Anda di halaman 1dari 17

SARANA PRASARANA PERMAINAN BULUTANGKIS

SARANA PRASARANA PERMAINAN


BULUTANGKIS

DISUSUN OLEH : 1. PUTRI MESIYANI (6301411212)

PKLO
UniversitasNegeri Semarang 2011

KATA PENGANTAR

Puji syukur kita panjatkan kehadirat Allah SWT, Tuhan Yang Maha Esa yang telah

memberikan rahmat serta hidayahNya.Sehingga penyusunan tugas ini dapat diselesaikan. Tugas

ini disusun untuk diajukan sebagai tugas matakuliah sarana prasaranaolahraga “ MEMBAHAS

SARANA PRASARANA OLAHRAGA DALAM CABANG BULUTANGKIS” .

Demikianlah tugas ini disusun semoga bermanfaat, agar dapat memenuhi tugas

matakuliah.

SEMARANG, 2 OKTOBER 2011

Penyusun

putri mesiyani

(6301411212)
BULU TANGKIS

Latar belakang
bulu tangkis meskipun di kenal sebagai permainan yang di lahirkan di Polandia, di populerkan di
Inggrissetelag dia menjadi permainan kelas atas. Nama badminton sendiri di ambil dari nama
wilayah tanah pertanian milik bangsawan Inggriskemudian ini yang menjadi nama
ajangpertandingan. Di Indonesia permainan ini di duga masuklewat orang Eropa yang membawa
ketika mereka datang kemari. Indonesia sendiri mulai berkiprah di ininternasional ketika Tan
JoeHolmenjadi juara All England 1957. Setelah itu semakin diakui setelah menjadi juara piala
Thomas dengan mengalahkan raksasa Malaya dan mulai aktif di berbagaidemam bulutangkis
dengan pemain top.

Rumusan masalah :
apa saja sarana dan prasarana dalam permainan bulu tangjis ?

Tujuan penulisan :
1.untuk memenuhi tugas sarana dan prasarana olahraga
2. untuk mengetahui bagaimana sarana dan prasarana yang baik dalam permainan bulu tangkis.

PEMBAHASAN

1.Raket
Secara tradisional raket dibuat dari kayu.Kemudian aluminium atau logam ringan lainnya
menjadi bahan yang dipilih.Kini, hampir semua raket bulutangkis profesional berkomposisikan
komposit serat karbon (plastik bertulang grafit).Serat karbon memiliki kekuatan hebat terhadap
perbandingan berat, kaku, dan memberi perpindahan energi kinetik yang hebat.Namun, sejumlah
model rendahan masih menggunakan baja atau aluminium.

Raket pada masa lalu, sampai tahun 1970-an, masih dikenal raket yang baik gagang maupun
kepala (daunnya) terbuat dari kayu, sekarang umumnya dibuat dari bahan grafit, meskipun masih
ada yang dibuat dari bahan aluminium atau besi ringan.Bentuknya cuma beraneka macam, tetapi
yang nge-trend sampai dengan tahun 2002 adalah yang umumnya dipakai pemain
pelatnas.Semakin mahal harganya maka semakin enteng dan kuat raket itu.

Raket ini memiliki jaring yang dibuat dari senar (string), berupa tali plastik sintetis.Senar yang
baik adalah senar yang bisa dipasang sekencangkencangnya tetapi tidak mudah putus, agar raket
dapat memantulkan kok yang dipukul dengan kencang atau cepat. Raket ini biasanya dibungkus
dalam tas raket yang dapat memuat sampai kirakira enam buah raket.

Bagi yang serius bermain bulutangkis, sebaiknya pilih raket yang sesuai dengan karakter
permainan Anda. Pilihan yang tepat, akan membantu prestasi Anda.
Raket dengan teknologi yang dimiliki kerap menjadi faktor penting atlet
bulutangkis.Teknologinyapun berkembang signifikan, dari semula menggunakan bahan material
kayu hingga raket yang dikenal sekarang sudah menggunakan bahan aluminium atau titanium,
dengan pertimbangan bahwa bahan aluminium lebih ringan hingga bisa
memaksimalkanteknikpukulan.Awalnya, pada zaman pertengahan, di Inggris dikenal sebuah
permainan yang menggunakan shuttlecock dengan pemukul berupa dayung atau tongkat yang
kala itu disebut battledores. Dayung atau tongkat tersebut digunakan untuk memulul shuttlecock
dan menjaga agar tetap di udara serta mencegahnya menyentuh tanah.

Perkembangan pemukul yang belakangan dikenal dengan nama raket ini terbilang pesat, pada
awalnya secara tradisional raket dibuat dari bahan kayu. Pemilihan bahan berikutnya adalah
aluminium atau logam ringan lainnya.Kini hampir semua raket bulutangkis professional
berkomposisikan komposit serat karbon (plastik bertulang grafit).Serat karbon memiliki
kekuatan hebat terhadap perbandingan berat, kaku dan memberi perpindahan energi kinetik yang
hebat.Namun sejumlahmodel rendahan alias bukan merk ternama, masih menggunakan baja atau
aluminium untuk sebagian atau keseluruhan raket.

