0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
197 tayangan19 halaman

Intervensi Implementasi

Pasien mengalami sesak napas dan kesulitan mengeluarkan dahak. Diagnosis keperawatan meliputi bersihan jalan napas tidak efektif dan pola nafas tidak efektif. Intervensi meliputi latihan batuk efektif, manajemen jalan napas, dan pemantauan respirasi. Implementasi meliputi pengkajian, pemberian obat, posisi tidur, terapi nebulizer, dan edukasi teknik bernapas.

Diunggah oleh

dusto kause
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOC, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
197 tayangan19 halaman

Intervensi Implementasi

Pasien mengalami sesak napas dan kesulitan mengeluarkan dahak. Diagnosis keperawatan meliputi bersihan jalan napas tidak efektif dan pola nafas tidak efektif. Intervensi meliputi latihan batuk efektif, manajemen jalan napas, dan pemantauan respirasi. Implementasi meliputi pengkajian, pemberian obat, posisi tidur, terapi nebulizer, dan edukasi teknik bernapas.

Diunggah oleh

dusto kause
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOC, PDF, TXT atau baca online di Scribd

A.

ANALISA DATA
NO DATA ETIOLOGI PROBLEM
1. DS : Sekresi yang tertahan Bersihan jalan napas tidak efektif
10/11/2021  Pasien mengatakan sesak napas, batuk, dan
belum bisa mengeluarkan dahak

DO :

 Pasien tampak lemah


 Pasien tampak batuk tapi sulit mengeluarkan
secret
 Pasien tampak sesak saat bernapas
 Pasien terdengar suara napas Whezzing,
Ronchi
 Terdapat secret
 Pasien terpasang O2 nasal kanul 4-5L/m
 TTV=S: 36,60C, N:75x/menit, RR: 28x/menit,
TD: 120/70 mmHg, SPO2: 99%

2 DS : Hambatan jalan napas ( nyeri Pola nafas tidak efektif


 Pasien mengatakan sesak napas saat bernapas )

DO :

 Pasien tampak lemah


 Pasien tampak sesak saat bernapas
 Pasien terpasang O2 kanul 4-5L/m
 Pola napas pasien tidak teratur, hiperventilasi
 Adanya otot bantu pernapasan
 TTV= S: 36,60C, N:75x/menit,
RR: 28x/menit, TD: 120/70 mmHg, SPO2:
99%
B. DIAGNOSIS KEPERAWATAN

1. Bersihan jalan napas tidak efektif berhubungan dengan Sekresi yang tertahan di tandai dengan pasien mengatakan
sesak napas, batuk, dan belum bisa mengeluarkan dahak, Pasien tampak lemah, Pasien tampak batuk tapi sulit
mengeluarkan secret, Pasien tampak sesak saat bernapas, Pasien terdengar suara napas Whezzing, Ronchi, Terdapat
secret, Pasien terpasang O2 nasal kanul 3L/m, TTV= S: 36,6 C, N:75x/menit, RR: 28x/menit, TD: 120/70 mmHg,
SPO2: 99%.

2. Pola nafas tidak efektif berhubungan dengan Hambatan jalan napas ( nyeri saat bernapas ) ditandai dengan Pasien
mengatakan sesak napas, Pasien tampak lemah, Pasien tampak sesak saat bernapas, Pasien terpasang O2 nasal kanul
3L/m, Pola napas pasien tidak teratur, hiperventilasi, Adanya otot bantu pernapasan, TTV= S: 36,6 C, N:75x/menit,
RR: 28x/menit, TD: 120/70 mmHg, SPO2: 99%.
C. INTERVENSI KEPERAWATAN
NO DIAGNOSIS TUJUAN INTERVENSI
KEPERAWATAN (SLKI)
(SIKI)
(SDKI)
1 Diagnosis 1 Setelah dilakukan tindakan 1. Latihan Batuk Efektif
keperawatan selama 2x24 jam
Observasi
diharapkan bersihan jalan
napas pasien meningkat, 1. Identifikasi Kemampuan Batuk
dengan kriteria hasil:
1. Batuk efektif 2. Monitor adanya retensi Sputum
meningkat Terapeutik
2. Produksi sputum
menurun 3. Atur posisis semi-fowler atau Fowler
3. Wheezing menurun 4. Buang sekresi pada tempat sputum
4. Dispnea menurun
5. Jelaskan tujuan dan prosedur batuk efektif
6. Anjurkan tarik napas dalam melalui hidung selama 4
detik, ditahan selama 2 detik, kemudian keluarkan dari
mulut dengan bibir mencucu (dibulatkan) selama 8
detik.
7. Anjurkan mengulangi tarik napas dalam hingga 3 kali
8. Anjurkan batuk dengan kuat langsung setelah tarik
napas dalam yang ke-3
Kolaborasi
9. Kolaborasi pemberian mukolitik atau ekspektoran, jika
perlu
2. Manajemen Jalan Napas
Observasi
1. Monitor pola napas (frekuensi, kedalaman, usaha
napas)
2. Monitor bunyi napas tambahan (mis. Gurgling, mengi,
wheezing, ronkhi kering)
3. Moniotor sputum (jumlah, warna, aroma)
Terapeutik
4. Posisikan semi-Fowler atau Fowler
5. Berikan minum hangat
6. Lakukan fisioterapi dada jika perlu
7. Berikan oksigen jika perlu
Edukasi
8. Ajarkan teknik batuk efektif
Kolaborasi
9. Kolaborasi pemberian bronkodilator, ekspektoran,
mukolitik, jika perlu

