Anda di halaman 1dari 25

# LAPORAN PRAKTIKUM GOLOGI TEKNIK

## PROGRAM STUDI TEKNIK GEOLOGI FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS DIPONEGORO

SEMARANG NOVEMBER 2010

LE

PE

ES

Laporan Praktikum Geologi Teknik Acara : Uji Penetrasi Sondir yang disusun oleh praktikan Ivada Pratama Dewi untuk memenuhi persyaratan tugas praktikum mata kuliah Geologi Teknik telah diperiksa dan disahkan pada :

Semarang,

November 2010

Asisten,

Praktikan,

li

lb b

## NIM L2L 008 037

DAFTAR ISI

Lembar Pengesahan ................................ ................................ ............. 2 Daftar Isi ................................ ................................ ................................ 3 Daftar Gambar ................................ ................................ ....................... 4 Daftar Tabel ................................ ................................ .................... ...... 5 Bab I Pendahuluan 1.1 Maksud ................................ ................................ ................. 6 1.2 Tujuan ................................ ................................ .................... 6 Bab II Dasar Teori ................................ ................................ ................ 7 Bab III Metodologi 3.1 Alat dan Bahan ................................ ................................ .... 14 3.2 Diagram Alir ................................ ................................ ......... 14 Bab IV Pengolahan Data ................................ ................................ ...... 16 Bab V Pembahasan ................................ ................................ ............ 20 Bab VI Kesimpulan ................................ ................................ ................ 23 Daftar Pustaka ................................ ................................ ....................... 24

DAFTAR

AMBAR

Gambar 2.1. Alat penetrasi konus / sondir ................................ ..... 7 Gambar 2.2 Uji sondir di lapangan ................................ ................. 9 Gambar 2.3 Contoh grafik sondir ................................ ................... 11

DAFTAR TABEL

Tabel 2.1 Konsistensi tanah lempung berdasarkan hasil sondir ( Terzaghi dan Peck, 1984 ) ................................ ........................... 12 Tabel 2.2 Kepadatan lapisan tanah berdasarkan hasil sondir ( Terzaghi dan Peck, 1948 ) ................................ ........................... 13

BAB I PE DAHULUAN

1.1 Maksud

1.1.1 Mengetahui nilai perlawanan konus dan hambatan lekat dari uji penetrasi sondir bikonus ( Dutch Cone Penetrometer ). 1.1.2 Menghitung harga local friction, friction ratio dan total friction dari data lapangan sondir bikonus. 1.1.3 Membuat grafik hubungan nilai perlawanan konus ( conus resistance ) dari jumlah hambatan lekat ( total friction ) terhadap kedalaman.
1.2 Tujuan

1.2.1 Mengetahui kegunaan uji penetrasi sondir dalam penyelidikan geologi teknik. 1.2.2 Mengetahui hubungan empiris antara nilai perlawanan konus terhadap sifat geologi teknik tanah / batuan. 1.2.3 Mengetahui tata guna lahan yang sesuai berdasarkan sifat geoteknik lapisan tanahnya.

BAB II DASAR TE RI

Berdasarkan

Sosrodarsono,

S.1981,

metode

percobaan

di

lapangan yang umum dilakukan pemeriksaan dan penyelidikan di lapangan adalah percobaan penetrasi atau penetration test yang menggunakan alat penetrometer. Cara penggunaan alat tersebut ialah dengan jalan menekan atau memutar stang stang yang mempunyai ujung khusus ke dalam tanah, kita dapat menentukan dalamnya berbagai lapisan tanah yang berbeda dan mendapatkan indikasi tentang

kekuatannya. Penyelidikan semacam ini disebut percobaan penetrasi dan alat yang dipakai disebut penetrometer statis ( sondir ). Penetrometer statis di Indonesia yang dipakai secara luas hanyalah alat sondir ( Dutch Penetrometer ), juga disebut Dutch deep sounding apparatus, yaitu suatu alat statis yang berasal dari negeri Belanda .

