0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
313 tayangan12 halaman

Asuhan Keperawatan Orchitis di IGD

Laporan ini memberikan ringkasan tentang pengkajian keperawatan pasien Tn. S dengan diagnosa Orchitis di IGD RSUD Ajibarang. Pasien mengeluhkan panas dan nyeri pada skrotum selama 2 minggu. Pemeriksaan fisik menunjukkan skrotum bengkak dan kemerahan serta demam. Diagnosa keperawatan meliputi hipertermia dan nyeri akut yang berhubungan dengan proses inflamasi.

Diunggah oleh

Qurrotul A'yuni
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOC, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
313 tayangan12 halaman

Asuhan Keperawatan Orchitis di IGD

Laporan ini memberikan ringkasan tentang pengkajian keperawatan pasien Tn. S dengan diagnosa Orchitis di IGD RSUD Ajibarang. Pasien mengeluhkan panas dan nyeri pada skrotum selama 2 minggu. Pemeriksaan fisik menunjukkan skrotum bengkak dan kemerahan serta demam. Diagnosa keperawatan meliputi hipertermia dan nyeri akut yang berhubungan dengan proses inflamasi.

Diunggah oleh

Qurrotul A'yuni
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOC, PDF, TXT atau baca online di Scribd

FORMAT LAPORAN ASKEP

(IGD)

ASUHAN KEPERAWATAN PADA TN. S DENGAN


ORCHITIS
DI RUANG IGD RSUD AJIBARANG

Nama mahasiswa : Siti Syah Sholati


NIM : 210104096

Tanggal pengkajian :

Pukul :
A. PENGKAJIAN

No. RM : 161996 Diagnosa Medis : Orchitis


IDENTITAS

Nama : Tn. S Jenis Kelamin : Laki-laki Umur : 46 Tahun


Agama : Kristen Status Perkawinan : Menikah Pendidikan : SD
Pekerjaan : Swasta Sumber informasi : Pasien Alamat : Ajibarang
kulon

RESPON : Alert/ Verbal/ Pain/ Unrespon


TRIAGE : Merah/ Kuning/ Hijau/ Hitam
GENERAL IMPRESSION
Keluhan Utama: panas
Mekanisme Cedera : Pasien mengatakan sejak 2 minggu panas,skrotum sakit,bengkak dan
PRIMER SURVEY

kemerahan,sudah minum obat tetapi panas masih naik turun dan skrotum masih sakit

Orientasi (Tempat, Waktu, dan Orang) : √ Baik  Tidak Baik, ... ... ...
AIRWAY
Jalan Nafas :  Paten  Tidak Paten Obstruksi :
 Lidah  Cairan  Benda Asing
 Spasme
Suara Nafas :  Snoring Gurgling Stridor
Keluhan Lain: ... ...

BREATHING
Gerakan dada :  Simetris  Asimetris
Irama Nafas :  Cepat  Dangkal  Normal
Bunyi nafas :  Vesikuler  Wheezing  Ronchi Pola
Nafas :  Teratur  Tidak Teratur
Retraksi otot dada :  Ada  Tidak ada
Penggunaan otot bantu :  Ada  Tidak ada Cuping
hidung :  Ada  Tidak ada
Sesak Nafas :  Ada  Tidak
RR 20 x/mnt
Keluhan Lain: … …

CIRCULATION
Akral :  Hangat  Dingin
Sianosis :  Ya  Tidak
CRT ;  < 2 detik  > 2 detik
Frekuensi nadi : 102 x/menit
Nadi :  Teraba  Tidak teraba
Irama :  Teratur  Tidak teratur
Kekuatan :  Kuat  Lemah
Tekanan darah : 111/64 mmHg
MAP : mmHg
Suhu kulit : 38,3 Celsius
Turgor kulit :  Normal  Tidak normal
Pendarahan:  Ya  Tidak ada,..............cc
Keluhan Lain: ... ...

DISABILITY

Respon : Alert  Verbal  Pain  Unrespon


Kesadaran :  CM  Delirium  Somnolen
 ... .. ...
GCS :  Eye 4  Verbal 5  Motorik 6

Pupil :  Isokor  Unisokor  Pinpoint


PRIMER SURVEY

 Medriasis
Refleks Cahaya:  Ada  Tidak Ada Kekuatan
otot : +
Keluhan Lain : … …

EXPOSURE
Deformitas:  Ya  Tidak
Contusio :  Ya  Tidak
Abrasi :  Ya  Tidak
Penetrasi : Ya  Tidak
Laserasi :  Ya  Tidak
Edema :  Ya  Tidak
Nyeri :
P : Nyeri bertambah jika bergerak
Q : Nyeri senut-senut
R : Skrotum bagian kiri
S : Skala 6
T : Nyeri hilang timbul
Keluhan Lain: Pasien mengatakan panas sejak sejak 2 minggu skrotum nyeri dan bengkak.

