0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
352 tayangan18 halaman

Wireless: Solusi Jaringan Tanpa Kabel

Makalah ini membahas tentang jaringan nirkabel (wireless) yang menjadi solusi komunikasi tanpa kabel. Jaringan wireless bekerja dengan menggunakan sinyal radio, format data, dan struktur jaringan untuk mengirim dan menerima data secara nirkabel. Makalah ini juga membahas berbagai teknologi jaringan seluler seperti GSM, AMPS, CDMA beserta konsep dasarnya."

Diunggah oleh

Zulafwan
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
352 tayangan18 halaman

Wireless: Solusi Jaringan Tanpa Kabel

Makalah ini membahas tentang jaringan nirkabel (wireless) yang menjadi solusi komunikasi tanpa kabel. Jaringan wireless bekerja dengan menggunakan sinyal radio, format data, dan struktur jaringan untuk mengirim dan menerima data secara nirkabel. Makalah ini juga membahas berbagai teknologi jaringan seluler seperti GSM, AMPS, CDMA beserta konsep dasarnya."

Diunggah oleh

Zulafwan
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

WIRELESS

Mata Kuliah : Jaringan Komputer


Dosen Pembimbing : Zulafwan, S,kom, M,kom

Disusun oleh :

1.ARYO HANGGARA
2. ASYROF AL GHANI

Jurusan Teknik Komputer

AMIK TRIDHARMA PEKANBARU

1
KATA PENGANTAR

Puji syukur kita panjatkan Kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, yang telah
memberikan Karunia-Nya kepada penyusun sehinggga Makalah Tentang
Wireless ini dapat di selesaikan sesuai waktu yang telah diharapkan.
Makalah ini merupakan hasil pembelajaran mahasiswa/i untuk mengenal
dan memahami sebagian kecil dari teori yg telah diterima dikelas. Makalah ini
merupakan hasil dalam melaksanakan proses, pembelajaran, kegiatan bersifat
wajib dan turut menentukn nilai dalam KHS.
Penyusun telah berusaha maksimal dalam menyusun makalah ini. Jika
terdapat kekurangan dan kekeliruan, diharapkan adanya kritik yang bersifat
membangun demi kesempurnaan makalah ini.

Pekanbaru, 26 Januari 2020

Penulis

2
DAFTAR ISI
1. BAB I ........................................................................................................................................... 4
2. PENDAHULUAN ........................................................................................................................... 4
2.1. A. Latar Belakang ............................................................................................................... 4
3. BAB II .......................................................................................................................................... 6
4. PEMBAHASAN ............................................................................................................................. 6
4.1. Pengertian Wireless ............................................................................................................. 6
4.2. Cara Kerja Wireless Network .............................................................................................. 6
4.3. Keuntungan Wireless ........................................................................................................... 8
4.4. Kelemahan WLAN ................................................................................................................ 9
4.5. GSM: Global System for Mobile Communications .............................................................. 11
4.6. AMPS : Advanced Mobile Phone Service ............................................................................ 12
4.7. CDMA: Code Division Multiple Access ................................................................................ 13
4.8. . Jaringan Seluler atau Celuler Network.............................................................................. 14
4.9. Konsep Dasar Jaringan Seluler ........................................................................................... 14
5. BAB III ....................................................................................................................................... 18
6. PENUTUP .................................................................................................................................. 18
6.1. Kritik dan Saran ................................................................................................................. 18
7. DAFTAR PUSTAKA...................................................................................................................... 18

