LAPORAN PRAKTIKUM
INSTRUMEN LABORATORIUM KLINIK
Pengunaan Autoclave
Nama_NIM :
1. Ananda Dwi Wardhana_2211304141 8. Kartika Raharja S_2211304148
2. Rintang Puspa Anggraini_2211304142 9. Rindy Primadona_2211304149
3. Meidy Windi Winanti_2211304143 10. Nurlam Sangadji_2211304150
4. Rumaisha Azzahra Subekhi_2211304144 11. Arief Saputra Gobel_2211304151
5. Muhammad Ftaih 12. Nurul Hotimah_2211304152
Fisabilillah_2211304145 13. Indah Fira Ardianti_2211304153
6. Afrika Liani Luckytasari 14. Sindy Nadia Putri_2211304155
Winastuti_2211304146
7. Aprianti Nirwana Dewi_2211304147
Kelompok : C 1 (Satu)
Instruktur : Farida Noor Irfani, S. Si., M. Biomed
PROGRAM STUDI SARJANA TERAPAN
TEKNOLOGI LABORATORIUM MEDIS
FAKULTAS ILMU KESEHATAN
UNIVERSITAS AISYIYAH
YOGYAKARTA
2022
A. Judul Praktikum
Penggunaan Autoclave
B. Tujuan
Mampu mengenali dan memahami bagian – bagian, kegunaan, cara kerja, jenis –
jenis, dan prinsip kerja dari Autoclave
C. Dasar Teori
Alat kesehatan adalah suatu penunjang medis dimana dapat mendiagnosa suatu
penyakit,membaca suatu hasil diagnose,dan menganalisa suatu penyakit. Fasilitas
kesehatan yang utama yaitu rumah sakit yang didalamnya tentu terdapat berbagai alat
kesehatan. Berbagai penyakit ditangani di rumah sakit, pemeriksaan tehadap berbagai
jenis penyakit tersebut dilakukan di laboratorium. Terutama dalam pemeriksaan
laboratoriun untuk mempermudah dalam pengerjaannya pasti memerlukan alat yang
otomatis dalam bekerja sehingga dapat mempercepat dan mempermudah dalam setiap
pengerjaannya.
Pada perkembangan alat medis, alat laboratorium yang berkembang paling pesat.
Perancangan alat yang dilakukan sekarang sudah tidak dicampuri oleh tangan manusia
murni dilakukan oleh robotika. Salah satu alat laboratorium yang banyak dijumpai
dalam proses sterilisasi di laboratorium adalah autoclave.
Mikroorganisme adalah suatu telah mengenai organisme hidup yang berukuran
mikroskopis. Dalam dunia mikroorganisme terdiri dari lima kelompok organisme, yaitu
bakteri, protozoa, virus serta algae dan cendawan mikroskopis. Dalam mikroorganisme
kita mempelajari banyak segi mengenai jasad-jasad renik ini (juga dinamakan mikroba
atau protista), dimana adanya, ciri-cirinya, kekerabatan antara sesamanya seperti juga
dengan kelompok organisme lainnya, pengendaliannya dan peranannya dalam
kesehatan serta kesejahteraan manusia. (Pelczar dan Chan, 2005).
