Anda di halaman 1dari 14

MAKALAH

AUTOCLAVE dan WATERBATH


diajukan guna memenuhi tugas mata kuliah Kimia Klinik

DI SUSUN OLEH :
Hadiyah Widad Pitaloka (P23138014013)

PRODI :
D III Teknik Elektromedik 2014 / A1

POLITEKNIK KESEHATAN KEMENKES JAKARTA II


Jl. Hang Jebat III / Blok F3 Kebayoran Baru, Jakarta Selatan 12120

Tahun Akademik 2014

KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan kehadirat Tuhan yang Maha Esa, karena atas
limpahan Rahmat dan karunia Nya lah sehingga kami dapat menyelesaikan makalah
Kimia Klinik ini sesuai waktunya.
Kami mencoba berusaha menyusun makalah ini dengan sedemikian rupa dengan
harapan dapat membantu pembaca dalam memahami mata kuliah Kimia Klinik
mengenai Autoclave dan Waterbath. Disamping itu, kami berharap bahwa makalah ini
dapat dijadikan bekal pengetahuan untuk melangkah ke jenjang pendidikan yang lebih
tinggi lagi.
Kami menyadari bahwa didalam pembuatan Makalah ini masih ada kekurangan
sehingga kami berharap saran dan kritik dari pembaca sekalian khususnya dari Dosen
mata kuliah Kimia Klinik agar dapat meningkatkan mutu dalam penyajian berikutnya.

Wasalamualaikum.wr.wb

Jakarta, Januari 2015

Penyusun

Daftar Isi
Kata Pengantar ................................................................................................................... i
Daftar Isi ............................................................................................................................ ii
Bab I Pendahuluan ............................................................................................................ 1
I.1 Latar Belakang Masalah ........................................................................................ 1
I.2 Rumusan Masalah ................................................................................................. 1
I.3 Tujuan Penelitian ................................................................................................... 1
Bab II Isi ........................................................................................................................... 3
II.1 Pengertian Autoclave dan Waterbath .................................................................. 3
II.2 Fungsi Autoclave dan Waterbath ......................................................................... 4
II.3 Cara kerja dari alat Autoclave dan Waterbath ..................................................... 4
II.4 Bagian-bagian dari Autoclave dan Waterbath ..................................................... 5
II.5 Prosedur pemakaian Autoclave dan Waterbath ................................................... 6
II.6 Jenis-jenis dari Autoclave dan Waterbath ........................................................... 8
II.7 Teori tentang Autoclave dan Waterbath .............................................................. 9
Bab III Penutup ................................................................................................................ 13
III.1 Kesimpulan ......................................................................................................... 13
III.2 Kritik dan Saran .................................................................................................. 13
Daftar Pustaka ................................................................................................................... 14

BAB 1
PENDAHULUAN

I.1. Latar Belakang


Autoclave adalah alat pemanas tertutup yang digunakan untuk mensterilisasi suatu benda
menggunakan uap bersuhu dan bertekanan tinggi (1210C, 15 lbs) selama kurang lebih 15
menit. Penurunan tekanan pada autoklaf tidak dimaksudkan untuk membunuh
mikroorganisme, melainkan meningkatkan suhu dalam autoklaf. Suhu yang tinggi inilah yang
akan membunuh microorganisme. Autoklaf terutama ditujukan untuk membunuh endospora,
yaitu sel resisten yang diproduksi oleh bakteri, sel ini tahan terhadap pemanasan, kekeringan,
dan antibiotik.
Alat laboratorium water bath merupakan penunjang proses pendiagnosaan penyakit.
Untuk pendiagnosaan suatu penyakit di Rumah Sakit maupun klinik,umumnya menggunakan
sample,karena dapat dilakukan berulang-ulang.
Dari penjelasan di atas, kami menyusun makalah dengan judul Autoclave dan
Waterbath. Harapan kami dengan adanya makalah ini dapat memberikan penjelasan dalam
materi kimia klinik mengenai Alat Kesehatan Autoclave dan Waterbath secara lebih dalam.

I.2. Rumusan Masalah


Berdasarkan latar belakang yang telah diuraikan di atas dapat dirumuskan beberapa
rumusan masalah:
1. Apakah pengertian Autoclave dan Waterbath ?
2. Apakah fungsi Autoclave dan Waterbath ?
3. Bagaimana cara kerja dari alat Autoclave dan Waterbath ?
4. Apa sajakah bagian-bagian dari Autoclave dan Waterbath ?
5. Bagaimana prosedur pemakaian Autoclave dan Waterbath ?
6. Apa sajakah jenis-jenis dari Autoclave dan Waterbath ?
7. Apa isi teori dari Autoclave dan Waterbath ?

