Anda di halaman 1dari 41

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Keluarga menempati posisi yang terpenting dalam perkembangan untuk memberikan

pelayanan kesehatan. Dalam pemberian pelayanan kesehatan perawat harus

memperhatikan nilai-nilai dan budaya keluarga, sehingga keluarga dapat menerima.

Perkembangan keluarga adalah proses perubahan yang terjadi pada sistem keluarga

meliputi perubahan pola interaksi dan hubungan antar anggotanya sepanjang waktu.

Perkembangan ini terbagi menjadi beberapa tahap atau kurun waktu tertentu, pada setiap

tahapnya keluarga memiliki tugas perkembangan yang harus dipenuhi agar setiap tahapan

tersebut dapat dilalui dengan sukses.

Pada makalah ini akan diuraikan tentang pengkajian keluarga pada tahap

perkembangan keluarga dengan anak prasekolah. Mengingat masalah-masalah yang terjadi

pada tahap perkembangan inipun cukup banyak dan dapat berakibat fatal apabila tidak

segera ditangani.

1.2 Tujuan

Diharapkan dapat meningkatkan kemampuan keluarga dalam:

1. Mengenal masalah kesehatan keluargaterhadap perubahan perkembangan

yang dialami remaja dalam batasan perubahan kognitif, pembentukan

identitas dan pertumbuhan biologis.

2. Memutuskan tindakan yang tepat untuk mengatasi masalah kesehatan

keluarga dengan anak remaja.


3. Melakukan tindakan keperawatan kesehatan pada anggota keluarga yang

sakit, mempunyai gangguan fungsi tubuh dan atau yang membutuhkan

bantuan asuhan keperawatan.

4. Memelihara lingkungan fisik, psikis dan sosial, sehingga dapat menunjang

peningkatan kesehatan keluarga.

5. Memanfaatkan sumber daya yang ada di masyarakat misalnya Puskesmas,

Puskesmas Pembantu, kartu sehat dan Posyandu untuk memperoleh

pelayanan kesehatan.

6. Perawat dapat melakukan pengkajian terhadap keluarga dengan tahap

perkembangan keluarga dengan anak usia remaja.

7. Perawat dapat melakukan analisa data dan merumuskan diagnosa serta

memberikan intervensi terhadap permasalahan yang sedang dihadapi

keluarga.
BAB II

KAJIAN TEORITIS

2.1 Defenisi Remaja

 Remaja adalah suatu masa dalam kehidupan seseorang dimana masyarakat tidak

lagi memandangnya sebagai seorang anak, tetapi juga masih belum diakui sebagai

seorang dewasa dengan segala hak dan kewajibannya. ( Hollinshead, Ilmu

Kesehatan Anak FKUI :hal.400)

 Usia anak remaja adalah 13 - 20 tahun (Duval,1977) atau 12 - 18 tahun (Haber,

Hoskin, Leach dan Sideleav, 1987) atau 12 - 20 tahun (Wilson dan Kneisl, 1988).

2.2 Tumbuh Kembang Remaja

Masa remaja merupakan masa peralihan dari masa kanak-kanak ke masa dewasa

yang ditandai dengan:

1. Perubahan pada jasmani seperti; tinggi badan, berat badan, pertumbuhan alat kelamin

sekunder, misalnya :

- Laki-laki : Suara terdengar berat, tumbuh kumis atau jambang pada wajah, rambut

pada daerah pubis, otot menjadi kekar, mengalami mimpi basah.

- Perempuan : Kulit menjadi lebih halus, terbentuk payudara, terjadi menstruasi,

tumbuh rambut di daerah pubis,ketiak, terdapat penimbunan lemak dibeberapa bagian

tubuh yang membentuk lekukan otot dan menjadi ciri khas wanita, seperti pada dada

dan panggul.

2. Perkembangan intelektual ditandai dengan kemampuan daya abstraksi, kemampuan

konseptual, kemampuan memahami suatu persoalan, daya imajinasi serta kemampuan

untuk berkomunikasi dan menyesuaikan diri dengan dunia luar.


3. Perkembangan psikologis dan mental yang labil karena anak usia remaja masih

cendrung berusaha mencari jati diri. Dengan terjadinya perubahan pada fisik maupun

mental menjadikan remaja sensitif terhadap stimulus dari lingkungannya. Remaja juga

mulai tertarik pada solidaritas teman kelompok teman sebayanya dan minat

heteroseksualnya mulai muncul.

4. Pubertas terjadi pada masa remaja dimana pubertas adalah saat tercapainya

kematangan seksuil atau saat terjadinya kemungkinan untuk bereproduksi.

 Pada usia 18 – 20 tahun, identitas diri remaja mulai berkembang. Ia mulai

melepaskan diri dari keterikatan pada orang tuanya. Ia mulai otonomi terhadap

orang tuanya walaupun secara finansial belum bisa berdiri sendiri (Joewana-

Satya, 1989)

2.3 Tugas Perkembangan Keluarga

1. Menyeimbangkan kebebasan dengan tanggung jawab ketika remaja matur dan

semakin mandiri.

Orang tua berperan dalam pergeseran hub dependen kearah hubungan     yang disertai

dengan konflik-konflik. Orang tua membuat peran-peran dan  norma-norma baru bagi

remaja dengan tetap memenuhi kebutuhan    keluarga. Orang tua juga mempercayai

anak agar mandiri secara prematur dengan mengabaikan kebutuhan

ketergantungannya.

2. Memfokuskan kembali hubungan perkawinan.

Hal ini terjadi karena hanya suami istri menghabiskan banyak waktu di luar rumah

karena bekerja sehingga tersisa sedikit waktu dan energi untuk hubungan perkawinan.

Hal ini juga disebabkan anak-anak lebih bertanggung jawab terhadap diri mereka

sendiri sehingga kontrol orang tua terhadap anak menjadi lebih longgar.
3. Orang tua dan remaja melakukan komunikasi secara terbuka.

Sering kali terdapat tolak menolak antara orang tuadengan remaja menyangkut nilai

dan gaya hidup. Orang tua yang berasal dari keluarga dengan berbagai masalah

terbukti sering kali menolak dan memisahkan diri dari anak mereka yang tertua

sehingga mengurangi saluran-saluran komunikasi terbuka yang mungkin telah ada

sebelumnya.

4. Mempertahankan etika dan standar moral keluarga.

Meskipun aturan dalam keluarga perlu diubah, etika dan standar moral keluarga perlu

tetap dipertahankan oleh orang tua, sementara remaja mencari nilai-nilai dan

keyakinan mereka sendiri. Remaja sangat sensitif dengan ketidakcocokan antara apa

yang dikatakan dengan apa yang dipraktekkan. Namun demikian, orang tua dan anak-

anak dapat belajar dari satu sama lain dalam masyarakat yang majemuk dan berubah

sangat cepat saat ini.

Masalah Kesehatan dalam Keluarga dengan Anak Ramaja

1. Cidera, terutama karena kecelakaan seperti kecelakaan lalu lintas, cedera akibat

olahraga, panjat tebing, lintas alam, dan lain sebagainya.

2. Penyakit infeksi seperti Thypus abdominalis/Demam Thypiod, Diare, HIV/AIDS,

dll.

3. Peningkatan penyakit degeneratif pada orang tua

4. Penyalah gunaan obat-obatan dan alkohol

5. Merokok

6. Pergaulan bebas / free sex

7. Kehamilan yang tidak dikehendaki

8. Pernikahan dini (merried by accident/tidak)


9. Keluarga berencana

10. Masalah tumbuh kembang

11. Penurunan kepuasan pasangan pada orang tua

12. Masalah komunikasi dalam keluarga

Diagnosa Keperawatan yang Mungkin

 Resiko trauma

 Gangguan komunikasi verbal

 Koping individu tidak efektif

 Perubahan menjadi orang tua

 Perubahan proteksi

Peran Perawat

 Pendidik tentang faktor-faktor resiko terhadap kesehatan

 Pendidik dalam isu pemecahan masalah mengenai alkohol, merokok, diit, dan latihan

 Fasilitator tentang keterampilan-keterampilan interpersonal dengan remaja dan orang

tua

 Pendukung, konselor, perujukan langsung pada sumber-sumber kesehatan mental

 Konselor pada keluarga berencana

 Perujukan untuk penyakit hubungan seksual

 Peserta dalam organisasi komunitas pada pengendalian penyakit.


2.4 Masalah Kesehatan Utama

KELETIHAN / GANGGUAN POLA TIDUR / MEROKOK / KETIDAKEFEKTIFAN

POLA NAFAS.

ASMA

a. Defenisi

Adalah penyakit jalan nafas obstruktif intermitten, reversibel dimana trakea dan

bronkus berespon dalam secara hiperaktif terhadap stimuli tertentu. (Brunner &

Suddarth, Buku Ajar Keperawatan Madikal Bedah: hal.611)

b. Jenis-jenis Asma

 Asma Alergik

Disebabkan oleh alergen atau alergen-alergen yang dikenal seperti serbuk sari,

binatang, amarah, makanan, dan jamur).

 Asma Idiopatik atau Nonalergik

Yaitu asma yang tidak berhubungan dengan alergen spesifik, tapi dapat dapat

dicetuskan oleh faktor-faktor seperti: common cold ,infeksi traktus respiratorius,

latihan, emosi dan polutan lingkungan serta beberapa agen farmakologi seperti

aspirin, NSAID, pewarna rambut dan sebagainya.