Salah satu cara untuk mencegah terjadinya kontaminasi pada peralatan medis yaitu
dengan cara sterilisasi. Sterilisasi merupakan suatu proses pengelolaan suatu alat yang
bertujuan membunuh atau menghancurkan mikroorganisme yang berbahaya. Sterilisasi
dilakukan dengan menggunakan pemanas air hingga mencapai suhu yang ditentukan,
sterilisasi dilakukan pada instrumen pakai ulang pada peralatan medis seperti gunting,
pisau bedah, dan pinset. Salah satu alat yang memiliki teknologi yang cukup tinggi dan
berbasis elektronika adalah Autoclave. (Handayani & Muhtadi, 2016)
Sterilisasi dapat didefinisikan sebagai proses yang secara efektif membunuh atau
menghilangkan mikroorganisme yang dapat berpindah (seperti jamur, bakteri, virus)
dari permukaan peralatan . Mikroorganisme dapat dikendalikan yaitu dihambat atau
dimatikan dengan menggunakan berbagai proses (Rakhmatullah, dkk, 2007). Metode
sterilisasi dapat dibagi menjadi dua kelompok umum yaitu fisik dan kimia meskipun
sterilisasi dapat dicapai dengan bahan kimia tertentu, umumnya metode fisik lebih
handal. Salah satu metode paling efektif untuk mematikan mikroorganisme
menggunakan suhu tinggi (Brawijaya, 2012). Salah satu alat sterilisator yang
menggunakan metode panas uap bertekanan adalah autoclave. (Hartono, dkk, 2016)
Autoclave adalah alat untuk mensterilkan berbagai macam peralatan dan
perlengkapan yang digunakan dalam mikrobiologi menggunakan uap air panas pada
umumnya 15 Psi dan dengan suhu 121℃. Lama sterilisasi yang dilakukan selama 15
menit ( Vishal, et all, 2016), Pada prinsipnya, sterilisasi autoklaf menggunakan panas
dan tekanan dari uap air. Perhitungan waktu sterilisasi autoklaf dimulai ketika
temperatur di dalam autoklaf mencapai 121 0C. Jika objek yang disterilisasi cukup tebal
atau banyak, transfer panas pada bagian dalam autoklaf akan melambat sehingga terjadi
perpanjangan waktu pemanasan total. Biasanya untuk mesterilkan media digunakan
temperatur 1210C dan tekanan 2 bar(a) selama 15 menit. Alasan digunakan temperatur
1210C adalah karena pada temperatur tersebut, tekanan akan menunjukan 2 bar(a) yang
akan membantu membunuh mikroorganisme dalam suatu benda. Untuk tekanan
atmosfer pada ketinggian di permukaan laut air mendidih pada temperatur 1000C,
sedangkan untuk autoklaf yang diletakkan di ketinggian sama, menggunakan tekanan 2
bar(a) maka air akan mendidih pada temperatur 1210C. (Denik Prasetyo & Nurrohman,
2012)
D. Metode
1. Alat
Alat yang kami gunakan untuk praktikum kali ini antara lain adalah Autoclave,
stabilizer,
2. Bahan
Bahan yang digunakan untuk praktikum kali ini antara lain adalah akuadest
3. Cara kerja
Ada beberapa tahapan cara menggunakan autoclave yang dapat dipelajari,
diantaranya proses menuangkan air, memasukkan alat, menutup autoclave, proses
pemanasan hingga melakukan pendinginan. Yuk simak baik-baik tahapannya ya.
a) Menuangkan Air
Pertama, tuang 1,5 liter air kedalam wadah dan siap untuk digunakan. Karena
sterilisasi akan menghabiskan sebagian dari jumlah air, tambahkan air sampai
batas yang ditentukan sebelum digunakan lagi, jika tidak tabung elektro-termal
akan rusak karena kekurangan air.
b) Memasukkan Alat
Kedua, masukkan benda yang akan disterilkan pada pelat saringan di drum
sterilisasi, bungkus dengan benar, sisakan ruang di antara bungkusan sehingga
uap dapat menembus, dengan demikian kualitas sterilisasi terjamin.
c) Menutup Autoclave
Ketiga, masukkan drum sterilisasi ke dalam wadah. Kencangkan mur kupu
(wing nuts) sampai tutup dan wadah tertutup dengan kunci pas.
d) Cara Menggunakan Timbangan Analitik (Lakukan Proses Pemanasan)
1) Masukkan steker ke stopkontak, lalu tutup klep pada katup.
2) Nyalakan saklar Pre-Heat, pilot Pre-Heat menyala dan alat mulai panas,
ketika uap terdesak keluar, tutup 2 klep, bersama dengan pemanasan yang
sedang berlangsung, jarum akan menunjukkan tekanan uap. Matikan
saklar Pre-Heat ketika katup pengaman mengeluarkan uap secara
otomatis.
3) Putar tombol kontrol tekanan ke posisi tekanan yang diinginkan.
4) Putar pengatur waktu ke waktu nyata, tambahkan 10 menit searah jarum
jam, lalu kembali ke waktu sterilisasi.