I.3. Tujuan
Berdasarkan rumusan masalah diatas , terdapat beberapa tujuan yaitu:
1. Untuk mengetahui pengertian Autoclave dan Waterbath
2. Untuk mengetahui fungsi Autoclave dan Waterbath
3. Untuk mengetahui cara kerja dari Autoclave dan Waterbath
4. Untuk mengetahui bagian-bagian dari Autoclave dan Waterbath
5. Untuk mengetahui prosedur pemakaian Autoclave dan Waterbath
6. Untuk mengetahui jenis-jenis dari Autoclave dan Waterbath
7. Untuk mengetahui teori tentang Autoclave dan Waterbath
BAB II
PEMBAHASAN

II.1. Pengertian Autoclave dan Waterbath


AUTOCLAVE
Autoclave adalah alat pemanas tertutup yang digunakan untuk mensterilisasi suatu
benda menggunakan uap bersuhu dan bertekanan tinggi (1210C, 15 lbs) selama kurang lebih
15 menit. Penurunan tekanan pada autoklaf tidak dimaksudkan untuk membunuh
mikroorganisme, melainkan meningkatkan suhu dalam autoklaf. Suhu yang tinggi inilah yang
akan membunuh microorganisme. Autoklaf terutama ditujukan untuk membunuh endospora,
yaitu sel resisten yang diproduksi oleh bakteri, sel ini tahan terhadap pemanasan, kekeringan,
dan antibiotik. Pada spesies yang sama, endospora dapat bertahan pada kondisi lingkungan
yang dapat membunuh sel vegetatif bakteri tersebut. Endospora dapat dibunuh pada suhu 100
C, yang merupakan titik didih air pada tekanan atmosfer normal. Pada suhu 121 C,
endospora dapat dibunuh dalam waktu 4-5 menit, dimana sel vegetatif bakteri dapat dibunuh
hanya dalam waktu 6-30 detik pada suhu 65 C.
Perhitungan waktu sterilisasi autoklaf dimulai ketika suhu di dalam autoklaf mencapai
121 C. Jika objek yang disterilisasi cukup tebal atau banyak, transfer panas pada bagian
dalam autoklaf akan melambat, sehingga terjadi perpanjangan waktu pemanasan total untuk
memastikan bahwa semua objek bersuhu 121 C untuk waktu 10-15 menit. Perpanjangan
waktu juga dibutuhkan ketika cairan dalam volume besar akan diautoklaf karena volume
yang besar membutuhkan waktu yang lebih lama untuk mencapai suhu sterilisasi. Performa
autoklaf diuji dengan indicator biologi, contohnya Bacillus stearothermophilus.
WATERBATH
Alat laboratorium water bath merupakan penunjang proses pendiagnosaan penyakit.
Untuk pendiagnosaan suatu penyakit di Rumah Sakit maupun klinik,umumnya menggunakan
sample,karena dapat dilakukan berulang-ulang. Untuk pendiagnosaan sample dari seorang
pasien diperlukan kestabilan suhu, agar hasil pendiagnosaan benar-benar tepat .
Prinsip kerja dari Waterbath adalah Pada saat dingin mensterilisasi steker dihidupkan,
dipilih suhu (temperatur) yang diinginkan (jika memungkinkan) dan atur. Pengaturan harus
dilakukan sesuia dengan pembacaan thermostat (bila tersedia), atau sesuai dengan suatu
sistem pengawasan suhu.

II.2. Fungsi dari alat Autoclave dan Waterbath


AUTOCLAVE
Autoklaf adalah alat untuk mensterilkan berbagai macam alat dan bahan yang
digunakan dalam mikrobiologi menggunakan uap air panas bertekanan. Tekanan yang
digunakan pada umumnya 15 Psi atau sekitar 2 atm dan dengan suhu 121oC (250oF). Jadi
tekanan yang bekerja ke seluruh permukaan benda adalah 15 pon tiap inchi2 (15 Psi = 15
pounds per square inch). Lama sterilisasi yang dilakukan biasanya 15 menit untuk 121oC.
Alat ini diciptakan oleh Charles Chamberland di 1879, meskipun prekursor yang dikenal
sebagai digester uap diciptakan oleh Denis Papin pada tahun 1679. Nama ini berasal dari
bahasa Yunani auto-, pada akhirnya berarti diri, dan Latin yang berarti Clavis kunci-
perangkat self-locking.
WATERBATH
Fungsi dari waterbath adalah sebagai Pemanasan pada suhu rendah 300C sampai
1000C,dan Menguapkan zat atau larutan dengan suhu yang tidak terlalu tinggi.

