FORMAT LAPORAN ASKEP (ICU)
ASUHAN KEPERAWATAN NY.I
DENGAN PERDARAHAN POST PARTUM DI RUANG ICU
RSUD AJIBARANG
Nama mahasiswa : Siti Syah Sholati
NIM : 210104096
Tanggal pengkajian :
Pukul :
IDENTITAS PASIEN
Inisial pasien : Ny. I
Usia : 21 Tahun
Jenis kelamin : Perempuan
Pendidikan : SD
Pekerjaan : IRT
Agama : Islam
Alamat : Parung kamal RT 03 RW 08 Lumbir
Diagnosa medis : Syock hipovolemik, Retensi sisa plasenta
No RM :301797
Penanggung jawab
Inisial nama : Tn. F
Usia : 17 Tahun
Jenis kelamin : Laki- laki
Pendidikan : SD
Pekerjaan : Buruh
Agama :Islam
Alamat : Parung kamal RT 03 RW 08 Lumbir
Hub dengan pasien : Suami
PENGKAJIAN
Wawancara
Keluhan utama :
Pasien mengatakan merasa lemas dan pusing
Riwayat penyakit sekarang :
Pasien datang dengan keluhan post partum hari ke 20 mengeluh keluar darah lewat jalan lahir,darah prongkol-prongkol,pasien
merasa lemas, dan pusing jika bergerak kemudian dilakukan curetage.
Riwayat penyakit dahulu :
Pasien belum pernah mengalami penyakit seperti ini sebelumnya
Riwayat penyakit keluarga :
Di dalam keluarga tidak ada yang mempunyai riwayat penyakit menular ataupun penyakit keturunan.
Riwayat pekerjaan :
Pasien sehari-hari sebagai ibu rumah tangga
Riwayat geografi :
Lingkungan tempat tinggalnya bersih dan tidak ada yang membahayakan pasien
Riwayat alergi :
Pasien tidak mempunyai alergi
Kebiasaan sosial :
Pasien tidak mempunyai kebiasaan minum alkohol tetapi kadang-kadang mengkonsumsi makanan cepat saji
Kebiasaan merokok :
Pasien tidak mempunyai kebiasaan merokok
PEMERIKSAAN FISIK
Keadaan umum : GCS E4M6V5
B1 (Breathing) pernafasan
Inspeksi : Pengembangan dada simetris,tidak ada otot bantu pernapasan
Palpasi : tidak ada taktil fremitus
Perkusi : sonor
Auskultasi : vesikuler
Respiratory rate : 30x/menit
Oksigenasi : NRM 8 lpm
B2 (Blood) kardiovaskuler
Inspeksi : Dada simetris
Palpasi : Ictus kordis teraba
Perkusi : Pekak
Auskultasi : S1>S2
Heart rate :75x/menit
Irama nadi : Teratur/ Kualitas nadi : lambat
Akral : Dingin
B3 (Brain) persyarafan
Tingkat kesadaran : Allert
GCS : E4M6V5
Reaksi pupil : Isokor
Reflek patologia : Tidak ada
B4 (Bladder) perkemihan
Distensi VU : Tidak ada
Urine : 270 ml dalam 4 jam
Warna urine : kuning jernih
Alat bantu : Terpacang DC
B5 (Bowel) pencernaan
Inspeksi : Tidak ada jejas,tidak ada luka
Auskultasi : Bising usus 12 x/menit
Palpasi : Tidak ada nyeri tekan pada abdomen
Perkusi : Tympani
Kondisi mulut : Mukosa kering
BAB (frekuensi, konsistensi) : Selama di ICU belum BAB
Alat bantu : menggunakan pampers
B6 (Bone) musculoskeletal
Kekuatan otot :
ROM : Tidak ada kelemahan
Hemiplegi/parase : Tidak ada
Turgor : Turgor kulit jelek
Kelainan vertebra : Tidak ada
Fraktur : Tidak ada
Tanda-tanda vital :
TD 126/76 mmHg
N: 75 x/menit