 Asma Gabungan

Adalah bentuk asma yang paling umum, mempunyai karakteristik dari bentuk

alergik maupun bentuk idiopatik atau nonalergik.

c. Patofisiologi

 Kontraksi otot-otot yang mengelilingi bronki, yang menyempitkan jalan nafas.

 Pembengkakan membran yang melapisi bronki

 Pengisian bronki dengan mukus yang kental.


d. Manifestasi klinis

Timbulnya gejala umum asma seperti:

 Batuk

 Dispnea

 Mengi (wheezing)

 Sianosis sekunder

 Berkeringat

 Takikardi

 Pelebaran tekanan nadi.

e. Pencegahan

Pasien dengan asma kambuhan harus menjalani pemeriksaan mengidentifikasi

substansi yang mencetuskan terjadinya serangan. Penyebab yang mungkin dapat saja

bantal, kasur, pakaian jenis tertentu, hewan paliharaan, detergen, sabun, makanan

tertentu, jamur dan serbuk sari. Jika berhubungan dengan musiman, maka serbuk sari

dapat menjadi dugaan kuat. Upaya yang harus dibuat adalah menghindari alergen atau

agen penyebab kapan saja memungkinkan.

f. Intervensi Keperawatan

 Mengidentifikasi tanda-tanda dehidrasi dengan memeriksa turgor kulit.

 Memberikan cairan intravena 3-4 L/hari untuk mengatasi dehidrasi, mengencerkan

sekresi, dan memudahkanekspektorasi. Hati-hati terhadap kontra indikasi.

 Memantau pasien secara terus menerus, penting untuk 12-24 jam pertama.

 Menjauhkan atau menghindari klien dari bahan-bahan atau benda-benda yang

bersifat alergen.
BAB III

TINJAUAN KASUS

Pengkajian

I. Data Umum

1. Nama kepala keluarga: Said Usman Ali

2. Usia KK : 65 tahun

3. Alamat dan nomor telp. :Jl. HM Thamrin Dalam No. 9A RT 001/RW 002.Kel.

Belakang Pondok,Kec Padang Selatan.Kode Pos 25211

4. Pekerjaan kepala keluarga :Wiraswasta

5. Pendidikan kepala keluarga : SLTP

6. Komposisi Keluarga :

N Nama J Hub. Umur Pddk Kerja Status Imunisasi Ket


o K Dg KK BCG Polio DPT Hepatitis Cmpk
1 Ny. E P Istri 48 th SLTP IRT
2 An. B L Anak 20 th SLTA Pelajar x x x x x x x x x x x x
3 An. E L Anak 16 th SLTP Pelajar x x x x x x x x x x x x
Genogram :

ket:
Perempuan

Laki-laki

- Meninggal

Klien

Tinggal dalam satu rumah


7. Tipe Keluarga

Tipe keluarga Bp. S yaitu keluarga tradisional dan jenisnya keluarga inti yang terdiri

dari ayah, ibu dan dua orang anak. Ny. E mengatakan tidak mempunyai masalah dengan

tipe keluarga seperti ini. Karena, meskipun kerabat dari Ny. E berada di luar kota yaitu

Bukittinggi, namun kerabat dari suami masih menjalin hubungan baik dengan keluarga Ny.

E di Padang. Keluarga Bp. S sebagian besar berdomisili di Padang.

8. Suku Bangsa.

Bp. S adalah keturunan India, tetapi sudah 3 generasi berada di Padang. Bp S lahir

tanggal 17 Juli 1940 di Padang. Bp. S mengatakan ia bersekolah hingga SLTP juga di

Padang. Sedangkan Ny. E adalah penduduk asli Minang (Bukittinggi). Ny. E lahir pada

tanggal 10 Februari 1957 di Flambayan Bukit Tinggi. Ny. S sekolah hanya hingga tamat

SD di Flambayan. Ny. E masih berdomisili di Bukittinggi hingga ia menikah dengan Bp. S.

Dengan demikian Bp. S dan Ny . E berasal dari latar belakang budaya yang berbeda.

Menurut Ny. E perbedaan kebudayaan tersebut tidak menjadi kendala baik dalam

berkomunikasi ataupun dalam kehidupan berumah tangga. Mereka saling terbuka dan terus

terang sehingga satu sama lain bisa saling memahami dan menyesuaikan diri. Meskipun

sanak keluarga Ny. E dan Bp. S masih kental dengan kebudayaan masing-masing namun

Ny. E namun setiap anggota keluarga Bp.S dan Ny. E bersifat netral dan tidak memiliki

kecendrungan kebudayaan. Keluarga memakai kebudayaan yang telah umum dan lebih

modern. Hal tersebut juga berpengaruh terhadap cara pemeliharaan kesehatan. Misalnya

dalam kebudayaan India, jenis makanan yang biasa dikonsumsi adalah masakan bersantan

kental, mengandung lemak tinggi dan pemakaian rempah-rempah yang banyak dan

menyengat. Sementara dalam kebudayaan Minang juga memakai santan dan masakan

pedas. Keluarga tidak cenderung mengkonsumsi makanan spesifik dari salah satu budaya.
Keluarga biasa mengkonsumsi masakan yang disukai secara umum oleh semua lapisan

masyarakat seperti gorengan. Jadi, keluarga dapat beradaptasi terhadap perbedaan-

perbedaan tersebut dan walaupun ada sedikit kesulitan, keluarga mampu beradaptasi

dengan kesulitan tersebut.

9. Agama .

Bp. S dan Ny E beragama Islam. Begitu juga kedua anaknya. Dalam hal beribadah

tidak setiap anggota keluarga melaksanakan ibadah secara rutin.

Ny. E rutin melaksanakan sholat, meskipun hanya shalat sendirian di rumah.

Menurut Ny. E, Bp.S sangat jarang melaksanakan sholat. Ny. E sudah mengingatkan Bp. S

walaupun beliau mendengarkan Ny. E namun tetap saja meninggalkan shalatnya

Ny. E juga sering mengingatkan anak-anaknya untuk melaksanakan shalat. Kendati

demikian kedua anaknya masih sering meninggalkan shalat.

Meskipun tidak semua anggota keluarga taat beribadah, namun Ny. E mengatakan

bahwa tata cara dan norma-norma Islam dalam kehidupan sehari-hari masih dipegang

teguh oleh keluarga tersebut. Keluarga masih mengikuti aturan, tata cara dan norma-norma

Islam seperti dalam mendidik anak-anak, cara pergaulan, cara berpakaian seperti Ny. E

yang memakai jilbab, dll.

10. Status sosial ekonomi

Sumber penghasilan keluarga yang utama berasal dari Bp. S yang bekerja sebagai

juru parker. Di samping itu An. B juga bekerja membantu orang tuanya bekerja sebagai

juru parkir. Walaupun keluarga tidak memberi informasi berapa penghasilan keluarga per

bulan secara pasti, tetapi dilihat dari kemampuan keluarga dalam memenuhi kebutuhan

sehari-hari, misalnya Ny. E mengatakan mampu memenuhi kebutuhan pangan setiap hari

sebesar Rp. 20.000,-. Keluarga mempunyai 1 set TV 20 Inch, 1 set VCD, 1 buah kipas

angina. Dan 2 buah tempat tidur. Penghasilan keluarga tidak tetap setiap bulan. Kebutuhan
yang dikeluarkan keluarga antara lain: biaya makan dan biaya sekolah anak. Sedangkan

biaya rumah tangga seperti listrik dibantu oleh pihak keluarga Bp. S. Keluarga memiliki

tabungan hanya saja tabungan tersebut bersifat sementara dan sering terpakai untuk

kebutuhan sehari-hari keluarga. Dari uraian di atas dapat disimpulkan status sosial

ekonomi keluarga Bp.S termasuk golongan marginal.

11. Aktivitas rekreasi keluarga

Ny.E menyatakan sangat jarang pergi bersama-sama untuk mengu njungi tempat

rekreasi tertentu, namun dengan menonton televisi bersama-sama yang hampir tiap hari

mereka laksanakan terutama saat makan siang atau malam hari dapat menurunkan

ketegangan dalam keluarga karena kesempatan itu dimanfaatkan oleh keluarga untuk

saling mengeksplorasi perasaan bahkan bersenda gurau.

II. Riwayat Tahap Perkembangan Keluarga

12. Tahap perkembangan keluarga saat ini.

Bp. S mempunyai 2 orang anak, anak pertama berusia 20 tahun, anak kedua berusia

16 tahun. Maka dengan demikian keluarga T berada pada tahap perkembangan keluarga

dengan anak remaja dengan tugas perkembangan ;

i. Menyeimbangkan kebebasan dan tanggung jawab ketika

remaja menjadi dewasa dan semakin mandiri.

ii. Memfokuskan kembali hubingan perkawinan.

iii. Berkomunikasi secara terbuka antara ortu dan anak-anak

(Carter dan Mc. Goldrick ,1988)

13. Tahap perkembangan keluarga yang belum terpenuhi .


1. Menyeimbangkan kebebasan dan tanggung jawab ketika remaja menjadi dewasa

dan semakin mandiri.