5) Matikan saklar Pre-Heat, nyalakan saklar waktu, alat memasuki keadaan
termostat, lalu pilot akan menyala pada waktu ini (termostat berfungsi)
ketika waktu mencapai waktu yang ditentukan, daya pemanas akan
terputus, lampu pilot meredup dan alarm berbunyi, lalu pengatur waktu
mati dan sterilisasi selesai
e) Pendinginan
Tak hanya proses pemanasan, dalam autoclave terdapat juga proses
pendinginan. Ketika sterilisasi selesai, buka klep autoclave pada katup pelepas
udara untuk mengeluarkan uap, ketika jarum pengukur tekanan menunjuk ke
angka nol, lalu anda dapat membuka tutupnya. (jika bendanya berupa cairan atau
kaca, jangan keluarkan uap sekaligus, jika tidak cairan akan mengalir keluar atau
bahkan terjadi ledakan).
E. Hasil dan Pembahsan
1. Hasil
Berikut merupakan bagian – bagian dari autoclave :
2. Pembahasan
Autoclave adalah alat penghasil uap panas yang digunakan untuk
mensterilisasi bahan media dan alat-alat laboratorium gelas. Alat ini akan
menghasilkan uap bersuhu dan dan bertekanan tinggi 121 °C selama kurang
lebih 15 menit. Alat ini pun sering diidentikan dengan istilah sterilizer. Pada
dasarnya, autoclave dan sterilizer adalah sama. Autoclave adalah istilah yang
digunakan untuk di laboratorium sedangkan sterilizer sering digunakan dalam
aplikasi medis dan farmasi.
a. Sejarah Autoclave
Denis papin adalah ilmuwan asal Prancis yang lahir pada Agustus
1647 dan tutup usia pada bulan Agustus 1713. Beliau merupakan ahli
fisika dan matematika. Denis papin juga memiliki hubungan dengan
beberapa penemuan seperti steam digester, pressure cooker dan steam
engine. Beliau pun sangat erat hubungannya dengan penemuan autoclave
atau yang memiliki nama lain steam sterilizer ini.
Charles Chamberland adalah seorang ilmuwan yang juga berasal
dari Prancis. Beliau lahir pada bulanMaret 1851, dan tutup usia Mei
1908. Charles adalah seorang ahli mikrobiologi di Jura
Departement.Beliau pernah melakukan beberapa pengembangan terhadap
sebuah filter, yang pada akhirnya dikenal dengan nama filter
Chamberland. Pada pembuatannya, Charles memanfaatkan batang
porselen yang memiliki pori-pori lebih kecil dari pada bakteri. Sehingga
ketika cairan dilewatkan pada filter tersebut, semua bakteri terjaring dan
cairan menjadi bebas dari bakteri. Berkat penelitian tersebut, Charles
mulai dikenal dan memulai beberapa proyek penelitian yang mengarah
pada penemuan aupada tahun 1879.
b. Fungsi Utama Autoclave
Pada praktikum di laboratorium biologi, sterilisasi dilakukan pada
peralatan gelas. Hal ini sama seperti yang dilakukan pada laboratorium
mikrobiologi, kimia maupun lainnya. Hanya saja dalam sterilisasi di
laboratorium biologi, peralatan gelas yang dilakukan sterilisasi akan
berbeda penggunannya. Ya, pada praktikum biologi sampel yang
digunakan akan berupa tanaman maupun kultur jaringan. Berikut
tahapannya.
1) Persiapan
Pertama, sebelum melakukan pemanasan, jangan lupa hubungkan
alat dengan stop kontak. Kedua, putar tombol kontrol dengan tekanan
yang diinginkan. Ketiga, atur waktu sesuai ketentuan yang telah
ditetapkan. Keempat, nah pada waktu ini bagian termostat pada
autoclave sudah dapat berfungsi. Ketika waktu mencapai waktu yang
ditentukan, daya pemanas akan terputus dan mulai melakukan
pemanasan.
2) Sterilisasi peralatan
Masukkan peralatan gelas yang hendak digunakan ke dalam satu
kantong plastik, atau bungkus dengan kertas. Masukkan air terlebih
dahulu ke dalam autoclave, dan tunggu beberapa saat.Secara perlahan,
masukkan kantong tersebut ke dalam autoclave. Tutup autoclave dan
putar tombol on nya. Biasanya pemanasan ini berlangsung selama
sekitar 15 sampai 30 menit. ika sudah, buka bagian atas secara
perlahan. Kemudian ambil dengan menggunakan lap agar tidak panas.
Tutup kembali autoclave.
3) Sterilisasi Mikroba
Sterilisasi ini biasanya dilakukan pada cawan petri yang berisi
biakan mikroba. Seperti biakan bakteri pada media agar misalnya.