RR: 30x/menit
S: 37,10C
PEMERIKSAAN DIAGNOSTIK
Pemeriksaan radiologi (thorak anterior) tanggal : Tidak dilakukan
EKG, tanggal : tanggal 15 Februari hasil NSR
AGD, tanggal : Tidak dilakukan
Laboratorium :
Hb 2,9 g/dl
Leukosit 16,53 10^3/UL
Hematokrit 10,2 %
Trombosit 392 10^3/UL
Gol darah AB
GDS 132 mg/dl
PROGRAM TERAPI
Inisial pasien :
Nama obat Dosis Cara Waktu Fungsi
pemberian pemberian
1. Ceftriaxone 1 gr iv /12 jam Antibiotik
2. Epineprin 0.2mcq/ iv
kgbb/mnt
ANALISA DATA
TGL/JAM DATA (DO/DS) PENYEBAB MASALAH PARAF
(E) (P)
15-02-2022 DS: Pasien mengatakan Kehilangan Hipovolemia
keluar darah lewat jalan lahir cairan aktif
prongkol-prongkol dan
merasa lemas,pusing dan
merasa haus
DO:
Pasien tampak lemah
Mukosa mulut kering
TD 126/76 mmHg
N: 75 x/menit
RR: 30x/menit
S: 37,10C
Kelemahan Intoleransi
DS: Pasien mengatakan lemas
aktivitas
dan pusing jika bergerak
DO:
Pasien terlihat lemah
Kulit pucat
Hb 2,9 g/ul
RR: 30x/menit
TD 126/76 mmHg
N: 75 x/menit
DS: - Ketidakadeku Risiko infeksi
DO: atan
pertahanan
Hb 2,9 g/ul
Lekosit 16,53 10^3/ul tubuh
S: 37,10C sekunder
Terdapat jahitan di (penurunan
perineum (3 jahitan) hemoglobin)
PRIORITAS DIAGNOSA KEPERAWATAN
1. Hipovolemia berhubungan dengan kehilangan cairan aktif
2. Intoleransi aktivitas berhubungan dengan kelemahan
3. Risiko infeksi berhubungan dengan ketidakadekuatan pertahanan tubuh
sekunder (penurunan hemoglobin)
INTERVENSI
No Dx keperawatan SLKI SIKI
1 Hipovolemia Setelah dilakukan tindakan Manajemen Hipovolemia
berhubungan keperawatan selama 2x 24 jam (I.03116)
dengan kehilangan diharapkan status cairan Observasi
cairan aktif membaik dengan kriteria hasil Periksa tanda dan gejala
Turgor kulit meningkat hipovolemia(misal
Membran mukosa frekuensi nadi
membaik meningkat,nadi teraba
Kadar Hb membaik lemah,tekanan darah
menurun,turgor kulit
Intake cairan membaik menurun,membran
Output urine meningkat mukosa kering,volume
Perasaan lemah urine menurun,hematokrit
menurun meningkat,haus,lemah)
Keluhan haus menurun Monitor intake dan output
cairan
Terapeutik
Hitung kebutuhan cairan
Berikan asupan cairan oral
Edukasi
Anjurkan memperbanyak
asupan cairan
Anjurkan menghindari
perubahan posisi
mendadak
Kolaborasi
Kolaborasi pemberian
cairan intravena isotonis
(misal Nacl,RL)
Kolaborasi pemberian
produk darah
Managemen energi (I.05178)
Intoleransi aktivitas Setelah dilakukan tindakan
Observasi
berhubungan keperawatan selama 2x24 jam Identifikasi gangguan
dengan kelemahan diharapkan toleransi aktivitas
fungsi tubuh yang
meningkat dengan kriteria hasil: mengakibatkan kelelahan
Perasaan lemah Monitor kelelahan fisik
menurun dan emosional
Warna kulit membaik Terapeutik
Frekuensi napas Sediakan lingkungan
membaik nyaman dan rendah
stimulus (mis.
