ayah dan bakti TNI.
Pembinaan Ketahanan Wilayah (Bintahwil). Bintahwil dalam Binter Satnonkowil
adalah upaya, pekerjaan dan kegiatan yang diselenggarakan oleh Satnonkowil dalam
rangka mewujudkan kekuatan pertahanan aspek darat, khususnya kekuatan
pendukung dalam bentuk ketahanan dalam berbagai aspek kehidupan, kemampuan
dan keterampilan serta upaya bela negara, untuk menangkal setiap ancaman dan
gangguan yang membahayakan kedaulatan dan keutuhan wilayah NKRI. Pelaksanaan
Bintahwil dalam Binter Satnonkowil melalui tahapan sebagai berikut:
a. Perencanaan. Tahap perencanaan dalam pelaksanaan Bintahwil
merupakan kegiatan koordinasi awal yang dilakukan Satnonkowil dalam
penentuan obyek dan bentuk kegiatan, meliputi:
1) Merencanakan kegiatan Bintahwil yang akan dilaksanakan oleh
satuan.
2) Melaksanakan koordinasi dengan Satkowil, Instansi terkait/Pemda
setempat tentang rencana kegiatan Bintahwil meliputi obyek, jenis
kegiatan, waktu pelaksanaan, personel, masyarakat yang terlibat dan
sarana prasarana yang diperlukan.
3) Membuat rencana kegiatan Bintahwil sesuai hasil koordinasi dan
pertimbangan berdasarkan perkembangan situasi dan kondisi wilayah.
b. Persiapan. Merupakan kegiatan lanjutan dari pentahapan sebelumnya
agar pelaksanaan Bintahwil dapat berjalan dengan lancar antara lain:
1) Menyiapkan personel yang diperlukan sesuai kegiatan yang akan
dilaksanakan.
2) Memberikan arahan tentang kegiatan yang akan dilaksanakan dan
ketentuan yang berlaku di wilayah.
3) Mengeluarkan surat perintah pelaksanaan kegiatan Bintahwil.
4) Menyiapkan materi Bintahwil sesuai dengan tujuan dan sasaran
yang ingin dicapai.
5) Menyiapkan sarana dan prasarana yang diperlukan sesuai
kegiatan yang akan dilaksanakan.
6) Melaksanakan koordinasi dengan media cetak, elektronik dan
Online dalam rangka mempublikasikan kegiatan yang dilaksanakan.
c. Pelaksanaan. Kegiatan yang dilaksanakan dalam rangka Bintahwil
antara lain pelatihan bela negara bagi mahasiswa/pelajar,
ceramah/penyuluhan/kuliah umum tentang perang modern , pelatihan bela
negara bagi karyawan, anggota ormas, pemuda, tokoh masyarakat,
pelatihan/perkemahan pramuka saka wira kartika dan kegiatan lainnya yang
dipandang perlu berdasarkan perkembangan situasi, kondisi dan kebutuhan
wilayah serta berdasarkan inisiatif dan kreativitas komandan satuan sepanjang
tidak bertentangan dengan tujuan dan sasaran Binter.
1) Kegiatan pelatihan bela negara bagi mahasiswa, pelajar, tokoh
masyarakat, komunitas profesi. Pelatihan bela negara dilaksanakan oleh
Satnonkowil terhadap komponen-komponen masyarakat di sekitar
pangkalan, daerah penugasan dan daerah operasi serta komunitas
profesi sesuai dengan fungsi satuan, antara lain:
a) Satpur/Banpur. Melaksanakan pelatihan bela negara
bagi mahasiswa dan pelajar. Pelatihan bela negara bagi pelajar
dan mahasiswa dilaksanakan dengan melakukan kerjasama antara
satuan dengan pihak kampus dan sekolah yang ada di daerah
tersebut. Dalam hal ini pihak sekolah dan kampus membutuhhkan
sarana pelatihan bela negara bagi pelajar dan mahasiswa pada sisi
lain pihak satuan siap membantu pelaksanaan pelatihan bela
negara. Sasaran yang ingin dicapai dari pelatihan bela negara bagi
pelajar dan mahasiswa ini adalah: terjalinnya hubungan yang baik
antara TNI dengan pihak kampus/sekolah sehingga timbul
kecintaan TNI terhadap rakyat dan rakyat terhadap TNI serta
sebagai pintu gerbang TNI masuk kampus. Disamping itu juga
tersosialisasinya wawasan kebangsaan, rasa nasionalisme, cinta
tanah air, kewaspadaan nasional dan ketahanan nasional. Serta
terbentuknya mitra TNI AD/ jaring teritorial dari kalangan kampus,
akademisi dan intelektual. Mekanisme penyelenggaraan pelatihan
belanegara bagi mahasiswa dan pelajar adalah sebagai berikut:
(1) penyambutan peserta (para mahasiswa) saat tiba di
satuan baris komando masuk satuan, di sambut hormat
berjajar dengan aba-aba “kepada generasi muda calon
pemimpin bangsa, hormat senjata, gerak” dilanjutkan
disambut dengan menyanyikan lagu “selamat datang
pahlawan muda”.