Ny. E mengakui bahwa anak-anaknya belum mampu untuk mandiri. Ny.E

mengatakan ia terlalu memanjakan anaknya, misalnya Ny. E sering mengambilkan

makanan ( nasi ) untuk anak- anaknya. Ny. E tidak menyadari kalau hal itu akan

membuat anak- anaknya menjadi manja.

2. Memfokuskan kembali hubungan perkawinan.

Ny. E mengatakan bahwa suaminya mulai bekerja mulai jam 08.00 pagi dan

pulang saat makan siang kira-kira jam 13.00, kemudian pergi bekerja lagi dan

kembali pulang untuk makan malam kira-kira jam 19.00 kemudian bekerja kembali

sampai jam 24.00. Kondisi ini membuat Bp. S lebih banyak menghabiskan

waktunya untuk bekerja dari pada memperhatikan keluarga. Ny. E hanya berperan

sebagai ibu rumah tangga, sehingga waktunya sebagian besar dihabiskan untuk

melakukan pekerjaan rumah tangga.

14. Riwayat keluarga inti .

Bp.S mengatakan bahwa ia mempunyai riwayat penyakit gula (Diabetes Mellitus).

Penyakit ini juga pernah diderita oleh ibu kandung dan saudara perempuan Bp.S yang

keduanya meninggal karena penyakit tersebut. Bp.S mengetahui bahwa ia menderita DM

ini tiga tahun setelah menikah (1978), ketika Bp.S memeriksakan keluhan sesak nafas ke

dokter praktek dan dokter menganjurkan untuk pemeriksaan lengkap, dan ternyata beliau

menderita penyakit DM dan efusi pleura. Ny.E mengatakan faktor pencetus penyakit efusi

pleura pada Bp.S karena beliau sering pulang malam dan mandi malam serta tidur

memakai kipas angin. Di samping itu Bp.S termasuk perokok berat sejak remaja. Dalam

satu hari Bp.S menghabiskan minimal satu bungkus rokok. Pada saat ini Bp.S mengatakan

bahwa ia tidak merasakan keluhan apapun akibat penyakit yang diderita dahulu. Namun,
pada saat pengkajian ditemukan tekanan darah 190/100 mmHg yang merupakan indikasi

hipertensi, tetapi tidak ada riwayat hipertensi dalam keluarga Bp.S.

Ny.E mengatakan tidak memiliki riwayat penyakit turunan. Keluarga Ny.E tidak ada

yang menderita hipertensi sebelumnya. Ny.E mengetahui ia hipertensi pada saat kehamilan

pertama sehingga beliau diindikasikan melahirkan secara Seksio Cesaria. Sejak saat itu,

tekanan darah Ny.E selalu di atas normal. Selain itu Ny.E juga menderita asma sejak tiga

tahun terakhir. Sebelumnya Ny.E juga mempunyai kebiasaan merokok sejak kehamilan

pertama. Dan sejak mengetahui bahwa ia menderita asma, Ny.E menghentikan kebiasaan

merokoknya untuk mengurangi asmanya. Ny.E pernah memeriksakan kesehatannya ke

dokter praktek, dan setelah obat dari dokter habis Ny.E selalu mengkonsumsi obat bebas

Asmasolon yang dibeli bebas di toko obat atau apotik.

An.B pernah menderita Thypus Abdominalis sebanyak tiga kali dan dirawat di RS

pada umur tujuh tahun. Status imunisasi An.B lengkap.

An.P pernah menderita hepatitis pada umur lima tahun. Penyakit ini tidak pernah

berulang. Status imunisasi An.P lengkap.

15. Riwayat keluarga sebelumnya .

Bp. S menyatakan kedua orang tuanya telah meninggal. Menurut Bp.S keluarganya

memiliki penyakit turunan yaitu DM. Selain Bp.S penyakit ini diderita oleh ibu dan

saudara perempuan Bp.S. Ny. E menyatakan ayahnya telah meninggal, namun dalam

keluarganya tidak ada yang mengidap penyakit yang diturunkan, seperti penyakit jantung,

hipertensi, kanker, DM, dll.

III. Lingkungan

16. Karakteristik rumah .


Luas rumah sekitar 8x3 m, dengan tipe RSS (Rumah Sangat Sederhana) dimana

hanya terdiri dari 3 ruangan yaitu; kamar, ruang tamu dan dapur yang satu ruangan dengan

kamar mandi dan WC. Jumlah jendela 4 buah. Ruang tamu juga berfungsi sebagai ruang

keluarga sekaligus ruang tidur, tempat menyimpan peralatan rumah tangga, dan jalan

menuju ke dapur. Dapur berfungsi sebagai tempat memasak dan MCK. Perabotan Rumah

tangga yang terdapat di ruang tamu antara lain: 1 buah tempat tidur, 1 buah meja, 1 buah

televisi, 1 buah rak baju serta beberapa buah kursi lipat yang hanya dikeluarkan saat ada

tamu. Di dalam kamar terdapat 1buah tempat tidur bertingkat dan lemari kain. Di dapur

terdapat peralatan masak, sumur, kamar mandi, WC dan peralatan mandi. Jenis septiktank

adalah septiktank tertutup yang digunakan bersama dengan warga sekitar yang jaraknya

sekitar 10 m dari sumur.

Denah rumah:

Ket:
4 7 3 pintu
jendela
kamar mandi dan WC
dapur
kamar tidur
5 ruang tamu
sumur

Keadaan rumah kurang rapi namun lingkungan sekitar rumah cukup bersih. Saat

pengkajian terlihat lantai rumah masih belum disapu, sampah plastic dan puntung rokok

masih berserakan. Sendal-sendal dan sepatu bertumpuk di balik pintu rumah. Baju-baju

bertumpuk di atas kasur yang berada di ruang keluarga, ada juga yang digantung di
dinding. Lantai kamar mandi licin. Menurut Ny. E kamar mandi tidak dibersihkan 1x

seminggu, malah jarang dibersihkan. Tingkat keamanan dalam penggunaan fasilitas yang

ada di rumah cukup baik, misalnya tidak pernah terjadi kebakaran meskipun Ny. E

memasak dengan kompor minyak dan kayu, tidak pernah juga terjadi konsleting listrik.

Privasi anggota keluarga kurang terjaga karena keterbatasan ruangan. Namun dengan

keadaan rumah seperti itu keluarga merasa sudah terbiasa dan tetap merasa nyaman.

17. Karakteristik tetangga dan komunitas RW .

Penduduk di lingkungan setempat terdiri dari etnik Cina, India, dan Minangkabau

dimana lebih didominasi oleh etnik India. Penduduk sekitar rata-rata menetap, sebagian

besar di antara mereka bekerja sebagai pedagang dan industri RT. Jalan yang terdapat di

depan rumah adalah gang yang cukup besar, yang biasa dilalui oleh kendaraan roda empat,

dan cukup aman, karena jarang dilalui oleh kendaraan bermotor. Kebiasaan masyarakat

setempat antara lain; pada perayaan hari besar seprti 17 Agustus adalah mengadakan

perlombaan-perlombaan baik untuk anak-anak maupun remaja. Disamping itu setiap

bulannya diadakan pengajian bulanan bagi seluruh anggota masyarakat setempat. Rumah

penduduk kebanyakan sederhana dan berukuran kecil meskipun ada beberapa yang telah

permanen dan berukuran cukup besar. Budaya yang berlaku di lingkungan tersebut adalah

umum dan mendukung kesehatan, misalnya penduduk dilarang untuk mengkonsumsi

minuman keras dan melakukan judi . Tingkat kepadatan penduduk sedang, dan tingkat

kejahatan minim sehingga kehidupan penduduk cukup stabil. Di lingkungan tempat tinggal

keluarga terdapat pelayanan kesehatan seperti puskesmas di Seberang Padang yang

berjarak kurang lebih dua km dari rumah keluarga, dan beberapa dokter praktek.

18. Mobilitas Geografis Keluarga .


Keluarga hidup menetap dan tidak pernah pindah rumah. Keluarga Bpk.S tinggal di

rumah tersebut sejak menikah dengan Ny.E selama 28 tahun, sehingga sudah dapat

beradaptasi dengan lingkungan sekitarnya.

19. Perkumpulan keluarga dari interaksi dengan masyarakat.

Ny. E menyatakan sangat jarang berkumpul dengan keluarganya. Sedangkan Bp. S

masih sering berkumpul dengan sanak keluarga, bahkan keluarga Bp. S tinggal tidak jauh

dari rumah Bp. S. Hubungan dengan masyarakat setempat sangat baik. An. B dan An. E

juga aktif mengikuti kegiatan rutin remaja mesjid di daerah tersebut, namun di daerah itu

tidak ada perkumpulan/acara rutin ibu-ibu (arisan).

20. Sistim Pendukung keluarga .

Jumlah anggota keluarga saat ini empat orang dan tiga orang berada dalam status

kesehatan yang baik, hanya Ny.E yang mempunyai masalah kesehatan dengan penyakit

asma , Ny. E terkadang mengeluh sesak nafas. Ny. E melakukan pengobatan sendiri

dengan membeli obat asma secara bebas. Jika salah satu anggota sakit Ny. E akan

membawanya ke Puskesmas. Dukungan dari masyarakat setempat cukup baik, terlihat dari

kesadaran masyarakat untuk mengunjungi anggota masyarakat lain yang sakit.