Berikut tahapan yang dilakukan adalah masukkan cawan petri yang
berisi bakteri tersebut ke dalam satu kantong plastik, Masukkan air
terlebih dahulu ke dalam autoclave, dan tunggu beberapa saat. Secara
perlahan, masukkan kantong tersebut ke dalam autoclave. Tutup
autoclave dan putar tombol on nya. Biasanya pemanasan ini
berlangsung selama sekitar 15 sampai 30 menit. Jika sudah, buka
bagian atas secara perlahan. Kemudian ambil dengan menggunakan lap
agar tidak panas. Tutup kembali autoclave.
c. Fungsi Bagian – Bagian Autoclave
1) Kabel Power
Ilustrasi Kabel Power
Yang pertama ada kabel power. Bagian yang satu ini tentu saja
merupakan bagian penting dari autoclave, kabel ini seperti kabel power
pada umumnya yang terdapat perangkat elektronik. Seperti yang kita tahu,
salah satu poin penting dalam membeli autoclave adalah kebutuhan daya
listrik. Seperti pertanyaan “apakah cukup jika dinyalakan dengan listrik 1
phase, atau perlu listrik 3 phase?” . Mengingat jenis kecil saja
membutuhkan daya yang besar untuk operasional heater element.
2) Power Button
Tombol power atau switch on-off merupakan bagian yang
penting dari autoclave, biasanya letaknya di samping atau bagian
belakang, namun ada juga yang terletak pada bagian depan sehingga
mudah terlihat. Sesudah menggunakan alat ini, sebaiknya anda
memposisikan power button ini dalam kondisi off atau mati. Jika tidak
digunakan dalam waktu yang cukup lama disarankan juga untuk memutus
hubungan kabel power dengan sumber listrik utama.
3) Main Body
Yang dimaksud dengan main body disini adalah case autoclave.
Beberapa jenis alat ini memiliki bentuk yang berbeda-beda, mulai dari
bentuk panci hingga lemari. Ketika anda menggunakan jenis pancu, anda
harus hati-hati dengan panas pada bagian body, karena tidak ada
pelindung secara langsung kepada pengguna. Bagian dalam biasanya
terbuat dari stainless berkualitas baik, sedangkan bagian luar tidak selalu
stainless steel, sehingga bisa saja material lain dengan lapisan cat anti
panas.
4) Heating Element
Heater atau heating element merupakan komponen yang sangat
penting pada autoclave. Bagian inilah yang mengubah energi listrik
menjadi energi panas. Setiap jenis alat ini memiliki heating elemen yang
berbeda-beda, hal ini mempengaruhi jumlah daya yang dibutuhkan untuk
memanaskan suhu dan meningkatkan tekanan pada alat.
5) Gas Pressure Meter
Ilustrasi Gas Pressure Meter
Indikator tekanan merupakan salah satu komponen yang perlu
diperhatikan ketika menggunakan autoclave jenis manual. Walaupun
tidak hanya selalu tersedia pada jenis manual komponen ini juga menjadi
sangat penting diperhatikan ketika proses penggunaannya. Bentuknya
berupa tabung gelas kaca dengan satu jarum penunjuk.
6) Temperature Sensor Indicator
Sensor suhu atau temperature sensor merupakan hal yang perlu
diperhatikan juga ketika menggunakan alat. Jenis autoclave otomatis
sudah menerapkan cycle sterilisasi sesuai dengan mode yang sudah
dipilih. Tentunya sudah anda ketahui juga proses sterilisasi berada di
kisaran 121°C hingga 134°C. Pada beberapa jenis autoclave, temperatur
sensor indicator sudah tergabung di panel layar panel operasional.
7) Panel Operasional
Bagian ini biasanya terletak pada bagian depan autoclave, dapat
dipastikan selalu ditemui pada autoclave bentuk digital. Fungsi panel
operasional pada saat alat digunakan untuk mempermudah penggunaan
autoclave, baik pada bagian setting waktu, suhu maupun cycle. Pada
beberapa jenis ini, panel operasional sudah memiliki fitur touch screen,
terdapat pula layar untuk menampilkan indikator proses yang sedang
berjalan. Sehingga proses sterilisasi pun akan jauh lebih mudah.
