0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
141 tayangan9 halaman

Akuisisi Data Spasial dengan QGIS

Dokumen tersebut memberikan panduan mengenai akuisisi data spasial dari berbagai sumber seperti Google My Maps, QGIS, GPS, dan Google Earth Engine. Beberapa langkah yang dijelaskan adalah cara membuat peta tematik di Google My Maps, mengunduh data dari OpenStreetMap menggunakan QGIS, merekam titik koordinat menggunakan GPS, serta mengakuisisi citra satelit menggunakan Google Earth Engine.

Diunggah oleh

Anas Ardiansyah
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
141 tayangan9 halaman

Akuisisi Data Spasial dengan QGIS

Dokumen tersebut memberikan panduan mengenai akuisisi data spasial dari berbagai sumber seperti Google My Maps, QGIS, GPS, dan Google Earth Engine. Beberapa langkah yang dijelaskan adalah cara membuat peta tematik di Google My Maps, mengunduh data dari OpenStreetMap menggunakan QGIS, merekam titik koordinat menggunakan GPS, serta mengakuisisi citra satelit menggunakan Google Earth Engine.

Diunggah oleh

Anas Ardiansyah
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

PL2103 Pengantar Data Spasial

Modul 3
Akuisisi Data

Penyusun :
Nurrohman Wijaya, Ph.D.,
Diaz Ekaputra, ST.
Tanggal : 15 Agustus 2021
Versi : 1
Tujuan dan Sasaran
Pada praktikum ini, praktikan akan menggunakan QGIS 3.16 dan beberapa
platform untuk mengakuisisi data raster dan vektor. Setiap poin yang
dijelaskan dapat berupa langkah-langkah atau fitur yang dapat digunakan
untuk melakukan visualisasi peta. Praktikan diharapkan mampu melakukan
mengakuisisi data dari berbagai platform.

Waktu
Perkiraan waktu pengerjaan 90 menit.

Data
Praktikan dapat mengunduh data-data spasial (data vektor dan raster) pada
drive yang sudah di-informasikan sebelumnya. Data yang dibutuhkan adalah
Data Praktikum3.rar yang berisi:

- Bandungkecamatan.shp

Syarat
Memiliki akun:
Open Street Map
Google Earth Engine
tanahair.indonesia.go.id
earthexplorer.usgs.gov
tides.big.go.id/DEMNAS/
Pendahuluan
Akuisisi artinya “memperoleh”. Secara sederhana, akuisisi data dapat
diartikan sebagai upaya untuk memperoleh data. Pada praktikum kali ini kita
akan mempelajari bagaimana memperoleh data spasial secara proaktif.
Terdapat beberapa sumber atau penyedia data spasial yang dapat kita
manfaatkan datanya secara mudah dan tidak berbayar. Pada praktikum kali
ini kita akan mengenal dan mempelajari beberapa sumber data tersebut.

Dengan Google My Maps


Google My Maps adalah salah satu layanan Google untuk membuat peta
tematik secara praktis dan mudah untuk membagikannya ke orang lain.
Kita juga dapat membentuk data sendiri dari Google My Maps dan mengunduhnya.
Misalnya, saat kita melakukan pra-survei studio untuk melihat beberapa
calon lokasi tempat penginapan dan beberapa tempat instansi yang akan kita
kunjungi, kita dapat membuat peta hasil kunjungan awal tersebut
menggunakan aplikasi Google My Maps. Kita dapat menambahkan data pada
aplikasi tersebut dan menampilkan datanya, misalnya lokasi calon tempat
penginapan, kantor-kantor instansi daerah, tempat makanan, toko atau
pasar swalayan setempat, dan lain sebagainya.
Google My Maps juga sudah memiliki aplikasi untuk ponsel cerdas, namun
kali ini kita akan mempelajari pada versi desktop.
1. Login ke Google Drive kalian.
2. Klik New > More > klik Google My Maps.
3. Muncul tab baru untuk membuat peta kita.
Klik Untitled map untuk menampilkan jendela dialog penggantian
nama peta dan deskripsinya.
Membuat Feature Baru
1. Kita dapat mendigitasi feature titik, garis, dan poligon pada Google
My Maps dengan tool Add marker dan Draw a line yang ada di
bawah search bar.
2. Untuk menggambar titik, klik seperti biasa di area yang ingin didigitasi.

3. Untuk menggambar poligon, buat segitiga


terlebih dahulu, beri nama, lalu klik Save,
kemudian tambahkan titik untuk menyesuaikan
bentuknya dengan mengarahkan kursor ke
tengah-tengah garis dan menyeret titik yang
terbentuk tersebut.

Melakukan Query
Kita juga dapat melakukan query dari pencarian yang dilakukan pada search
bar yang tersedia.

Misalnya kita ingin mencari “rumah makan Padang yang ada di Kota Cimahi dan sekitarnya.”

1. Atur tampilan peta ke tempat Cimahi berada. Perbesar atau perkecil


sehingga jangkauannya (extent-nya) sesuai.
2. Ketik di search bar kata kunci yang diinginkan, yakni “rumah makan
padang”. 3. Akan terbentuk layer baru yang berisi titik-titik yang menurut
Google merupakan rumah makan padang-rumah makan padang yang ada di
Kota Cimahi dan sekitarnya.

Mengekspor Data ke QGIS


Kita juga dapat mengunduh data-data yang kita akuisisi dari Google My Maps
untuk dapat diolah di QGIS.

Kita akan mengekspor hasil pencarian kita tadi ke ArcMap, misalnya.

1. Klik ikon-tiga-titik di sebelah kanan judul peta >


Export to KML/KMZ (gambar samping).
2. Muncul kotak dialog Export to KML/KMZ.
a. Pada drop-down menu nama layer hasil pencarian kita
tadi.
b. Kemudian klik Download.
c. Simpan file KML tersebut .