IV. Struktur keluarga

21. Pola komunikasi keluarga .

Ny.E menyatakan komunikasi antara Bp. S dan Ny. E berjalan dengan baik meskipun

jarang sekali keluarga berkumpul bersama. Keluarga hanya berkumpul pada jam-jam

tertentu saja misalnya pada saat makan malam atau saat menonton televisi sore hari.
Komunikasi antara Ny E dan Bp. S cukup terbuka. Jika ibu tidak suka terhadap tindakan

Bapak, Ibu akan langsung mengatakannya atau menegurnya.

Ny.E dan Bp.S tidur pisah ranjang namun komunikasi mereka tetap terjaga dengan

adanya saling pengertian antara Bp.S dan Ny. E. Hal ini dikarenakan oleh keadaan rumah

mereka yang hanya terdiri dari 1 kamar. Dalam struktur keluarga Bp.S, komunikasi antara

orang tua dan anak berjalan cukup efektif dan orang tua (Bp.S dan Ny.E) bersikap fleksibel

dan tidak otoriter dalam mendidik anak-anak mereka. Contohnya Ny.E melarang anak B

untuk keluar malam hari bersama teman-temannya di atas jam 10 malam dan peraturan ini

menurut Ny.E, dipatuhi oleh anak B. Namun terkadang anak B tidak cepat merespon

perintah orang tuanya, misalnya ketika Ny.E menyuruh anak B membawa gelas ke dapur,

anak B tidak langsung segera melakukannya, setelah diperintah berulang kali barulah

dikerjakan padahal Ny.E menggunakan bahasa sehari-hari yang biasa mereka gunakan

yaitu bahasa minang yang tentunya dimengerti oleh anak B dan nada bicara Ny. E juga

tidak terdengar kasar/keras. Menurut Ny.E, anak B masih kurang terbuka untuk

menceritakan masalahnya pada kedua orang tuanya terutama masalah pribadi seperti

masalah masalah pacar, masalah prestasi akademik di sekolah dan sebagainya. Hal ini

dikarenakan, An B tidak mau menambah beban orang tuanya.

22. Struktur Kekuatan Keluarga :

a. Dari Segi Finansial:

Ny E mengatakan bahwa ia membuat anggaran dana untuk kebutuhan keluarga

dan dapat mengatur keuangan keluarga dengan baik. Bp. S mempunyai tabungan di

bank. Biaya pengeluaran keluarga juga berkurang karena keluarga menggunakan

sumber air minum yang berasal dari air sumur. Rekening listrik keluarga juga

ditanggung oleh pihak keluarga Bp. S.

b. Dari segi keputusan :


Keputusan dalam keluarga diambil secara demokrasi dan musyawarah. An.B

sering berperan sebagai penengah apabila terjadi perselisihan pendapat

23. Struktur Peran .

Bp. S berperan sebagai kepala keluarga yang mencari nafkah untuk seluruh anggota

keluarga.

Ny.E berperan sebagai ibu rumah tangga yang mengurus kebutuhan seluruh anggota

keluarga termasuk kebutuhan rumah tangga.

An.B dan adiknya ( An.E) berperan sebagai anak yang dituntut untuk dapat

menyelesaikan sekolahnya dengan baik. An.B dan An.E tidak pernah dipaksa untuk

bekerja di rumah ataupun di luar rumah untuk membantu ekonomi keluarga.

Dalam struktur keluarga Bp.S tidak terdapat pembagian tugas dan tanggung jawab

yang jelas dalam hal melakukan pekerjaan rumah tangga. Semuanya diborong oleh Ny.E

sebagai ibu rumah tangga. Jika Ny.E sakit dan harus istirahat maka pekerjaan rumah

tangga dibantu oleh An.E, sedang anak B tidak suka melakukan pekerjaan rumah tangga.

An.B mempunyai banyak teman baik pria maupun wanita. Sehingga waktunya

banyak tersita dan dihabiskan bersama teman-temannya. Sering juga An.B terpengaruh

oleh teman-temannya.

Walaupun Bp.S berperan sebagai kepala keluarga, namun yang memegang peranan

apabila terjadi perselisihan pendapat adalah An.B. An.B juga mempunyai citra yang baik

dimata teman-temannya buktinya An.B pernah dipercaya sebagai bendahara dalam

organisasi remaja mesjid di lingkungan rumahnya.

Sementara Bp.S dahulunya juga aktif dalam organisasi pemuda dan menurut Ny.E,

Bp.S termasuk orang yang disegani di lingkungan rumah mereka. Ny. E juga pernah diajak

ikut arisan ibu-ibu, namun Ny.E tidak mau karena dilarang oleh Bp.S dan karena Ny.E

sudah sibuk dengan aktivitas rumah tangga.


24. Nilai dan Normal Keluarga :

Dalam keluarga terdapat 2 kebudayaan yang mempengaruhi nilai dan norma

keluarga yaitu; perpaduan antara India dan Minang. Namun karena keluarga Bp.S sudah

turun temurun tinggal di padang maka budaya India tidaklah kentara. Keluarga Bp.S lebih

cenderung berbudaya Minang dan berpegang pada ajaran Islam.

Beberapa nilai dan norma juga diterapkan dalam keluarga, misalnya Ny.E melarang

An.B keluar malam di atas jam 10 atau ketika Bp.S tidak menuntut Ny.E dan anak-

anaknya untuk bekerja membantu Bp.S mencari nafkah karena menurut Bp.S anaknya

harus menyelesaikan sekolah dengan baik.

Keluarga juga mematuhi peraturan-peraturan yang berlaku di lingkungan tempat

tinggal, sehingga keluarga mempunyai hubungan yang baik dengan anggota masyarakat

yang lain .

V. Fungsi Keluarga

25. Fungsi afektif :

Ny E mengatakan ia bahagia dengan keadaannya sekarang karena meskipun dengan

segala keterbatasan, ia dan suami masih mampu memenuhi kebutuhan anak-anaknya.

Keluarga memiliki gambaran diri yang baik, terlihat dari hubungan keluarga yang akrab,

mampu berinteraksi dengan lingkungan sosial, dan An. B juga mempunyai rasa bangga

memiliki keluarga dan tidak merasa minder dengan keadaan keluarganya.

26. Fungsi sosialisasi :

Orang tua membesarkan anaknya didasarkan pada nilai-nilai agama dan budaya yang

berasal dari Ny.E dan Bp.S. Dalam memberikan pola pengasuhan terhadap anak, Ny.E

memberikan batasan-batasan dalam kehidupan pergaulan anaknya, misalnya anak tidak


diizinkan pulang lebih dari jam 10 malam, juga melarang anaknya menginap di rumah

teman karena Ny.E khawatir terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.

Ny.E terlalu memanjakan anaknya seperti; makan disediakan, anak-anak tidak bisa

mengerjakan hal-hal kecil seperti mencuci piring.

27. Fungsi Perawatan Kesehatan

Bagi keluarga Bp.S, sehat adalah apabila keluarga dapat melaksanakan seluruh

aktivitas sehari-hari dengan baik tanpa ada gangguan seperti demam, flu, dan sakit kepala.

Sedangkan sakit adalah suatu keadaan di mana seluruh kegiatan dapat dilaksanakan atau

seluruh aktivitas sehari-hari tidak dapat dilakukan dengan baik.

Ditinjau dari tugas kesehatan keluarga :

a) Masalah Gangguan Pola Tidur

An.B mengatakan, sejak 3 tahun lalu selalu susah untuk tidur pada malam hari. An.B

mengatakan baru bisa tidur pukul 04.00 pagi dan bangun pukul 11.00 WIB dan sering

terbangun waktu tidurnya serta tidurnya terputus-putus. An.B mengatakan setelah bangun

tidur dia mudah lelah saat melakukan aktivitas sehari-hari. An.B mengatakan susah

berkonsentrasi untuk belajar dan sering tertidur di kelas. An.B mengatakan memiliki

kebiasaan menonton televisi sampai jam 3 pagi. Keluarga mengatakan bahwa mereka tidak

tahu apa penyebab An.B susah tidur di malam hari. Sampai saat ini keluarga mengatakan

belum merasakan hal tersebut sebagai masalah, sehingga An,B tidak dibawa ke pelayanan

kesehatan.

b) Masalah Asma

Ny.E mengatakan ia mengalami sesak nafas sejak tahun 2003. Pada november 2004,

Ny.E berobat ke dokter praktek dan didiagnosis dokter menderita asma. Menurut Ny.E,
asma adalah penyempitan saluran nafas. Namun, sampai saat ini tidak pernah lagi

mengontrol penyakitnya ke dokter praktek. Ny.E selalu mengkonsumsi obat bebas

(Asmasolon) apabila dia merasakan gejala sesak nafasnya mulai timbul. Ny.E tidak

mengetahui apa penyebab dari penyakitnya. Ny.E sering terpajan dengan asap rokok dan

debu di lingkungan rumahnya.

c) Masalah Gangguan Nutrisi

An.B mengatakan ia tidak nafsu makan. An.B hanya mampu menghabiskan setengah

porsi dari makanan sehari-hari. An.B mengatakan dia makan 2x sehari. AnB tidak suka

makan makanan ringan atau makanan tambahan. An.B mengatakan gangguan nutrisi

adalah orang yang kurus karena tidak nafsu makan. An.B mengatakan ia tidak tahu apa

penyebab dia tidak nafsu makan. Namun An.B mengatakan hal tersebut belum menjadi

masalah sehingga An.B merasa tidak perlu mengunjungi pelayanan kesehatan.

d) Masalah Hipertensi.