(2) ucapan selamat datang, pengenalan satuan, tata
tertib, ice breaking, pemeriksaan kesehatan, orientasi dan
ikuti kegiatan satuan, mulai bangun pagi, sholat, senam (diisi
permainan), makan pagi bersama, PBB, PPM, olahraga dan
lain-lain dan lain-lain.
(3) ceramah wawasan kebangsaan dan perang modern.
(4) pengenalan TNI AD, pembinaan teritorial, mountainering,
menembak.
(5) navigasi darat, karya bakti, caraka malam, api unggun
dan malam inagurasi.
(6) foto, isi formulir data pribadi, penyerahan nomor kode/
nomor sandi setiap peserta.
(7) mempublikasikan pelaksanaan kegiatan melalui
media massa (cetak, elektronik dan Online).
b) Satbanmin. Melaksanakan pelatihan bela negara bagi
komunitas profesi sesuai dengan fungsi masing-masing, antara
lain:
(1) Satuan perhubungan melaksanakan pelatihan bela
negara bagi komunitas organisasi profesi dan tenaga ahli
komunikasi, orari, rapi, telepon seluler, operator telekomunikasi,
sound system dan sebagainya.
(2) Satuan peralatan melaksanakan pelatihan bela
negara bagi komunitas organisasi profesi dan tenaga ahli
mesin, mekanik, metal, bahan peledak dan sebagainya.
(3) Satuan kesehatan melaksanakan pelatihan bela
negara bagi komunitas organisasi profesi dan tenaga ahli
kedokteran, para medis, rumah sakit, klinik dan sebagainya.
(4) Satuan polisi militer melaksanakan pelatihan bela
negara bagi komunitas tokoh masyarakat disekitar satuan,
kepolisian, kejaksaan, POM AL dan AU, kelompok
penggemar motor besar dan sebagainya.
(5) Satuan ajudan jenderal melaksanakan pelatihan bela
negara bagi komunitas organisasi profesi dan tenaga ahli
administrasi, tulis menulis, arsip, dosir, manajemen dan
sebagainya.
(6) Satuan topografi melaksanakan pelatihan bela negara
bagi komunitas organisasi profesi dan tenaga ahli
pemetakan, peta, tapel batas wilayah, percetakan dan
sebagainya.
(7) Satuan hukum melaksanakan pelatihan bela negara
bagi komunitas organisasi profesi dan tenaga ahli bidang
hukum, advokasi, kejaksaan, pengadilan, notaris dan
sebagainya.
(8) Satuan keuangan melaksanakan pelatihan bela
negara bagi komunitas organisasi profesi dan tenaga ahli
bidang keuangan, perbankan dan sebagainya.
(9) Satuan jasmani militer melaksanakan pelatihan bela
negara bagi komunitas organisasi pembina olah raga dan
lain-lain.
(10) Satuan bintal melaksanakan pelatihan bela negara
bagi komunitas organisasi profesi dan tenaga ahli bidang
kerohanian, para da’i, ustad/ustadzah, pondok pesantren,
dewan masjid, ketua organisasi keagamaan, pendeta,
pendande, pengurus pure, paroki, pastur, biksu, pengelola
tempat-tempat ibadah dan sebagainya.
(11) Satuan psikologi melaksanakan pelatihan bela negara
bagi komunitas tokoh masyarakat disekitar satuan,
kelompok organisasi profesi psikologi, lembaga/badan
penelitian bidang psikologi, civitas akademika fakultas
psikologi perguruan tinggi dan lain-lain.
(12) Satuan penelitian dan pengembangan melaksanakan
pelatihan bela negara bagi komunitas tokoh masyarakat di
sekitar satuan, organisasi profesi dibidang riset, lembaga
penelitian perguruan tinggi dan lain-lain.
(13) Satuan sejarah melaksanakan pelatihan bela negara
bagi komunitas organisasi profesi dan tenaga ahli bidang
sejarah, arkeolog, museum, perpustakaan, artefak, prasasti
dan lain-lain.
(14) Satuan infolahta melaksanakan pelatihan bela negara
bagi komunitas organisasi profesi dan tenaga ahli komputer,
media Online dan sebagainya.
(15) Satuan penerangan melaksanakan pelatihan bela
negara bagi komunitas organisasi profesi dan tenaga ahli
bidang penerbitan, wartawan, media masa cetak, elektronik,
media Online dan sebagainya.
