0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
122 tayangan22 halaman

Laporan K3 di PT Yogyakarta Tembakau

PT. Yogyakarta Tembakau Indonesia telah melakukan berbagai upaya positif dalam penerapan K3, diantaranya menyediakan fasilitas kesehatan kerja yang memadai, melakukan sertifikasi bagi tenaga kesehatan, serta menerapkan program penghargaan dan audit K3 secara berkala guna meningkatkan kinerja K3 di perusahaan.

Diunggah oleh

Denixon P
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
122 tayangan22 halaman

Laporan K3 di PT Yogyakarta Tembakau

PT. Yogyakarta Tembakau Indonesia telah melakukan berbagai upaya positif dalam penerapan K3, diantaranya menyediakan fasilitas kesehatan kerja yang memadai, melakukan sertifikasi bagi tenaga kesehatan, serta menerapkan program penghargaan dan audit K3 secara berkala guna meningkatkan kinerja K3 di perusahaan.

Diunggah oleh

Denixon P
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

LAPORAN

PRAKTEK KERJA LAPANGAN (P.K.L)

PT. YOGYAKARTA TEMBAKAU INDONESIA


Alamat Perusahaan: Jl Imogiri Barat Km. 4 Randubelang, Bangunharjo, Sewon, Bantul,
Yogyakarta

PENGAWASAN K3 DIBIDANG KESEHATAN KERJA,


KELEMBAGAAN K3 DAN PENERAPAN SMK3

PEMBINAAN CALON AHLI K3 UMUM


KEMENTRIAN KETENAGAKERJAAN RI

KELOMPOK 4
1. Firmansyah Hakim (Ketua)
2. Dervin Simanjuntak (Moderator)
3. Bunia Fahmi
4. Muchamad Adi Setiawan
5. M. Taufik Rahman
6. Rikardi Mokoagow
7. Ahmad Kudori
PENYELENGGARA
PT. MULTIKRIDA JAYA UTAMA
DAFTAR ISI
DAFTAR ISI
BAB I PENDAHULUAN
A. LATAR BELAKANG
B. MAKSUD DAN TUJUAN
C. RUANG LINGKUP
D. DASAR HUKUM
BAB II KONDISI PERUSAHAAN
A. GAMBARAN UMUM TEMPAT KERJA
B. TEMUAN
1. TEMUAN POSITIF
2. TEMUAN NEGATIF
BAB III ANALISA
A. TEMUAN POSITIF
B. TEMUAN NEGATIF
BAB IV PENUTUP
A. KESIMPULAN
B. SARAN
LA,PIRAN
BAB I. PENDAHULUAN
A. Latar belakang
Kesehatan dan keselamatan kerja merupakan bagian aplikasi kesehatan
masyarakat di dalam suatu masyarakat pekerja dan masyarakat di lingkungannya.
Kesehatan dan keselamatan kerja bertujuan untuk memperoleh derajat kesehatan yang
setinggi- tingginya, baik fisik, mental dan sosial bagi masyarakat pekerja dan masyarakat
lingkungan perusahaan atau organisasi melalui usaha- usaha preventif, promotif, dan
kuratif terhadap gangguan kesehatan akibat kerja atau lingkungannya.
banyak peraturan yang diterbitkan mengenai upaya kesehatan dan keselamatan kerja
sejak tahun 1970, namun pada pelaksanaannya masih banyak kekurangan dan
kelemahannya karena terbatasnya personil pengawasan, sumber daya manusia bidang
kesehatan dan keselamatan kerja serta sarana yang ada. Oleh karena itu, masih
diperlukan upaya untuk memberdayakan lembaga-lembaga kesehatan dan keselamatan
kerja yang ada di masyarakat, meningkatkan sosialisasi dan kerja sama dengan mitra
sosial guna membantu pelaksanaan pengawasan norma kesehatan dan keselamatan
kerja agar terjalin dengan baik.
B. Maksud dan Tujuan
1. Mendalami dan mempraktekkan teori dan belajar dalam Penerapan K3 di
perusahaan serta dapat mengimplementasi penerapan tersebut dalam dunia kerja.
2. Tujuan Khusus
a. untuk mendapatkan gambaran dan pemahaman mengenai aplikasi K3 di
lapangan khususnya di bidang ; Pengawasan K3 di Bidang Kesehatan Kerja,
Kelembagaan K3 dan SMK3.
b. calon peserta Ahli K3 umum dapat mengidentifikasi, menganalisis dan
memberikan saran atau rekomendasi.
C. Ruang Lingkup
- Pengawasan K3 di Bidang Kesehatan Kerja;
- Kelembagaan K3 dan SMK3.
D. Dasar Hukum
Dasar hukum yang digunakan adalah:
Dasar Hukum K3 Kesehatan Kerja
1. Peraturan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi No. Per. 02/MEN/1980 Tentang
Pemeriksaan Kesehatan Dan Keselamatan Tenaga Kerja Dalam Penyelenggaraan
Keselamatan Kerja
2. Peraturan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi No. Per. 03/MEN/1982 Tentang
Pelayanan Kesehatan Tenaga Kerja
3. Peraturan Menteri Tenaga Kerja 07 tahun 2017 Tentang Program Jaminan Sosial
Tenaga Kerja Indonesia
4. Peraturan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi No. 15 tahun 2008 Tentang
Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan di Tempat Kerja
5. Keputusan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi No. 68 Tahun 2004 Tentang
Pencegahan Dan Penanggulangan HIV/AIDS di Tempat Kerja
6. Keputusan Dirjen PPK No. Kep. 22/DJPPK/V/2008 Tentang Petunjuk Teknis
Penyelenggaraan Pelayanan Kesehatan Kerja
7. Surat Edaran Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi No.SE.1/MEN/1979 Tentang
Pengadaan Kantin dan Ruang Tempat Makan