3
BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Wireless adalah jaringan tanpa kabel yang merupakan suatu solusi


terhadap komukasi yang tidak bisa dilakukan dengan jaringan yang
menggunakan kabel. Misalnya orang yang ingin mendapat informasi atau
melakukan komunikasi walaupun sedang berada diatas mobil atau pesawat
terbang, maka mutlak jaringan tanpa kabel diperlukan karena koneksi kabel
tidaklah mungkin dibuat di dalam mobil atau pesawat. Saat ini jaringan tanpa
kabel sudah marak digunakan dengan memanfaatkan jasa satelit dan mampu
memberikan kecepatan akses yang lebih cepat dibandingkan dengan jaringan
yang menggunakan kabel.
Berkembangnya teknologi yang baru tidak selalu berarti teknologi yang
lebih konvensional lantas ditinggalkan. Sebenarnya antara teknologi yang baru
dengan teknologi yang lama kedua hal ini saling melengkapi, teknologi baru
tidak akan bisa dikembangkan tanpa adanya teknologi yang lama. Dan yang
terpenting, diantara sederatan teknologi baru yang kini sedang berkembang,
banyak diantaranya yang saling melengkapi sistem satu sama lain. Sebagai
contoh, teknologi wireless bisa membantu aplikasi dalam teknologi satelit relai.
Makalah ini disusun dengan tujuan untuk memperoleh gambaran yang
memadai tentang wireless yang marak digunakan dalam perkembangan
teknologi dan komunikasi sekarang ini.
Di Indonesia sendiri, penggunaan dari internet yang berbasis wi-fi sudah
mulai merajalela di beberapa kota besar. Sekarang ini pun, bisnis telepon
berbasis Voice over Internet Protocol atau VoIP juga telah menggunakan wi-fi.
Aplikasi tersebut dinamakan VoWi-Fi (Voice over Wi-Fi). Berdasarkan paparan

4
diatas dapat disimpulakan bahwa kuantitas penggunaan wi-fi cenderung
meningkat dan secara ekonomi pula hal ini berpengaruh positif bagi
perekonomian nasional.
Wireless LAN sangat layak untuk diterapkan dimana saja dan kapan saja.
Jika ingin mengkoneksikan dua komputer atau lebih di lokasi yang sukar atau
tidak mungkin untuk memasang kabel jaringan, sebuah jaringan wireless
mungkin cocok untuk diterapkan. Pada awalnya wi-fi atau wireless fidelity
digunakan untuk perangkat nirkabel dan jaringan area lokal atau LAN, namun
sekarang banyak digunakan untuk mengakses internet. Hal ini memungkinkan
seseorang menggunakan komputer dengan kertu nirkabel atau wireless card
maupun personal digital assistant (PDA) untuk terhubung dengan internet yang
menggunakan titik akses terdekat atau lebih dikenal dengan hotspot.
Wireless LAN hampir mirip dengan jaringan ethernet kabel dalam
mengirim data bentuk paket. Setiap adapter memiliki nomor ID yang permanen
dan unik yang berfungsi sebagai sebuah alamat, dan tiap paket selain berisi data
juga menyertakan alamat penerima dan pengirim paket tersebut. Sama saja
dengan adapter internet, sebuah wireless card LAN akan memeriksa keadaan
kondisi jaringan sebelum paket langsung dikirimkan. Wireless LAN biasanya
menggunakan slah satu dri dua topologi1. Pada topologi ad hoc biasa dikenal
dengan jaringan peer to peer. Setiap PC dilengkapi dengan sebuah adapter
wireless LAN yang mengirim dan menerima data dari dan ke PC lain yang
dilengkapi dengan adapter yang sama, dalam radius ± 100 meter atau sekitar
300 kaki. Untuk topologi infrastruktur, tiap PC mengirim dan menerima data
dari titik akses, yang dipasang di dinding atau langit-langit berupa sebuah kotak
yang berukuran kecil dan berantena.

5
BAB II

PEMBAHASAN

Pengertian Wireless

Pengertian Wireless yakni sebuah jaringan nirkabel atau tanpa


kabel yang menggunakan udara sebagai media penghubung transmisinya
guna menghantarkan gelombang elektromagnetik maupun data.

Cara Kerja Wireless Network

Wireless bekerja dengan menggunakan tiga komponen dibawah


ini, yang sebagai media untuk mengirim dan menerima data dari dan ke
sesama pengguna teknologi wireless tersebut, yaitu :
1. Sinyal Radio (Radio Signal).
2. Format Data (Data Format).
3. Struktur Jaringan (Network Structure).