Bp.S mengatakan bahwa pada tahun 1978 ia mengunjungi dokter praktek karena

mengalami sesak nafas. Dokter praktek menyarankan untuk dilakukan pemeriksaan

lengkap. Dari hasil pemeriksaan diketahui bahwa Bp.S menderita hipertensi dan diabetes

mellitus. Menurut Bp.S, hipertensi adalah tekanan darah tinggi. Bp.S mengatakan belum

ada gejala-gejala yang mengganggu aktivitas sehari-harinya sehingga Bp.S tidak

memeriksakan lagi hipertensinya ke pelayanan kesehatan. Saat mahasiswa melakukan

pemeriksaan fisik diperoleh tekanan darah Bp.S adalah 190/100 mmHg.

Ny.E mengatakan sudah mengetahui bahwa dirinya hipertensi saat hamil anak

pertama. Sampai sekarang Ny.E masih menderita hipertensi. Namun, belum ada gejala-

gejala yang mengganggu aktivitas sehari-harinya sehingga Ny.E tidak lagi memeriksakan
dan mengontrol tekanan darahnya ke pelayanan kesehatan. Saat mahasiswa melakukan

pemeriksaan fisik diperoleh tekanan darah Ny.E adalah 180/100 mmHg (masih tinggi).

28. Fungsi Reproduksi.

Keluarga Bp.S mempunyai 2 orang anak, mereka mendapatkan anak pertamanya setelah

9 tahun menikah. 3 tahun kemudian barulah mendapatkan anak kedua tanpa menggunakan

alat kontrasepsi. Dapat diambil kesimpulan Ny.E sulit mendapatkan anak. Sedangkan

mengenai pola hubungan seksual, Bp.S dan Ny.E melakukan hubungan seksual dengan

frekuensi 1 kali seminggu, pada waktu kedua anaknya tidak berada di rumah misalnya

pada saat anak-anak pergi sekolah.

29. Fungsi Ekonomi .

Keluarga mampu memenuhi kebutuhan pangan, sandang, papan, walaupun pekerjaan

Bp.S hanya sebagai juru parkir dan Ny.E tidak bekerja. Pendapatan keluarga jarang sekali

dibelikan ke perabotan rumah dan barang-barang rumah tangga lainnya. Karena ekonomi

keluarga marginal, keluarga tidak mampu untuk berobat rutin ke dokter, hanya

memanfaatkan sumber-sumber yang ada pada masyarakat seperti , puskesmas, dan toko

obat.

VI. Stres dan Koping Keluarga

30. Stressor jangka panjang dan jangka pendek

Stressor jangka pendek yang dialami keluarga adalah penyakit asma yang diderita

oleh Ny.E, sementara stressor jangka panjang yang dialami keluarga adalah keadaan rumah

yang kurang rapi, kurang bersih dan ruangan yang sempit dan mengakibatkan kurangnya

privasi. Keadaan rumah yang demikian juga mengakibatkan asma Ny.E semakin sering

kambuh.
31. Kemampuan keluarga berespon terhadap situasi stressor.

Keluarga dapat beradaptasi dengan stressor dengan baik. Keluarga menganggap

kondisi yang menimbulkan stressor merupakan hal yang biasa dan sebagai anggota

keluarga mereka saling memahami kondisi yang ada dalam keluarga.

32. Strategi koping yang digunakan.

Dalam menghadapi masalah adalah keluarga bersikap terbuka dengan langsung

melontarkan perasaan yang dialami oleh masing-masing anggota keluarga. Dalam

menghadapi lingkungan atau keadaan rumah, tidak ada strategi khusus yang dilakukan

keluarga, mereka dapat menerima keadaan yang ada.

33. Strategi adaptasi Fungsional .

Jika dalam keluarga terjadi pertengkaran, maka masing-masing akan introspeksi diri,

meskipun sebelumnya antar anggota keluarga terjadi perang mulut, namun tidak pernah

menyakiti secara fisik. Selain itu keluarga tidak pernah mengalami berduka disfungsional,

jika salah satu anggota keluarga atau kerabat ada yang meninggal, keluarga tabah

menerimanya

VII. Harapan Keluarga

Ny.E menyatakan ia berharap kedua anaknya bisa mencapai status ekonomi yang

lebih baik daripada kedua orang tuanya.Ny.E berharap An.B bisa diterima disekolah

kepolisian nantinya.

Ny.E berharap pada mahasiswa PSIK agar mampu membantu Ny.E dan keluarga

dalam memberikan informasi tentang penyakit asmanya dan mengatasi gangguan pola

tidur pada An.B.


Daftar Pustaka

Carpenito, lynda Juall. Diagnosa keperawatan. Aplikasi pada Praktik Klinik. Edisi 6. 2000.

EGC. Jakarta.

Price,A.Sylvia.et al. Patifisiologi. Edisi 4. 1995. EGC. Jakarta.

Staf Pengajar FKUI. Ilmu Kesehatan Anak. 1985. Infomedika. Jakarta.


TUGAS KEPERAWATAN KELUARGA

ASUHAN KEPERAWATAN

PADA KELUARGA DENGAN ANAK REMAJA

Di Susun Oleh:

Tiur Roma Tua .S 02 121 006


Yulia Yasman 02 121 008
Rika Fitriani 02 121 010
Ira Mulya Sari 02 121 015
Iva Fitri Wahyuni 02 121 016
Fithriyani 02 121 027
Ummul Khairina 02 121 030
Mellatul Husni 02 121 032
Yuliyes Syukriana 02 121 034

Dosen Pembimbing
Fitra yeni, S.Kp
Program Studi Ilmu Keperawatan
Fakultas Kedokteran
Universitas Andalas
Padang
2005

Pemeriksaan Fisik
Aspek yang Nama klien
NO
dinilai Bp S Ny E An B An P
1. Keadaaan Kondisi badan cukup Kondisi badan cukup Kondisi badan cukup Kondisi badan
umum bersih dan rapi, bergerak bersih, bergerak bersih dan rapi, cukup bersih,
tanpa kesulitan, tanda- tanpa kesulitan, bergerak tanpa tidak ada tanda-
tanda meringis tidak ada tanda distress seperti kesulitan, BB: 57 kg tanda distress
BB: 55 kg, TB: 173 cm meringis (-), TB: 175 kg, BB: 56kg
BB: 60 kg, BMI: 18,5 TB: 178 cm
TB: 154cm

2. Tanda-tanda TD: 190/100 mmHg, TD: 180/100 mmHg, TD: 110/70 mmHg, TD:120/80mmHg
vital Nadi 72 x/mnt, Nadi 60 x/mnt, Nadi 55 x/mnt, Nadi 76 x/mnt,
suhu 36,7ºC, suhu 36,9ºC, suhu 36,6ºC, suhu 36,6ºC,
Pernafasan 16x/mnt Pernafasan 30x/mnt Pernafasan 24x/mnt nafas 18x/mnt

3. Kulit Warna kulit gelap, tidak Warna kulit gelap Warna kulit gelap Warna kulit gelap
ada bercak-bercak, kulit kulit, tidak ada merata, kulit agak warna kulit
kering hangat, lesi(-), bercak-bercak, kulit kering, lesi pada seragam, kulit
edeme(-),agak keriput kering dan hangat, bagian kaki, terasa hangat dan
turgor kulit baik, edema(-) lembab, turgor
lesi (-), edema(-) kulit baik, pd
kaki, edema (-)

4. Rambut Distribusi merata, Distribusi Distribusi merata , Distribusi


tekstur merata,warna hitam, warna hitam, tekstur merata,warna
halus,kering,warna tekstur agak kasar halus, kulit kepala hitam, tekstur
hitam dan mulai beruban dan kering, kulit tidak ada yang halus, kulit kapala
kulit kepala tidak ada kepala tidak ada mengelupas, bersih, bau(-),
yang mengelupas, ada yang mengelupas, pedinculus capitis (-) ketombe(-)
bagian yang berketombe ketombe(+) ketombe(-)
5. Kuku Tekstur halus, Tekstur halus, warna Tekstur halus warna Tekstur halus,
warnadasar kuku merah dasar kuku merah dasar merah jambu, warna dasar kuku
jambu, sianosis(-), jambu, lesi (+),path sianosis (-), pucat (-), merah jambu,
pucat(-), kapiler refill + jari tengah kanan kapilleri refil + 1 dtk, sianosis (-), pucat
2 dtk, lesi disekitar kuku dengan p:3 mm kuku panjang dan (-), kapileri refill
(-), kuku tidak terawat sudah terbentuk bersih +2 dtk, kuku
dengan baik jaringan sikatrik, bersih
kap.refill +1 dtk,
sianosis (-), pucat (-),
kuku kurang terawat
dengan baik

6. Kepala, Kepala : Kepala : Kepala : Kepala :


mata, telinga, Simetris, kulit kepala Simetris, kulit kepala Simetris, kulit kepala Simetris , kulit
hidung, halus, lesi (-), wajah halus, lesi (-), wajah halus, wajah simetris kepal halus,
tenggorokan simetris saat istirahat simetris saat istirahat saat istirahat dan dg wajah simetriis
dan dg pergerakan dan dg pergerakan pergerakan saat istirahat da
dg pergerakan

Mata : Mata : Mata : Mata :


Pupil isokor, bulat, Pupil isokor, bulat, Pupil isokor, bulat, Pupil isokor,
reaktif terhadap cahaya, reaktif terhadap reaktif trehadap bulat, reaktif
gerakan ekstraokuler cahaya, gerakan cahaya, gerakan terhadap cahaya,
utuh, konjungtiva merah ekstraokuler utuh, ekstraokuler utuh, gerakan
jambu, sklera putih konjungtiva merah konjungtiva merah ekstraokuler utuh,
jambu, sklera putih jambu, sklera putih konjungtiva
merah jambu,
sklera putih.

