RZ KSN/T, GISTARU
Satupeta.KKP
RZWP3K)
Kegiatan Nonberusaha (Pasal 24 Rapermen KKPR)
KKPR untuk kegiatan nonberusaha meliputi: Pengecekan RTR & Pertek Persetujuan Perizinan
a. kegiatan pemanfaatan ruang untuk rumah tinggal pribadi, tempat untuk Persetujuan KKPR KKPR Non-Berusaha**
peribadatan, yayasan sosial, yayasan keagamaan, yayasan
pendidikan, atau yayasan kemanusiaan;
b. kegiatan pemanfaatan ruang yang tidak bersifat strategis nasional ATR/BPN: Wilayah Darat
KKP: Wilayah Perairan/Laut
yang dibiayai oleh APBN atau APBD; dan **Yang dipersyaratkan
c. kegiatan pemanfaatan ruang yang merupakan pelaksanaan UU sektor
tanggung jawab sosial dan lingkungan yang dibiayai dari perseroan
terbatas atau CSR.
2
Rapermen KKPR: Lampiran Format Konfirmasi KKPR Menteri ATR/BPN untuk
Kegiatan Berusaha
26
Lampiran Format Persetujuan KKPR
Untuk Kegiatan Berusaha (Penilaian Manual)
2
Rapermen KKPR: Lampiran Format Persetujuan KKPR Menteri ATR/BPN untuk
Kegiatan Berusaha (Penilaian Manual)
28
Rapermen KKPR: Lampiran Format Persetujuan KKPR Pemerintah Daerah
untuk Kegiatan Berusaha (Penilaian Manual)
29
Lampiran Format Persetujuan KKPR
Untuk Kegiatan Berusaha (Penerbitan Otomatis)
30
Rapermen KKPR: Lampiran Format Persetujuan KKPR Menteri ATR/BPN untuk
Kegiatan Berusaha (Penerbitan Otomatis)
31
Rapermen KKPR: Lampiran Format Persetujuan KKPR Pemerintah Daerah
untuk Kegiatan Berusaha (Penerbitan Otomatis)
32
Lampiran Format Konfirmasi KKPR
Untuk Kegiatan Nonberusaha
33
Rapermen KKPR: Lampiran Format Konfirmasi KKPR Menteri ATR/BPN untuk
Kegiatan Nonberusaha
34
Rapermen KKPR: Lampiran Format Konfirmasi KKPR Pemerintah Daerah untuk
Kegiatan Nonberusaha
35
Lampiran Format Persetujuan KKPR
Untuk Kegiatan Nonberusaha
36
Rapermen KKPR: Lampiran Format Persetujuan KKPR Menteri ATR/BPN untuk
Kegiatan Nonberusaha
37
Rapermen KKPR: Lampiran Format Persetujuan KKPR Pemerintah Daerah
untuk Kegiatan Nonberusaha
38
Rapermen Koordinasi Penyelenggaraan Penataan Ruang:
Forum Penataan Ruang untuk Mendukung Inklusivitas Masyarakat
Rapermen Koordinasi Penyelenggaraan Penataan Ruang (Pasal 10-12)
Keanggotaan Forum di Daerah: Keanggotaan berlaku 5 (lima) tahun sejak
ditetapkan, dan dapat dievaluasi sewaktu-
(1) Anggota Ex-officio instansi vertikal waktu dan diganti berdasarkan permintaan
bidang pertanahan dan perangkat atau penunjukkan oleh gubernur, bupati, atau
daerah wali kota
(2) Anggota Asosiasi Profesi ditunjuk
oleh Ketua Asosiasi Profesi atas Keanggotaan Berakhir Apabila Anggota:
permintaan gubernur, bupati, atau
Perangkat wali kota. a. Meninggal dunia
Daerah Tokoh (3) Anggota Asosiasi Akademisi b. Mengundurkan diri
Instansi Masyarakat ditunjuk oleh Ketua Asosiasi c. Keanggotaannya dicabut
Pertanahan
Akademisi atas permintaan
gubernur, bupati, atau wali kota. Anggota Forum Paling Sedikit Memiliki
(4) Tokoh Masyarakat ditunjuk oleh Pemahaman Terhadap:
gubernur, bupati, atau wali kota.
a. Kondisi dan permasalahan pembangunan
Apabila tidak terdapat Asosiasi Profesi setempat;
Asosiasi Asosiasi dan/atau Asosiasi Akademisi di daerah,
Profesi b. Potensi pengembangan wilayah setempat;
Akademisi anggota Forum dapat berasal dari Asosiasi dan
dari daerah lain. c. Kondisi sosial dan budaya Masyarakat
setempat.
39
Rapermen Koordinasi Penyelenggaraan Penataan Ruang:
Struktur Organisasi Forum Penataan Ruang (Pasal 15 – 20)
Struktur Organisasi • Dalam melaksanakan tugasnya, Forum di daerah dibantu oleh
Forum Penataan Ruang Daerah Sekretariat Forum
40
TERIMA KASIH
Direktorat Jenderal Kementerian Agraria dan Tata Ruang/
Tata Ruang Badan Pertanahan Nasional
Ketentuan KKPR dalam Masa Transisi: Pendelegasian Kewenangan
Penerbitan KKPR di Daerah
42
Ketentuan KKPR dalam Masa Transisi:Penerbitan KKPR Melalui Perizinan
Pemanfaatan Ruang yang Berlaku di Daerah Selama Ini
43