FOLEY CATETER
Fimosis :  Ya  Tidak Distensi
VU:  Ya  Tidak Warna urine :
Jumlah urine : ...... ml dalam...............jama
Alat bantu :  Ya  Tidak, berupa …………..
Keluhan lain : ….. ……

GASTRIC TUBE
Alat bantu :  Ya  Tidak
Warna :
Jumlah..............cc
Keluhan lain : …… …….

HEART MONITOR
Saturasi oksigen : 97 %
Interpretasi EKG : Normal synus rytm

IMAGING
Hasil pemeriksaan diagnostik
(Rontgen, CT scan, MRI)
ANAMNESA
Menggunakan model SAMPLE
S : Pasien mengatakan panas dan nyeri di skrotum bagian kiri sejak 2 minggu yang lalu.
A : Tidak ada alergi obat maupun makanan
M : Tidak sedang mengkonsumsi obat apapu
P : Pasien pernah mengalami penyakit yang sama 4 yang lalu dan dilakukan operasi pengangkatan
testis yang sebelah kanan.
L : Terakhir makan tadi pagi kurang lebih 5 sendok
E : Pasien merasakan panas dan nyeri pada skrotum secara tiba-tiba

3
PEMERIKSAAN FISIK
Kepala
Mata : mata simetris,konjungtiva an anemis, sklera anikterik
Mulut : Mukosa bibir kering, gigi bersih
Hidung : Simetris dan fungsi penciuman baik
Leher : Tidak ada benjolan dan tidak ada pembesaran vena jugularis
Dada:
Paru-Paru
Inspeksi : Pengembangan dada simetris,tidak ada otot bantu pernapasan
Palpasi : tidak ada taktil fremitus
Perkusi : sonor
Auskultasi : vesikuler
Respiratory rate : 20 x/menit
Jantung
Inspeksi : Dada simetris
Palpasi : Ictus kordis teraba
Perkusi : Pekak
Auskultasi : S1>S2
Heart rate :102 x/menit
Abdomen
Inspeksi : Tidak ada jejas,tidak ada luka
Auskultasi : Bising usus 12 x/menit
SECONDARY SURVEY

Palpasi : Tidak ada nyeri tekan pada abdomen


Perkusi : Tympani
PEMERIKSAAN DIAGNOSTIK
 RONTGEN, tanggal 4 Maret 2022
 CT-SCAN, tanggal …………
 USG, tanggal …………
 EKG, tanggal 4 Maret 2022
 ENDOSKOPI, tanggal …………
 Darah lengkap, tanggal 4 Maret 2022
 Elektrolit , tanggal …………
 Lain-lain, ... ...
Hb 14,9 g/dl
Leukosit 19,11 10^3/ul
Hematokrit 41,7 %
Trombosit 10^6/uL
GDS 142 mg/dL
TERAPI YANG DIBERIKAN / TERAPI LANJUTAN

Inisial pasien :
Nama obat Dosis Cara Waktu Fungsi/
pemberian pemberian indikasi
1. RL 20 tpm IV
2. Ceftriaxon 1 gr IV /12 jam Antibiotik
3. Paracetamol 1 gr IV Antipiretik
4. Ranitidin 1 amp IV / 12 jamS Mengurangi
produksi asam
lambung
PENGKAJI

SITI SYAH SHOLATI


B. ANALISA DATA
TGL/JAM DATA (DO/DS) PENYEBAB (E) MASALAH (P)

04-03-2022 DS: Pasien Proses penyakit Hipertermia


mengatakan panas (inflamasi)
sejak 2 minggu yang
lalu
DO:
- S: 38,30C
- Mukosa bibir
kering
- Leukosit 19,11
10^3/ul

DS: Pasien Agen pencedera Nyeri akut


mengatakan nyeri fisiologis
P: Nyeri bertambah (inflamasi)
jika bergerak
Q: Nyeri senut-senut
R: Skrotum bagian
kiri
S: Skala 6
T: Nyeri hilang timbul
DO:
- Skrotum kiri
bengkak dan
kemerahan
- TD: 102 x/
menit
- Leukosit 19,11
10^3/ul
C. PRIORITAS DIAGNOSA KEPERAWATAN
1. Hipertermia berhubungan dengan proses penyakit (inflamasi)
2. Nyeri akut berhubungan dengan Agen pencedera fisiologis (inflamasi)