Telinga : Telinga : Telinga : Telinga :


Mendengar suara yang Mendengar suara Mendengar suara Mendengar suara
dibisikkan dlm jarak 60 yang dibisikkan dlm yang dibisikkan dlm yang dibisikkan
cm, membran tymphani jarak 60 cm, jarak 60 cm Saluran dlm jarak 60 cm
utuh,ada sekret membrana tymphani telinga bersih, Saluran telinga
utuh, ada sekret membrana tymphani bersih, membrana
utuh tymphani utuh

Hidung : Hidung : Hidung : Hidung :


Simetris, membran Simetris, membran Simetris, membrana Simetris
mukosa agak kering mukosa lembab, mukosa utuh dan membrana
utuh, mengidentifikasi utuh, lembab mukosa utuh dan
bau yang tepat mengidentifikasi bau lembab
yang tepat

Mulut : Mulut: Mulut : Mulut :


Membran mukosa Membran mukosa Membran mukosa Membran mukosa
merah jambu, agak merah jambu, merah jambu,agak merah jambu,
kering dan utuh, jumlah lembabdan utuh , kering dan utuh, lembab dan utuh,
gigi 32, uvula di garis jumlah gigi 31(gigi jumlah gigi 32 jumlah gigi 32
tengah seri depan atas sudah
dicabut), uvula di
garis tengah

7. Leher Trakea digaris tengah, Trakea di garis Trakea di garis Trakea di garis
nodus tidak teraba, tengah, nodus tidak tengah, nodus tidak tengah, nodus
tiroid tidak teraba, teraba, tiroid tidak teraba, tiroid tidak tidak teraba,
rentang gerak penuh, teraba, rentang gerak teraba, rentang gerak tiroid tidak
nadi karotis kuat teratur penuh, nadi karotis penuh, nadi karotis teraba, rentang
tanpa bunyi lain, kuat teratur tanpa kuat teratur tanpa gerak penuh, nadi
distensi vena jugularis bunyi lain, distensi bunyi lain, distensi karotis kuat dan
(-), leher tidak tegang vena jugularis (-), vena jugularis tidak teratur tanpa
leher tidak tegang ada, leher tidak bunyi lain,
tegang. distensi vena
jugularis (-), leher
tidak tegang.

8. Toraks/paru Diameter Diameter Diameter Diameter


anteroposterior toraks anteroposterior anteroposterior 1:2, anteroposterior
1:2, ekspansi penuh dan toraks 1:1,6 , ekspansi penuh dan 1:2, ekspansi paru
sama secara bilateral, ekspansi penuh dan sama secara bilateral, penuh dan sama
irama pernapasan teratur sama secara bilateral, irama pernapasan secara bilateral,
fremitus kiri=kanan irama pernapasan teratur. Fremitus irama pernapasan
teratur. Frem ka>ki kanan=kiri. teratur. Fre ka=ki

9. Payudara Putting kecil tidak ada Bentuk bulat, putting Tidak ada lesi, Tidak ada lesi,
nyeri sekitar payudara susu medium pembengkakan (-) pembengkakan (-)
dan aksila simetris, kulit halus
dan utuh, bengkak(-)
aksila, nyeri tekan(-),
masa atau nodul (-)

10. Kardio Titik impuls maks pada Titik impuls maks Titik impuls maks Titik impuls maks
vaskular 1 C kiri 5 di garis pada 1C kiri 5 di pada garis 1C kiri 5 1 C kiri 5 di garis
midklavikula, denyut garis midklavikula, di garis midklavikula,
nadi teratur, bunyi denyut nadi teratur, midklavikula, denyut denyut nadi
jantung tambahan (-), bunyi tambahan (-), nadi teratur, bunyi teratur, bunyi
TD :200/100 mmHg, TD: 190/100 mmHg, tambahan (-),TD: tambahan (-),
nadi 72 x/mnt nadi 60 x/menit 130/80 mmHg, TD:120/80mmHg
nadi 55 x/menit. nadi 76x/mnt

11. Vaskuler/ Edema pada ekstremitas Edema pada Edema pada Edema pada
perifer bawah (-), ekstremitas ekstremitas bawah ekstremitas awah (-), ekstremitas
hangat di sentuh (-), ekstremitas ekstremitas hangat di bawah (-),
hangat di sentuh sentuh ekstremitas
hangat di sentuh

12. Abdomen Simetris, bising usus (+) Simetris, bising usus Simetris, bising usus Simetris, bising
di keempat kuadran, (+) di keempat (+) di keempat usus (+), di
nyeri tekan (-), lentur kuadran, lentur dan kuadran, lentur dan keempat kuadran,
dan lemas lemas lemas lentur dan lemas

13. Muskulo Kekuatan sama secara Kekuatan sama Kekuatan sama Kekuatan sama
skletal bilateral, tidak ada secara bilateral, secara bilateral, secara bilateral,
krepitasi, ROM baik, ROM baik, krepitasi ROM baik, krepitasi ROM baik,
cara berjalan seimbang, (-), cara berjalan (-), cara berjalan krepitasi (-), cara
nyeri tekan pada sendi seimbang, nyeri seimbang, nyeri berjalan
(-), tidak tulang tekan (-) pd sendi, tekan pd sendi (-), seimbang, nyeri
belakang yang tidak ada tulang tidak ada tulang tekan pd sendi (-),
abnormal. LILA = 24 belakang yang belakang yang tidak ada tulang
cm abnormal. LILA = 28 abnormal. LILA= belakang yang
cm. 24,5 cm. abnormal. LILA=
24 cm.

14. Neurologis Status mental: Status mental: Satus mental:


Status mental: Sadar, berorientasi Sadar, berorientasi Sadar,
Sadar, berorientasi pd pd waktu, tempat dan pd waktu, tempat dan berorientasi pd
waktu, tempat dan orang. Memori lalu orang. Memori lalu waktu, tempat
orang. Memori lalu dan dan sekarang utuh, dan saat ini utuh, dan orang.
saat ini utuh, cara cara berjalan stabil gerakan Memori lalu dan
berjalan stabil dan dan seimbang terkoordinasi,jalan saat ini utuh ,
seimbang stabil dan seimbang gerakan
terkoordinasi,
jalan stabil dan
seimbang

Sensori : Sensori: Sensori :


Sensori : Merasa dan Merasa dan Merasa dan
Merasa dan mengidentifikasi mengidentifikasi mengidentifikasi
mengidentifikasi lokasi, lokasi, sentuhan lokasi, sentuhan lokasi, sentuhan
sentuhan secara bilateral secara bilateral secara bilateral secara bilateral

ANALISIS DATA

NO DATA MASALAH DIAGNOSA


KEPERAWATAN KEPERAWATAN
1. DS
 An B mengeluh mudah lelah saat melakukan Gangguan pola tidur Gangguan pola tidur
aktivitas sehari-hari. pada An B keluarga
 An B mengatakan sulit untuk berkonsentrasi Bp.S b.d KMK
untuk belajar. merawat anggota
 An B mengatakan malas belajar. keluarga dengan
 An B mengatakan ia sering tidur di kelas. gangguan pola tidur
 An B mengatakan sejak tiga tahun lalu ia
memiliki kebiasaan tidur pukul 04.00 WIB pagi
dan bangun pukul 11.00 WIB dan sering
terbangun waktu tidur dan tidurnya terputus-
putus.
 An B mengatakan ia memiliki kebiasaan nonton
TV sampai jam 03.00 pagi.
 An B mengatakan mudah tersinggung.

DO
 An B sering menguap
 TD 110/70 mmHg
 Nadi 55 x /menit.
 An B sering sering meminta perawat untuk
mengulangi pertanyaan atau informasi.
 An B tampak lunglai saat berjalan
 Prestasi An B menurun dibandingkan ketika di
SD SMP dulu.
 Nilai lapor bayangan An B berkisar 2-4
 Saat mahasiswa mengunjungi KK pukul 08.00
An.B masih tertidur di ruang tamu dengan
televisi menyala

2. DS
 An. B mengeluh kurang nafsu makan. Gangguan nutrisi Gangguan nutrisi
 An. B mengatakan ia hanya mampu kurang dari kurang dari kebutuhan
menghabiskan ½ porsi dari makanan yang kebutuhan tubuh tubuh pada An B
disediakan setiap makan. keluarga Bp.S b.d
 An. B mengatakan bahwa dia makan 2x sehari. KMK merawat
 An. B mengatakan ia tidak suka makan makanan anggota keluarga
ringan atau makanan tambahan. dengan penurunan
 An. B mengatakan rasa laparnya hilang setelah keinginan untuk
ia merokok. makan akibat stress

DO
 BB 57 kg, TB 175 cm, BMI = 18,5. dimana BMI
normal yang seharusnya adalah 19.
An. B terlihat hanya mampu menghabiskan ½
porsi ( 1/2 piring nasi )
 Konjungtiva An. B subanemis
 LILA 24 cm.