2 Diagnosis 2 Setelah dilakukan tindakan 1. Manajemen jalan napas


keperawatan selama 2x24 jam
diharapkan bersihan pola napas
Observasi
pasien membaik, dengan
kriteria hasil: 1. Monitor pola napas (frekuensi, kedalaman, usaha
1. Dispnea menurun napas)
2. Penggunaan otot bantu
napas menurun 2. Monitor bunyi napas tambahan (mis. Gurgling, mengi,
3. Pemanjangan fase wheezing, ronkhi kering)
ekspirasi menurun 3. Moniotor sputum (jumlah, warna, aroma)
Terapeutik
4. Posisikan semi-Fowler atau Fowler
5. Berikan minum hangat
6. Lakukan fisioterapi dada jika perlu
7. Berikan oksigen jika perlu
Edukasi
8. Ajarkan teknik batuk efektif
Kolaborasi
9. Kolaborasi pemberian bronkodilator, ekspektoran,
mukolitik, jika perlu.
2. Pemantauan respirasi
Obsevasi
1. Monitor frekuensi, irama, kedalaman, dan upaya napas
2. Monitor pola napas (seperti Bradipnea, Hiperventilasi,
Kussmaul, Cheyne-Stokes, Biot, ataksik)
3. Monitor kemampuan batuk efektif
4. Monitor adanya produksi sputum

D. IMPLEMENTASI KEPERAWATAN
NO TGL/JAM DIAGNOSIS IMPLEMENTASI EVALUASI SOAP
KEPERAWATAN
1 02/06/22 Diagnosis 1 08:00 13.00
 Melakukan pengkajian S:
 Melayani obat Ambroxol  Pasien mengatakan masih
08.40 Mengganti Cairan Infus NS sesak napas
0,9% 500 cc/24jam  Pasien mengatakan nyaman
10.00 Mengecek TTV dengan posisi tidur Semi-
 TD: 120/70 mmHg Fowler
 S: 37,50C,
 N:75x/menit,  Pasien mengatakan lebih suka
 RR: 28x/menit, minum air hangat
 SPO2: 99%
O:
10.10
Melayani obat Levofloxacine  Pasien nampak sesak napas,
10.15 mudah lelah,
 Menanyakan keluhan pasien
 Memonitor bunyi Napas pasien  Bunyi napas Whezzing,
Whezzing, Ronchi Ronchi, belum bisa
 Mengatur posisi pasien Semi- mengeluarkan Secret.
Fowler
 Mengajarkan Pasien Teknik  Posisi tidur pasien Semi-
Napas dalam dan batuk efektif Fowler
 Menganjurkan pasien untuk
 Pasien terpasang O2 nasal
minum air hangat
kanul 3L/m
10.40 Memberikan terapi Nebu  TD: 120/80, S: 36,9 0C, N:
Ventolin 1 amp
80x/m, RR: 28x/m, SPO2:
13.00 Memeberikan Obat siang 90%
Ambroxol
A:
Bersihan Jalan Napas Tidak Efektif
P:
Dalam waktu 1x24 jam Intervensi
Keperawatan 1.1, 1.2, 1.3, 1.4, 1.5,
1.6, 1.7, 1.8, 1.9 dan 2.1, 2.2, 2.3, 2.4,
2.5, 2.6, 2.7, 2.8, 2.9 di Lanjutkan.