Kelembagaan dan Keahlian K3

1. Undang-undang No. 1 tahun 1970 Tentang Keselamatan Kerja;


2. Permenaker No. 04 Tahun 1987 Tentang Panitia Pembina Keselamatan dan
Kesehatan Kerja Serta Tata Cara Penunjukan Ahli Keselamatan Kerja;
3. Permenaker No. 02 Tahun 1992 Tentang Tata Cara Penunjukan Kewajiban dan
Wewenang Ahli Keselamatan dan Kesehatan Kerja.

Penerapan SMK3
1. Undang-Undang No. 1 Tahun 1970 Tentang Keselamatan Kerja;
2. PP No. 50 Tahun 2012 Tentang Penerapan SMK3;
3. Peraturan Menteri Tenaga Kerja No. 26 tahun 2014 Tentang Audit SMK3;
4. Peraturan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi No.1 Tahun 2007 Tentang
Pedoman Pemberian Penghargaan Keselamatan Dan Kesehatan Kerja (K3).
BAB II KONDISI PERUSAHAAN

A. GAMBARAN UMUM TEMPAT KERJA

Pt. Yogyakarta Tembakau Indonesia merupakan perusahaan yang bergerak dalam


bidang perindustrian rokok, dengan pengelolaan produk yang mengutamakan tenaga dan
tangan terampil dari sumber daya manusia secara langsung.

PT. Yogyakarta Tembakau Indonesia yang berdiri pada tanggal 27 januari 2003,
merupakan perusahaan yang berkomitmen dan memiliki tanggung jawab secara moral dan
social kepada seluruh karyawan, dan juga lingkungan sekitar perusahaan.

PT. Yogyakarta Tembakau Indonesia sendiri memiliki luas area sebesar 5.500 m 2
membuka lapangan pekerjaan sebanyak 960 orang karyawan, dengan proses produksi yang
berkelanjutan dan terus menerus, sehingga dapat menjadi penggerak ekonomi berkembangnya
daerah sekitar pabrik dengan bertumbuhnya sector-sektor ekonomi sebagai pendukung
aktivitas pabrik.

Gambar Alur Proses Produksi

GILLING PUSH CUTTER INSPEKSI WRAPPING

FINISHED
GOODS PRESS BALE BANDROL PACK

B. TEMUAN
1. Temuan Positif
K3 Kesehatan Kerja

- Tersedia ruangan poliklinik yang lengkap dan mobil sehat;


- Tersedianya dokter umum yang telah tersertifikasi;
- Tersedianya ruangan laktasi;
- Tersedianya paramedic yang telah tersertifikasi;
- Mendapatkan penghargaan penanggulangan HIV-AIDS di tempat kerja;
- Tersedianya jaminan kecelakaan dan kesehatan kerja;
- Adanya 9 petugas P3K untuk bagian produksi;
- Adanya ruamg musik karyawan;
- Adanya pemeriksaan kesehatan berkala karyawan;
- Tersedianya kantin makan karyawan yang telah tersertifikasi;

