Anda di halaman 1dari 8

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)

Nama Sekolah : SMK Negeri 1 Kalinyamatan


Mata pelajaran : Teknik cetak
Kompetensi Keahlian : Produksi Grafika
Kelas/Semester : XII/gasal
Tahun Pelajaran : 2022/2023
Alokasi Waktu : 8 X 45 Menit

A. Kompetensi Inti
Pengetahuan
3. Memahami, menerapkan, menganalisis, dan mengevaluasi tentang pengetahuan faktual,
konseptual, operasional dasar, dan metakognitif sesuai dengan bidang dan lingkup kerja
Produksi Grafika pada tingkat teknis, spesifik, detil, dan kompleks, berkenaan dengan
ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan humaniora dalam konteks pengembangan
potensi diri sebagai bagian dari keluarga, sekolah, dunia kerja, warga masyarakat
nasional, regional, dan internasional.
Keterampilan
4. Melaksanakan tugas spesifik dengan menggunakan alat, informasi, dan prosedur kerja
yang lazim dilakukan serta memecahkan masalah sesuai dengan bidang kerja Produksi
Grafika Menampilkan kinerja di bawah bimbingan dengan mutu dan kuantitas yang
terukur sesuai dengan standar kompetensi kerja. Menunjukkan keterampilan menalar,
mengolah, dan menyaji secara efektif, kreatif, produktif, kritis, mandiri, kolaboratif,
komunikatif, dan solutif dalam ranah abstrak terkait dengan pengembangan dari yang
dipelajarinya di sekolah, serta mampu melaksanakan tugas spesifik di bawah pengawasan
langsung. Menunjukkan keterampilan mempersepsi, kesiapan, meniru, membiasakan,
gerak mahir, menjadikan gerak alami dalam ranah konkret terkait dengan pengembangan
dari yang dipelajarinya di sekolah, serta mampu melaksanakan tugas spesifik di bawah
pengawasan langsung.
B. Kompetensi
3.24 Menerapkan pencampuran warna tinta cetak offset gulungan warna khusus
4.24 Melakukan Pencampuran warna tinta cetak offset lembaran
C. Indikator Pencapian Kompetensi
3.23.1 Melaksanakan pencampuran warna tinta cetak offset gulungan warna khusus
3.23.2 Mendemonstrasikan pencampuran warna tinta cetak offset gulungan warna khusus
4.23.1 Memperagakan pencampuran warna tinta cetak offset gulungan warna khusus
4.23.2 Menghasilkan pencampuran warna tinta cetak offset gulungan warna khusus

D. Tujuan Pembelajaran
1. Setelah melihat perkembangan teknologi dunia grafika saat ini, peserta didik dapat
mengidentifikasi pencampuran warna tinta cetak offset gulungan warna khusus
2. Melaui diskusi dan menggali informasi peserta didik dapat Melaksanakan pencampuran
warna tinta cetak offset gulungan warna khusus
3. Setelah berdiskusi dan menggali informasi peserta didik dapat mengumpulkan data
pencampuran warna tinta cetak offset gulungan warna khusus
4. Setelah melakukan diskusi, peserta didik mampu mengolah data tentang pencampuran
warna tinta cetak offset gulungan warna khusus
5. Setelah memperagakan proses cetak dengan teknik cetak lembaran Siswa mampu
Menghasilkan Pencampuran warna tinta cetak offset gulungan warna khusus

E. Peta Konsep
Cetak offset gulungan
Tinta proses
Pencamputan tinta
Masalah yang sering timbul pada pencampuran warna

F. Materi
 Faktual : pencampuran warna tinta cetak offset lembaran

Konseptual :

PERCAMPURAN WARNA

Kita mengenal dua cara pencampuran warna yang diterapkan dalam berbagai perangkat input
dan output. Yaitu :
1.       Warna addictive

2.       Warna Subtractive

Warna Addictive
Pencampuran warna addictive adalah  pencampuran warna primer cahaya yang terdiri atas warna 
red,green dan blue dimana pencampuran ketiga warna primer dengan jumlah yang sama akan me
nghasilkan warana putih. Kombinasi antara dua warna primer akan menghasilkan warna sekunde
r, warna sekunder tersebut yaitu: Cyan (gabungan warna green dan blue), Magenta
(gabungan warna blue dan red) dan Yellow
(gabungan wana red dan green). Prinsip pencampuran warna addictive diterapkan pada monitor,
TV, Video, Scanner, dan lain-lain.