(16) Satuan bekang melaksanakan pelatihan bela negara
bagi komunitas organisasi profesi dan tenaga ahli angkutan,
pertekstilan, makanan, pertukangan, perkayuan dan
sebagainya.
(17) Satuan lembaga pendidikan melaksanakan pelatihan
bela negara bagi komunitas organisasi profesi dan tenaga
ahli bidang pendidikan, sekolah, perguruan tinggi, PGRI,
ikatan dosen, lembaga pelatihan, kursus dan sebagainya.
(18) Satuan intelijen melaksanakan pelatihan bela negara
bagi komunitas organisasi profesi dan tenaga ahli bidang
intelijen dari berbagai lembaga, badan, instansi dan juga
tokoh-tokoh masyarakat, adat, suku, agama, ekonomi,
ormas, OKP, LSM, media dan sebagainya.
c) Mempublikasikan pelaksanaan kegiatan melalui media
massa (cetak, elektronik dan Online).
2) Ceramah/penyuluhan/kuliah umum tentang wawasan kebangsaan
dan perang modern. Salah satu faktor yang harus diberikan kepada
komponen-komponen masyarakat khususnya para mahasiswa dan pelajar
dalam rangka pembinaan perlawanan wilayah adalah wawasan
kebangsaan dan kewaspadaan terhadap ancaman perang modern. Dalam
pelaksanaanya Satnonkowil memberikan ceramah/penyuluhan/kuliah
umum kepada warga masyarakat sekitar pangkalan serta komunitas
profesi sesuai dengan fungsi masing-masing, antara lain:
a) Satpur/Banpur. Melaksanakan ceramah / penyuluhan /
kuliah umum tentang wawasan kebangsaan dan perang modern
terhadap para tokoh masyarakat, tokoh adat, tokoh suku, tokoh
agama, pimpinan pemerintah, ormas/orsospol, OKP disekitar
pangkalan, daerah penugasan untuk meningkatkan semangat
perlawanan rakyat terhadap berbagai bentuk ancaman terhadap
kedaulatan negara.
b) Satbanmin. Melaksanakan ceramah/penyuluhan/kuliah
umum tentang wawasan kebangsaan dan perang modern
terhadap para tokoh masyarakat, tokoh-tokoh organisasi profesi
dan tenaga ahli sesuai dengan Tupoksi satuannya, antara lain:
(1) Satuan perhubungan melaksanakan ceramah/
penyuluhan/kuliah umum tentang wawasan kebangsaan dan
perang modern terhadap anggota organisasi profesi dan
tenaga ahli komunikasi, orari, rapi, telepon seluler, operator
telekomunikasi, sound system dan sebagainya.
(2) Satuan peralatan melaksanakan ceramah /
penyuluhan / kuliah umum tentang wawasan kebangsaan
dan perang modern terhadap organisasi profesi dan tenaga
ahli mesin, mekanik, metal, bahan peledak dan sebagainya.
(3) Satuan kesehatan melaksanakan ceramah/
penyuluhan/kuliah umum tentang wawasan kebangsaan dan
perang modern terhadap anggota organisasi profesi dan
tenaga ahli kedokteran, para medis, rumah sakit, klinik dan
sebagainya.
(4) Satuan polisi militer melaksanakan ceramah/
penyuluhan/kuliah umum tentang wawasan kebangsaan dan
perang modern terhadap tokoh masyarakat di sekitar
satuan, kepolisian, kejaksaan, POM AL dan AU, kelompok
penggemar motor besar dan sebagainya.
(5) Satuan ajudan jenderal melaksanakan ceramah/
penyuluhan/kuliah umum tentang wawasan kebangsaan dan
perang modern terhadap anggota organisasi profesi dan
tenaga ahli administrasi, tulis menulis, arsip, dosir,
manajemen dan sebagainya.
(6) Satuan topografi melaksanakan ceramah /
penyuluhan / kuliah umum tentang wawasan kebangsaan
dan perang modern terhadap anggota organisasi profesi
dan tenaga ahli pemetakan, peta, tapel batas wilayah,
percetakan dan sebagainya.
(7) Satuan hukum melaksanakan ceramah / penyuluhan/
kuliah umum tentang wawasan kebangsaan dan perang
modern terhadap anggota organisasi profesi dan tenaga
ahli bidang hukum, advokasi, kejaksaan, pengadilan, notaris
dan sebagainya.
(8) Satuan keuangan melaksanakan ceramah /
penyuluhan/ kuliah umum tentang wawasan kebangsaan
dan perang modern terhadap anggota organisasi profesi
dan tenaga ahli bidang keuangan, perbankan dan
sebagainya.
(9) Satuan jasmani militer melaksanakan ceramah /
penyuluhan/kuliah umum tentang wawasan kebangsaan dan
perang modern terhadap anggota organisasi pembina olah
raga dan lain-lain.