Masing-masing dari ketiga komponen ini memiliki cara kerja sendiri-


sendiri dalam hal cara kerja dan fungsinya. Mereka bekerja dan mengontrol
lapisan yang berbeda. Dalam hal ini Sinyal Radio bekerja pada lapisan
bawah yang biasa disebut dengan physical layer, atau lapisan fisik. Lalu
Format Data mengendalikan beberapa lapisan diatasnya. Dan yang sebagai
alat untuk mengirim dan menerima sinyal radio adalah strukture jaringan.
Jadi cara kerja perangkat wireless dalam jaringan sama dengan MODEM
dalam hal mengirim dan menerima data, Sehingga pada saat akan mengirim
data, peralatan-peralatan Wireless tadi akan berfungsi sebagai alat yang
mengubah data digital menjadi sinyal radio. Lalu saat menerima, peralatan
tadi berfungsi sebagai alat yang mengubah sinyal radio menjadi data digital
yang bisa dimengerti dan diproses oleh komputer.
6
Wireless LAN menggunakan electromagnetic airwaves (radio atau
infrared) untuk menukarkan informasi dari satu titik ke titik lainnya tanpa
harus tergantung pada sambungan secara fisik.Gelombang radio biasa
digunakan sebagai pembawa karena dapat dengan mudah mengirimkan daya
ke penerima. Data ditransmikan dengan cara ditumpangkan pada gelombang
pembawa sehingga bisa diekstrak pada ujung penerima. Data ini umumnya
digunakan sebagai pemodulasi dari pembawa oleh sinyal informasi yang
sedang ditransmisikan. Begitu datanya sudah dimodulasikan pada
gelombang radio pembawa, sinyal radio akan menduduki lebih dari satu
frekuensi, hal ini terjadi karena frekuensi atau bit rate dari informasi yang
memodulasi ditambahkan pada sinyal carrier.
Multiple radio carrier bisa ada dalam suatu ruang dalam waktu yang
bersamaan tanpa terjadi interferensi satu sama lain jika gelombang radio
yang ditransmisikan berbeda frekuensinya. Untuk mengekstrak data, radio
penerimanya diatur dalam satu frekuensi dan menolak frekuensi-frekuensi
lain. Pada konfigurasi wireless LAN tertentu, transmitter/receiver
(transceiver) device, biasa disebut access point, terhubung pada jaringan
kabel dari lokasi yang fixed menggunakan kabel standard. Sebuah access
point bisa mensupport sejumlah group kecil dari user dan bisa dipakai dalam
jarak antara seratus sampai beberapa ratus kaki.
Access point (atau antena yang terhubung pada access point) biasanya
diletakkan pada tempat yang tinggi tapi dapat juga diletakkan dimana saja
untuk mendapatkan cakupan yang dikehendaki. End user access wireless
LAN menggunakan wireless-LAN adapters, biasa terdapat pada PC card
pada notebook atau palmtop computer, atau sebagai card dalam desktop
computer, atau terintegrasi dalam hand-held comput

7
Keuntungan Wireless

Keuntungan dalam menggunakan wireless antara lain pemakaian tidak


dibatasi ruang gerak hanya saja dibatasi oleh jarak jangkauan dari satu
pemancar wi-fi. Untuk wi-fi jarak yang dapat dijangkau lebih kurang area
100 feet atau 30M radius. Namun dapat pula diperkuat signalnya dengan
perangkat khusus seperti booster yang berfungsi sebagai relay yang dapat
menjangkau ratusan bahkan beberapa kilometer ke satu arah atau
directional.
Bahkan hardwrare atau perangkat yang terbaru dapat melakukan
dimana satu perangkat Access point dapat saling me-relay kembali ke
beberapa bagian atau titik sehingga memperjauh jarak jangkauan yang
sering disebut bridge dan dapat disebar dibeberapa titik daalm suatu
ruangan untuk menyatukan sebuah network LAN.
Dengan wireless LAN, user bisa membagi akses informasi tanpa
harus mencari tempat sebagai sambungan kabel ke jaringan, dan network
manager bisa menset up atau menambah jaringan tanpa harus melakukan
instalasi atau pun penambahan kabel. Wireless LAN menawarkan beberapa
kelebihan seperti produktivitas, kenyamanan, dan keuntungan dari segi
biaya bila dibandingkan dengan jaringan kabel tradisional.
Mobility : Sistem wireless LAN bisa menyediakan user dengan
informasi access yang real-time, dimana saja dalam suatu organisasi.
Mobilitas semacam ini sangat mendukung produktivitas dan peningkatan
kualitas pelayanan apabila dibandingkan dengan jaringan kabel
Installation Speed and Simplicity : Instalasi sistem wireless LAN
bisa cepat dan sangat mudah dan bisa mengeliminasi kebutuhan penarikan
kabel yang melalui atap atau pun tembok.