Kelembagaan dan Keahlian K3

- Tersedia dan tersebar dokumen komitmen kebijakan SMK3;


- Adanya peninjauan, dokumen, HIRARDC, pelatihan, pelaporan K3, dan sumber
daya;
- adanya pelaksanaan audit SMK3 yaitu audit internal;
- adanya tinjaun manajemen dan audit eksternal
- tersedianya sumber daya yang mempunyai kompetensi dan kewenangan sesuai
persyaratan yang berlaku;
- adanya penghargaan SMK3 dari pemerintah;
- adanya sertifikat nihil kecelakaan dari pemerintah.
2. TEMUAN NEGATIF
- Tidak ada ruangan khusus P3K;
- Hanya terdapat 5 buah kotak P3K tipe C dengan jumlah karyawan sebanyak 960.
A. Temuan Positif
K3 Kesehatan Kerja

Peraturan Perundang-
No Lokasi Temuan Manfaat undangan
(termasuk pasal dan ayat)
Ruang Tersedianya ruangan Sebagai ruangan Permenaker No. 3 Tahun 1982
1 Poliklinik poliklinik yang lengkap pemeriksaan dan Pasal 4 huruf a dan b tentang
dan mobil sehat pengobatan dari penyelenggaraan kesehatan
kecelakaan kerja kerjadapat diselenggarakan
ringan oleh dokter sendiri oleh pengusaha atau
dan paramedis mengadakan ikatan dengan
dokter atau pelayanan
kesehatan lain
Keputusan Dirjen PPK No.
Kep. 22/DJPPK/V/2008
Tentang Petunjuk Teknis
Penyelenggaran Pelayanan
Kesehatan Kerja bab III huruf A
nomor 2 yaitu “memiliki sarana
dan prasarana pelayanan
kesehatan kerja”.
Ruangan Tersediannya Sebagai Keputusan Dirjen PPK No.
2 poliklinik paramedis yang telah pembantu dokter Kep. 22/DJPPK/V/2008
tersertifikasi dan umum di poliklinik Tentang Petunjuk
memiliki SKP Teknis Penyelenggaraan
Pelayanan Kesehatan Kerja,
Bab III huruf A nomor 1 yaitu
“memiliki personil kesehatan
kerja meliputi Dokter
penanggung jawab pelayanan
kesehatan kerja; Tenaga
pelaksana kesehatan kerja
berupa dokter perusahaan dan
atau paramedic perusahaan;
Petugas administrasi atau
pencatatan dan pelaporan
pelayanan kesehatan kerja”.
Ruang Tersediannya ruangan Sebagai ruangan Keputusan Dirjen PPK No.
laktasi Laktasi untuk ibu Kep. 22/DJPPK/V/2008
3 menyusui Tentang Petunjuk Teknis
Penyelenggaraan Pelayanan
Kesehatan Kerja, Bab III huruf
A nomor 2 yaitu “memiliki
sarana dan prasarana
pelayanan kesehatan kerja”.
4 Ruang Tersedianya kantin Sebagai ruangan Surat Edaran Menteri Tenaga
kantin yang telah tersertifikasi untuk makan Kerja dan Transmigrasi
higienis dari dinas karyawan No.SE.1/MEN/1979 Tentang
kesehatan setempat. perusahaan Pengadaan Kantin dan Ruang
Tempat Makan yaitu
“perusahaan diharuskan untuk
memiliki kantin atau ruang
makan di perusahaan”.
5 Ruangan Tersediannya dokter Sebagai dokter Peraturan Menteri Tenaga
poliklinik umum yang telah penanggung Kerja dan Transmigrasi No.
tersertifikasi jawab di ruangan Per. 02/MEN/1980 Tentang
poliklinik Pemeriksaan Kesehatan Dan
Keselamatan Tenaga Kerja
Dalam Penyelenggaraan
Keselamatan Kerja Pasal 1,
huruf d yaitu “dokter yang