Cahaya,suara,kunjungan)
Lakukan latihan rentang
gerak pasif
Edukasi
Anjurkan tirah baring
Kolaborasi
Kolaborasi dengan ahli
gizi tentang cara
meningkatkan asupan
makanan
Pencegahan infeksi (I.14539)
Setelah dilakukan tindakan Observasi
keperawatan selama 2x24 jam Monitor tanda dan gejala
diharapkan tingkat infeksi infeksi lokal dan sistemik
menurun dengan kriteria hasil : Terapeutik
Demam menurun Batasi jumlah pengunjung
Kemerahan menurun Berikan perawatan kulit
Bengkak menurun pada area edema
Kadar sel darah putih Cuci tangan sebelum dan
membaik sesudah kontak dengan
pasien dan lingkungan
pasien
Pertahankan teknik
aseptik pada pasien
beresiko tinggi
Edukasi
Jelaskan tanda dan gejala
infeksi
Anjurkan meningkatkan
asupan nutrisi
Anjurkan meningkatkan
asupan cairan
Kolaborasi
Kolaborasi pemberian
antibiotik
IMPLEMENTASI
No Hari, tanggal, Implementasi Respon
dx jam
1,2,3 Selasa,22-02- Mengkaji keluhan pasien DS: Pasien mengatakan
2 2022 Mengidentifikasi gangguan fungsi lemas haus dan pusing
Jam 14.15 tubuh yang menyebabkan kelelahan jika bergerak
1 Memeriksa tanda dan gejala DO:
hipovolemia Mukosa mulut
1,2,3 Melakukan kolaborasi pemberian kering
IVFD RL 73 cc/jam Turgor kulit
1 Menghitung kebutuhan cairan kurang
1 Pasien
Memonitor intake dan output cairan
1,2,3 meminum air
Memberikan cairan oral
1,2,3 putih dengan
Menganjurkan untuk banyak minum
1,2,3 dibantu
Melakukan kolaborasi pemberian
keluarga
tranfusi darah
2 Tranfusi darah
Memonitor kelelahan fisik
2,3 masuk tidak
Memberikan lingkungan yang nyaman
ada tanda-tanda
dan membatasi jumlah pengunjung
2 alergi
Melakukan latihan rentang gerak pasif
2 Menganjurkan tirah baring Pasien hanya
1,2,3 Melakukan kolaborasi ahli gizi untuk dijenguk oleh
meningkatkan asupan nutrisi satu orang
3 Memonitor tanda dan gejala infeksi Luka jahitan
lokal dan sistemik terdapat bekas
3 Jelaskan tanda dan gejala infeksi darah,tidak ada
3 kemerahan dan
Memberikan perawatan kulit pada
perineum dengan teknik aseptik tidak bengkak
3 PPV 75 cc
Melakukan vulva higine
3 Injeksi
Melakukan kolaborasi pemberian
antibiotik cftriaxone 1gr ceftriaxone 1gr
1,2,3 masuk tidak
Mencuci tangan sebelum dan sesudah
kontak dengan pasien dan lingkungan ada alergi
pasien
1,2,3 Rabu,23-02- DS: Pasien
Mengkaji keluhan pasien
2022 mengatakan lemasnya
1 Jam 14.30 Memeriksa tanda dan gejala sudah berkurang
hipovolemia DO:
1,2,3 Melakukan kolaborasi pemberian Mukosa kering
IVFD RL 73 cc/jam sudah
1 Memonitor intake dan output cairan berkurang
1,2,3 Turgor kulit
Memberikan cairan oral
1,2,3 baik
Menganjurkan untuk banyak minum
1,2,3
Melakukan kolaborasi pemberian Makan habis ½
tranfusi darah porsi
2
Memonitor kelelahan fisik Luka jahitan
2,3
Memberikan lingkungan yang nyaman bersih,tidak ada
dan membatasi jumlah pengunjung kemerahan,tida
2
Melakukan latihan rentang gerak pasif k
2
bengkak,tidak
Menganjurkan tirah baring ada pus
1,2,3 Melakukan kolaborasi ahli gizi untuk PPV 50cc
meningkatkan asupan nutrisi Urine 200cc
3 Memonitor tanda dan gejala infeksi Hb 5,9 g/dl
lokal dan sistemik Antibiotik
3 Memberikan perawatan kulit pada masuk tidak
perineum dengan teknik aseptik
ada alergi
3 Melakukan vulva higine
3 Melakukan kolaborasi pemberian
antibiotik cftriaxone 1gr
1,2,3 Mencuci tangan sebelum dan sesudah
kontak dengan pasien dan lingkungan
pasien
EVALUASI FORMATIF DAN SUMATIF
No Hari, tanggal, jam Dx keperawatan SOAP
1 Selasa 22-02- Hipovolemia S : Pasien mengatakan masih lemas dan merasa haus
2022 berhubungan dengan O :
Jam 17.30 kehilangan cairan Pasien tampak lemah
aktif Mukosa kering
Turgor kulit kurang
TD: 128/74 mmHg
N: 82 x/menit
RR: 28 x/menit
S: 37,10C
Balance cairan
Intake
Infus/obat 360 cc
Makanan 50 cc
Output
Urine 270
IWL 93,75
Jumlah cairan keluar -46,25 cc
A : Masalah belum teratasi
P ; lanjutkan intervensi
Periksa tanda dan gejala hipovolemia
Monitor intake dan output cairan
Berikan asupan cairan oral
Anjurkan memperbanyak asupan cairan
Anjurkan menghindari perubahan posisi
mendadak
Kolaborasi pemberian cairan intravena
isotonis (misal Nacl,RL)
Kolaborasi pemberian produk darah
2 Intoleransi aktivitas
S: Pasien mengatakan masih lemas dan pusing
berhubungan dengan
jika bergerak
kelemahan
O:
Pasien tampak lemah
Kulit pucat
Makan dan minum dibantu keluarrga
A: Masalah belum teratasi
P: Lanjutkan in
Monitor kelelahan fisik dan emosional
Sediakan lingkungan nyaman dan
rendah stimulus (mis.