D. INTERVENSI

No Dx keperawatan SLKI NIC/ SIKI


1 Hipertermia berhubungan Setelah dilakukan Manajemen
dengan proses penyakit tindakan keperawatan Hipertermia
(inflamasi) selama 1 x 2 jam (I.15506)
diharapkan Observasi
termoregulasi - Identifikasi
membaik dengan penyebab
kriteria hasil: hipertermia
- Suhu tubuh - Monitor suhu
membaik (36- tubuh
37,5) Terapeutik
- Takikardi - Sediakan
menurun (60- lingkungan
100x/menit) yang dingin
- Longgarkan
atau lepaskan
pakaian
- Berikan cairan
oral
Edukasi
- Anjurkan tirah
baring
Kolaborasi
- Kolaborasi
pemberian
cairan dan
elektrolit
intravena dan
antipiretik

2 Setelah dilakukan Manajemen nyeri


Nyeri akut berhubungan tindakan keperawatan ( I.08238)
dengan agen pencedera selama1 x 2 jam Observasi
fisiologis(inflamasi) diharapkan membaik - Identifikasi
dengan kriteria hail: lokasi,karakteri
- Keluhan nyeri stik,durasi,frek
menurun uensi ,kualitas,i
(skala nyeri 3- ntensitas nyeri
5) - Identifikasi
- Frekuensi nadi skala nyeri
membaik (60- Terapeutik
100x/menit) - Berikan teknik
nonfarmakologi
s untuk
mengurangi
rasa nyeri
- Kontrol
lingkungan
yang
memperberat
rasa nyeri (mis.
Suhu
ruangan,pencah
ayaan,kebising
an)
Edukasi
- Ajarkan teknik
non
farmakologis
untuk
mengurangi
rasa nyeri
Kolaborasi
- Kolaborasi
pemberian
analgetik jika
perlu

E. IMPLEMENTASI

No Hari, Implementasi Respon


dx tanggal,
jam
1,2 - Mengkaji keluhan DS: Pasien
pasien mengatakan sudah
1 - Mengidentifikasi keluar keringat
penyebab hipertermia banyakdan nyeri
1 - Monitor suhu tubuh sudah berkurang
2 - Mengidentifikasi DO :
lokasi,karakteristik,dura - S: 37,20C
si,frekuensi ,kualitas,int - N: 92
ensitas nyeri x/menit
- Mengidentifikasi skala - Pasien
2 nyeri terlihat
2 - Memberikan teknik lebih rileks
nonfarmakologis untuk dan terlihat
mengurangi rasa tidur
nyeridengan teknik - Ceftriaxon
nafas dalam e masuk
1 - Melakukan kolaborasi dan tidak
pemberian cairan dan ada tanda
elektrolit intravena RL alergi
20 tpm - Paracetamo
1,2 - Melakukan kolaborasi l infus
pemberian analgetik dan masuk dan
antipiretik paracetamol tidak ada
infus 1 gr tanda alergi
1 - Melonggarkan pakaian
pasien
1 - Memberikan cairan oral
2 - Ajarkan teknik non
farmakologis untuk
mengurangi nyeri
dengan teknik nafas
1,2 dalam
- Memberikan lingkungan
yang tenang dengan
membatasi penunggu
1 - Menganjurkan tirah
baring

F. EVALUASI

No Hari, Dx SOAP
tanggal, keperawatan
jam
1 S : Pasien mengatakan keluar banyak keringat
dan panas sudah berkurang
O:
- S: 37,20C
- N: 92x/menit
- Mukosa bibir kering
A : Masalah teratasi
P ; Pertahankan intervensi
- Monitor suhu tubuh
- Sediakan lingkungan yang dingin
- Longgarkan atau lepaskan
pakaian
- Berikan cairan oral
- Anjurkan tirah baring
- Kolaborasi pemberian cairan dan
elektrolit intravena dan antipiretik
2 S: Pasie mengatakan nyeri berkurang
O:
- Pasien tampak rileks dan terlihat
Tidur
- Skala nyeri 4
- TD: 110/65 mmHg
- N: 92 x/menit
A: Masalah belum teratasi
P: lanjutkan intervensi
- Identifikasi skala nyeri
- Berikan teknik nonfarmakologis
untuk mengurangi rasa nyeri
- Kontrol lingkungan yang
memperberat rasa nyeri (mis.
Suhu
ruangan,pencahayaan,kebisingan)
- Ajarkan teknik non farmakologis
untuk mengurangi rasa nyeri
- Kolaborasi pemberian analgetik
jika perlu

Anda mungkin juga menyukai