II.3. Cara kerja dari alat Autoclave dan Waterbath


AUTOCLAVE
Sebelum melakukan sterilisasi cek dahulu banyaknya air dalam autoclave. Jika air
kurang dari batas yang ditentukan, maka dapat ditambah air sampai batas tersebut. Gunakan
air hasil destilasi, untuk menghindari terbentuknya kerak dan karat.
Masukkan peralatan dan bahan. Jika mensterilisasi botol bertutup ulir, maka tutup harus
dikendorkan.
Tutup autoclave dengan rapat lalu kencangkan baut pengaman agar tidak ada uap yang keluar
dari bibir autoclave. Klep pengaman jangan dikencangkan terlebih dahulu.
Nyalakan autoclave, diatur timer dengan waktu minimal 15 menit pada suhu 121oC.
Tunggu sampai air mendidih sehingga uapnya memenuhi kompartemen autoclave dan
terdesak keluar dari klep pengaman. Kemudian klep pengaman ditutup (dikencangkan) dan
tunggu sampai selesai. Penghitungan waktu 15 dimulai sejak tekanan mencapai 2 atm.
Jika alarm tanda selesai berbunyi, maka tunggu tekanan dalam kompartemen turun hingga
sama dengan tekanan udara di lingkungan (jarum pada preisure gauge menunjuk ke angka
nol). Kemudian klep-klep pengaman dibuka dan keluarkan isi autoclave dengan hati-hati.
WATERBATH
Air dimasukkan ke dalam bejana
Atur suhu yang dikehendaki dan hidupkan water bath
Masukkan benda yang akan dipanaskan ke dalam air ( untuk tangas air ) letakkan benda pada
salah satu lubang ( untuk tangas uap ), ingat lubang lain yang tidak digunakan tetap ditutup.
Cara penyimpanan water bath :
Sebagai media pemanas digunakan air suling ( jangan menggunakan air sumur, karena
menyebabkan korosi )
Selesai digunakan ( jika menggunakan listrik ) matikan arus listrik dan dicabut dari arus listrik
Jika hendak disimpan air ( media pemanas ) dikosongkan

II.4. Bagian-bagian dari Autoclave dan Waterbath


AUTOCLAVE
Bagian-bagian dari autoclave :
Tombol pengatur waktu mundur (timer)
Katup pengeluaran uap
Pengukur tekanan
Kelep pengaman
Tombol on-off
Termometer
Lempeng sumber panas
Aquades (dH2O)
Sekrup pengaman
Batas penambahan air

WATERBATH
Bagian-bagian water bath :
Pengatur suhu
pengaman kedudukan tinggi air
penangas air bisa dilengkapi motor penggerak sehingga dapat berfungsi sebagai alat pengocok
elemen pemanas dengan listrik
tangas uap mempunyai satu hingga enam buah lubang untuk menaruh/meletakkan benda yang
akan diuapkan

II.5. Prosedur pemakaian Autoclave dan Waterbath


AUTOCLAVE
Pada saat sumber panas dinyalakan, air dalam autoclave lama kelamaan akan
mendidih.
Uap air yang terbentuk mendesak udara yang mengisi autoclave.
Setelah udara dalam autoclave diganti dengan uap air, katup udara/uap ditutup sehingga
tekanan udara dalam autoclave naik.
Pada saat tercapai tekanan dan suhu yang sesuai, maka proses sterilisasi dimulai dan
timer mulai menghitung waktu mundur.
Setelah proses sterilisasi selesai, sumber panas dimatikan dan tekanan dibiarkan turun
perlahan hingga mencapai suhu 0.

Beberapa media atau bahan yang tidak disterilkan dengan autoklaf adalah :
Bahan tidak tahan panas seperti serum, vitamin, antibiotik, dan enzim
Paelarut organik, seperti fenol
Buffer engan kandungan detergen, seperti SDS
WATERBATH
Pada saat dingin mensterilisasi steker dihidupkan, dipilih suhu (temperatur) yang
diinginkan (jika memungkinkan) dan atur. Pengaturan harus dilakukan sesuia dengan
pembacaan thermostat (bila tersedia), atau sesuai dengan suatu sistem pengawasan suhu.