Warna Subtractive

Warna sekunder dari warna addictive, namun secara material warna subtractive berbeda dengan 
warna addictive. Warna addictive dibentuk dari cahaya, sedangkan warna subtractive dibentuk d
ari pigmet warna yang bersifat transparan. Tinta cetak adalah contoh dari pencampuran warna su
btractive. Warna subtractive terdiri atas Cyan, Mgenta dan Yellow. Secara teori pencampuran ket
iga warna tersebut akan menghasilkan warna hitam, tetapi kenyataan di lapangan adalah warna c
oklat tua (karena keterbatasan pigment tinta cetak), oleh sebab itu ditambahkan warna hitam (bla
ck dinyatakan dengan symbol
K berasal dari kata Key) untuk menambah kepekatannya. Saat ini warna CMYK menjadi warna s
tandard dalam proses cetak separasai warna di industri grafika.

G. Pendekatan, Model, dan Metode Pembelajaran


Pendekatan : pendekatan saintifik
Model : Problem Based Learning

H. Media, Alat, dan Sumber Belajar


1. Media : Power Point, youtube, google classroom
2. Alat : lembar kerja, handphone, laptop/computer, mesin offset, alat dan
bahan cetak offset
3. Sumber Belajar :
a. Buku teks cetak offset
b. Video pembelajaran pembelajaran
I. Kegiatan Pembelajaran
(8 x 45 menit) (Pertemuan 1)

Tahap Langkah-langkah Pembelajaran Nilai Karakter Alokasi


(PPK), Literasi, Waktu
4C, HOTS
Kegiatan 1. Peserta didik dan guru memasuki kelas sesuai PPK 10 menit
Awal dengan jadwal/waktu yang telah ditentukan. (disiplin)
2. Guru mengucapkan salam kepada siswa-siswi
menanyakan kabar,
3. Guru menyiapkan siswa dengan mengabsen PPK
4. Peserta didik merespon secara aktif pertanyaan (Religius)
dari guru terkait dengan materi yang akan
dipelajari pada hari itu.
5. Peserta didik menyimak  kompetensi dan tujuan
pembelajaran yang akan dicapai dan manfaatnya
dalam kehidupan sehari-hari.
6. Peserta didik menerima informasi tentang hal-
hal yang akan dipelajari, meliputi materi, model,
media, langkah pembelajaran,
dan penilaian pembelajaran. Rasa ingin tahu
Kegiatan 1. Peserta didik dan guru melakukan tanya jawab 110
Inti tentang pencampuran warna tinta cetak offset menit
gulungan warna khusus
2. Peserta didik memahami proses pencampuran Komunikatif
warna tinta cetak offset gulungan warna khusus (Communicative)
3. Peserta didik diminta menyimak dan
mencermati PTT tentang proses mesin cetak
dan video pencampuran warna tinta cetak offset
gulungan warna khusus yang ditampilkan melalui
presentasi
4. Peserta didik melakukan diskusi kelas untuk Berpikir kritis
memahami proses pencampuran warna tinta cetak (Critical
offset gulungan warna khusus thinking)
5. Peserta didik bertanya jawab dengan guru
mengenai pencampuran warna tinta cetak offset
gulungan warna khusus yang telah disimaknya. Kerja sama
6. Peserta didik menyampaikan kendala yang (Collaborative)
dialami dalam kegiatan mengidentifikasi proses
pencampuran warna tinta cetak offset gulungan
warna khusus
7. Peserta didik dan guru mendiskusikan kendala
yang dialami siswa untuk menemukan solusi.
Komunikasi
8. Peserta didik diminta untuk mengerjakan tugas
(Communication)
pencampuran warna tinta cetak offset gulungan
warna khusus dengan penuh tanggung jawab.

Kegiatan Kegiatan guru bersama peserta didik 10 menit


Penutup 1. Membuat rangkuman/simpulan pelajaran.
2. Melakukan refleksi terhadap kegiatan yang
sudah dilaksanakan.
3. Memberikan umpan balik terhadap proses dan
hasil pembelajaran.
4. Peserta didik diberikan tugas mengerjakan soal
materi proses cetak mesin cetak offset gulungan
warna khusus di Google Form.