## 2.1 Tip P alatan Sondi

Peralatan sondir yang digunakan adalah mata sondir, yaitu alat khusus yang dapat melakukan penetrasi ke dalam tanah, konus biasa atau tunggal dank onus ganda atau bikonus. Untuk bikonus yang biasa digunakan adalah Dutch Cone Penetrometer jenis ini dengan kapasitas maksimu = 250 kg/cm 2. Besarnya cone yang digunakan dapat berubah ubah tergantung kebutuhannya atau jenis tanah tersebut. 2.1.1 Konus biasa (mantel konus, standart type ) Pada tipe standar yang diukur hanya perlawanan ujung ( nilai konus ) yang dilakukan dengan hanya menekan stang bagian dalamnya saja. Seluruh bagian tabung luar dalam keadaan statis ( diam ). Gaya yang dibutuhkan untuk

menekan kerucut ke bawah dibaca alat pengukur ( gauge ). Setelah pengukuran dilakukan, konus, stang stang dan casing luarnya saja. Jadi secara otomatis akan mengembalikan konus tersebut pada posisi yang siap untuk pengukuran berikutnya. 2.1.2. Bikonus ( friction sleeve atau adhesion jacket type ) Pada tipe bikonus yang diukur adalah baik nilai bikonus maupun hambatan pelekat. Caranya dengan menekan stang dalam yang menekan konus ke bawah dan dalam keadaan ini hanya nilai konus yang diukur. Bila konus telah ditekan ke bawah sedalam 4 cm maka dengan sendirinya akan mengkait friction sleeve dan ikut membawanya ke bawah bersama sama sedalam 4 cm juga, jadi di sini baik nilai konus maupun hambatan pelekat dapat diukur bersama sama. Kemudian hanya dengan menekan casing luarnya saja, konus, friction sleeve dan stang stang keseluruhannya akan tertekan ke bawah sampai titik kedalaman dimana akan dilakukan pembacaan berikutnya. Pada posisi ini secara otomatis

kedudukan konus dan friction sleeve seperti : kedudukan semula dan siap untuk percobaan berikutnya. Pembacaan dilakukan setiap 20 cm.

## Gambar 2.2 Uji sondir di lapangan

2.2

l bihan dan

l mahan Sondi

Keuntungan dalam mempergunakan alat sondir ini adalah : a. Cukup ekonomis b. Apabila contoh tanah pada boring tidak bisa diambil ( tanah lunak / pasir ) c. Dapat digunakan menentukan daya dukung tanah dengan baik d. Adanya korelasi empiris semakin handal e. Dapat membantu menentukan posisi atau kedalaman pada pemboran. f. Dalam prakteknya uji sondir sangat dianjurkan didampingi dengan uji lainnya baik uji lapangan maupun uji laboratorium, sehingga hasil uji sondir bisa diverifikasi atau dibandingkan dengan uji lainnya.

Menurut Sosrodarsono, 1981, sondir atau Cone Penetration Test memiliki kelebihan dan kekurangan, antara lain : a. Dapat dengan cepat menentukan lapisan keras dan diperkira kan perbedaan lapisan serta cukup baik untuk digunakan pada lapisan yang berbutir halus. b. Dengan rumus empiris hasilnya dapat digunakan untuk menhitung daya dukung tiang. c. Jika terdapat batuan lepas bisa memberikan indikasi lapisan keras yang salah dan tidak dapat mengetahui jenis tanah secara langsung. d. Jika alat tidak lurus dank onus tidak bekerja dengan baik maka hasil yang diperoleh bisa meragukan.

## 2.3 Tujuan Uji P netrasi Sondir

Tes sondir dimaksudkan untuk mengetahu perlawanan penetrasi konus / qc dan hambatan lekat / clef friction ( F ). Perlawanan penetrasi konus adalah perlawanan tanah terhadap ujung konus yang dinyatakan dalam gaya per satuan luas. Hambatan lekat adalah perlawanan geser tanah terhadap mantel bikonus dalam gaya per satuan luas. Jenis metode sondir dapat dilakukan dengan suatu

perhitungan dalam penentuan suatu nilai Local Friction ( LF ), Friction Ratio ( FR ) dan Total Friction ( TF ) seperti pada rumus ( Sosrodarsono, S, 1981 ) : 1. Cleef friction / hambatan lekat ( HL ) HL =


qt = qc + f

Keterangan : qc : perlawanan penetrasi konus / conus resistance ( kg/cm2 ) f : gaya friksi tanah terhadap selubung konus ( kg/cm 2 ) 10

qt : jumlah perlawanan ( kg/cm 2 ) faktor alat : luas konus standart ( 10 cm ) tahap pembacaan Local Friction = Friction Ratio =
 