3. DS
 Ny. E mengatakan 2 minggu ini ia sering batuk Bersihan jalan nafas Bersihan jalan nafas
 Ny. E mengatakan batuknya berdahak. tidak efektif tidak efektif Ny. E
 Ny. E mengatakan belum pernah memeriksakan keluarga Bpk S b.d
batuknya ke laboratorium. KMK merawat
 Ny. E mengatakan kalau dia menderita asma anggota keluarga
semenjak 3 tahun lalu dengan peningkatan
produksi sekret.
DO
 Frekuensi nafas 30X/menit. Tekanan darah
180/100 mmHg. Nadi 60x/menit. Suhu 36,9x/
menit.
 Sputum (+), sputum jernih dan kental, tidak
berdarah
 Ibu sering mendeham saat berbicara, selama
pengkajian ibu mendeham sebanyak 6 x.
 Ny. E tidak berusaha membuang sputumnya saat
batuk.

4. DS
 Bp.S Mengatakan bahwa ia Resiko cidera Resiko cidera pada
mengetahui menderita hipertensi sejak tahun Bp.S dan Ny.E pada
1978, saat mengunjungi praktek dokter keluarga Bp.S b.d
 Bp.S mengatakan sampai saat ini KMK keluarga
tidak pernah mengontrol tekanan darahnya ke merawat anggota
puskesmas karena tidak merasakan gejala yang keluarga dengan
mengganggu aktivitasnya sehari-hari hipertensi
 Ny.E mengatakan mengetahui
bahwa ia mengalami hipertensi sejak hamil
pertama kali
 Ny.E mengatakan pernah
memeriksakan tekanan darahnya di puskesmas
tapi tidak rutin untuk kontrol karena tidak
merasakan gejala yang mengganggu
aktivitasnya
 Bp.S mengatakan kalau ia merokok
minimal satu bungkus sehari
 Ny.S mengatakan kalau ia pernah
merokok sewaktu hamil anak pertama tapi
sudah berhenti sejak ia mengalami sesak napas
3 tahun yang lalu

DO
TTV Bp.S (65 tahun)
 TD : 190/100 mmHg
 N : 72x /menit
 S : 36,7 C
 P : 16x /menit

TTV Ny.E (48 tahun)


 TD : 180/100 mmHg
 N : 60x/menit
 S : 36,9 C
 P : 30x /menit
Diagnosa Keperawatan Tujuan Jangka Panjang Tujuan Jangka Pendek Kriteria Standar Intervensi
1 2 3 4 5 6

Gangguan pola tidur pada Setelah dilakukan Setelah pertemuan, keluarga Respon verbal 1.1 Keluarga mampu 1.1.1. Gali
An. B keluarga Bp. S implementasi keperawatan 4 dapat : menyebutkan pengertian pengetahuan keluarga
berhubungan dengan KMK x 45 menit, keluarga mampu 1. mengenal masalah tidur dengan bahasanya tentang tidur.
merawat anggota keluarga merawat anggota keluarga anggota keluarga sendiri atau dengan 1.1.2. Jelaskan
dengan gangguan pola tidur dengan gangguan pola tidur dengan gangguan bantuan leflet. Tidur pengertian tidur dan pola
pola tidur. adalah penurunan aktifitas tidur efektif.
1.1 menyebutkan tubuh dan penurunan 1.1.3. Minta
pengertian tidur kesadaran. keluarga untuk
dan pola tidur Lama tidur normal= 6-8 mengulangi kembali.
yang efektif jam/hari, tidur dilakukan 1.1.4. Berikan
pada malam hari. reinforcement (+)
1.1.5. Berikan
kesempatan pada keluarga
untuk bertanya.
1.1.6. Diskusikan
jawaban.

1.2. Menjelaskan etologi Respon verbal 1.2. An. B mampu 1.2.1 Gali pengetahuan
gangguan pola tidur menyebutkan 5 dari 8 keluarga tentang etiologi
etiologi gangguan pola gangguan pola tidur.
tidur, yaitu : 1.2.2 Jelaskan etiologi
- letih gangguan pola tidur.
- merokok 1.2.3 Minta keluarga
- sakit mengulang kembali.
- mengkonsumsi 1.2.4 Berikan kesempatan
obat-obatan pada keluarga untuk
. - usia bertanya.
- stress 1.2.5 Minta keluarga untuk
- kebiasaan buruk menyebutkan kembali
seperti 1.2.6 Jawab pertanyaan
begadang keluarga
- lingkungan yang 1.2.7 Diskusikan jawaban.
tidak nyaman.
1.3. Menyebutkan tanda Respon verbal 1.3. An. B mampu 1.3.1Kaji pengetahuan
dan gejala gangguan menyebutkan 5 dari 9 keluarga tentang tanda
pola tidur. tanda dan gejala gangguan dan gejala gangguan pola
pola tidur dengan bantuan tidur.
minimal : 1.3.Berikan reinforcement
- kurang semangat, positif atas jawaban
malas. keluarga
- sukar untuk tidur 1.3.3Beri kesempatan
- tidur sebentar tapi keluarga untuk bertanya
sering 1.3.4 Jawab pertanyaan
- letih keluarga
- sering menguap, 1.3.5 Diskusikan jawaban
mudah tersinggung.
- Postur tubuh tidak
tegap.
- Lingkaran gelap
dibawah mata
- Berbicara cepat dan
sering salah
- Timbulnya kantong
mata.

1.4 Mengidentifikasi Respon verbal Keluarga mampu menyebutkan 1.4.1 Tanyakan pada anggota
tanfda dan gejala tandadan gejala gangguan keluarga tanda dan gejala
gasngguan pola tidur polas tidur yang dialami olrh gangguan pola tidur yang
yang dialami anggota keluarga dialami oleh anggita
keluarga keluarga.
1.4.2 Beri reinforcemen
positif atas identifikasi
yang diberikan oleh
anggota keluarga

2. Keluarga mampu
memutuskan untuk
merawat anggota
keluarga
2.1. Menyebutkan Respon verbal 2.1. An. B mampu 2.1.1. Gali pengetahuan
dampak lanjut dari menyebutkan 3 dari 6 keluarga tentang dampak
gangguan pola tidur. dampak lanjut dari lanjut dari gangguan pola
gangguan pola tidur tidur
dengan bahasa 2.1.2 Jelaskan dampak
sendiri,dengan bantuan lanjut dari gangguan pola
minimal atau leaflet tidur
- tidak konsentrasi belajar 2.1.3. Minta keluarga
- prestasi menurun mengulang kembali
- anemia atau kurang 2.1.4. Berikan
darah reinforcement (+)
- tidak peduli dengan 2.1.5. Beri kesempatan pada
lingkungan keluarga untuk bertanya
- daya tahan tubuh 2.1.6. Diskusikan jawaban
kurang atau lemah
- beresiko mengalami
kecelakan

2.2. Memutuskan untuk Respon verbal 2.2. Keluarga mampu 2.2.1. Motivasi keluarga
merawat anggota memutuskan untuk untuk mengatasi masalah
keluarga yang mengatasi masalah gangguan pola tidur pada
mengalami anggota keluarga dengan An. B.
gangguan pola tidur. gangguan pola tidur 2.2.2. Berikan reinforcement
(+) atas keputusan
keluarga untuk melakukan
tindakan .

3. Keluarga mampu Respon verbal 3.1. Keluarga mampu 3.1.1. Gali pengetahuan
merawat anggota menyebutkan 6 dari 11 keluarga tentang cara
keluarga dengan cara mengatasi gangguan mengatasi gangguan pola
gangguan pola tidur: pola tidur dengan bahasa tidur.
Menyebut cara mengatasi sendiri,dengan bantuan 3.1.2 Jelaskan cara
gangguan pola tidur. minimal atau leaflet mengatasi gangguan pola
Yaitu: tidur.
- lingkungan harus 3.1.3. Minta keluarga
tenang mengulang kembali
- tingkatkan rasa 3.1.4. Berikan
nyaman dan relaks reinforcement (+)
- berikan obat tidur bila 3.1.5. Beri kesempatan pada
perlu keluarga untuk bertanya
- hindari alcohol 3.1.6. Diskusikan jawaban
- pertahankan ruang
tidur sedikit dingin
- mandi air hangat
- kurangi minum kopi
- biasakan tidur dan
bangun teratur atau
sesuai jadwal
- hindari latihan berat 3
jam sebelum tidur
- kurangi minum jika
menyebabkan kencing
pada malam hari.