ditunjuk pengusaha dan telah
memenuhi syarat sesuai
peraturan”.
Peraturan Menteri Tenaga
Kerja dan Transmigrasi No.
Per. 03/MEN/1982 Pasal 5
yaitu “penyelenggaran
pelayanan kesehatan kerja
dipimpin oleh seorang dokter
yang disetujui oleh direktur”
6 Ruang Adanya pemeriksaan Sebagai bentuk Peraturan Menteri Tenaga
poliklinik kesehatan awal mempertahankan Kerja dan Transmigrasi No.
dan sebelum bekerja, derajat kesehatan Per. 02/MEN/1980 Tentang
Rumah berkala sebanyak 1 kali tenaga kerja Pemeriksaan Kesehatan Dan
Sakit dalam setahun dan Keselamatan Tenaga Kerja
khusus. Dalam Penyelenggaraan
Keselamatan Kerja, Pasal 2
ayat (2) yaitu semua
perusahaan sebagaimana
tersebut dalam pasal 2 ayat (2)
UU No. 1 Tahun 1970 harus
mengadakan pemeriksaan
kesehatan sebelum kerja.
Pasal 3 ayat (2) yaitu setiap
perusahaan diharuskan
melakukan pemeriksaan
kesehatan berkala.
Pasal 5 ayat (3) yaitu
pemeriksaan kesehatan khusus
diadakan pula apabila terdapat
keluhan-keluhan diantara
tenaga kerja.
4 Ruang Mendapatkan Sebagai bukti Keputusan Menteri Tenaga
piagam penghargaan adanya program Kerja dan Transmigrasi No. 68
dan penanggulangan penanggulangan Tahun 2004 Tentang
sertifikat HIV-AIDS di tempat penyakit menular Pencegahan dan
Kerja HIV-AIDS Penanggulangan HIV/AIDS di
TempatKerja, Pasal 2 (1) yaitu
“pengusaha wajib melakukan
upaya pencegahan
dan penanggulangan HIV/AIDS
di tempat kerja”.
8 Adanya jaminan sosial Sebagai bentuk Permenaker RI 07 tahun 2017
dan jaminan kesehatan perlindungan bagi Tentang Program Jaminan
bagi para pekerja dalam tenaga kerja. Sosial Tenaga Kerja Indonesia,
bentuk BPJS Pasal 6 ayat 1 yaitu “Pelaksana
Ketenagakerjaan Penempatan wajib
mendaftarkan Calon TKI/TKI
yang akan berangkat bekerja
ke luar negeri dalam program
KK, JKM, atau JHT kepada
BPJS Ketenagakerjaan”.
9 Ruang Adanya 9 petugas P3K Sebagai bentuk Permenakertrans No. 15 Tahun
Produksi yang terlisensi untuk usaha dalam 2008 Pasal 2 ayat 1 tentang
setiap bagian produksi pertolongan pengusaha wajib menyediakan
pertama pada petugas P3K dan fasilitas P3K
kecelakaan. di tempat kerja. Pasal 3 ayat 1
tentang Petigas P3K di tempat
kerja sebagaimana dimaksud
dalam Pasal 2 ayat 1 harus
memiliki lisensi dan buku
kegiatan P3K dari kepala
instansi yang bertanggung
jawab di bidang
ketenagakerjaan setempat.
10 Ruang Menyediakan sarana Sebagai faktor Permenaker No. 03 tahun 1982
musik kegiatan untuk penting untuk Tentang Pelayanan Kesehatan
mengurangi stres pada melepas penat Tenaga Kerja, Pasal 1 huruf a
pekerja berupa pekerja sebagai poin 2 dan 3 yaitu “Melindungi
ruangan/studio musik. hiburan dan tenaga kerja terhadap setiap
refreshing. gangguan kesehatan yang
timbul dari pekerjaan atau
lingkungan kerja dan
Meningkatkan kesehatan
badan, kondisi mental (rohani)
dan kemampuan fisik tenaga
kerja”.