Sebagai panduan memilih raket, berikut adalah paparan ringkas spesifikasi dan istilah
untuk raket bulutangkis standar. Spesifikasi berikut memang bukan patokan
StandarInternasional,hanya sebagai pedoman umum saja.

Kelenturan Gagang (Stiffness of Shaft):

a. Medium (Fleksibel)
Pemindahan sebagian tenaga yang berpusat pada pergelangan tangan. Pemusatan energi untuk
tungkai yang fleksibel saat raket diayun memberikan daya tolak lebih besar saat shuttlecock
menyentuh raket. Jenis ini sangat baik untuk pertahanan (defensive) atau untuk mengontrol gaya
permainan lainnya.

b. Stiff (Limited Flexibility)


Pemindahan tenaga yang memungkinkan dari pergelangan tangan. Tangkai jenis ini sangat
dianjurkan untuk teknik permainan bertahan (defensive).Maupn permainan serangan (offensive).
c. Extra Stiff (Minimum Flexibility)
Pemindahan tenaga secara maksimum yang berpusat pada pergelangan tangan. Gerakan tangkai
raket yang minimalis memberikan ketepatan yang lebih baik atas penempatan shuttlecock.Raket
dengan tangkai jenis ini sangat ideal untuk teknik permainan serangan (offensive) seperti
smashing, net kill dan sebagainya.

2. Bentuk Frame Raket:


a. Conventional - Berbentuk Oval Standar.
b. Isometric - Berbentuk cenderung persegi (Square Head Share).

3. Komposisi Frame:
a. Basis Material
- AluminiumHi
- Modulus Graphite
- Super Hi-Modulus Graphite
- Ultra Hi-Modulus Graphite
- Nano Carbon
b. Mesh
- Woven Kevlar
- Titanium Composite (Utility Titanium)
- Ultra Titanium
- GForceTi
- UltimumTi

4. Shaft Composition (Komposisi Gagang):


a. Bahan Baku
- Aluminium
- Hi-Modulus Graphite
- Super Hi-Modulus Graphite
- Ultra Hi-Modulus Graphite
- Nano Carbon

b. Mesh (join gagang dengan frame)


- Titanium Composite (Utility Titanium)
- Ultra Titanium
- UltimumTi

5. Bobot Raket:
a. 2U (90-94g)
b. 3U (85-89g)
c. 4U (80-84g)
6. Panjang Total (frame tip – handle end):
a. Standard (665mm / 26.0 inches)
b. Long (675mm / 26.5 inches).

7. Ukuran Grip:
a. Hi-Qua G2 – 3.25 inches, Tactic / Yonex G2 – 4.00 inches
b. Hi-Qua G3 – 3.50 inches, Tactic / Yonex G3 – 3.75 inches
c. Hi-Qua G4 – 3.75 inches, Tactic / Yonex G4 – 3.50 inches
d. Hi-Qua G5 – 4.00 inches, Tactic / Yonex G5 – 3.25 inches

8. Toleransi Tegangan Senar:


a. Aluminium & Hi-Modulus Graphite Frames
- Main 18-20lbs (8-9kg)
- Cross 20-22lbs (9-10kg).

b. Super & Ultra Hi-modulus Graphite Frames


- Main 18-24lbs (8-11kg)
- Cross 20-26lbs (9-12kg).

9. Titik Keseimbangan dari Ujung Grip:


a. 270-280mm = Head Light (Defensive)
b. 275-285mm = Neutral (All Round)
c. 285-295mm = Head Heavy (Offensive)
d. 295-300mm = Extra Head Heavy (Offensive)

Meski bukan patokan khusus, bagi para peminat bulutangkis, mungkin sudah saatnya memilih
raket yang sesuai dengan kapasitas permainan masing-masing. Karena tiap pemain memiliki
kemampuan berbeda.Jadi jangan salah pilih raket, percuma punya raket canggih dengan kualitas
teknologi terbaru kalau ternyata tidak sesuai.