: 20 cm

Grafik yang dibuat antara lain : perlawanan penetrasi konus ( qc ) pada setiap kedalaman dan jumlah hambatan pelekat / total friction ( TF ) pada setiap kedalaman. Total Friction ( kumulatif ) = HL + LF sebelumnya

## Gambar 2.3 Contoh grafik sondir

Hasil grafik yang dihasilkan pada cone penetration test dapat berupa grafik yang berbentuk zig zag pada kedalaman tertentu dan ada grafik yang lebih lembut pada kedalaman tertentu, hal ini menggambarkan jenis tanah yang ada pada kedalaman tersebut. Jika terlihat grafik yang berbentuk zig zag maka jenis tanah terebut lebih condong ke jenis tanah pasir, tetapi jika grafik lebih membentuk garis

11

yang lebih lembut hal ini menunjukkan pada kedalaman tersebut jenis tanah lebih cenderung ke jenis tanah lempung, hal ini disebabkan karena partikel pada pasir lebih besar daripada lempung.

## ekuatan Tanah Berdasarkan Uju Penetrasi

Harga perlawanan konus hasil uji penetrasi sondir pada lapisan tanah / batuan dapat dihubungkan secara empi ris dengan kekuatannya. Pada tanah berbutir halus ( lempung lanau ), dapat ditentukan tingkat kekerasan relatifnya. Sedangkan pada tanah berbutir kasar ( pasir gravel ) dapat ditentukan tingkat kepadatan relatifnya. Konsistensi Conus Resistance ( qc ) Kg/cm2 Sangat lunak / very soft Lunak / soft Teguh / firm Kaku / Stiff Sangat kaku / very stiff Keras / hard <5 5 10 10 -35 30 60 60 120 >120
( Terzaghi dan Peck, 1984 )

12

Konsistensi

## Friction Ratio ( FR ) % 2.0

Sangat Lepas ( very loose ) Lepas / Loose Setengah Lepas / medium Padat / dense Sangat padat / very dense

<20

20 40 40 120

2.0 2.0

## 120 200 >200

4.0 4.0

Tabel 2.2 Kepadatan lapisan tanah berdasarkan hasil sondir ( Terzaghi dan Peck, 1948 )

13

## BAB III METODOLOGI

3.1 Alat dan Bahan

a. Mesin sondir kekuatan sedang ( 2,5 ton ) b. Manometer 2 buah dengan kapasitas 60 dan 250 kg/cm 2. c. Konus atau bikonus d. Seperangkat pipa sondir dengan panjang masing masing 1 m e. 2 buah angker dengan perlengkapannya termasuk besi kanal f. Kunci pipa, linggis, meteran dan oli g. Waterpass tukang

3.2

ara

erja

1. Persiapan sebelum pengujian a) Siapkan lubang sedalam 65 cm untuk penusukan pertama. b) Masukkan 4 buah angker kedalam tanah sesuai letak rangka pembeban. c) Setel rangka pembeban, sehingga pembeban berdiri vertikal d) Pasang manometer untuk tanah lunak 0 s.d 2 MPa dan 0 s.d 5MPa atau untuk tanah keras 0 s.d 5MPa dan 0 s.d 20 MPa e) Periksa sistem hidraulik dengan menekan piston hidraulik menggunakan kunci piston, dan bila kurang tambahkan oli serta cegah terjadinya gelembung udara dalam sistem. f) Tempatkan rangka pembeban, sehingga penekan hidraulik berada tepat di atasnya. g) Pasang balok-balok penjepit pada jangkar dan kencangkan dengan memutar baut pengencang . h) Sambungkan konus ganda dengan batang dalam dan batang dorong serta kepala pipa dorong.