2 02/06/22 Diagnosis 2 10.00 Mengecek TTV S:


 TD: 120/70 mmHg
 Pasien mengatakan masih
 S: 37,5 C,
 N:75x/menit, sesak napas
 RR: 28x/menit,  Pasien mengatakan nyaman
 SPO2: 99%
dengan posisi tidur
08.40 Mengganti Cairan Infus NS Semi_Fowler
0,9% 500 cc/24jam  Pasien mengatakan lebih suka
10.15 minum air hangat
 Menanyakan keluhan pasien
O:
 Memonitor frekuensi, irama,
kedalaman, dan upaya napas  Pasien nampak sesak napas,
 Memonitor pola napas pasien mudah lelah,
 Mengatur posisi pasien Semi-
 Fase Ekspirasi lebih panjang
Fowler
 Mengajarkan Pasien Teknik dari inspirasi,
Napas dalam dan batuk efektif  Pola napas pasien tidak
 Menganjurkan pasien untuk teratur
minum air hangat  Adanya otot bantu pernapasan

10.40 Memberikan terapi Nebu  Pasien belum bias


Combivent 1 amp/8jam mengeluarkan Secret.
 Posisi tidur pasien Semi-
Fowler
 Pasien terpasang O2 nasal
kanul 3L/m
 TD: 120/80, S: 36,9 0C, N:
80x/m, RR: 17x/m, SPO2:
90%
A:
Pola Napas Tidak Efektif
P:
Dalam waktu 1x24 jam Intervensi
1.1, 1.2, 1.3, 1.4, 1.5, 1.6, 1.7, 1.8,
1.9 dan 2.1, 2.2, 2.3, 2.4, di
Lanjutkan.

NO TGL/JAM DIAGNOSIS IMPLEMENTASI EVALUASI SOAP


KEPERAWATAN
1 03/06/22 Diagnosis 1 08:10 13.00
 Menanyakan keluhan pasien S:
 Mengatur posisi pasien Semi-  Pasien mengatakan masih
Fowler
 Menganjurkan pasien untuk sesak napas
minum air hangat  Pasien mengatakan tidur
 Memonitor bunyi Napas pasien
posisi Semi-Fowler dapat
Whezzing, Ronchi
memudahkan pasien untuk
09.00 Mengganti Cairan Infus NS 0,9% bernapas
500 cc/24jam
10:00 Mengobservasi TTV  Pasien mengatakan lebih
 TD: 110/70 mmHg suka minum air hangat
 S: 36,5 C,
O:
 N:80x/menit,
 RR: 26x/menit,  Pasien nampak sesak napas,
 SPO2: 97% lelah,
10.15 Mengajarkan Pasien Teknik
 bunyi napas Whezzing,
Napas dalam dan batuk efektif
Ronchi,
10.30 Memberikan terapi Nebu
 Pasien belum bisa
Combivent 1 amp/8jam
mengeluarkan Secret
 Posisi tidur pasien Semi-
13. 00 Melayani obat Ambroxol
Fowler
 Pasien terpasang O2 nasal
kanul 3L/m
 TD: 120/80, S: 37 0C, N:
80x/m, RR: 20x/m, SPO2:
97%
A:
Bersihan Jalan Napas Tidak Efektif
P:
Dalam waktu 1x24 jam Intervensi
1.1, 1.2, 1.3, 1.4, 1.5, 1.6, 1.7, 1.8,
1.9 dan 2.1, 2.2, 2.3, 2.4, 2.5, 2.6,
2.7, 2.8, 2.9 di Lanjutkan.

2 03/06/22 Diagnosis 2 08:10 13.00


 Menanyakan keluhan pasien S:
 Mengatur posisi pasien Semi-
Fowler  Pasien mengatakan masih
 Menganjurkan pasien untuk sesak napas
minum air hangat
 Pasien mengatakan tidur
 Memonitor frekuensi, irama,
kedalaman, dan upaya napas posisi Semi-Fowler dapat
 Memonitor pola napas pasien memudahkan pasien untuk
09.00 Mengganti Cairan Infus NS 0,9%
500 cc/24jam bernapas
 Pasien mengatakan lebih
10:00 Mengobservasi TTV
suka minum air hangat
 TD: 110/760 mmHg
 S: 36,5 C, O:
 N:80x/menit,  Pasien nampak sesak napas,
 RR: 26x/menit,
 SPO2: 97% nyeri saat bernapas, lelah,
 Fase Ekspirasi lebih panjang
11.00 Memonitor Teknik Napas dalam
dari inspirasi,
dan batuk efektif
 Pola napas pasien tidak
teratur
 Adanya otot bantu
pernapasan
 Pasien belum bisa
mengeluarkan Secret
 Posisi tidur pasien Semi-
Fowler
 Pasien terpasang O2 nasal
kanul 3L/m
 TD: 120/80, S: 37 0C, N:
80x/m, RR: 26x/m, SPO2:
97%
A:
Pola Napas Tidak Efektif
P:
Dalam waktu 1x24 jam Intervensi
1.1, 1.2, 1.3, 1.4, 1.5, 1.6, 1.7, 1.8,
1.9 dan 2.1, 2.2, 2.3, 2.4 di
Lanjutkan.
CATATAN PERKEMBANGAN HARI KEDUA
HARI/TGL NO DIAGNOSA SOAPIE
Kamis, 11 1 Bersihan jalan napas tidak efektif 07.30
November S:
berhubungan dengan Sekresi yang tertahan
2021  Pasien mengatakan masih sesak napas, batuk dan
di tandai dengan pasien mengatakan sesak
sudah bisa mengeluarkan dahak
napas, batuk, dan belum bisa mengeluarkan
 Pasien mengatakan hanya minum air hangat
dahak, Pasien tampak lemah, Pasien
O:
tampak batuk tapi sulit mengeluarkan  Pasien tampak sesak, mudah lelah
secret, Pasien tampak sesak saat bernapas,  Dahak berwarna putih kekuning-kuningan tertampung
Pasien terdengar suara napas Whezzing, pada wadah
Ronchi, Terdapat secret, Pasien terpasang  Batuk efektif (4)
O2, TTV= S: 37,5℃ , N:75x/menit, RR:  Produksi Sputum (3)
18x/menit, TD: 120/70 mmHg.  Wheezing (3)
 Dispnea (3)