Tips Cara Pilih Raket Bulutangkis

Menurut saya untuk memilih Raket Bulutangkis dapat didasarkan pada :


A. Gaya main/ Type Pemakai, yaitu memilih Raket disesuaikan dengan Type Pemakai
apakah Type Penyerang , Bertahan / Kontrol atau Type keduanya sama baik.
1.Untuk Type Bertahan dan Kontrol bisa di pakai raket yg tidak begitu berat yaitu jenis 4U atau
3U dengan titik keseimbangan dari ujung Grip 270-285 dan fleksibilitas raket medium atau
Flexibel . misal Yonex type NS9000S, AT9000T, MP21/MP18.
2. Untuk Type Penyerang /Smash Raket dipilih yg agak berat yaitu jenis 3U atau 2U dengan titik
keseimbangan 285-300 dan fleksibilitas raket Extra Stiff atau Stiff misal Yonex type AT900P,
MP99, Carnonex21.
3. Untuk Type Bertahan dan Menyerang sama baik bisa dipilih Raket jenis 3U, Titik
keseimbangan 275-285 dan Fleksibiltas Medium misal Yonex type : Ti-10, NS7700, NS5000,
AT700, AT300, AT150, MP45, MP29LIGHT, CARBONEX (8600Ti, 7000DF &
Pemilihan jenis raket tsb tidak harus seperti diatas karena bisa jadi setiap pemain memliki
kecocokan jenis tersendiri.
B. Mencoba langsung Berbagai Jenis Raket dan dicoba dengan berbagai jenis pukulan,
jika Cocok Pilih raket tersebut. Catat untuk dipilih Bahan , Merk dan Type Raket , Jenis
dan tarikan senar . Jika raket sudah tidak diproduksi lagi Raket bisa dibeli dengan melihat
spesifikasi Raket yang sama dengan spesifikasi dibawah :
Spesifikasi Raket (Yonex) dapat dibedakan menurut :
1. Fleksibilitas Raket : Extra Stiff (kaku), Stiff, Medium, Extra Flexible dan Flexible.
2. Berat Raket : 2U (90-94g) ; 3U (85-89g) ; 4U (80-84g)
3. Ukuran Grip : G2 (4″) , G3(3.75″), G4(3.5″), G5(3.35″)
4.Titik Keseimbangan (Dari Ujung Grip) : 270-280 : Head Light (Defensive), 275-285 : Neutral
(All Round), 285-295 ; Head Heavy (Offensive) 295-300 Extra Head Heavy (Offensive)
5. Bentuk Raket : Conventional ( Oval Biasa ) dan Isometric ( Oval dengan bagian atas
mendatar)
6. Panjang Total : 26 ” Standard dan 26.5″ Long
7. Bahan Raket : Alumunium, Modulus Graphite, Super Hi Modulus Graphite, Ultra Hi
Modulus Graphite, Nano Carbon, Woven Kevlar, Titanium Composite, Ultra Titanium, G Force
Ti, Ultimum Ti.
C. Memilih ukuran Grip atau pegangan Raket. yg disesuaikan dengan Gengaman Tangan.
Umumnya Orang suka dengan Grip yang agak kecil (G5) karena Raket mudah dikontrol.
tapi ada juga yang suka Grip besar G3 atau G2.
D. Fisik Raket sempurna tidak cacat/ retak dan Raket bila disentil tanpa senar berbunyi
nyaring stainless . Ini berhubungan dengan bahan raket semakin kuat dan Stabil semakin
mahal. Bahan Raket dapat dipilih dengan melihat spesifikasi Bahan diatas.
E. Jika memilih Raket Bermerk Terkenal , Pastikan yg dibeli adalah Asli dan dibeli ditempat yg
bisa menjamin keaslian Barang(Biasanya Raket Asli ada di Katalog dan Pejual punya
Sertifikat dari Sunrise)..Jika memilih Merk tidak terkenal / palsu pastikan bahwa Raket
tidak berubah bentuk saat disenar dengan tarikan maksimal 28-30 lbs.
F. Jangan Lupa Pilih Senar yang Baik dan tarikan senar yang Pas . Senar dapat dipilih
berdasarkan : Ketahanan senar , Pantulan, Kontrol dan Peredam Getaran.
Untuk Ketahanan : Yonex BG65, BG 70Pro, BG65Ti Pantulan : NBG95,BG 80, BG66
sharp,BG65Ti, Kontrol : BG66, BG68Ti, BG85. Peredam Getaran : NBG 95, BG80
- Untuk yg suka smash : BG65Ti, NBG95, BG80, BG66sharp
-Untuk yg suka Kontrol : BG66, BG68Ti, BG85
Untuk Tarikan Senar, Jika Alat standard Yonex sesuaikan dengan Cara Tarik dan
spesifikasi Senar. jika alat tidak standard, Senar bisa ditarik antara 24-28lbs.
G. Untuk anak-anak diatas 9 tahun bisa menggunakan raket biasa seperti yang dipakai orang
dewasa hanya dicari yang tidak terlalu berat. Jika dipakai untuk latihan bisa menggunakan raket
yang agak berat (2U atau lebih) untuk melatih pergelangan tangan atau otot tangan. Untuk anak-
anak dibawah 8 tahun bisa pakai raket khusus anak dimana fisik raket agak pendek dibandingkan
raket dewasa misalnya type Yonex Isometric 20Jr
Contoh merk maket yang baik :
1. Yonex

 Armotec : AT900*, AT800, AT700*, AT250*, AT150


 Muscle Power : MP 99, MP45, MP33*
 Carbonex : Carbonex 30 Muscle, Carbonex21SP, Carbonex10sp
 Arcsaber 10^
 Spesial edition : Ti10*^
2. Apacs