II.6. Jenis-jenis dari Autoclave dan Waterbath


AUTOCLAVE
Terdapat tiga jenis autoklaf, yaitu gravity displacement, prevacuum atau high
vacuum, dan steam-flush pressure-pulse. Perbedaan ketiga jenis autoklaf ini terletak pada
bagaimana udara dihilangkan dari dalam autoklaf selama proses sterilisasi.
1. Gravity Displacement Autoclave
Udara dalam ruang autoklaf dipindahkan hanya berdasarkan gravitasi. Prinsipnya adalah
memanfaatkan keringanan uap dibandingkan dengan udara, sehingga udara terletak di bawah
uap. Cara kerjanya dimulai dengan memasukan uap melalui bagian atas autoklaf sehingga
udara tertekan ke bawah. Secara perlahan, uap mulai semakin banyak sehingga menekan
udara semakin turun dan keluar melalui saluran di bagian bawah autoklaf, selanjutnya suhu
meningkat dan terjadi sterilisasi. Autoklaf ini dapat bekerja dengan cakupan suhu antara 121-
134 C dengan waktu 10-30 menit.
2. Prevacuum atau High Vacuum Autoclave
Autoklaf ini dilengkapi pompa yang mengevakuasi hampir semua udara dari dalam autoklaf.
Cara kerjanya dimulai dengan pengeluaran udara. Proses ini berlangsung selama 8-10 menit.
Ketika keadaan vakum tercipta, uap dimasukkan ke dalam autoklaf. Akibat kevakuman
udara, uap segera berhubungan dengan seluruh permukaan benda, kemudian terjadi
peningkatan suhu sehingga proses sterilisasi berlangsung. Autoklaf ini bekerja dengan suhu
132-135 C dengan waktu 3-4 menit.
3. Steam-Flush Pressure-Pulse Autoclave
Autoklaf ini menggunakan aliran uap dan dorongan tekanan di atas tekanan atmosfer dengan
rangkaian berulang. Waktu siklus pada autoklaf ini tergantung pada benda yang disterilisasi.

WATERBATH
Waterbath Kontrol
Pengendalian Suhu di Bath Air: Semua sistem waterbath memiliki kontrol untuk mengatur
suhu. Hal ini terkait dengan lampu indikator. Jika lampu menyala berarti waterbath pemanas.
Ketika waterbath mencapai temperatur yang di-set, tombol on-off akan memelihara siklus
agar temperatur tetap.
Pengendalian Keselamatan di Bath Air: Seiring dengan kontrol suhu, kebanyakan waterbath
memiliki kontrol keamanan. Kontrol keamanan digunakan untuk mengatur suhu maksimal
waterbath. Biasanya sudah diatur tepat di atas kontrol suhu. Sebuah lampu indikator
terpasang dengan kontrol keamanan.
Kontrol di Bath Air: Kontrol ini tersedia hanya dengan getaran waterbath. Mekanisme getaran
dapat diaktifkan atau dinonaktifkan. Kecepatan getaran juga dapat diatur.

II.7. Teori tentang Autoclave dan Waterbath


Autoklaf adalah alat untuk mensterilkan berbagai macam alat dan bahan yang
digunakan dalam mikrobiologi menggunakan uap air panas bertekanan. Tekanan yang
digunakan pada umumnya 15 Psi atau sekitar 2 atm dan dengan suhu 121oC (250oF). Jadi
tekanan yang bekerja ke seluruh permukaan benda adalah 15 pon tiap inchi2 (15 Psi = 15
pounds per square inch). Lama sterilisasi yang dilakukan biasanya 15 menit untuk 121oC.
Alat ini diciptakan oleh Charles Chamberland di 1879, meskipun prekursor yang dikenal
sebagai digester uap diciptakan oleh Denis Papin pada tahun 1679. Nama ini berasal dari
bahasa Yunani auto-, pada akhirnya berarti diri, dan Latin yang berarti Clavis kunci-
perangkat self-locking.
Kalibrasi :
Untuk mendeteksi apakah autoclave bekerja dengan baik atau sempurna dapat digunakan
dengan pengujian mikroba yang bersifat termofilik dan memiliki endospora yaitu bacillus
stearothermophilus. Dalam bentuk kertas spora strip dimasukan ke dalam autoclave dan
disterilkan, setelah proses sterilisasi kemudian ditumbuhkan pada meda, jika media tetap
bening maka autoclave bekerja secara baik.
Standart pemeliharaan :