A:
Masalah Keperawatan Bersihan jalan napas tidak efektif
teratasi sebagian
P:
Intervensi SIKI di Lanjutkan
I:
10.00
 Menanyakan keadaan pasien
 Melakukan TTV
TD: 110/60 mmHg, N: 80x/menit, RR: 22x/menit, S:
36,5℃, SPO2 : 97
 Injeksi metilpredinisolone 125mg 1x1/IV
 Melayani Nebu Combivent 1 ampul/8 jam
 Mengajarkan Pasien Teknik napas dalam
 Mengajarkan pasien teknik batuk efektif
12.15
Memberikan obat siang
 Retaphyl 1x300mg/Oral
 NAC 200mg 3x1/Oral
E: 13.00
S: Pasien mengatakan sesak berkurang sedikit, masih
batuk.
O: Pasien tampak sesak, batuk dengan mengeluarkan
dahak.
 Batuk efektif (4)
 Produksi Sputum (3)
 Wheezing (4)
 Dispnea (4
A: Masalah Bersihan jalan napas tidak efektif teratasi
sebagian
P: Intervensi SIKI di lanjutkan
Kamis,11 2 Pola nafas tidak efektif berhubungan 07.30
November S:
dengan Hambatan jalan napas ( nyeri saat
2021  Pasien mengatakan masih sesak napas, nyeri dada
bernapas ) ditandai dengan Pasien
saat bernapas, dan batuk
mengatakan sesak napas dan nyeri saat
 Pasien mengatakan hanya minum air hangat
bernapas, Pasien tampak lemah, Pasien
O:
tampak sesak saat bernapas, Pasien  Pasien tampak sesak, mudah lelah
terpasang O2, Pola napas pasien tidak  Dahak berwarna putih kekuning-kuningan
teratur, kusmaul, hiperventilasi, Adanya tertampung pada wadah
otot bantu pernapasan, TTV= S: 37,5 C,  Pasien sudah dapat mempraktikkan batuk efektif
N:75x/menit, RR: 18x/menit, TD: 120/70  Tekanan inspirasi (4)
mmHg  Dispnea (3)
 Pemanjangan fase ekspirasi (3)
A:
Masalah Keperawatan Pola napas tidak efektif teratasi
sebagian
P:
Intervensi SIKI di Lanjutkan
I:
10.00
 Menanyakan keadaan pasien
 Melakukan TTV
TD: 110/60 mmHg, N: 80x/menit, RR: 22x/menit, S:
36,5℃, SPO2 : 97
 Injeksi ketorolac 2x1 amp/IV
 Melayani Nebu Combivent 1 ampul/8 jam
 Mengajarkan Pasien Teknik napas dalam
 Mengajarkan pasien teknik batuk efektif
E: 13.00
S: Pasien mengatakan sesak berkurang sedikit, nyeri saat
bernapas sudah berkurang, masih batuk.
O: Pasien tampak sesak, pasien fase Ekspirasi lebih
panjang dari inspirasi, batuk dengan mengeluarkan
dahak.
 Tekanan inspirasi (4)
 Dispnea (4)
 Pemanjangan fase ekspirasi (3)
A: Masalah Bersihan jalan napas tidak efektif teratasi
sebagian
P: Intervensi SIKI di lanjutkan

Anda mungkin juga menyukai