8) Rak
Ilustrasi Rak Autoclave
Untuk meletakan benda pada autoclavebiasanya disediakan rak
penyimpanan. Walaupun tidak selalu tersematkan dalam paket pembelian,
namun rak ini harus memiliki kualitas yang lebih baik dari buatan lokal.
Ukuran dari rak autoclave bawaan produk juga bisanya sudah sesuai
dengan ukuran dimensi dalam autoclave.
9) Safety Clamp
Bagian ini merupakan komponen yang sangat penting pada alat.
Safety clamp bisa juga disebut tuas pengaman. Pada autoclave jenis-jenis
tertentu, safety clamp disebut juga baud pengencang autoclave. Dengan
memasangkan safety clamp pada posisi yang benar maka autoclave dapat
berfungsi dengan baik. Sebaliknya, jika pemasangan safety clamp tidak
dilakukan dengan baik mempengaruhi operasional, dapat menyebabkan
tekanan yang tidak stabik, atau suhu yang tidak bisa konstan.
10) Over Pressure Plug
Adalah bagian pada autoclave yang berfungsi untuk membuang
uap panas yang berlebih. Pada beberapa kasus sering juga disebut control
valve. Jika anda belum pernah menggunakan alat ini, anda bisa
melihatnya pada panci presto. Pada panci presto terdapat tuas atau katup
panas di bagian atas tutup. secara sederhana itulah yang dimaksud dengan
over pressure plug atau control valve.
11) Inlet dan Outlet
Dapat diartikan sebagai pipa masukan dan pipa keluaran pada
autoclave. Bagian ini tentunya mempermudah pengguna untuk
memasukan air ke dalam alat dan membuang air sisa proses sterilisasi.
Bisa anda bayangkan bagaimana membantunya bagian ini ketika anda
harus memasukan air dan membuang air setelah proses cycle berakhir.
d. Prinsip Kerja
Adapun prinsip kerja dari autoclave ini adalah mengubah energi listrik
menjadi energi panas. Energi panas disalurkan ke air, air menjadi mendidih
dan menghasilkan uap air, uap air berkumpul dan meningkatkan tekanan.
Udara terdorong keluar dan suhu terus meningkat dan dikontrol sesuai
kebutuhan. Panas dari uap air yang mendidih dan tekanan tinggi akan
dikontrol pada rentan waktu tertentu sehingga bisa membunuh mikroba pada
suhu 100 hingga 134°C, Sebenarnya, prinsip kerja autoclave terbilang mudah.
Yakni didasarkan pada proses sterilisasi yang terjadi pada alat, dan
memanfaatkan suhu tinggi dan uap bertekanan tinggi. Kemudian uap tersebut
terakumulasi dalam sebuah chamber yang telah dikondisikan sedemikian rupa
menjadi hampa udara. Besarnya tekanan dan uap yang dihasilkan bergantung
pada kuantitas waktu dan suhu yang telah diatur. Adanya peningkatan
maupun penurunan tekanan dalam autoclave bukan untuk memusnahkan
mikroba, tetapi untuk meningkatkan suhu.
Dan dalam proses sterilisasi, biasanya digunakan suhu 121 °C.
Perhitungan waktu dimulainya proses sterilisasi akan terjadi saat alat
menunjukan suhu tersebut, yakni 121 °C. Lamanya waktu yang dibutuhkan
bergantung pada jenis dan jumlah objek yang akan disterilkan. Semakin
banyak jumlah, volume dan jenis objek yang disterilkan, maka membutuhkan
waktu yang lebih lama untuk mencapai suhu sterilisasi. Hal ini terjadi karena
transfer panas pada bagian dalam auotoclave ikut mengalami perlambatan.
Jadi, perpanjangan suhu ini dibutuhkan untuk memastikan bahwa proses
sterilisasi benar-benar terjadi. Namun demikian, umumnya dalam memakai
alat ini dibutuhkan rentang waktu sekitar 10-15 menit
e. Jenis jenis autoclave
Berdasarkan kapasitas dan fungsi autoclave, terbagi dalam tiga jenis.
Yakni Gravity Displacement, Prevacuum atau High Vacuum , dan Steam-
Flush Pressure-Pulse. Berikut penullis akan jabarkan satu per satu.
