Anda di halaman 1dari 3

Pertanyaan Kasus CB 2011

FM: istijanto Kasus: Sukses BRI Saba Kota 1. Apa kognitif yang ada di benak masyarakat terhadap istilah "Bank Rakyat Indonesia" sebelum dilaksanakan program Untung Beliung BriTama? Cobalah jawab dengan membuat schema seperti exhibit 3.6 textbook hal. 55 2. Sehubungan dengan jawaban nomer 1 di atas, jenis makna (types of meaning) manakah yang dibentuk oleh kognitif konsumen (textbook exhibit 3.3 hal. 43)? Jelaskan 3. Apa kognitif baru yang ingin dibentuk di benak masyarakat terhadap BRI melalui program Untung Beliung BriTama? Lengkapi jawaban Anda dengan membuat schema seperti exhibit 3.6 textbook hal. 55 4. Kemukakan apa saja yang telah dilakukan oleh BRI untuk membentuk kognitif seperti yang Anda sebutkan di nomer 2 di atas? 5. Buatkan means-end chains untuk tabungan Britama Junio! (penjelasan means-end chains ada di textbook hal. 77-79) Kasus: Amunisi Baru Honda: One Heart 1. Lakukan penelitian sederhana dengan mewawancarai 10 orang saja (boleh teman kantor atau saudara tapi tidak serumah), lalu tanyakan 2 pertanyaan ringkas: (1) Sebutkan slogan sepeda motor Honda saat ini? kalau tidak bisa jawab jangan dipaksa, tetapi pancing apakah pernah dengar One Heart, (2) tanyakan Apa menurut Anda makna One Heart tsb?. Analisislah hasil wawancara ini. 2. Apa yang telah dilakukan Honda untuk menciptakan masing-masing exposure ini: facilitate exposure, maximize accidental exposure dan maintain exposure? (definisi ada di hal. 105-107) 3. Apa yang dilakukan Honda untuk menciptakan attention? 4. Apa comprehension yang ingin diciptakan Honda? Sampaikah makna comprehension ini ke konsumen yang menerimanya? 5. Usulkan apa perbaikan yang perlu dilakukan Honda dengan One Heartnya! Kasus: Ambisi League Berkompetisi di Liga Dunia 1. Buatlah model atau rumusan umum The Multiattribute Attitude Model untuk kategori pembelian sepatu seperti yang diceritakan di kasus! (teori lihat hal. 136) 2. Hitunglah nilai attitude dengan model yang Anda kembangkan seperti nomer 1 di atas untuk merek Nike, Adidas, Reebok dan League! Untuk menghitungnya lakukan riset sederhana dengan bertanya atau wawancara ke 10 orang saja (boleh teman kantor atau saudara tapi tidak serumah), lalu hitung nilai masing-masing attitude untuk tiap merek di atas. Lihat teori hal. 137 3. Dari hasil perhitungan nomer 2 di atas, usulkan attitude change strategies yang perlu dilakukan oleh League! Lihat teori hal. 141-144

4. Analisislah, apakah maksud League membuka kantor di Singapura dan Amerika! Setujukah Anda pembukaan kantor ini? 5. Menurut Anda, mampukah akhirnya League menyejajarkan diri dengan merek Nike, Adidas atau Reebok? Usulkan apa yang harus dilakukan League supaya bisa ke arah itu ke depannya? Kasus: Menjaring 3P: Pasar Pria Pesolek 1. Buatlah model umum atau tahapan consumer problem solving atau consumer decision making untuk kasus pria memakai kosmetik di atas! (teori lihat hal. 163) 2. Dari model nomer 1 di atas, berikan gambaran bagaimana LOreal mencoba memengaruhi setiap tahap consumer decision making seperti dipaparkan di kasus? 3. Apa yang menjadi consideration set untuk kosmetik pria ini? Lakukan riset sederhana dengan bertanya atau wawancara ke 10 pria saja (boleh teman kantor atau saudara tapi tidak serumah) dan tanyakan (1) Apa produk yang mereka pakai untuk merawat wajah?, (2) Sebutkan merek produk perawatan wajah bagi pria yang mereka kenal?, (3) Apa faktor yang mereka pertimbangkan dalam memilih suatu produk perawatan wajah? Lihat teori hal. 166-167 4. Menurut Anda, apa yang harus dilakukan suatu merek supaya bisa masuk ke consideration set ini? 5. Analisislah, dari 4 tipe effects of involvement and product knowledge and consumers problem solving, kategori produk kosmetik pria ini masuk yang mana? Lihat teori exhibit 7.7 hal 177. Apa implikasinya hal ini bagi para marketer? 6. Di tahap mana dari consumer problem solving atau consumer decision making para merketer harus memengaruhi perilaku pria? Kasus: Cokelat Monggo, Ikon Baru Kota Yogya 1. Lakukan penelitian sederhana dengan mewawancarai 10 orang saja (boleh teman kantor atau saudara tapi tidak serumah), lalu tanyakan 3 pertanyaan ringkas: (1) Apakah Anda pernah mendengar atau makan cokelat Monggo?, (2) Apakah Anda pernah menceritakan atau merekomendasikan cokelat Monggo ke teman-teman atau sebaliknya?, (3) Menurut Anda, apakah cokelat Monggo sangat-sangat unik? Kalau ya, apanya? 2. Lakukan juga penelitian di internet untuk melihat pengaruh social media terhadap cokelat Monggo. Buat kesimpulan dari hasil eksplor Anda. 3. Bagaimana cokelat Monggo bisa memanfaatkan kultur atau budaya yang ada di Indonesia? 4. Usulkan bagaimana memanfaatkan grup untuk pemasaran cokelat Monggo? 5. Usulkan bagaimana memanfaatkan keluarga untuk pemasaran cokelat Monggo?

6. Apa strategi baru yang bisa dilakukan oleh cokelat Monggo untuk

memasuki pasar di Yogyakarta? Kasus: Merek-merek Paling Mengguncang dan Banyak Dibicarakan 1. Apakah seorang salesman, agen asuransi atau MLM yang sering menyarankan konsumen untuk membeli barangnya termasuk WOM? Mengapa? 2. Dari artikel disebutkan makanan dan minuman merupakan kategori yang paling banyak dibicarakan (WOM) oleh konsumen. Coba Anda pikirkan dan kemukakan beberapa alasannya! 3. Kebanyakan iklan tidak dibicarakan atau bahkan dihindari oleh konsumen. Balikkan kondisi ini dan usulkan bagaimana tema iklan yang mampu menciptakan WOM! 4. Apakah konsumen mungkin melakukan WOM tetapi tidak menyangkut produk? Kalau ya, identifikasilah WOM yang terjadi tapi bukan membicarakan sisi produk! Beri contoh riilnya! 5. Kalau Anda diberi anggaran Rp 35 juta untuk membuat WOM supaya program MM Prasetiya Mulya dibicarakan banyak orang, apa program yang akan Anda usulkan? Beri gambaran detilnya! 6. Usulkan satu strategi unggulan yang bisa membuat diri atau nama Anda menjadi WOM!