14

2. Prosedur pengujian (penekanan pipa dorong) a) Dirikan batang dalam dan pipa dorong di bawah penekan hidraulik pada kedudukan yang tepat. b) Dorong / tarik kunci pengatur pada kedudukan siap tekan, sehingga penekan hidraulik hanya akan menekan pipa dorong. c) Putar engkol searah jarum jam (kecepatan 10 s.d 20 mm/s), sehingga gigi penekan dan penekan hidraulik bergerak turun dan menekan pipa luar sampai mencapai kedalaman 20 cm sesuai interval pengujian. d) Pada tiap interval 20 cm lakukan penekanan batang dalam dengan menarik kunci pengatur, sehingga penekan hidraulik menekan batang dalam saja. 3. Prosedur pengujian (penekanan batang dalam) a) Baca perlawanan konus pada penekan batang dalam sedalam kira-kira 4 cm pertama b) catat pada formulir. c) Baca jumlah perlawanan geser dan perlawanan konus pada penekan batang sedalam pada formulir 4. Perhitungan dan pembuatan grafik a) Perhitungan formulir 1 b) Pembuatan grafik hasil uji sondir 5. Lanjutkan pengujian pada kedalaman 20cm berikutnya . 4 cm yang ke -dua dan catat

15

## Lokasi : Gedung A Titik Depth m

0,00 0,20 0,40 0,60 0,80 1,00 1,20 1,40 1,60 1,80 2,00 2,20 2,40 2,60 2,80 3,00 3,20 3,40 3,60 3,80 4,00 4,20 4,40 4,60 4,80 5,00 5,20

## :SA qc qc + f HL LF kg/cm kg/cm kg/cm kg/cm

0,00 0,00 0,00 5,00 5,00 12,00 6,00 2,00 3,00 3,00 10,00 9,00 5,00 7,00 8,00 5,00 4,00 3,00 3,00 2,00 5,00 5,00 4,00 4,00 3,00 3,00 4,00 0,00 0,00 0,00 9,00 9,00 19,00 18,00 5,00 5,00 5,00 17,00 16,00 9,00 11,00 10,00 7,00 6,00 6,00 6,00 5,00 9,00 9,00 9,00 10,00 6,00 6,00 7,00 0,00 0,00 0,00 8,00 8,00 14,00 24,00 6,00 4,00 4,00 14,00 14,00 8,00 8,00 4,00 4,00 4,00 6,00 6,00 6,00 8,00 8,00 10,00 12,00 6,00 6,00 6,00 0,00 0,00 0,00 0,40 0,40 0,70 1,20 0,30 0,20 0,20 0,70 0,70 0,40 0,40 0,20 0,20 0,20 0,30 0,30 0,30 0,40 0,40 0,50 0,60 0,30 0,30 0,30

FR %
0,00 0,00 0,00 8,00 8,00 5,83 20,00 15,00 6,67 6,67 7,00 7,78 8,00 5,71 2,50 4,00 5,00 10,00 10,00 15,00 8,00 8,00 12,50 15,00 10,00 10,00 7,50

TF kg/cm
0,00 0,00 0,00 8,00 16,00 30,00 54,00 60,00 64,00 68,00 82,00 96,00 104,00 112,00 116,00 120,00 124,00 130,00 136,00 142,00 150,00 158,00 168,00 180,00 186,00 192,00 198,00

16

5,40 5,60 5,80 6,00 6,20 6,40 6,60 6,80 7,00 7,20 7,40 7,60 7,80 8,00 8,20 8,40 8,60 8,80 9,00 9,20 9,40 9,60 9,80 10,00 10,20 10,40 10,60 10,80 11,00 11,20 11,40 11,60

3,00 3,00 3,00 4,00 4,00 3,00 4,00 3,00 2,00 3,00 2,00 2,00 2,00 3,00 3,00 4,00 12,00 11,00 15,00 20,00 22,00 22,00 23,00 29,00 27,00 27,00 21,00 43,00 68,00 93,00 101,00 172,00

6,00 6,00 6,00 7,00 6,00 6,00 6,00 7,00 5,00 5,00 4,00 5,00 4,00 5,00 5,00 7,00 16,00 18,00 21,00 27,00 32,00 31,00 31,00 40,00 39,00 38,00 36,00 67,00 91,00 131,00 155,00 187,00