8
Installation Flexibility : Teknologi wireless memungkinkan suatu
jaringan untuk bisa mencapai tempat-tempat yang tidak dapat dicapai
dengan jaringan kabel.
Reduced Cost-of-Ownership : Meskipun investasi awal yang
dibutuhkan oleh wireless LAN untuk membeli perangkat hardware bisa
lebih tinggi daripada biaya yang dibutuhkan oleh perangkat wired LAN
hardware, namun bila diperhitungkan secara keseluruhan, instalasi dan
life-cycle costnya, maka secara signifikan lebih murah. Dan bila digunakan
dalam lingkungan kerja yang dinamis yang sangat membutuhkan seringnya
pergerakan dan perubahan yang sering maka keuntungan jangka
panjangnya pada suatu wireess LAN akan jauh lebih besar bila
dibandingkan dengan wired LAN.
Scalability : Sistem wireless LAN bisa dikonfigurasikan dalam
berbagai macam topologi untuk memenuhi kebutuhan pengguna yang
beragam. Konfigurasi dapat dengan mudah diubah Mulai dari jaringan
peer-to-peer yang sesuai untuk jumlah pengguna yang kecil sampai ke full
infrastructure network yang mampu melayani ribuan user dan
memungkinkan roaming dalam area yang luas.

Kelemahan WLAN

Wifi menggunakan gelombang radio pada frekwensi milik umum


yang bersifat bebas digunakan oleh semua kalangan dengan batasan batasan
tertentu. Setiap wifi memiliki area jangkauan tertentu tergantung power dan
antenna yang digunakan. Tidak mudah melakukan pembatasan area yang
dijangkau pada wifi. Hal ini menyebabkan berbagai hal dimungkinan terjadi
pada lapisan fisik, antara lain:
Interception atau penyadapan. Hal ini sangat mudah dilakukan, dan
sudah tidak asing lagi bagi para hacker. Berbagai tools dengan mudah di

9
peroleh di internet. Berbagai teknik kriptografi dapat di bongkar oleh tools
tools tersebut.
Injection. Pada saat transmisi melalui radio, dimungkinkan dilakukan
injection karena berbagai kelemahan pada cara kerja wifi dimana tidak ada
proses validasi siapa yang sedang terhubung atau siapa yang memutuskan
koneksi saat itu.
Jamming. Jamming sangat dimungkinkan terjadi, baik disengaja
maupun tidak disengaja karena ketidaktahuan pengguna wireless tersebut.
Pengaturan penggunaan kanal frekwensi merupakan keharusan agar
jamming dapat di minimalisir. Jamming terjadi karena frekwensi yang
digunakan cukup sempit sehingga penggunaan kembali channel sulit
dilakukan pada area yang padat jaringan nirkabelnya.
Locating Mobile Nodes. Dengan berbagai software, setiap orang
mampu melakukan wireless site survey dan mendapatkan informasi posisi
letak setiap Wifi dan beragam konfigurasi masing masing. Hal ini dapat
dilakukan dengan peralatan sederhana spt PDA atau laptop dengan di
dukung GPS sebagai penanda posisi.
Access Control. Dalam membangun jaringan wireless perlu di design
agar dapat memisahkan node atau host yang dapat dipercaya dan host yang
tidak dapat dipercaya. Sehingga diperlukan access control yang baik.
Hijacking. Serangan MITM (Man In The Middle) yang dapat terjadi
pada wireless karena berbagai kelemahan protokol tersebut sehingga
memungkinkan terjadinya hijacking atau pengambilalihan komunikasi yang
sedang terjadi dan melakukan pencurian atau modifikasi informasi.
Pada lapisan MAC (data layer) juga terdapat kelemahan yakni jika
sudah terlalu banyak node (client) yang menggunakan channel yang sama
dan terhubung pada AP yang sama, maka bandwidth yang mampu
dilewatkan akan menurun. Selain itu MAC address sangat mudah di
spoofing (ditiru atau di duplikasi) membuat banyak permasalahan keamanan.