Dengan data QGIS


1. Unduh plugins QuickOSM
2. Install plugins tersebut.
3. Buka SHP yang akan dijadikan batas data yang akan diakuisisi atau pada pertemuan
ekarang silahkan zoom-in ke ITB Ganeca.
4. Aktifkan toolbar QuickOSM
5. Pilih data yang ingin diunduh beserta value jika dibutuhkan
6. Pilih layer extend untuk mengunduh sesuai layer yang ditampilkan
7. Run
Cara kedua dengan melalui export.hotosm.org/id/v3/

1. Buat nama data dan project

2. Pilih format yang dibutuhkan, dalam praktikum ini pilih file .shp.
3. Pilih data yang dibutuhkan.
4. Pilih Next dan Export lalu tunggu beberapa saat.
Dengan Menggunakan GPS
GPS adalah suatu alat yang digunakan sebagai sistem navigasi untuk memberikan
petunjuk posisi. GPS merupakan alat yang menggunakan satelit yang memancarkan
sinyal kepada GPS tracker. Hal tersebut membuat GPS memiliki akurasi yang lebih
tinggi dibandingkan alat tracker lainnya.

Cara Menyalakan
1. Pasang Baterai
2. Aktifkan perangkat GPS dengan menekan tombol power pada sisi kiri/kanan perangkat
3. Mencari satelit dengan cara memilih menu satelit di tampian layer utama dan lakukan
ditempat terbuka untuk memudahkan menangkap sinyal. Kemudian tunggu beberapa
saat mencapai akurasi maksimum satelit.

Pengaturan Dasar
1. Pilih Setup pada layar utama
2. Kemudian muncul menu lain pada pengaturan
• Sistem
• Tampilan
• Jejak
• Satuan
• Waktu
• Format Posisi
Untuk format posisi perlu diperhatikan untuk menggunakan UTM 48s dan
Datum peta WGS 84.

Cara Membuat Titik


1. Tekan tombol enter beberapa waktu untuk membuat tanda atau mark
2. Jika tanda atau mark telah muncul, pilih Selesai dan kemudian titik yang telah dibuat
akan terseimpan secara otomatis pada peta dan pada Menu ‘Kelola Titik’. Titik juga
dapat diedit untuk mengganti nama titik serta symbol yang ada pada layer.
3. Untuk titik lainnya dapat mengulangi kedua Langkah sebelumnya.
Cara Mengukur Jarak
1. Pilih PAGE pada perangkat kemudian ke bagian MENU dan pilih “peta”. Dengan begitu
titik yang sebelumnya telah dibuat akan terlihat.
2. Kemudian pilih MENU pada perangkat
3. Setelah itu akan munvul pilihan dan pilih “Mengukur Jarak”
4. Pilih kedua titik dan akan muncul jarak antar kedua titik.

Cara Mengukur Luas Area


1. Pilih “Kalkulasi Area” pada menu layar utama
2. Agar luas area yang diukur lebih akurat tentukan patokan utama dan perbesar tampilan
pada peta.
3. Pilih “Mulai” kemudian berjalan di sekeliling area yang dihitung.
4. Kemudian Kembali lagi pada titik awal berjalan dan pilih “Kalkulasi” agar dapat melihat
area.
5. Terakhir simpan data hasil ukur dengan memilih “SAVE”. Jika ingin merubah satuan
luasannya dapat memilih “Ubah Unit”.

Menginput data geotagging pada QGIS

1. Masukkan seluruh foto yang dimiliki ke dalam satu folder yang sama
2. Processing Toolbar panel >> Vector Creation >> Double click on
Import Geotagged Photos
3. Pilih lokasi folder yang sudah disediakan pada box Input folder
4. Pilih lokasi dan nama dari feature class yang akan dibuat pada box
Photos
5. Pilih OK
Website mengunduh data lainnya
tanahair.indonesia.go.id
earthexplorer.usgs.gov
tides.big.go.id/DEMNAS/

Dengan Google Earth Engine


1. Upload terlebih dahulu file .shp yang ukuran citra yang diinginkan ke
direktori GEE. 2. Masukkan coding dibawah:

//memanggil shp batas administrasi


var shp =ee.FeatureCollection('users/diazetra/BandungKecamatan')
Map.addLayer(shp)

//memanggil citra landsat


var image = ee.ImageCollection("LANDSAT/LC08/C01/T1_RT")
//filter sesuai ukuran shp
.filterBounds(shp)
//filter sesuai waktu yang diinginkan

.filterDate('2018-01-01','2018-12-31')
//sort citra dengan cloud cover terkecil
.sort('CLOUD_COVER',false)

//menghitung jumlah citra yang tersedia


var image_number = image.size()
print(image_number)

//memilih citra dengan cloudcover terendah


var image_sort = ee.Image(image.sort('CLOUD_COVER').first())
print(image_sort)

//setelah lokasi citra terbaik dipilih,paste ke tulisan berwarna


merah var image_final =
ee.Image('LANDSAT/LC08/C01/T1_RT/LC08_122065_20180706')
.select(['B6','B5','B4'])

//menampilkan citra yang sudah dipilih sesuai dengan ukuran shp yang
diinginkan Map.addLayer(image_final.clip(shp));

//export ke google drive dalam bentuk tif


Export.image.toDrive({
image : image_final,
description : 'LANDSAT8_KotaBandung',
scale : 30,
region : geometry,
folder : 'LANDSAT8',
fileFormat : 'GeoTIFF',
formatOptions: {
cloudOptimized: true
}
})

Anda mungkin juga menyukai