 Edge Saber : ES10*, ES101


 Nano Power : NP900 atau NP299*
 Furious: F525^, F1000/2000
3. Astec

 Nano Pro900 atau Excalibur


4. Pro-Ace

 Titanium Gold atau Ti Maximum


 Thunderbolt1, 2, 3
 Sweetspot1000
5. Karakal

 M-tech 80 atau 85

6. Gosen

 Grapower 700Ti, 950Ti


7. RS

 Metric Titanium 100


8. RSL

 Daimond X1,Ti 5900,4900, 3200


 Matrix 5000, 7000
9. Ashaway
 Aero tech 800-900
 AS 700SQ, Nano electro / Dynamic
10. Hart

 Powershoot pro.
11. Gosen

 Type W810
12. Dunlop

 Type W810
13. Toalson

 Ti-max 2000XT, Premium Pro 100


 Toalson Megaflex : Inner and Power, Cyberlogic
14.Nassau

 Carbon 88
15. Carlton

 Airblade 33
 Powerblade 9909
16 Wilson
N CodeN Code
17 Prince

 Triple Threat Series


 ^ : Raket bagus untuk Smash maupun Kontrol / bertahan
 * : Raket ini bagus sekali untuk smash

2. Senar
 

Mungkin salah satu dari bagian yang paling diperhatikan dalam bulutangkis adalah senar
nya.Jenis senar berbeda memiliki ciri-ciri tanggap berlainan.Keawetan secara umum bervariasi
dengan kinerja.Kebanyakan senar berketebalan 21 ukuran dan diuntai dengan ketegangan 18

sampai 30+ lb. Kesukaan pribadi sang pemain memainkan peran yang kuat dalam seleksi senar.  
3. Kok
Kok adalah bola yang digunakan dalam olahraga bulutangkis, terbuat dari rangkaian bulu
angsa yang disusun membentuk kerucut terbuka, dengan pangkal berbentuk setengah bola yang
terbuat dari gabus.Dalam latihan atau pertandingan tidak resmi digunakan juga kok dari pelastik.
Kok yang bagus adalah kalau dipukul dengan raket dengan tangan di bawah pinggang
meluncur dengan lurus, tanpa gerakan ke arah kiri atau kanan saat mengundara.Para pemain
tingkat internasional sering mencoba kok dengan memukul ke ruang di balik netnya. Bila
dipukul dengan tangan mengayun dari bawah, kok yang baik akan mencapai kira-kira di tempat
yang sama dengan pelaku servis.
Dalam cabang olahraga bulu tangkis atau badminton setidaknya para pemainnya harus
mengetahui beberapa peralatan yang menjadi pendukung olahraga bulu tangkis tersebut.Satu
diantaranya adalah kok yang bisa kita dapatkan di toko olahraga dengan berbagai macam merk
produsen kok, seperti gajahmada dan samurai.Kok atau biasa disebut shuttlecock yang dibuat
oleh sebagian produsen umumnya sudah melalui tahap proteksi, penagawasan dan sesuai dengan
standarisasi dari organisasi bulutangkis seluruh dunia (IBF). Pada umumnya berat sebuah kok
adalah sekitar 5.67 gram dengan 14-16 buah bulu angsa yang menancap pada gabus dibalut kulit
berwarna putih dan diikat dua tali agar tidak mudah copot.Inilah yang sering digunakan pada
kejuaraan seperti, all England, Thomas cup, Uber cup, dan Indonesian Open.Setiap jenis kok
yang dibuat oleh produsen dan dipasarkan toko olahraga memiliki perbedaan dinamika ketika
hendak dipukul oleh raket. Untuk jenis kok yang bagus biasanya ketika dipukul dengan raket
dengan gaya tangan di bawah pinggang mempunyai dinamika yang lurus ketika hendak jatuh
kebawah, tanpa ada gerakan tamabahan ke kiri dan kana saat mengudara. Selain itu banyak cara
lain untuk mengetahui jenis kok bulutangkis dan dinamikanya saat dipukul raket, secara simple
biasanya kita dapat mencoba memukul kok kearah net dengan cara mengayunkan raket
bulutangkis, jika kok baik akan sampai kembali ketempat pertama kali servis dalam pertandingan
bulutangkis.Dengan beraneka ragamnya jenis kok bulutangkis dan dinamikanya ketika dipukul,
tentunya konsumen dengan sendiri dapat mengetahui jenis manakah yang akan digunakan dan
dibelinya di toko olahraga. Semakin bagus karakter kok bulutangkis saat dipukul maka tentunya
semakin mahal harga kok tersebut, begitupun sebaliknya.Pemain bulutangkis tentunya
menginginkan permainan yang nyaman apalagi saat bermain di lapangan outdoor, dimana
hembusan angin tidak dapat dihindari.Untuk itulah salah satu produsen kok membuat beberapa
kategori jenis kok dan dinamikanya.Kok bulutangkis dengan bobot ringan mempunyai kecepatan
lambat dan kok dengan bobot berat memiliki kecepatan tidak lambat. Sebagai pertimbangan
dalam membeli kok di toko olahraga setidaknya memperhatikan jumlah bulu kok yaitu 16,
panjang semua bulu minimal 62 mm dan 70 mm, pada ujung bulu memiliki diameter antara 58
mm, semua bulu harus tergabung menjadi satu, dan berat kok seluruhnya antara 4,47 gram atau
5,50 gram.