10
Lapisan data atau MAC juga digunakan dalam otentikasi dalam
implementasi keamanan wifi berbasis WPA Radius (802.1x plusTKIP/AES).
Adapun Keunikan jaringan lokal nirkabel antara lain:
Sinyalnya terputus-putus (intermittence) yang disebabkan oleh
adanya benda antara pengirim dan penerima sehingga sinyal terhalang dan
tidak sampai pada penerima (gejala ini sangat terasa pada komunikasi
wireless dengan IR).
Bersifat broadcast akibat pola radiasinya yang memancar ke segala
arah, sehingga semua terminal dapat menerima sinyal dari pengirim.
Sinyal pada media radio sangat komplek untuk dipresentasikan kerena
sinyalnya menggunakan bilangan imajiner, memiliki pola radiasi dan
memilikipolarisasi.
Mengalami gejala yang disebut multipath yaitu propagasi radio
dari pengirim ke penerima melalui banyak jalur yang LOS dan yang tidak
LOS/terpantul.
GSM: Global System for Mobile Communications

GSM atau Global System for Mobile Communications merupakan


teknologi digital yang bekerja dengan mengirimkan paket data
berdasarkan waktu, atau yang lebih dikenal dengan istilah timeslot. GSM
sendiri merupakan turunan dari teknologi Time Division Multiple Access
(TDMA). Teknologi TDMA ini mengirimkan data berdasarkan satuan
yang terbagi atas waktu, artinya sebuah paket data GSM akan dibagi
menjadi beberapa time slot.

Timeslot inilah yang akan digunakan oleh pengguna jaringan GSM


secara ternporer (sementara). Maksud dan digunakannya timeslot secara
temporer adalah timeslot tersebut akan dimonopoli oleh pengguna selama
mereka gunakan, terlepas dan mereka sedang aktif berbicara atau sedang
idle (diam).

Gambaran yang lebih mudah untuk memahami prinsip kerja GSM.


Analoginya seperti ini: andaikan sebuah armada taksi (dalam kasus ini
berperan sebagai operator) yang memiliki 100 armada taksi (armada
sebagai time slot). Armada taksi (timeslot) tersebut disewa oleh

11
penumpang (pengguna). Secara otomatis, armada taksi tersebut tidak bisa
digunakan oleh pengguna lain, walaupun bisa jadi pengguna tadi sedang
tidak berada di dalam taksi (seperti sedang menunggu atau sedang
bertamu ke suatu tempat sedangkan taksinya disuruh menunggu). Dalam
posisi seperti ini, sudah jelas bahwa taksi itu sudah di-booking oleh
pengguna pertama dan tidak mungkin melayani penumpang lain. Taksi
tersebut baru bisa digunakan oleh penumpang lain ketika pengguna
pertama sudah selesai menggunakan taksi tersebut (sudah sampai tujuan
dan sudah dibayar). Inilah yang disebut prinsip monopoli temporer pada
jaringan GSM.

Dari gambaran di atas terlihat jelas bahwa sistem GSM tidak


mengizinkan penggunaan ponsel jika sistemnya sudah penuh (saat
seluruh armada taksi sudah disewa, maka tidak ada lagi taksi kosong
untuk disewa penumpang baru). Inilah yang membuat pengguna akan
mendengar nada sibuk dari ponselnya saat hendak melakukan panggilan
keluar (outgoing call). Namun, prinsip yang digunakan oleh GSM juga
memiliki kelebihan. Teorinya, timeslot dedicated yang disediakan ini
menjamin penggunanya bisa mendapatkan kualitas layanan komunikasi
yang lebih konstan, tidak naik turun.

Kekurangannya adalah ketika jaringan GSM sudah penuh, maka


pemilik ponsel biasanya akan mengalami kesulitan untuk melakukan
panggilan atau bahkan menerima panggilan. Hal ini disebabkan oleh tidak
adanya timeslot kosong yang bisa digunakan. Kembali ke analogi di awal
pembahasan: jika semua armada taksi sudah disewa, Anda tidak akan
mendapatkan taksi kosong.