No Lokasi Temuan Manfaat Peraturan Perundang-


undangan
(termasuk pasal dan ayat)
Adanya Ahli K3 Sebagai tenaga Permenaker No. 04 Tahun
11 Umum ahli yang 1987 tentang Panitia Pembina
di perusahaan berkeahlian Keselamatan dan Kesehatan
khusus dalam Kerja Serta Tata Cara
mengawasi Penunjukan Ahli Keselamatan
jalannya K3 di Kerja, Pasal 5 (1) yaitu “Setiap
perusahaan pengusaha atau pengurus yang
akan mengangkat Ahli
Keselamatan Kerja harus
mengajukan permohonan
secara tertulis kepada Menteri.”
Pasal 11 (1) yaitu “Keputusan
penunjukan Ahli Keselamatan
Kerja berlaku untuk jangka
waktu 3 tahun.” Permenaker
No. 02 Tahun 1992 tentang
Tata Cara Penunjukan
Kewajiban dan Wewenang Ahli
Keselamatan dan Kesehatan
Kerja, Pasal 3 yaitu “syarat
menjadi Ahli K3 Umum”
Pasal 4 (1) yaitu “Penunjukan
ahli keselamatan dan
kesehatan kerja ditetapkan
berdasarkan permohonan
tertulis dari pengurus atau
pimpinan instansi kepada
Menteri Tenaga Kerja
atau Pejabat yang ditunjuk.”
Pasal 7 (1) yaitu “Keputusan
penunjukan ahli keselamatan
dan kesehatan kerja berlaku
untuk jangka waktu 3 (tiga)
tahun.”
Tersedianya Sebagai UU No. 1 Tahun 1970 Pasal 10
12 organisasi organisasi yang ayat 1 tentang Menteri Tenaga
P2K3 di perusahaan menjalankan Kerja berwenang membentuk
program K3 di panitia P2K3 guna
perusahaan memperkembangkan
kerjasama, saling pengertian
dan partisipasi efektif dari
pengusaha atau pengurus dan
tenaga kerja dalam tempat-
tempat kerja untuk
melaksanakan tugas dan
kewajiban bersama di bidang
K3 dalam rangka melancarkan
usaha produksi Permenaker
No. 04 Tahun 1987 tentang
Panitia Pembina Keselamatan
dan Kesehatan Kerja Serta
Tata Cara Penunjukan Ahli
Keselamatan Kerja,
Pasal 2 (1) yaitu “Setiap tempat
kerja dengan kriteria tertentu
pengusaha atau pengurus
wajib membentuk P2K3.”
Pasal 3 yaitu:
“(1) Keanggotaan P2K3 terdiri
dari unsur pengusaha dan
pekerja yang susunannya
terdiri dari Ketua, Sekretaris
dan Anggota.
(2) Sekretaris P2K3 adalah ahli
Keselamatan Kerja dari
perusahaan yang
bersangkutan.
(3) P2K3 ditetapkan oleh
Menteri atau Pejabat yang
ditunjuknya atas usul dari
pengusaha atau pengurus yang
bersangkutan.”
Tersediannya banner Sebagai bentuk Undang-undang No. 1 Tahun
13 UU No. 1 tahun 1970 informasi dan 1970 Tentang Keselamatan
dan slogan K3 komunikasi dari Kerja, Bab X mengenai
banner pelaksanaan K3 Kewajiban Pengurus, Pasal
K3 dan juga poster perusahaan 14 “(a) secara tertulis
K3. menempatkan dalam tempat
kerja yang dipimpinnya,
semua syarat keselamatan
kerja yang diwajibkan, sehelai
Undang-undang ini dan semua
peraturan pelaksanaannya
yang berlaku bagi tempat kerja
yang bersangkutan, pada
tempat tempat yang mudah
dilihat dan terbaca dan
menurut petunjuk pegawai
pengawas atau ahli
keselamatan kerja; (b)
Memasang dalam tempat kerja
yang dipimpinnya, semua
gambar keselamatan kerja
yang diwajibkan dan semua
bahan pembinaan lainnya,
pada tempat-tempat yang
mudah dilihat dan terbaca
menurut petunjuk
14 Terdapat dokumen Sebagai bentuk Undang-undang No. 1 tahun
SOP prosedur kerja 1970 Tentang Keselamatan
dan JSA, selalu agar diperhatikan kerja, Pasal 4
menunjukkan oleh pekerja. (1) yaitu: “Dengan peraturan
prosedur perundangan ditetapkan syarat-
kerja pada setiap unit syarat keselamatan kerja dalam
pekerjaan. perencanaan, pembuatan,
pengangkutan, peredaran,
perdagangan, pemasangan,
pemakaian, penggunaan,
pemeliharaan dan
penyimpanan bahan, barang,
produk teknis dan aparat
produksi yang mengandung
dan dapat menimbulkan
bahaya kecelakaan.
Pasal 9 (4) yaitu “Pengurus
diwajibkan memenuhi dan
mentaati semua syarat-syarat
dan ketentuan ketentuan