1) Gravity Displacement Autoclave
Seperti namanya, udara dalam ruang autoclave tipe ini dipindahkan
dengan berdasarkan gravitasi. Prinsip tipe ini adalah dengan
memanfaatkan keringanan uap dibanding udara. Dengan cara ini, udara
akan berada di bawah uap. Sedangkan cara kerjanya adalah dengan
memasukkan uap di bagian autoklaf dan udara menekan ke bawah. Uap
inilah yang perlahan semakin banyak dan menekan udara menjadi turun
dan keluar dalam saluran di bagian bawah autoklaf.
Selanjutnya, suhu udara akan meningkat dan terjadilah proses sterilisasi.
Cakupan suhu untuk autoklaf jenis ini adalah 121-134 derajat celcius dengan
jangka waktu 10-30 menit.
2) Prevacuum atau High Vacuum
Kedua, ada Prevacuum atau High Vacuum. Keunggulan dari
autoclave ini adalah dilengkapi dengan pompa yang bisa menghisap
semua udara di bagian dalam autoclave. Cara kerja tipe ini adalah dengan
mengeluarkan udara terlebih dahulu. Prosesnya sendiri memakan waktu
sekitar 8-10 menit. Dalam keadaan vakum, uap akan dimasukkan dalam
autoclave tersebut. Lalu, uap akan terhubung dengan seluruh permukaan
benda. Selanjutnya akan terjadi peningkatan suhu dan berpengaruh pada
proses sterilisasi. Autoclave jenis ini bisa bekerja pada suhu 132-135
derajat celcius selama 3-4 menit.
3) Steam-Flush Pressure Pulse
Jenis ini menggunakan aliran uap maupun dorongan tekanan di atas
tekanan atmosfer, melalui rangkaian yang berulang. Siklus waktu dalam
autoclave ini tergantung pada benda yang disterilisasi.
Selanjutnya, pembagian macam macam autoclave dari segi jenisnya sebagai
berikut,
1) Analog Autoclave
Tipe autoclave ini biasanya menggunakan potensio meter putar untuk
mengatur suhu atau waktu. Jenis autoclave ini masih banyak yang
memiliki bentuk seperti panci, dengan sekrup pengaman untuk
pengencang tutup autoclave.
2) Digital Autoclave
Tipe digital dalah jenis autoclave yang penggunaannya termasuk
mudah, karena sudah dilengkapi dengan panel digital untuk controller.
Baik controller suhu, tekanan, waktu maupun informasi cycle. Display
informasi proses juga tersaji dengan baik pada LCD monitor. Karena
proses penggunaannya yang terbilang mudah, jenis ini sudah banyak
digunakan pada laboratorium penelitian, kampus,klinik ataupun rumah
sakit.
3) Small Capacity Autoclave
Autoclave dengan ukuran kapasitas yang kecil, biasanya digunakan di
laboratorium sederhana, seperti kampus, klinik maupun laboratorium.
Ukurannya yang kecil membuatnya mudah ditaruhdi atas meja. Jenis ini
biasanya digunakan untuk melakukan sterilisasi peralatan medis maupun
media pertumbuhan mikroba.
4) Large Capacity Autoclave
Salah satu jenis autoclave yang memiliki ukuran cukup besar, biasanya
banyak digunakan di rumah sakit, laboratorium penelitian besar baik
swasta maupun pemerintahan. Karena ukurannya yang besar, jenis ini
sangat memungkinkan jika digunakan untuk proses sterilisasi banyak
produk secara sekaligus.
Selanjutnya berdasarkan lokasi pemasukan produk, yakni ada vertical
loading dan front loading .
5) Vertical Loading Autoclave
Autoclave vertical loading adalah jenis autoclave yang memiliki
bukaan di atas, tipe yang sekilas mirip panci ini masuk kedalam
kategori vertical loading autoclave. Tidak hanya autoclave tipe panci
yang memiliki bukaan atas, tipe lemari juga memungkinkan memiliki
bukaan atas.
6) Front Loading Autoclave
Salah satu jenis autoclave yang memiliki posisi bukaan didepan,
tentunya memudahkan pengguna untuk memasukan produk, biasanya
disertai pintu dengan bagian kaca(transparan) untuk mempermudah
pengamatan objek yang disterilisasi.
f. Tips memilih Autoclave
1) Perhatikan Konsumsi Daya
Tips pertama yang dapat dilakukan adalah dengan
memperhatikan konsumsi daya. Penggunaan daya listrik menjadi salah
satu hal yang penting sebelum memilih alat ini. Hal ini akan berkaitan
dengan pengeluaran penggunanya. Semakin besar konsumsi daya
listriknya, maka biaya yang dikeluarkan juga semakin besar.