4. SepatuDan Pakaian
Seperti atlet lain pada umumnya, setiap pemain bulutangkis memiliki perlengkapan
utama dan tambahan ketika tampil di sebuah permainan atau pertandingan. Baju, celana, sepatu
tergolong asesori utama, sedang ikat tangan, ikat kepala, pengaman lutut bisa disebut tambahan.
Sepatu bulutangkis haruslah enteng, namun menggigit bila dipakai di lapangan agar pemain
dapat bergerak, balk maju maupun mundur tanpa terpeleset. Karet sol yang menggigit
dibutuhkan karena frekuensi gerakan maju dan mundur di bulutangkis berlangsung tinggi, dalam
tempo cepat.Sepatu bulutangkis umumnya berwarna putih dengan garis-garis yang warnanya
bervariasi.

Kaus kaki tidak wajib namun sebaiknya memiliki daya serap keringat yang tinggi dan
agak tebal supaya empuk dan mengurangi kemungkinan terjadinya iritasi kulit akibat pergesekan
kulit dengan sepatu.

Celana pendek atau kaus bulutangkis sebenarnya bebas, tetapi di tingkat internasional
banyak dipakai jenis kaus yang sejuk dan mampu menyerap keringat dengan cepat. Terkadang
pemain menggunakan kaus tangan, pengikat kepala, atau penjaga lutut, balk untuk keperluan
esensial maupun sekedar untuk menambah ramai penampilan.

Macam-macam merk pakaian bulutangkis:

Karena percepatan sepanjang lapangan sangatlah penting, para pemain membutuhkan


pegangan dengan lantai yang maksimal pada setiap saat.Sepatu bulutangkis membutuhkan
solkaret untuk cengkraman yang baik, dinding sisi yang bertulang agar tahan lama selama tarik-
menarik, dan teknologi penyebaran goncangan untuk melompat; bulutangkis mengakibatkan
agak banyak stres (ketegangan) pada lutut dan pergelangan kaki.

Sepatu andalan Yonex sebagai dipakai oleh pro atas.SHB-102LTD memanfaatkan yang terbaik
dari teknologi Yonex untuk respon instan & kelincahan dengan desain berpotongan rendah.

Cushion menyerap daya sistem & menggunakan energi dari shock untuk memberikan merasakan
kekuatan mendorong. Bagian atas fitur ganda Russel Mesh untuk rilis kelembaban 8x lebih baik
& kaki berkontur Ergoshape yang meningkatkan kenyamanan dalam sepatu.

 Di dalam sepatu, Brid Tangguh, bahan yang sangat tahan lama yang
mempertahankanbentuknya EVA lebih baik konvensional, rumah Daya Lembar Grafit&Claws
Lateral untuk stabilitas yang ditingkatkan dengan mengurangi berat badan.

 Juga, eksklusif untuk baris ini insole MCF yang mengikuti bentuk kaki Anda untuk cocok
dekat & nyaman.

Yonex :sepatu untuk permpuan


3-layer Daya sistem Cushion menyerap dan memanfaatkan energi dari kejutan untuk
memberikan merasakan kekuatan mendorong. Ia juga memiliki Yonex Sole Putaran dirancang
untuk memastikan gerakan halus dan transfer energi maksimum.
 Di dalam sepatu, Brid Tangguh, bahan yang sangat tahan lama yang mempertahankan
bentuknya EVA lebih baik konvensional, rumah Daya Grafit Lembar dan Claws Lateral untuk
stabilitas yang ditingkatkan dengan mengurangi berat badan.
Juga, eksklusif untuk baris ini insole MCF yang mengikuti bentuk kaki Anda untuk cocok dekat
dan nyaman.
Yonex : sepatu untuk yunior
Lembut di kaki dan sendi untuk pemain yunior.
 Dilengkapi dengan Cushion Kekuatan bawah tumit untuk bantalan serta tenaga penggerak.
 Daerah kaki Ergoshape berkontur membuat untuk merasa nyaman dan stabilitas.