Kelembagaan dan ahli K3

Penerapan SMK3
Peraturan Perundang-
No Lokasi Temuan Manfaat undangan
(termasuk pasal dan ayat)
Papan Tersedia dan Sebagai bentuk Undang-undang No. 1 Tahun
15 informasi tersebar informasi kepada 1970 Tentang Keselamatan
perusahaan dokumen karyawan terkait Kerja, Bab X mengenai
komitmen pelaksanaan Kewajiban Pengurus, Pasal
kebijakan SMK3 14 “(a) secara tertulis
SMK3 menempatkan dalam tempat
kerja yang dipimpinnya,
semua syarat keselamatan
kerja yang diwajibkan, sehelai
Undang-undang ini dan semua
peraturan pelaksanaannya
yang berlaku bagi tempat kerja
yang bersangkutan, pada
tempat tempat yang mudah
dilihat dan terbaca dan
menurut petunjuk pegawai
pengawas atau ahli
keselamatan kerja; (b)
Memasang dalam tempat kerja
yang dipimpinnya, semua
gambar keselamatan kerja
yang diwajibkan dan semua
bahan pembinaan lainnya,
pada tempat-tempat yang
mudah dilihat dan terbaca
menurut petunjuk pegawai
pengawas atau ahli
keselamatan kerja.”
PP No. 50 Tahun 2012
Tentang Penerapan SMK3,
Pasal 7 (1) yaitu “Penetapan
kebijakan K3 sebagaimana
dimaksud dalam Pasal 6
ayat (1) huruf a dilaksanakan
oleh pengusaha.“
16 Tersedianya Terpenuhinya PP No. 50 tahun 2012 Tentang
sumber semua Penerapan SMK3, Pasal 10
daya yang persyaratan K3 (2) mengenai Pelaksanaan
mempunya Rencana K3 yaitu “Pengusaha
kompetensi dan dalam melaksanakan rencana
kewenangan K3 didukung oleh sumber daya
sesuai manusia di bidang K3,
persyaratan prasarana, dan sarana”.
yang
berlaku
Adanya Sebagai bentuk PP No. 50 tahun 2012 Tentang
17 pelaksanaan peninjauan dan Penerapan SMK3, Pasal 14
audit SMK3 evaluasi atas (2) mengenai Pemantauan dan
yaitu audit kinerja serta Evaluasi Kinerja K3, yaitu
internal implementasi “Pemantauan dan evaluasi
SMK3 kinerja K3 sebagaimana
dimaksud pada ayat (1)
melalui pemeriksaan,
pengujian, pengukuran,
dan audit internal SMK3
dilakukan oleh sumber daya
manusia yang kompeten.”
PP 50 tahun 2012Tentang
Penerapan SMK3, Pasal 14
mengenai Pemantauan dan
Evaluasi Kinerja K3
yaitu:
(1) Pengusaha wajib
melakukan pemantauan dan
evaluasi kinerja K3
(2) Pemantauan dan evaluasi
kinerja K3 melalui
pemeriksaan, pengujian,
pengukuran, dan audit
internal SMK3 dilakukan oleh
sumber daya manusia yang
berkompeten.
18 Adanya tinjauan Sebagai salah PP No. 50 tahun 2012 Tentang
manajemen dan satu bentuk untuk Penerapan SMK3, Pasal 15
audit peninjauan dan mengenai Peninjauan dan
eksternal peningkatan Peningkatan Kinerja
SMK3 yaitu:
(1) Untuk menjamin
kesesuaian dan efektifitas
penerapan SMK3, pengusaha
wajib melakukan peninjauan.
(2)Peninjauan sebagaimana
dimaksud pada ayat (1)
dilakukan terhadap kebijakan,
perencanaan, pelaksanaan,
pemantauan, dan evaluasi.
19 Adanya Sebagai bentuk PP No. 50 tahun 2012 Tentang
peninjauan, dokumentasi Penerapan SMK3, Pasal 9
dokumen pelaksanaan mengenai Perencanaan K3
HIRADC, SMK3 di yaitu
pelatihan, perusahaan (1) Perencanaan sebagaimana
pelaporan K3, dimaksud dalam Pasal 6 ayat
dan sumber (1) huruf b dilakukan untuk
daya menghasilkan rencana K3.
(2) Rencana K3 disusun dan
ditetapkan oleh pengusaha
dengan mengacu pada
kebijakan K3 yang telah
ditetapkan sebagaimana
dimaksud dalam Pasal 7 ayat
(1).
20 Ruang Adanya Sebagai bukti PP No. 50 Tahun 2012
piagam dan penghargaan penyelenggaraan Tentang Penerapan SMK3 dan
sertifikat SMK3 dari SMK3 di Permenakertrans No.1 Tahun
pemerintah perusahaan 2007 Tentang Pedoman
Pemberian Penghargaan
Keselamatan dan Kesehatan
Kerja pada Lampiran II
mengenai Penghargaan,
bagian B dan yaitu:
“Penghargaan dapat diberikan
berdasarkan Surat Keputusan
Menteri Tenaga Kerja dan
Transmigrasi R.I dalam
bentuk:
1. Sertifikat;
2. Piagam;
3. Plakat;
4. Trophy;
5. Lencana.”
21 Ruang Adanya Sebagai bukti Permenakertrans No.1 Tahun
piagam dan sertifikat nihil pelaksanaan K3 2007 tentang pedoman
sertifikat kecelakaan dari di perusahaan pemberian penghargaan
pemerintah keselamatan dan kesehatan
kerja pada BAB III mengenai
Tata Cara Untuk Memperoleh
Penghargaan poin A (1) yaitu:
(1) Kecelakaan Nihil
Setiap perusahaan yang telah
memenuhi persyaratan untuk
memperolehpenghargaan
kecelakaan nihil, dapat
mengajukan permohonan
kepada instansi yang
bertanggung jawab di bidang
ketenagakerjaan di
Kabupaten/Kota dengan
disertaidata pendukung
sebagai berikut:
- Jumlah jam kerja nyata
seluruh tenaga kerja yang ada
di lokasi perusahaan selama 3
(tiga) tahun berturut-turut dan
diperinci dalam jumlah jam
kerja nyata tahunan;
- Jumlah jam kerja lembur
nyata setiap tenaga kerja,
yang bekerja lembur selama 3
(tiga) tahun berturut-turut dan
diperinci dalam jumlah jam
kerja tahunan;
- Jumlah jam kerja nyata dari
seluruh tenaga kerja pada
kontraktor dan atau sub
kontraktor (jika ada dan
dianggap merupakan
bagian dari perusahaan) yang
ada di lokasi perusahaan
selama 3 (tiga) tahun berturut-
turut dan diperinci dalam
jumlah jam kerja tahunan;
- Jumlah jam kerja lembur
nyata dari seluruh tenaga kerja
kontraktor dan atau sub
kontraktor (jika ada dan
dianggap merupakan bagian
dari perusahaan) yang ada di
lokasi perusahaan selama 3
(tiga) tahun berturut-turut dan
diperinci dalam jumlah jam
kerja tahunan.”