(10) Satuan bintal melaksanakan ceramah/penyuluhan/
kuliah umum tentang wawasan kebangsaan dan perang
modern terhadap anggota organisasi profesi dan tenaga
ahli bidang kerohanian, para da’i, ustad/ustadzah, pondok
pesantren, dewan masjid, ketua organisasi keagamaan,
pendeta, pendande, pengurus pure, paroki, pastur, biksu,
pengelola tempat-tempat ibadah dan sebagainya.
(11) Satuan psikologi melaksanakan ceramah
/penyuluhan/ kuliah umum tentang wawasan kebangsaan
dan perang modern terhadap tokoh masyarakat disekitar
satuan, anggota organisasi profesi psikologi, lembaga/badan
penelitian bidang psikologi, civitas akademika fakultas
psikologi perguruan tinggi dan lain-lain.
(12) Satuan penelitian dan pengembangan melaksanakan
ceramah/penyuluhan/kuliah umum tentang wawasan
kebangsaan dan perang modern terhadap tokoh
masyarakat di sekitar satuan, anggota organisasi profesi
dibidang riset, lembaga penelitian perguruan tinggi dan lain-
lain.
(13) Satuan sejarah melaksanakan ceramah /penyuluhan/
kuliah umum tentang wawasan kebangsaan dan perang
modern terhadap anggota organisasi profesi dan tenaga
ahli bidang sejarah, arkeolog, museum, perpustakaan,
artefak, prasasti dan lain-lain.
(14) Satuan infolahta melaksanakan ceramah /
penyuluhan/ kuliah umum tentang wawasan kebangsaan
dan perang modern terhadap anggota organisasi profesi
dan tenaga ahli komputer, media on line dan sebagainya.
(15) Satuan penerangan melaksanakan ceramah/
penyuluhan/kuliah umum tentang wawasan kebangsaan dan
perang modern terhadap anggota organisasi profesi dan
tenaga ahli bidang penerbitan, wartawan, media masa cetak,
elektronik, media Online dan sebagainya.
(16) Satuan bekang melaksanakan ceramah / penyuluhan/
kuliah umum tentang wawasan kebangsaan dan perang
modern terhadap anggota organisasi profesi dan tenaga
ahli perbekalan, jasa angkutan, jasa intendan, pertekstilan,
makanan, pertukangan, perkayuan dan sebagainya.
(17) Satuan lembaga pendidikan melaksanakan ceramah/
penyuluhan/kuliah umum tentang wawasan kebangsaan dan
perang modern terhadap anggota organisasi profesi dan
tenaga ahli bidang pendidikan, sekolah, perguruan tinggi,
PGRI, ikatan dosen, lembaga pelatihan, kursus dan
sebagainya.
(18) Satuan intelijen melaksanakan ceramah /
penyuluhan/ kuliah umum tentang wawasan kebangsaan
dan perang modern terhadap anggota organisasi profesi
dan tenaga ahli bidang intelijen dari berbagai lembaga,
badan, instansi dan juga tokoh-tokoh masyarakat, adat,
suku, agama, ekonomi, ormas, OKP, LSM, media dan
sebagainya.
c) Mempublikasikan pelaksanaan kegiatan melalui media
massa (cetak, elektronik dan Online).
3) Kegiatan pelatihan/perkemahan pramuka saka wira kartika.
Pramuka saka wira kartika, merupakan wadah pembinaan generasi muda
yang sudah dilaksanakan di satuan-satuan. Kegiatan ini sangat efektif
untuk peningkatan kesadaran bernegara, bela negara, rasa cinta tanah
air, disiplin dan wawasan kebangsaan bagi generasi muda. Dalam
pelaksanaannya Satnonkowil berkoordinasi dengan Satkowil dan dewan
pembina pramuka di sekolah-sekolah yang ada di sekitar satuan.
Beberapa materi latihan yang bisa di berikan antara lain: PBB, PPM,
wawasan kebangsaan, bela negara, perang modern , perkemahan,
survival, mountenering, tali temali, P-3K, pioner, navigasi darat, membaca
peta, dan sebagainya. Peran pelatih dalam kegiatan pelatihan pramuka ini
sangat menentukan oleh karena itu perlu disiapkan dengan baik.
d. Pengakhiran.
1) Menyusun laporan hasil pelaksanaan pembinaan perlawanan
wilayah sesuai dengan materi.
2) Melaporkan hasil pelaksanaan pembinaan perlawanan wilayah
kepada komando atas.
3) Menginventarisir hasil evaluasi yang meliputi data, fakta dan
pengaruh kegiatan pembinaan perlawanan wilayah untuk dijadikan bahan
perencanaan, pelaksanaan pembinaan perlawanan wilayah yang akan
datang.