 Upper: PU Leather, Polyester Mesh Atas: PU Kulit, Polyester Mesh


 Midsole: EVA, Power Cushion Midsole: EVA, Cushion Daya
 Outsole: Non-marking Rubber Outsole: Non-tanda Karet

Lapangan bulu tangkis


A. Partai Tunggal / Satu Pemain / 1 on 1 :
Panjang = 11,88 meter
Lebar = 5,18 meter
Luas = 61,5384 meter persegi
Tinggi Tiang Net = 1,55 meter
Tinggi Atas Net = 1,52 meter
Jarak Net Ke Garis Service = 1,98 meter
Jarak Garis Service ke Sisi Lapangan Luar = 3,96 meter

B. Partai Ganda / Dua Pemain / 2 on 2 :


Panjang = 13,40 meter
Lebar = 6,10 meter
Luas = 81,74 meter persegi
Tinggi Tiang Net = 1,55 meter
Tinggi Atas Net = 1,52 meter
Jarak Net Ke Garis Service = 1,98 meter
Jarak Garis Service ke Sisi Lapangan Luar = 4,72 meter

Keterangan : Net sama dengan Jaring. Dalam membuat lapangan bulu tangkis alias
badminton yang baik harus sesuai dengan standar internasional yang luasnya berbeda antara
pertandingan partai ganda dengan partai tungg Lapangan bulutangkis dapat dibuat dengan
mudah, di mana saja, sejauh tersedia ruangan seluas kira-kira 12 X 20 meter. Di tempat terbuka
tentu saja diupayakan agar gangguan angin tidak terlalu besar, sedangkan bila di ruang tertutup,
atap bangunannya sebisa mungkin di atas delapan meter agar shuttlecock yang tengah dimainkan
tidak sampai terganggu.
Di Indonesia, di kampung-kampung lapangan bulutangkis banyak didirikan di atas tanah,
semen cor, atau aspal.Namun, di gedung olahraga biasanya sudah berupa semen yang dilapisi
vinyl atau kayu lantai.Di lapangan yang diakui secara internasional digunakan karpet yang
terbuat dari karet keras, namun elastis.

Lapangan bulutangkis ber-ukuran 610 X 1340 cm, yang dibagi dalam bidang-bidang,
masingmasing dua sisi berlawaan.Ada garis tunggal, ada garis ganda, ada ruang yang memberi
jarak antara pelaku dan penerima servis.

TEBAL GARIS LAPANGAN

Tebal garis lapangan menurut standar BWF adalah 40mm. Garis lapangan harus mudah
dibedakan dan sebaiknya berwarna putih atau kuning.

CAT LAPANGAN OUTDOOR

KARAKTERISTIK:

         Anti Slip


         Tahan UV
         Anti Jamur
         Warna Indah & Tahan Lama

NET
Di tengah-tengah lapangan ada net yang tingginya 1,55m.Net merupakan pembatas
berupa jaring yang membentang antara dua bidang permainan yang diikatkan pada tiang. Tiang
itu haruslah kukuh, sehingga net yang dibentangkan tidak akan turun bila ditarik kencang agar
lurus. Tinggi net di tengah-tengah lapangan, haruslah 152 cm dari permukaan lapangan.

Spesifikasi Tiang Badminton Portabel (Portable Badminton Post) sebagai berikut :


- Tiang mempunyai ketinggian lubang roll untuk memasukan tali net setinggi 1,55 meter
dari lantai.
- Terdapat 3 kaitan setinggi 123 cm, 88 cm dan 53 cm.
- Tiang menggunakan besi holo ukuran 40 x 40 mm2 dan tebal 2 mm.
- Dilengkapi dengan 2 buah roda untuk menggeser.
- Landasan merupakan kotak besi dengan ukuran 7,5 cm x 25 cm x 50 cm.
- Masing-masing tiang diberi kotak pemberat 75 kg/tiang.
- Landasan diberi lapisan karet.
- Penghubung antara kotak pemberat dengan tiang menggunakan besi holo ukuran 50 mm
x 50 mm x 2 mm.
- Dimensi terluar setelah dirakit 55 cm x 60 cm x 170 cm.
- Sesuai standar PBSI (Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia).
spesifikasi Kursi Wasit Badminton:

1.       Rangka terbuat dari pipa besi yang berdiameter 1 inchi.


2.       Ketinggian kursi 165cm.
3.       Kursi terbuat dari bahan polypropiline / plastik.
4.       Dilengkapi dengan sandaran tangan.
5.       Dilengkapi juga dengan papan kayu untuk menulis.
6.       Berat sekitar 20kg.

Scoring bulutangkis

1. Pertandingan menggunakan score 21 x 3 rally point, dengan prinsip The Best of Three
Games.
2. Apabila kedudukan 20 sama, maka yang memperoleh selisih kemenangan2 angka sebagai
pemenang.
3. Apabila kedudukan 29 sama, maka yang mencapai angka 30 sebagai pemenang.