B. Temuan Negatif

Ko
Rati Pen
nse Saran/
Temu Potensi Peluan ng gen Pengaturan
No Lokasi nku rekomen
an Bahaya g resi dali perundangan
ens dasi
ko an
i
Ruan Tidak ada Jika Menyedi Permenaker
g ruangan terdapa akan No.
polikli khusus t ruangan 15 tahun 2008
ni P3K kecelak P3K pasal 8 ayat 1
k dapat a di sekitar huruf a tentang
terlambat an ruangan pengusaha
pertolong pada produksi wajib
annya tenaga menyediakan
kerja ruangan P3K.
Dijelaskan lebih
1 3 1 3 lanjut pada
Pasal
9 ayat 1 huruf a
tentang
pengusaha
dengan pekerja
100 orang atau
lebih wajib
memiliki
ruangan
P3K.
2 Seluruh Hany Jika ada 3 1 3 Tid Menamb Permenaker
ruanga a kecelaka ak ah 5 No. 15 tahun
n terda an kerja, ada buah 2008, Pasal 8
pat 5 kotak ayat 1 (b) dan
perusa buah tenaga P3K Tipe lampiran 2
haan kotak kerja C atau Tentang
P3K yang dengan ketentuan
tipe C membutu jumlah jumlah dan isi
denga hkan dan tipe Kotak P3K.
n pertolong kotak
jumla an yang
h secara berbeda
karya cepat
wan tidak
seban segera
yak tertolongi
960 akibat
kurangny
a kotak
P3K

Anda mungkin juga menyukai