Kegiatan guru HOTS


1. Melakukan penilaian.
2. Menyampaikan rencana kegiatan pembelajaran
selanjutnya.
3. Menutup kegiatan belajar mengajar.
(8 x 456 menit) (Pertemuan 2)
Tahap Langkah-langkah Pembelajaran Nilai Karakter Alokasi
(PPK), Literasi, Waktu
4C, HOTS
Kegiatan 1. Peserta didik dan guru memasuki kelas PPK 10 menit
Awal sesuai dengan jadwal/waktu yang telah (disiplin)
ditentukan.
2. Guru mengucapkan salam kepada siswa-
siswi menanyakan kabar, PPK
3. Guru menyiapkan siswa dengan mengabsen (Religius)
4. Peserta didik merespon secara aktif
pertanyaan dari guru terkait dengan materi
yang akan dipelajari pada hari itu.
5. Peserta didik menyimak  kompetensi dan
tujuan pembelajaran yang akan dicapai dan
manfaatnya dalam kehidupan sehari-hari.
6. Peserta didik menerima informasi tentang h
al-hal yang akan dipelajari, meliputi materi,
model, media , langkah pembelajaran, Rasa ingin tahu
dan penilaian pembelajaran.
Kegiatan 7. Guru memberikan pertanyaan kasus atau Komunikatif 150
Inti problem dalam proses pencampuran warna tinta (Communicative) menit
cetak offset gulungan warna khusus
8. Peserta didik diminta untuk membentuk
kelompok, untuk membuat langkah-langkah Kerja sama
proses pencampuran warna tinta cetak offset (Collaborative)
gulungan warna khusus
9. Peserta didik (perwakilan) mempresentasikan Komunikatif
hasil diskusi proses pencampuran warna tinta (Communicative)
cetak offset gulungan warna khusus
10. Peserta didik berdiskusi dengan teman
Berpikir kritis
mengenai kekurangan proses pencampuran (Critical
warna tinta cetak offset lembaran secara Peserta thinking)
didik melakukan perbaikan diskusi proses
cetak offset gulungan warna khusus
11. Peserta didik mengirimkan tugas vlog cerita Komunikasi
pencampuran warna tinta cetak offset gulungan (Communication)
warna khusus dengan mengunggahnya ke
Google Classroom secara mandiri

Kegiatan Kegiatan guru bersama peserta didik 10 menit


Penutup 1. Membuat rangkuman/simpulan pelajaran.
2. Melakukan refleksi terhadap kegiatan yang
sudah dilaksanakan.
3. Memberikan umpan balik terhadap proses dan
hasil pembelajaran.
4. Peserta didik diberikan tugas mengerjakan soal
materi proses cetak offset lembaran di Google
Form.
Kegiatan guru
5. Melakukan penilaian. HOTS
6. Menyampaikan rencana kegiatan pembelajaran
selanjutnya.
7. Menutup kegiatan belajar mengajar.
1. Bentuk Penilaian
Sikap : Observasi/pengamatan sikap dan perilaku peserta didik
Pengetahuan : tes tertulis berupa uraian (Google Form)
Keterampilan : persiapan dan menyetelan mesin cetak
2. Instrumen Penilaian
Sikap : lembar pengamatan sikap/aktivitas peserta didik
Pengetahuan : lembar kerja peserta didik (tes uraian)
Keterampilan : lembar penilaian hasil kerja (proyek)
Portofolio : pedoman penilaian portofolio
3. Remedial dan Pengayaan
Remedial
1. Pembelajaran remedial dilakukan bagi peserta didik yang capaian Kompetensi Dasarnya
belum tuntas.
2. Tahapan pembelajaran remedial dilaksanakan melalui remedial teaching (klasikal), tutor
sebaya atau kelompok, dan tugas atau tes.
3. Tes remedial dilakukan sebanyak 2 kali dan apabila setelah 2 kali tes remedial belum
mencapai ketuntasan, maka remedial dilakukan dalam bentuk tugas tanpa tes tertulis
kembali.
Pengayaan
1. Bagi peserta didik yang sudah mencapai nilai ketuntasan, diberikan pembelajaran
pengayaan sebagai berikut.
2. Peserta didik yang mencapai nilai Standar Kompetensi Minimal (SKM), diberikan materi
masih dalam cakupan KD dengan pendalaman sebagai pengetahuan tambahan.
3. Peserta didik yang mencapai nilai diatas Standar Kompetensi Minimal (SKM) diberikan
materi melebihi cakupan KD dengan pendalaman sebagai pengetahuan tambahan.

Mengetahui Jepara, 12 Juli 2022


Kepala Sekolah Guru Mapel

Nur Sufaan, S.Pd., M.Pd Nur’adin Syahadad, S.Pd


NIP. 19660417 200401 1 001 NIP. 19850908 202221 1 012

Anda mungkin juga menyukai