Cahaya,suara,kunjungan)
Lakukan latihan rentang gerak pasif
Anjurkan tirah baring
Kolaborasi dengan ahli gizi tentang
cara meningkatkan asupan makanan
3 Risiko infeksi S: -
berhubungan dengan O:
ketidakadekuatan Luka jahitan bersih,tidak ada
pertahanan tubuh kemerahan dan tidak bengkak
sekunder (penurunan
S: 37,1
hemoglobin)
A: Masalah belum teratasi
P: Lanjutkan intervensi
Monitor tanda dan gejala infeksi lokal
dan sistemik
Batasi jumlah pengunjung
Berikan perawatan kulit pada area
edema
Cuci tangan sebelum dan sesudah
kontak dengan pasien dan lingkungan
pasien
Pertahankan teknik aseptik pada pasien
beresiko tinggi
Anjurkan meningkatkan asupan nutrisi
Anjurkan meningkatkan asupan cairan
Kolaborasi pemberian antibiotik
S : Pasien mengatakan lemasnya sudah berkurang
1 Rabu 23-02-2022 Hipovolemia
Jam 17.30 berhubungan dengan O :
kehilangan cairan Pasien tampak lebih segar
aktif Mukosa kering berkurang
Turgor kulit baik
TD: 121/66 mmHg
N: 86 x/menit
RR: 22 x/menit
S: 36,50C
Balance cairan
Intake
Infus/obat 176 cc
Makanan 200 cc
Output
Urine 200
IWL 125
Jumlah cairan keluar +31 cc
A : Masalah belum teratasi
P ; lanjutkan intervensi
Periksa tanda dan gejala hipovolemia
Monitor intake dan output cairan
Berikan asupan cairan oral
Anjurkan memperbanyak asupan cairan
Anjurkan menghindari perubahan posisi
mendadak
Kolaborasi pemberian cairan intravena
isotonis (misal Nacl,RL)
Kolaborasi pemberian produk darah
2 Intoleransi aktivitas S: Pasien mengatakan lemas berkurang dan
berhubungan dengan pusing juga sudah berkurang
kelemahan O:
Pasien tampak lebih segar
Kulit pucat berkurang
Makan dan minum dibantu keluarrga
A: Masalah belum teratasi
P: Lanjutkan in
Monitor kelelahan fisik dan emosional
Sediakan lingkungan nyaman dan
rendah stimulus (mis.
Cahaya,suara,kunjungan)
Lakukan latihan rentang gerak pasif
Anjurkan tirah baring
Kolaborasi dengan ahli gizi tentang
cara meningkatkan asupan makanan
3 Risiko infeksi
S: -
berhubungan dengan
O:
ketidakadekuatan
Luka jahitan bersih,tidak ada
pertahanan tubuh
kemerahan dan tidak bengkak
sekunder (penurunan
S: 36,50C
hemoglobin
A: Masalah teratasi
P: Pertahankan intervensi
Monitor tanda dan gejala infeksi lokal
dan sistemik
Batasi jumlah pengunjung
Berikan perawatan kulit pada area
edema
Cuci tangan sebelum dan sesudah
kontak dengan pasien dan lingkungan
pasien
Pertahankan teknik aseptik pada pasien
beresiko tinggi
Anjurkan meningkatkan asupan nutrisi
Anjurkan meningkatkan asupan cairan
Kolaborasi pemberian antibiotik