AMPS : Advanced Mobile Phone Service

Advanced Mobile Phone Service (AMPS)


adalah sistem selular analog asli dari Amerika Serikat. Hal ini masih
digunakan secara luas dan pada 1997 yang beroperasi di lebih dari 72
negara. AMPS terus berkembang untuk memungkinkan fitur-fitur
canggih seperti meningkatkan waktu siaga, narrowband saluran radio, dan
anti-penipuan otentikasi prosedur. AMPS adalah teknologi mobile
telephone generasi pertama yang masih menggunakan system analog
FDMA (Freqwency Division Multiple Access). AMPS beroperasi pada
frekwensi 800 MHz, 821 – 849 MHz untuk base station receiving dan
869 – 894 MHZ untuk base station transmitting. Karena masih
menggunakan teknologi analog, AMPS memiliki beberapa kekurangan
antara lain :

12
 Kapasitasnya masih terbatas, karena dalam system analog
penggunaan suatu kanal akan dedicated untuk suatu subscriber.
Maka pada saat subscriber itu tidak dalam keadaan berkomunikasi,
kanal itu tidak dapat digunakan oleh subscriber lain.
 Feature yang ditawarkan masih terbatas pada suara.
 Keamanan, dimana system analog sangat gampang untuk disadap.

AMPS pertama kali diuji coba di Chicago pada tahun 1978. Berikutnya
pada tahun 1981 AMPS mulai digunakan di Jepang dan berkembang ke
beberapa Negara Eropa dan Asia lainnya.

Teknologi AMPS (Advanced Mobile Phone System) digolongkan dalam


generasi pertama teknologi telekomunikasi bergerak yang menggunakan
teknologi analog dimana AMPS bekerja pada band frekuensi 800 Mhz
dan menggunakan metode akses FDMA (Frequency Division Multiple
Access).

Dalam FDMA, user dibedakan berdasarkan frekuensi yang digunakan


dimana setiap user menggunakan kanal sebesar 30 KHz. Ini berarti tidak
boleh ada dua user yang menggunakan kanal yang sama baik dalam satu
sel maupun sel tetangganya.

Oleh karena itu AMPS akan membutuhkan alokasi frekuensi yang besar.
Saat itu kita sudah memakai handphone tetapi masih dalam ukuran yang
relatif besar dan baterai yang besar karena membutuhkan daya yang
besar.

CDMA: Code Division Multiple Access

Berbeda dengan teknologi GSM, teknologi CDMA tidak


menggunakan satuan waktu, melainkan menggunakan sistem kode
(coding). Prinsip ini sesuai dengan singkatan CDMA itu sendiri, yaitu
Code Division Multiple Access. Jadi, sistem CDMA menggunakan kode-
kode tertentu yang unik untuk mengatur setiap panggilan yang
berlangsung. Kode yang unik ini juga akan mengeliminir kemungkinan
terjadinya komunikasi silang atau bocor.

Seperti sudah dibahas di awal, CDMA tidak menggunakan satuan


waktu seperti layaknya GSM/TDMA. ini menjadikan CDMA memiliki
kapasitas jaringan yang lebih besar dibandingkan dengan jaringan GSM.
Namun, hal ini tidak berarti jaringan CDMA akan lebih baik daripada
jaringan GSM karena tetap ada batasan-batasan tertentu untuk kapasitas
jaringan yang dimiliki oleh CDMA.

13
Seperti jaringan GSM, analogi yang sederhana untuk memudahkan
Anda memahami prinsip kerja jaringan CDMA. Analoginya seperti ini:
jika jaringan GSM diumpamakan sebagai armada taksi, maka jaringan
CDMA bisa diumpamakan sebagai sebuah bus. Sebuah bus
(diumpamakan sebagai frekuensi) bisa menangani banyak penumpang
bus (pengguna yang melakukan panggilan). Hal ini dimungkinkan karena
setiap penumpang menggunakan kode tertentu yang unik. Hal ini juga
yang memungkinkan tidak terjadinya komunikasi silang atau bocor.
Setiap penumpang bisa berbicara dan menentukan tujuannya tanpa takut
terganggu ataupun mengganggu penumpang lain. Bus ini juga tidak akan
dimonopoli oleh satu orang saja, sehingga setiap orang bisa menggunakan
bus tersebut untuk mengantarkan mereka ke tempat tujuannya masing-
masing.