Tak hanya itu, voltase listrik pun menjadi poin penting yang
harus diperhatikan. Alat autoclave harus dicocokkan dengna daya listrik
dan juga ruangan yang akan digunakan untuk proses sterilisasi. Pastikan
daya listrik yang tersedia pada ruangan cukup digunakan untuk
mengoperasikan alat ini.
2) Pilih yang Mudah Digunakan
Memilih alat yang digunakan merupakan tips yang tak boleh
ketinggalan. Kemudahan dalam menggunakan alat akan berdampak pada
efisiensi waktu sterilisasi alat medis. Selain itu, pemilihan alat yang
mudah digunakan juga membantu anda dalam mengerjakan pekerjaan
tersebut.
3) Tips Memilih Autoclave (Volume)
Volume atau besar alat merupakan hal yang tak kalah penting.
Poin ini harus anda perhatikan pertama kali ketika memilih autoclave.
Menentukan volume biasanya berhubungan dengan kebutuhan dan
ruangan yang tersedia untuk sterilisasi. Pastikan Anda memperhatikan dua
hal tersebut ketika memilih alat ini sehingga dapat sesuai dengan
kebutuhan.
Kebutuhan yang dimaksud adalah seberapa banyak alat yang
akan disterilkan menggunakan alat ini. Jika Anda memiliki alat medis
yang sedikit untuk disterilkan, maka pilihlah alat ini dengan volume kecil,
begitu juga sebaliknya. Dan ruangan yang dimaksud disini adalah
ketersediaan ruangan yang akan ditempati oleh autoclave ini.
4) Mengetahui Jenis Alat yang Disterilkan
Tips memilih autoclave yang terakhir adalah mengetahui jenis
alat yang akan disterilkan. Sebelum membeli autoclave, pastikan Anda
mengetahui jenis dan ukuran alat medis atau laboratorium apa saja yang
akan disterilkan menggunakan alat ini.
g. Cara Merawat Autoclave
Dalam menggunakan alat laboratorium, kita harus memperhatikan cara
merawat alat tersebut secara baik dan benar. Salah satunya adalah autoclave.
Berikut beberapa cara yang dapat anda lakukan ketika berhadapan dengan
autoclave :
1) Gunakan Sesuai Dengan Standar Prosedur Yang Benar
Cara perawatan pertama yang bisa anda lakukan adalah dengan
menggunakan sesuai standar prosedur yang benar. Ketika kita bisa
menggunakan alat dengan benar, kita pun akan terhindar dari human error
/kesalahan manusia yang dapat menyebabkan kerusakan dalam waktu
yang cepat. Jadi, selalu baca petunjuk penggunaan dan juga pelajari menu
dan panel operasi pada alat ketika akan menggunakan autoclave.
2) Gunakan Aquadest
Tidak ada aturan khusus atau prosedur ketika menggunakan
aquadest untuk sterilisasi. Namun demikian, akan lebih bagus apabila
anda bisa mengusahakan untuk menggunakan jenis air ini ketimbang
menggunakan air biasa. aquadest akan meminimalisir kerak – kerak yang
terjadi di bagian dalam tabung sehingga tidak mudah korosi.
3) Jangan Biarkan Air Di Dalam Terlalu Lama
Akan sangat baik ketika setiap kali setelah sterilisasi berlangsung
air segera dibuang. Dan anda bisa menggunakan air yang baru ketika akan
kembali melakukan sterilisasi. Namun, beberapa laboran kadang masih
menggunakan airnya dua kali. Ini memang bukan masalah yang bedsar.
Namun, hendaknya wajib mengganti air baru ketika sudah digunakan
sebanyak maksimal 5 kali operasi.
4) Perhatikan Kestabilan Listrik
Tips kedua dalam perawatan autoclave adalah kondisi kelistrikan.
Autoclave dengan tipe digital telah dilengkapi dengan sistem mikro
komputer yang dapat menyimpan memori dalam waktu sementara.
Terkadang kondisi listrik yang tidak stabil dapat berdampak buruk pada
sistem tersebut.