4. Memodifikasi lingkungan Respon verbal 4.1. Pada kunjungan yang tidak 4.1.1. jelaskan kepada
rumah untuk mengurangi direncanakan keluarga keluarga tentang cara
kebisingan menyebutkan telah melakukan 2 dari 5 memodifikasi lingkungan
kriteria lingkungan yang cara memodifikasi bagi penderita gangguan
nyaman untuk tidur lingkungan.Cara pola
memodifikasi lingkungan 4.1.2. Motivasi keluarga
bagi penderita gangguan untuk menerapkan cara
pola tidur adalah : memodifikasi lingkungan
- lingkungan yang bagi penderita gangguan
tenang pola tidur.
- lingkungan yang 4.1.3. Evaluasi pada
sedikit dingin kunjungan yang tidak
- bebas dari gangguan direncanakan ke rumah
hewan seperti : keluarga
nyamuk, tikus 4.1.4 Beri kesempatan
- mempersiapkan keluarga mengekspresikan
peralatan tidur yang perasaannya dan
nyaman mengajukan pertanyaan.
- lingkungan dengan 4.1.5 Jawab pertanyaan
cahaya yang sesuai keluartga dan berikan
reinforcemen positif.

5. Keluarga mampu Respon verbal 5.1. Yankes yang dapat 5.1.1 Sebutkan pada keluarga
memanfaatkan pelayanan digunakan antara lain: beberapa fasilitas
kesehatan untuk praktek dokter, psikolog kesehatan yang dapat
mengatasi gangguan pola dan puskesmas diginakan.
tidur. Manfaat dari pelayanan 5.1.2 Diskusikan dengan
5.1. Menjelaskan kesehatan: keluarga berbagai sarana
pelayanan askep, - mencegah timbulnya pelayanan kesehatan yang
manfaat yankes akibat lanjut / tersedia yang dapat
komplikasi gangguan digunakan
pola tidur 5.1.3. Jelaskan akan
- tempat konsultasi pentingnya fasilitas
pelayanan kesehatan
tersebut
5.1.4Dorong keluarga untuk
mengunjungi fasilitas
pelayanan kesehatan.

5.2 Memberikan dukungan Respon verbal Dukungan pada keluarga untuk 5.2.1. dukung keluarga untul
pada keluarga menggunakan yankes dapat memutuskan tindakan
untuk mendorong keluarga untuk 5.2.2. evaluasi adanya
menggunakan mengurangi/ mengatasi penurunan sakit setelah
palayanan gangguan pola tidur menggunakan fasilitas
kesehatan pelayanan kesehatan.
5.2.3. beri reinforcement
positif.

5.3. Mengunjungi tempat Pada kunjungan 5.3. Menunjukkan kartu 5.3.1 Motivasi klien untuk
yankes yang telah berobat bila mempunyai memanfaatkan pelayanan
terencana keluhan/ gangguan pola kesehatan
tidur 5.3.2. Berikan reinforcement
(+) atas tindakan yang diambil
keluarga untuk mengunjungi
pelayanan kesehatan
Diagnosa Keperawatan Tujuan Jangka Panjang Tujuan Jangka Pendek Kriteria Standar Intervensi
1 2 3 4 5 6

Kurang pengetahuan pada Setelah dilakukan Setelah pertemuan, keluarga Respon verbal 1.1. Ny. E menyebutkan 1.1.1. Gali pengetahuan
Ny. E keluarga Bp S b.d implementasi keperawatan 4 dapat : pengertian asma dengan keluarga tentang asma.
KMK merawat anggota x 45 menit, keluarga mampu 1. mengenal masalah sederhana. Asma adalah 1.1.2. Jelaskan pengertian asma.
keluarga dengan kurang merawat anggota keluarga anggota keluarga penyakit saluran 1.1.3. minta keluarga untuk
terpajan informasi tentang dengan kurang terpajan dengan kurang terpajan pernafasan yang mengulangi kembali..
asma. informasi tentang asma. informasi tentang asma. disebabkan oleh 1.1.4. Berikan reinforcement
1.1 menyebutkan penyempitan saluran nafas (+).
pengertian asma. yang tiba-tiba yang dapat 1.1.5. Berikan kesempatan pada
kembali secara spontan keluarga untuk
atau setelah pengobatan. bertanya.
1.1.6. Diskusikan jawaban.

1.2.1 Gali pengetahuan


keluarga tentang
etiologi asma.
1.2. Menjelaskan etologi 1.2. Ny. E mampu menyebutkan 1.2.2 Jelaskan etiologi
asma. Respon verbal etiologi asma, yaitu : asma.
- Faktor keturunan 12.3. Minta keluarga
- Alergen (debu, serbuk mengulang kembali.
buanga, obat-obatan, 1.2.4. Berikan reinforcement
makanan protein. (+).
Faktor Predisposisi : 1.2.5. Berikan kesempatan pada
- Faktor emosional dan keluarga untuk
- Faktor psikologis bertanya.
- Flubiasa 1.2.6. Diskusikan jawaban.
- Latihan fisik . 1.2.7. Gali pengetahuan
keluarga tentang tanda
dan gejala asma

1.3.1
Jelaskan tanda dan gejala
asma.
1.3.2. Minta keluarga
1.3. Ny. E mampu meyebutkan mengulang kembali
tanda dan gejala asma 1.3.4. Berikan reinforcement
dengan bantuan (+)
1.3. Menyebutkan tanda minimal : 1.3.5. Beri kesempatan pada
dan gejala asma. Respon verbal - Sesak nafas keluarga untuk bertanya
- Batuk dengan 1.3.6. Diskusikan jawaban
sputum atau tidak
- Wheezing (mengi)

2.2.1.1 Gali pengetahuan


keluarga tentang
dampak asma
2.1. Ny. E mampu 2.1.2 Jelaskan dampak lanjut
menyebutkan dampak dari asma
lanjut dari asma. 2.1.3. Minta keluarga
2. Keluarga mampu - Tunggu aktivitas mengulang kembali
memutuskan untuk sehari-hari 2.1.4. Berikan reinforcement
merawat anggota Respon verbal - Kecemasan (+)
keluarga - gangguan rasa 2.1.5. Beri kesempatan pada
2.1. Menyebutkan nyaman keluarga untuk
dampak lanjut dari bertanya
asma. 2.1.6. Diskusikan jawaban

2.2.1 Motivasi keluarga


untuk mengatasi
masalah asma pada
Ny.E.
2.2. Keluarga mampu 2.2.2. Berikan reinforcement
memutuskan untuk (+) atas keputusan
mengatasi masalah keluarga untuk
anggota keluarga dengan melakukan tindakan .
2.2. Memutuskan untuk asma.
merawat anggota
keluarga yang Respon verbal 3.1.1. Gali pengetahuan
mengalami asma. keluarga tentang cara
mengatasi asma.
3.1.2 Jelaskan cara mengatasi
gangguan asma.
3.1.3. Minta keluarga
3.1. Ny.E mampu mengulang kembali
menyebutkan cara 3.1.4. Berikan reinforcement
mengatasi asma : (+)
3. Keluarga mampu - menghindari kontak 3.1.5. Beri kesempatan pada
merawat anggota dengan allergen. keluarga untuk
keluarga dengan asma.: - Meningkatkan daya bertanya
Menyebut cara mengatasi Respon verbal tahan tubuh. 3.1.6. Diskusikan jwbn.
asma. - Segera konsul ke 4.1.1 Gali pengetahuan
tenaga kesehatan dan keluarga tentang
mencari pelayanan lingkungan yang
kesehatan yang tepat. nyaman untuk
- penderita asma
4.1.2 Jelaskan lingkungan
4.1 Keluarga dapat yang nyaman untuk
menyebutkan lingkungan asma.
yang mengurangi resiko 4.1.3 Minta keluarga untuk
terjadinya asma, dengan mengulang kembali
bantuan minimal : 4.1.4 Berikan reinforcement
4. Memodifikasi lingkungan - lingkungan yang (+)
rumah untuk mengurangi bersih 4.1.5 Berikan kesempatan
penyebab kekambuhan - menghindari tress dan pada keluaarga untuk
asma. emosional. bertanya
Respon verbal - lingkungan yang 4.1.6 Diskusikan jawaban
bebas asap rokok

5.1.1. Gali pengetahuan


keluarga tentang
keputusan keluarga
5.1.2 Berikan penjelasan
pada keluarga tentang
manfaat yankes
5.1.3. Berikan reinforcement
(+)
5.1. Yankes yang dapat 5.1.4. Beri kesempatan pada
digunakan antara lain: keluarga untuk
RS, puskesmas, praktek bertanya
dokter, bidan dan lain- 5.1.5. Diskusikan jawaban
lain. Manfaat dari
pelayanan kesehatan: 5.2.1. Motivasi klien untuk
5. Keluarga mampu - mencegah timbulnya memanfaatkan
memanfaatkan pelayanan akibat lanjut / pelayanan kesehatan
kesehatan untuk komplikasi dari asma. 5.2.2. Berikan reinforcement
mengatasi asma.. - sebagian pengobatan (+) atas tindakan yang
5.1. Menjelaskan asma. diambil keluarga untuk
pelayanan askep, Respon verbal - tempat konsultasi mengunjungi
manfaat yankes pelayanan kesehatan
5.2. Menunjukkan kartu
berobat bahwa sudah
mengunjungi pelayanan
kesehatan.

5.2. Mengunjungi tempat


yankes

Pada kunjungan
yang telah
terencana

Anda mungkin juga menyukai