Namun, seperti layaknya sebuah bus, jika sudah terlalu banyak


penumpang maka jalannya semakin berat dan kenyamanan penumpang
akan terganggu (isi dalam bus akan semakin sesak). Hal yang sama juga
terjadi di jaringan CDMA yaitu jika jaringan sudah terlalu penuh, maka
yang terjadi adalah penyusutan coverage area (ruang lingkup atau
jangkauan) dan jaringan CDMA itu sendiri. Jika diumpamakan, semakin
sesak isi bus maka ruang gerak setiap penumpang juga akan menyempit.
Tidak jarang pula kualitas suara menjadi korban dan penuhnya jaringan
CDMA.

. Jaringan Seluler atau Celuler Network

Jaringan seluler adalah teknologi dasar untuk telepon seluler,


sistem komunikasi pribadi, jaringan nirkabel, dll. Teknologi ini
dikembangkan untuk telepon radio seluler untuk menggantikan sistem
pemancar / penerima daya tinggi. Jaringan seluler menggunakan daya
yang lebih rendah, jangkauan yang lebih pendek, dan lebih banyak
pemancar untuk transmisi data.

Konsep Dasar Jaringan Seluler

Konsep dasar dari suatu sistem selular adalah pembagian


pelayanan menjadi daerah-daerah kecil yang disebut sel. Setiap sel
mempunyai daerah cakupannya masing-masing dan beroperasi secara

14
khusus. Jumlah sel pada suatu daerah geografis adalah berdasarkan pada
jumlah pelanggan yang beroperasi di daerah tersebut.

1. Bentuk Sel

Bentuk jaringan sistem selular berkaitan dengan luas cakupan


daerah pelayanan. Bentuk sel yang terdapat pada sistem omunikasi
bergerak selular digambarkan dengan bentuk hexagonal an lingkaran.
Tetapi, bentuk hexagonal dipilih sebagai bentuk endekatan jaringan
selular, karena dari sel yang lebih sedikit dengan bentuk hexagonal
diharapkan dapat mencakup seluruh wilayah pelayanan.

Setiap sel memiliki alokasi sejumlah channel frekuensi tertentu


yang berlainan dengan sebelahnya. Karena channel frequency merupakan
sumber terbatas maka, untuk meningkatkan kemampuan pelayanan
frekuensi yang terbatas tersebut dipakai secara berulang-ulang, yang
dikenal dengan istilah pengulangan frekuensi (frequency reuse). Oleh
karena itu pengulangan frekuensi merupakan hal yang penting dalam
komunikasi selular.

2. Frequency Reuse

Daerah cakupan pelayanan sistem seluler terbagi atas daerah-


daerah kecil yang disebut sel, setiap sel terdapat base station. Kumpulan
beberapa sel disebut cluster. Setiap base station bersebelahan
menggunakan sekumpulan frekeunsi yang berada dengan sel sebelahnya.
Frekuensi yang sama d apat digunakan oleh sel lain dimana jarak kedua
sel yang menggunakan frekuensi yang sama sedemikian sehingga
interferensi antar kanal dapat diminimalkan. Bentuk lingkaran,
persegiempat, dan hexagonal merupakan bentuk pendekatan suatu daerah
layanan guna analisis dan desain, pada implementasi di lapangan tidak
ada bentuk baku yang digunakan karena bisa jadi tumpang tindih daerah
cakupan, tetapi dilain tempat tidak terlayani sama sekali

3. Mobilitas

Mobilitas adalah salah satu hal yang penting dari sistem


komunikasi selular. Pada hal yang berkaitan dengan mobilitas diharapkan
bahwa panggilan (call) selular yang dilakukan dimanapun dan kapanpun
dalam daerah pelayanan, mampu untuk menjaga call (pembicaraan) tanpa
interupsi pelayanan atau putusnya call sementara dalam keadaan
bergerak. Pada jaringan selular diperlukan sistem yang mempunyai

15
kemampuan untuk pindah ke lingkungan sel lain untuk tetap menjaga
kelangsungan komunikasi.

Oleh karena itu jaringan selular harus melakukan proses handover.


Handover atau yang biasa juga disebut handoff merupakan suatu
proses pengalihan Radio Base Station (RBS) apabila pengguna
melakukan suatu call (panggilan) dalam keadaan bergerak dari satu sel
menuju sel yang lain. Proses ini terjadi agar pelanggan dapat mengirim
atau menerima sinyal dengan baik walaupun pelanggan sedang dalam
keadaan bergerak.