Oleh sebab itu, pastikan listrik yang anda gunakan dalam kondisi
stabil. Apabila diperlukan, anda bisa memanggil teknisi kelistrikan untuk
melakukan pemeriksaan terhadap tegangan listrik di saluran yang akan
anda gunakan untuk alat autoclave.
5) Masukkan Takaran Air Yang Pas
Di dalam bejana biasanya sudah terdapat tanda atau batas
pemberian air. Usahakan tidak melebihi atau tidak jauh dari batas
tersebut. Bahkan jauh di bawah tanda batas. Hal ini tentu saja dapat
membuat bejana cepat panas dan akhirnya akan mudah rusak. Selain itu
juga hasil dari sterilisasi kurang maksimal.
F. Kesimpulan
Berdasarkan percobaan yang telah dilakukan dapat kita simpulkan bahwa
Autoklaf adalah alat yang digunakan untuk mensterilisasikan alat dan bahan dari
mikroorganisme terutama yang bersifat patogen yang paling aman dan efisien serta
digunakan dalam pemanfaatan uap bertekanan tinggi. Prinsip kerja autoklaf adalah
proses sterilisasi panas basah bertekanan dengan suhu 121°C dan tekanan 1 ATM
agar alat dan bahan yang berada dalam autoklaf menjadi steril dari mikroorganisme
terutama yang bersifat patogen atau dari mikroorganisme yang tidak di inginkan.
Ada beberapa jenis autoklaf berdasarkan kapasitas dan fungsinya, yaitu Gravity
Displacement (berdasarkan gravitasi); Prevacuum atau High Vacuum (dilengkapi
dengan pompa yang bisa menghisap semua udara di bagian dalam autoclave);
Steam-Flush Pressure Pulse (menggunakan aliran uap ataupun dorongan tekanan
di atas tekanan atmosfer, melalui rangkaian yang berulang). Adapun tips dalam
memilih autoklaf yang baik adalah dengan memperhatikan volume atau besar alat
sehingga dapat sesuai dengan kebutuhan. Cara perawatan autoklaf ialah dengan
menggunakan Sesuai dengan standar prosedur yang benar, gunakan aquadest
saat sterilisasi, jangan biarkan air di dalam terlalu lama, perhatikan
kestabilan listrik, masukkan takaran air yang pas.
G. Daftar Pustaka
Denik Prasetyo, G., & Nurrohman. (2012). Rancang Bangun Autoklaf Untuk Proses
Sterilisasi Peralatan Kedokteran Di Rumah Sakit. Polban.
http://digilib.polban.ac.id/files/disk1/71/jbptppolban-gdl-gilangdeni-3518-3-bab2--
1.pdf
D. F. Hartono, A. Pudji, and M. A. T. . Prastawa, “Incubator Bakteri Bacillus
Stearothermophillus berbasis Mikrokontroller untuk tes Mikrobiologi pada
Autoclave,” vol. 1, no. 2, pp. 1–14, 2016.
Handayani, F. W., & Muhtadi, A. (2016). Penentuan Tingkatan Jaminan Sterilitas Pada
Autoklaf Dengan Indikator Biologi Spore Strip. Farmaka, 4(1), 59–69.
http://tekpan.unimus.ac.id/wp-content/uploads/2013/07/SERAT-MAKANAN-
DAN-KESEHATAN.pdf
M. Y. Rakhmatullah, I. W. R. Kawitana, and M. T. Akif Rakhmatillah, S.T., “Rancang
Bangun Sistem Sterilisasi Alat-alat Kedokteran secara Otomatis,” vol. 136, no. 1,
pp. 23–42, 2007.
N. Vishal Gupta and K. S. Shukshith, “Qualification of Autoclave,” Int. J. PharmTech
Res., vol. 9, no. 4, pp. 220–226, 2016.
Pelczar, MJ and ECS Chan. 2005. Dasardasar Mikrobiologi. Jakarta: Universitas
Indonesia Press. hal. 131-135
U. Brawijaya and U. Brawijaya, “Instruksi Kerja Pemakaian Autoclave Laboratorium
Mikrobiologi dan Imunologi Instruksi Kerja Pemakaian Autoclave Program
Kedokteran
Hewan,” J. Kesehat., vol. 3, pp. 1–3, 2012.