6,00 6,00 6,00 6,00 4,00 6,00 4,00 8,00 6,00 4,00 4,00 6,00 4,00 4,00 4,00 6,00 8,00 14,00 12,00 14,00 20,00 18,00 16,00 22,00 24,00 22,00 30,00 48,00 46,00 76,00 108,00 30,00

0,30 0,30 0,30 0,30 0,20 0,30 0,20 0,40 0,30 0,20 0,20 0,30 0,20 0,20 0,20 0,30 0,40 0,70 0,60 0,70 1,00 0,90 0,80 1,10 1,20 1,10 1,50 2,40 2,30 3,80 5,40 1,50

10,00 10,00 10,00 7,50 5,00 10,00 5,00 13,33 15,00 6,67 10,00 15,00 10,00 6,67 6,67 7,50 3,33 6,36 4,00 3,50 4,55 4,09 3,48 3,79 4,44 4,07 7,14 5,58 3,38 4,09 5,35 0,87

204,00 210,00 216,00 222,00 226,00 232,00 236,00 244,00 250,00 254,00 258,00 264,00 268,00 272,00 276,00 282,00 290,00 304,00 316,00 330,00 350,00 368,00 384,00 406,00 430,00 452,00 482,00 530,00 576,00 652,00 760,00 790,00

17

Proyek Lokasi

## WAKTU Dari (jam) 08.00 Sampai (jam)

KEMAJUAN Kemajuan (m) 00.00 01.50 02.00 03.00 06.00 07.50 09.00 12.00 13.00 Total (m) 01.05 02.00 03.00 06.00 07.50 09.00 12.00 13.00 14.00 Panjang (m) 01.50 00.50 01.00 03.00 01.50 01.50 03.00 01.00 01.00

ORE Deskripsi Tanah penutup Pasir kelempungan abu -abu Lempung kepasiran coklat Lempung kepasiran coklat Lempung hitam Lempung hitam Pasir sedang abu -abu Pasir halus abu - abu Pasir halus abu - abu

## MATABOR Tipe Diameter KETERANGAN (mm) 73 73 73 73 73 73 73 73

12.00 13.00

18

4.3 Grafik Hasil Uji Sondir dan Korelasinya dengan Data P emboran

19

BAB V PEMBAHASAN

Pada praktikum geologi teknik kali ini adalah melakukan uji sondir. Namun pada praktikum kali ini tidak dilakukan uji secara langsung tetapi hanya melakukan perhitungan data yang telah ada. Sondir itu sendiri adalah alat berbentuk silindris dengan ujungnya berupa konus. Dalam uji sondir, stang alat ini ditekan ke dalam tanah dan kemudian perlawanan tanah terhadap ujung so ndir (tahanan ujung) dan gesekan pada silimur silinder diukur. Uji sondir ini bertujuan untuk

mengetahui perlawanan penetrasi konus / qc dan hambatan lekat / clef friction ( F ). Perlawanan penetrasi konus adalah perlawanan tanah terhadap ujung konus yang dinyatakan dalam gaya per satuan luas. Hambatan lekat adalah perlawanan geser tanah terhadap mantel bikonus dalam gaya per satuan luas. Dengan mengetahui nilai penetrasi konus dan hambatan lekat, kita dapat menentukan dalamnya berbagai lapisan tanah yang berbeda dan mendapatkan indikasi tentang kekuatannya sehingga kita dapat

mengetahui kelayakan tanah dalam perencanaan pembangunan sebuah gedung. Selain itu juga dapat menentukan pondasi yang akan dipilih dan letak pondasi bangunan. Dalam membangun sebuah gedung, untuk dapat ditancapkan pondasi yang aman dari penurunan maka uji sondir yang dilakukan hingga mendapat nilai qc diatas 120 kg/cm 2, karena pada nilai qc tersebut, memiliki konsistensi tanah yang keras, sehingga tidak dikhawat irkan terjadi penurunan.