4. Roaming

Ada banyak operator-operator selular yang terdapat dalam kota


yang sama, yang menggunakan peralatan switches radio, dan cell site
yang berbeda. Tetapi, subscriber didaftarkan pada satu operator saja.
Sebagai hasilnya, persetujuan antar operator-operator diperlukan untuk
memberikan pelayanan-pelayanan pada semua pelanggan dengan tidak
memandang asal suatu sumber panggilan. Roaming dapat terjadi apabila
ada sambungan (link) antara mobile switches. Jadi, pengguna yang
bergerak keluar dari daerahnya dan melakukan sebuah call (panggilan)
dari daerah asing disebut dengan roamer. Sedangkan proses dari
panggilan tersebut disebut roaming.

5. Konfigurasi Dasar Sistem Selular

Pada sistem komunikasi bergerak selular terdapat tiga bagian


komponen yang utama, yaitu:

1. Mobile Telephone Switching Office (MTSO) MTSO berfungsi


sebagai pusat penyambungan pembicaraan dan pencatat pulsa. MTSO
juga dikenal sebagai MSC (Mobile Switching

Central) dan lebih dikenal dengan sebutan “sentral”. Dalam sistem selular
terdapat satu atau lebih MTSO yang mengendalikan seluruh kegiatan
pelayanan sistem. MTSO terhubung ke PSTN melalui suatu antar muka
(interface). Panggilan dari dan ke pelanggan bergerak dihubungkan oleh
dan melalui MTSO. Selain itu MTSO juga menyiapkan signalling yang
diperlukan untuk melakukan panggilan

2. Base Transceiver Station (BTS) Base Tranceiver Station sering


juga disebut dengan Radio Base Station (RBS). BTS merupakan
penghubung antar terminal pelanggan dan sentral melalui kanal frekuensi
radio. Sering disebut sebagai cell site. Untuk mencakup suatu daerah

16
pelayanan dibutuhkan satu atau lebih BTS, tergantung jumlah sel di
dalam pelayanan.

BTS terdiri dari :

a. Unit Kontrol Unit kontrol digunakan untuk komunikasi data dengan


MTSO serta data signaling dengan Mobile Station (MS) dalam jaringan
radio. Unit kontrol ini berfungsi sebagai manajemen kanal radio,
misalnya untuk menangani handoff dan untuk mengontrol level daya
pancar pada base station dan mobile unit.

b. Unit Kanal Perangkat pemancar dan penerima akan diperlengkapi


atau diberikan dalam setiap unit kanal. Sebagian besar unit kanal adalah
unit kanal bicara. Unit kanal pada suatu ketika akan berfungsi
menyalurkan panggilan, tergantung pada jumlah panggilan pada BTS
yang harus dilaksanakan.

3. Mobile Station (MS) Mobile Station merupakan peralatan yang kecil


dan ringan yang digunakan oleh pelanggan. Dengan kata lain, Mobile
Station (MS) ini dikenal dengan sebutan handset atau handphone. Di
dalam MS terdapat perangkat pemancar dan penerima, unit logika untuk
signalling data dan peralatan telepon yang dilengkapi keypad. Hanya
handset yang sah dan tercatat di sentral yang bisa mendapatkan layanan
selular.

17
BAB III

PENUTUP

Kritik dan Saran

Kami menyadari bahwa makalah ini masih jauh sekali dari kata
sempurna, Namun alangkah baiknya jika kalau ada yang memberikan
kritik dan sarannya pada makalah kami agar bias lebih baik, meskipun
tidak akan mencapai kesempurnaan.

untuk itu kami berharap kepada pembaca makalah ini berupa saran
dan kritikan yang sifatnya membangun dan dapat bermanfaat bagi para
pembaca, terutama bagi pembuatan makalah ini. Atas kritik dan sarannya
kami ucapkan terima kasih.

DAFTAR PUSTAKA

https://superthowi.wordpress.com/2012/12/12/perbedaan-gsm-amps-cdma-
dan-wimax/

https://www.scribd.com/doc/113747316/MAKALAH-TEKNOLOGI-WIRELESS-
docx

http://www.pengertianku.net/2015/01/pengertian-wireless-dan-cara-
kerjanya-lebih-lengkap.html

18

Anda mungkin juga menyukai