Interval

1. Apabila telah mencapai angka 11, pemain berhak istirahat tidak lebih dari 60 detik (1
menit) di mana pelatih diperkenankan mendatangi pemain untuk memberikan instruksi-
instruksi, namun pemain dilarang meninggalkan lapangan.
2. Sebelum melanjutkan game kedua dan game ketiga (kalau ada), pemain berhak istirahat
tidak lebih dari 120 detik (2 menit) dan pelatih diperbolehkan mendatangi pemain untuk
memberikan instruksi.
3. Pelatih boleh memberikan instruksi baik dengan kata-kata maupun dengan isyarat pada
waktu Shuttle Not in Play.

Cidera

1. Pemain yang mengalami cidera sewaktu bertanding tidak diberikan waktu khusus untuk
perawatan pemulihan. Apabila tidak dapat melanjutkan, pertandingan dinyatakan kalah.
2. Apabila terjadi perdarahan pada atlet, maka diberikan waktu untuk menghentikan
perdarahan tersebut pada batas normal.
3. Selain pemain yang sedang bertanding, tidak ada yang diperkenankan masuk lapangan,
kecuali atas ijin Referee.

PERATURAN PERMAINAN BULUTANGKIS

1. Wasit Pelaksana
Wasit yang memimpin pertandingan ditunjuk oleh Panitia (wasit PBSI)
a. Keputusan wasit yang memimpin pertandingan mengikat
b. Wasit dapat membatalkan keputusan Hakim Garis (Over Rule)
c. Referee berhak memutuskan segala sesuatu menyangkut pertandingan.

2. Peraturan

a. Peraturan permainan menggunakan peraturan PBSI / IBF


b. Regulasi kompetisi ini dibuat untuk kelancaran pertandingan dan acuan dari setiap team dalam
kegiatan ini

3.Pakaian dan Suttle Cock

a. Pakaian harus berpakaian olahraga bulutangkis yang sopan , warna bebas dan tidak
diperkenankan memakai kaos club.
b. Pemain wajib menggunakan KAOS BERKERAH & SEPATU OLAHRAGA
c. Shuttle cock yang digunakan disediakan dan diatur oleh panitia
d. Pemain membawa raket sendiri.

PERATURAN KHUSUS

1. Ketentuan Bertanding

a. Pemain harus sudah hadir ditempat pertandingan & melakukan registrasi dengan
menunjukkan surat tugas dan foto 30 menit sebelum jadwal pertandingan.
b. Pemain wajib mengetahui tempat dan waktu bertanding
c. Pemain yang belum dipanggil untuk bertanding tidak diperkenankan memasuki lapangan.
d. Pemain yang gilirannya bertanding setelah dipanggil 3 (tiga ) kali dalam waktu 5 (lima)
menit dari jadwal pertandingannya tidak hadir , maka dinyatakan kalah.
e. Jadwal yang telah tercantum dalam buku acara menjadi pedoman untuk dimulainya
pertandingan.
f. Bila terjadi gangguan , Referee berhak menunda atau memindahkan pertandingan ke tempat
lain dengan meneruskan angka yang telah dicapai.
g. Setiap SUPPORTER, PEMAIN, OFISIAL yang perilakunya dinilai PANITIA dan WASIT
dapat memicu kerusuhan, kericuhan, perkelahian atau mengganggu jalannya pertandingan akan
langsung diberi peringatan keras, dan jika tidak mengindahkan maka regu dari supporter,pemain
ataupun ofisial tersebut akan di DISKUALIFIKASI.

2. Sifat/Sistem pertandingan

a. Setiap regu terdiri dari :


(i) 2 partai single
(ii) 1 partai ganda
Masing-masing regu mendaftarkan minimal 4 nama pemain dan maksimal 8 nama pemain
b. Pertandingan Bersifat beregu dengan mempertandingkan 2 (dua) tunggal dan 1 (satu) ganda
c. Sistem yang di pakai dalam pertandingan adalah sistem gugur.
d. Kemenangan regu dapat di raih bila 2 kali kemenangan dalam setiap nomornya. ( 1 single dan
1 ganda / 2 single )

 Gedung badminton
Kriteria Standar Pemasangan Lampu Badminton
Pencahayaan untuk lapangan badminton, seperti kegiatan olahraga lain, meliputi berbagai
macam pendapat orang yang mungkin berubah-ubah tetapi tetap pada hubungan tingkat
penginstalasian pencahayaan lapangan badminton.syarat penginstalasian lapangan badminton
harus memenuhi kriteria-kriteria berikut diantaranya :
  lingkungan lapangan yang aman untuk para pemain.
  iluminasi yang efektif akan membantu para pemain, para official dan petugas lapangan.
tingkat pencahayaan yang cukup bagi para penonton.
  Sesuai Dengan BS EN 12193 (1999) -Pencahayaan lapangan olahraga, tiga dimensi area yaitu
prinsipal area (PA), total area (USULAN) dan area referensi (RA). principle area adalah daerah
permainan yang diperlukan untuk lapangan olahraga. Total area meliputi prinsple area dan
sebelah luar area permainan. Area referensi adalah area yang mana kebutuhan pencahayaannya
paling utama.
  masing-masing dimensi untuk pencahayaan lapangan badminton dianjurkan untuk PA = (13. 4m
x6.1m) dan Usulan (Max) = (18m x 10.5m).