20

5.1

## Hasil pengolahan data

Berdasarkan

pengolahan

data

pe rencanaan

pembangunan gedung A, didapatkan nilai resistensi konus, friction ratio, hambatan lekat, local friction dan total friction yang bervariasi. Dari kedalaman 0 meter sampai 8,4 meter didapatkan nilai qc=0 hingga qc=10 sehingga disimpulkan konsistensi tanah lempung pada kedalaman tersebut sangat lunak hingga lunak, dengan kepadatan lapisan sangat lepas. Sedangkan pada kedalaman 8, 6 meter hingga kedalaman 11,60 meter didapatkan nilai qc= 12 hingga qc= 172, maka disimpulkan konsistensi tanah lempung pada kedalaman ini yaitu teguh hingga keras dengan kepadatan lapisan lepas hingga padat.

5.2

## Korelasi Hasil Uji Sondir dengan Data Pemb oran

Berdasarkan data pemboran, lapisan tanah teratas adalah tanah penutup, yang diikuti pada didapat dibawahnya kedalaman 3 dengan meter pasir hingga

kelempungan. kedalaman 6

Kemudian meter

lempungpasiran.

Sedangkan

berdasarkan hasil perhitungan yang dap at terlihat melalui grafik, lapisan atas hingga kedalaman 3 meter grafik menunjukkan bentuk zig-zag yang menandakan bahwa lapisan ini terdapat jenis tanah pasir, dapat berupa pasir kelempungan. Lapisan dibawahnya dengan kedalaman 3 meter hingga 6 meter, gr afik qc menunjukkan bentuk yang cukup halus (smooth), hal tersebut menunjukkan bahwa lapisan dengan kedalaman ini adalah jenis tanah lempung. Hal ini sesuai dengan data pemboran yang menerangkan bahwa pada kedalaman 3 meter hingga 6 meter memiliki lapisan lempung pasiran. Sedangkan berdasarkan data pemboran, lapisan dengan kedalaman 6meter hingga 9meter memiliki tanah jenis lempung, sedangkan berdasarkan grafik qc hasil perhitungan, pada

21

5.3

Rekomendasi

Berdasarkan uji sondir perencanaan pembangunan gedung A ini, titik aman untuk dibuat pondasi bangunan yaitu pada kedalaman sekitar 11 meter, karena pada kedalaman ini, memiliki nilai konsistensi dan kepadatan tanah yang aman dari penurunan saat dibangun pondasi.

22

BAB VI KESIMPULAN
6.1 Nilai perlawanan konus pada lokasi perencanaan pembangunan gedung A bervariasi, mulai dari sangat lunak, lunak, teguh, kaku, sangat kaku hingga keras. 6.2 Nilai kepadatan lapisan tanah juga bervariasi mulai dari sangat lepas hingga padat. 6.3 Hasil perhitungan dan grafik dengan data pemboran memiliki korelasi yang hampir sama. 6.4 Berdasarkan uji sondir yang telah dilakukan, pondasi tiang yang aman untuk pembangunan gedung A ini sebaiknya tempatkan pada kedalaman 11,6meter.

23

DAFTAR PUSTAKA

Asisten Geologi Teknik, 1999, Panduan Praktikum Geologi Teknik, UGM, Yogyakarta. Endarto, Danang. 2005. Pengantar Geologi Dasar. Penerbit LPP dan Percetakan UNS : Surakarta. Rachwibowo, Prakosa. - . Material Kulit Bumi Mineral, Tanah dan Batuan. Teknik Geologi Universitas Diponegoro : Semarang Chabibie, Abdurrahman,dkk. Buku Panduan Praktikum Geomorfologi. 2007. Semarang: Laboratorium Geomorfologi UNDIP Anonim.2009.Geotechnic_Hydrology.www.google.com/search=manfaat_g eologi_teknik _;2_Desember_2009 Febri_Hirnawan,Zufialdi_Zakaria.2009. GEOTEKNIK_dan_GEOMEKANIK. www.google.com/search=manfaat_geologi_teknik_.Browsing;2_D esember_2009 http://ronymedia.wordpress.com/2010/05/24/apa -uji-sondir-itu/

24

25

### Dapatkan aplikasi gratis kami

Hak cipta © 2021 Scribd Inc.