1. Pastikan listrik selalu stabil.


2. Gunakan selalu minimal aquadest.
3. Selalu kuras air pada chamber autoclave (max 5x pengoprasian)
4. Pastikan air pada chumber selalu cukup
5. Selalu kalibrasi autoclave

Waterbath adalah instrumen ilmiah yang digunakan untuk mengatur suhu zat
mengalami panas. Waterbath sering digunakan di dalam laboratorium ilmu kimia yang
berhubungan dengan temperature aplikasi.
Aplikasi Waterbath
Waterbath adalah contoh yang sangat baik dari kemampuan air untuk mempertahankan panas
untuk waktu yang lama. Waterbath digunakan dalam berbagai situasi. Beberapa dari aplikasi
mereka termasuk:
Pemanasan Reagen
Penentuan coliform
Contoh Pencairan
Pemeriksaan bakteriologi
Tes mikrobiologi
Waterbath digunakan di berbagai bidang untuk berbagai tujuan. Beberapa industri di mana
mereka sering digunakan adalah:
Laboratorium Pendidikan
Klinis Laboratorium
Penelitian Laboratorium
Laboratorium Teknologi Pangan
Air Limbah Laboratorium
Cara perawatan water bath :
Untuk perawatan, bersihkan alat hanya dengan lap bersih yang dibasahi air kemudian lap
dengan kain kering setiap selesai menggunakan alat
Box kontrol jangan sampai tersiram atau kemasukkan air karena dapat berakibat tersengat
tegangan listrik ( berbahaya ) atau alat akan menjadi rusak
cara rutin air dapat diganti atau ditambahi +/-2 bulan sekali
Kalibrasi :
Paling tidak dilakukan dua kali per tahun (2x/tahun), termometer waterbath harus dicek oleh
petugas yang bertanggung jawab untuk hal ini atau seseorang yang diberi tugas oleh Kepala
laboratorium, dengan menggunakan termometer terkalibrasi. Interval uji penyimpanan
(deviasi) harus didokumentasikan/ dicatat pada buku peralatan. Bila alat teroperasi tanpa
mengindahkan suhu yang diinginkan, prosedur ini tidak perlu dilakukan, alat harus diberi
label yang sesuai untuk ini.
Dalam kasus terjadinya penyimpangan lebih tinggi atau lebih rendah +/- 50C, yang
ditunjukkan oleh termometer pada alat, harus ditentukan faktor koreksi (suhu yang
diinginkan/ suhu terukur) dan dicantumkan secara jelas pada alat. Pada kasus lainnya dari
deviasi suhu yang diijinkan, harus didokumentasikan pada buku alat.

Standart pemeliharaan :

1. Setelah digunakan kembali dibersihkan


2. Hindari alat dalam kondisi ON tanpa air
3. Periksa kabel supply pastikan dalam keadaan baik
4. Periksa kondisi saklar/switch pastikan bekerja dengan baik
5. Periksa thermostat pastikan dalam keadaan akurat.
BAB III
PENUTUP

III.1. Kesimpulan
Jadi kesimpulan yang dapat kita ambil dari alat Waterbath dan Autoclave adalah :
Autoclave adalah alat untuk mensterilkan berbagai macam alat dan bahan yang digunakan
dalam mikrobiologi menggunakan uap air panas bertekanan.
Sedangkan Waterbath adalah alat untuk pemanasan pada suhu rendah 300C sampai 1000C,dan
Menguapkan zat atau larutan dengan suhu yang tidak terlalu tinggi.

III.2. Saran& Kritik


Demikian yang dapat kami paparkan mengenai materi yang menjadi pokok bahasan
dalam makalah ini, tentunya masih banyak kekurangan dan kelemahannya, kerena
terbatasnya pengetahuan dan kurangnya rujukan atau referensi yang ada hubungannya dengan
judul makalah ini.
Penulis banyak berharap para pembaca yang budiman dusi memberikan kritik dan saran
yang membangun kepada penulis demi sempurnanya makalah ini dan dan penulisan makalah
di kesempatan kesempatan berikutnya.
Semoga makalah ini berguna bagi penulis pada khususnya juga para pembaca yang
budiman pada umumnya.

DAFTAR PUSTAKA
Online : http://wikipedia.id/Autoclave
http://wikipedia.id/waterbath
Pengertian :

Water Bath merupakan peralatan yang berisi air yang bisa mempertahankan suhu
air pada kondisi tertentu selama selang waktu yang ditentukan.