Ketika merancang pencahayaan untuk lapangan badminton sangat ditujukan ketika permainan
badminton berlangsung.terutama ketika kok bergerak melewati jaring net, sehingga untuk
menerangi kecepatan geraknya, dibutuhkan pencahayaan yang maksimum. Kok dapat terlihat
dengan baik jika pencahayaan dilakukan secara optimal di tengah lapangan,Namun untuk tingkat
pencahayaan pada bagian belakang lapangan dianjurkan tidak terlalu maksimum.Para pemain
harus dapat melihat kemana arah kok bergerak, tanpa diganggu oleh silaunya pencahayaan atau
menganggu konsentrasi mereka dikarenakan gangguan pencahayaan tersebut.perancangan
instalasi penerangan badminton sangat memerlukan kecermatan dan ketelitian sehingga
penempatan lampu ditempatkan pada ketinggian tertentu atau standar. Hal ini dikarenakan
perancangan instalasi pencahayaanya sangat memerlukan taraf iluminasi yang tinggi tergantung
pada titik lokasi yang akan diterangi.
Pencahayaan adalah salah satu unsur paling penting dalam perancangan lapangan badminton
dimana tata letak dan warna yang dibutuhkan untuk pencahayaan lapangan badminton tersebut
harus sesuai dengan kondisi lapangan dan standar perancangan instalasi penerangan.
Posisi armatur tidak selalu berada diatas lapangan. Pengaturan pencahayaan diusahakan tidak
terganggu oleh masuknya cahaya lain ( cahaya alami) yang masuk melalui pintu dan
jendela.Latar belakang dan pencahayaan harus dipertimbangkan sebagai satu kesatuan yang
dapat mengubah kondisi permainan.Warna tembok memberikan satu nilai faktor refleksi (RV)
tidak lebih dari 50% dan langit-langit 70% –90%.Tidak semua warna memberikan latar belakang
yang baik, warna hijau dan biru merupakan warna yang disukai dan memiliki factor refleksi
50%. Dengan langit-langit jenis regardto nilai refleksinya mungkin lebih tinggi jika armatur
diposisikan dibawah langit-langit langit dan terdapat benda lain yang lebih terang. Oleh karena
itu, pabrik harus membuat langit-langit yang memiliki nilai faktor refleksi rendah.Kok dipukul
sangat tinggi dan melewati jarak, sehingga arah kok tersebut sesuai dengan pencahayaan.Kondisi
pencahayaan yang disukai dapat diperoleh ketika armatur diletakkan di langit-langit, dan alat
permainan yang digunakan sesuai dengan langit-langit dalam mengikuti arah kok.Armatur harus
diletakkan 5 meter dari lantai.Armatur harus diletakkan dari tengah lapangan ke pusat, saat
memosisikan taraf dengan bersih selain itu memosisikan tiga meter pada dua arah dan taraf
dengan area tengah lapangan.Tata letak ini telah dibuktikan dalam memberikan kondisi
permainan yang pantas dan menghindari keadaan dimana saat memainkan pertandingan.Salah
satu jenis armatur yang sesuai akan dipilih untuk pelindung dan mencegah cahaya langsung.
Kondisi pencahayaan yang baik diperoleh dengan penggunaan frekuensi cahaya yang tinggi.Jika
dipasang korden diantara lapangan,maka tingkat refleksinya harus stabil sehingga tidak
mengganggu system penerangan lapangan.
Berdasarkan Kriteria diatas,kami dapat menentukan jenis lampu yang dapat dipakai untuk
menginstalasi lapangan Olahraga ini,salah satunya yakni :
  Pemakaian Lampu jenis SON(philips)
  Type lampu yakni MASTER SON PIA Ag Free 400W
  Luminasi lampunnya 48000 lmn

PENUTUP

Kesimpulan
permainan bulutangkis merupakan permainan yang sangat digemari di Indonesiapermainan ini
membutuhkan tempat yang cukup untuk memainkan permainannya. Permainian ini minimal
dapatdimainkan oleh dua orang dan maksimal empat orang.

saran
permainan bulutangkis jharus sejakusia dini untuk menghasilkan bivit-bibit atlit yang dapat nama
baik bangsa Indonesia. Bulutangkis juga harus di kembangkan di pelosok –pelosok Indonesia
DAFTARPUSTAKA

Sham.2009. “Sarana Prasarana Badminton”.Diakses dari


http://saranaprasaranabadminton.blogspot.com/2009/04/14.html.Pada 14 Januari 2010.
Grice, Tony. 2002. BULUTANGKIS Petunjuk Praktis Untuk Pemula Dan Lanjut. Jakarta :PT
RajaGrafindo Persada.

Anda mungkin juga menyukai