Prinsip kerja:

Pada saat dingin mensterilisasi steker dihidupkan, dipilih suhu (temperatur) yang
diinginkan (jika memungkinkan) dan atur. Pengaturan harus dilakukan sesuia
dengan pembacaan thermostat (bila tersedia), atau sesuai dengan suatu sistem
pengawasan suhu.

Fungsi Water bath :

Water bath dapat digunakan untuk :

1. Pemanasan pada suhu rendah 300C sampai 1000C


2. Menguapkan zat atau larutan dengan suhu yang tidak terlalu tinggi

Water bath menggunakan daya listrik yang rendah sehingga sangat ekonomis dan
efisien.
Secara sederhana alat ini menggunakan pemanas pada air yang dipanaskan dengan
api maupun dengan listrik atau uap dari air.
Macam-macam alat berdasarkan media pemanas :

Tangas air : Jika sebagai media pemanas digunakan air, dalam hal ini wadah
bahan yang akan dipanaskan harus terendam dalam air
Tangas uap : jika sebagai media pemanas digunakan uap air, sehingga wadah
bahan yang akan dipanaskan tidak boleh terendam air.
Tangas minyak : jika sebagai media pemanas digunakan minyak, sehingga dapat
digunakan untuk pemanasan pada suhu yang lebih tinggi antara 170 0C hingga
200 0C
Tangas pasir : jika sebagai media pemanas digunakan pasir, sehingga dapat
digunakan untuk pemanasan pada suhu tinggi hingga lebih dari 200 0C

Bagian-bagian water bath :

1. Pengatur suhu
2. pengaman kedudukan tinggi air
3. penangas air bisa dilengkapi motor penggerak sehingga dapat berfungsi sebagai
alat pengocok
4. elemen pemanas dengan listrik
5. tangas uap mempunyai satu hingga enam buah lubang untuk
menaruh/meletakkan benda yang akan diuapkan

Cara kerja water bath :

1. Air dimasukkan ke dalam bejana


2. Atur suhu yang dikehendaki dan hidupkan water bath
3. Masukkan benda yang akan dipanaskan ke dalam air ( untuk tangas air ) letakkan
benda pada salah satu lubang ( untuk tangas uap ), ingat lubang lain yang tidak
digunakan tetap ditutup.
Cara penyimpanan water bath :

1. Sebagai media pemanas digunakan air suling ( jangan menggunakan air sumur,
karena menyebabkan korosi )
2. Selesai digunakan ( jika menggunakan listrik ) matikan arus listrik dan dicabut
dari arus listrik
3. Jika hendak disimpan air ( media pemanas ) dikosongkan.

Cara perawatan water bath :

1. Untuk perawatan, bersihkan alat hanya dengan lap bersih yang dibasahi air
kemudian lap dengan kain kering setiap selesai menggunakan alat
2. Box kontrol jangan sampai tersiram atau kemasukkan air karena dapat berakibat
tersengat tegangan listrik ( berbahaya ) atau alat akan menjadi rusak
3. cara rutin air dapat diganti atau ditambahi +/-2 bulan sekali
Kalibrasi :

Paling tidak dilakukan dua kali per tahun (2x/tahun), termometer waterbath harus
dicek oleh petugas yang bertanggung jawab untuk hal ini atau seseorang yang diberi
tugas oleh Kepala laboratorium, dengan menggunakan termometer terkalibrasi.
Interval uji penyimpanan (deviasi) harus didokumentasikan/ dicatat pada buku
peralatan. Bila alat teroperasi tanpa mengindahkan suhu yang diinginkan, prosedur
ini tidak perlu dilakukan, alat harus diberi label yang sesuai untuk ini.
Dalam kasus terjadinya penyimpangan lebih tinggi atau lebih rendah +/- 50C, yang
ditunjukkan oleh termometer pada alat, harus ditentukan faktor koreksi (suhu yang
diinginkan/ suhu terukur) dan dicantumkan secara jelas pada alat. Pada kasus
lainnya dari deviasi suhu yang diijinkan, harus didokumentasikan pada buku alat.

Operasi :

Steker dihidupkan, dipilih suhu (temperatur) yang diinginkan (jika memungkinan)


dan atur.
Pengaturan harus dilakukan sesuai dengan pembacaan thermostat (bila tersedia),
atau
sesuai dengan suatu sistem pengawasan suhu.